Anda di halaman 1dari 99

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 1

BAB I
PENGGUNAAN ALAT THEODOLIT MANUAL

I. KOMPETENSI.
Setelah melakukan pratikum ini ,diharapkan mahasiswa dapat :
1. Mengaplikasikan teori tentang penggunaan alat theodolit manual.
2. Mempraktikumkan pengukuran sudut datar dan sudut miring dengan menggunakan
alat theodolit manual.
3. Menganalisa data yang diperoleh dari pengukuran.
4. Menggambarkan hasil pengukuran dengan skala jarak 1 : 100 dan skala tinggi 1 : 50

II. TEORI SINGKAT.
Theodolit adalah alat ukur atau pengukur ruang yang digunakan untuk mengukur
kesegala arah baik vertical maupun horizontal.
Theodolit terdiri dari :
a. Manual
b. Digital Semi digital
IEDM
Theodolit Digital (IEDM) jarang dipakai kerena perhitungannya terlalu sederhana,
sebab hasil bacaan dapat dibaca seluruhnya, sedangkan theodolit manual lebih banyak
data yang diperoleh dengan perhitungan yang banyak pula.
Syarat Alat Penyipat Ruang (Theodolit) :
Sumbu ke -1 harus tegak lurus pada garis arah nivo.
Sumbu ke -2 harus mendatar.
Garis bidik harus pada sumbu ke -2.
Kesalahan indeks pada skala lingkaran tegak lurus sama dengan 0
Dalam perhitungan atau analisa untuk sudut ada 3 toleransi yang dipakai, yaitu :
1. Nasional = 15
2. Iternasional = 10
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 2

3. Alat = Tergantung kepada alatnya (mis : Sokia = 10, Wild = 6)
Perhitungan dapat dicari dengan menggunakan rumus-rumus dibawah ini:
A. Datar.
- Cek Bacaan ( )
2
Bb Ba
Bt
+
= = ...............
Toleransi untuk jarak < 1 slag = 0,000 0,005 m
Toleransi untuk jarak > 1 slag = 0,005 0,009 m
- Jarak optis ( J.Op) = (Ba Bb) x 100 = ..m
- Beda tinggi = tinggi alat (Ta) benang tengah (Bt) = .............m
- % Kelerengan (% Kll) % 100
pita J
t
x
A
= = ................%
- Checking Jarak Optis :

Untuk % Kll < 3%
0,05 D . 0,0003 D 008 , 0 S
1
+ + =

Untuk % Kll 3-10 %
0,05 D . 0,0004 D 010 , 0 S
2
+ + =

Untuk % Kll >10 %
0,05 D . 0,0005 D 012 , 0 S
3
+ + =
Jarak Max = D + S
n
= ...........m MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ...........m
- Ketinggian = T Titik diketahui beda tinggi = .....................m
B. Miring.
- Cek Bacaan ( )
2
Bb Ba
Bt
+
= = ..............
Toleransi untuk jarak < 1 slag = 0,000 0,005 m
Toleransi untuk jarak > 1 slag = 0,005 0,009 m
- Jarak optis (J.Op) = (Ba Bb) x 100 =..m Bila jarak langsung >
1 slag dan sudut <3
o

M = 100 (Ba Bb) cos = m Bila jarak langsung
< 1 slag dan sudut <3
o

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 3

M = T = D . tg
M =


- Beda Tinggi ( t)
BtM
U M
T MT T
X
D BtD

Ta
MT

A
B
50 (Ba Bb) sin 2 = ..m Jarak > 1 Slag dan sudut X > 3
o

(dimana : X = BtM T) Jarak < 1 slag dan sudut X < 3
o



- % Kelerengan (% Kll) = = %
- Checking Jarak Optis Miring = Checking Jarak Optis Datar :

Untuk % Kll < 3 %
0,05 D . 0,0003 D 008 , 0 S
1
+ + =

Untuk % Kll 3-10 %
0,05 D . 0,0004 D 010 , 0 S
2
+ + =
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 4


Untuk % Kll > 10 %
0,05 D . 0,0005 D 012 , 0 S
3
+ + =
Jarak Max = D + S
n
= ...........m MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ...........m
- Ketinggian titik = T. Titik Diketahui Beda Tinggi = ...........m

III. ALAT DAN PERLENGKAPAN.
1. Satu set alat Theodolit Manual
2. Statif (kaki alat)
3. Pen ukur
4. Pita ukur
5. Yalon
6. Bak ukur
7. Payung
8. Alat tulis, dll.

IV. KESELAMATAN KERJA.
1. Alat :
Periksa alat dan peralatan sebelum melakukan praktikum di lapangan.
Gunakan alat sesuai dengan fungsinya
Jika diperlukan, gunakan pelindung disaat praktikum (Peyungi Alat)
Bersihkan alat selesai melakukan pratikum.
2. Si Pengukur :
Menggunakan pakaian yang layak untuk melekukan pratikum.
Serius, konsentrasi, dan berhati-hati dalam melakukan pratikum.
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 5
















V. SKETSAGAMBAR.

BtM
U M

MT
X
BtD

Ta


A MT


Jarak Pita B
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 6


VI. LANGKAH KERJA.
1. Persiapkan alat dan peralatan sebelum melakukan pratikum kelapangan.
2. Tinjau lokasi pratikum. (Buat skesa pengukuran).
3. Dirikan alat pada titik yang telah ditentukan dan stel sampai alat dapat digunakan.
4. Bidik alat arah utara dan tancapakan sebuah yalon dititik tersebut.
5. Nolkan sudut H pada arah utara tersebut dan sudut V 90
o

6. Buka penguncu atas, putar alat ke arah A searah jarum jam.
7. Baca bak (Ba, Bt, dan Bb) serta Azimuth U-A, dan ukur jarak KP-A dengan
menggunakan pita ukur.
8. Untuk bacaan sudut H direpetisi sebanyak 3 kali.
9. Buka penguci sudut V,arahkan alat ketitik B, dan baca bak (BaM, BtM, dan BbM)
serta baca sudut V-nya.
10. Ukur tinggi alat.
11. Analisa data.

VII. TABEL PENGUKURAN.
Pengukuran : Sudut Datar dan Sudut Miring Alat : Theodolit Manual
Lokasi : Depan Blok Sipil Cuaca : Cerah
Hari/Tgl : Sabtu/15 Maret 2009 Diukur : Lukman. N
No
Titik
Tinggi
Alat
(m)
Azimut
Bacaan Jarak (m) Sudut
Tinggi
titik
Ba Bt Bb Pita Optis
H V
1 P
14
- A 1,09 176
o0
4'60''

1,420

1,356

1,293

12,72 328
o
54`10`` 90
o
00`00`` 3,585
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 7

2 - B 1,153 1,090 1,027 12,72 03
0
9`50``

VIII. ANALISA DATA.
A.Datar :
a. Cek Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

=
2
293 , 1 420 , 1 +

= 1,356 1,356
Selisihnya = 0,000 m (MTL)
b. Jarak optis (J.Op) = (Ba Bb) x 100
= (1,420 - 1,293) x 100
= 12,7 m
c. Beda Tinggi ( P
14
A) = Tinggi Alat (Ta) Benang tengah (Bt)
= 1,09 - 1,356
= - 0,266 m
d. % Kelerengan (% Kll) = % 100
Pita J
t
x
A

= % 100
12,72
0,266
x


= 2,091 % < 3 % (S
1
)
e. Checking Jarak Optis
Karena % kelerengannya < 3%, maka toleransi jarak optisnya yaitu :
0,05 D . 0,0003 D 008 , 0 S
1
+ + =
0,05 12,72 . 0,0003 12,72 008 , 0 + + =
= 0,02 m
Jarak max = 12,72 + 0,02 = 12,74 m J.Optis = 12,70 m (MTL)
min = 12,72 - 0,02 = 12,7 m
f. Tinggi titik A = T. Titik P
14
Beda Tinggi
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 8

= 3,585 0,266
= 3,319 m.

B.Miring.

BtM


B
M T
X

D
a. Cek Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

=
2
027 , 1 153 , 1 +

= 1,09 1,09
Selisihnya = 0,000 m (MTL)
b. Jarak Miring (M) :
M =
=
= 12,72 m
M = 100 (Ba Bb) Cos
= 100 (1,153 1,027) Cos 3
o
9`50``
= 12,58 m
M = T = D .tg
= = 12,72 . tg 3
o
9`50``
= 12,73 m = 0,703 m
M =
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 9

=
= 13,21 m
c. Beda Tinggi :






T = D . tg
= 1,09 + (0,703 1,09) = 12,72 . tg 3
= 0,703 m = 0,703 m
X = BtM T
= 1,09 0,703
= 0,307 m









:
1. 0,695 m Selisinya = 0,535 m
(TMTL)
2. 1,23 m Selisinya
= 0,008 m
(TMTL)
3. 0,703 m Selisihnya = 0,000 m (MTL) Selisinya = 0,527 m
(TMTL)
4. 0,703 m
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 10

d. % Kelerengan ( % Kll) = x 100 %
=
= 5,526 % 3- 10 % (S
2
)
e. Checking Jarak Optis
0,05 D . 0,0004 D 010 , 0 S
1
+ + =
0,05 12,7 . 0,0004 12,7 0010 , 0 + + =
= 0,03 m
Jarak max = 12,7 + 0,03 = 12,73 m J.Optis Miring = 12,73 m (MTL) dan
= 12,73 m (MTL)
min = 12,7 - 0,03 = 12,67 m
Jarak Miring Rata-rata =
= 12,73 m
f. Tinggi Titik B = Tinggi Titik A
= 3,585 + 0,703
= 4,288 m
Ditinjau dari titik A
-
= 0,703 (-0,266)
= 0,969 m
-
= 1,09 + 0,266 (-0,266)
= 0,969 m
Tinggi Titik B = Tinggi titik B` +
= 3,319 + 0,969
= 4,288 m

IX. TABEL ANALISA.
Pengukuran : Sudut Datar dan Sudut Miring Alat : Theodolit Manual
Lokasi : Depan Blok Sipil Cuaca : Cerah
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 11

Hari/Tgl : Sabtu/15 Maret 2009 Diukur : LUKMAN. N
No Titik
Tinggi
Alat (m)
Azimut
Bacaan Jarak (m) Sudut Tinggi
titik(m)

Ba Bt Bb Pita Optis V H
1 P
14
- U 1,09 00
o
00'00'' - - - - - 3,585
- A 176
o
04`60` 1,420 1,356 1,293 12,72 12,7 90
0
00`00`` 328
o
54`10`
`
3,319
-B 1,153 1,090 1,027 12,73 03
o
09`50`` 4,288

X. KESIMPULAN.
a. Pengukuran dengan alat levelling dikatakan benar apabila hasil pengukuran masuk
dalam toleransi.
b. Pengukuran sebaiknya dilakukan dengan teliti agar hasil yang didapat tepat dan
akurat.






LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 12


XI.PETA.































LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 13


BAB II
MENENTUKAN KOORDINAT CARA MENGIKAT KEMUKA

I. KOMPETENSI.
Setelah melakukan pratikum ini, diharapkan mahasiswa dapat:
1. Mengaplikasikan teori menentukan letak ttk koordinat cara mengikat kemuka.
2. Melaksanakan atau melakukan praktikum.
3. Menganalisa data hasil praktikum untuk mendapatkan beda tinggi, ketinggian, dan
koordinat.
4. Menggambarkan hasil pengukuran dengan skala X
1
: 100.
Y
1
: 200

II. TEORI SINGKAT.
Dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan theodolit harus memenuhi syarat
1. Sumbu kesatu harus tegak lurus pada garis arah nivo.
2. Sumbu kedua harus mendatar.
3. Garis bidik harus pada sumbu kedua.
4. Kesalahan indeks pada skala lingkaran tegak lurus sama dengan nol.
Untuk menentukan titik dengan cara mengikat kemuka, kita harus mengetahui 2 ttk
yang telah diketahui koordinatnya di lapangan. Dari ttk yang telah diketahui inilah kita
dapat menentukan koordinat titik yang ingin diketahui.
U

(X
b
, Y
b
)
d.BP U

P
d.AP
A

Titik P belum diketahui koordinatnya.
Titik A dan B sudah diketahui koordinatnya.
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 14

Titik P diikat pada titik A dan B.
Sudut dan diukur dengan cara repetisi minimal 4 kali. Untuk mencari koordinat
titik P (Xp,Yp), kita harus cari dulu sudut jurusan AB (ab) dan jarak AB (d.ab)
Data yang diambil :
a. Azimuth AB ( ab).
b. direpetisikan.
c. Sudut vertikal AP dan BP.
d. Ketinggian titik.
e. Koordinat titik A dan B.
f. Bacaan Bak A-B dan B-A.
g. Jarak pita A-B.
h. Tinggi alat pada titik A dan B.
Sudut jurusan AB (ab) dan jarak AB (d.ab) :
a. ab dapat dicari dengan persamaan : tan ab =
Ya Yb
Xa Xb

ab = arc tan
Ya Yb
Xa Xb


b.d.ab dapat dicari dengan persamaan : d.ab =
ab
Xa Xb
o sin


d.ab =
ab
Ya Yb
o cos


Menentukan koordinat titik P (Xp,Yp) dari titik A.
Untuk menentukan Xp dan Yp diperlukan sudut jurusan AP (ap), jarak AP
(d.ap) dan sudut , sudut dan jarak AB (d.ab) :
a. Sudut U dapat dicari dengan persamaan
Sudut U = 180- ( + ) dan yang digunakan sudah MTL
b.d.ap dapat dacari dengan persamaan segitiga sinus :
| sin
dap
=
P
dab
Z sin
dap =
P
dab
Z sin
sin

c. Koordinat titik P (Xp,Yp) :
U

P
d.ap
ap
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 15

A (X
a ,
Y
a
)
Xp = Xa + d.ap sin ap.
Yp = Ya + d.ap cos ap.
Menentukan koordinat titik P (Xp,Yp) dari titik B
Untuk menentukan Xp dan Yp diperlukan sudut bp dan d.bp.
a. bp dapat dicari dengan persamaan :
bp = (ab + ) - 180 = (ab + ) - 360
ba = ab + 180
b.d.ap dapat docari dengan persamaan segitiga sinus :
o sin
.bp d
=
P
ab d
Z sin
.
d.bp =
P
ab d
Z sin
.
sin
c. Koordinat titik P (Xp,Yp) :
U


P
bp d.bp

B (X
b
,Y
b
)
Xp = Xb + d.bp sin bp.
Yp = Yb + d.bp cos bp.
koordinat ttk P sebenarnya :
Xp rata-rata =
2
darititikB Xpditinjau darititikA Xpditinjau +

Yp rata-rata =
2
darititikB Ypditinjau darititikA Ypditinjau +

Toleransi sudut :
a. Internasional 10
b. Nasional 15
c. Alat: tergantung alat (sokia 10)
Repetisi sudut.
Besarnya sudut yang diukur dengan cara repetisi tidak langsung didapat, tetapi
berdasarkan kelipatan n sudut.
Sudut yang dibaca :
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 16

Bacaan sudut yang pertama
Bacaan sudut yang terakhir (kelipatan n sudut)
Besar sudut =
n
m hir tyangterak bacaansudu +
Dengan syarat harus MTL
Ket : n = Repetisi sudut.
m = 0, jika belum melintasi 1x360.
m = 1x360, jika melintasi 1x360.
m = 2x360, jika melintasi 2x360 DST.
untuk mengetahui berapa kali melintasi 360 dapat dikoreksi dengan cara:

X
360
n ama bacaanpert idapatpada sudutyangd

Sudut miring :
bacaan sudut - 90 jika bacaan sudut > 90
90- bacaan sudut jika bacaan sudut < 90
Luas areal :
U

B

d.bp U
U d.ab P
A d.ap u


L = (dap X dbp) sin
= (dab X dbp) sin
= (dbp X dap) sin P
L.Miring = keliling (d.ab + d.ap
miring
+ d.bp
miring
)
d.ap
miring
=
d.bp
miring
=
Toleransi luas:
F1 = 0,20 L L 0003 , 0 + (daerah datar)
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 17

F2 = 0,25 L L 00045 , 0 + (daerah lereng)
F3 = 0,30 L L 0006 , 0 + (daerah curam)
Luas Max = L + F
n
= ........... m MTL atau TMTL
Min = L - F
n
= ............m
Dengan rumus sistem koordinat (2L) :
2L = (X
n
Y
n+1
X
n+1
Y
n
),
L =
2
2L

Contoh :
Titik Koordinat Xn . Yn +1 Xn + 1 . Yn 2 L
X Y
A ........ .........
X
A
. Y
B
X
B
. Y
A
.........
B ........ .........
X
B
. Y
C
X
C
. Y
B
.........
C ......... .........
X
C
. Y
A
X
A
. Y
C
.........
A .......... ............

L 2 = ...........
L =

L 2 :
Rumus bacaan benang :
a. Cek Bacaan (Bt) =
Jika jarak langsung < 1 slag toleransi selisihnya = 0,000 0,005 m
>1 slag toleransi selisihnya = 0,005 0,009 m
b. Jarak Optis (J.O) = (Ba Bb) x 100
c. Beda Tinggi ( t) = Ta Bt
d. % Kelerengan (% Kll) =
jarakpita
t A
x 100%
e. Cek Jarak Optis :
Untuk % Kll < 3 % (S
1
) = 0,008 05 , 0 0003 , 0 + + D D
Untuk % Kll 3 10 % (S
2
) = 0,010 05 , 0 0004 , 0 + + D D
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 18

Untuk % Kll > 10 % (S
3
) = 0,012 05 , 0 0005 , 0 + + D D
Jarak Max = D + S
n
= ...........m MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ............m
f. Ketinggian Titik = T Titik Diketahui t

III. KESELAMATAN KERJA.
1. Keselamatan alat :
Memeriksa peralatan sebelum kelapangan.
Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
Menempatkan alat pada tempat yang aman.
Periksa dan hitung kembali alat setelah praktikum.
2. Keselamatan pengukuran :
Memakai pakaian yang layak untuk praktikum dan ditambah dengan yang lainnya
Serius dan hati-hati dalam melakukan praktikum.

IV. ALAT DAN PERLENGKAPAN.
1. Theodolit 1 set. 5. Yalon.
2. Bak ukur. 6. Unting-unting.
3. Pen ukur. 7. Payung.
4. Pita ukur 8. Alat tilis.













LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 19


V. SKETSA GAMBAR. U



B (Xb , Yb)


U
d.bp
d.ab
U
u

P (Xp ,
Yp)
d.ap
A (Xa , Ya)

VI. LANGKAH KERJA.
1. Siapkan alat dan perlengkapan sebelum kelapangan
2. Tentukan lokasi pengukuran (buat sket pengukuran)
3. Dirikan alat pada titik A
4. Stel alat sampai siap pakai di titik A
5. Tentukan titik B dan P.
6. Bidik utara kemudian bidik k B baca azimuth, dan baca bacaan bak, ukur Ta
7. Bidik titik P untuk mendapatkan (a) repetisi 3x.
8. Pindahkan alat ke B.
9. Lakukan hal yang sama (6-7) di dapat (b).
10. Ukur tinggi alat.
11. Lakukan analisa data



LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 20


VII. TABEL PENGUKURAN.
Pengukuran : Cara Mengikat Kemuka Alat : Theodolit Manual
Well
Lokasi : Depan Blok Mesin FT UNP Cuaca : Cerah
Hari/tanggal : Sabtu/ 21 Maret 2009 Diukur : FIRTI NAULI
LUKMAN. N
SYAIFUL. A
WIRANDI.F
Titik Ta
(m)
AZ Bacaan Bak Sudut Jarak
Pita
Koordi
nat
KET
Ba Bt Bb H V X Y
A U 1,20 10


- B 1,400 1,244 1,090

31 +3,544 - 8,187
- P


- B 1,14
- A 1,240 1,136 0,980

31 3,671 0,1931
- P



VIII. ANALISA DATA.
1. Cek Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +
= ..
Titik A-B (Bt) =
2
090 , 1 400 , 1 +

= 1,245 1,244
Selisihnya = 0,001 m (MTL)
Titik B-A (Bt) =
2
980 , 0 290 , 1 +


= 1,135 1,136
Selisihnya = 0,001 m (MTL)
2. J arak Optis (J .Op) =(Ba Bb) x 100 = m
Titik A-B (J Op) = (1,400 1,090) x 100
= 31 m
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 21

Titik B-A (J Op) = (1,290 0,980) x 100
= 31 m
J.Op Sebenarnya = 31 m
3. Beda Tinggi ( =Ta Bt =..............m
A-B = 1,20 1,244
= -0,044 m
B-A = 1,14 1,136
= 0,0003 m
Selisih beda tinggi = 0,041 m (TMTL).
4. % kelerengan (% Kll) =
pita j
t
.
A
x 100% =.................%
Titik A-B (Muka) =
31
044 , 0
x 100%
= 0,1419 % < 3 % (S
1
)


Titik B-A (Belakang) =
31
003 , 0
x 100%
= 0,967 % < 3 % (S
1
)
5. Checking J arak Optis :
Titik A-B = B-A :
S
1
= 0,008 05 , 0 . 0003 , 0 + + D D
= 0,008
05 , 0 31 . 0003 , 0 31 + +

= 0,04 m

J.Max = 31 + 0,04 = 31,04 m J.Op = 31 m (MTL)
Min = 31 0,04 = 30,93 m
6. Ketinggian Titik :
Titik B = Tinggi titik A t (MTL)
= 3,544 + 0,044
= 3,50 m
7. Repetisi Sudut :
a. a :
P =
1 x B =
4 x B =
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 22

Rep =
4
58 8 159

=
Selisihnya = (MTL).
b. b :
A =
1 x P =
4 x P =
Rep =
4
180 4 8 213 +

= 323
0
17
0
1
0
Selisihnya = 00
0
00
0
13
0
8. Azimuth berdasarkan titik koordinat :
U

B bp ba
b


p
a ab P ap

A
koordinat A
x ; y
= 8,187 ; -148,43
B
x ; y
= 0,931 ; -118,584

a. Azimuth AB ( ab)
tan ab =
Ya Yb
Xa Xb

=
) 43 , 148 ( 584 , 118
) 187 , 8 ( 931 , 0



= 0,305
ab = 165832
b. Azimiuth AP ( ap)
ap = ab + a
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 23

= 165832 + 394214
= 564546

c. Azimuth BA ( ba)
tan ba = ab + 180
= 165832 + 180
ba = 1965832
d. Azimuth BP ( bp)
bp = ba b
= 1965832 - 364259
= 1601533

9. P = 180 - ( a + b)
= 180 - (394714 + 364259)
= 1032947
10. J arak koordinat :
d.ab =
ab
Xa Xb
o sin


=


32 58 16 sin
) 187 , 8 ( 931 , 0

= 31,229 m (MTL)
Jarak AP :
d.ap miring =
) ( 180 sin
.
b a
ab d
o o +

=
47 29 103 sin
229 , 31

= 32,115 m
d.ap = 32,115 sin b
= 32,115 sin
= 19,200 m
Jarak BP :
d.bp miring =
) ( 180 sin
.
b a
ab d
o o +

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 24

=
47 29 103 sin
229 , 31

= 32,115 m
d.bp = 32,115 sin a
= 32,115 sin 39
0
42
0
59
0

= 20,551 m
11. Koordinat titik :
a. ditinjau dari titik A
Xp = Xa + d.ap datar x sin ap
= (-8,187) + 19,200 sin 564546
= 7,872 m
Yp = Ya + d.ap datar x cos ap
= (-148,43) + 19,200 cos 564546
= -137,906 m
b. ditinjau dari titik B
Xp = Xb + d.bp datar x sin bp
= 0,937 + 20,552 sin 1601533
= 7,872 m
Yp = Yb + d.bpdatar x cos bp
= (-118,584) + 20,552 cos 1601533
= -137,927 m
Koordinat titik P sebenarnya :
Xp rata-rata = m 872 , 7
2
872 , 7 872 , 7
=
+

Yp rata-rata = m 916 , 137
2
) 927 , 137 ( 906 , 137
=
+

12. Ketinggian titik P (Ujung Yalon P) :
a. Ditinjau dari titik A :
P
M


d.ap
Ta
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 25



A-P = Ta -
=

=
=
= 0,613 m
A-P = 1,20 0,613
= 1,813 m
Tinggi titik P = T. titik A
= 3,490 + 1,813
= 5,303 mdpl
b. ditinjau dari titik B : P
M


d.ap
Ta



=

=
=
= 0,619 m
A-P = 1,14 0,619
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 26

= 1,309 m
Tinggi titik P = T titik B +
= 3,544 + 1,309
= 4,853 m
Jadi tinggi titik P sebenarnya =
2
853 , 4 303 , 5 +

= 5,078 mdpl
13. Luas.
a. Metoda salib sumbu :
Ttk Koordinat (XnYn+1) (Xn+1Yn) 2L
(m
2
) X Y
A -8,187 -147,43 (-8,187(-118,584)) (0,931(-147,43)) 1108,235
B 0,931 -118,584 (0,931(-137,916) (7,872(-118,584)) 805,093
P 7,872 -137,916 (7,872(-148,43)) (-8,187(-147,43)) -2297,592
A -8,187 -147,43 0
2L = -384,264
L = 192,132
b. Medoda keliling :
Keliling segitiga ABP = d.ab + d.ap + d.bp
= 31,229 + 19,200 + 20,551
keliling = S =
= 35,490 m
L = ) . )( . )( . ( bp d s ap d s ab d s s
= ) 551 , 20 490 , 35 )( 200 , 19 490 , 35 )( 229 , 31 190 , 35 ( 490 , 35
= 191,835 m
2

(MTL)
c. Rumus Sinus a :
Luas = (d.ab + d.apd + d.bp)
= (31,229 +19,200 + 20,551)
= 191,862 m
2
(MTL)
d. Rumus Sinus b :
Luas = (d.ab + dbp) x sin b
= (31,229 + 20,551) sin
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 27

= 191,847 m
2
(MTL)
e. Rumus Sinus c :
Luas = (d.ab + d.bp) sin
= (19,200 + 20,551) sin
= 191,832 m
2
(MTL)
14. Checking luas :
% kelerengan (% Kll) =
P pitaA j
P tA

A
.
x 100% = .................%
=
229 . 31
813 , 1
x 100%
= 5,805 % < 3 % (F
2
)
Toleransi luas:
F
2
= 0.25 xL L 00045 , 0 +
= 0.25 132 , 192 00045 , 0 132 , 192 x +

= 3,466 m

Luas Max = 192,132 + 3,466 = 195,598 m
2
Min = 192,132 3,466 = 188,666 m
2


15. Luas Sebenarnya =
5
932 , 191 847 , 191 862 , 191 835 , 191 132 , 192 + + + +

= 191,902 m
2













LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 28



































LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 29






IX. KESIMPULAN.
Pengukuran cara ini dengan menggunakan theodolit harus dilakukan dengan hati-
hati, karena banyaknya komponen pesawat yang ahrus distel.
Oleh karena itu dalam melaksanakannya harus hati-hati dan konsentrasi, agar
didapat data yang akurat.
























LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 30






X . PETA.




























LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 31





BAB III
PENGGUNAAN ALAT THEODOLIT DIGITAL

I. KOMPETENSI.
Setelah melakukan pratikum ini ,diharapkan mahasiswa dapat :
1. Mengaplikasikan teori tentang penggunaan alat theodolit digital.
2. Mempraktikumkan pengukuran sudut datar dan sudut miring dengan
menggunakan alat theodolit digital.
3. Menganalisa data yang diperoleh dari pengukuran.
4. Menggambarkan hasil pengukuran dengan skala jarak 1 : 100 dan skala tinggi
1 : 50.

II. TEORI SINGKAT.
Pada dasarnya alat theodolit digital dengan alat theodolit manual adalah sama. Hanya
saja yang membedakan caara memebaca dean menolkan sudut dapat dilakukan dengan
mudah, serta ketelitiannya juga lebih akutar,
Perhitungan dapat dicari dengan menggunakan rumus-rumus dibawah ini:
A. Datar.
- Cek bacaan benang tengah ( )
2
Bb Ba
Bt
+
= = ...............
Toleransi untuk jarak < 1 slag = 0,000 0,005.
Toleransi untuk jarak > 1 slag = 0,005 0,009.
- Jarak optis ( J.Op) = (Ba Bb) x 100 = ..m
- Beda tinggi = tinggi alat (Ta) benang tengah (Bt) = .............m
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 32

- % kelerengan (% Kll) % 100
pita jarak
tinggi Beda
x = = ................%
- Checking Jarak Optis :

Untuk % Kll < 3 %
0,05 D . 0,0003 D 008 , 0 S
1
+ + =

Untuk % Kll 3-10 %
0,05 D . 0,0004 D 010 , 0 S
2
+ + =

Untuk % Kll > 10 %
0,05 D . 0,0005 D 012 , 0 S
3
+ + =
Jarak Max = D + S
n
= ...........m MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ...........m
- Ketinggian = T titik diketahui beda tinggi = .....................m
B. Miring.
- Cek bacaan benang tengah ( )
2
Bb Ba
Bt
+
= = ..............
Toleransi untuk jarak < 1 slag = 0,000 0,005.
Toleransi untuk jarak > 1 slag = 0,005 0,009.
- Jarak optis (J.Op) = (Ba Bb) x 100 =..m Bila jarak langsung >
1 slag dan sudut <3
o

M = 100 (Ba Bb) cos = m Bila jarak
langsung
<1 slag dan sudut <3
o

M = T = D . tg
M =
- Beda Tinggi ( t) BtM
U M
T MT
T
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 33

X
D BtD





50 (Ba Bb) sin 2 = ..m Jarak > 1 Slag dan sudut X > 3
o

(dimana : X = BtM T) Jarak < 1 slag dan sudut X < 3
o



- % Kelerengan (% Kll) = = %
- Checking Jarak Optis Miring = Checking Jarak Optis Datar :

Untuk % Kll < 3 %
0,05 D . 0,0003 D 008 , 0 S
1
+ + =

Untuk % Kll 3-10 %
0,05 D . 0,0004 D 010 , 0 S
2
+ + =

Untuk % Kll > 10 %
0,05 D . 0,0005 D 012 , 0 S
3
+ + =
Jarak Max = D + S
n
= ...........m MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ...........m
- Ketinggian titik = T. Titik Diketahui Beda Tinggi = .............m

III. ALAT DAN PERLENGKAPAN.
1. Satu set alat Theodolit digital
2. Statif (kaki alat)
3. Pen ukur
4. Pita ukur
5. Yalon
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 34

6. Bak ukur
7. Payung
8. Alat tulis, dll.

VI. KESELAMATAN KERJA.
1. Alat :
Periksa alat dan peralatan sebelum melakukan praktikum di lapangan.
Gunakan alat sesuai dengan fungsinya
Jika diperlukan, gunakan pelindung disaat praktikum (Peyungi Alat).
2. Si Pengukur :
Menggunakan pakaian yang layak untuk melekukan pratikum.
Serius, konsentrasi, dan berhati-hati dalam melakukan pratikum.

IV. SKETSA GAMBAR.
BtM
U M

MT T
X BtD

Ta
MT
A
Jarak Pita B

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 35

V. LANGKAH KERJA.
1. Persiapkan alat dan peralatan sebelum melakukan pratikum kelapangan.
2. Tinjau lokasi pratikum. (Buat skes pengukuran).
3. Dirikan alat pada titik yang telah ditentukan dan stel sampai alat dapat digunakan.
4. Bidik alat arah utara dan tancapakan sebuah yalon dititik tersebut.
5. Nolkan sudut H pada arah utara tersebut dan sudut V 90
o
.
6. Buka penguncu atas, putar alat ke arah A searah jarum jam.
7. Baca bak (Ba, Bt, dan Bb) serta Azimuth U-A, dan ukur jarak KP-A dengan
menggunakan pita ukur.
8. Untuk bacaan sudut H direpetisi sebanyak 3 kali.
9. Buka penguci sudut V,arahkan alat ketitik B, dan baca bak (BaM, BtM, dan BbM)
serta baca sudut V-nya.
10. Ukur tinggi alat.
11. Analisa data.




VI. TABEL PENGUKURAN.
Pengukuran : Sudut Datar dan Sudut Miring Alat : Theodolit Digital
Lokasi : Depan Blok Sipil Cuaca : Cerah
Hari/Tgl : Sabtu/15 Maret 2009 Diukur : Lukman. N
No Titik Tinggi
Alat (m)
Azimut Bacaan Jarak (m) Sudut Tinggi
titik Ba Bt Bb Pita Optis H V
1 P
11
- U 1,11



3,463
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 36

2 - A 1,218 1,103 0,989 22,9


3 - B 1,225 1,110 0,995



VII. ANALISA DATA.
A.Datar :
1. Cek bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

=
2
989 , 0 218 , 1 +

= 1,1035 1,103
Selisihnya = 0,0005 m (MTL)

2. Jarak Optis (J.Op) = (Ba Bb) x 100
= (1,218 - 0,989) x 100
= 22,9 m
3. Beda Tinggi ( P
11
A) = Tinggi Alat (Ta) Benang tengah (Bt)
= 1,11 - 1,103
= - 0,007 m
4. % Kelerengan (% Kll) = % 100
Pita J.
t
x
A

= % 100
22,9
0,007
x


= 0,030 % < 3 % = S
1
(Datar)
5. Checking Jarak Optis
Karena % kelerengannya < 3 %, maka toleransi jarak optisnya adalah :
0,05 D . 0,0003 D 008 , 0 S
1
+ + =
0,05 22,9 . 0,0003 9 22, 008 , 0 + + =
= 0,039 m
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 37

Jarak Max = 22,9 + 0,039 = 22,938 m J.Optis = 22,90 m (MTL)
Min = 22,9 - 0,039 = 22,862 m
6. Tinggi titik A = T. Titik P
11

= 3,463 + 0,007
= 3,47 m.

B.Miring : BtM


M B
M T
X X
D
a. Cek Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

=
2
995 , 0 225 , 1 +

= 1,110 1,110
Selisihnya = 0,000 m (MTL)
b. Jarak Miring (M) :
=
=
=
M =
=
= 22,952 m (TMTL)
M = 100 (Ba Bb) Cos
= 100 (1,225 0,995) Cos
= 22,947 m (MTL)
M = T = D .tg
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 38

= = 22,9 . tg
= 22,945 m (MTL) = 1,549 m
M =
=
= 22,952 m (TMTL).
c. Beda Tinggi :






T = D . tg
= 1,11 + (1,549 1,11) = 22,9 . tg 03
= 1,549 m = 1,549 m
X = BtM T
= 1,11 1,549
= -0,439 m









:
1. 1,549 m Selisinya = 0,000 m
(MTL)
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 39

2. 1,549 m Selisinya
= 0,000 m
(MTL)
3. 0,007 m Selisihnya = 1,542 m (TMTL) Selisinya = 1,542 m
(TMTL)
4. 1,549 m
d. % Kelerengan ( %) = x 100 %
=
= 6,764 % 3- 10 % (S
2
)
e. Checking Jarak Optis :
0,05 D . 4 0,000 D 010 , 0 S
1
+ + =
0,05 22,9 . 0,0004 22,9 010 , 0 + + =
= 0,048 m
J. Max = 22,9 + 0,048 = 22,948 m J.Optis Miring = 22,947 m (MTL) dan
= 22,945 m (MTL)
Min = 22,9 - 0,048 = 22,852 m
Jarak Miring Rata-rata =
= 22,946 m
f. Tinggi Titik B = Tinggi Titik A
= 3,463 + 1,549
= 5,012 m
Tinggi Titik B ditinjau dari titik A = Tinggi titik A +
= 3,47 + 1,549
= 5,019 m





VIII. TABEL ANALISA.
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 40

Pengukuran : Sudut Datar dan Sudut Miring Alat : Theodolit Manual
Lokasi : Depan Blok Sipil Cuaca : Cerah
Hari/Tgl : Sabtu/15 Maret 2009 Diukur : LUKMAN. N
N
o
Titik
Tinggi
Alat
(m)
Azimut
Bacaan Jarak (m) Sudut Tinggi
Titik
(m)


Ba Bt Bb Pita Optis
V H
1 P
14
- U 1,11

- - - - -

3,463
- A

1,218 1,103 0,989 22,9 22,90


3,47
-B 1,225 1,110 0,995 22,947

5,012

IX. KESIMPULAN.
c. Pengukuran dengan alat levelling dikatakan benar apabila hasil pengukuran masuk
dalam toleransi.
d. Pengukuran sebaiknya dilakukan dengan teliti agar hasil yang didapat tepat dan
akurat.









IX. PETA.
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 41


































LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 42

BAB IV
PENGUKURAN POLIGON TERTUTUP

I. KOMPETENSI.
Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan Mahasiswa dapat :
1. Mengaplikasikan teori tentang pengukuran polygon tertutup
2. Menganalisa data dengan baik dan benar dan menghitung beda tinggi, sudut
dalam, azimuth dan repetisinya, ketinggian dan luasnya.
3. Dapatmempraktikumkan pengukuran polygon tertutup.
4. Menggambarkan hasil pengukuran dengan skala jarak 1:100, skala tinggi 1:50.

