Mekanisme Reaksi Organik

Senin, 24 September 2012

Reaksi Organik
• Perubahan struktur molekul • A-B + C-D  A-C + B-D
LINGKUNGAN
Tingkat Energi Anti Ikatan (*/*) E potensial

SISTEM

Energi Kalor

Energi Kinetik

Energi aktivasi

Tingkat Energi Ikatan (/) reaktan Tingkat Energi Ikatan (/) produk

Kereaktifan Kimia  Eaktivasi terendah
• Ada ikatan rangkap  ada ikatan 
Energi Potensial * *

n 

Kereaktifan Kimia  Eaktivasi terendah
• Gugus fungsi  ada beda keelektronegatifan

• X biasanya nukleofil • Makin elektronegatif  makin reaktif • Halogen paling reaktif (alkil halida)

REAKSI ORGANIK
JENIS UTAMA 1. SUBSTITUSI:reaksi dalam mana suatu atom, ion atau gugus disubstitusi atau digantikan atom, ion atau gugus lain 2. ADISI:reaksi penambahan gugus atau atom tanpa melepaskan gugus atau atom lain pada senyawa tersebut. 3. ELIMINASI:reaksi di mana sebuah molekul kehilangan atom-atom atau ion-ion dalam strukturnya

Jenis Reaksi Organik • Substitusi  pada alkil yang terikat nukleofil • Eliminasi  pada alkil yang terikat nukleofil • Adisi  pada alklil yang mengandung ikatan rangkap .

HO-. RADIKAL BEBAS misal HO.. ROH 2. H2O. ELEKTROFIL (E+) misal H3O+.JENIS PEREAKSI 1. NUKLEOFIL (Nu:) misal I-. BF3. Cl. AlCl3 3. HETEROLITIK (polar) E +X + TIPE PUTUS IKATAN : Y Y EX + Y + X + Y HOMOLITIK (non polar) R +X atau X Y Y RX + Y atau X - + Nu +X Y Y NuX + Y + X + Y - X + Y atau X .

bila menyerang atom atau gugus yang bermuatan positif disebut nukleofil • menyerang atom atau gugus yang bermuatan negatif disebut elektrofil (pecinta elektron).1. REAKSI SUBSTITUSI • gugus yang digantikan disebut gugus pergi (leaving group) • spesi atau gugus yang menyerang. .

sifat nukleofil atau elektrofil. sifat pelarut. . konsentrasi nukleofil atau elektrofil temperatur.Faktor-faktor yang mengatur reaksi substitusi adalah • • • • • struktur pereaksi.

meliputi reaksi substitusi nukleofilik bimolekular (SN2) dan reaksi substitusi nukleofilik unimolekular (SN1).Berdasarkan jenis spesi yang menyerang: 1. reaksi substitusi nukleofilik. 2. reaksi substitusi elektrofilik .

IBrClROH H2O CNOHORnaiknya kebasaan . misalnya derajat ionisasi air. Kekuatan basa ditentukan oleh letak relatif kesetimbangannya dalam reaksi asam basa.Reaksi Substitusi Nukleofilik • Kebasaan ialah ukuran kemampuan pereaksi untuk menerima sebuah proton dalam reaksi asam basa.

atau H2O (basa lemah). . H2O ROH ClBrOHORICNNaiknya nukleofilisitas Umumnya suatu basa yang lebih kuat juga nukleofil yang lebih baik daripada basa lemah. Misalnya OH. Nukleofilisitas relative ditentukan oleh laju relatif reaksi pereaksi dalam reaksi substitusi.(basa kuat) adalah nukleofil yang lebih baik daripada Cl.• Nukleofilisitas adalah ukuran kemampuan suatu pereaksi untuk menyebabkan terjadinya reaksi substitusi.

suatu ikatan baru mulai terbentuk (Nu----C) 2. maka dua peristiwa terjadi sekaligus yaitu : 1. ikatan lama (C----X) mulai putus . yaitu berapa cepat pereaksi itu habis dan produk terbentuk.1. Bila suatu nukleofil menabrak sisi belakang suatu atom karbon tetrahedral yang terikat pada suatu halogen. Reaksi SN2 • • • Mekanisme reaksi dan laju reaksi Mekanisme reaksi : tahapan reaksi secara rinci mengenai bagaimana reaksi berlangsung sampai terbentuknya produk atau hasil reaksi Laju reaksi kimia : ukuran berapa cepat reaksi itu berlangsung.

