Anda di halaman 1dari 42

APAKAH ANGGOTA PANITIA AUDIT INDEPENDEN ITU OBJEKTIF? Bukti Eksperimen Matthew J.

Magilke The university of Utah Brian W. Mayhew Unversity of Wisconsin-Madison Joel E. Pike Unversity of Illinois at Urbana-Champaign Abstrak: Kami menggunakan pasar-pasar eksperimen untuk memeriksa dampak kompensasi berbasis saham pada objektivitas dari partisipan yang melayani sebagai anggota panitia audit. Kami membandingkan objektivitas laporan anggota panitia audit menurut tiga peraturan: tidak ada kompensasi berbasis saham, kompensasi berbasis saham yang dihubungkan dengan shareholder (pemilik bagian di sebuah perusahaan) yang sekarang, dan kompensasi berbasis saham yang dihubungkan dengan shareholder future. Eksperimen kami menunjukkan bahwa peserta siswa yang bekerja sebagai anggota panitia audit lebih memilih laporan bias ketika membayar dengan kompensasi berbasis saham. Anggota panitia audit yang membayar dengan kompensasi berbasis saham sekarang lebih memilih melaporkan dengan laporan yang bersifat agresif, dan anggota panitia audit yang membayar dengan kompensasi berbasis saham future lebih memilih

melaporkan dengan laporan yang terlalu teliti. Kami menemukan bahwa anggota panitia audit yang tidak menerima kompensasi yang berbasis saham adalah anggota yang paling objektif. Studi kami menyarankan bahwa kompensasi berbasis saham yang berdampak pada anggota panitia audit lebih memilih melaporkan laporan yang biasa, menyarankan dibutuhkannya penelitian tambahan untuk area penelitian ini. Kata kunci: panitia audit, ilmu ekonomi eksperimen; kompensasi saham. Ketersediaan data: data dan instruksi dari studi ini disediakan oleh penulis atas permintaan. I PENDAHULUAN Kami menggunakan pasar eksperimen untuk menyelidiki jika kompensasi berbasis saham mempengaruhi objektivitas dari peserta yang bertindak sebagai anggota-anggota panitia audit (ACMs). Kami memeriksa keobjektivitasan ACM menurut tiga peraturan: tidak ada kompensasi berbasis saham, kompensasi berbasis saham yang di kaitkan dengan pendapatan shareholders current, dan kompensasi berbasis saham yang dikaitkan dengan pendapatan shareholder future. Peraturan-peraturan ini sesuai dengan paket kompensasi biasa yang diamati dalam pelaksanaanya( contoh, uang tunai, pilihan saham, saham terbatas, dan saham yang tidak terbatas), mempebolehkan kita untuk memeriksa efek dari imbalan berbasis saham yang berbeda pada ACM yang lebih memilih melaporkan laporan bias.

Motivasi kami untuk meneliti objektivitas ACM muncul dari tiga sumber. Pertama, pentingnnya Sarbanes-Oxley Act of 2002 (SOX, dewan perwakilan U.S. 2002) pada peran panitia audit menyarankan kebutuhan yang meningkat untuk teori tentang dampak dari pembayaran ACM untuk objektivitas ACM. SOX meminta bahwa panitia audit menentukan, membayar, dan meneliti auditor eksternal (bagian 301). Khususnya sangat penting untuk mempelajari dampak dari kompensasi berbasis saham, sebagai Asosiasi direktur badan hukum

nasional(NACD) sekarang ini mendorong kompensasi berbasis saham untuk para direktur(Archambeault dkk. 2008), dan beberapa perusahaan memanfaatkan skema tersebut untuk membayar direktur. Contohnya, Coca-cola sekarang ini memutuskan untuk membayar dewan direkturnya, termasuk panitia audit, hanya dengan bonus berbasis pelaksanaan. Seorang redaktur surat kabar mengkritik program kompensasi direktur Coca-cola karena program itu menciptakan dorongan untuk dewan anggota untuk lebih memilih membuat laporan yang bersifat agresif (Myerson 2006). Pola eksperimen kami secara khusus menilai laporan ACM yang berdasarkan bias untuk menyelidiki kritik ini. Kedua, lingkungan eksperimen kami memperbolehkan kita untuk mengamati secara langsung objektivitas ACM, dan untuk menyelidiki dampak skema pembayaran yang terdefinisikan secara jelas pada laporan keputusan ACM. Arsip penelitian yang terdahulu fokus pada gabungan antara ACM yang dapat diamati atau karakteristik dewan direktur dan wakil-wakil untuk laporan kualitas finansial (Klein 2002; Abbot dkk. 2004; Carcelo dan Neal 2003; DeZoort dkk. 2002; Cullinan dkk. 2008; Du dan Jiang 2007; Archambeault dkk. 2008). Kemampuan

kami untuk mengamati objektivitas secara langsung menyediakan tes yang lebih kuat daripada yang mungkin menggunakan arsip penilaian ketidakgantungan seperti direktur dalam melawan direktur luar(Klein 1998, 2002) dan wakil-wakil untuk memberikan pernyataan kembali yang bersifat biasa(Archmbeault dkk. 2008). Terlebih lagi, arsip penelitian yang terdahulu tidak mempertimbangkan dampak dari kompensasi pada kualitas audit dengan pengecualian yang jelas dari Archambeault dkk. (2008) yang membuktikan hubungan positif antara pembayaran saham ACM dan pernyataan kembali. Akhirnya, kami melanjutkan penelitian Mayhew dan pike(2004), yang memeriksa bagaimana pemilihan anggota auditor oleh para investor berdampak pada objekivitas auditor. Kami mengubah desaign mereka untuk mempertimbangakan objektivitas ACM, memperpanjang penelitian tentang mereka dengan

mempertimbangkan secara terpisah bagaimana pembayaran dikaitkan dengan investor sekarang melawan investor yang akan datang berdampak pada pembuat keputusan lebih memilih laporan yang bersifat dugaan. Tidak dengan penelitian arsip dan penelitian eksperimen yang mempunyai pembayaran yang diperiksa secara terpisah dikaitkan dengan minat dari current investor dan future investor. Kami menggunakan tiga treatment pada eksperimen kami. Pada treatment baseline, ACM hanya menerima kompensasi tunai. Pada dua treatment yang lainnya memasukkan kompensasi tunai di tambah kompensasi yang tidak terduga yang menyajarkan pembayaran berbasis saham. Pada treatment kedua(yaitu pada treatment sekarang), ACM menerima bonus berdasarkan pendapatan investor saat ini dari penjualan aset mereka. Pada dasarnya, kami menghubungkan pembayaran

ACM kepada shareholder saat ini dengan cara yang sama dengan mempunyai saham tidak terbatas atau pilihan saham yang diberi kuasa yang bisa dijual dengan segera. Pada treatment ketiga(yaitu treatment dimasa akan datang) , ACM menerima bonus berdasarkan pendapatan investor yang akan datang dari pembelian aset yang kurang dari nilai dasar mereka, yang serupa dengan hal memiliki pilihan saham yang tidak diberi kuasa saham terbatas. Kami mengamati level objektivitas ketika ACM menerima kompensasi tidak berbasis saham menurut investor yang akan datang. Hasil ini membedakan penelitian sebelumnya dimana peserta dalam pern yang sama cenderung mempengaruhi laporan terhadap bagian yang mempekerjakan mereka(Myhew dkk. 2001: Mayhew and Pike 2004). ACM tidak mempengaruhi laporan mereka terhadap current investor ada di treatment Baseline. Sebaliknya, ketika kita mengaitkan kompensasi ACM dengan pendapatan current investor atau future investor, ACM mempengaruhi laporan mereka. Khususnya, ketika pendapatan ACM dikaitkan dengan pendapatan current investor. Mereka dengan secara agresif mempengaruhi laporan dalam usaha yang jelas untuk meningkatkan harga penjualan dan hasil pendapatan para current investor. Dalam arti yang sama, ketika kami menghubungkan kompensasi ACM dengan pendapatan future investor, ACM secara sangat teliti mempengaruhi laporan mereka untuk mengurangi harga penjualan yang secara potensial meningkatkan pendapatan future investor pada pengeluaran current investor. Analisis berikutnya menyarankan current investor memcoba untuk menetralkan pengaruh ACM trehadap future investor dengan mempekerjakan siapa yang lebih sering setuju