II. TEORI SINGKAT.
Polygon tertutup adalah polygon yang titik awal dan akhirnya bersatu atau bertemu.
Biasanya digunakan untuk menghitung luas areal dan menetapkan batas tanah.
Syarat-syarat polygon tertutup:
1. Titik awal dan titik akhir bersatu
2. Azimuth-azimuth dan koordinat awal dan akhirnya harus sama.
3. Ketinggian titik awal sama dengan titik akhir.
4. Koordinat awal sama dengan koordinat akhir.
Persamaan persamaan yang dipakai:
a. Checking Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

Jika Bt checking Bt bacaan, maka toleransi selisihnya :
- Jarak pita 1 slag = 0,000 0,005 m
- Jarak pita 1 slag = 0,005 0,009 m
b. Jarak optis (J. Op) = (Ba Bb) x 100 = ...m
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 43

Karena jarak optis hanya diambil satu kali (muka) saja, bukan muka belakang.
c. Beda tinggi (t) = Ta Bt = ..m
d. % Kelerengan (% Kll) = = .%
e. Checking jarak optis :

Untuk % Kll < 3 %
0,05 D . 0,0003 D 008 , 0 S
1
+ + =

Untuk % Kll 3-10 %
0,05 D . 0,0004 D 010 , 0 S
2
+ + =

Untuk % Kll > 10 %
0,05 D . 0,0005 D 012 , 0 S
3
+ + =
Jarak Max = D + S
n
= ...........m MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ...........m
f. Ketinggian titik :
Ketinggian titik yang dicari = T Titik diketahui beda tinggi.
g. sudut = (n-2) 180
0

h. Koreksi sudut :
- Koreksi sudut =
Jika sudut dalam (n-2) 180
0
, maka selisih keduanya (koreksisudutnya
harus masuk toleransi).
- Toleransi sudut nasional = 15
- Toleransi sudut internasional = 10
- Toleransi alat :
- Wild 6
- Sokia 10
- Pentac 10
i. Azimuth :
1. Azimuth akhir = Azimuth awal 180
0

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 44

2. Azimuth akhir = Azimuth awal 180
0

j. X = d sin t dimana :d = Jarak antara titik satu dgn titik terdekat
lainya.
t = Azimuth titik satu terhadap titik terdekat
lainnya.
Y = d cos t
k. Koordinat X :
Koordinat X titik yang dihitung = koordinat X sebelumnya d sin t
Koordinat Y :
Koordinat Y titik yang dihitung = koordinatY sebelumnya d cos t
l. Menghitung luas areal
- Dengan rumus 2L :
2L = X
n
Y
n+1
X
n+1
Y
n
- Dengan rumus keliling
LI = dimana : s = keliling =
(a+b+c)
LII = a : b : c = sisi segitiga

C C
1
D
C
2
C
3
V
E
IV
III II F
B
1
B
2
U G
B
3
I
B A
Contoh:
L I = s = ( d
AB
+ d
BC
+ d
AC
)
=
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 45

d.
AC
=
L II = s = (d
AC
+ d
AD
+ d
CD
)
d.
AD
=
L III =
=

G1
= arc sin Untuk mencari
G
2
:
G

=

G3
= arc sin
s = Keliling = (d.
BG
+ d.
GE
+ d.
BE
) : 2
Luas =
Luas polygon total = L.I + L.II + L.III + .L
n

- Dengan rumus segitiga segitiga (perhitungan polar dan keliling)
Dengan metoda ini, perhitungan luas poligin juga dibagi atas segitiga-
segitiga yang masing-masing dihitung luasnya, kemudian total luasnya
dijumlahkan:
L I = d.
AG
d.
BA
sin
A
L II = d.
FE
d.
GE
sin
F
Luas polygon total = L.I + L.II + L.III + L.
n

m. Checking luas :
Idealnya hasilperhitungan luasantara ketiga metoda harus sama. Namun, di
lapangan jarang sekali yang sama. Jika hasil perhitungan tidak sama maka
selisihnyaharusmasuk toleransi luas (f). Dalam pengukuran luasdi lapangan yang
menjadi rumus acuan adalah hasil perhitungan dgn sistemkoordinat / rumus 2L
- Pada daerah datar (% kelerengan < 3 %) f1 = 0,20
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 46

- Pada daerah lereng (% kelerengan 3% - 10%) f2 = 0,25
- Pada daerah curam (> 10%) f3 = 0,30

III. ALAT DAN PERLENGKAPAN.
1. Theodolit manual sokia 1set
2. Bak ukur
3. Yalon
4. Payung
5. Alat tulis + alat hitung

IV. KESELAMATAN KERJA
1. Alat :
Memeriksa peralatan sebelum kelapangan
Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
Menempatkan alat pada tempat yang aman
Periksa dan hitung kembali alat setelah praktikum
2. Pengukuran :
Memakai pakaian yang layak untuk praktikum dan ditambah dengan yang
lainnya
Serius dan hati-hati dalam melakukan praktikum.

V. SKETSA GAMBAR.
C D
C1
C2 C3
E

B2 G F
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 47

B1 U
B3
B A


VI. LANGKAH KERJA.
1. Siapkan alat dan perlengkapan sebelum kelapangan
2. Tentukan lokasi pengukuran (buat sket pengukuran)
3. Dirikan alat pada titik (P14)
4. Stel alat sampai siap pakai di titik P14
5. Arahkan alat ke utara, tandai dengan yalon, 90
0
kan V dan 0
0
H (sokia)
6. Memutar alat (kunci sekrup pengunci bawah dan buka pengunci atas ketitik B dan
baca bacaan benang pada bak yang telah didirikan dititik B tersebut.
7. Membaca sudut horizontal (azimuth awal)lalu merepetisi hingga seri 4 kali.
8. Menaikan sudut horizontal kemudian memutar alat searah jarumjam dan
membidik ke titik G untuk mendapatkan A merepetisi hingga 4 kali.
9. Ukur Tinggi alat.
10. Ukur jarak A B denagn pita ukur
11. Analisa data.




VII. TABEL PENGUKURAN
Pengukuran : poligon Tertutup Alat : Theodolit Manual Sokia
Lokasi : Di Blok Sipil FT UNP Cuaca : Cerah
Hari/tanggal : sabtu/ April 2009 Diukur : FITRI N
LUKMAN N
SAIFUL A
WIRANDI F
SENO C.T
Titik Ta
(m)
Azimuth Re
pe
tisi
Sudut Bacaan Bak Jarak
Pita
Tinggi
Titik
KET
H V Ba Bt Bb
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 48

A-U 1,17

3,585 A=P
14

B 1x=



1,057 0,968 0,878 17.89
G 3x

1x


3x


b-c 0,90 1,389 1,055 0727 66,72
A 1x


3x


c-d 1,05 1,019 0,794 0,571 44,82
B 1x


3x


d-e 1,08 1,401 1,292 1,181 21,98
C 1x


3x


e-f 0,95 1,214 1,071 0,929 28,47
D 1x


3x


f-g 0,87 0,882 0,782 0,684 19,82
E 1x


3x


G-a 1,04 1,095 1,020 0,947 14,8
F 1x


3x



VIII. ANALISA DAN PENGUKURAN
1. Repetisi Sudut :
Toleransi Nasional = 15
Internasional = 10
1. A-B = Az Awal
A = 000000
1 x B = 8510
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 49

3x B = 241510
Rep = 241510 : 3 = 853 ~ Selisih (MTL)
2. A :
B = 000000
1 x G = 1141900
3 x G = 3425630
Rep = 3425630 : 3 = 1141850 ~ Selisih (MTL)
3. B :
C = 000000
1 x A = 832610
3 x A = 2501800
Rep = 2501800 : 3 = 832600 ~ Selisih = (MTL)
4. C :
D = 000000
1 x B = 933040
3 x B = 2803140
Rep = 2803140 : 3 = 933033 ~ Selisih (MTL)
5. D :
E = 000000
1 x C = 762130
4 x C = 229350
Rep = (229350 : 3 = 762116 ~ Selisih (MTL)
6. E :
F = 000000
1 x D = 1925540
4 x D = 2184630
Rep = 2184630: 3 = 1925530 ~ Selisih (MTL)
7. F :
G = 000000
1 x E = 912630
4 x E = 2741950
Rep =2741950+ 360
o
= 912636 ~ Selisih (MTL)
8. G :
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 50

A = 000000
1 x F = 248030
4 x F = 24100
Rep = 24100+ (2. : 3) = 248020 ~ Selisih (MTL)
Sudut Setelah Direpetisi :
a. Az A-B = 853
b. A = 1141850
c. B = 832600
d. C = 933033
e. D = 933033
f. E = 1925530
g. F = 912636
h. G = 248020
2. Checking Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

Jika jarak pita < 1 slag, maka toleransinya = 0,000 0,005 m
> 1 slag, maka toleransinya = 0,005 0,009 m.
1. A-B =
2
878 , 0 057 , 1 +

= 0,96785 0,968 (Selisih 0,005 m) MTL
2. B - C =
2
722 , 0 389 , 1 +

= 1,0555 (Selisih 0,0005 m) MTL
3. C - D =
2
571 , 0 019 , 1 +

= 0,795 (Selisih 0,001 m) MTL
4. D E =
2
181 , 1 401 , 1 +

= 1,292 (Selisih 0,001 m) MTL
5. E F =
2
929 , 0 214 , 1 +

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 51

=1,0715 (Selisih 0,0005 m) MTL
6. F G =
2
684 , 0 882 , 0 +

= 0,783 (Selisih 0,001 m) MTL
7. G A =
2
947 , 0 095 , 1 +

=1,021 0 (Selisih 0,001 m) MTL
3. J arak Optis (J .Op) =(Ba Bb) x 100
a. A B = (1,057 0,878) x 100 = 17,9 m
b. B - C = (1,389- 0,722) x 100 = 66,7 m
c. C D = (1,019 0,571) x 100=44,8 m
d. D E = (1,401 1,181) x 100= 22 m
e. E F = (1,214 0,929) x 100= 28,5 m
f. F G = (0,882 0684) x 100= 19,8 m
g. G A= (1,095 0,947 x 100= 14,8 m
4. Beda Tinggi ( =Ta Bt
a. t A B = 1,17 0,9 68= 0,202 m
b. t B - C = 0,90 1,055 = -0,155 m
c. t C D = 1,05 0,794 = 0,256 m
d. t D E = 1,08 1,292 = -0,212 m
e. t E F = 0,95 1,071 = 0,121 m
f. t F G = 0,87 0,782 = 0,088 m
g. t G A= 0,97 1,020 = -0,05 m
5. % kelerengan (% Kll) =
% 100
.
x
P J
t A


a. % Kll A - B = 1 % 129 . 1 % 100
89 , 17
202 , 0
S x =
b. % Kll B - C =
1 % 232 , 0 % 100
72 , 66
155 , 0
S x =

c. % Kll C - D =
1 % 571 , 0 % 100
82 , 44
256 , 0
S x =

d. % Kll D - E = 1 % 959 , 0 % 100
98 . 21
211 , 0
S x =
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 52

e. % Kll E - F = 1 % 591 , 0 % 100
47 . 20
121 , 0
S x =
f. % Kll F - G =
1 % 443 , 0 % 100
82 , 19
088 , 0
S x =

g. % Kll G - A =
1 % 337 , 0 % 100
8 , 14
05 , 0
S x =

6. Ceking J arak Optis :
0,05 D . 0,0003 D 008 , 0 S
1
+ + =

J.Max = D + S
n
= ...........m MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ...........m
a. A B = 0,008 05 , 0 89 , 17 0003 , 0 89 , 17 + + x



= 0,034 m
J.Max = 17,89 + 0,034 = 17,924 m J.O = 17,90 m (MTL)
Min = 17,89 0,034 = 17,858 m
b. B C = 0,008 05 , 0 71 , 66 0003 , 0 72 , 66 + + x
= 0,065 m

J.Max = 66,72+ 0,065 = 66,785 m J.O = 66,70 m (MTL)
Min = 66,72 0,065 = 66.655 m
c. C - D = 0,008 05 , 0 82 , 44 0003 , 0 82 , 44 + + x
=0,054 m

J.Max = 44,82 + 0,054 = 44,874 m J.O = 44,80m (MTL)
Min = 44,82 0,054= 44,766 m
d. D E = 0,008 05 , 0 98 , 21 0003 , 0 98 , 21 + + x
=0,037 m

J.Max = 21,98 + 0,037 = 22.017 m J.O = 22,0 m (MTL)
Min = 21,98 0,037 = 21,943m
e. E - F = 0,008 05 , 0 47 . 28 0003 , 0 47 , 28 + + x
=0,043 m

J.Max = 28,47+ 0,043 = 28.513 m J.O = 28,5 m (MTL)
Min = 28,47 0,043 = 28,427 m
f. F G = 0,05 19,82 . 0,0003 82 , 19 008 , 0 S
1
+ + =
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 53

=0,036 m
J.Max = 19,82 + 0,036= 19,856 m J.O = 19,8 m (MTL)
Min = 19,82 0,036 = 19,784 m
g. G - A = 0,008 05 , 0 8 , 14 0003 , 0 8 , 14 + + x
=0,031 m