SN2 .

Energi dalam Reaksi SN2 E potensial Tingkat Energi Anti Ikatan (*/*) Energi aktivasi Tingkat Energi Ikatan (/) reaktan Tingkat Energi Ikatan (/) produk .

Laju Reaksi SN2 .

Pengaruh Struktur Terhadap Laju Reaksi SN2 .

ROH • sering disebut reaksi solvolisis • terbentuk produk substitusi bersamasama dengan produk eliminasi (suatu alkena) . Reaksi SN1 • Dengan nukleofil lemah : H2O.2.

SN1 .

.

Energi dalam Reaksi SN1 E potensial transisi 1 transisi 2 karbokation reaktan produk Laju reaksi SN1 = k[karbokation] .

Pengaruh Struktur Terhadap Laju Reaksi SN1 .

Efek Induksi .

Efek Sterik E potensial karbokation tersier primer .

Bagaimana efek pada laju reaksi SN2 antara CH3I dan OH. C6H5CH=CHCH2Br d. sedangkan variabel lain dijaga konstan? 2. jika konsentrasi kedua pereaksi diduakalikan. CH3CH=CHCH2CHClCH2CH3 c. Mana senyawa berikut ini yang menunjukkan kenaikkan reaktivitas dalam reaksi SN1 dan SN2 karena stabilisasi resonansi ? a.Contoh soal 1. Tuliskan persaman reaksi SN1 dari 2-bromo-2metilbutana dengan metanol! 3. CH3CH=CHCHClCH=CH2 b.. CH2=CHCH2CHBrCH=CH2 .

CH3CH2CH2Br atau H2C=CHCH2Br 6. Mekanisme manakah. Mana bromida berikut yang lebih cepat bereaksi dengan metanol (SN1)? Apa produk reaksinya masing-masing? a.4. Ramalkan produk reaksi SN2 dari cis-4metilsikloheksil bromida dengan ion sianida! 5. CH3CH2C(CH3)2Br atau CH3CH2CH(CH3)Br b. SN1 atau SN2 yang akan terjadi menurut Anda? (CH3)3CBr + CH3OH → (CH3)3COCH3 + HBr .

refluks etanol . natrium etoksida dalam metanol b. SN1 atau SN2 yang akan terjadi menurut Anda? CH3CH2―I + NaOCH3 → CH3CH2―OCH3 + NaI 8.7. Ramalkan produk reaksi dari 1-bromo-1metilsikloheksana dengan: a. Mekanisme manakah.

Substitusi Elektrofilik  Senyawa alifatik sebagian besar reaksi yang terjadi adalah substitusi nukleofilik Senyawa aromatik mempunyai densitas elektron yang tinggi shg spesies positif (elektrofil) akan tertarik.B. akibatnya terjadi reaksi substitusi elektrofilik. .

• Produk : alkena dan alkuna • Bahasan : reaksi eliminasi dari senyawa alkil halida dan alkohol. • Meliputi reaksi eliminasi unimolekular (E1) dan reaksi eliminasi bimolekular (E2) .REAKSI ELIMINASI • Yaitu reaksi dimana sebuah molekul kehilangan atom-atom atau ion-ion dari dalam strukturnya.

2. Reaksi Eliminasi Unimolekular (E1)  Karbokation adalah suatu zat antara tak stabil. berenergi tinggi dan dengan segera bereaksi lebih lanjut membentuk produk. 4. sifat nukleofil atau basa. A.• Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi eliminasi: 1. sifat pelarut. 3. . temperatur. struktur alkil halida atau alkohol. konsentrasi nukleofil atau basa 5.

. membentuk alkena. Salah satu cara mencapai produk yang stabil ialah bereaksi dengan suatu nukleofil (reaksi SN1 ).  Alternatif lain dengan memberikan sebuah proton pada suatu basa dalam reaksi eliminasi (E1).