dengan laporan mereka pada perlakuan yang akan datang. Muncul bahwa kompensasi ACM yang tidak pasti pada shareholder current atau sehareholder future kembali memimpin pada level tertinggi objektivitas ACM. Hasil ini muncul untuk menunjukkan perbedaan dengan sesuatu yang teah ditetapkan untuk pengawasan yang efektif dibawah teori agensi yang membutuhkan hubungan pembayaran para pengawas dengan para shareholder. Penelitian ini membuat tiga kontribusi penting. Pertama, kami membantu teori pengembangan ACM, menyediakan bukti yang menyarankan kompensasai berbasis saham bisa berdampak pada objektivitas ACM. Kedua, kami menyediakan bukti yang sesuai dengan penelitian arsip paralel (Archambeault dkk. 2008) yang menemukan pilihan saham ACM digabungkan dengan pernyataan kembali. Penelitian menggunakan trigonometri ini memperkuat dasardasar teori untuk mempertanyakan dampak dari kompensasi berbasis saham pada objektivitas ACM. Kami menunjukkan ini tidak hanya menerapkan pada kompensasi yang dikaitkan dengan investor current seperti pilihan saham yang diberi kuasa, tapi juga kompensasi yang dikaitkan dengan investor future seperti saham yang terbatas. Kompensasi yang dikaitkan dengan investor sekarang menunjukkan kearah laporan agresif yang lebih diinginkan dan kompensasi yang dikaitkan dengan investor future menghasilkan laporan konservatif yang diinginkan. Ketiga, kami memperluas keberadaan literatur eksperimen pada laporan yang bersifat biasa. Mayhew dan Pike ((2004) menemukan para auditor yang dipekerjakan oleh investor future lebih objektif daripada ketika dipekerjakan oleh manajemen. Penelitian mereka menyarankan bahwa dengan mengaitkan

pertanggungjawaban laporan lebih dekat kepada investor dapat menambah laporan objektif. Tulisan saat ini menunjukkan bahwa anggota panitia audit kurang objektif ketika kompensasi mereka dihubungkan dengan kembalinya investor current atau investor future. Pada bagian selanjutnya kami membuat garis besar latar belakang dan motivasi, diikuti oleh sebuah bagian yang menggambarkan pola eksperimen dan menjelaskan bagaimana pilihan pola kami membentuk kunci pembentukan daya tarik. Lalu kami mempresentasikan dan mendiskusikan hasil dari eksperimen diikuti dengan kesimpulan. II LATAR BELAKANG DAN MOTIVASI Dalam sebuah pidato pada tahun 1998, ketua dari Komisi Keamanan Dan Pasar Bursa (SEC) Arthur Levit menyatakan bahwa, panitia audit yang berkualifikasi, bertanggugjawab, independen, dan berpikiran teguh menunjukkan wali yang paling dipercaya pada daya tarik publik (Levitt 1998). Pada hal yang sama, Johnstone dkk. (2001) mengklaim bahwa, fungsi yang sesuai dari dewan direktur dan panitia audit seharusnya menyediakan sebuah solusi yang netral dan diinformasikan dengan baik antara para auditor dan managemen. Kedua pernyataan ini secara sekilas mengemukakan ide bahwa panitia audit independen bisa membantu auditor eksternal untuk tetap independen dan menambah kemungkinan laporan finansial yang objektif. Sarbanes-Oxley membentuk logika diatas dengan menempatkan

pertanggungjawaban untuk penunjukan, pembayaran, dan pengawasan auditor

pada pundak para panitia audit(sesi 301). Orang yang mengajukan usul dari hukum membantah bahwa auditor tidak bisa terlepas dari managemen jika mereka dipekerjakan dan diberhentikan oleh manageman(Bazerman dkk. 1997). Sesuai dengan pandangan ini, penelitian eksperimen yang terdahulu menyarankan bahwa kebebasan auditor bersifat sensitif jika investor atau manager mempekerjakan auditor tersebut(Mayhew dan Pike 2004). Bagaimanapun, secara relatif ada sedikit perhatian teoritis terhadap objetivitas ACM. Teori objektivitas ACM bukannya tidak penting. Ada Muncul sebagai ketidaksamaan yang logis antara apa yang dikira optimal untuk mempertahankan kebebasan auditor dan apa yang dikira optimal untuk panitia audit yang mengawasi auditor. Standar profesional melarang auditor untuk mempunyai saham dalam perusahaan tersebut yang mereka audit untuk mempertahankan kebebasan mereka (AICPA 2007). Beberapa teoritikus juga menyarankan bahwa direktur, termasuk ACM, seharusnya memegang saham pada perusahaan yang mereka awasi untuk menyesuaikan pembayaran mereka dengan shareholder(Fama dan Jensen, 1983; Williamson 1984 ; Monks dan Minow 2001). Bagaimanapun , diberikan logika agar auditor tidak mempunyai saham , terlihat rasional untuk menerapkan logika yang sama terhadap ACM. Jika mempunyai saham bisa mempengruhi auditor dan managemen, itu terlihat beralasan untuk menyimpulkan bahwa hal itu juga bisa mempengaruhi seorang ACM. Ketidaksamaan muncul karena ACM secara potensial punya perselisihan pertanggungjawaban. Sebagaimana anggota dewan direktur, ACM mengawasi (1) dewan direksi, strategi, dan operasi perusahaan, sebagaimana (2)

kecenderungannya mengabulkan perintah hukum, peraturan-peraturan, dan standar, termasuk laporan finansial. Pembayaran yang mengoptimasikan sebuah pertanggungjawaban bisa berselisih dengan pembayaran yang mengoptimasikan pertanggungjawaban lainnya. Studi saat ini menggunakan lingkungan eksperimen yang fokus pada objektivitas ACM dalam menagawasi laporan, terhadap akhir dari pendirian keteraturan empiris untuk membantu teoritikus dalam

mengembangkan teori objektivitas ACM yang lebih lengkap. Diberikan penekanan yang dimulai kembali pada pertanggungjawaban panitia audit untuk mengatur audit, kami percaya penelitian bisa menilai dampak dari skema pembayaran yang berbeda pada objektivitas ACM dibutuhkan. Kami memeriksa jika ada perbedaan-perbedaan dalam kompensasi ACM menciptakan sesuatu hal untuk tujuan yang lebih diinginkan, laporan finansial yang tidak bersifat biasa. Seperti para manager, kompensasi ACM secara khususnya terdiri dari dua bentuk kompensasi: kompesasi tunai langsung dan kompensasi berbasis saham. Kompensasi ACM bisa mempengaruhi lapornan finalsial yang lebih diinginkan, dan yang lebih diinginkan tersebut bisa mempengaruhi audit. Kompensasi tunai langsung tidak menciptakan pembayaran langsung untuk lebih memilih laporan yang bersifat dugaan. Bagaimanapun, itu bisa punya efek tidak langsung jika anggota panitia audit dibawah kontrak kompensasi pasti percaya bahwa perjanjian akan datang dengan panitia audit tergantung pada laporan yang bersifat biasa. Ini kurang jelas jika kompensasi berbasis saham menuntun kearah laporan yang bersifat dugaan. Beberapa studi menyarankan bahwa menyediakan kompensasi

berbasis

saham

kepada

anggota

dewan

meningkatkan

pelaksanaan

perusahaan(Fich dan Shivdasani 2005). Bagaimanapun, kompensasi berbasis saham juga punya potensi untuk mempengaruhi hal yang lebih diinginkan ACM dalam cara yang sama bahwa berbasis saham menyediakan pembayaran untuk para manager untuk melaporkan informasi yang bersifat dugaan. Contohnya, Byard dan Li (2005) menemukan bahwa dewan direktur dibayar dengan level saham yang lebih tinggi mungkin kurang membatasi pengaturan waktu berita seputar pemenuhan periode opsi saham para manager yang bersifat oportunistis. III POLA EKSPERIMEN Study kami adalah perluasan dari pola eksperimen Mayhew dan Pike (2005). Tidak seperti Mayhew dan Pike, yang fokus pada keputusan auditor, kami memperlakukan auditor sebagai teknologi yang teratur(tapi tidak sempurna). Pola kami fokus pada pengamatan dan penilaian terhadap apa yang lebih diinginkan ACM secara individual untuk laporan yang bersifat biasa. Kami secara intents fokus pada apa yang lebih diinginkan untuk laporan yang bersifat biasa dan melewatkan keputusan yang berhubungan dengan pengawasan operasi

managemen dan pembuatan keputusan. Pola kami menangkap inti dari proses keputusan ACM dengan menghormati objektivitas dari laporan

finansial(Swieringa dan Wieck 1982). Penggunaan pasar mirip dengan apa yang dipelajari pada penelitian sebelumnya( seperti Dopuch dkk. 1989; Mayhew 2001; Mayhew dkk. 2001; Mayhew dan Pike 2004) memperkuat kesimpulan kami.

