Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN ARTERIOSKLEROSIS, ANGINA DAN INFARK MIOCARD AKUT PENGERTIAN Pembuluh arteri seperti juga organ organ

n lain yang dalam tubuh mengikuti proses umur(ketuaan) dimana terjadi proses yang karakteristik seperti penebalan lapisan intima, berkurangnya elastisitas penumpukan kalsium dan bertambahnya diameter lapisan intima. Perubahan biasanya terjadi pada arteri yang besar.Lobstein yang pertama menyebutnya arteriosclerosis. (Dede Kusuma dan Moectar Hanafi, 2004) Arteriosklerosis merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit, dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur. Dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri. (A.J. Ramadhan, 2010) Angina pectoris tekanan substernal, seperti diperas, konstriksi, dengan penjalaran biasanya ke lengan kiri; biasanya terjadi saat aktivitas, terutama setelah makan atau mengalami emosi yang meningkat. Khas menghilang dengan istirahat dan

nitrogliserin(Lyndon saputra,2007). Infark Miokard Akut (IMA) adalah nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang. (A.J. Ramadhan, 2010) Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang.( Brunner & Sudarth, 2007) ETIOLOGI Arteriosklerosis. (Dede Kusuma dan Moectar Hanafi,2004) 1. 2. Pengendapan kalsium Penumpukan lemak pada arteri

Angina(Lawrence M. teierney,Jr,dkk,2006). 1. Faktor risiko angina yang tidak dapat dikendalikan

a. b. c. d. 2. a. b. c. d. e. f. g.

Usia lanjut Jenis kelamin pria Predisposisis genetic Arteriosklerosis Faktor resiko angina yang dapat diubah Merokok Hipertensi Hiperlipidemia Gangguan toleransi glukosa atau DM Obesitas Penggunaan kokain Depresi

Infrak miocard akut (Kasuari, 2002) 1. a. 1) 2) 3) b. 1) 2) 3) c. 1) 2) 3) 2. a. b. c. Berkurangnya suplai oksigen ke miocard yang disebabkan oleh 3 faktor : Faktor pembuluh darah Arteriosklerosis Spasme Arteritis Faktor sirkulasi Hipotensi Stenosis aorta Infusiensi Faktor darah Anemia Hipoksemia Polisitemia Curah jantung yang meningkat Aktifitas yang berlebih Makan terlalu banyak Emosi

d. Hipertiroidisme 3. a. b. Kebutuhan oksigen miocard meningkat Kerusakan miocard Hipertopi miocard

c. 4. a. b. c.

Hipertensi diastolic Faktor predisposisi Hipertensi Usia Jenis kelamin

d. Obesitas e. f. g. h. Diabetes Merokok Stress psikologis berlebih Emosi

PATOFISIOLOGI Arteriosklerosis Pada pembuluh koroner terjadi penonjolan yang di ikuti dengan garis lemak pada intima pembuluh yang timbul sejak usia dibawah 10 tahun. Garis lemak ini awalnya timbul pada aorta dan arteri koroner. Pada umur 20 tahun ke atas garis lemak ini terlihat hamper pada semua orang, garis lemak ini tumbuh jadi fibrous plaque yaitu suatu penonjolan jaringan kolagen dan sel- sel nekrosis. Lesi ini padat, pucat dan berwarna kelabu yang disebut arteroma. Plak fibrus timbul pada usia 30an . pada usia 40 tahun timbul lesi yang lebih kompleks dan timbul konsekuensi klinis seperti angina pektonis, infrak miocard , dan mati mendadak. (Dede Kusuma dan Moectar Hanafi, 2004). Angina Angina pectoris merupakan sindrom klinis yang disebabkan oleh aliran darah ke arterimiokard berkurang sehingga ketidakseimbangan terjadi antara suplay O2 ke miokardium yang dapat menimbulkan iskemia, yang dapat menimbulkan nyeri yang kemungkinan akibat dari perubahan metabolisme aerobik menjadi anaerob yang menghasilkan asam laktat yang merangsang timbulnya nyeri (Asikin Hanifah, 2004). Infrak miocard akut Dua jenis IMA adalah komplikasi hemidinamik dan aritmia. Segera setelah terjadi IMA daerah miocard setempat akan memperlihatkan penonjolan sistolik (diskinesia) dengan akibat penurunan ejection fraction, isi sekuncup (strok volume) dan peningkatan volume ahir distolik vertikel kiri. Tekanan ahir diastolik ventrikel kiri naik dengan akibat tekanan atrium

