Anda di halaman 1dari 8

Tugas mata kuliah PKLH Permasalahan Hidup di Lingkungan Sekitar

Masalah Sampah di Lingkungan Samirono CT IV


Dosen Pengampu : Puji Lestari, M.Hum.

Disusun Oleh
Nama NIM : Raditya Ilham Fadillah : 09406241045

Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta 2011

KATA PENGANTAR Assalamulaikum wr.wb

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelasaikan penyusunan makalah ini dengan baik.Serta tidak lupa pula kita kirimkan shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Tulisan ini di tulis oleh penyusun guna mengetahui bagaimana masalah lingkungan terjadi di masyarakat mencari solusi yang baik dan pula untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup (PKLH). Penyusun sadar dalam pembuatan makalah ini, masih banyak kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu, penyusun harapkan partisipasi semua pihak untuk memberi saran maupun kritik yang bersifat membangun. Semoga makalah ini bermanfaat.

Wassalamulaikum wr.wb

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan pendudukan dimanapun, pastinya harus diimbangi dengan sarana yang menunjang bagi kehidupannya tersebut. Seperti lahan untuk papan, sandang, pangan, pendidikan, dan kesehatan. Dalam kehidupannya sehari-hari seringkali manusia mendapatkan masalah terkait dengan lingkungan hidupnya. Yogyakarta merupakan salah satu kota besar Indonesia. Kota yang menjadi tujuan orangorang untuk mencari penghidupan, ilmu dan menjadi tempat tujuan wisata. Yogyakarta yang disebut sebagai kota wisata dan budaya juga tak lepas dari masalah lingkungan. Hal yang dapat menjadi contoh ada di daerah Samirono CT IV. Daerah ini terdapat masalah lingkungan, hususnya masalah sampah. Sampah yang menjadi sarang penyakit serta merusak pemandangan menjadi hal yang mengganggu bagi kehidupan dan lingkungan. Berangkat dari permasalah itulah penyusun membuat makalah yang berjudul Masalah Sampah di Lingkungan Samirono CT IV guna mengetahui bagaimana masalah itu terjadi sebenarnya.

B. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini ialah : 1. Apa yang menyebabkan terjadinya permasalahan lingkungan di Samirono CT IV? 2. Apa upaya yang dilakukan warga untuk menangani masalah tersebut? 3. Bagaimana solusi yang sebenarnya?

C. Manfaat Penulisan Adapun Makna dari penulisan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui permasalah lingkungan di daerah Samirono CT IV. 2. Untuk mengetahui upaya apa yang sebenarnya harus dilakukan. 3. Agar kita lebih peduli terhadap masalah lingkungan hidup.

D. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk me mengetahui permasalah lingkungan di daerah Samirono CT IV serta mengetahui upaya apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh masyarakat sekitar. Juga untuk memenuhi tugas mata kuliah PKLH.

BAB II PEMBAHASAN

A. Masalah Sampah di Samirono CT IV

Samirono merupakan salah satu daerah yang dijadikan tempat bagi Mahasiswa untuk bermukim atau mencari tempat kost. Hal ini disebabkan oleh beberapa perhitungan, pertama harga sewa kamar kost masih terbilang cukup murah antara 1 juta 2 jutaan, bila dibanding dengan daerah lainnya misalnya Karang Malang yang sudah mencapai harga 2 juta keatas, kedua daerahnya strategis dari kampus UNY serta UGM, ketiga lingkungannya kondusif, aman, tindak kriminal (contoh, kasus pencurian di lingkungan anak kost) masih jarang bila dibanding daerah lainnya seperti Karang Malang. Itulah beberapa alasan yang menyebabkan daerah Samirono menjadi tempat Mahasiswa bermukim. Namun dalam kelebihannya ada kekurangan, samirono masih menjadi tempat yang tidak dapat dihindari dari sampah. Hal ini mengganggu tentunya baik bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat itu sendiri. Sampah juga menjadi hal yang merusak pemandangan dan keindahan. Masalah sampah di Samirono terjadi sebenarnya baru 6 bulanan waktu yang lalu, hal ini disebabkan kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara warga masyarakat sekitar dengan petugas kebersihan sampah, yang biasanya mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS). Hal ini ketika saya tanyakan sebenarnya terjadi karena petugas kebersihan sampah selalu minta tagihan sumbangan kebersihan yang berlebihan tapi sampah sendiri kadang di buang dengan jadwal yan tidak teratur oleh petugas. Kemudian hal ini menyebabkan kejengkelan warga sehingga memutuskan hubungan dengan petugas kebersihan. Pembuangan sampah jadinya dilakukan oleh masyarakat sekitar menuju pembuang sampah terdekat. Namun, masalah selalu saja tidak dapat dihindari, warga biasanya menumpuk sampah samapi benar-benar penuh untuk kemudian di buang. Pada masa penumpukan inilah terjadi permasalahan yang sebenarnya, apalagi terkadang sampah yang menumpuk ini kadang diacak-acak kucing liar untuk mencari makan yang menyebabkan sampah berserakan. Lalat kadang mengerubunginya dan menyebabkan pemandangan yang tidak enak dilihat. Menjadikan populsi tikus bertambah karena, tikus menjadi mudah untuk mencari makan. Terkadang juga

