Anda di halaman 1dari 1

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2010 menyebutkan, survei Bappenas dan LPEM UI (2008) terhadap 200

perusahaan memperlihatkan, prosedur perizinan, waktu, dan biaya yang dibutuhkan untuk proses ekspor dan impor merupakan faktor utama penghambat berinvestasi di Indonesia, yang diikuti dengan kondisi makro-ekonomi dan ketersediaan infrastruktur. Permasalahan yang dihadapi untuk meningkatkan investasi: pertama, belum optimalnya pelaksanaan harmonisasi pusat dan daerah. Kedua, kualitas infrastruktur yang kurang memadai. Ketiga, masih cukup panjangnya perizinan investasi sehingga masih tingginya biaya perizinan investasi dibandingkan dengan negara-negara kompetitir. Keempat, belum tercukupinya pasokan energi yang dibutuhkan untuk kegiatan industri. Kelima masih cukup banyak peraturan daerah yang menghambat iklim investasi. Keenam, masih terkonsentrasinya sebaran investasi di Pulau Jawa, dan belum optimalnya pelaksanaan alih teknologi.