Anda di halaman 1dari 4

B.

MACAM MACAM BEBAN

1.

Beban Mati

Beban mati adalah beban yang titik tangkap gaya, besar dan arahnya selalu tetap. Yang termasuk beban mati adalah berat sendiri bangunan, segala unsur tambahan, mesin-mesin dan fasilitas lainnya dalam bangunan yang bersifat tetap dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangunan tersebut. Beban mati biasa diberi simbol M atau D.

2.

Beban Hidup

Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan bangunan. Beban hidup merupakan jenis beban yang tergantung pada fungsi waktu, sehingga besar, arah, dan posisi titik tangkap beban hidup tidak tetap setiap waktu. Yang dimaksud beban hidupadalah beban hujan, salju, manusia, kendaraan serta peralatan yang bersifat tak tetap. Beban hidupbiasa diberi notasi H atau L. 3. Beban Angin

Beban angin adalah beban yang bekerja pada bangunan akibat adanya selisih tekanan udara. Di daerah tertentu, yang mempunyai perbedaan tekanan udara sangat besar misalnya daerah pantai, beban angin bisa bersifat dominan jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Beban angin biasa diberi notasi A atau W 4. Beban Gempa

Beban gempa adalah semua beban statik ekivalen yang bekerja pada struktur bangunan yang menirukan pengaruh perilaku gempa bumi. Beban gempa biasa diberi notasi G atau E. 5. Beban Khusus

Beban khusus adalah semua beban yang bekerja pada sruktur bangunan yang terjadi akibat selisih suhu, proses pengangkatan dan pemasangan, penurunan pondasi, rangkan dan susut, gaya-gaya tambahan yang berasala dari beban hidup, seperti gaya rem, gaya sentrifugal, dan sebagainya. Beban khusus biasanya diberi notasi K.

C. MACAM-MACAM PROFIL BAJA

Baja dalam teknik konstruksi bangunan gedung terdapat dalam bermacam-macam bentuk sebagai berikut :

1). Baja Pelat yaitu baja berupa pelat baik pelat lembaran maupun pelat strip dengan tebal antara 3 mm s.d 60 mm. Baja Pelat Lembaran terdapat dengan lebar antara 150 mm s.d 4300 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter. Sedangakan Baja Pelat Strip biasanya dengan lebar 600 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter. Permukaan baja pelat ada yang polos dan ada yang bermotif dalam berbagai bentuk motif. Namun untuk keperluan konstruksi pada umumnya digunakan baja pelat yang polos rata dengan lebar dapat dipotong sendiri sesuai dengan kebutuhan. Biasa dipakai sebagai penggantung, juga terdapat pemakaiannya pada jembatan. Permukaan baja pelat ada yang polos dan ada yang bermotif dalam berbagai bentuk motif. Namun untuk keperluan konstruksi pada umumnya digunakan baja pelat yang polos rata dengan lebar dapat dipotong sendiri sesuai dengan kebutuhan. 2). Baja Profil yaitu baja berupa batangan (lonjoran) dengan penampang berprofil dengan bentuk tertentu dengan panjang pada umumnya 6 meter ( namun dapat dipesan di pabrik dengan panjang sampai 15 meter. Adapun bentuk-bentuk profil penampang baja dapat dilihat/ dipelajari Tabel Profil Konstruksi Baja antara lain profil WF, Light Beam and Joists, H Bearing Piles, Structural Tees, Profil Kanal, Profil Siku (sama kaki dan tidak sama kaki ), Daftar Faktor Tekuk (w), Light Lip Channels, Light Channel, Hollow Structural Tubings ( profil tabung segi empat ), Circular Hollow Sections ( profil tabung bulat ), serta tabel-tabel pelengkap lainnya. Baja profil WF (tampang I) mempunyai kelebihan: kekuatan cukup besar, permukaan dalam dan luar yang sejajar pada sayap memudahkan penyambungan. Keunggulan tersebut menjadikan tampang I lebih banyak dipakai sebagai kolom dan balok pada bangunan gedung, gelagar jembatan, perkuatan pada bangunan bawah tanah, struktur kapal dan struktur mesin. Baja profil H, mempunyai tampang seperti I sayap lebar dengan sayap dan badan sama tebal, memiliki kelebihan lain: kekuatan tekan sangat besar, mudah dipancang dan kekuatan serta kekakuan lentur yang tinggi memberi ketahanan terhadap benturan dan gaya horizontal. Oleh karena itu tampang H sangat cocok untuk fondassi tiang. Baja profil siku tunggal (angle) dipakai untuk beban yang relatif kecil, seperti pada rangka atap suatu bangunan gedung atau pada menara-menara tranmisi. Sambungannya biasa dilakukan pada satu sisi saja, sehingga terjadi eksentrisitas gaya yang menimbulkan tegangan regangan sekunder. Baja profil siku rangkap (double angles) umum dipakai pada rangka atap dan dengan menempel plat pertemuan antara kedua baja siku tersebut, eksentrisitas gaya menjadi kecil sehingga dapat diabaikan. Baja profil T biasanya dipilih untuk batang tepi atas dan bawah dari suatu rangka atap apabila sambungan-sambungannya dilakukan dengan las. Ini disebabkan karena batang-batang dinding (vertical dan diagonal) dapat langsung disambungkan pada bagian-bagian yang vertical dari profil tersebut tanpa memerlukan plat pertemuan. Baja profil kanal mempunyai sayap dengan permukaan luar dan dalam tidak sejajar. Kanal banyak dipakai sebagai rangka jembatan, kapal, rangka bangunan gedung, gerbong dan mesin.