J.Max = 14,8 + 0,031 = 14,831 m J.O = 14,8 m (MTL)
Min = 14,8 0,031= 14,831 m
7. Ketinggian Titik = T Titik diketahui t
a. P14 = + 3,585 mdpl
b. B = +3,585 + 0,202 = 3,787 mdpl
c. C = +3,787 - 0,155 = 3,632 mdpl
d. D = +3,405 + 0,510 = 3,915 mdpl
e. E = +3,915 - 0,158 = 3,757 mdpl
f. F = +3,757 - 0,482 = 3,275 mdpl
g. G = +3,275 + 0,245 = 3,520 mdpl
h. A = +3,520 - 0,082 = 3,438 mdpl
Selisih ketinggian titik awal dengan akhir = 0,009 m (TMTL).
8. Syarat-syarat Poligon Terbuka :
1. = (n - 2)180
= (7 2)108
o

=
= 1141850 + 832600 + 933033 + 762116 + 1925530+
912636
+ 24800
= 8995905
Selisih antara dengan (n-2) 180 = 00007,86
55 = 1 x 7 = 7
= 6 x 8 = 48
Sudut setelah dikoreksi:
a. A = 1141815 + 0,8 = 1141858
b. B = 832600 + 0,8 = 832608
c. C = 933033 + 0,8 = 93304
d. D = 762116 + 0,8 = 762124
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 54

e. E = 1925530 + 0,8 = 1925538
f. F = 912636 + 0,8 = 912644
g. G = 2480020 + 0,8 = 2480027
= 9000000
2. Azimuth Awal = Azimuth Akhir
A B = 080503 Azimuth Awal
B - C = Az AB + 1800000 -
= 080503 + 1800000 - 832608
= 1043555
C - D = Az BC +1800000 -
= 1043855+1800000 - 933041
= 1910814
D - E = Az CD + 1800000 -
= 1910814+ 1800000- 762114
= 2944650
E F = Az DE + 1800000 -
= 2294650+ 1800000- 19235538
= 2815112
F - G = Az EF + 1800000 -
= 2815112+ 1800000- 912644
= 102428
G - A = Az FG + 1800000 + (360
o
+
= 102428+ 1800000 + (360
o
+ 2480027)
= 3022401
A - B = Az GA + 1800000 -
= 3022401+ 1800000- 1141858
= 080503 (Akhir)
Azimuth awal = azimuth akhir = 3334323
3. i. x = d.sin t
A B = d.AB Sin Az AB
= 17,90 Sin 080503
= 2,517 m
B C = d. BC Sin Az BC
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 55

= 66,70 Sin 1043855
= 64,531 m
C D = d.CD Sin Az CD
= 44,8 Sin 1910814
= - 8,653 m
D - E = d.DE Sin Az DE
= 20 sin 0944650
= - 19,974 m
E - F = d.EF Sin Az EF
= 28,5 Sin 2815112
= - 27,892 m
F - G = d.FG Sin Az FG
= 19,8 Sin 102428
= 3,576 m
G -A = d.GA Sin Az GA
= 6,70 Sin 3022401
= - 12,496 m
x (+) = + 70,624 m
x (-) = - 69,015 m
Selisih x = + 1,609 m m
x banyak
40225 , 0
4
609 , 1
) (
609 , 1
+ = =
A

d.Sin t Setelah Dikoreksi :
A B = 2,517 = 2,517 m
B C = 64,531 = 64,531 m
C D = - 8,653 0,402 = - 8,653 m
D - E = - 19,974 - 0,402 = - 19,974 +38,106 m
E - F = - 27,892 0,402 = -20,054 m
F - G = 3,576 = + 10,236 m
G - A = - 12,496 0,403 = -64,350 m
= 0,000 m (MTL)
ii. Y = d.Cos t
A B = d.AB Cos Az AB
= 17,90 Cos 080503
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 56

= 17,722 m
B C = d. BC Cos Az BC
= 66,70 Cos 1043855
= -16,867 m
C D = d.CD Cos Az CD
= 44,8 Cos 1910814
= - 43,956 m
D - E = d.DE Cos Az DE
= 20 Cos 0944650
= - 9,221 m
E - F = d.EF Cos Az EF
= 28,5 Cos 2815112
= 5,584 m
F - G = d.FG Cos Az FG
= 19,8 Cos 102428
= 19,474 m
G A = d.GA Cos Az GA
= 6,70 Cos 3022401
= - 7,930 m
x (+) = + 60,2017 m
x (-) = - 60,2839 m
Selisih x = + 0,622 m m
x banyak
1244 , 0
5
622 , 0
) (
622 , 0
= =
A

d.Cos t Setelah Dikoreksi :
A B = 17,722 + 0,1244 = 17,847 m
B C = - 16,867 = - 16,867 m
C D = - 43,956 = - 43,956 m
D - E = = - 9,221 + 0,1244 = 9,345 m
E - F = = 5,584 + 0,1224 = 5,978 m
F G = 19,474 + 0,1244 = 19,598 m
G - A = - 7,930 + 0,1244 = 8,055 m
= 0,000 m MTL
4. Koordinat Titik Awal = Koordinat Titik akhir
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 57

Koordinat titik X = Koordinat titik yang diketahui dsint
X
A
= - 4,185 m (Didapat dari makat) Y
A
= - 186,435 m
X
B
= X
A
+ d. Sin Az AB Y
B
= Y
A
+ d. Cos Az AB
= - 4,185 + 2,517 = - 186,435 + 17,847
= - 1,668 m = - 168,588 m
X
C
= X
B
+ d.Sin Az BC Y
C
= Y
B
+ d. Cos Az BC
= - 1,668 + 64,531 = -168,588 16,867
= 62,863 m = -185,445 m
X
D
= X
C
+ d.Sin Az CD Y
D
= Y
C
+ d. Cos Az CD
= 62,863 9,055 = - 185,445 43,956
= 53,808 m = - 229,411 m
X
E
= X
D
+ d.Sin Az DE Y
E
= Y
D
+ d. Cos Az DE
= 53,808 20,376 = -229,066 + 9,345
= 33,432 m = - 226,066 m

X
F
= X
E
+ d.Sin Az EF Y
F
= Y
E
+ d. Cos Az EF

= 33,432 28,294 = - 220,066 + 5,978
= 5,138 m = - 214,088 m
X
G
= X
F
+ d. Sin Az FG Y
G
= Y
F
+ d. Cos Az FG
= 5,138 + 3,576 = - 214,088 + 19,598
= 8,714 m = - 194,49 m
X
A
= X
G
+ d. Cos Az GA Y
A
= Y
G
+ d. Cos Az GA
= 8,714 12,899 = - 194,49 + 8,055
= - 4,145 m = - 186,435 m
X
A
Awal = X
A
Akhir = + 4,145 m Y
A
Awal = Y
A
Akhir = -
186,435 m
Koordinat masing-masing titik:
Titik A (+ 4,185 m; -4,185 m)
Titik B (- 1,668 m; - 168,435 m)
Titik C (+ 62,863 m; -185,445 m)
Titik D (+ 53,808 m; - 229,411 m)
Titik E (+ 33,432 m; - 220,066 m)
Titik F (+ 5,138 m; - 214,088 m)
Titik G (+ 5,138 m; - 194,49 m)
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 58

9. Luas :
1. Luas Dengan Koordinat (Rumus 2 L) :
Ttk Koordinat (XnYn+1) (Xn+1Yn)
M
2
2L
(m
2
) X Y
A + 4,185 - 4,185 - 705,540 - 310,974 394,569
B - 1,668 - 168,435 309,332 - 9- 10579,947 10907,269
C + 62,863 -185,445 - 14421,463 - (- 9978,424) - 4443,034
D + 53,808 - 229,411 - 11841,311 - (- 7669,668) - 4171,643
E + 33,432 - 220,066 - 7157,390 - (- 1130,699) - 6026,691
F + 5,138 - 214,088 - 999,298 - (- 1865,562) 866,273
G + 5,138 - 194,49 - 1624,594 - 813,941 - 2438,485
A + 4,185 -4,185
2L = - 491,748
L= 2455,874







2. Luas Dengan Keliling :
C D
V
E
IV II
III G F
B I A


Luas poligon = luas segitiga (I + II + III + IV + V)
i. Segitiga I :
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 59

d.BG = A AG d BA d AG d BA d o cos ) . )( . ( 2 . .
2 2
+
= + 58 14 114 cos ) 8 , 14 )( 9 , 17 ( 2 8 , 14 9 , 17
2 2

= 27,525 m

S = Kll = m
BG d AG d BA d
112 , 30
2
525 , 27 8 , 14 9 , 17
2
. . .
=
+ +
=
+ +

L = ) . )( . )( . ( BG d S AG d S BA d S S
= ) 525 , 27 112 , 30 )( 8 , 14 112 , 30 )( 9 , 17 112 , 30 ( 112 , 30

= 120,691 m
2
ii. Segitiga II :
d.GE = F FE d GE d FE d GE d o cos ) . )( . ( 2 . .
2 2
+
= + 44 26 91 cos ) 5 , 28 )( 8 , 19 ( 2 5 , 28 8 , 19
2 2

= 35,110 m

S = Kll = m
GE d FE d GE d
705 , 41
2
110 , 35 5 , 28 8 , 19
2
. . .
=
+ +
=
+ +

L = ) . )( . )( . ( GE d S FE d S GF d S S
= ) 115 , 35 705 , 41 )( 5 , 25 705 , 41 )( 8 , 19 705 , 41 ( 705 , 41

= 282,039 m
2
iii. Segitiga III :
|
.
|

\
|
= =

dBG
A dBA
G
A
BG d
G
BA d o
o
o o
sin
sin 1
sin
.
1 sin
.
1

= sin
-1 = |
.
|

\
|
27 20 36
5249 , 27
58 18 114 sin 9 , 17

|
.
|

\
|
= =

BG d
F FE d
G
F
GE d
G
FE d
.
sin .
sin 3
sin
.
3 sin
.
1
o
o
o o

= sin
-1 = |
.
|

\
|
19 14 54
1106 , 35
44 26 09 sin 5 , 28

G2 = G G2 - G3
= 2480927 - 362037 - 541419
= 1572531
d.BE = 2 cos ) . )( . ( 2 . .
2 2
B GE d BG d GE d BG d o +
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 60

= + 31 25 157 cos ) 110 , 35 )( 524 , 27 ( 2 110 , 35 524 , 27
2 2

= 61,111 m
2
S = Kll = m
BE d GE d BG d
037 , 62
2
441 , 61 110 , 35 524 , 27
2
. . .
=
+ +
=
+ +

L = ) . )( . )( . ( BE d S GE d S BG d S S
= ) 441 , 61 503 , 62 )( 110 , 35 503 , 62 )( 524 , 27 503 , 62 ( 5037 , 62

= 185,367 m
2
iv. Segitiga IV :
|
.
|

\
|
= =

BE d
G GE d
B
G
BE d
B
GE d
.
2 sin .
sin 2
3 sin
.
2 sin
.
1
o
o
o o

= sin
-1 = |
.
|

\
|
18 40 12
461 , 61
31 25 157 sin 110 , 35

B1 = B - ( B2 + B3)
= 832608- (124018 + 292024)
= 412526
d.CE = 1 cos ) . )( . ( 2 . .
2 2
B BE d BC d BE d BC d o +
= + 26 25 41 cos ) 441 , 66 )( 7 , 66 ( 2 66441 7 , 66
2 2

S = Kll = m
CE d BE d BC d
863 , 86
2
586 , 45 441 , 61 97 , 66
2
. . .
=
+ +
=
+ +

L = ) . )( . )( . ( CE d S BE d S BC d S S
= ) 586 , 45 863 , 86 )( 61441 863 , 86 )( 7 , 66 863 , 86 ( 863 , 86

= 1355,643 m
2
v. Segitiga V :

|
.
|

\
|
= =

CE d
B BC d
E
B
CE d
E
BC d
.
1 sin .
sin 2
1 sin
.
2 sin
.
1
o
o
o o

= sin
-1 = |
.
|

\
|
54 28 75
586 , 45
26 25 41 sin 70 , 66


|
.
|

\
|
= =

BE d
B BG d
E
B
GE d
E
BG d
.
2 sin .
sin 3
2 sin
.
3 sin
.
1
o
o
o o

= sin
-1 = |
.
|

\
|
09 54 09
110 , 35
18 20 12 sin 524 , 27

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 61


|
.
|

\
|
= =

EF d
B GF d
E
G
EF d
E
GF d
.
3 sin .
sin 4
3 sin
.
4 sin
.
1
o
o
o o

= sin
-1 = |
.
|

\
|
56 18 34
5 , 28
19 14 54 sin 18 , 19


S = Kll = m
CD d ED d CE d
193 , 56
2
8 , 44 22 586 , 45
2
. . .
=
+ +
=
+ +

L = ) . )( . )( . ( CD d S ED d S CE d S S
= ) 8 , 44 193 , 56 )( 22 193 , 56 )( 586 , 45 193 , 56 ( 193 , 56
= 481,864 m
2