Pola kami membentuk empat kekuatan kunci yang menfasilitasi pembangunan pemahaman yang lebih baik dari objektivitas ACM. Pertama, kami menggunakan tipe aktor yang beragam( seperti, ACM, invetor saat ini, dan investor masa depan) yang secara strategis berinteraksi dalam eksperimen ini. Pendekatan analisis secara umum tersedia ntuk menyediakan solusi unik untuk lingkungan kompleks seperti itu. Eksperimen kami memperbolehkan kami untuk membuktikan keteraturan empiris dari interaksi-interaksi kompleks ini yang bisa memudahkan pengembangan teori. Kedua, kami secara langsung mengamati pelanggaran objektivitas ACM. Terlebih lagi, wakil yang dipekerjakan, proses penambahan dan pernyataan kembali yang bebas, adalah produk bersama dari para manager, para auditor, dan para ACM seperti itu sulit untuk menetapkan

pertanggugjawaban untuk hasil yang diamati. Ketiga, kami menggunakan periode eksperimen yang beragam untuk memperbolehkan para peserta belajar dan membentuk pasar yang dinamis. Pada akhirnya, kami memanipulasi pembayaran berbasis saham untuk secara terpisah memperkirakan hubungan dengan kembalinya shareholder saat ini dan shareholder yang akan datang. Perbandingan seperti ini sulit pada lingkungan arsip ketika itu bisa menjadi sulit untuk mengidentifikasi dan menilai pembayaran ACM yang berbasis saham. Kami melaksanakan dua pasar beragam periode pada setiap bagian dan enam bagian bebas dalam tiap perlakuan. Peserta dibayar untuk kedua pasar, tapi kami hanya menggunakan pasar kedua pada analisis kami, walaupun pasar pertama mengarah pada kesimpulan yang sama. Pasar pertama memperolehkan peserta untuk belajar secara sepenuhnya tentang lingkungan tersebut. Perlakuan Baseline

mengikuti tahap-tahap yang dibuat garis besar dibawah ini pada tiap periode. Tiap langkah memasukkan penjelasan yang jelas dari tujuan eksperimen yang di garis miring. Kami memberitahu peserta pasar akan pasti berakhir dalam 20 periode, dengan 20 persen kesempatan bahwa jika ada periode selanjutnya akan menjadi periode terakhir, tapi akhir periode itu ditetapkan terlebih dahulu untuk eksperimen. Kami secara acak memilih dan bertahap akhir dari periode menggunakan kemungkinan yang digambarkan, dalam cara yang sama seperti King (1996). Panitia audit dalam studi kami adalah seorang pembuat keputusan yang bersifat individu. Kami membahas implikasi keputusan pada bagian hasil penelitian. 1. Tiga individu ACM memasukkan harga pada tiap tiga investor saat ini( seperti, penjual) untuk melayani sebagai panitia audit investor. Seorang ACM bisa melayani lebih dari satu investor current pada tiap priode. Para ACM menawarkan dari 0 sampai 1,000 dan bisa menawarkan secara berbeda antara para investor. Kami mengubah langkah ini pada bagian independen 4, 5, dan 6 dari tiap perlakuan. Pada bagian 46, ACM dibayar dengan biaya yang telah ditetapkan dari 60 ketika dipilih oleh investor current. Seorang ACM yang tidak terpilih menerima 10. Penawaran beragam pada tiap investor current menciptkan kompetisi antara anggota yang berpotensial dalam kompensasi dan kualitas. Pembayaran kepada anggota yag tidak terpilih menciptakan harga oportunitas yang terkontrol dan menghasilkan potensi untuk peserta untuk mendapatka laba akuntansi( Mayhew and Pike 2004). Kami percaya penawaran untuk posisi panitia adala beralasan, walaupun tidak tepat,

pengartian dari bagaimana anggota panitia audit mendapatkan posisi mereka. Biaya yang sudah ditetapkan digunakan pada bagian peta 46 secara langsung pada penawaran pasar yang telah ditempatkan dimana perusahaan menawarka posisi panitia audit kepada induvidu. Dalam eksperimen ini, reputasi ACM berdasarkan objektivitas yang lalu

menunjukkan suatu penilaian kualitas yang bisa mempengruhi keputusan investor current untuk mempekerjakan. 2. Tiap investor saat ini mempunyai hasil dari proses produksi yang mahal yang mereka jual kepada investor future( seperti pembeli). Proses itu

menghasilakan sebuah aset dengan nilai 1,000 50 persen dari wktu, dan nilai dari 400 yang lain 50 persen dari waktu pada harga 120. Pada Mayhew dan Pike (2004), seorang manager membuat sebuah keputusan investasi pada langkah ini. Kami mencontohkan aktor ini sebagai investor current yang tidak mengontrol keputusan investasi nya, tapi bisa mempunyai sesuatu yang lebih diinginkan tentang laporan nilai. Pengembalian yng tidak pasti terhadap investasi menciptakan resiko dan informasi yang asimetri antara para peserta. 3. Setiap investor current memilih seorang ACM. Setiap investor current bisa mempekerjakan siapapun ( dan Cuma satu orang) dari para ACM yang tersedia, dan tidak ada penukaran biaya untuk merubah dari pilihan periode yang sebelumnya. Seorang ACM bisa melayani lebih dari satu investor current. Investor current memperlihatkan nilai aset sebanyak 1,000 kepada keempat investor future. Semua nilai aset dilaporkan sebanyak 1,000

berdasarkan asumsi bahwa investor current selalu punya setidaknya sebuah hal lemah yang diinginkan untuk melaporkan nilai setinggi-tinggi mungkin. Karena tidak menunjukkan nilai rendah sebagaimana yang tinggi, kami menciptakan sebuah peran untuk ACM untuk mengawasi informasi yang didapatkan dari pasar. 4. Para ACM membuat sebuah harga dari 40 untuk memeriksa kembali hasil audit tersebut. Robot auditor melaporkan Tinggi( contohnya, 1,000) atau Rendah ( contohnya, 400) kepada ACM. Laporn auditor benar(salah) 80 persen (20 persen) dari waktu untuk setiap aset. Harga ini mewakilkan usaha marginal yang penting untuk mengawasi auditor tersebutdan proses pengadilan terbuka yang diinginkan. Kemungkinan bahwa informasi yang diterima oleh ACM adalah benar menyediakan seorang wakil untuk resiko audit dan ketidakpastian akuntansi. 5. Setiap ACM yang terpilih menetapkan laporan auditor robot yang akan keluar. Laporan tersebut setuju atau tidak setuju dengan pernyataan 1,000 investor yang sekarang. Kami menganggap bahwa seorang ACM, dalam mengawasi auditornya, bisa mempengaruhi objektivitas laporan. Mayhew dan Pike (2004) menunjukkan auditor sering mempengaruhi laporannya terhadap kelompok yang lebih ingin mempekerjakannya. Laporan pilihan ACM mewakilkan pengaruh ACM terhadap auditor, sebagaimana kemungkinan dari opini belanja. Keputusan ini menciptakan pengamatan kami terhadap objektivitas para ACM.

6. Semua investor future yang berpotensi secara bersamaan menerima informasi berikutnya untuk setip aset: pernyataan(selalu 1000), identifikasi dari ACM yang melayani investor current, jika laporan audit setuju atau tidak setuju dengan pernyataan itu, dan biaya dibayar kepada anggota panitia. Investor future bisa menggunakan informasi ini untuk mengembangkan sebuah penawaran untuk aset. Nomor identifikasi Para ACM memperbolehkan ACM untuk membentuk reputasi untuk laporan objektif dengan kumpulan investor future yang berpotensi. 7. Setiap investor future yang berpotensi menawaran pada setiap aset investor yang current dalam pelelangan harga pertama penawaran yang berstempel. Setiap investor future yang berpotensi menawar dari 0 sampai 1,000 dan bisa menawar secara berbeda kepada tiga aset investor current yang terjual pada tiap periode. Memenangkan para penawar mendatangkan perbedaan antara tawaran mereka dan nilai aset yang yang sebenarnya. Untuk setiap periode, investor masa depan yang berpotensi yang tidak membeli aset apapun mendapatkan 40. Kami menggunakan pelelangan harga pertama untuk kesederhanaan. Ini memperkirakan sebuah pelelangan permintaan terbuka menurut jumlah penawar(4) dan harga biasa dari aset itu. Pembayaran dari kepada investor future yang berpotensi yang tidak membeli aset-aset menciptakan harga opportunity yang terkontrol dan potensihasil untuk peserta untuk mendapatkeuntungan akuntansi. Penawaran investor future yang berpotensi menyediakan informasi tentang kredibilitas yang disediakan oleh ACM.

