P. 1
DUALITAS

DUALITAS

|Views: 56|Likes:
Dipublikasikan oleh Kristo.Lingga
Matematik Keuangan
Matematik Keuangan

More info:

Published by: Kristo.Lingga on Mar 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $4.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/17/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

DUALITAS

KELOMPOK III

Pengenalan
Teknik program linier mengalami perkembangan dan penyempurnaan dari masa ke masa. Dalam perkembangan algoritma simpleks ditemukan bahwa setiap pemrograman linier mempunyai hubungan timbal balik dengan pemrograman lain yang dinamakan dengan dual.

Untuk mengetahui bagaimana membentuk dual dan mengetahui bagaimana pembentuk dual dan mengetahui hubungan primal-dual. . pelajari penjelasan berikut. maka terdapat beberapa hubungan.Aturan umum dualitas Apabila bentuk susunan primal dibandingkan dengan bentuk dualnya.

. .. bm Kendala ke-i pada dual Koefisien fungsi objektif pada dual . . .. b1 . ain ...... . .. .. ym . . . . am1 . amn .......... aij ..... . ai1 ..Membentuk Dual dari Primalnya primal x1 Variabel Dual y1 y2 c1 a11 a21 x2 c2 a12 a22 variabel .... . amj ... ....... xn cn a1n a2n solusi b1 b2 .... xj cj a1j a2j ... ai2 ............. .. am2 . yi .. ...

untuk i = 1. 2... n .. ... n 𝑦𝑗 ≥ 0 . ... . . 2. 2. m 𝑥𝑗 ≥ 0 . 2. untuk j = 1..Berdasarkan aturan-aturan di atas... n Masalah Dual dari primal di atas adalah: Minimumkan w = Fungsi kendala: 𝑚 𝑖=1 𝑚 𝑖=0 𝑏𝑖 𝑦𝑖 𝑎 𝑖𝑗 𝑦𝑗 ≥ 𝑐𝑗 untuk j = 1.. masalah primal-dual dapat dinyatakan secara umum sebagai berikut: Masalah Primal Maksimumkan z = 𝑛 𝑗=1 𝑐𝑗 𝑥𝑗 Fungsi kendala: 𝑛 𝑗=1 𝑎 𝑖𝑗 𝑥𝑗 ≤ 𝑏𝑖 untuk i = 1..

. X n ≥ 0 n variabel dan m kendala ... yaitu:  Masalah Primal-Dual Simetrik Bentuk umum masalah primal Maksimumkan Z = C 1 X 1 + C 2 X 2 + . + A 1n X n ≤ B 1 A 21 X 1 + A 22 X 2 + ..... + A mn X n ≤ B m X 1 ... + A 2n X n ≤ B 2 : : A m1 X 1 + A m2 X 2 + ..Masalah Primal-Dual terbagi atas dua. + C n X n Fungsi kendala A 11 X 1 + A 12 X 2 + .. X 2 ..

. + A mn Y m ≤ B m Y 1 ... Y m ≥ 0 n variabel dan m kendala . + A m1 Y m ≤ C 1 A 12 Y 1 + A 22 Y 2 + .....Bentuk umum masalah dual Maksimumkan W = B 1 Y 1 + B 2 Y 2 + . + A m2 Y m ≤ C 2 : : A 1n Y 1 + A 2n Y 2 + ... + B m Y m Fungsi kendala A 11 Y 1 + A 21 Y 2 + .. Y 2 ...

x3. x 3 ≥ 0 Bentuk persamaan Primal Maks Z = 10x1+ 24x2+8x3+0s1MR1 Fungsi kendala: x1+2x2+ x3+ s1=20 2x1-x2+ 3x3+R1=16 x1. s1. x2. R1 ≥ 0 Variabel dual Y1 Y2 .Contoh 1. Primal Maks Z = 10x1+ 24x2+8x3 Fungsi kendala: x1+ 2x2+ x3 ≤ 20 2x1-x2+ 3x3=16 x1. x2.

Bentuk dualnya adalah: Minimumkan w= 20y 1 +16y 2 Fungsi Kendala: y 1 + 2y 2 ≥ 5 2y 1 -y 2 ≥ 12 y 1 + 3y 2 ≥ 4 y 1 ≥ 0. y 2 ≥ -M y1 ≥ 0 .y2 (tidak terbatas) .