LUAS POLIGON = 120,691 + 282,039 + 185,378 + 1335,643 + 481,864
= 2.425,604 m
2

3. Luas Dengan Segitiga Sinus (Polar dan Keliling) :
- Segitiga I :
Luas = (d.AG x d.BA Sin A)
= (14,8 x 17,9 Sin 1141858)
= 120,709 m
2

- Segitiga II :
Luas = (d.FE x d.GF Sin F)
= (28,5 x 19,8 Sin 912644)
= 282,060 m
2

- Segitiga III :
Luas = (d.GE x d.BG sin G2)
= (35,110 x 27,524 Sin 1572531 )
= 185,488 m
2

- Segitiga IV :
Luas = (d.BE x d.BC Sin B1)
= (61,441 x 66,70 Sin 412526)
= 1355,706 m
2

- Segitiga V :
Luas = (d.ED x d.CE Sin E1)
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 62

= (22,2 x 45,586 sin 731339)
= 480,113 m
2

LUAS POLIGON = 120,709 + 282,060 + 185,488 + 1355,706 + 480,113
= 2424,076 m
2

10. Cheking luas.
Luas acuan = luas hasil pengukuran sistem koordinat = 2455,874 m
2

F1 = 0.20 874 , 2455 0003 , 0 874 , 2455 x +
= 10,058 m
2
L.Max = 2455,874 + 10,058 = 2465,932 m
2
Min = 2455,874 10,058 = 2445,817 m
2
Dari analisa diarad didapat :
1. Luas metode keliling = 2425,604 m
2
(TMTL)
2. Luas segitiga sinus (polar dan keliling ) = 2424,076 m
2
(TMTL)



















LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 63

























IX. KESIMPILAN
Dalam pengukuran polygon tertutup ini sangat memerlukan ketelitian dalam bacaan
(baik dalam bacaan bak maupun sudut), karena perbedaan sudut sedikit saja berpengaruh
pada hasil pengukuran. Dari hasil pengukuran didapat luas areal 4430,477m
2





LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 64


























X. PETA.








LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 65

























BAB V
PENGUKURAN POLIGON TERBUKA

I. KOMPETENSI.
Setelah melakukan pratikum ini, diharapkan mahasiswa dapat:
1. Mengaplikasikan teori poligon terbuka
2. Melaksanakan praktikum tentang pengukuran poligon terbuka
3. Menganalisa data hasil praktikum.
4. Menggambarkan hasil pengukuran dengan skala :
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 66

Jarak 1 : 100
Tinggi 1 : 25

II. TEORI SINGKAT.
Poligon terbuka berguna untuk membagi suatu areal dengan pembuatan jalan. Poligon
terbuka adalah poligon yang titik awal dan akhirnya tidak akan pernah bertemu.
U

U
P
16
P
17

B

A C

Adapun poligon terbuka terikat sempurna mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
1. Koordinat titik awal dan akhir diketahui
2. Sisi awal dan akhir diketahui azimuthnya atau dihitung dilapangan
3. = (Az akhir Az awal) + n 180
4. d sin = (X akhir X awal)
5. d cos = (Y akhir Y awal)
Persamaan persamaan yang dipakai:
1. Cek Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

Jika Checking Bt Bt Bacaan maka toleransi selisih :
J.Pita 1 slag = 0,000 0,005 m
1 slag = 0,005 0,009 m
2. Jarak Optis (J.O) = (Ba Bb) x 100
3. Beda Tinggi (t) = Ta Bt
4. % Kelerengan (% Kll)
jarakpita
t A
x 100%
5. Cek Jarak Optis
Untuk % Kll < 3 % (S1) = 0,008 05 , 0 0003 , 0 + + D D
Untuk % Kll 3-10 % (S2) = 0,010 05 , 0 0004 , 0 + + D D
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 67

Untuk % Kll > 10 % (S3) = 0,012 05 , 0 0005 , 0 + + D D
J.Max = D + S
n
= ...........m MTL / TMTL
Min = D S
n
= ...........m
6. Ketinggian Titik = T Titik Diketahui t
7. Azimuth :
a. Az Akhir = Az awal 180
b. Az Akhir = Az awal 180
8. X = d.sin t dimana: d = jarak antara titik satu dgn titik terdekat
lainnya
Y = d.cos t t = azimuth titik terhadap titik terekat lannya
9. Koordinat X :
Koordinat X titik yang dihitung = koordinat X titik sebelumnya dsint
Koordinat Y titik yang dihitung = koordinat Y titik sebelumnya dcost
P11 dan P12 pada poligon terbuka terikat sempurna sama dengan poligon tertutup
(poligon induk). Koordinat dan tinggi titik P16 dan P17 poligon terbuka terikat
sempurna sama dengan poligon tetutup (poligon induk).

III. KESELAMATAN KERJA.
1. Alat :
Memeriksa peralatan sebelum kelapangan
Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
Menempatkan alat pada tempat yang aman
Periksa dan hitung kembali alat setelah praktikum

2 Pengukur :
Memakai pakaian yang layak untuk praktikum dan ditambah dengan
yang lainnya
Serius dan hati-hati dalam melakukan praktikum

IV. ALAT DAN PERLENGKAPAN.
3. Theodolit 1 set 5. Yalon
4. Bak ukur 6. Unting-unting
5. Pen ukur 7. Payung
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 68

6. Pita ukur 8. Alat tulis

V. SKERSA GAMBAR.
U


P16 A




U



B P17

VI. LANGKAH KERJA.
1. Siapkan alat dan perlengkapan sebelum kelapangan
2. Tentukan lokasi pengukuran (buat sket pengukuran)
3. Dirikan alat pada titik (P16)
4. Stel alat sampai siap pakai di titik P11
5. Arahkan alat ke utara, tandai dengan yalon, 90
0
kan V dan 0
0
H (sokia)
6. Putar k A, baca azimuth P11-A, repetisi 3x, dan baca bacaan benang.
7. Pindahkan alat ke titik A, stel di atas titik A, bidik P16, 90
0
kan V dan 0
0
H
(sokia).
8. Putar alat k B, baca sudut A, repetisi 3x, baca bacaan benaag.
9. Lakukan langkah 7 dan 8 pada titik B dan P12.
10. Ukur tinggi alat (Ta) di masing-masing titik
11. Mengukur jarak pita
12. Lakukan analisa data

VII. TABEL PENGUKURAN.
Pengukuran : Poligon Terbuka Terikat Sempurna. Alat : Sokia dan Will
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 69

Lokasi : Blok Sipil FT UNP Cuaca : Cerah
Hari/Tgl : Sabtu/ April 2009 Diukur : LUKMAN N
FITRI N
SYAIFUL A
WIRANDY F

VIII. ANALISA DATA.
1. Repetisi Sudut :
Toleransi Nasional = 15
Internasional = 10
P16a = Az Awal
1 x A = 1030500
3 x A = 3091440
Rep = 1031440 : 3 = 1030453 ~ Selisih 7 (MTL)
a :
1 x B = 884110
3 x B = 2660320
Rep = 2660320 : 3 = 88417 ~ Selisih 3 (MTL)
b :
1 x C = 764230
3 x C = 2300750
Rep = 2300750 : 3 = 764237 ~ Selisih 7 (MTL)
No
titik
Titik
bidik
Ta
(m)
azimuth sudut Bacaan bak J.P
(m)
Ket
H V Ba Bt Bb
P16 U 1,17 00000 00000 900000
1xA 1030500 1,533 1,470 1,406 12,69
3xA 3091440
A P16 1,385 00000 900000
1xB 884110 1,49 1,319 1,148 34,19
3xB 2660320
B A 1,3 00000 900000
1xC 764230 1,411 1,345 1,277 13,42
3xC 2300750
P17 U 1,1 00000 00000 900000
1xB 882840
3xB 2622630
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 70

P17b :
1 x B = 882840
3 x B = 2652630
Rep = 2652630 : 3 = 882850 ~ Selisih 10 (MTL)
2. Cek Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

Toleransi : J.Pita < 1 slag = 0,000 0,005 m
>1 slag = 0,005 0,009 m
P16-A =
2
406 , 1 533 , 1 +

= 1,4695 1,47 (Selisih = 0,0005 m) MTL
A- B =
2
148 , 1 490 , 1 +

= 1,319 = 1,319 (Selisih = 0,000 m) MTL
B C =
2
277 , 1 411 , 1 +

= 1,344 (Selisih 0,001 m) MTL
3. J arak Optis (J .Op) =(Ba Bb) x 100
P16 A = (1,533 - 1,406) x 100 = 12,7 m
A- B = (1,49 - 1,148) x 100 = 34,2 m
B C = (1,411 - 1,277) x 100= 13,4 m
4. Beda Tinggi =Ta Bt
t P16 A= 1,17 1,47 = - 0,3 m
t A- B = 1,385 1,319 = 0,066 m
t B C = 1,3 1,345 = -0,045 m
5. % Kelerengan (%Kll) = % 100
.
x
P J
t A

% kll P16 A = 1 % 36 , 2 % 100
69 , 12
3 , 0
S x =
% kll A B = 1 % 193 , 0 % 100
19 , 34
066 , 0
S x =
% kll B C = 1 % 335 , 0 % 100
42 , 13
045 , 0
S x =
6. Ceking J arak Optis :
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 71

o P16 A = 0,008 05 , 0 69 , 12 0003 , 0 69 , 12 + + x = 0,0286m
J.Max = 12,69 + 0,0286 = 12,7186m J.O = 12,7m (MTL)
Min = 12,69 0,0286 = 12,6614m
o A B= 0,008 m x 0468 , 0 05 , 0 19 , 34 0003 , 0 19 , 34 = + +
J.Max = 34,19 + 0,0468 = 34,2368m J.O = 34,2m (MTL)
Min = 34,19 0,0468 = 34,1432m
o B C = 0,008 m x 0294 , 0 05 , 0 42 , 13 0003 , 0 42 , 13 = + +
J.Max = 13,42 + 0,0294 = 13,4494m J.O = 13,4m (MTL)
Min = 13,42 0,0294 = 13,3906m
7. Ketinggian titik = T Titik Diketahui t
P16 = + 3,434mdpl
A = +3,434 0,3 = 3,134mdpl
B = +3,134 + 0,066 = 3,2mdpl
C = +3,2 0,045 = 3,155mdpl
8. Syarat-syarat poligon terbuka :
a. = (Az akhir Az awal) + n 180
= 88417 + 764237
= 1652344
1652344 = (882850 - 1030453) + 1 x 1800000
1652344 = 1652357 (selisih = 13)
Koreksi sudut : 000013 : 2 = 6,5 ~ 6 dan 7
1x6 = 6
1x7 = 7
Sudut setelah dikoreksi:
a = 88417 + 6 = 884113
b = 764237 + 7 = 764244
= 1652357
b. Azimuth :
P16 A = 1030453
A-B = 1030453 - 1800000 + 884113
= 114606
B-C = 114606 +1800000 - 764244
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 72

= 2682850
C-B = 2682850 - 1800000
= 882850
c. d sin = (X Akhir X Awal)
P16 A = 12,69 sin 1030453 = 12,361 m
A B = 34,19 sin 114606 = 6,973 m
B C = 13,42 sin 2682850 = -13,415 m
= 5,919m
9,65 = (0,158 + 9,492)
5,919 = 9,65 m
Selisih = 3,731 m 2436 , 1
3
731 , 3
= ~ 1 x 1,243 = 1,243 m
2 x 1,244 = 2,488 m
= 3,731 m
Tanda koreksi (+) :
P16 A = 12,361m + 1,243 m = 13,604 m
A B = 6,973 m + 1,244 m = 8,217 m
B C = -13,415m + 1,244 m = - 12,171 m
= 9,65m (MTL)
d. d Cos = (Y Akhir Y Awal)
P16 A = 12,69 cos 1030453 = -2,872 m
A B = 34,19 cos 114606 = 33,47 m
B C = 13,42 cos 2682850 = -0,356 m
= 30,242 m
34,267 = (-114,698 + 148,965)
30,242 = 34,267
Selisih = 4,025 m m 3416 , 1
3
025 , 4
= ~ 1x1,341 = 1,341 m
2x1,342 = 2,684 m
= 4,025 m
Tanda koreksi (+) :
P16 A = -2,872m + 1,341 = -1,531 m
A B = 33,47 m + 1,342 = 34,812 m
B C = -0,356m + 1,342 = 0,986 m
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 73

= 34,267 m (MTL)
e. Koordinat titik :
Koordinat titik X= Koordinat titik yang diketahui dsint
P16 = - 9,492 m
A = - 9,492 + 13,604
= 4,112 m
B = 4,112 + 8,217
= 12,329 m
C (P17) = 12,329 12,171
= 0,158 m
Koordinat titik Y = koordinat titik yang diketahui dcost
P16 = - 148,965 m
A = - 148,965 1,531
= - 150,496 m
B = - 150,496 + 34,812
= - 115,684 m
C (P17) = - 115,648 + 0,986
= - 114,698 m
Koordinat P16 dan P17 poligon terbuka terikat sempurna sama dengan poligon induk.
Tinggi titik P16 dan P17 poligon terbuka terikat sempurna harus sama dengan poligon
induk, tapi didapat pada tinggi titik P17 mempunyai selisih 0,25 m dan (TMTL).












LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 74


























IX. KESIMPULAN.
Pengukuran poligon terbuka menggunakan theodolit harus dilakukan dengan
hati-hati, karena banyaknya komponen pesawat yang ahrus distel.
Oleh karena itu dalam melaksanakannya harus hati-hati dan konsentrasi, agar
didapat data yang akurat. Dari analisa didapat bahwa koordinat P16 dan P17 pada
poligon terbuka terikat sempurna sama denagn poligon induk, P16(-9,492 ; -148,965),
P17 (0,158; -114,698). Dan tinggi titik seharusnya juga sama, tapi pada P17
mempunyai selisih 0,25 m dan tidak masuk toleransi.

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 75


























X. PETA.








LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 76

























BAB VI
CHEK KELURUSAN TIANG

I. KOMPETENSI.
Setelah melakukan pratikum ini, diharapkan mahasiswa dapat:
1. Mengaplikasikan teori tentang kelurusan tiang.
2. Melaksanakan praktikum cheking kelurusan tiang di lapangan dengan alat
theodolit digital.
3. Menganalisa % penyimpangan tiang dari data hasil praktikum.
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 77

4. Menggambarkan hasil pengukuran dengan skala :
Jarak 1:100
Tinggi 1: 20

II. TEORI SINGKAT.
Cheking kelurusan tiang pancang dengan menggunakan alat digittal sama saja dengan
alat manual, hanya saja padda alat digital mempunyai tingkat ketelitian yang cukup tinggi
dibandingkan dengan alat manual.

U M

D









Analisa data yang perlu dicari adalah :
1. Cek Bacaan (Bt) =
Untuk jarak langsung < 1 slag toleransi selisihnya = 0,000 0,005 m
>1 slag toleransi selisihnya = 0,005 0,009 m
2. Jarak Optis (J.O) = (Ba Bb) x 100
3. Beda Tinggi (t) = Ta Bt
4. % Kelerengan (% Kll) =
jarakpita
t A
x 100%
5. Cek jarak optis :
a. Untuk % Kll < 3 % (S
1
) = 0,008 05 , 0 0003 , 0 + + D D
b. Untuk % Kll 3 10 % (S
2
) = 0,010 05 , 0 0004 , 0 + + D D
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 78

c. Untuk % Kll > 10 % (S
3
) = 0,012 05 , 0 0005 , 0 + + D D
Jarak Max = D + S
n
= .......... MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ..........
6. Tinggi Tiang :
M1 =
1 cos |
D
T1 = D tan 1 = M1 sin 1
M2 =
2 cos |
D
T2 = D tan 2 = M2 sin 2
M1 =
2
2
%
1
1
|
.
|

\
|
+
kll
T
T T total = T1 + T2 BC
M2 =
2
2
%
2
2
|
.
|

\
|
+
kll
T
T
7. Jarak Pergeseran Tiang :
X = T tan = tinggi ttk miring sin B-B
% =
T
X
x 100%
Dimana: Tinggi miring = T1 + T2 = BC
% = % pergeseran/penyimpangan
8. Kelurusan tiang (BC) = BC x cos
9. Ketinggian titik = tinggi titik yang diketahui t
a. Tinggi ttk A = Tinggi ttk Kp t Kp
b. Tinggi ttk B = Tinggi ttk A t AB
c. Tinggi ttk C = Tinggi ttk B t BC
Besarnya penyimpangan yang diizinkan 0 - 0,0025 m
C


T
1

T

B`
T
2
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 79



A X B



III. KESELAMATAN KERJA.
1. Alat :
memeriksa peralatan sebelum kelapangan
menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
menempatkan alat pada tempat yang aman
periksa dan hitung kembali alat setelah praktikum
2. Si pengukuran :
memakai pakaian yang layak untuk praktikum dan ditambah dengan yang
lainnya
serius dan hati-hati dalam melakukan praktikum

IV. ALAT DAN PERLENGKAPAN.
1. Theodolit 1 set 5. Yalon
2. Bak ukur 6. Unting-unting
3. Pen ukur 7. Payung
4. Pita ukur 8. Alat tulis


V. LANGKAH KERJA.
1. Persiapkan alat dan perlengkapan sebelum kelapangan
2. Tentukan lokasi pengukuran (buat sket pengukuran)
3. Dirikan alat pada titik A
4. Stel alat sampai siap pakai di titik A
5. Arahkan alat ke utara, tandai dengan yalon, 90
0
kan V dan 0
0
H (sokia)
6. Buka kunci atas, putar alat searah jarum jam, arahkan ke B
7. Naikan teropong arahkan kepuncak tiang, sampai ttk penyimpangan bengan
tengah tepat di puncak tiang, baca sudut V, sudut H.
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 80

8. Buat sudut V 90
0,
baca bacaan bak (sudut H di 0
0
)
9. Turunkan teropong, bidik sisi bawah tiang, baca sudut H.
10. Hitung tinggi tiang, pergeseran kelurusan tiang.
11. Ukur tinggi alat (Ta)
12. Lakukan analisa data.

VI. TABEL PENGUKURAN.
Pengukuran : Cheking Kelurusan Tiang Alat : Theodolit digital topcon
Lokasi : PGSD Bandar Buat Cuaca : Cerah
Hari/tanggal : Selasa/ 26 Mei 2009 Diukur : LUKMAN .N

VII. ANALISA DATA.
1. Cek Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +

=
2
590 , 1 695 , 1 +

= 1,642 1,640
Selisih = 0,002 jarak < 1 slag (MTL)
2. Jarak Optiis Datar (J.Op D) = (Ba Bb) x 100
= (1,692 - 1,590) x 100
= 10,45 m
3. Beda Tinggi ( = Ta Bt
= 1,42 1,640
= -0,22 m
4. % Kelerengan (%Kll) =
pita J
t
.
A
x 100%
=
43 , 10
22 , 0
x 100%
Titik Tinggi
Alat
Azimuth Bacaan Bak Sudut Jarak
Pita
%
Kelerengan Ba Bt Bb H V
A U 1,42




1,695 1,640 1,590

10,43 -11,144 %
- C

+52,242 %
B - B`


LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 81

= 2,109 % < 3% (S
1
)
5. Ceking Jarak Optis :
S
2
= 0,008 05 , 0 0003 , 0 + + xD D
= 0,008 05 , 0 43 , 10 0003 , 0 43 , 10 + + x
= 0,02 m
J.Max = 10,43 + 0,02 = 10,45 m J.Op = 10,45 m (MTL)
Min = 10,43 0,02 = 10,41 m
6. Jarak Miring (M) :

1
= 900000 - 622330
= 273630
M
1
=
1 cos |
D

=
30 36 27 cos
43 , 10


= 11,77 m

1
= 990000 - 900000
= 91850
M
2
=
2 cos |
D

=
50 18 9 cos
43 , 10

= 10,56 m
7. Tinggi Tiang (T)
T
1
= D tg 1 T
2
= D tan 2
= 10,43 tg 273630 = 10,43 tan 91850
= 5,45 m = 1,71 m
Tinggi Tiang (T) = T
1
+ T
2

= 5,45 + 1,71
= 7,16 m
Tinggi Tiang B`-C =
=
= 7,16 m
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 82

8. Pergeseran Tiang Panjang :
- Jarak Pergeseran (X) = T sin
= 7,16 sin 01315
= 0,027 m
- % pergeseran tiang puncak =
T
X
x 100%
=
16 , 7
027 , 0
x 100%
= 0,37 %
9. Ketinggian Titik :
Titik A = + 7,00 mdpl (GPS)
Titik B = T.Titik A
= 7,00 - 0,22
= 6,78 mdpl
Titik C = T.Titik B
= 6,78 + 7,16
= 13,94 mdpl

















LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 83


























XI.KESIMPULAN.
Pengukuran cheking kelurusan tiang dengan menggunakan theodolit harus dilakukan
dengan hati-hati, karena banyaknya komponen pesawat yang ahrus distel.
Oleh karena itu dalam melaksanakannya harus hati-hati dan konsentrasi, agar didapat
data yang akurat.




LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 84


























X.PETA.








LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 85

























BAB XI
LENGKUNGAN


I. KOMPETENSI.
Setelah melakukan pratikum ini, diharapkan mahasiswa dapat:
1. Mengaplikasikan teori tentang lengkungan
2. Melaksanakan praktikum tentang lengkungan
3. Menganalisa data hasil praktikum.
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 86

4. Menggambarkan hasil pengukuran dengan skala 1:150

II.TEORI SINGKAT.
Lengkungan atau tikungan adalah menghubungkan dua garis lurus yang merupakan
busur lingkaran atau busur peralihan. Adapun kegunaan lengkungan dalam tambang
antara lain:
a. Untuk tikungan jalan dilokasi TAMKA.
b. Untuk jalan rel lori (alat angkut TBT).
c. Untuk tikungan terowongan (tunnel/shaft).
Untuk menentukan busur lingkaran harus berdasarkan kecepatan yang telah
direncanakan sebelumnya. Berikut tabel hubungan antara kecepatan maksimum tikungan
dengan jari-jari tikungan:
No Kecepatan max (V) Jari-jari (R)
1 40 km/jam 100 m
2 60 km/jam 200 m
3 80 km/jam 400 m
4 100 km/jam 625 m
5 120 km/jam 900 m
6 140 km/jam 1425 m
7 160 km/jam 1600 m

Jadi, untuk menentukan busur lingkaran / tikungan, harus berdasarkan kecepatan
yang telah direncanakan sebelumnya, misalnya V rencana : 50km/jam,maka jari-jari (R) :
40 : 100 = 50 : R
R = 100
40
50
x
= 125 m
Penentuan busur dibagi atas 2 macam, yaitu :
1. Menentukan Titik Utama :

S

E
1
E
2

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 87


M

T
1
T
2
B K C








P
Ket:
S = Titik potong L1 dan L2
= Sudut tikungan
= 180 -
T
1
= T
2
= Titik singgung (ttk tangen)
= Titik awal + akhir busur
P = Titik pusat busur
M = Titik puncak busur
E
1
= E
2
= Titik proyeksi dari M ke L1dan L2 tegak lurus
ST
1
= ST
2
= R tan
2 = 360 - 2
= 180 -
T
1
K = T
2
K = T
1
E
1
= T
2
E
2
= R sin
E
1
M = E
2
M = MK = PM PK = 2 R sin
2
1/4
MS = PS PM = R tan 1/4 tan
Untuk membuktikan kebenaran :
- X
10
(X akhir)
Kita harus mencari beda tinggi T
1
K dan % kelerengannya.
t T
1
K = Tinggi T
1
Tinggi K
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 88

% Kll = % 100
1
x
K JarakT
t A

- Y
10
(Y akhir)
Kita harus mencari beda tinggi E
1
M da % kelerengannya.
E
1
M = Tinggi E
1
Tinggi M
= % 100
1
x
M JarakE
t A

2. Menentukan titik detail :
X
1
= a
Y
1
= R -
2 2
a R
X
2
= 2a
Y
2
= R - ( )
2 2
2a R
= R - ( )
2 2
4a R
Data dan olahan yang diambil di lapangan:
1. Cek Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +
= ...................
Jika jarak pita < 1 slag toleransi selisih = 0,000 0,005 m
> 1 slag toleransi selisih = 0,005 0,009 m
2. Jarak Optis (J.Op) = (Ba Bb) x 100 = .............m
3. Beda Tinggi (t) = Ta Bt = ..............m
4. % Kelerengan (% Kll) =
pita J
t
.
A
x 100%=............%
5. Checking Jarak Optis :
Untuk % Kll < 3 % (S
1
) = 0,008 05 , 0 0003 , 0 + + D D
Untuk % Kll 3-10 % (S
2
) = 0,010 05 , 0 0004 , 0 + + D D
Untuk % Kll > 10 % (S
3
) = 0,012 05 , 0 0005 , 0 + + D D
Jarak Max = D + S
n
= .......... m MTL atau TMTL
Min = D S
n
= ........... m
6. Ketinggian titik = tinggi titik yang diketahui t

III.KESELAMATAN KERJA.
1. Alat :
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 89

Memeriksa peralatan sebelum kelapangan.
Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
Menempatkan alat pada tempat yang aman.
Periksa dan hitung kembali alat setelah praktikum.
2. Pengukur :
Memakai pakaian yang layak untuk praktikum dan ditambah dengan
yang lainnya.
Serius dan hati-hati dalam melakukan praktikum.