8. Semua ACM, investor current, dan investor future mengamati informasi berikutnya untuk setiap aset: penawaran investor future yang menang, nilai yang diungkapkan, laporan auditor yang dipilih oleh ACM (setuju atau tidak setuju), nomor induk ACM, dan nilai aset sebenarnya. Disamping itu, di tiap periode kami sediakan sebuah ringkasan dari berapa kali tiap aset telah melayani dan berapa kali setiap aset telah digabungkan dengan laporan yang salah. Semua aktor menerima informasi yang sama. Ringkasan informasi tentang pelaksanaan ACM mempermudah simpanan catatan untuk investor yang sekarang dan future investor. Informasi diterima oleh current investor dan future investor mengenai ketepatan laporan para ACM, bisa digunakan untuk menilai reputasi ACM untuk objektivitas. Reputasi ACM nantinya bisa digunakan oleh current investor ketika mempekerjakan seorang ACM, dan oleh future investor ketika menawarkan aset yang dilaporkan oleh ACM. Kami secara rahasia memberitahukan laju pasar bursa yang sudah pasti tapi beragam pada tiap jenis aktor. Laju pasar bursa berderet dari $3.33 sampai $16.00 per E$1,000 untuk mengimbangi pembayaran terhadap dolar antara treatment dan jenis aktor. Kami menghadiahkan para current investor dan ACM dengan E$400 dan future investor dengan E$3,600 untuk memulai setiap pasar. Baseline treaatment mendirikan kasus dasar yang mana para ACM menerima tawaran yang diterima atau kompensasi yang pasti untuk melayani sebagai seorang ACM tapi tidak ada kompensasi berbasis saham. Kami melaporkan dua treatment yang berbeda yang merubah pola Baseline, sebuah treatment bagi shareholder yang sekarang(Current) dan treatment bagi future

shareholder(Future). Kami mendesain treatment kompensasi berbasis saham untuk menetapkan dasar pembayaran yang dihadapi oleh para ACM independen. Perbedaan nya disebutkan di bawah ini: Current. Sama seperti Baseline kecuali bahwa penambahan terhadap kompensasi tunai, ACM menerima sebuah bonus sama dengan 25 persen dari keuntungan current investor pada akhir periode karena di ACM nya. Bonus ini menyesuaikan pembayaran ACM dengan minat dari para current investor Future Sama seperti Baseline kecuali bahwa ACM nya menerima sebuah bunus yang sama dengan 25 persen dari kentungan pembeli (seperti, future investor) pada aset karena dia adalah ACM nya. Bonus ini menyesuaikan pembayaran ACM dengan minat para future investor. Dalam pola kami, Para ACM mengawasi dan mengeluarkan laporan-laporan finansial. Teori agensi menyarankan bahwa pengawasan seperti itu adalah yang sangat efektif ketika pembayaran untuk yang mengawasi disesuaikan dengan para shareholder( Archambeault dkk. 2008). Pandangan yang berdasarkan agensi ini menyarankan kompensasi berbasis saham seharusnya meningkatkan laporan yang bersifat objektif. Sedangkan pandangan agensi menyarankan kompensasi berbasis saham seharusnya menambah laporan objektif, penelitian sebelumnya dengan penelitian yang berhubungan dengan pola menyarankan hasil berpotensi lainnya. Penelitian sebelumnya telah memeriksa pelanggaran objektivitas pada lingkungan yang sama ( Mayhew dkk. 2001; Mayhew and Pike 2004). Lingkungan multi periode dikombinasikan dengan akhir perioe yang tidak pasti menghalangi

identifikasi dari Nash equilibrium yang khas; bagaimanapun, penelitian sebelumnya telah membangun beberapa keteraturan empiris. Dua strategi equilibria murni yang paling biasa yang diamati pada penelitian sebelumnya adalah (1) sebuah lemon equilibrium yang mana yang mengeluarkan laporan( seperti, ACM) tidak memiliki kredibilitas dengan investor future yang berpotensi dan kemudian laporan tidak mempengaruhi penawaran atau harga akhir; dan (2) sebuah reputasi equilibrium yang mana reporter secara objektif mengeluarkan laporan yang memperlihatkan informasinya tentang aset current investor; dan harga merefleksikan nilai yang tersirat oleh kedua laporan ACM yang dikeluarkan auditor, dan proses audit/laporang yang diketahui secara tidak pasti (lihat Mayhew dkk. [2001] untuk spesifikasi yang lebih lengkap). Faktor institusional dan konstektual timbul untuk menjalankan equilibrium yang mana yang lebih mungkin untuk berkembang secara perlahan-lahan. Mayhew dkk. (2001) menemukan bahwa ilmu biasa dari auditor kurang informasi yang sempurna tentang nilai-nilai aset mengarah kepada bentuk lemon equilibrium. Mayhew dan Pike (2004) menemukan bahwa penyewaan future investor mengarah kepada laporan yang lebih objektif, sesuai dengan sebuah equilibrium reputasi, daripada ketika manager mempekerjakan auditor. Sama dengan dua studi sebelumnya ini, eksperimen yang sekarang memasukkan ilmu biasa bahwa ACM tidak menerima informasi lengkap tentang nilai aset dari auditor. Akan tetapi, investor tidak boleh dengan lengkap mengartikan laporan error ACM adalah biasa. Perbedaan yang utama pada studi yang sekarang adalah pemasukkan

kompensasi berbasis saham dan pemindahan peran auditor dengan seorang ACM yang dipekerjakan oleh curreent investor. Kami dengan jelas mendiskusikan strategi-strategi yang berpotensi dan keyakinan dari setiap jenis aktor untuk menyediakan beberapa pengertian yang mendalam kedalam dampak potensial dari treatmen-treatment kami. Pertama, future investor menawarkan aset dalam pelelangan harga pertama. Future investor menngevaluasi jika laporan ACM berisi informasi yang tidak mengandung dugaan tentang nilai aset dan tingkat yang mana mereka akan mempercayai atau mengabaikan laporan itu. Ketika future investore mengabaikan laporan ACM, penawaran mereka akan merefleksikan nilai utama yang diinginkan dari aset kurang dari harga opporunity mereka. Dalam lingkungan kami, nilai yang diinginkan dari aset adalah 700 dan harga opportunity nya adalah 40 ( yaitu., 660). Laporan objektif ACM yang lengkap akan benar 80 persen pada waktu itu. Hasilnya, future investor yang sepenuhnya mempercayai laporan itu akan menawar 840 untuk sebuah aset dengan laporan yang tinggi (yaitu setuju) dan 480 untuk sebuah aset dengan laporan yang rendah( yaitu tidak setuju). Kegagalan untuk mendirikan laporan ACM yang akurat bisa menjadi dalam diatas penawaran atau dibawah penawaran relatif terhadap yang lainnya yang secara benar menilai ketepatan yang diinginkan dari laporan itu. Secara umum, proses penawaran kompetitif seharusnya mengakibatkan penawaran yang berhasil yang

memperkirakan nilai aset yang diinginkan, persyaratan pada laporan ACM dan ketepatan yang lalu. Penawaran yang berhasil menyediakan suatu penilaian dari persepsi future invetor terhadap objektivitas ACM.

Kedua,

current

investor

mencoba

memaksimalkan

keuntungan

dengan

memaksimalkan harga-harga penjualan aset-aset mereka. Dalam lingkungan kami, tiap current investor harus melaporkan nilai aset senilai 1000, jadi satu-satunya cara untuk current investor mempengaruhi harga penjualan adalah dengan melalui ACM yang dipekerjakan. Seorang ACM yang lebih objektif menghasilkan penawaran current investor yang lebih secara akurat merefleksikan nilai aset. Sementara ketepatan laporan berdampak pada penawaran, ia juga berdampak pada kemungkinan laporan yang tinggi atau yang rendah yang akan dikeluarkan, yang mana juga akan berdampak pada penawaran. Oleh karena itu, kami mengharap future investor menawarkan untuk mananggapi ketepatan laporan dan jenis laporan. Hasilnya, tidak begitu jelas bagaimana current investor akan mencari untuk menggunakan ACM untuk mempengaruhi penawaran. Usaha untuk mempekerjakan para ACM yang dipengaruhi (yaitu agresif) bisa mengarah kepada lebih banyak laporan tinggi yang dikeluarkan, tapi pada waktu yang sama akan secara umum mengakibatkan kurang kepercayaan pada laporan tinggi dan oleh karena itu penawaran yang lebih rendah pada laporan tinggi. Kami secara sengaja memilih pembayaran yang berbeda untuk current investor daripada penelitian sebelumnya. Mayhew dan Pike (2004) mencontohkan aktor ini sebagai manager yang juga mempunyai sebuah keputusan investasi. Keputusan investasi tersebut menciptakan pembayaran untuk manager mempekerjakan lebih banyak auditor yang memiliki nama baik atau handal untuk memisahkan diri mereka sendiri yang membuat nilai keputusan investasi yang rendah. Manager menetpkan surplus dari investasi yang lebih tinggi melalui reabilitas yang meningkat dari