H3O+ CH C CH ( 3 )2 2 .Br ( CH3 )2 C CH2 karboktion 3 o .H ( CH3 )3 C H 2O + ( CH3 )3 COH t-butil alkohol Eliminasi (E1) H ( CH3 )3 CBr .Mekanisme E1 • Kecepatan reaksi : substrat 3°>2°>1° • Lewat zat antara karbokation • Kecepatan reaksi = k.Br- t-butil bromida karbokation 3o . [substrat] Substitusi (SN1) ( CH3 )3 CBr .

H 3O + CH3 CH 3 C=CH2 basa H 3C keadaan transisi 2 alkena .• Tahap 1 (lambat) : ionisasi alkil halida H 3C ( CH3 )3 CBr ( CH3 )3 C Br C CH3 H3C + Br - keadaan transisi 1 zat antara karbokation • Tahap 2 (cepat) : basa merebut sebuah proton dari karbon yang berdampingan dengan C+ H 3C H 3C H C CH 2 + H 2O H 3C H OH2 C CH2 .

• Contoh lain: CH3 OH CH3 C CH3 CH3 H CH C CH 2OH CH3 CH3 CHCH 3 H2SO4 95 O H3C C C H3C H 3C H 2SO4 140 O CH3 CH3 CH3 C C CH3 H 3C • Bagaimana mekanismenya? .

B. tidak berjalan lewat suatu karbokation. Reaksi Eliminasi Bimolekuler (E2)  Reaksi E2 pada alkil halida cenderung dominan bila digunakan basa kuat seperti –OH dan –OR serta temperatur tinggi  Reaksi E2 dilakukan dengan memanaskan alkil halida dengan KOH atau NaOEt dalam etanol. .  Reaksi E2 → reaksi serempak (concerted reaction). berlangsung dalam satu tahap seperti reaksi SN2.

Reaksi Eliminasi Bimolekuler (E2)  Kecepatan reaksi substrat 3°>2°>1°  Reaksi serempak = satu tahap  Kecepatan reaksi = k [substrat] [B:] Bandingkan!!!! SN2 .

Mekanisme reaksi SN2 .

.Mekanisme E2 _ Nu E C C L C=C _ + NuE + L Contoh reaksi E2 : Br RO + 1) 2) 3) H – CH2 – CHCH3 ROH + CH2 = CHCH2 + Br- Basa membentuk ikatan dengan hidrogen Elektron-elektron C-H membentuk ikatan pi. Gugus halida bersama sepasang elektron meninggalkan ikatan sigma C-X.

Aturan Saytseff • Saytseff (1875) merumuskan aturan: Alkena yang memiliki gugus alkil terbanyak pada atom-atom karbon yang berikatan rangkap. terdapat dalam jumlah terbesar dalam campuran produk reaksi eliminasi H OR Br CH 3CH 2CHCH 3 2-bromobutana RO H CH3CH CHCH 3 Br keadaan transisi CH3CH=CHCH 3 2-butena (80%) CH3CH 2CH Br CH 2 CH 3CH2CH=CH 2 1-butena (20%) .

karena dimungkinkan dalam isomer trans rintangan sterik lebih kecil.CH2=CH2 CH3CH=CH2 CH3CH=CHCH3 (CH3)2C=C(CH3)2 Bertambah kestabilan Alkena bersusbstituen terbanyak seringkali berbentuk diastreomer cis dan trans (isomer geometrik) pada umumnya alkena trans lebih stabil daripada cis. . Sehingga seringkali alkena trans lebih melimpah sebagai produk reaksi E2.

Stereokimia reaksi E2 • basa yang menyerang dan gugus yang pergi umumnya sejauh mungkin. atau posisi anti. • Sehingga reaksi E2 seringkali dirujuk sebagai anti-eliminasi. RO H C C H 6 5 CH 3 C H Br C6 H5 E2 C H5 6 C CH 3 C H C H5 6 .

justru alkena yang kurang stabil dan kurang tersubstitusi merupakan produk yang lebih melimpah (produk Hofmann) • Kapan produk Hofmann terbentuk???????? Jika ada halangan sterik → meningkatkan energi aktivasi.Produk Hofmann Reaksi dehidrohalogenasi : • kebanyakan mengikuti aturan Saytseff dan alkena yang lebih tersubstitusi lebih melimpah • kondisi tertentu. .

