Anda di halaman 1dari 39

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas izinya penulis dapat menyelesaikan Laporan Kasus yang berjudul Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) Lapkas ini dibuat untuk melengkapi persyaratan dalam mengikuti kegiatan Kepanitriaan Klinik Senior dibagian Ilmu Obstetri dan Ginekology yang dilaksanakan di RSU.DR.R.M.Djoelham Binjai. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Dr.Sugianto,Sp.OG selaku dokter pembimbing dan dokter-dokter di SMF obgyn yang telah membimbing 1.Dr.H.Marwan Indamirsyah.Sp.OG 2.Dr.Herizal.Sp.OG 3.Dr.Anwar Affandi.H.Sp.OG 4.Dr.Arusta Tarigan Sp.OG Yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan pengarahan agar refarat ini lebih akurat dan bermanfaat Tentunya penulis menyadari bahwa refarat ni banyak kekurangan untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca agar

kedepannya penulis dapat meperbaiki dan menyempurnakan kekurangan tersebut. Besar harapan penulis agar refarat ini dapat bermanfaat bagi para pembaca serta dapat memberikan suatu pengetahuan baru bagi mahasiswa untuk meningkatkan keilmuannya. Binjai, Maret 2011

Penulis
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 1

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....1 DAFTAR ISI....2 Pendahuluan.....3 Definisi......4 Perkembangan Janin Dalam Rahim..4 Zat Berbahaya Bagi Janin10 Pergerakan Janin Dalam Rahim..15 Etiologi............16 Gambaran Klinis....20 Diagnosa.20 Diagnosa Banding..22 Penanganan22 Pencegahan.23 Komplikasi..26 DAFTAR PUSTAKA....27

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 2

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


KEMATIAN JANIN DALAM KANDUNGAN (KJDK)
Pendahuluan
Kehidupan manusia dimulai sejak masa janin dalam rahim ibu. Sejak itu, manusia kecil telah memasuki masa perjuangan hidup yang salah satunya menghadapi kemungkinan kurangnya zat gizi yang diterima dari ibu yang mengandungnya. Jika zat gizi yang diterima dari ibunya tidak mencukupi maka janin tersebut akan mempunyai konsekuensi kurang menguntungkan dalam kehidupan berikutnya. Sejarah klasik tentang dampak kurang gizi selama kehamilan terhadap outcome kehamilan telah banyak didokumentasikan. Fenomena the Dutch Famine menunjukkan bahwa bayi-bayi yang masa kandungannya (terutama trimester 2 dan 3) jatuh pada saat-saat paceklik mempunyai rata-rata berat badan, panjang badan, lingkar kepala, dan berat placenta yang lebih rendah dibandingkan bayi-bayi yang masa kandungannya tidak terpapar masa paceklik dan hal ini terjadi karena adanya penurunan asupan kalori, protein dan zat gizi essential lainnya. Perbaikan dalam angka kematian perinatal dapat dicapai dengan pemberian pengawasan antenatal untuk semua wanita hamildan dengan menemukan dan mempebaiki factor-faktor yang mempengarui keselamatan janin dan neonates.2 Kematian janin dalam kandungan adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan. Kematian janin dalam kandungan (KJDK) atau Intra uterine fetal Death (IUFD) sering dijumpai dan dibagi dalam 4 golongan

Golongan I Sebelum kehamilan 20 minggu ; kematian janin dapat terjadi dan biasanya berakhir dengan abortus. Bila hasil konsepsi yang sudah mati tidak dikeluarkan dan tetap tinggal dalam rahim disebut dengan missed abortion.1,9

Golongan II
Page 3

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Sesudah 20 minggu ; biasanya ibu telah merasakan gerakan janin sejak kehamilan 20 minggu dan seterusnya. Apabila wanita tidak merasakan gerakan janin dapat disangka terjadi kematian janin dalam rahim.1,9 Golongan III Kematian sesudah masa kehamilan lebih 28 minggu (late fetal death).2 Golongan IV Kematian yang tidak dapat digolongkan pada ketiga golongan diatas.2

Definisi
Adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan. Kematian janin dalam kandungan (KJDK) atau Intra uterine fetalDeath (IUFD) sering dijumpai, baik pada kehamilan dibawah 20 minggu maupun sesudah kehamilan 20 minggu

Sebelum kehamilan 20 minggu ; kematian janin dapat terjadi dan biasanya berakhir dengan abortus. Bila hasik jbnseosi yang sudah mati tidak dikeluatkan dan tetap tinggal dalam rahim disebut dengan missed abortion.

Sesudah 20 minggu ; biasanya ibu telah merasakan gerakan janin sejak kehamilan 20 minggu dan seterusnya. Apabila wanita tidak merasakan gerakan janin dapat disangka terjadi kematian janin dalam rahim.9

Perkembangan Janin Dalam Kandungan


Proses pertumbuhan janin selama 40 minggu itu merupakan proses yang sangat pesat terutama pada trimester pertama. Pembuahan dimana sperma dan ovum bertemu

membentuk zygote. Proses multiplikasi sel-sel ini akan terjadi dengan pesatnya sehingga terdapat tiga lapisan sel-sel yang berlainan, yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Dari lapisan-lapisan ini akan tumbuh berbagai organ dan sistem janin. Kecacatan janin dan kematian janin dapat terjadi karena berbagai faktor. Ada

penyebab kecacatan pada janin yang kini dapat diketahui selama masih dalam kandungan tetapi ada juga yang masih tidak dapat diketahui walaupun pada saat ini terdapat teknologi yang begitu maju ( USG ).
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 4

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011

Masa kehamilan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu trimester pertama, trimester kedua dan trimester ketiga. Satu trimester itu adalah selama 12 minggu. Trimester pertama yaitu kehamilan 12 minggu pertama yang merupakan waktu yang sangat penting karena suatu masa pembentukan organ yang sangat rentan terhadap bahan-bahan kimia, obat dan hal-hal yang lain. Itulah sebabnya penyakit Rubella jika terjadi pada seorang wanita yang hamil lebih berbahaya jika terkena pada trimester pertama. Suatu gangguan pertumbuhan janin pada trimester pertama seperti penyakit yang dihadapi oleh ibu , radiasi, bahan -bahan kimia di udara dan obat -obat yang teratogenik bukan saja akan mengganggu pertumbuhan janin tapi juga menyebabkan keguguran. Jika keguguran tidak terjadi, pertumbuhan janin akan terus berjalan tetapi janin itu besar kemungkinan akan cacat. Jika kecacatan pada organ-organ terlampau parah janin itu mungkin akan mati saat masih didalam kandungan (KJDK).