laporan manager yang disediakan oleh auditor yang handal(Mayhew 2001). Bagaimanapun juga, penelitian sebelumnya menyarankan bahwa daripada pembayaran yang meningkat untk mempekerjakan auditor yang handal, manager sering meminta auditor yang dipengaruhi (Mayhew 2001; Mayhew dkk. 2001). Dalam lingkungan kami, current investor menyajarkan aktor manager dalam penelitian sebelumnya, akan tetapi current investor tidak mengontrol keputusan investasi. Mereka hanya mengontrol seleksi panitia audit. Current investor tidak mempunyai bayaran untuk mempekerjakan seorang ACM dengan reputasi untuk objektivitas untuk memisahkan diri mereka sendiri dari current investor lainnya. Pilihan pola ini memperboleh kan kita untuk fokus kepada keputusan laporan ACM. Pemindahan keputusan investasi juga menciptakan tensi with menghormati tingkah laku yang diinginkan. Dengan memindahkan keputusan investasi, kita mengurangi motivasi investor untuk lebih memilih laporan yang objektif. Kami menginginkan ini untuk meningkatkan motivasi current investor mempekerjakan para ACM yang bisa dipengaruhi. Bagaimanapun juga, current investor tidak memilih antara rendah dn tingginya harga investasi untuk mempertahankan aset tetap untuk di jual. Hasilnya, mereka kurang mempunyai alasan strategis untuk mencoba membohongi future investor dalam usaha untuk mengurangi harga investasi. Ketiga, para ACM berpotensi menghadapi perselisihan pembayaran. Yaitu, tindakan yang dapat mempekerjakan para ACM tidak perlu memaksimalkan pembayaran ACM priode sekarang. Para ACM tidak bisa mendapatkan

keuntungan tanpa dipekerjakan. Bagimanapun, sekali dipekerjakan, para ACM bisa memilih untuk memaksimalkan kesejahteraan periode sekarang mereka (hasil dari kompensasi berbasis saham periode sekarang) dengan membuat keputusan laporan yang bisa mengurangi kemungkinan dipekerjakan di masa yang akan datang. Pada treatment dimana kompensasi ACM termasuk kompensasi berbasis saham, penghasilan ACM sekarang tergantung kepada pendapatan current atau future investor. Para ACM bisa memilih untuk mempengaruhi laporan mereka dengan cara yang meningkatkan potensi pendapatan dari investor yang mereka sesuaikan melalui pembayaran berbasis saham. Pada treatment baseline, tujuan utama para ACM adalah untuk dapat dipekerjakan oleh current investor. Para ACM di baseline mempunyai pembayaran tidak langsung untuk mempengaruhi laporan terhadap current investor berdasarkan pilihan current investor untuk mempekerjkan para ACM. ACM pada current traetment mempunyai pembayaran langsung dan tidak langsung sekaligus, untuk mempengaruhi laporan terhadap current investor. Tiap ACM dipekerjakan oleh seorang current investor dan menerima bayaran tambahan berdasarkan keuntungan current investor. Para ACM di future treatment punya perselisihan pembayaran. Para ACM punya pembayaran yang tidak lngsung untuk mempengaruhi laporan terhadap currentinvestor yang mempekerjakan para ACM itu dan sebuah pembayaran langsung mempengaruhi laporan terhadap future investor berdasarkan bayaran tambahan yang dikaitkan dengan keuntungan future investor. Harapan kami yang pertama adalah dua perselisihan pembayaran ini akan mengimbangi, jadi menghasilkan objectivitas ACM pada level tertinggi.

Sementara diskusi diatas menyarankan hipotesis yang mengarah, kami ragu untuk membuat prediksi yang kuat karena tidak ada equilibrium yang khas dan pembayaran curret investor ketika mempkerjakan ACM tidak jelas. Tapi, kami menginvestigasi pernyataan umum bahwa treatments akan menghasilkan perbedaan-perbedaan dalam objektivitas ACM. IV. Hasil Kami melaksanakan enam sesi independen dari tiap tiga treatment. Setiap bagian mempuyai peserta yang khas dalam setiap pola. Kami menganalisa pasar kedua dari setiap sesi . kami melakuakan data pada level pasar untuk setiap treatment independen, sementara kami memperlakuakan setiap individu dalam sebuah pasar sebagai non independen. Kami menyesuaikan untuk kelompok-kelompok analisis untuk menghitung kurangnya kebebasan antara individu ACM pada pasar yang diberikan. Sesi 1, 2, dan 3 pada setiap treatment menggunakan penawaran kompetitif degan ACM menjadi ACM investor current. Pada sese 4, 5, da 6 investor current memilih tiga yang ACM yang tersedia untuk biaya yang terbatas E$60. Perbedaan ini tida mempengaruhi apapun dari hasil penelitian kami, jadi kmi tida menghitungnya dalam analisis kami Semua peserta memerima lima dolar sebagai biaya penampilan dan sampai 2,5$ untuk menjawab dengan benar sepuluh pertanyaaan quis pada instruksi untuk memotivasi pehatian peserta. Ketika merekrut subjek , kami menyarankan kepada peserta bahwa merka bisa mendapatkan, rata-rata, sepuluh dolar sampai 12$ perjam sesi berakhir kira-kira 2,5 jam. Peserta mendapatkan, rat-rata, 34,73 $

persesi. peserta dan sesi biaya yang telah diatur mendapatkan kurang dari 32,32 $ dari seluruh rata-rata dan dlam sesi penawaran lebih dari 37,14 $. Pertanyaan utama kami adalah jika, sejauh mana, dan seberapa, objektivitas pelanggaran yang dibedakan oleh treatment. Tabel I menyimpulkan, dengan treatment , objektivitas pelanggaran untuk setiap sesi . Setiap sesi terdiri dari tiga ACM yang berpartisifasi dalam 23 Periode , untuk total dari 69 pengamatan. Kami mengklasifikasikan sebuah pengamatan sebagai sebuah pelanggaran jika ACM mengeluarkan sebuah laporan yang membedakan dari hasil audit yang diamati oleh ACM. Kami memisahakan pelanggaran kedalam dua jenis , agresif dan konserfatif. Keduanya memberkan laporan yang bersifat bias. pelanggaran agresif muncul ketika ACM setuju dengan laporan 1,000 ketika hasil audit menunjukkan rendah. Pelangaran yang konserfatif muncul ketika ACM setuju atau tidak setuju dengan laporan 1,0000 untuk merefleksikan hasil audit yang diamati, tidak ada pelanggaran Statistik diskriptif pada tabel I menunjukkan variasi dalam tingkah laku antara treatment. pasar Baseline rata-rata 6,04 persen pelanggaran dan semua tapi 1 yang menjadi pelanggaran yang aggresif. Pelanggaran agresif memberikan keuntungan secara potensial untuk Current investor dengan melaporkan nilai aset setinggi ketika hasil audit berkata rendah. pasar current rata-rata mempunyai 29,47 persen pelanggaran. Semua tapi 2 dari 122 pelanggaran dikatakan agesif dan menguntungkan current investor. akhirnya pasar Future rata-rata mempunyai 24,64 persen pelanggaran . sesuai dengan diskusi kita diatas tentang perselisihan pembayaran untuk ACM pada tretment yang akan datang , kami mengamati ke 2

pelanggaran agresif dan konsevatif dalam pasar-pasar ini. jumlah pelanggaran konservatif pada setiap sesi future lebih besar dari pada sesi lainnya dalam 2 treatment yang lain. Pelanggaran agresif dan konservatif hanya bisa muncul pada kondisi tertentu . pelanggaran agresif hanya bisa muncul ketika auditor robot memberi tanda kepada ACM bahwa asetnya rendah. Kami menilai pelanggaran agresif dalam jumlah pelanggaran agresif yang dibagi dengan jumlah sinyal audit yang rendah pelanggaran konserfatif hanya bisa muncul ketika auditor memberi sinyal bahwa aset tingggi, jadi pelanggaran konservatif sama dengan jumlah pelanggaran konservatif dibagi dengan audit yang tinggi. Kami menghitung pelangaran berdasarkan kesempatn untuk menentukan setiap jenis pelanggaran pada kolom terakhir dalam tabel 1. Proses pennyesuaian ini meningkatkan pelangaran agresif sampai 60 persen dalam curent treatment, dan pelanggaran konservatif dalam future treatment sampai 29,26 persen Tabel 2, panel A melaporkan dalam analisis varian, dan panel B menyediakan tes yang berbeda diantara treatment. kami membandingkan agresif, konserfatif, dan total pelanggaran yang dipisahkan. pertama pada beseline, kami melihat jumlah pelanggaran yang lebih sedikit dibandingkan yang current