Penyebab halangan sterik: 1) Ukuran basa penyerang Basa penyerang Br CH3CH2CHCH3 CH3CH2O - CH3CH=CHCH3 + CH3CH2CH=CH2 2-butena (80%) 1-butena (20%) kecil ( CH3 )3CO - besar CH3 CH3 CH3 C O - CH3CH=CHCH3 + CH3CH2CH=CH2 2-butena (50%) 1-butena (50%) C3 lebih sterik dari pada C1 H Br CH3CH=CHCH3 2-butena CH3CHCHCH3 .

4-trimetil-1-pentena .4. Hβ yang berjejalan CH3 CH3 CH3 Br CH3 C CH2 C CH3 Hβ yang kurang berjejalan CH3CH2O (C H3 )3 CCH2C=CH2 CH3 2.- CH3 CH3 O C CH3 pada C1 rintangan sterik lebih kecil dari pada C3 H CH3CH2CHCH2 Br 2) CH3CH2CH=CH2 1-butena dalam alkyl halida Meruahnya gugus-gugus yang mengelilingi gugus pergi tersebut.

R 3N R 2 C CH 2 H - kalor OH R 3N R 3C δ+ CH 2 H OH R 3N + R 2C=CH 2 + δ- H 2O CH 3 H 3C N CH 3 H H CH 3 CH 2 - β C CH 2 H β OH kalor (C H 3 )3 N + CH 2=CHCH 2CH 3 1-butena (95% ) + CH 3CH=CHCH 3 + H2O 2-butena (5% ) .3) Gugus pergi yang besar dan meruah.

REAKSI ADISI • Reaksi penambahan gugus atau atom tanpa melepaskan gugus atau atom lain pada senyawa tersebut.C . .C • Diawali oleh serangan elektrofilik sehingga disebut juga “reaksi adisi elektrofilik”. • Dapat terjadi pada senyawa-senyawa tak jenuh seperti alkena dan alkuna. juga senyawa karbonil. • Atom karbon sp2 direhibridisasi menjadi sp3 sp2 sp3 C=C → .

Contoh : Adisi Hidrogen Halida Reaksinya secara umum: Tahap 1 : Pengikatan elektrofil H+ R 2C=CR 2 + H X + R 2C CR 2 H + X _ karbokation Tahap 2 : Kombinasi dengan ion halida karbokation + R2C CR2 H + X _ H X ion halida halo alkana R2C CR2 .

1.  alkena tak simetris: ikatan rangkapnya membagi molekul menjadi potongan yang tidak sama. . Hukum Markovnikov Alkena :  alkena simetris : ikatan rangkapnya membagi molekul menjadi dua bagian yang sama.

Aturan Markovnikov HX + Alkena simetris → 1 produk HX + Alkena asimetris → 2 produk H Cl CH3CH=CHCH3 2-butena simetris HCl CH3CHCHCH3 2-klorobutana satu produk CH3CH2 CH2Cl 1-kloropropana CH3CH=CH2 propena tak simetris HCl Cl CH3CH CH3 2-kloropropana dua produk .

Aturan Markovnikov “dalam adisi HX kepada alkena tak simetris. lebih stabil + . H+ dari HX menuju ke karbon berikatan rangkap yang lebih banyak memiliki hidrogen” Contoh: ke sini CH3CH=CH2 propena Penalaran Markovnikov H HCl Cl CH3CH CH3 H+ CH3CH=CH2 propena H+ CH3CH=CH2 propena H CH3CH CH2 CH3CH2CH2 primer. kurang stabil + H CH3CH CH2 CH3CH2CH3 sekunder.

Ramalkan produk utama reaksi hidrasi berkatalis asam dari 1.3-siklopentadiena dan beri alasannya dengan tepat! . Ramalkan produk utamanya: (a) CH 3CH 2CH=CH2 + H 2O H + + (b) (CH3)3CCH=CH2 + H2O H 2.Latihan: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful