Anda di halaman 1dari 15

BAB IV BEBAN BELAJAR

Beban Belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program keahlian. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih, jam tambahannya diintegrasikan kedalam mata pelajaran yang sama diluar jumlah jam yang dicantumkan terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian. Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1000 jam. Ekuivalen 2 jam pembelajaran (per minggu). Durasi jam yang tertulis pada struktur kurikulum adalah jumlah jam pembelajaran tatap muka. Dua jam pembelajaran praktik di sekolah atau empat jam pembelajaran praktik di DU/DI setara dengan satu jam tatap muka. Alokasi waktu untuk Praktik Kerja Industri (Prakerin) diambil dari durasi waktu mata pelajaran Kompetensi Kejuruan (1044 jam). A. Pengaturan beban belajar 1. Pengaturan bebean belajar pada satuan pendidikan

SMK TANJUNG PRIOK I Jakarta terdiri dari; a. Kegiatan tatap muka; pada hakekatnya kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada masingmasing satuan pendidikan ditetapkan selama 45 menit. b. Penugasan terstruktur; pada hakekatnya kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan peserta didik yang didesain oleh guru untuk menunjang pencapaian

83

tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka. Penugasan terstruktur termasuk ; kegiatan perbaikan, pengayaan dan percepatan, penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik serta waktu yang ditetapkan per jam pembelajarn pada masing-masing satuan pendidikan selama 25 menit. c. Kegiatan mandiri tidak terstruktur; pada hakekatnya kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi yang dilakukan peserta didik yang didesain oleh guru untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. 2. Jumlah jam pembelajaran per minggu adalah 44 jam pembelajaran tatap muka. Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan adalah sebagaimana tertera pada Tabel berikut :
Satu Satuan Pendidik an Kelas/ Semes ter jam pemb. tatap muka (menit) SMK TANJUNG PRIOK I X XII (1 6)

Jumlah jam pemb. per minggu

Minggu Efektif per tahun ajaran 1368 jam Waktu pemb. Tatap muka per -tahun

Jumlah jam pertahun (@ 60 menit)

1026 jam (standar -

45

44

38

pelajaran

(61560 menit) minimum)

3. Beban belajar

penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak

terstruktur terdiri dari: a. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMK TANJUNG PRIOK I maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. b. Penyelesaian program pendidikan adalah 3 (tiga) tahun.

84

c. Beban belajar meliputi satu jam pembelajaran (45 menit) tatap muka, satu jam (25 menit) penugasan terstruktur, dan satu jam (alokasi waktu ditentukan oleh peserta didik) kegiatan mandiri tidak terstruktur.

B. Penilaian dan Laporan Hasil Belajar Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran maupun hasil akhir pembelajaran yaitu; 1. Penilaian selama proses pembelajaran dilakukan melalui penugasan, pengamatan dan/atau portofolio. 2. Penilaian hasil akhir pembelajaran dilakukan melalui tes tertulis, hasil karya/proyek, dan/atau ujian praktik. 3. Penilaian tes tertulis dilakukan dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. 4. Ulangan harian dirancang dan dikembangkan berdasarkan instrumen penilaian oleh guru/kelompok MGMP di sekolah dalam bentuk tes uraian atau pilihan ganda. 5. Bahan/materi pembelajaran untuk ulangan harian sesuai dengan kompetensi dasar yang dibelajarkan di kelas. 6. Ulangan tengah semester dirancang dan dikembangkan oleh kelompok MGMP di sekolah dalam bentuk pilihan ganda sebagai proses verifikasi menejemen sekolah (Quality Assurance). 7. Bahan/materi pembelajaran untuk ulangan tengah semester adalah seluruh kompetensi dasar pada paruh pertama semester berjalan. 85