TABEL 1

kompensasi Baseline ACM terdiri dari hanya biaya kontrak yang sudah pasti;

kompensasi current-treatment ACM terdiri dari biaya kontrak yang sudah pasti ditambah bonus berdasarkan keuntungan penjual; dan kompensasi future treatment ACM terdiri dari biaya konrak yang sudah pasti ditambah bonus berdasarkan keuntungan pembeli
b

sebuah pelanggaran agresif didefinisikan sebagai sebuah laporan ACM dari

1,000, setuju setelah tes pengamatan menghasilkan penunjukkan yang rendah (400), dan sebuah pelanggaran konservatif didefinisikan sebagai laporan ACM dari 1,000 tidak setuju setelah tes pengamatan menunjukkan tinggi.
c

pelanggaran/kesempatan

berpotensi

lebih

informatif

daripada

presentase

pelanggaran menurut jumlah kasar pelanggaran. Itu sama dengan pelanggaran sebagai presentase dari kesempatan untuk melakukan sebuah pelanggaran. ACM hanya memiliki kesempatan untuk memperlihatkan bias nya terhadap shareholder current(yaitu laporan konservtif) ketika ACM menerima informasi bahwa nilai sedang tinggi ( yaitu, 1000)

TABEL 2

(P=003) atau future (p=005). penemuan ini menunjukan bahwa kompensasi yang berbasis saham menghasilkan laporan yang lebih bersifat bias dari pada kompensasi tunai langsung. kedua, kami melihat pelanggaran terbanyak terjadi di current. pelanggaran agresif current secara signifikan lebih dari Baseline (P=001) atau future (P=019). Itu muncul ketika mengaitkan dengan kompensasi ACM

dengan shareholder yang menghasilkan laporan agresif yang lebih diingginkan. perbedaan dalam pelanggaran agresif antara Baseline dan Future (P=380) tidak signifikan. akhirnya future menghasilkan mayoritas dari pelanggaran konservatif. presentase dari pelanggaran konservatif secara statistic lebih besar dari Baseline atau current treatment (P<001) kami juga memeriksa jika pelanggaran bervariasi tiap waktu dalam satu sesi. kami menemukan tidak adanya bukti yang signifikan diantara 23 periode. kesimpulannya treatment kami membuktikan bahwa kompetesi berbasis saham menghasilkan ACM yang mempengaruhi laporan atas dasar kompetesi berbasi saham. pembayaran dikaitkan dengan investor current meningkatkan hal yang mereka inginkan untuk laporan financial agresif sementara pembayaran yang dikaitkan dengan investore future meningkatkan apa yang di ingikan ACM untuk laporan konservatif beberapa mengajukan, kopensasi tunai menghasilkan laporan yang objektif walaupun investore current memperkerjakan ACM. Kelompok Versus Individu Dalam Mengambil Keputusan Eksperimen kami focus pada yang lebih diinginkan oleh individu pembuat keputusan untuk laporan financial yang bersifat bias. bagaimanapun panitia audit adalah kelompok individu yang membuat keputusan yang berhubungan dengan audit. ada literature yang luas pada bagaimana kelompok pengambil keputusan secara sistematis berbeda dari setiap individu dari anggota mereka. literature merujuk kepada fenomena ini sebagai giliran kerja yang beresiko atau lebih umum polarisasi kelompok sejak giliran kerja bisa diarahkan kepada hal yang

lebih diwaspadai. pada dasarnya literature menyarankan bahwa kelompok diskusi sering memperkuat individu atau keyakinan yang mengarah kepada keputusan kelompok yang lebih exstrim dari pada yang disarankan denga mengambil ratarata apa yang diinginan individu. literature ini menyarankan kita mungkin menyatakana perbedaan antara treatment dengan melihat pada individu dari pada kelompok. jika laporan yang bersifat bias menunjukkan sebuah resiko, lalu kelompok dibuat dengan hal yag lebih mudah untuk membuat laporan yang bersifat bias karena akan lebih mungkin untuk mempegaruhi laporan mereka dari pada individu yang membuat kelompok kami mengamati seluruh laporan yang bersifat bias dalam current dan future treatment keputusan individu menunjukkan bahwa dalam current dan future treatment, 29 dari 36 ACM menunjukkan dan 16 dari 29 mempengaruhi laporan mereka lebih dari 50% dari Oportunity Mereka. sebaliknya, dam treatment Baseline 10 dari 18 ACM tidak pernah memperlihatkan bias, dan 8 dari itu yang melakukkannya, hanya satu melmpaui50% dari Oportunitasnya. ini menyarankan bahwa current dan future treatment, kelompok polaritas akan meningkatkan jumlah laporan yang bersifat bias, sementara Baseline akan mungkin menurunkan biasnya. jadi, kami percaya kegunaan dari panitia akan menghasilkan hasil yang lebih kuat dari pada pendekatan yang berbasis individu. Perbandingan dengan Mayhew dan Pike(2004) Sesi ini dengan jelas menghubungkan penelitian ini dengan Mayhew dan Pike (2004). Kami mendesain eksperimen saat ini secara khusus untuk menetapkan inti

dari keputusan ACM dan yang lebih diinginkan, sementara desain Mayhew dan Pike menetapkan aspek kunci dari keputusan auditor. Bagaimanapun juga, kunci yang dibangun pada kedua tulisan adalah hal yang lebih diingikan pembuat keputusan untuk laporan finansial yang bersifat dugaan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh pelanggran objektivitas. Berdasarkan kemiripan yang dibangun diantara penelitian-penelitian ini, kami menawarkan beberpa pengamaatan. Pertama, perubahan dari seleksi manager oleh auditor pada Mayhew dan Pike (2004) dari current investor menyeleksi ACM merubah tindakan ACM dibandingkan dengan pilihan oleh auditor pada Mayhew dan Pike. Ini muncul bahwa pilihan investasi strategis dalam Mayhew dan Pike yang kami pindahkan adalah kunci ntuk membedakan antara mencontohkan dengan keputusan penyewaan sebagai satu oleh manager versus current investor. Hasilnya adalah laju Baseline dari pelanggaran dalam tulisan ini (6.04 persen) sebenarnya serupa (7.25 persen) kepada seleksi investor NMH treatment dala Mayhew dan Pike. Kedua tulisan ini menyarankan bahwa dipekerjakan oleh investor meningkatkan objektivitas selama tidak ada kompensasi berbasis saham. Kedua , Mayhew dan Pike (2004)hanya mengamati tiga individu pelanggaran konservatif, dan pelanggaran-pelanggaran yang muncul dalam dua treatmen yang berbeda. Sebaliknya kami mengamati tige atau lebih pelanggarankonservatif ( total 55) pada tiap enam sesi future. Bukti ini menguatkan kesimpulan yang dikaitkan secara langsung kompensasi ACM dengan future shareholder meningkatkan hay yang mereka lebih inginkan untuk laporan finasial yang dipengaruhisecar konservatif.

Tingkah Laku dan Sensitivitas Peserta Pasar Pada sesi ini, kami memeriksa tingkah laku dari individu peserta market. Kami secara khusus memperkirakan implikasi dari tindakan current dan future investor pada tingkah laku ACM, sebagaimana tingkah laku para ACM berdampak kepda investor. Tujuan dari analisis ini dua kali. Pertama, kami ingin memahami lebih baik pasar dinamis antr treatment. Kedua, kami ingin mengevaluasi jika tingkah laku aktor lainnya berdampak kepada pembuatan keputusan ACM daam cara yang tidak diinginkan. Ini membantu memastikan treatment mengakibatkan perbedaan pada tingkah laku ACM dari pada beberapa tingkah laku yang tidak biasa pada bagian current atau future investor. ACM memaksimalkan pendapatn di lingkungan kami dengan dipekerjakan oleh current investor. Kmi memeriksa jika laporan keputusan ACM sebelumnya mempengaruhi keputusan penyewaan. Srinivasan (2005) menyediakan bukti pernyataan finansial berikutnya dinyatakan kembali, anggota panitia audit mungkin kurang mempertahankan pada pernytaan kembali dewan perusahaan., dan mereka lebih mungkin meninggalkan dewan lainnya terutama ketika sulit menyatakan kembali. Penemuan ini menyarankan bahwa pada kasus ekstrim dari laporan finansial yang bias, para ACM dihukum oleh panitia audit pasar buruh. Bagaimanapun, kita tidak sadar adanya bukti pada dampak dari pendapatan managemen yang tidak sulit( seperti proses penambahan yang tidak normal) pda kesempatan kerja para ACM.