IV. ALAT DAN PERLENGKAPAN.
1. Theodolit 1 set 5. YALON
2. Bak ukur 6. Unting-unting
3. Pen ukur 7. Payung
4. Pita ukur 8. Tali











V. SKET PENGUKURAN. S

E1 E2

M


T1 K T2
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 90


B1 B2






P

VI. LANGKAH KERJA.
1. Siapkan alat dan perlengkapan sebelum kelapangan.
2. Tentukan lokasi pengukuran (buat sket pengukuran).
3. Memasang dan mendirikan alat pada titik S dan menyetel alat,ukur tinggi alat.
4. Menghitung jarak ST1 dan ST2 dengan rumus ST1 dan ST2 = R tan dan ukur
dan tentukan titik T1 dan T2 dilapangan.
5. Menentukan titik K,M,E1,E2 dilapangan dengan rumus di jobsheet dan di
lapangan.
6. Menentukan titik detail (titik-titik busur) dari rumus dan di lapangan kemudian
ditandai dengan pen ukur.
7. Membaca bak ukur di masing-masing titik utama Ba,Bt, dan Bb.
8. Membidik alat ke titik Kp dan mengukur AzSKp dan sudut horizontal alat yang
dibidik dari Kp ke T1. baca bacaan benang bak ukur di Kp.
9. Mencatat dan menganalisa data hasil pengukuran.


VII. TABEL PENGUKURAN.
Pengukuran : Lengkungan. Alat : Theodolit Digital
Topcon
Lokasi : Lapangan bola Depan Rektor Cuaca : Cerah
Hari/Tgl : Sabtu/ April 2009 Diukur : FITRI. N
LUKMAN. N
SYAIFUL. A
WIRANDI. F
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 91

Titik Tinggi
Alat
(m)
Azimuth BACAAN BAK Jarak
Pita (m)
Tinggi
Titik
KET
Ba Bt Bb
S - U 1,40

+4,320 V = 10
km/jam
=

=

- KP

1,288 0,954 0,622
- T
1


1,356 1,247 1,139 21,67
- T
2
1,332 1,306 1,277 5,30
- E
1
1,290 1,125 0,957 33,120
- E
2
1,554 1,483 1,412 14,19
- P 1,520 1,480 1,439 8,08
- K 1,571 1,444 1,317 21,67
- M 1,504 1,477 1,449 5,30

VIII. ANALISA DATA.
1. Cheking Bacaan (Bt) =
2
Bb Ba +
=...................
- S KP =
2
0,622 1,288+

= 0,954 0,767
Selisih = 0,001 m (MTL)
- S T
1
=
2
1,139 356 , 1 +

= 1,274 1,275
Selisih = 0,001 m (MTL)
- S T
2
=
2
317 , 1 571 , 1 +

= 1,444 1,444
Selisih = 0,000 m (MTL)
- S E
1
=
2
1,277 332 , 1 +

=1,306 1,3045
Selisih = 0,0015 m (MTL)
- S - E
2
=
2
1,449 504 , 1 +

LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 92

= 1,477 1,4765
Selisih = 0,0005 m (MTL)
- S - P =
2
0,959 290 , 1 +

= 1,125 1,1245
Selisih = 0,0005 m (MTL)
- S - K =
2
1,412 554 , 1 +

= 1,483 1,483
Selisih = 0,000 m (MTL)
- S - M =
2
1,439 520 , 1 +

= 1,480 1,4795
Selisih = 0,0005 m (MTL)
2. =764020
= 180 - 764020
=1031940
R = m x
jam km
jam km
100
/ 40
/ 10

=25 km/jam
- S T
1
= R tan
= 25 tan (1/2 x 815010)
= 21,67 m
- T
1
-

K = R sin
=25 sin (1/2 x 815010)
= 16,370 m (T
2
K = T
1
E
1
= T
2
E
2
)
- E
1
M = E2M=MK = 2.R sin
2
(1/4 )
= 2 x 25 sin
2
(1/4x815010)
= 6,11 m
- M - S = R tan (1/4 ) tan ( )
= 25 tan (1/4 x 815010) tan (1/2 x 815010)
= 8,08 m
- S E
1
= ST
1
T
1
E
1
T
1
E
1
= T
1
K
S E
1
= ST
1
T
1
K
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 93

= 21,670 16,370
= 5,30 m (= SE
2
)
- S - K = MS + MK
= 8,08 + 6,11
= 14,19 m MK = E
1
M
- K P =
2 2
1 1 KT P T
=
2 2
370 , 16 25
= 18,90 m
- S - P = KP + SK
= 18,90 + 14,19
= 33,09 m
3. J arak Optis (J .Op) =(Ba Bb) x 100 =...............m
- S KP = (1,288 - 0,622) x 100
= 66,6 m
- S T
1
= (1,356 1,139) x 100
= 21,7 m
- S T
2
= (1,571 1,3170) x 100
= 21,7 m
- S E
1
= (1,332 - 1,277) x 100
= 5,5 m
- S E
2
= (1,504 - 1,445) x 100
= 5,5 m
- S - P = (1,290 - 0,959) x 100
= 33,1 m
- S - K = (1,554 - 1,412) x 100
= 14,20 m
- S - M = (1,520 - 1,439) x 100
= 8,1 m
4. Beda Tinggi =Ta Bt =..............m
- S - KP = 1,4 0,622 = + 0,0446 m (Daerah naik)
- S T
1
= 1,4 1,247 = + 0,153 m (Daerah naik)
- S T
2
= 1,4 1,444 = - 0,044 m (Daerah turun)
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 94

- S E
1
= 1,4 1,306 = + 0,094 m (Daerah naik)
- S E
2
= 1,4 1,477 = - 0,077 m (Daerah turun)
- S - P = 1,4 1,125 = - 0,275 m (Daerah turun)
- S - K = 1,4 - 1,483 = - 0,083 m (Daerah turun)
- S - M = 1,4 1,480 = - 0,08 m (Daerah turun)
5. % Kelerengan (%Kll) = % 100
.
x
P J
t A
=............%
- S T
1
= % 706 , 0 % 100
67 , 21
153 , 0
= x < 3% (Daerah datar)
- S T
2
= % 203 , 0 % 100
67 , 21
044 , 0
= x < 3% (Daerah datar)
- S E
1
= % 173 , 1 % 100
30 , 5
094 , 0
= x < 3% (Daerah datar)
- S E
2
= % 452 , 1 % 100
30 , 5
077 , 0
= x < 3% (Daerah datar)
- S - P = % 173 , 1 % 100
120 , 33
275 , 0
= x < 3% (Daerah datar)
- S - K = % 584 , 0 % 100
19 , 14
083 , 0
= x < 3% (Daerah datar)
- S - M = % 990 , 0 % 100
08 , 8
08 , 0
= x < 3% (Daerah datar)
6. Cheking J arak Optis :
(Daerah datar) S
1
=0,008 05 , 0 0003 , 0 + + D D
- S T
1
= 0,008 05 , 0 67 , 21 0003 , 0 67 , 21 + + x
= 0,037 m
J.Max = 21,67 + 0,037 = 21,707 m J.Op = 21,7 m (MTL)
Min = 21,67 0,037 = 21,633 m
- S T
2
= 0,008 05 , 0 67 , 21 0003 , 0 67 , 21 + + x
= 0,037 m
J.Max = 21,67 + 0,037 = 21,707 m J.Op = 21,7 m (MTL)
Min = 21,67 0,037 = 21,633 m
- S E
1
= 0,008 05 , 0 30 , 5 0003 , 0 30 , 5 + + x
= 0,018 m
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 95

J.Max = 5,30 + 0,018 = 5,318 m J.Op = 5,5 (TMTL)
Min = 5,30 0,018 = 5,282 m
- S E
2
= 0,008 05 , 0 30 , 5 0003 , 0 30 , 5 + + x
= 0,018 m
J.Max = 5,30 + 0,018 = 5,318 m J.Op = 5,5 (TMTL)
Min = 5,30 0,018 = 5,282 m
- S P = 0,008 05 , 0 12 , 33 0003 , 0 12 , 33 + + x
= 0,046 m
J.Max = 33,12 + 0,046 = 33,166 m J.Op = 33,1 m (MTL)
Min = 33,12 0,046 = 33,074 m
- S K = 0,008 05 , 0 19 , 14 0003 , 0 19 , 14 + + x
= 0,03 m
J.Max = 14,19 + 0,03 = 14,22 m J.Op = 14,2 m (MTL)
Min = 14,19 0,03 = 14,16 m
- S M = 0,008 05 , 0 08 , 8 0003 , 0 08 , 8 + + x
= 0,023 m
J.Max = 8,08 + 0,023 = 8,103 m J.Op = 8,1 m (MTL)
Min = 8,08 0,023 = 8,057 m
7. Ketinggian Titik = T. Titik Diketahui t = .............m
- KP = + 4,320 mdpl
- S = 4,320 0,446 = + 3,874 mdpl
- T
1
= 3,874 + 0,153 = + 4,027 mdpl
- T
2
= 3,874 0,044 = + 3,830 mdpl
- E
1
= 3,874 + 0,094 = + 3,960 mdpl
- E
2
= 3,874 0,077 = + 3,797 mdpl
- P = 3,874 0,275 = + 4,149 mdpl
- K = 3,874 0,083 = + 3,791 mdpl
- M = 3,874 0,08 = + 3,794 mdpl
8. Titik - titik Detail :
T
1
E
1
=T
1
K =16,370 m Ket : n = jml ttk
detail
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 96

n = 10 a = m 637 , 1
10
370 , 16
=
Titik 1 :
X
1
= a = 1,637 m Y
1
= 25 -
2 2
637 , 1 25
= 0,054 m
Titik 2 :
X
2
= 2 x 1,637 Y2 = 25 -
2 2
274 , 3 25
= 3,274 m = 0,215 m
Titik 3 :
X
3
= 3 x 1,637 Y
3
= 25 -
2 2
911 , 4 25
= 4,911 m = 0,487 m
Titik 4 :
X
4
= 4 x 1,637 Y
4
= 25 -
2 2
578 , 6 25
= 6,548 m = 0,873 m
Titik 5 :
X
5
= 5 x 1,637 Y
5
= 25 -
2 2
185 , 8 25
= 8,185 m = 1,378 m
Titik 6 :
X
6
= 6 x 1,637 Y
6
= 25 -
2 2
202 , 8 25
= 8,202 m = 1,384 m
Titik 7 :
X
7
= 7 x 1,637 Y
7
= 25 -
2 2
459 , 11 25
= 11,459 m = 2,781 m
Titik 8 :
X
8
= 8 x 1,637 Y
8
= 25 -
2 2
096 , 13 25
= 13,096 m = 3,705 m
Titik 9 :
X
9
= 9 x 1,637 Y
9
= 25 -
2 2
733 , 14 25
= 14,733 m = 4,803 m
Titik10 :
LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 97

X
10
= 10 x 1,637 Y
10
= 25 -
2 2
37 , 14 25
=14,37 m = 6,105 m
Seharusnya Y
10
= E
1 -
M yaitu 6,11 m. Namun hasil pengolahan data didapat Y
10
=
6,105 m, berselisih 0,005 m.
Titik-titik detail ini juga berlaku T
2
E
2
atau T
2
K, diaman bila dilihat di lapangan, busu-
busur antara titik T
2
E
2
seperti cermin dengan busur T
2
E
2
dengan bidang M - K sehingga
bidang cerminnya.
Menentukan Kebenaran X
10
(X akhir) dengan Y
10
(Y akhir) :
t E
1 -
M = T.Titik E
1
T.Titik M
= 3,968 3,794
= 0,174 m
dE1M = | 2 / 1 cos 1 2 1
2 2
xdSM xdSE dSM dSE +
= + 50 09 298 / 1 cos 1 , 8 5 , 5 2 1 , 8 5 , 5
2 2
x x
= 6,123 m
% Kll = ) 1 %( 3 % 841 , 2 % 100
123 , 6
174 , 0
S x < =
t T
1 -
K = 4,027 2,379 = 0,236 m
% Kll = ) 1 %( 3 % 44 , 1 % 100
370 , 16
236 , 0
S x < =














LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 98



























IX. KESIMPULAN
Pengukuran cara ini dengan menggunakan theodolit harus dilakukan dengan
hati-hati, karena banyaknya komponen pesawat yang ahrus distel.
Oleh karena itu dalam melaksanakannya harus hati-hati dan konsentrasi, agar
didapat data yang akurat.



LUKMAN NULHAKIM (Survey Topografi) 99



























X. PETA.