sebagian warga untuk menyelesaikan masalah sampah menggunakan cara dibakar. Cara ini efisien namun tidak efektif karena sebenarnya membuat masalah baru. Udara jadi tercemar, akibat asap pembakaran. Tentunya perlu dilaksanakan upaya yang benar agar tercipta lingkungan yang sehat bagi siapa saja yang menempati tempat tersebut. Karena dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Keindahan dan kenyamanan tentunya ingin dimiliki oleh setiap individu.

B. Upaya Masyarakat untuk menanggulangi masalah Sampah

Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya bahwa upaya yang dilakukan warga untuk menangani masalah kurang baik. Menumpuk sampah sampai benar-benar penuh baru di buang ke tempat pembuangan yang terdekat seperti, pasar Demangan. Cara ini kurang efektif dan efisien karean malah menimbulkan pemandangan yang buruk dan terkadang diacak oleh kucing liar. Cara pembakaran efisien untuk menghilangkan sampah sampai hanya menjadi abu, tapi hal ini menimbulkan masalah baru karena karena udara tercemar dan menyebabkan sesak di dada ketika menghirupnya tidak baik bagi kesehatan. Maka harus dicari solusi yang benar-benar tepat dan tidak merugikan.

C. Solusi yang Harusnya Dilakukan

Masalah lingkungan sebenarnya menjadi masalah bersama baik bagi pemerintah maupun warga sekitar, semuanya harus saling peduli dan sadar lingkungan. Pemerintah harusnya menyediakan mobil-mobil pengangkut sampah beserta petugasnya yang bertanggung jawab. Warga sekitar juga sebelum melakukan pembuangan sebaiknya dapat memilah dan memilih mana sampah yang dapat didaur ulang dan tidak. Sampah plastik, kardus, koran yang kira-kira sering dikumpulkan oleh pemulung dan tukang rongsok sebaiknya dikumpulkan dulu untuk diberikan atau bahkan dijual sehingga dapat menghasilkan penghasilan tambahan, meskipun tidak seberapa. Atau jika kreatif sampah rumah tangga itu dapat didaur ulang sendiri menjadi alat yang berguna, seperti tas yang berasal dari plastik bekas diterjen.

Hindari membakar sampah karena mencemari udara dan dapat menyebabkan penyakit pernafasan. Warga sekitar sebaiknya di depan rumahnya masing-masing membuat tempat sampah yang besar, ada penutupnya menghindari binatang liar mengacak-ngacaknya, tempat sampah sebaiknya dibuat 2 jenis, untuk memisahkan sampah hijau dan kimia. Untuk membuat tempat sampah sebaiknya dibuat dari tong atau drum saja yang diberi penutup, serta menghindari biaya yang berlebih, tapi bila mau membuat tempat sampah yang terbuat dari semenpun tidak menjadi masalah.

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Terdapat masalah lingkungan di daerah Samirono, hususnya masalah sampah yang menyebabkan lingkungan kotor dan menjadi sarang penyakit. Permasalah dimulai ketika terjadi kesalah fahaman dengan petugas kebersihan yang sering menagih uang kebersihan tapi tidak bertanggung jawab untuk mengangkut sampah. Warga sekitar melakukan upaya membuang sampah secara masing-masing individu dengan menumpuknya terlebih dahulu, ada yang membakar dan hal ini malah menimbulkan masalah baru sebenarnya. Peran pemerintah dan masyarakat itu sendiri amatlah besar guna menghadapi permasalahan lingkungan yang ada. Keduanya-duanya perlu saling kerjasama dalam menjadi kebersihan lingkungan guna menumbuhkan masyarakat yang sehat.