Kami menilai kemungkinan dari seorang ACM dipekerjakan berdasarkan catatannya di masa lalu mengenai ketepatan dan persetujuan dalam pasar dengan menjumlahkan persamaan(1):19 ######## Dimana Dipekerjakan= 1 jika ACM dipekerjakan pada periode sekarang, dan 0 kalau tidak; %ketepatan= presentase dari laporan yang akurat yag dikeluarkan oleh ACM melalui periode sebelumnya; %setuju= presenrase dari laporan yang setuju yang dikeluarkan oleh ACM melalui periode sebelumnya; Current= 1 jika ACM dibayar dengan bonus berdasarkan keuntungan current investor, dan 0 kalau tidak; Future= 1 jika ACM dibayar dengan bonus berdasarkan keuntungan future investor, dan 0 kalau tidak. Kami mengumpulakan data dari keseluruhan tiga treatment dan menggunakan istilah interaksi untuk memisahkan efek-efek dari dua treatmen pembayaran berbasis saham. Pendekatan ini mengizinkan kami untuk mengevaluasi prb edaan penyewaan diantara treatment. Kami memasukkan pengukuran ketepatan dan persetujuan dalam contoh yang sama. Pendekatan ini memperboleh kami untuk

memperkirakan reputasi para ACM untuk akurasi/ ketepatan sebagaimana keinginaan mereka untuk setuju dengan current inventor. Kedua penilaian ini berhubugan secara negatif ( r = -0.27). yaitu, level tinggi dari persetujuan ini umumnya akan mengakibatkan ACM menjadi kurang akurat. koefisien positif pada %ketepatan menyarankan current investor agar lebih memilih

mempekerjakan para ACM yang melaporkan secara akurat. Kami menggunakan akurasi dari pada total pelanggaran karena current investor tidaka bisa mengamati pelanggaran secara langsung disebabkan oleh informasi yang tidak lengkap yang diterima oleha para ACM. Ketepatan secara negatif terhubung dengan total pelanggaran (-0.85). kami akan mengamati koefisien positif pada %setuju ketika current investor lebih memilih mempekerjakan para ACM yang setuju dengan laporan mereka. Kami mengontrol untuk kurangnya kebebasan dalam sesi pasar individu dengan mengelompokkannya pada level pasar. Tabel 3 melaporkan hasil yang membentuk jumlah persamaan (1). The %akurat penilaian adalah secara positif digabungkan dengan menjadi disewa di Baseline. Bagaimanapun, interaksi antara %akurat dan kedua variabel treatment menyarankan bahwa akurasi tidak begitu penting ketika mempekerjakan ACM pada current dan future treatment. %akurat *istilah current interaction term ialah tidak signifikan pada level konvensioanal (p = 0.063), menyarankan yang diinginkan yang lebih rendah untuk para ACM yang akurat difuture treatment. Sebaliknya %setuju adalah tidak signifikan pada Baseline dan current treatment (p = 0.186, ) tapi signifikan pada future treatment (p = 0.018).20 positif koefisien

pada

%setuju

*future

menyarankan

bahwa

current

investor

dengan

mempekerjaakn para ACM yang setuju dengan laporan current investor. Perbedaan dalam mempekerjakaan yang lebih diinginkan antara treatment yang mungkin merefleksikan pilihan yang tersedia untuk current investor. Pada traetment Baseline, curren investor muncul untuk lebih memilih ACM akurat daripada ACM yang setuju. Sebagaimana yang deskripsikan sebelumnya, hasil ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pilihan investasi strategis yang dihadapi oleh current investor pada penelitian sebelumnya. Bagaimanapun, pada Baseline, sangat sedikit ACM yang secara teratur melanggar objektivitas mereka, jadi current investor punya sedikit pilihan ketika mencari ACM yang dapat dipengaruhi. Pada treatment yang berbasis saham, current punya kesempatan untuk mempekerjakan para ACM yang dapat dan melakukan demikian, tapi jangan punya banyak pilhan dari para ACM yang tidak dipengaruhi sesuai dengan penelitian eksperimen sebelumnya, kami mengizinkan pilihan para ACM dengan secara eksogeneus menentukan ACM reputasi untukpersetujuan dan akurasi.

TABEL 3
a

kami menggunakan pengelompokan untuk menganalisa hasilnya kare ada tiga

subyek di dalam tiap pasar, yang keputusannya tida independen satu sama lain, dan pengulangan keputusan oleh tiap subyek. Kami menggunakan pengukuran untuk menganalisa perbedaan pendapat, dengan penaksiran yang baik dari perbedaan pendapat itu dan koreksi untuk jumlah kelompok independen. Lihat stata 7(stata Corporation 2000, reference Q-st, hal 87) untuk lebih jelas.

p-nilai berdasarkan dua test yang berturut-turut.

Definisi variabel: Disewa = 1 jika penguji di pekerjakan pada periode sekarang dan 0 kalau tidak; %akuras i= rasio untuk semua periode sebelum periode sekarang dari penguji i mengeluarkan laporan yang akurat menurut jumlah berapa kali penguji i di sewa. %setuju = rasio untuk semua periode sebelum periode sekarang dari penguji i mengeluarkan sebuah laporan yang setuju dengan penjual menurut jumlah berapa kali penguji i di sewa. Current = variabel indikator sama dengan 1 jika kompensasi ACM terdiri dari bonus yang berdasarkan keuntungan penjual, dan 0 kalau tidak; Future = variabel indikator sama dengan 1 jika kompensasi ACM terdiri dari bonus yang berdasarkan keuntungan pembeli dan 0 kalau tidak. Kami menghapus sepuluh penjualan pertama dari analisis ini untuk

memperbolehkanreputasi untuk akurasi penguji untuk membentuk ( yaitu, kami menggunakan data dari hanya 13 periode penjualan terakhir)

Kami menilai kepercayaan future investor pada laporan ACM yang berdasarkan pada sejarah masa lalu ACM pada kedua level pasar dan level individu dalam tabel 4 dan 5. Tabel 4, panel A menunjukkan level pasar berarti penawaran berhasil dengan jenis laporan dan treatment. Antara tiga treatment, penawaran untuk laporan tinggi dan rendah secara signifikan berbeda dari nilai aset yang

diinginkan jika future investor mengabaikan nilai laporan ( yaitu, 660). Future investor membayar secara signifikan lebih banyak untuk laporan tinggi dibandingkan dengan laporan rendah dalam setiap treatment. Bukti ini menyarankan bahwa future investor mempercayai informasi yang disediakan oleh para ACM pada keseluruhan tiga treatment. Ada dua perbedaan yang signifikan antara treatment. Pertama, future investor membayar lebih sedikit untuk laporan tinggi(1,000; setuju) pada current treatment daripada di Baseline, sesuai dengan future investo menurunkan harga laporan ACM karena level yang lebih tinggi dari pelanggaran objektivitas agresif pada current treatment. Kedua, future investor membayar lebih banyak

TABEL 4

Untuk laporan rendah (400; tidak setuju) pada future treatment daripada Baseline, sesuai dengan laporan rendah yang bias secara konservatif pada future treatment. Tabel 4, panel B membandingkan level pasar dengan penawaran yang berhasil untuk penawaran yang berhasil menurut yang diharapkan jika para ACM melaporkan secara objektif. Future investor yang percaya bahwa ACM sepenuhnya objektif seharunya menawar 880 kurang dari harga opportunity mereka ( yaitu, 840) untuk laporang tinggi. Future investor memasukkan penawran yang berhasil yang tidak berbeda secr signifikan daripada 840 pada Baseline (p= 480 ) dan future (p = .243) treatment. Pada current treatment, penawaran yan berhasil secara signifikan kurang dari 840 ( p = .011). future invetor yang percaya ACM sepenuhnya objektif seharusnya menawar 480 untuk

sebuah laporan rendah. Investor pada future treatment menawar secara signifikn lebih beasr daripada 480 ( p < .001), sementara twaran merek tida berubah dari 480 pada Baseline dan current ( p = .932 dan p = .238). future investor muncul untuk menawrkan lebih besar dari pada 480 pada future treatment karena secara biasa secara konservatif laporan renda mengakibatkan future investor menerima aset tinggi lebih sering daripada yang diharapkan berdasakan laporan objektif. Kami menyelidiki dampak reputasi individu ACM untuk laporan akurat dalam tabel 5. Kami memeriksa jika penawaran tinggi untuk tiap aset adalah berfungsi sebagai sejarah akurasi ACM yng terdahulu dan jenis laporan yang dikeluarkan. Informasi ini menyediakan penertin yang mendalam jika penawaran oleh future investor punya banyak pengaruh terhadap tingkah laku yaitu ACM . kami memperkirakan rumus berikut ini: Highbid = ______________ Dimana penawaran tinggi sama dengan penawaran berhsil untuk aset i pada periode t , laporan tinggi sama dengan 1 untuk laporan tinggi yang dikeluarkn oleh ACM, dan 0 untuk laporan rendah, dan %ketepatan adalah sebagaimana yangsudah dijelaskan sebelumnya. Kami memulai dengan mengumpulkan data dari semua tiga treatment. Ini memberikan kita lebih banyak variasi dalam level pengamatan dari ACM akurasi darpada ketika kami memisahkan data dengan treatmaent. Hasil di panel A pada tabel 5 menyarankan bahwa future investor menawarkan penawaran yang sangat dekat dengan ekspektasi dan muncul untuk dihitung kedua jenis laporan yang

