Anda di halaman 1dari 3

Daniel Roring 105010101121001 Absen: 06 Kristian Dwi Sancoko 105010101121013 Absen: 16

1. A. i. HPI Inggris menganut prinsip domisili untuk menentukan status personal warganya ii. HPI Indonesia menganut prinsip nasionalitas untuk menentukan status personal warganya. B. i. Tidak memberi ijin, karena menurut hukum Indonesia yag menganut prinsip nasionalitas maka seorang India berkerwarganegaraan Inggris harus mematuhi hukum Inggris dimana perkawinannya mengatur bahwa dia harus pisah ranjang dan rumah selama 4 tahun berturut-turut baru bisa menikah kembali. Maka apabila duda India Inggris yang belum melewati periode 4 tahun dapat dianggap tidak sah dan terkena sanksi pidana. ii. Memberi ijin, karena menurut doktrin renvoi dimana ada penunjukan kembali dari hukum Inggris yang menganut prinsip domisili pada domisili duda India Inggris yang menetap di Bali dimana permohonan ijin kawin tersebut harus mematuhi hukum Indonesia dimana perkawinan tidak diharuskan menunggu waktu periode pisah ranjang dan rumah. 2. A. Dapat, karena Arab menganut prinsip nasionalitas maka perkawinan antara wanita Arab yang berusia 13 tahun dan pria Arab yang berusia 15 tahun bisa dilaksanakan karena hukum Arab mengijinkan perkawinan mereka. Sehingga dengan prinsip nasionalitas oleh HPI Belanda maka status personal mereka mengikuti hukum Arab. B. Tidak bisa, karena bertentangan dengan hukum setempat (Belanda) dimana menurut UU perkawinan nasional Belanda, umur minimum untuk dapat menikah adalah 18 tahun bagi wanita 19 tahun bagi laki-laki. 3. A. Tidak dapat, karena menurut vested rights dimana status sah yang diperoleh dari hukum asal (Qatar) tidak dapat dihapus oleh hukum Perancis. Maka Istri kedua dianggap sah dan dapat memperoleh hak-haknya.

B. Tidak dapat, karena menurut vested rights dimana status sah yang diperoleh dari hukum asal (Qatar) tidak dapat dihapus oleh hukum Perancis. Sebagai akibat hukum yang mana istri kedua tersebut sah maka anaknya juga dianggap sah dan dapat memperoleh hak-haknya. C. Doktrin Vested Right. Manfaat: -untuk menjamin hak-hak yang telah diperoleh -untuk menjamin perlindungan dan kepastian hukum - dapat diakui didalam yuridiksi lex fori 4. A. Doktrin penyelundupan hukum, dimana perpindahan kewarganegaraan Michel menjadi WNI dan keputusannya untuk memeluk Islam telah dilakukan secara penyelundupan hukum agar mempermudah melakukan perceraian dengan Cathrine dan melakukan perkawinan dengan Sumarni. B. Menerima gugatan, karena akibat hukum dari penyelundupan hukum dimana kewarganegaraan Michel menjadi WNI dan keputusannya untuk memeluk Islam telah dilakukan secara pura-pura (Islam KTP) untuk menyampingkan hukum Perancis. Menurut yurisprudensi mahkamah agung internasional (perkara Nottebohm) maka perceraian dan perkawinan harus dianggap batal (asaz Farus Omnia Corrumpit). Dengan didukung fakta bahwa: Michel mengganti kewarganegaraan dan agamanya dikarenakan ketentuan cerai dalam hukum Indonesia lebih mudah; Michel mengembangkan bisnisnya di negara-negara ASEAN Michel dan Sumarni jarang berada di Indonesia; Tidak ada peralihan sosial dari Michel.

Maka penyelesaian sengketa menurut hukum Indonesia tidak dapat diterapkan. Selain itu, pernikahannya dengan Sumarni belum mendapat persetujuan dari Cathrine yang merupakan istri pertama dari Michel, karena belum ada keterangan bahwa Michel

sudah bercerai dengan Cathrine. Maka gugatan Cathrine dan Franco dapat dikabulkan dengan alasan perkawinan antara Michel dan Cathrine masih sah dan perkawinan antara Michel dan Sumarni tidak sah.