8. Ulangan akhir semester dirancang dan dikembangkan oleh kelompok MGMP di sekolah dalam bentuk pilihan ganda sebagai kegiatan verifikasi internal menejemen sekolah (Quality Assurance). 9. Bahan/materi pembelajaran untuk ulangan akhir semester adalah seluruh kompetensi dasar pada paruh ke dua semester berjalan. 10. Penilaian melalui penugasan, pengamatan, dan/atau portofolio, serta penilaian diri dilakukan dengan instrumen penilaian yang dirancang dan dikembangkan oleh kelompok MGMP di sekolah. 11. Hasil penilaian mengacu pada ketercapaian kompetensi dasar yang meliputi aspek penguasaan konsep/pengetahuan, sikap, dan

keterampilan/praktik. 12. Hasil penilaian tes tertulis menunjukkan pada informasi tentang

ketercapaian

kompetensi

aspek

penguasaan

konsep/pengetahuan. 13. Hasil penilaian penugasan, pengamatan, hasil karya/proyek, dan/atau portofolio menunjukkan informasi tentang ketercapaian kompetensi pada aspek penguasaan konsep/pengetahuan, sikap, dan/atau ketrampilan/praktik. 14. Sedangkan hasil penilaian diri menunjukkan informasi tentang ketercapaian kompetensi pada aspek sikap. 15. Hasil penilaian dilaporkan secara berkala kepada peserta didik dan orang tua pada tengahsemester dan akhir semester dam bentuk laporan hasil belajar tengah semester danlaporan hasil belajar semester satu/dua. 16. Hasil penilaian apda aspek penguasan konsep/pengetahuan

dinyatakan secara kuantitatif dan kualitatis, sedangkan aspek sikap dinyatakan secara kualitatif. 17. Hasil SMK penilaian TANJUNG sementara PRIOK I dapat diakses melalui website Email ;

dengan

alamat

smktp1@dikantara.com sesuai dengan masukan yang diterima pengolah data.

Laporan hasil belajar tengah semester merupakan laporan penggalan paruh pertama semester berjalan yang memuat pencapaian 86

tiap kompetensi dasar pada aspek penguasaan konsep/pengetahuan. Pada kondisi yang diperlukan, laporan hasil belajar tengah semester juga memuat aspek sikap dan keterampilan agar ditindaklanjuti untuk memperbaiki ketercapaian aspek sikap/ketrampilan. Laporan hasil belajar semester 1 merupakan akumulasi

pencapaian kompetensi dasar yang ada di semester 1. Akumulasi pencapaian kompetensi pada aspek penguasaan konsep/pengetahuan dan keterampilan/praktik merupakan rata-rata dari masing masing aspek; pengetahuan, sikap, dan keterampilan dari sejumlah kompetensi dasar pada semester 1. Akumulasi pencapaian kompetensi pada aspek sikap merupakan hasil kesimpulan berdasarkan pengamatan selama semester 1. Laporan hasil belajar semester 2 merupakan akumulasi

pencapaian kompetensi dasar yang ada di semester 2. Akumulasi pencapaian kompetensi pada aspek penguasaan konsep/pengetahuan dan keterampilan/praktik merupakan rata-rata dari masing-masing kompetensi dasar pada semester 2. Akumulasi pencapaian kompetensi pada aspek sikap merupakan hasil kesimpulan berdasarkan pengamatan selama semester 2.

C. Kelulusan Kenaikan kelas mengacu pada hasil penilaian setiap muatan mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri sesuai dengan standar penilaian yang ditetapkan pemerintah serta keputusan dewan guru melalu rapat pleno kenaikan kelas. Penilaian menggunakan acuan criteria tertentu sebagai batas ketuntasan minimal, batas ketuntasan minimal setiap mata pelajaran normatif dan adaptif adalah 6.0, sedangkan untuk nilai produktif minimal 7.0 untuk setiap kompetensi dalam tiap semester. Penjurusan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta didik yang diperoleh dari data potensi yang bersifat ajeg melalui rekaman test potensi peserta didik sejak SD, SMP, dan SMK. Test potensi di tingkat SMK dilaksanakan pada awal tahun penerimaan siswa baru. Bagi peserta didik yang memiliki keinginan berbeda dengan data 87

test potensi akan diverifikasi melalu test kompetensi mata pelajaran keahlian oleh lembaga independen uji kompetensi. Kelulusan peserta didik mengacu pada prosedur operasional standar yang ditetapkan pemerintah dan hasil rapat pleno dewan guru.