diamati dan ketepatan ACM. Pertama, kami mencatat bahwa penahan dari 658.5 adalah sangat dekat dengan nilai aset yang diinginkan (660) independent of jenis laporan, atau akurasi, kurangnya harga oportunuty. Ini menyarankan bahwa keseluruhan penawaran yang memperkirakan keinginan. Kedua, ini muncul bahwa future investor menghitung ketepatan ACM dan jenis lporan ketika menawarkan aset. %akurasi * laporan tinggi interaksi adalah secara significant positif ( p<0.001), menyarankan bahwa laporan dengan akurasi ACM mengakibatkan penawaran yang tinggi. Juga, %akurasi signifikan secara negatif ( p = .011), menyarankan bahwa future invetor menawarkan kurang dari untuk laporan rendah akurat. Panel B dari tabel 5 melaporkan penawaran didalam setiap traetment. Umumnya, polanya sama dan analisis ke seluruhannya, akan tetapi ada beberap pengecualian. Pertama, baseline tidak muncul untuk mentukan berat benda yang signifikan pada %akurasi * laporan tinggi. Pada pandang sekilas pertama, penemuan ini menyarankan bahwa in future investor tidak peduli tentang akurasi ACM di Baseline . kami kira pengartian ini tidak benar. Pada Baseline,ada variasi keci di ACM akurasi, dan ACM akurasi secrah umum. Sebahi hsil, variasi kecil pada akurasi ACM punya sedikit dampak bagi penawaran. Kedua, current treatment muncul untuk mempunyai gabungan yang signifikan antara penawaran dan jenis laporan atau akurasi. Akan tetapi, future investor muncul untuk sebagian besar mengabaikan laporan yang sesuai dengan laju tinggi dari pelanggaran, dalam treatment ini. Ketiga, future treament menunjukkan . ketiga , future treatmen menunjukkan reaksi yang signifikan terhadap laporan tinggi berinteraksi dengan

akurasi. Hasil ini sesuai dengan hasil keseluruhan. Bagaimanapun, muncul investor sama ,bahwa future invinvestors menempatkan keyajkinn lebih banyak dala m laporan tinggi, mungkin karena future treatment ACM punya pembayaran untuk mempengarui laporan . laporan bias terhadap laporan rendah potensi membuat membuat laporan tinggi lebih dapa dipercaya, khususnya ketka dikeluarkan oleh ACM yang lebih akurat. Batasan-Batasan Studi kami mempunyai beberapa batasan-batasan berikut; pertama, panitia audit secara khusus membuat keputusan sebagai kelompok daripada seorang individu saja. Ada literatur yang luas yang membuktikan

TABEL 5
a

kami menggunakan pengelompokan untuk menganalisa hasilnya kare ada tiga

subyek di dalam tiap pasar, yang keputusannya tida independen satu sama lain, dan pengulangan keputusan oleh tiap subyek. Kami menggunakan pengukuran untuk menganalisa perbedaan pendapat, dengan penaksiran yang baik dari perbedaan pendapat itu dan koreksi untuk jumlah kelompok independen. Lihat stata 7(stata Corporation 2000, reference Q-st, hal 87) untuk lebih jelas.
b

p-nilai berdasarkan dua test yang berturut-turut.

Definisi variabel: Highbid = memenangkan penawaran pembeli

High report = 1 jika penguji i mengeluarkan laporan yang setuju dengan laporan penjual dan 0 kalau tidak %akurasi = presentase waktu ACM melaporkan secara akurat pada periode sebelumnya sampai periode sekarang. Kami menghapus sepuluh penjualan pertama dari analisis ini untuk

memperbolehkan reputasi untuk akurasi penguji untuk membentuk ( yaitu, kami menggunakan data dari hanya 13 periode penjualan terakhir)

perbedaan antara keputusan keputusan kelompok dan individu. Berdasarkan teori-teori pada membuat keputusan kelompok dan data indivudu kami, kami percaya pola berbasis kelompok akan tidak mungkin untuk menghasilkan hasil yang berbeda. Kedua, kami menyembunyikan pembayaran yang berbasis pertanggungjawaban yang ada lingkungan lapangan. Para ACM mempunyai pertanggungjwaban yang sudah disepakati bersama dengan shareholders yang membuat mereka bertanggungjawab atas tindakana mereka. Pertanggungjawban ini mungkin mengimbangi apa yang diinginkan untuk laporan finansial bias yang kami amati. Bagaimanapun, para ACM sering dilindungi oleh direktur dan pegawai asuransi yang mungkin mengurangi anacaman liabilitas. Srinivasan (2005) melaporkan sedikit bukti dari anggota dewan yang namanya dalam perkara hukumdi gabungkan denganpernyataan kembali dan memiliki sedikit bukti dari

pembayaran dalam jumlah besar oleh anggota dewan untuk perkara hukum seperti itu. Ketiga, kami menyembunyikan interaksi antara panitia audit dan auditor. Sementara kami percaya panitia udit bisa mengupayakan pengaruh dalam jumlah yang besar terhadap auditor, PCAOB juga mempunyai pengaruh pada auditor pada perusahaan publik. Pengawasan PCAOB mengurangi dorongan auditor untuk memberikan kemudahan bagi laporan finansial yang bias walaupun jika itu lebih diinginkan oleh anggota panitia audit. Penelitian selanjutnya bisa memeriksa interaksi. Keempat, kami tidak menginvestigasi trade-offs dari perpindahan kompensasi berbasis saham dari dewan anggota. Ketika pembayaran berbasis saham bisa meningkatkan apa yang diinginkan seorang ACM untuk laporan biasa, pembayaran bisa juga menghasilkan lebih banyak nilai operasi tambahan dan mengeluarjkan keputusan oleh dewan anggota. Akhirnya, faktor lainya seperti kesejahteraan dan reputasi bisa berdampak pada objektivitas ACM dalam lingkungan lapangan. Sampai ke batas tingkat kesejahteraan ACM jauh melampaui nilai saham yang berhubungan dengan panitia audit, mereka punya pembayaran yang lebih sedikit untuk menuntut laporan bia. Kami juga tidak memanipulasi dampak dari reputasi ACM. Kami mengizinkan reputasi ACM untuk terbentuk, tapi tidak memnipulasi pembayaran untuk bentuk reputasi. V KESIMPULAN

Kami menggunakan pasar eksperimen untuk mempelajari dampak dari kompensasi berbsis saham pada objektivitas ACM. Kami menganggap bahwa melalui peran pengawasannya, panitia audit bisa mempengaruhi auditor dan kemudian mendorong atau tidak mendorong laporan finansial biasa. Eksperimen kami menunjukkan bahwa konpensasi berbasis saham sama dengan opsi saham tidak terbatas atau saham yang diberi kuasa muncul untuk lebih memilih laporan finansial agresif. Pembayaran para ACM dengan kompensasi berbasis saham sama dengan opsi saham yang diberi kuasa atau opsi saham tidak terbatas untuk lebih memilih laporan finasial yang terlalu konservatif. Kami menemukan bahwa para ACM dengan kompensasi yang sudah jelas punya level laporan biasa yang paling rendah. Studi kami memberi kontribusi untuk literatur dalam tiga hal. Pertama, kami menyediakan bukti empiris yang kompensasi berbasis saham mempengaruhi objektivitas ACM. Bukti ini seharusnya bisa membantu para peneliti untk mengembangkan teori-teori mengenai objektivitas ACM. Kedua, bukti kami melengkapi dan memperluas bukti arsi lainnya yang bersamaan menemukan sebuah gabunga n antara opsi saham panitia audit dan pernyataan kembali ( Archmbeault dkk. 2008). Penelitian kami berjalan lebih jauh dengan menunjukkan pembayaran berbasis saham sekarang dan pembayarn berbasis saham future bisa berdampak kepada para ACM. Ketiga, kami membangun pada Mayhew dan Pike (2004) untuk menunjukkan bahwa pembayaran yang berhubungan dengan current shareholder dan future shareholder membedakan efek pada laporang finansial yang lebih diinginkan. Sementara Mayhew dan Pike

(2004) menunjukkan bahwa seleksi investor dari auditor mengurangi bisa auditor sebagaimana dibandingkan dengan seleksi managemen. Kami menunjukkan bahwa yang lebih diinginkan yang tercipta dengan meneyusuaikan minat dengan current investor. Penelitian arsip yang akan datang bisa menyelidiki jika perbedaan bisa diamati pada data lapangan. Penelitian kami menyediakan titik awal untuk memuali penelitian eksperimen yang lebih jauh ke dalam dampak pembayaran ACM pada laporan. Kami percaya beberapa cara patut disebut secara khusus. Lingkungan kami bisa diperluas untuk memeriksa keputusan kelompok tentang laporan finansial biasa. Juga, kami menyembunyikan dewan pengawasan dari keputusan operasi yang bisa disatukan kedalam pola eksperimen yang akan datang. Sebagaimana

pertimbangan pengawasan dibuah dewan ganda. Pada akhirnya, studi yang akan datang bisa meneliti peran reputasi ACM dalam mengurangi dampak kompensasi berbasis saham pada laporan finansial yang biasa.

Beri Nilai