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 5

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Gangguan pertumbuhan janin yang terjadi pada trimester kedua dan ketiga biasanya tidak menyebabkan masalah pertumbuhan janin yang berat. Umpamanya, jika wanita hamil menderita penyakit Rubella pada kehamilan usia 18 minggu, bayi yang dilahirkan mungkin hanya tuli saja. Sedangkan, jika menderita penyakit ini pada waktu trimester pertama, bayi yang dilahirkan akan lebih kecil dari biasa, mengalami radang hati (neonatal hepatitis), selaput dimata (cataract), atau gangguan jantung dan ukuran kepalanya kecil serta tuli dan sebagainya. Perkembangan janin dalam kandungan pada trimester I mulai 1 minggu samapi 12 minggu 1. Minggu ke 1 Pada minggu ini, menjadi menstruasi yang terakhir sebelum kehamilan. Perdarahan terjadi dan hormone-hormon ditubuh mempersiapkan sel telur untuk dilepaskan. 2. Minggu ke 2 Uterus (dinding rahim) menebal dan mempersiapkan untuk tahap ovulasi. 3. Minggu ke 3 Merupakan masa ovulasi (pelepasan telur). Kehamilan terjadi pada saat ini. Pembuahan terjadi pada saat sperma bertemu dengan ovum di tuba falopi. Pembuahan memerlukan waktu 4 hari, setelah telur dibuahi maka dinamakan zygote 4. Minggu ke 4 Zygote menuju kedalam rahim. Dengan berakhirnya minggu ini, maka mentruasi tidak terjadi lagi, dan menjadi tanda pertama kemungkinan kehamilan. Pada beberapa wanita mendapatkan sedikit perdarahan yang disebut dengan hartmen sign 5. Minggu ke 5 Ukuran bayi sekarang sebesar biji apple dan disebut sebagai embrio. Bayi sudah mempunyai detak jantung sendiri, plasenta dan tali pusat sudah berkerja sepenuhnya pada minggu ini. Vesikel-vesikel otak primer mulai terbentuk, sistim saraf mulai berkembang.
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 6

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


6. Minggu ke 6 Embrio terlihat seperti berudu. Pada minggu ini dapat mengenali kepala, ekor, tangan dan anggota badan masih seperti tunas. Pada minggu ini pembentukan awal dari hati, pancreas, paru-paru,kelenjar tiroid dan jantung. 7. Minggu ke 7 Jantung sudah terbentuk lengkap. Saraf dan otot bekerja bersamaan unutk pertama kalinya. Bayi mempunyai reflek dan bergerak spontan(tetapi belum dapat merasakannya). Akhir minggu ke ini otak akan terbentuk lengkap 8. Minggu ke 8 Embrio sekarang berukuran panjang sekitar 25-30 mm. Lengan dan kaki sudah terbagi menjadi komponen paha, kaki,tangan, lengan, dan bahu. Organ reproduksinya mulai terbentuk begitu juga dengan kartilago dan tulang. Telinga luar sudah terbentuk sempurna, mata membentuk pigmen. Didalam otak, jaringan saraf berhubungan dengan lobi penciuman di otak. Jantung sudah memompa dengan kuat dan irama teratur. 9. Minggu ke 9 Pergerakan pertama fetus dapat dideteksi dengan USG. Pada minggu ini perut dan rongga dada sudah terpisah dan otot mata dan bibir atas terbentuk. 10. Minggu ke 10 Tulang sedang menggantikan kartilago. Diafragma memisahkan jantung dan paruparu dari perut. Otot leher terbentuk. Otak berkembang cepat dalam bulan terakhir ini sehingga proporsi kepala lebih besar daripada tubuh. 11. Minggu ke 11 Organ seks luar sudah terbentuk, juga folikel-folikel rambut dan gigi. Bayi sudah dapat menelan cairan amnion dan mengeluarkan kembali(kencing). 12. Minggu ke 12 Ukuran fetus sekarang sekitar 8 cm. Semua organ vital bayi sudah terbentuk. Dengan signal dari otak, otot akan merespon dan bayi sudah dapat menendang.6

Akhir trimester pertama,organ-organ tubuh bayi sudah terbentuk. Rasa mual dan lelah pada sudah hilang.
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 7

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Ketika memasuki trimester ke dua ini maka perut sudah mulai terlihat. Bersamaan dengan rasa mual, lemas menghilang pada akhir trimester pertama, bayi akan terus tumbuh.

Perkembangan janin dalam kandungan pada trimester II mulai 12 minggu samapi 28 minggu 1. Minggu ke 13 Panjang bayi sekitar 7,5 cm dengan trakea, paru-paru, perut,hati, pancreas, dan usus berkembang ke fungsi terakhir. Pita suara mulai terbentuk, dan tunas gigi muncul dengan 20 gigi bayi. Pada minggu ini jari tangan, telapak kaki, mulai terlihat. 2. Minggu ke 14 Pada minggu ini organ seks bayi sudah dapat dibedakan antara laki dan perempuan. Denyut jantung bayi berdetak kuat (detak jantung hampir 2X lebih cepat dari anda) dan dapat mendengarkannya. Sudah memberi respon terhadap dunia diluar rahim ibu, bayi mungkin akan bergerak bila perut diusap 3. Minggu ke 15 Bayi sudah mulai dapat mendengarkan kita, mendengarkan denyut jantung kita, suara perut kita, juga suara kita. Sekarang bayi sudah mulai mempunyai rambut di

kepalanya, juga bulu mata dan alis. beratnya sekarang 114 gram dengan panjang sekitar 15cm. 4. Minggu ke 16 Jika melakukan USG saat ini mungkin sudah dapat mengetahui jenis kelamin. Otot bayi sudah berkembang dan menjadi kuat. Gerakannya semakin aktif. Mulai mengisap ibu jarinya, menguap, merenggangkan tubuhnya, sudah menelan-kencing. Pada minggu ini jika sinar terang diletakkan diperut bayi akan mengerakkan tangan matanya. 5. Minggu ke 17 Masih banyak ruang dalam rahim, bayi akan bergerak merasakan sekitarnya. Kulit bayi berkembang dan transparan. Terlihat merah sebab pembluh darah masih terlihat jelas. 6. Minggu ke 18
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 8

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Sekarang bayi sudah dapat mendengarkan suara dari luar tubuh kita, bayi akan bergerak atau melompat ketika mendengarkan suara keras. Otot bayi sudah dapat berkontraksi dan relaksasi, bayi sudah dapat menendang atau meninju. Bergerak sangat aktif , dalam minggu ini mungkin sudah dapat merasakan gerakan putarannya untuk pertama kali. 7. Minggu ke 19: Sekarang panjang bayi sekitar 23 cm. Jika minggu sebelumnya belum merasakan gerakan bayi , maka akan mulai mersakan gerakkanya minggu ini. 8. Minggu ke 20 Otot bayi semakin kuat tiap minggu. Jika masih belum juga dapat meraakan