D. Pendidikan Kecakapan Hidup Pendidikan kecakapan hidup dilaksanakan secara terintegrasi pada setiap mata pelajaran. Kecakapan hidup yang dikembangkan adalah kecakapan akademik, kecakapan personal, dan kecakapan sosial. Kecakapan akademik lebih ditekankan pada kompetensi mata pelajaran sehingga memiliki keunggulan dari kedalaman isinya.

Kecakapan personal dikembangkan supaya menjadi pembelajar mandiri, pemikir kritis, dan pemecah masalah yang dilaksanakan melalui pembelajaran berbasis ICT. Kecakapan sosial dikembang-kan melalui kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa kedua dalam

pembelajaran di sekolah.

E. Basis Keunggulan SMK N 56 Jakarta Basis keunggulan SMK TANJUNG PRIOK I adalah dalam bidang iptek sehingga kompetensi peserta didik lebih diunggulkan dari sisi iptek dengan tidak mengesampingkan potensi peserta didik dalam bidang lainnya. Prioritas keunggulan SMK TANJUNG PRIOK I dilaksanakan

dalam wadah ICT centre dan ketrampilan teknik sesuai program keahliannya masing-masing. Keberhasilan sekolah sejak tahun 2000 turut serta dalam LKS tingkat nasional menjadi pijakan untuk memacu prestasi peserta didik.

F. Silabus Mata Pelajaran Silabus mata pelajaran merupakan penjabaran standar

kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik sekolah

88

dengan basis keunggulan maupun sarana prasarana yang dimiliki, kebutuhan peserta didik, serta potensi pengembangan kota Jakarta. Silabus mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri disusun dan dikembangkan oleh guru melalui kegiatan MGMP sekolah yang telah dilaksanakan sejak bulan awal tahun pembelajaran 2006/2007. Dokumen silabus tercantum dalam dokumen terpisah, yaitu dokumen silabus SMK TANJUNG PRIOK I Jakarta yang disajikan dalam lampiran.

89

BAB V PENUTUP

Menjadi bijak apabila Kurikulum sebagai paradigma baru ini disikapi dengan pandangan terbuka, tidak apriori, apalagi apatis. Karena harapan kita, keberadaaan Kurikulum SMK 56 ini berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan tertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Memang akan terjadi sedikit kesulitan ditingkat praktis, untuk itu pelatihan dan sosialisasi secara berkesinambungan menjadi yang niscaya. Paradigma Baru Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan menjadikan: 1. 2. Sekolah akan menjadi knowledge based centre for excellence Kepala sekolah mampu memberdayakan seluruh potensi school

community. 3. 4. Kepala sekolah dan guru akan mampu melaksanakan school reform Guru akan mampu memeberdayakan potensi dirinya untuk melaksakan reformasi pembelajaran. Kami yakin seluruh stakeholder SMK telah melakukan sebagian besar dari keempat aktifitas tersebut. Namun yang belum dilakukan adalah memadukan dan mensinergikan keempat aktifitas tersebut menjadi satu tujuan dalam merealisasikan tujuan sekolah, program keahlian dan kompetensi lulusan, sehingga hasil pembelajaran di SMK akan lebih fungsional. Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang program

pembelajran dan penilaian perlu memperhatikan standar proses dan standar penilaian.

90

I. GLOSARIUM 1. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Badan Standar Nasional Pendidikan yang disingkat BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, mamantau pelaksanaan, dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. 3. Standar isi (SI) adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. 4. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 5. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan untuk dijadikan pedoman dalam

penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. 6. Keunggulan lokal dan global adalah potensi unggulan daerah dan atau internasional dalam bentuk sumberdaya alam dan sosial budaya (seni, produk, jasa, kerajinan, bahasa, teknologi dan lain-lain). 7. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. 8. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha

mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. 9. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.

91

10. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; Standar Kompetensi Lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau seluruh kelompok mata pelajaran. 11. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi,

estetika dan jasmani, olahraga dan kesehatan. 12. Standar Kompetensi Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk mata pelajaran tertentu. 13. Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester; standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional. 14. Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan yang memberikan kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual dan kecakapan vokasional untuk bekerja atau usaha mandiri. 15. Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi. 16. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. 17. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik, materi pembelajaran, pendidik dan lingkungan. 18. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh 92

pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan, dan percepatan 19. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. 20. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan yang dimaksud. 21. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan matapelajaran-matapelajaran yang diikutinya setiap

semester pada satuan pendidikan yang dimaksud. 22. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan

pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. 23. Permulaan tahun ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan

pembelajaran pada awal tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan. 24. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan. 25. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan

pengembangan diri. 26. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang

dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar

93

semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum (termasuk hari-hari besar nasional), dan hari libur khusus. 27. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran tersebut terbagi dalam lima kelompok yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi,

estetika; jasmani, olahraga dan kesehatan. 28. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang

menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan, contohnya

SMK TANJUNG PRIOK I Jakarta.

II. KALENDER PENDIDIKAN 1. Hari Belajar Efektif Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Permulaan tahun ajaran adalah minggu ke tiga bulan Juli dan berakhir pada minggu terakhir bulan Juni. Minggu efektif untuk kelas X dan kelas XI berjumlah 38 minggu, sedangkan untuk kelas XII berjumlah 34 minggu. Minggu efekti tidak termasuk pekan ulangan, baik ulangan tengah semester maupun ulangan akhir semester. Waktu pembelajaran efektif adalah enam hari dalam seminggu, yaitu hari Senin sampai Jumat dimulai pukul 07.00 sampai dengan maksimum pukul 14.00. seangkan hari Sabtu kegiatan pembelajafran dilakukan pukul 07.00 sampai pukul 10.00, selanjutnya digunakan untuk kegiatan pengembangan diri dalam bentuk ekstrakurikuler, bimbingan karier, dan layanan klinik akademik atau pendalaman materi dan remedial. Jadwal belajar dan jadwal pelajaran disajikan dalam lampiran. Hari libur terdiri dari libur tengah semester, libur akhir semester 1, libur akhir tahun atau akhir semester 2, libur hari besar keagamaan, libur nasional, dan libur yang berkaitan dengan kegiatan khusus sekolah. 94

Libur tengah semester sebanyak empat hari, yaitu dua hari pada tengah semester 1 dan dua hari pada tengah semester 2. Libur akhir semester 1 selama satu minggu, sedangkan libur akhir tahun atau akhir semester 2 selama dua minggu. Libur hari besar keagamaan dan libur nasional disesuaikan dengan kalender dan ketetapan pemerintah yang berlaku. Sedangkan libur khusus berkaitan dengan kegiatan sekolah disesuaikan dengan kalender kegiatan sekolah. Kalender pendidikan tiap bulan pada tahun pelajaran 2006/2007 disajikan berikut ini.

95

KALENDER PENDIDIKAN SMK TANJUNG PRIOK I Tahun Pelajajaran 2007/2008

BULAN JULI 2007 AGUSTUS 2007 SEPTEMBER 2007 OKTOBER 2007 NOVEMBER 2007 DESEMBER 2007 JANUARI 2008 FEBRUARI 2008 MARET 2008 APRIL 2008 MEI 2008 JUNI 2008 JULI 2008

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Tahun Pelajaran 2008 2009

Keterangan : = Hari Pertama Sekolah / MOS = Hari Ahad / Minggu = Libur Semester = Uji Kompetensi /Lbr Puasa

= Libur Umum = Perkiraan Ujian Nasional = Laporan hasil Belajar

= Hari Efektif Belajar

= Perkiraan Ujian Sekolah 96

97