R1 ≥ 0 Y1 Y2 . s1.s1+R1=6 2x1-4x2+s2=10 x1. x3. Primal Bentuk persamaan Primal Variabel dual Maks Z = 30x1+ 24x2 Fungsi kendala: x1+ 2x2 ≥ 6 2x1-4x2 ≤ 10 x1.Contoh 2. x2 ≥ 0 Maks Z = 10x1+ 24x2+0s1+MR1 Fungsi kendala: x1+2x2. x2.

y2 + 4y3 ≥ 10 y 2 ≥ 0 (y 2 ≤ 0) y 2 ≥ -M y3 ≥ 0 y1 tak terbatas. y3 ≥ 0 . y2 ≤ 0.4y 3 ≥ -10 y1 .Bentuk dualnya adalah : Minimumkan w = 10y 1 + 6y 2 + 8y 3 Fungsi kendala: 2y 1 + 5y 2 + 7y 3 ≥ 12 y1 - y 2 + 4y 3 ≥ 10 y 1 ≥ -M -y 1 + y 2 .

Maksimumkan w= 6y 1 +10y 2 Fungsi Kendala: y 1 + 2y 2 ≤ 30 2y 1 -4y 2 ≤ 24 . y2 ≤ 0 .y1 ≤ 0 y2 ≤ 0 y 1≤ M y1 ≥ 0.

Metode Simpleks Dual (Dual Simplex Algorithm) .

. Metode simpleks dual digunakan apabila solusi dasar awal yang optimum telah diperoleh akan tetapi tidak fisebel (solusi atau nilai sebelah kanan (NSK) ada yang bernilai negatif ).Proses awal penentuan solusi optimal pada metode simpleks adalah dengan mencari solusi dasar awal yang fleksibel. Selanjutnya dilakukan komputasi simpleks hingga iterasi akhir dan menemukan solusi yang optimal.

. x 3 ≥ 0 karena masih ada kendala yang bertanda “≥” maka harus dirubah menjadi “≤” dengan mengalikan ( -1) sehingga semua kendala (constraint) bertanda “≤”. x 2.Contoh : Minimumkan Z = 3x 1 +2x 2 +3 Fungsi kendala: 3x 1 + x 2 +x 3 ≥ 3 -3x 1 + 3x 2 +x 3 ≥ 6 x 1 + x 2 +x 3 ≤ 3 x 1.

x 3 = 0 Fungsi kendala: 3x 1 + x 2 +x 3 ≥ 3 -3x 1 + 3x 2 +x 3 ≥ 6 x 1 + x 2 +x 3 ≤ 3 x 1. x 3 ≥ 0 . x 2. x 2.2x 2 .Formulasi program linier berupa menjadi: Minimumkan: Z= 3x 1 + 2x 2 + x 3 Fungsi kendala: 3x 1 + x 2 +x 3 ≥ 3 -3x 1 + 3x 2 +x 3 ≥ 6 x 1 + x 2 +x 3 ≤ 3 x 1. x 3 ≥ 0 bentuk standar minimumkan Z-3x 1 .

ditunjukkan sebagai berikut.kemudian bentuk kedalam tabel simpleks awal. Basic X1 X2 X3 S1 S2 S3 NSK Z -3 -2 -1 0 0 0 0 S1 -3 -1 -1 1 0 0 -3 S2 3 -3 -1 0 1 0 -6 S3 1 1 -1 0 0 1 3 .

Step 1. Operasi baris Gaus Jordan. Step 2. Step 3. ∝ 𝑟𝑗 < 0 . Sehingga perlu diselesaikan menggunakan metode simpleks dual.Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa: Keoptimuman sudah tercapai Tidak fisibel (nilai solusi (nilai sebelah kanan) ada yang bernilai negatif). . Minm = 𝑍 𝑗 −𝑐 𝑗 ∝𝑟 𝑗 . Menentukan baris pivot dan variable keluar. Kolom pada variable X 2 berperan sebagai kolom pivot dan X 2 sebagai variable masuk. Pilih NSK yang paling negatif “ -6 ” berdasarkan pada tabel.

S 1 = 0.Basic X1 X2 X3 S1 S2 S3 NSK Z -3 0 0 -1/2 -1/2 0 9/2 X3 6 0 1 -3/2 -1/2 0 3/2 X2 -3 1 0 1/2 -1/2 0 3/2 S3 -2 0 0 1 0 1 0 Berdasarkan tabel terakhir. semua nilai sebelah kanan (solusi) sudah bernilai positif. Kondisi ini menunjukkan bahwa keoptimuman dan fisibel sudah tercapai. nilai-nilai pada baris Z semuanya sudah bernilai negatif dan/atau nol. X 1 = 0. dan S 3 = 0. Keoptimuman dicapai pada Z=9/2. X 2 = 3/2. Selain itu. . S 2 = 0.

SEKIAN .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->