Anda di halaman 1dari 27

KULIAH II

KRISTALOGRAFI & MINERALOGI: KRISTALISASI & SISTEM-SISTEM KRISTAL

DOSEN PENGAJAR : FAHRUL INDRAJAYA, ST.

Definisi Kristalografi
Kristalografi merupakan cabang ilmu dari mineralogi yang mempelajari kristal, Kristal adalah benda padat yang dibatasi oleh polihedra (bidang-bidang/banyak bidang) yang mencerminkan struktur dalam yang teratur dari atom-atom, ion-ion ataupun molekulmolekul penyusunnya

Definisi Mineralogi
Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari material kristalin yang terbentuk di alam (mineral)

Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu, dan mempunyai atomatom yang tersusun secara teratur.
3

Kristalisasi
Kristal terbentuk dari:
Larutan Lelehan Uap
Yang mengalami perubahan kondisi seperti: penguapan, penurunan T dan P atau perubahan Konsentrasi dan pH

Contoh kristalisasi
Larutan NaCl yang mengalami penguapan akan menjadi lewat jenuh sehingga terjadi presipitasi garam padat. Jika penguapan terjadi sangat perlahan maka ion Na+ dan Cl- akan mengelompok membentuk satu atau beberapa kristal yang bentuknya khas Jika penguapan terjadi dengan cepat akan terbentuk banyak pusat kristalisasi, menghasilkan kristal yang lebih banyak dan lebih halus

Komposisi kimia suatu mineral merupakan hal yang sangat mendasar, beberapa sifat-sifat mineral/kristal tergantung kepadanya. Sifat-sifat mineral/kristal tidak hanya tergantung kepada komposisi tetapi juga kepada susunan meruang dari atom-atom penyusun dan ikatan antar atomatom penyusun kristal/mineral.

Komposisi kimia kerak Bumi dibagi menjadi: Kerak Mantel, dan Inti bumi

Ketebalan kerak bumi di bawah kerak benua sekitar 36 km dan di bawah kerak samudra berkisar antara 10 sampai 13 km. batas antara kerak dengan mantel dikenal dengan Mohorovicic Discontinuity.

Kimia kristal Sejak penemuan penyelidikan kristalogra sinar mengembangkan pengertian kita hubungan antara kimia dan Tujuannya adalah:

sinar X, X telah tentang struktur.

1) Untuk mengetahui hubungan antara susunan atom dan komposisi kimia dari suatu jenis kristal. 2) Dalam bidang geokimia tujuan mempelajari kimia kristal adalah untuk memprediksi struktur kristal dari komposisi kimia dengan diberikan temperatur dan tekanan.

Daya Ikat dalam Kristal


Daya yang mengikat atom (atau ion, atau grup ion) dari zat pada kristalin adalah bersifat listrik di alam. Tipe dan intensitasnya sangat berkaitan dengan sifat-sifat sik dan kimia dari mineral. Kekerasan, belahan, daya lebur, kelistrikan dan konduktivitas termal, dan koesien ekspansi termal berhubungan secara langsung terhadap daya ikat.

Secara umum, ikatan kuat memiliki kekerasan yang lebih tinggi, titik leleh yang lebih tinggi dan koesien ekspansi termal yang lebih rendah. Ikatan kimia dari suatu kristal dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu: ionik, kovalen, logam dan van der Waals.

Proses terbentuknya kristal terdiri dari proses buatan manusia di laboratorium atau proses alami seperti proses pendinginan magma, proses evaporit, proses hidrothermal dan lain-lainnya. Bentuk kesempurnaan dari kristal dapat dibagi menjadi 3 yaitu : Euhedral Subhedral Anhedral

Sistem-Sistem Kristal
Hingga saat ini baru terdapat 7 macam sistem kristal. Dasar penggolongan sistem kristal tersebut ada tiga hal, yaitu: Jumlah sumbu kristal, Letak sumbu kristal yang satu dengan yang lain. Parameter yang digunakan untuk masingmasing sumbu kristal.

Adapun ke tujuh sistem kristal tersebut adalah :

Sistem Isometrik ( sistem kubik ) Sistem Tetragonal Sistem Ortorombik Sistem Heksagonal Sistem Monoklin Sistem Triklin

Sistem Isometrik
a=b=c sering ditulis juga dlm bentuk : a1 = a2 = a3 Jumlah sumbu kristalnya 3 Ketiga sumbu saling tegak lurus (a bc) Masing2 sumbunya sama panjang
14

(a)

(b)

Sistem Isometrik (kubik): (a) asli, (b) modikasi

Sistem Tetragonal
Mempunyai 3 sumbu kristal yg tegak lurus a bc a = b sama c berlainan kadang ditulis: a1=a2c
16

(a)

(b)

Sistem tetragonal: (a) asli, (b) modikasi, dan (c) scheelite


(c)

Sistem Ortorombik
Mempunyai sumbu kristal yang tegak lurus satu dgn yg lainnya a bc Ketiganya mempunyai panjang yg berbeda a bc

18

(a)

(b)

Sistem ortorombik: (a) asli, (b) modikasi

Sistem Heksagonal
Terdiri dari 4 buah sumbu kristal Sumbu c tegak lurus dgn sumbu yg lain a1, a2, a3 c a1 a2, a2 a3, a1 a3 = 120

20

(a)

(b)

Sistem heksagonal: (a) asli, (b) modikasi, (c) vanadinit, dan (d) kuarsa

(c)

(d)

Sistem Trigonal
Beberapa ahli memasukkan sistem ini ke dalam sistem heksagonal. Demikian pula cara penggambarannya juga sama. Perbedaannya bila pada trigonal setelah terbentuk bidang dasar, yang berbentuk segienam kemudian dibuat segitiga dengan menghubungkan dua titik sudut yang melewati satu titik sudutnya.

(a)

(b)

Sistem trigonal: (a) asli, (b) modikasi, dan (c) kalsit

(c)

Sistem Monoklin
Mempunyai satu sumbu yang miring dari tiga sumbu yang dimilikinya a bc a b, bc dan a c= = 90

24

Sumbu Kristalografi Triklin


mempunyai 3 sumbu aba bc

, , 90

25

(a)

(b)

Sistem triklin: (a) asli, (b) modikasi, dan (c) rodokrosit.

(c)