gerakkanya, minggu ini pasti akan merasakan gerakkanya . Bayi bergerak sekitar 200 kali sehari , tapi hanya sedikit dari semua gerakan ini yang kita rasakan 9. Minggu ke 21 Panjang sekitar 28 cm. Akan merasakan lebih banyak gerakan bayi sekarang karena bayi makin aktif. 10. Minggu ke 22 Bayi sadar akan lingkungannya dan bayi akan merasa tenang ketika mendengarkan suara dan sentuhan diperut. Tubuh bayi mulai memproduksi sel darah putih. Ini penting untuk bayi dalam melawan penyakit dan infeksi. 11. Minggu ke 23 Panjangnya sekitar 23 cm. Sekarang ukuran kepalanya sudah sesuai dengan tubuhya . Saat ini bayi terlihat sama seperti akan lahir nanti tapi lebih kecil dan kurus saat ini. Dapat mendengarkan detak jantung bayi dengan stestoskop. Pertumbuhan otak sangat cepat. 12. Minggu ke 24 Pendengaran bayi sudah terbentuk sempurna. Bayi akan bergerak dengan suara musik dari luar. Bayi membentuk pola kapan saat tidur dan kapan saat bangun, kita akan merasakan dengan suatu saat bayi bergerak terus, dan saat lain tidak. 13. Minggu ke 25 Bayi mulai berlatih bernafas dengan menghirup dan menhembuskan cairan amnion, yang mana kadang membuat bayi cegukandan kita akan dapat merasakannya juga.
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 9

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


14. Minggu ke 26 Bayi sudah mempunyai lemak dibawah kulit, yang akan membantu mengontrol suhu tubuhnya pada saat lahir. Wajah dan tubuhnya secara umum akan terlihat bayi saat lahir. Panjang sekitar 28-32 cm dengan berat sekitar 680 gram. 15. Minggu ke 27 Matanya sudah terbuka dan melihat sekelilingnya untuk pertama kalinya. Bayi terlihat seperti bernafas tetapi sebenarnya bayi mengambil air bukan udara. Ini merupakan latihan yang baik untuk paru-parunya. 16. Minggu ke 28: Pada bayi laki testis akan turun ke kantung skrotum. Jaringan otak berkembang. Sekarang bayi mulai dapat bermimpi.6

Zat Berbahaya Bagi Janin Dalam Kandungn


Masa-masa kehamilan merupakan masa-masa penting dan kritis bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi yang dikandung. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut sangat dipengaruhi oleh zat-zat yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil dan janin. Banyak zat-zat berbahaya yang beredar di sekeliling kita. Zat-zat berbahaya tersebut sangat membahayakan kesehatan ibu-ibu hamil beserta bayi yang dikandungnya. Berikut adalah zat-zat berbahaya bagi kehamilan yang patut dihindari : 1. Rokok Beberapa fakta tentang rokok dan kehamilan :

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 10

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Dalam rokok, terkandung zat-zat kimia yang bisa membatasi pertumbuhan
janin. Zat-zat kimia tersebut mereduksi jumlah sel yang dihasilkan di dalam tubuh dan otak janin. Nikotin yang terandung di dalam rokok membuat pembuluh-pembuluh darah menjadi mengkerut, sehingga mengurangi persediaan darah untuk plasenta yang berakibat terganggunya pertumbuhan janin.

Dalam darah perokok kadar karbon moniksidanya lebih tinggi. Perempuan


perokok yang hamil harus menghentikan kebiasaan merokoknya karena akan sangat merugikan kesehatan janin yang dikandung. Karbon monoksida akan terkonsentrasi dalam darah janin. Karbondioksida akan meracuni dan mengurangi jumlah oksigen yang dibawa ke dalam darah. Semakin banyak jumlah karbonmonoksida dalam darah janin, maka akan semakin rendah berat badan bayi saat lahir.

Menurut penelitan, ibu perokok biasanya akan melahirkan bayi dengan


berat badan yang lebih rendah 200 gram dari bayi yang dilahirkan dari ibu bukan perokok. Bayi dengan berat badan rendah lebih rentan terhadap berbagai infeksi, bisa terkena berbagai masalah kesehatan dan lebih kecil kemungkinannya untuk bertahan hidup.

Masih menurut hasil penelitian, kemungkinan bayi lahir premature pada


perempuan perokok hampir dua kali lipat.

Orang yang merokok biasanya makan lebih sedikit, sehingga janin yang
dikandung tidak akan mendapatkan gizi yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Ibu perokok sering mengalami defisiensi (kekurangan) zinc (seng), mangan, vitamin A, B6, B12, dan C.

Perokok lebih mungkin melahirkan anak dengan segala jenis cacat


bawaan, khususnya pecah-pecah pada langit-langit mulut, bibir sumbing, kelainan system saraf pusat. Resiko-resiko kelainan tersebut akan semakin besar pada perokok berat.

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 11

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Resiko keguguran (aborsi spontan) dan bayi lahir mati juga semakin besar
(dua kali lipat) pada perokok. Hal tersebut dikarenakan merokok menyebabkan resiko plasenta turun ke bawah di dalam rahim.

Merokok juga bisa menyebabkan plasenta bayi menjadi lebih tipis,


pembuluh-pembuluh darah menjadi rusak.

Kematian neonatal lebih sering terjadi pada janin yang ibunya perokok.
Ibu-ibu yang masih terus merokok setelah bulan keempat kehamilan memiliki resiko hampir sepertiga bayinya mati dalam seminggu setelah lahir.

Asap rokok menyebabkan bayi sangat beresiko mengalami gangguan


kesehatan selama tahun pertama kehidupannya. Bayi cenderung menderita bronchitis dan memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kematian mendadak atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Wanita yang sebelumnya merokok lalu mengurangi atau berhenti merokok


sebelum minggu ke-20 kehamilan bisa saja melahirkan bayi dengan berat badan yang sama dengan bayi yang lahir dari wanita bukan perokok, namun masih tetap menyisakan resiko abnormalitas/kelainan bawaan karena pernah merokok pada fase-fase awal kehamilan atau sebelum pembuahan.

Resiko kelainan pada bayi juga dimiliki oleh wanita-wanita perokok pasif
yang terbiasa hidup dengan asap rokok. Anak-anak yang ayahnya perokok berat beresiko dua kali lipat terkena abnormalitas/kelainan.

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 12

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011

2. Alkohol Alkohol merupakan racun yang dapat mengganggu perkembangan janin. Dampak alcohol terhadap kehamilan baru benar-benar diperhatikan secara serius dalam 15 tahun terakhir. Alkohol bisa masuk ke dalam aliran darah bayi dan sangat mengganggu selama masa-masa penting perkembangan bayi, yaitu sekitar minggu ke-6 sampai minggu ke-12, dan minggu-minggu selanjutnya selama kehamilan. Jika meminum alcohol lebih dari dua kali (dua gelas) sehari, satu diantara sepuluh janin akan mengalami fetal alcohol syndrome (FAS) yang bisa mengakibatkan kelaianan-kelainan pada wajah seperti pecah-pecah pada langitlangit mulut, dan bibir sumbing. Kelainanan lain yang bisa muncul adalah kelainan jantung, perkembangan anggota badan yang tidak normal, dan bayi dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah. Jika ibu hamil meminum alcohol kurang dari dua gelas sehari, maka resiko kelainan pada janin masih tetap ada. Hal ini disebabkan karena sebagian tubuh ibu hamil mengolah alcohol menjadi acetaldehyde, zat yang sangat beracun. Bayi yang lahir dari wanita peminum alcohol, beresiko memiliki berat badan yang lebih rendah dari bayi rata-rata yang ibunya bukan peminum. Selain itu, bayi yang ibunya peminum biasanya tidak bisa lama bertahan hidup. Menurut hasil penelitian, sekecil apapun kadar alcohol yang diminum selama hamil bisa

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 13

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


beresiko mengalami berbagai kelainan, baik kelainan fisik maupun kelainan mental.

3. Obat-obatan Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obat herbal dan vitamin dosis tinggi, atau obat-obatan lainnya tanpa pengawasan dokter. Obat-obatan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, khususnya pada masa-masa awal kehamilan masa sensitive antara minggu ke-6 sampai minggu ke -12, yaitu fase kehamilan dimana semua organ vital bayi sedang dibentuk.Obat-obatan mungkin saja aman bagi ibu hamil, namun berbahaya bagi janin apalagi jika dikombinasikan dengan obat-obatan lainnya atau makanan-makanan tertentu. Jika obat-obat yang biasanya diperbolehkan saja tidak diizinkan untuk dikonsumsi sembarangan selama hamil, apalagi obat-obatan terlarang seperti narkotika. Obatobatan semacam itu tentu memberikan efek yang lebih buruk dan lebih parah lagi untuk Anda dan bayi Anda. Bila Anda sedang sakit, beritahukan kepada dokter bahwa Anda sedang hamil agar dokter tahu harus meresepkan obat-obatan yang boleh dikonsumsi oleh Anda. Jangan minum obat dengan resep yang kedaluwarsa atau obat yang diresepkan untuk orang lain.Sebagian obat obatan memang harus diminum untuk menyembuhkan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, masalah tiroid, rematik, dan lainnya yang tetapi harus berdasarkan resep dokter.

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 14

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Beberapa obat yang masih relative aman untuk wanita hamil diantaranya amoxicillin, ampicillin, ephedrine, paracetamol. Namun, ingat semuanya harus tetap sepengetahuan dokter .6

Pergerakan Janin Dalam Kandunagn


Gerakan janin merupakan gerakan spontan yang dilakukan oleh janin dalam kandungan.Ibu mulai dapat merasakan gerakan janin pada kehamilan 4 bulan. Adanya variasi waktu memang biasa terjadi. Seorang ibu yang pernah memiliki anak sebelumnya akan lebih cepat mengenali gerak janin, ini karena otot rahimnya sudah lemas terlebih dahulu. Seorang wanita yang ramping akan dapat merasakan lebih awal dari pada seorang wanita yang tertalu gemuk. Janin akan aktif bergerak pada :

Satu jam pertama setelah makan waktu tengah malam


Gerakan janin yang normal menurut penelitian akan bergerak lebih dari 10x dalam 12 jam. Cara menghitung gerakan janin :

1. Metode sederhana Letakkan uang logam dalam mangkok. Keluarkan dan letakkan diatas meja. Masukkan lagi uang logam ke dalam mangkok setiap kali janin bergerak.
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 15

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Jika logam tidak kembali lagi seluruhnya ke dalam mangkok dalam 12
jam, segera hubungi atau konsultasikan dengan tenaga kesehatan / bidan setempat.

2. Menghitung gerakkan sehari-hari


Ibu hamil menentukan satu waktu dalam satu hari dan ibu hamil mempunyai waktu untuk benar-benar memperhatikan pada gerakkan kandungannya.

Setiap hari pada saat yang sama, tentukan berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk memperoleh 10 gerakan.

Jika untuk mencapai 10 gerakkan membutuhkan waktu lebih lama dari


biasannya atau tisak terjadi gerakkan maka di harapkan anda menghubungi tenaga kesehatan / bidan setempat untuk berkonsultasi masalah tersebut. Sebab sebab dimana ibu hamil tidak merasakan gerakan janinnya

Aktivitas ibu sendiri, misalnya ibu banyak berjalan atau bergerak, janin dibuai
untuk tidur

Ibu tertidur pada saat bayi aktif bergerak.6


Hubungi Tenaga Kesehatan Jika Gerakan Janin Tidak Terasa Atau Melemah

Etiologi
faktor yang menyebabkan kematian janin dalam kandungan, antara lain: 1. Ketidakcocokan rhesus darah ibu dengan janin
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 16

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Akan timbul masalah bila ibu memiliki rhesus negatif, sementara bapak rhesus positif. Sehingga anak akan mengikuti yang dominan; menjadi rhesus positif. Akibatnya antara ibu dan janin mengalami ketidakcocokan rhesus.

Ketidakcocokan ini akan mempengaruhi kondisi janin tersebut. Misalnya, dapat terjadi hidrops fetalis; suatu reaksi imunologis yang menimbulkan gambaran klinis pada janin, antara lain pembengkakan pada perut akibat terbentuknya cairan berlebih dalam rongga perut (asites), pembengkakan kulit janin, penumpukan cairan di dalam rongga dada atau rongga jantung, dan lain-lain. Akibat penimbunan cairan yang berlebihan tersebut, maka tubuh janin akan membengkak. Bahkan darahnya pun bisa tercampur air. Biasanya kalau sudah demikian, janin tak akan tertolong lagi. Sebenarnya, hidrops fetalis merupakan manifestasi dari bermacam penyakit. Bisa karena kelainan darah, rhesus, atau kelainan genetik. Biasanya bila kasusnya hidrops fetalis, maka tak ada manfaatnya kehamilan dipertahankan. Karena memang janinnya pasti mati. Sayangnya, seringkali tidak dilakukan otopsi pada janin yang mati tersebut, sehingga tidak bisa diketahui penyebab hidrops fetalis. Padahal dengan mengetahui penyebabnya bisa untuk tindakan pencegahan pada kehamilan berikutnya. 2. Ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan janin Terutama pada golongan darah A,B,O. Yang ksering terjadi antara golongan darah anak A atau B dengan ibu bergolongan O atau sebaliknya." Sebab, pada saat masih dalam kandungan, darah ibu dan janin akan saling mengalir lewat plasenta. Bila darah janin tidak cocok dengan darah ibunya, maka ibu akan membentuk zat antibodinya. 3. Gerakan sangat aktif Gerakan bayi dalam rahim yang sangat berlebihan, terutama jika terjadi gerakan satu arah saja. Karena gerakannya berlebihan, terlebih satu arah saja, maka tali pusat yang menghubungkan janin dengan ibu akan terpelintir. Kalau tali pusat terpelintir, maka pembuluh darah yang mengalirkan plasenta ke bayi jadi
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 17

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


tersumbat. Kalau janin sampai memberontak, yang ditandai gerakan "liar", biasanya karena kebutuhannya ada yang tidak terpenuhi misalnya kekurangan oksigen, atau makanan. Karena itu, harus segera dilakukan tindakan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan janin. Kalau ibu punya riwayat sebelumnya dengan janin meninggal, maka sebaiknya aktivitas ibu jangan berlebihan. Sebab, dengan aktivitas berlebihan, maka gizi dan zat makanan hanya dikonsumsi ibunya sendiri, sehingga janin relatif kekurangan. 4. Berbagai penyakit pada ibu hamil Salah satu contohnya preeklampsia dan diabetes. Itulah mengapa pada ibu hamil perlu dilakukan cardiotopografi (CTG) untuk melihat kesejahteraan janin dalam rahim. 5. Kelainan kromosom Bisa disebut penyakit bawaan, misalnya, kelainan genetik berat trisomy. "Kematian janin akibat kelainan genetik biasanya baru terdeteksi saat kematian sudah terjadi, yaitu dari otopsi bayi. Sebab, jarang sekali dilakukan pemeriksaan kromosom saat janin masih dalam kandungan. Selain biayanya mahal, risikonya juga tinggi. Karena harus mengambil air ketuban dari plasenta janin sehingga berisiko besar terinfeksi, juga bisa lahir prematur. Kecuali kalau memang ada keganjilan dalam kehamilan tersebut yang dicurigai sebagai kelainan kromosom. 6. Trauma saat hamil Trauma bisa mengakibatkan terjadi solusio plasentae atau plasenta terlepas. Trauma terjadi, misalnya, karena benturan pada perut, misalnya karena kecelakaan atau pemukulan. Benturan ini bisa saja mengenai pembuluh darah di plasenta, sehingga timbul perdarahan di plasenta atau plasenta lepas sebagian. Akhirnya aliran darah ke bayi tidak ada 7. Infeksi pada ibu hamil
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 18

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Ibu hamil sebaiknya menghindari berbagai infeksi, seperti infeksi akibat bakteri maupun virus. Bahkan demam tinggi pada ibu hamil bisa menyebabkan janin tak tahan akan panas tubuh ibunya. 8. Kelainan bawaan bayi Kelainan bawaan pada bayi sendiri, seperti jantung atau paru-paru, bisa mengakibatkan kematian di kandungan.5,7 9. Gawat janin Bila air ketuban habis otomatis tali pusat terkompresi antara badan janin dengan ibunya. Kondisi ini bisa mengakibatkan janin 'tercekik' karena suplai oksigen dari ibu ke janin terhenti. Gejalanya dapat diketahui melalui cardiotopografi (CTG). Mula-mula detak jantung janin kencang, lama-kelamaan malah menurun hingga di bawah rata-rata. 10. Kehamilan lewat waktu (postdate)

Kehamilan lebih dari 42 minggu.Jika kehamilan telah lewat waktu, plasenta akan mengalami penuaan sehingga fungsinya akan berkurang. Janin akan kekurangan asupan nutrisi dan oksigen. Cairan ketuban bisa berubah menjadi sangat kental dan hijau, akibatnya cairan dapat terhisap masuk ke dalam paru-paru janin. Hal ini bisa dievaluasi melalui USG dengan color doppler sehingga bisa dilihat arus arteri umbilikalis jantung ke janin. Jika demikian, maka kehamilan harus segera dihentikan dengan cara diinduksi. Itulah perlunya taksiran kehamilan pada awal kehamilan dan akhir kehamilan melalui USG.4 Bila terjadi hal-hal di atas, segera periksakan diri ke dokter. Bila terdapat infeksi, maka akan diobati infeksinya. Tetapi, apabila keadaan sudah sangat parah, seringkali dokter memutuskan agar janin segera dilahirkan atau lahir prematur guna menghindari terjadinya kematian janin. Jika bayi sudah terlanjur meninggal saat masih dalam kandungan, maka bayi harus segera dikeluarkan. Persalinan sebaiknya dilakukan secara normal agar tidak terlalu berisiko bagi ibu. Tetapi bila ada penghalang, misal posisi bayi sungsang, ibu
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 19

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


mengalami preeklampsia, plasenta previa dan sebagainya, maka operasi cesar terpaksa dilakukan. Janin yang meninggal sebaiknya jangan dibiarkan di dalam rahim lebih dari 2 minggu, sebab jika terlalu lama akan mempengaruhi faktor-faktor pembekuan darah Mibu. Zat pembekuan darah atau fibrinogen bisa turun dan menyebabkan darah agak sulit membeku. Bila ini terjadi, akan berakibat fatal pada saat ibu melahirkan. Jika fibrinogen rendah, maka perdarahan yang terjadi pada proses persalinan akan sulit berhenti. Bisa-bisa nyawa ibu tidak tertolong akibat perdarahan tersebut. ,4

Gambaran Klinis

Ibu tidak merasakan gerakan jnin dalam beberapa hari atau gerakan janin sangat berkurang

Ibu merasakan perutnya tidak bertambah besar, bahkan bertambah kecil atau kehamilan tidak seperti biasanya.

Wanita belakangan ini merasa perutnya sring menjadi keras dan merasakan sakit seperti mau melahirkan.

tidak kelihatan gerakan-gerakan janin, yang biasanya dapat terlihat terutama pada ibu yang kurus

Penurunan atau terhentinya peningkatan bobot berat badan ibu Terhentinya perubahan payudara Baik memamakai setetoskop monoral maupun dengan Deptone tidak terdengar DJJ

Tinggi fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan ; tdak teraba gerakan-gerakan janin

Dengan palpasi yang teliti dapat dirasakan adanya krepitasi pada tulang kepala janin.

Reaksi kehamilan negatif

Diagnosis
Kematian jann Dalam Kandungan Ditegakkan berdasarkan 8,9

Anamnesa
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 20

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011

Ibu tidak merasakan gerakan jnin dalam beberaopa hari atau gerakan janin sangat berkurang

Ibu merasakan perutnya bertambah besar, bahkan bertambah kecil atau kehamilan tidak seperti biasanya.

Wanita belakangan ini merasa perutnya sring menjadi keras dan merasakan sakit seperti mau melahirkan.

Pemerksaan Fisik Inspeksi

tidak kelhiatan gerakan-gerakan janin, yang biasanya dapat terlihat terutama pada ibu yang kurus

Penurunan atau terhentinya peningkatan bobot berat badan ibu Terhentinya perubahan payudara

Palpasi

Tinggi fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan ; tdak teraba gerakan-gerakan janin

Dengan palpasi yang teliti dapat dirasakan adanya krepitasi pada tulang kepala janin.

Auskultasi Baik memamakai setetoskop monoral maupun dengan Deptone tidak akan terdengar DJJ Pemeriksan penunjang USG Tidak kelihatan denyut jantung janin dan gerakan-gerakan janin.

Rontgen abdomen Adanya akumulasi gas dalam jantung dan pembuluh darah besar janin Tanda nojoks ; adanya angulasi yang tajam tulang belakang janin
Page 21

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Tanda spalding ; overlapping tulang-tulang kepala (sutura) janin Disintegrasi tulang janin bila ibu berdiri tegak Kepala janin kelihatan seperti kantong berisi benda padat. Kepala janin terkulai

Laboratorium Reaksi kehamilan baru negatif setelah beberapa minggu janin mati dalam kandungan.

Diagnosa Banding
1. Mssed abortion Karena denyut jantung tidak terdengar,pembesaran uterus tidak bertambah dan pergerakan janin tidak dirasakan tetapi pda KJDK dapat dirasakan krepitasi pada saat palpasi sedangkan missed abortion tidak. 2. Kehamilan ektrauterin Pada KJDK planotes negative sedangkan pada kehamilan ektrauterin positif 3. Mola hidatidosa Memang DJJ dan gerakan janin tidak ada tetapi planotes positif malah HCG nya tinggi sedangkan pada KJDK planotes negative

Penanganan
1. Bila disangka telah terjadi kematian janin dalam rahim tidak usah terburu-buru bertindak, sebaiknya diobservasi dulu dalam 2-3 minggu untuk mencari kepastian diagnosis.
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 22

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


2. Biasanya selama masih menunggu ini 70-90 % akan terjadi persalinan yang spontan.9
3.

Jika persalinan tidak terjadi dalam 2 minggu, trombosit menurun dan serviks belum matang, matangkan servik dengan misoprostol. Tepatkan misoprostol 25 mcg di puncak vagina, dapat diulangi sesudah 6 jam. Jika tidak ada respon sesudah 2x 25 mcg isoprostol naikkan dosis menjadi 50 mcg setiap 6 jam.8

4. Bila setelah 3 minggu kematian janin dalam kandungan atau 1 minggu setelah diagnosis. Partus belum mulai maka wanita harus dirawat agar dapat dilakukan induksi persalinan 5. Induksi partus dapat dimulai dengan pemberian esterogen untuk mengurangi efek progesteron atau langsung dengan pemberian oksitosin drip dengan atau tanpa amniotomi.9

Pencegahan
Tips-tips yang sangat dianjurkan bagi Ibu hamil dalam masa pertumbuhan bayi di dalam kandungan : 1. Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan. Bulan-bulan terakhir kehamilan, kontrol harus dilakukan lebih sering lagi. 2. Hindari bahan atau zat-zat kimia yang yang menimbulkan keracunan seperti insektisida, cat, bahan-bahan yang mengandung merkuri (air raksa) atau timah hitam. 3. Berhenti merokok atau menjadi perokok pasif, karena asap rokok akan membuat si kecil lahir dengan berat badan yang kurang, kematian si kecil dalam kandungan atau si kecil mudah jatuh sakit atau lambat dalam mempelajari sesuatu nantinya, dapat juga menyebabkan keguguran. 4. Minumlah yang lebih banyak, terutama air putih. Cairan yang masuk berguna untuk membantu peningkatan volume darah yang terjadi selama kehamilan. Minumlah sedikitnya 6 8 gelas sehari, dapat berupa jus buah, susu, atau air putih biasa. Cara mudah untuk melihat kecukupan cairan dalam tubuh ialah dengan melihat warna air seni. Bila air seni, jernih seperti air putih atau hanya sedikit kuning, itu menunjukkan cukup mengkonsumsi cairan.
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 23

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


5. Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk ibu dan si kecil dalam kandungan. Makanan harus memenuhi 5 kelompok makanan utama: nasi atau sumber karbohidrat lainnya, daging dan protein lainnya, sayuran, buah-buahan dan susu. Kurangi makanan berlemak dan perbanyak makanan berserat 6. Konsumsi vitamin Asam Folat 400 mikrogram perhari, sebelum kehamilan hingga beberapa bulan pertama dalam kehamilan. Hal ini berguna untuk mencegah cacat tabung saraf dan tulang belakang pada si kecil. Asam Folat ini juga penting diperoleh dari makanan yang mengandung Asam Folat seperti pada sereal, beras merah, jeruk, sayuran hijau, kacang-kacangan, brokoli, dan lainnya. 7. Konsumsi juga tablet penambah darah, yaitu tablet yang mengandung zat Besi sebanyak 30 miligram sehari selama masa kehamilan, atau sesuai yang dianjurkan oleh dokter. Zat Besi ini berguna untuk mencegah terjadinya anemia pada saat kehamilan, yang dapat menyebabkan terjadinya risiko untuk terjadinya perdarahan saat persalinan.

Sebenarnya semua wanita yang berusia subur, sebaiknya mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak Zat besi. 8. Cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah memegang daging mentah pada saat memasak atau setelah menggunakan kamar kecil. Karena dengan cuci tangan akan mencegah penyebaran kuman dan virus yang dapat menyebakan penyakit. 9. Kenali keadaan diri sendiri. Bila ada tanda atau gejala yang tidak biasanya seperti nyeri, perdarahan vagina, merembesnya air ketuban, pusing, pingsan, nafas menjadi pendek, gemetar, nadi menjadi cepat, mual dan muntah, pembengkakan pada sendi, tidak merasakan pergerakan janin, dan gejala atau tanda lainnya, konsultasikanlah dengan dokter . 10. Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan termasuk juga obat-obat tradisional. Termasuk juga alkohol dan kafein. Kafein yang ada pada teh, kopi, minuman ringan dan coklat perlu juga dibatasi. 11. Obat-obatan yang sering diminum sebelum hamil, misalnyaobat-obatan untuk hipertensi, epilepsi, asma atau kencing manis, perlu dikonsultasikan kembali dengan dokter Anda. ini aman digunakan dalam kehamilan
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 24

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


12. Obat-obatan yang dijual bebas seperti untuk mengatasi flu dan batuk, mungkin dapat membahayakan janin dalam kandungan. Oleh sebab itu, konsultasikanlah dulu dengan dokter sebelum meminumnya. 13. Bergabung dalam kelas untuk ibu hamil seperti kelas senam hamil.

Selain dapat mengambil manfaat dari kelas tersebut, calon-calon ibu juga dapat membagi pengalaman dan menambah pengetahuan dengan sesama calon ibu lainnya. 14. Tetaplah beraktifitas karena akan baik untuk sang ibu maupun sang calon bayi. Olahraga yang biasanya aman untuk ibu hamil seperti berjalan, berolahraga, bersepeda statis. Tapi ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulainya. 15. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering, sekitar 5 6 kali perhari. Ini jauh lebih baik daripada makan dalam 3 porsi besar sehari. Pola makan dengan porsi kecil yang lebih sering, dapat mengurangi mual-muntah di pagi hari dan nyeri lambung. Hindarilah makanan yang dapat membuat lambung nyeri, walaupun menyukainya. Gantilah dengan makanan yang lebih bergizi. 16. Hindari mandi atau berendam dengan air panas saat hamil. Karena panas yang tinggi dapat membahayakan kehamilan. 17. Hindarilah daging yang belum dimasak atau yang dimasak kurang matang, cucilah tangan setelah memegang hewan peliharaan atau berkebun. Ini untuk mencegah terjangkit parasit toksoplasma yang menyebabkan penyakit toksoplasmosis, yang dapat membahayakan janin dalam kandungan. 18. Karena ukuran rahim yang semakin besar, seiring dengan kurang efisiennya fungsi ginjal akibat kehamilan, dapat menyebabkan ibu lebih sering buang air kecil. Dapat juga terjadi keluar air seni saat bersin, batuk atau ketawa. Ini disebabkan karena adanya tekanan rahim pada kandung kemih, yang sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Jika buang air kecil disertai rasa panas, nyeri dan lebih sering, periksakanlah ke dokter. 19. Berat badan yang berlebihan atau kurang selama kehamilan dapat menyebabkan masalah bagi si kecil yang masih dalam kandungan. Janganlah melakukan diet selama hamil untuk menurunkan berat badan yang berlebih sebelum berkonsultasi dengan dokter.
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 25

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


20. Melakukan vaksinasi untuk kehamilan. Tanyakanlah pada dokter mengenai hal ini, kapan sebaiknya vaksinasi diberikan. 21. Hindari pemeriksaan dengan sinar X (ronsen). Jelaskan pada dokter bila Anda sedang hamil bila dokter meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan itu. 22. Istirahatlah yang cukup. Pada saat beristirahat sebaiknya berbaring ke samping, terutama ke sisi kiri bila sesuai saran dokter. Posisi ini akan memberikan sirkulasi darah terbaik untuk sang janindan dapat mengurangi pembengkakan pada tungkai kaki.

Komplikasi
Kematian janin dalam kandungan 3-4 minggu, biasanya tidak memvbahayakan ibu. Setelah lewat 4 minggu maka kemungkinan terjadinya kelainan darah (hipofibrinogenemia) akan lebih besar karena itu pemeriksaan pembekuan darah harus dilakukan setiap minggu selah diagnosis ditegakkan. Bila terjdai hipofibrinogenemia bahayanya adalah perdarahan postpartum. Terapinya adalah dengan pemberian darah segar atau pemberian fibrinogen. Resiko yang perlu ditangani adalah koagulasi intravaskuler (DIC). Koagulasi intravaskuler yang mungkin terjadi yaitu protombin, partial protombin, fibrinogen dan platelet yang dimonitor tiap minggu. Bila hasil tes tetap pada rentang normal dapat dilakukan penantian kelahiran spontan. Bila platelet fibrinogen menurun dan atau peningkatan protombin dan partial protombin, konsultasi dengan dokter untuk melakukan induksi kelahiran.selain itu maka komplikasi yang lain adalah: Trauma emosional yang berat terjadi bila waktu antara kematian janin dan persalinan cukup bulan. Dapat terjadi infeksi bila ketuban pecah. Dapat terjadi koagulasi bila kematian janin berlangsung > 2 minggu.8.9

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 26

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


DAFTAR PUSTAKA

1. Moctar,rustam.Sinopsis Obstetri,EGC,Jakarta,1998 2. Prawirobihardjo,sarwono,1999,Ilmu Kebidanan, edisi kedua,yayasan bina pustaka, Jakarta 3. Taber Ben-Zion,Kedaruratan Obstetric dan Ginekologi,EGC,Jakarta,1994 4. http://cpddokter.com/home/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=938 5. http://obstetriginekologi.com/penyakit-penyakit-yang-dapat-mempengaruhikehamilan 6. http://obstetriginekologi.com/perkembangan-janin-dalam-kandungan 7. http://www.anak-ibu.com/panduan/tanda-tanda-dan-dampak-kematian-janin-dikandungan 8. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.pathguy.com/lectures/hydrops.jp g&imgrefurl=http://dokterrosfanty.blogspot.com/2009/07/kematian-janin-dalamkandungan-iufd.html 9. http://www.medical-journal.co.cc/2010/02/kematian-janin-dalam-kandungan.html

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 27

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


STATUS PASIEN
ANAMNESA PRIBADI
Nama Umur Pekerjaan Agama : Ny. Lailum Zuraidah : 31 Tahun : IRT : Islam

Suku/bangsa : BMelayu/Indonesia Pendidikan Alamat : SLTA : Jl.GUnung Bendahara LK VII

Nama Suami : Walidi Tgl. Masuk :22 Maret 2011 pukul 12:00 Wib

ANAMNESA PENYAKIT
KU Telaah : Perdarahan pervagina : Os datang ke RSUD.DR.R.M.DJOELHAM dengan keluhan keluar darah dari vagina berwarna coklat kemerah-merahan, berupa flak-flak (+) , satu kali ganti duk lebih kurang 10 cc.,Hal ini dialami os lebih kurang 1 minggu yang lalu, os juga mengaku perutnya keras (+) seperti mau melahirkan,gerakan janin tidak dirasakan lagi selama 5 har ini sebelumnya gerakannya sangat kuat sekali,os mengaku 2 minggu sebelum keluar darah os sempat demam selama 5 hari tetapi sekarang sudah sembuh tidak demam lagi. Satu hari sebelum kerumah sakit os sempat ke puskesmas dan dilakukan tes urin hasilnya negative. Riwayat mentruasi sebelumnya:
HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 28

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Menarche Siklus Banyak Lamanya HPHT TTP Riwayat persalinan: Perempuan, Aterem,PSP, Bidan, 3500 gr, Hidup 3 tahun Hamil ini dengan Kematian janin Dalam Kandungan RPT RPO : (-) : (-) : 14 Tahun : 28 hari : 2 kali ganti duk : 7 hari : 20 September 2010 : 27 Juni2011

PEMERIKSAAN FISIK Status Present


1. Keadaan Umum Sensorium Tekanan darah Respirasi Rate Heart Rate Suhu 2. Keadaan Penyakit Anemia Sianosis Dyspnoe : (-) : (-) : (-)
Page 29

: Compos Mentis : 110/80mmHg : 20x/menit : 80x/menit : 36,5 0 C

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Ikterus Edema : (-) : (-)

Status Lokalisata
1. Kepala Mata Telinga Hidung Leher 2. Thorax Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi 3. Abdomen Inspeksi bekas operasi (-), Palpasi Perkusi Auskultasi 4. Ektremitas Superior : dbn
Page 30

: conjungtiva palpebra superior pucat (-/-) : dbn : dbn : pembesaran kelenjar getah brning (-/-)

: simetris : Sterm fremitus kanan dan kiri sama : Sonor (+/+) : Vesikuler (+/+),suara tambahan (-/-)

: Abdomen sudah tampak membesar,striae gravidarum (+),

: Hati tidak teraba, Lien tidak teraba, nyeri tekan abdomen (+) : Timpani : Peristaltic usus normal

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Inferior : dbn

Status Obstetri dan Ginekologi


1. Abdomen Inspeksi : Abdomen sudah tampak membesar, striae gravidarum (+), bekas operasi (-) Palpasi : Fundus uteri teraba 2 jari diatas pusat, nyeri tekan abdomen