3). Baja Beton yaitu baja yang digunakan untuk penulangan / pembesian beton ( untuk konstruksi beton ). Pada umumnya berbentuk batangan / lonjoran dengan berbagai macam ukuran diameter, panjang 12 meter. Terdapat baja tulangan berpenampang bulat polos, juga baja tulangan yang diprofilkan.

D. SAMBUNGAN PADA BAJA

1.

Paku Keling

Paku keling adalah suatu alat sambung konstruksi baja yang terbuat dari batang baja berpenampang bulat dengan bentuk sebagai berikut : Menurut bentuk kepalanya, paku keeling dibedakan menjadi 3 : 1). Paku keeling kepala mungkum/utuh 2). Paku keeling kepala setengan terbenam 3). Paku keeling kepala terbenam

2.

Sambungan Baut

Baut adalah alat sambung dengan batang bulat dan berulir, salah satu ujungnya dibentuk kepala baut ( umumnya bentuk kepala segi enam ) dan ujung lainnya dipasang mur/pengunci. Dalam pemakaian di lapangan, baut dapat digunakan untuk membuat konstruksi sambungan tetap, sambungan bergerak, maupun sambungan sementara yang dapat dibongkar/dilepas kembali. Bentuk uliran batang baut untuk baja bangunan pada umumnya ulir segi tiga (ulir tajam) sesuai fungsinya yaitu sebagai baut pengikat. Sedangkan bentuk ulir segi empat (ulir tumpul) umumnya untuk baut-baut penggerak ataupemindah tenaga misalnya dongkrak atau alat-alat permesinan yang lain. Baut untuk konstruksi bangunan dibedakan menjadi dua jenis : Baut hitam yaitu baut dari baja lunak (St 34) banyak dipakai untuk konstruksi ringan/sedang misalnya bangunan gedung, diameter lubang dan diameter batang baut memiliki kelonggaran 1mm.

Baut pass yaitu baut baja mutu tinggi (st 42) banyak dipakai untuk konstruksi berat atau beban bertukar seperti jembatan raya. Diameter lubang dan diameter batang baut relative pas kelonggaran 0,1 mm.

3.

Sambungan Las

Menyambung baja dengan las adalah menyambung dengan cara memanaskan baja hingga mencapai suhu lumer (meleleh) dengan ataupun tanpa bahan pengisi, yang kemudian setelah dingin akan menyatu dengan baik. Untuk menyambung baja bangunan kita mengenal 2 jenis las yaitu : 1) Las Karbid ( Las OTOGEN ) Yaitu pengelasan yang menggunakan bahan pembakar dari gas oksigen (zat asam) dan gas acetylene (gas karbid). Dalam konstruksi baja las ini hanya untuk pekerjaan-pekerjaan ringan atau konstruksi sekunder, seperti ; pagar besi, teralis dan sebagainya.

2) Las Listrik ( Las LUMER ) Yaitu pengelasan yang menggunakan energi listrik. Untuk pengelasannya diperlukan pesawat las yang dilengkapi dengan dua buah kabel, satu kabel dihubungkan dengan penjepit benda kerja dan satu kabel yang lain dihubungkan dengan tang penjepit batang las / elektrode las. Jika elektrode las tersebut didekatkan pada benda kerja maka terjadi kontak yang menimbulkan panas yang dapat melelehkan baja ,dan elektrode (batang las) tersebut juga ikut melebur ujungnya yang sekaligus menjadi pengisi pada celah sambungan las. Karena elektrode / batang las ikut melebur maka lama-lama habis dan harus diganti dengan elektrode yang lain. Dalam perdagangan elektrode / batang las terdapat berbagai ukuran diameter yaitu 21/2 mm, 31/4 mm, 4 mm, 5 mm, 6 mm, dan 7 mm. Untuk konstruksi baja yang bersifat strukturil (memikul beban konstruksi) maka sambungan las tidak diijinkan menggunakan las Otogen, tetapi harus dikerjakan dengan las listrik dan harus dikerjakan oleh tenaga kerja ahli yang profesional.