P. 1
Non Hodgkin Lymphoma

Non Hodgkin Lymphoma

|Views: 23|Likes:
Dipublikasikan oleh Fahmi Jr Junaidy

More info:

Published by: Fahmi Jr Junaidy on Mar 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

Non-Hodgkin Lymphoma

. yang sangat heterogen. limfosit T. respon terhadap pengobatan. baik tipe histologis. gejala perjalanan klinis. maupun prognosis. dan kadang (amat jarang) berasal dari sel NK (nature killer) yang berada dalam sistem limfe.• Non-Hodgkin Lymphoma (NHL) adalah kelompok keganasan primer limfosit B.

Etiologi dan faktor resiko • • • • Imunodefisiensi Agen infeksius Paparan lingkungan dan pekerjaan Diet dan paparan lainnya .

• Proses ini terjadi di dalam kelenjar getah bening.• Perubahan sel limfosit normal menjadi sel limfoma merupakan akibat terjadinya mutasi pada salah satu sel dari sekelompok sel sel limfosit tua yang tengah berada dalam proses transformasi menjadi imunoblas (terjadi akibat adanya rangsangan imunogen). .

• 2) kromatin inti menjadi lebih halus. • 4) protein permukaan sel mengalami perubahan. .Beberapa perubahan yang terjadi pada limfoit tua antara lain: • 1) ukurannya makin besar. • 3) nukleolinya terlihat.

Follicular. non-cleaved cell Burkitt’s. Lymphoblastic Small.Klasifikasi Limfoma Non-Hodgkin menurut Working Formulation Low grade lymphomas A. consistentwith CLL plasmacytoid B. small cleaved cell C. Diffuse. large cell B. mixed small and large cell D. Diffuse large cell High-grade lymphomas A. predominantly small cleaved cell C. mixed small cleaved and large cell Intermediate-grade lymphomas A. Follicular. Follicular. immunoblastic B. Diffuse. Non-Burkitt’s . Small lymphocytic. Large cell.

Diffuse large B-cell lymphoma L. Lymphoplasmacytic lymphoma/immunocytoma D.Klasifikasi Non-Hodgkin Lymphoma menurut REAL/WHO B-cell neoplasma I. Peripheral B-cell neoplasms A. Hairy cell leukemia J. Extranodal marginal zone B-cell lymphoma or MALT type G. LBL) II. Splenic marginal zone lymphoma (±vilous lymphocytes) I. B-cell prolymphocytic leukemia C. B-cell chronic lymphocitic leukemia/small lymphocytic lymphoma B. Mantle cell lymphoma E. Follicular lymphoma F. Precursor B-cell neoplasm: precursor B-acute lymphoblastic leukemia/lymphoblastic lymphoma (B-ALL. Nodal marginal zone B-cell lymphoma (±monocytoid B-cells) H. Plasmacytoma/plasma cell myeloma K. Burkitt’s lymphoma .

Peripheral T-cell and NK-cell neoplasm A. Adult T-cell lymphoma/leukemia (HTLV 1+) K. Angioimmunoblastic T-cell lymphoma H. not otherwise characterized E. Peripheral T-cell lymphoma. primary cutaneous type M. Hepatosplenic gamma/delta lymphoma F. nasal type I. Enteropathy-type intestinal T-cell lymphoma J. Anaplastic large cell lymphoma. Anaplastic large cell lymphoma. LBL) II. Subcutaneus panniculitis-like-T-cell lymphima G. T-cell chronic lymphocitic leukemia/prolymphocytic lymphoma B. Aggressive NK-cell leukemia . primary systemic type L.T-cell and putative NK-cell neoplasms I. Precursor T-cell neoplasms: precursor T-acute lymphoblastic leukemia/lymphoblastic lymphoma (T-ALL. T-cell granular lymphocytic leukemia C. Extranodal T-/NK-cell lymphoma. Mycosis fungoides/Sezary syndrome D.

Anamnesa • Pembesaran kelenjar getah bening dan malaise umum – Berat badan menurun 10% dalam waktu 6 bulan – Demam tinggi 38° C 1 minggu tanpa sebab – Keringat malam • Keluhan anemia • Keluhan organ (misalnya lambung. nasofaring) • Penggunaan obat (Diphantoine) .

• Penyakit autoimun (SLE. tuberkulosis lues. penyakit cacar kucing) . mononukleosis. Reuma) • Kelainan darah • Penyakit infeksi (toksoplasma. Sjorgen.

Pemeriksaan fisik • Pembesaran KGB • Kelainan/pembesaran organ (hepatomegaly. splenomegaly) • Performance status: ECOG atau WHO/Karnofsky .

preotein total.Pemeriksaan diagnostik Rutin • Hematologi: – Darah perifer lengkap – Apus darah tepi • Urinalisis: Urin lengkap • Kimia klinik: SGOT. albumin. LDH. SGPT. asam urat • Alkali fosfatase • Gula darah puasa dan 2 jam pp .

Khusus • • • • • • Gamma GT Cholinesterase (CHE) LDH/fraksi Serum Protein Elektroforesis (SPE) Imuno Elektroforese (IEP) Tes Coomb .

• • • • • Biopsi Aspirasi sumsum tulang (BMP) dan biopsi susmsum tulang dari 2 sisi spina iliaca dengan hasil specimen sepanjang 2 cm Radiologi Cairan tubuh Immunophenotyping .

Stadium Keterangan I II III IV Pembesaran kelenjar getah bening (KGB) hanya 1 regio IE: jika hanya terkena 1 organ ekstra limfatik tidak difus/batas tegas Pembesaran 2 regio KGB atau lebih. tetapi masih satu sisi diafragma II 2: pembesaran 2 regio KGB dalam 1 sisi diafragma II 3: pembesaran 3 regio KGB dalam 1 sisi diafragma II E: pembesaran 1 regio atau lebih KGB dalm 1 sisi diafragma dan 1 organ ekstra limfatik tidak difus/batas tegas Pembesaran KGB di 2 sisi diafragma Jika mengenai 1 organ ekstra limfatik atau lebih tetapi secara difus .

. tetapi biasanya tidak dapat disembuhkan pada stadium lanjut. namun lebih dapat disembuhkan secara signifikan dengan kemoterapi kombinasi intensif. dengan median survival 10 tahun.Faktor prognostik • LNH dapat dibagi dalam 2 kelmpok prognostik: Indolent lymphoma dan Agresif lymphoma. Sebagian besar tipe indolen adalah noduler atau folikuler. LNH indolent memiliki prognosis relatif baik. Tipe limphoma agresif memiliki perjalanan alamiah yang lebih pendek.

radiasi. dan imunoterapi meruapakan kunci dalam pengobatan NHL.Terapi • Tujuan terapi adalah untuk mencapai kesembuhan dengan cara menghilangkan semua atau sebanyak mungkin sel-sel tumor. . • Chemoterapi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->