(+),gerakan janin (-),krepitasi (+),HIS (+) Perkusi Auskultasi monoral dan doppler 2. Genetalia Ekterna Inspeksi 3. Genetalia Interna Inspeksi Vaginal Thoucer : Tampak kepala di vulva :Ada pembukaan 2 cm :Perdarahan (+),Massa (-),Lesi (-),Udem (-) : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak terdengar denyut jantung janin dengan menggunakan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. USG Dilakukan pada tanggal 18 Maret 2011 (dilakukan 3 hari sebelum kerumah sakit) hasilnya adalah : Janin tunggal DJJ (-) Gerak (-) Usia kehamilan 16-18 minggu

Kesan Kematian janin dalam kandungan (IUFD) 2. Laboratorium


HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai Page 31

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Dilakukan pada tanggal 18 Maret 2011 (dilakukan 3 hari sebelum kerumah sakit) Darah rutin : Hb Leukosit Hematokrit Trombosit Bleeding Time Cloting Time Golongan Darah Urin rutin Planotest :3 menit :9 menit : O : Negatif : Negatif : 13,6 gr/dl : 8000 mm3 : 37,4% : 223.000 mm3

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 32

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


RESUME
ANEMNESA
KU Telaah : Perdarahan pervagina : Os datang ke RSUD.DR.R.M.DJOELHAM dengan keluhan keluar darah dari vagina berwarna coklat kemerah-merahan, berupa flak-flak (+) , satu kali ganti duk lebih kurang 10 cc.,Hal ini dialami os lebih kurang 1 minggu yang lalu, os juga mengaku perutnya keras (+) seperti mau melahirkan,gerakan janin tidak dirasakan lagi selama 5 har ini sebelumnya gerakannya sangat kuat sekali,os mengaku 2 minggu sebelum keluar darah os sempat demam selama 5 hari tetapi sekarang sudah sembuh tidak demam lagi. Satu hari sebelum kerumah sakit os sempat ke puskesmas dan dilakukan tes urin hasilnya negative.

PEMERIKSAAN FISKIK Status Lokalisata


1. Abdomen Inspeksi Palpasi : Abdomen sudah tampak membesar,striae gravidarum (+) : Nyeri tekan abdomen (+)

Status Obstetri dan Ginekologi


1. Abdomen Inspeksi Palpasi : Abdomen sudah tampak membesar, striae gravidarum (+) : Fundus uteri teraba 2 jari diatas pusat, nyeri tekan abdomen

(+),gerakan janin (-),krepitasi (+),HIS (+)

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 33

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Auskultasi monoral dan doppler 2. Genetalia Ekterna Inspeksi 3. Genetalia Interna Inspeksi Vaginal Thoucer :Tampak kepala di vulva :Ada pembukaan 2 cm :Perdarahan (+) : Tidak terdengar denyut jantung janin dengan menggunakan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. USG Dilakukan pada tanggal 18 Maret 2011 (dilakukan 3 hari sebelum kerumah sakit) hasilnya adalah : Janin tunggal DJJ (-) Gerak (-) Usia kehamilan 16-18 minggu

Kesan Kematian janin dalam kandungan (IUFD) 2. Laboratorium Dilakukan pada tanggal 18 Maret 2011 (dilakukan 3 hari sebelum kerumah sakit) Darah rutin normal Cloting Time Golongan Darah Urin rutin Planotest :9 menit : O : Negatif : Negatif

DIAGNOSA BANDING
Missed abortion Mola hidatidosa
Page 34

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


Kehamilan ektrauterin

DIAGNOSA KERJA
IUFD + SG + KDR ( 26-27 minggu) + JT

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 20 gtt/ menit Cytotek 3x1 Ciprofloksasin 500 mg 3x1 Diet MB

RENCANA
Kurretage

LAPORAN KURRETAGE
Dilakukan pada tanggal 22 Maret 2011 pukul 22:45 wib Operator :Dr.Herizal sp.OG

Ibu dalam posisi litotomi Operator melakukan teknik sterilisasi Dilakukan anestesi local sebelumnya infuse terpasang baik Dilakukan hygiene vulva Vagina dibuka denghan menggunakan inspekulo sehingga tampak darah dan mulut rahim dijepit dengan menggunakan cunam cervik

Dimasukkan sonde uterus untuk menentukan kedalamam uterus Setelah sonde uterus dikeluarkan maka dimasukkan alat untuk mengikis konsepsi yang ada dalam janin

Setelah uterus bersih dikikis maka inspekulo dikeluarkan dan dikasih betadin Kesan :Bersih

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 35

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


TERAPI POST KURRETAGE
IVFD RL + 1 ampul pytogin 20 gtt/ menit Ciproflaksasin 500 mg 3x1 Asam Mefenamat 500 mg 3x1 Metronidazol 500 mg 3x1 Viferron 1 x 1 Diet MB

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 36

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


FOLLOW UP
FOLLOW UP Tgl 22 Maret 2011 pukul 14:00 Wib KU Baik, kontraksi uterus baik Kesadaran Keluhan CM -Perdarahan pervagina (+) 10 cc -Mules (+) Tgl 22 Maret 2011 pukul 23:00 Wib Baik,kontraksi uterus baik CM -Nyeri bekas kurret(+) -Perdarahan pervagina (+) 5 cc -TFU 3 jari dibawah pusat Tgl 23 Maret 2011 pukul 06:00 Wib Baik,kontraksi uterus baik CM -Nyeri bekas kurret(+) -Perdarahan pervagina (+) 5 cc -TFU 3 jari dibawah pusat

Vital Sign

TD :120/70 mmhg RR :24x/i HR :80x/i T :36,5 0 C

TD :120/70 mmHg RR :20x/i HR :84x/i T : 37,2 0 C

TD :120/80 mmHg RR :24x/i HR :88x/i T : 36,5 0 C

Terapi

-IVFD RL 20 gtt/ menit -Cytotek 3x1

-IVFD RL + 1 ampul -IVFD RL + 1 ampul pytogin 20 gtt/ menit pytogin 20 gtt/ menit 500

-Ciprofloksasin 500 mg -Ciproflaksasin 500 mg -Ciproflaksasin 3x1 -MB 3x1 mg 3x1

-Asam Mefenamat 500 -Asam mg 3x1

Mefenamat

500 mg 3x1

-Metronidazol 500 mg -Metronidazol 500 mg 3x1 -Viferron 1 x 1 -Diet MB 3x1 -Viferron 1 x 1 -Diet MB

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 37

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011


KESIMPULAN
Bayi lahir spontan pada pukul 22:35 wib Berat badan 300 gr, panjang badan 10 cm Jenis kelamin belum tampak Kurretage dilakukan setelah bayi lahir tepatnya pada pukul 22:45wib Pada tanggal 23 Maret 2011 pukul 11:00 wib Pasien PBJ Terapi PBJ adalah Ciprofloksasin 500 mg 3x1 Asam Mefenamat 500 mg 3x1 Metronidazol 500 mg 3x1 Viferron 1x1 Pasien pulang dalam kondisi sehat

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 38

Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) 2011

HUSNUL KHATIMAH (05171008) Fakultas Kedokteran Abulyatama Aceh KKS SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD.DR.R.M.Djoelham Binjai

Page 39