kiri juga naik . peningakatan atrium kiri di atas 25 mmhg yang lama akan menyebabkan transudasi cairan ke jaringan interstisium paru (gagal jantung). Pemburukan hemodinamik ini bukan saja disebabkan karena daerah infrak,tetapi juga miokard yang masih relatif baik akan mengadakan kompensasi,khususnya dengan bantuan rangsangan adrenergic,untuk mempertahankan curah jantung,tetapi dengan akibat

peningakatan kebutuhan oksigen miocard. Kompensasi ini jelas tidak memadahi bila daerah yang bersangkutan juga mengalami iskemia. Bila infrak kecil dan miokard bekompensasi dengan masih normal, pemburukan hemodinamik akan minimal. Sebaliknya bila infrak luas dan miocard harus berkompensasi sudah buruk akibat iskemia, tekanan ahir diasatolik ventrikel kiri akan naik dan gagal jantung terjadi. Sebagai akibat IMA akan terjadi perubahan bentuk serta ukuran ventrikel kiri dan tebal jantung yang terkena ataupun yang tidak terkena infrak. Perubahan tersebut menyebabkan remodeling ventrikel yang nantinya akan mempengaruhi fungsi ventrikel dan timbulnya aritma. Pasien IMA umumnya mengalami peningkatan tonus parasimpatis denganakibat kecenderungan meningkatnya bradiaritma , sedangkan peningkatan tonus simpatis pada IMA inferior akan mempertinggi kecenderungan fibrilasi ventrikel dan perluasan infrak. (Lawrence M.Tierney,Jr.2006) KLASIFIKASI Gray, H huon,dkk.2006 1. Angina Pektonis Stabil Terjadi karena sumbatan anatomic berupa arteriosclerosis koroner sehingga aliran darah koroner tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung yang meningkat. Pola sakit dadanya dapat dicetuskan kembali oleh suatu kegiatan dan oleh faktor faktor pencetus tertentu, dalam 30 hari terahir tidak ada perubahan dalam hal frekuensi 2. Angina variant Terjadi karena vasospasme arteri koroner. 3. Angina Pektonis tidak stabil Terjadinya perubahan - perubahan pola : meningkatnya frekuensi , parahnya atau lama sakitnya dan faktor pencetusnya. Angina timbul pada waktu istirahat atau kegiatan yang sedikit saja.

TANDA DAN GEJALA Arteriosklerosis (A.J. Ramadhan, 2010) Sebelum terjadinya penyempitan arteri atau penyumbatan mendadak, aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejalanya tergantung dari lokasi terbentuknya, sehingga bisa berupa gejala jantung, otak, tungkai atau tempat lainnya. Angina(Asikin Hanifah, 2004) 1. 2. 3. Nyeri dada dan leher Sesak nafas Gangguan kesadaran

IMA(Lawrence M.Tierney,Jr.2006) 1. Tanda a. Umum : pasien biasanya tampak cemas dan sering banyak berkeringat. Frekuensi jantung dapat bervariasi dari bradikardi ( paling sering pada infrak inferior) sampai takikardi akibat aktifitas sistim saraf simpatis, curah jantung yang rendah, demam sub febril ,dapat muncul setelah 12 jam dan menetap selama beberapa hari. b. Dada ; lapangan paru yang bersih prognosisnya baik. Tapi biasanya terdengar bunyi rales pada basis paru dan bukan berarti gagal jantung. c. Jantung : pemeriksaan fisik jantung, distensi vena jugularis 2. Gejala a. Nyeri infrak : pada asebagian pasien infrak terjadi pada saat beristirahat , tidak seperti serangan angina ,dan lebih sering pada dini hari. Lokasi dan penjalaran nyerinya sama dengan angina tapi lebih berat serta bertambah cepat sesuai intensitas maksimumnya dalam beberapa menit dan bertambah berat sampai beberapa jam . b. Gejala penyerta : berkeringat dingin, lemas , cemas ,dispnea, ortopnea, batuk , wheezing , mual dan muntah.

PENATALAKSANAAN Arteriosklerosis Farmakoterapi 1. Nitrat (obat pertama yang dipilih untuk mengurangi angina pektonis)

Nitrat dapat mengurangi serangan angina atau nyeri dada yang disebabkan oleh arteriosklerosis sehingga obat ini tepat untuk diberikan. 2. Aspirin ,ticlopidin dan clopidogrel atau anti koagualn bias diberikan untuk

mengurangi resiko terbentuknya pembekuan darah. 3. Modifikasi diet (mengurangi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol)

Pembedahan bila tindakan diatas tidak berhasil mengontrol angina 1. Angioplasti koroner trasluminal perkutan (PTCA)

Dilakukan untuk meratakan plak dan meningkatkan aliran darah yang terdapat endapan lemak. 2. Tandur bypass arteri koroner (CABG)

Merupakan prosedur yang sangat invasive, dimana arteri atau vena yang normal dari penderita digunakan untuk membuat jembatan guna menghindari arteri yang telah tersumbat 3. Enarteroktomi

Pembedahan untuk mengangkat endapan.

Angina (Lawrence M.Tierney,Jr.2006) Farmakoterapi angina 1. Beta-blocker Obat ini mempengaruhi efek hormon epinephrine dan norepinephrine pada jantung dan organ lainnya .Beta-blocker mengurangi denyut jantung pada saat istirahat. Selama melakukan aktivitas, Beta-blockerr membatasi peningkatan denyut jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. 2. Nitrat (contohnya nitroglycerin). Nitrat menyebabkan pelebaran pada dinding pembuluh darah, terdapat dalam bentuk short-acting dan long-acting. Sebuah tablet nitroglycerin yang diletakkan di bawah lidah (sublingual) biasanya akan menghilangkan gejala angina dalam waktu 1-3 menit, dan efeknya berlangsung selama 30 menit. Penderita stable angina kronik harus selalu membawa tablet atau semprotan nitroglycerin setiap saat. 3. Antagonis kalsium Obat ini mencegah pengkerutan pembuluh darah dan bisa mengatasi kejang arteri koroner. Antagonis kalsium juga efektif untuk mengobati variant angina. Beberapa antagonis

kalsium (misalnya verapamil dan diltiazem) bisa memperlambat denyut jantung. Obat ini juga bisa digabungkan bersama Betablocker untuk mencegah terjadinya episode takikardi (denyut jantung yang sangat cepat). 4. Antiplatelet (contohnya aspirin) Platelet adalah suatu faktor yang diperlukan untuk terjadinya pembekuan darah bila terjadi perdarahan. Tetapi jika platelet terkumpul pada ateroma di dinding arteri, maka pembentukan bekuan ini (trombosis) bisa mempersempit atau menyumbat arteri sehingga terjadi serangan jantung. Aspirin terikat pada platelet dan mencegahnya membentuk gumpalan dalam dinding pembuluh darah, jadi aspirin mengurangi resiko kematian karena penyakit arteri koroner. IMA(Lawrence M.Tierney,Jr.2006) 1. 2. 3. 4. a. b. c. d. Istirahat total. Diet makanan lunak/saring serta rendah garam (bila gagal jantung). Pasang infus dekstrosa 5% untuk persiapan pemberian obat intravena. Atasi nyeri : Morfin 2,5-5 mg iv atau petidin 25-50 mg im, bisa diulang-ulang. Lain-lain : nitrat, antagonis kalsium, dan beta bloker. Oksigen 2-4 liter/menit. sedatif sedang seperti diazepam 3-4 x 2-5 mg per oral. Pada insomnia dapat ditambah

flurazepam 15-30 m 5. a. b. c. 6. Antikoagulan : Heparin 20.000-40.000 U/24 jam iv tiap 4-6 jam atau drip iv dilakukan atas indikasi Diteruskan asetakumoral atau warfarin Streptokinase / trombolisis Pengobatan ditujukan sedapat mungkin memperbaiki kembali aliran pembuluh darah

koroner. Bila ada tenaga terlatih, trombolisis dapat diberikan sebelum dibawa ke rumah sakit. Dengan trombolisis, kematian dapat diturunkan sebesar 40%.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN Lawrence M.Tierney,Jr.2006 , Asikin Hanifah, 2004 Pengkajian Primer 1. a. b. 2. a. b. c. d. e. 3. a. b. c. d. e. f. g. h. Airways Sumbatan atau penumpukan sekret Wheezing atau krekles Breathing Sesak dengan aktifitas ringan atau istirahat RR lebih dari 24 kali/menit, irama ireguler dangkal Ronchi, krekles Ekspansi dada tidak penuh Penggunaan otot bantu nafas Circulation Nadi lemah , tidak teratur Takikardi TD meningkat / menurun Edema Gelisah Akral dingin Kulit pucat, sianosis Output urine menurun

Pengkajian Sekunder 1. Aktifitas

Gejala : a. b. c. d. e. Kelemahan Kelelahan Tidak dapat tidur Pola hidup menetap Jadwal olah raga tidak teratur

Tanda :

a. b. 2.

Takikardi Dispnea pada istirahat atau aktifitas. Sirkulasi

Gejala: : Riwayat IMA sebelumnya, penyakit arteri koroner, masalah tekanan darah, diabetes mellitus. Tanda : a. Tekanan darah Dapat normal / naik / turun Perubahan postural dicatat dari tidur sampai duduk atau berdiri. b. Nadi Dapat normal , penuh atau tidak kuat atau lemah / kuat kualitasnya dengan pengisian kapiler lambat, tidak teratur (disritmia). c. Bunyi jantung Bunyi jantung ekstra : S3 atau S4 mungkin menunjukkan gagal jantung atau penurunan kontraktilits atau komplain ventrikel. d. Murmur Bila ada menunjukkan gagal katup atau disfungsi otot jantung e. f. g. Friksi ; dicurigai Perikarditis Irama jantung dapat teratur atau tidak teratur Edema Distensi vena juguler, edema dependent , perifer, edema umum, krekles mungkin ada dengan gagal jantung atau ventrikel. h. Warna Pucat atau sianosis, kuku datar , pada membran mukossa atau bibir 3. Integritas ego

Gejala: Menyangkal gejala penting atau adanya kondisi takut mati, perasaan ajal sudah dekat, marah pada penyakit atau perawatan, khawatir tentang keuangan, kerja, keluarga. Tanda: Menoleh, menyangkal, cemas, kurang kontak mata, gelisah, marah, perilaku menyerang, fokus pada diri sendiri, koma nyeri. 4. Eliminasi

Tanda: Normal, bunyi usus menurun.

5.

Makanan atau cairan

Gejala: Mual, anoreksia, bersendawa, nyeri ulu hati atau rasa terbakar Tanda: Penurunan turgor kulit, kulit kering, berkeringat, muntah, perubahan berat badan 6. Higiene

Gejala atau tanda : Kesulitan melakukan tugas perawatan 7. Neurosensori

Gejala: Pusing, berdenyut selama tidur atau saat bangun (duduk atau istrahat ) Tanda: Perubahan mental, kelemahan 8. Nyeri atau ketidaknyamanan

Gejala : a. Nyeri dada yang timbulnya mendadak (dapat atau tidak berhubungan dengan aktifitas),

tidak hilang dengan istirahat atau nitrogliserin (meskipun kebanyakan nyeri dalam dan viseral). b. Lokasi: Tipikal pada dada anterior, substernal , prekordial, dapat menyebar ke tangan,

ranhang, wajah. Tidak tertentu lokasinya seperti epigastrium, siku, rahang, abdomen, punggung, leher. c. d. Kualitas: Crushing , menyempit, berat, menetap, tertekan. Intensitas: Biasanya 10 (pada skala 1 -10), mungkin pengalaman nyeri paling buruk

yang pernah dialami. 9. Pernafasan:

Gejala : a. b. c. d. Dispnea saat aktivitas ataupun saat istirahat Dispnea nokturnal Batuk dengan atau tanpa produksi sputum Riwayat merokok, penyakit pernafasan kronis.

Tanda : a. Peningkatan frekuensi pernafasan

b. c. d.

Nafas sesak / kuat Pucat, sianosis Bunyi nafas ( bersih, krekles, mengi ), sputum

10. Interaksi social Gejala : a. b. Stress Kesulitan koping dengan stressor yang ada misal : penyakit, perawatan di RS

Tanda : a. b. c. Kesulitan istirahat dengan tenang Respon terlalu emosi ( marah terus-menerus, takut ) Menarik diri