Anda di halaman 1dari 8

Tugas: Individu

MATERI KELOMPOK VIII & IX


(PERKEMBANGAN EFEKTIF & TUGAS PERKEMBANGAN PRIBADI)

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Dalam Mata Kuliah Pertumbuhan Dan Perkembangan Peserta Didik Pada Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi

OLEH : ROMIYALI A1B2 10 045

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2012

PERKEMBANGAN EFEKTIF A. Perkembangan Emosi 1. Pengertian Emosi Emosi dan perasaan merupakan dua hal yang berbeda. Tetapi perbedaa antara keduanya tidak dapat dinyatakan dengan tegas. Emosi dan perasaan merupakan suatu gejalah emosional yang secara kualitatif berkelanjutan, akan tetapi tidak jelas batasnya. Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahanperubahan fisik. 2. Karakteristik perkembangan emosional Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai badai dan tekanan, suatu masa di mana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Pola emosi masa remaja adalah sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Jenis emosi yang secara normal dialami adalah: cinta/kasih sayang, gembirah, amarah, takut dan cemas, cemburuh, sedih, dan lainlain. Perbedaannya terletak pada masa dan derajat rangsangan yang membangkitkan emosinya, dan khususnya pada pengendalian yang dilakukan individu terhadap ungkapan emosi mereka.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi Sejumlah penelitian tentang emosi anak menunjukan bahwa perkembangan emosi mereka bergantung pada factor kematangan dan factor hasil belajar (Hurlock,1960: 266). Metode belajar yang menunjang perkembangan emosi antara lain adalah : belajar dengan coba-coba, belajar dengan cara meniru, belajar dengan mempersamakan diri (learning by identifikation), belajar melalui pengkondisian, pelatihan atau belajar dibawah bimbingan dan pengawasan terbatas pada aspek reaksi.

4. Hubungan antara emosi dan tingkah laku serta pengaruh emosi terhadap tingkah laku Rasa takut atau marah dapat menyebabkan seseorang gemetar. Dalam ketakutan, mulut menjadi kering, cepatnya jantug berbeda/ berdenyut, derasnya aliran darah/tekanan darah, system pencernaan, mungkin berubah selama pemunculan emosi. Diantara rangsangan yang meningkatkan kegiatan kelenjar sekresi dari getah lambung adalah ketakutan-ketakutan yang kronis, kegembiraan yang berlebihan, kecemasan-kecemasan, dan kekuatiran-kekuatiran.

5. Perbedaan individu dalam perkembangan emosi Dengan meningkatnya usia anak, semua emosi diekspresikan secara lebih lunak karena mereka telah mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan, sekalipun emosi itu berupa kegembiraan atau emosi yang menyenangkan lainnya. Selain itu karena anak-anak mengekang sebagian ekspresi emosi mereka, emosi tersebut cenderung bertahan lebih lama daripada jika emosi itu diekspresikan secara lebih terbuka. Oleh karena itu, ekspresi emosional menjadi berbedabeda. Perbedaan itu sebagian disebabkan oleh keadaan fisik anak pada saat itu dan taraf kemampuan intelektualnya, dan sebagian lagi disebabkan oleh kondisi lingkungan.

6. Upaya pengembangan emosi remaja dan implikasinya dalam peyelenggaraan pendidikan Dalam kaitanya dengan emosi remaja awal yang cenderung banyak melamun dan sulit diterka, maka satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah konsisten dalam pengelolaan kelas dan memperlakukan siswa seperti orang dewasa yang penuh tanggung jawab. Gutu dapat membantu mereka yang bertingkah laku kasar dengan jalan mencapai keberhasilan dalam pekerjaan/tuga-tugas sekolah sehingga mereka

menjadi anak yang lebih tenang dan lebih mudah ditangani. Salah satu cara yang mendasar adalah dengan mendorong mereka bersaing dengan diri sendiri.

B. Perkembagan nilai moral dan sikap

1. Pengertian dan saling keterkaitan antara nilai, moral, dan sikap serta pengaruhnya terhadap tingkah laku Nilai-nilai kehidupan adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, misalnya adat kebiasaan dan sopan santun (sutikna, 1988:5). Sopan santun, adat, dan kebiasaan serta nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila adalah nilai-nilai hidup yang menjadi pegangan seseorang dalam kedudukannya sebagai warga Negara indonesia dalam hubungan hidupnya dengan Negara serta sesama warga Negara. Moral adalah ajaran tentang baik buruk perbuatan dan kelakuan, akhlak, kewajiban, dan sebagainya (Purwadarminto, 1957:957). 2. Karakteristik nilai, moral dan sikap remaja Nilai-nilai kehidupan yang perluh diinformasikan dan selanjutnya dihayati oleh para remaja tidak terbatas pada adat kebiasaan dan sopan santun saja, namun juga seperangkat nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, misalnya nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai perikemanusiaan, dan perikeadilan, nilai-nilai estetik, nilai-nilai etik, dan nilai-nilai intelektual, dalam bentuk sesuai dengan perkembangan remaja. Mengerti nilai-nilai ini tidak berarti hanya memperoleh pengertian saja melainkan juga dapat menjalankannya/mengamalkannya. Hal ini selanjutnya berate bahwa remaja sudah dapat menginternalisasikan penilaian-penilaian moral, menjadikannya sebagai nilai-nilai pribadi untuk selanjutnya penginternalisasian nilai-nilai ini akan tercermin dalam sikap dan tingkah laku.

3. Fakor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai, moral dan sikap Berdasarkan sejumlah hasil penelitian, perkembangan internalisasi nilai-nilai terjadi melalui identifikasi dengan orang-orang yang

dianggapnya sebagai model. Di dalam usaha membntuk tingkah laku sebagai pencerminan nilai-nilai hidup tertentu ternyata bahwa factor lingkungan memegang peranan penting.

4. Perbedaan Individual dalam Perkembangan Nilai, Moral, dan Sikap Menurut Kohlberg, factor kebudayaan mempengaruhi

perkembangan moral, terdapat berbagai rangsangan yang diterima oleh anak-anak dan ini mempengaruhi tempo perkembangan moral. Bukan saja mengenai cepat atau lambatnya tahap-tahap perkembangan yang dicapai, melainkan juga mengenai batas tahap-tahap yang dapat dicapai. Perbedaan perseorangan juga dapat dilihat pada latar belakang kebudayaan tertentu.

TUGAS PERKEMBANGAN PRIBADI

A. Perkembangan Kehidupan Pribadi 1. Pengertian Kehidupan Pribadi Kebutuhan seorang individu muncul karena pertumbuhan dan perkembangan psiko fisisnya. Dorongan (motif) merupakan factor utama munculnya kebutuhan dan dorongan tersebut secara alami maupun karena proses belajar akan mendorong seorang individu untuk bertingkah laku memenuhi kebutuhannya. 2. Factor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi Perkembangan pribadi menyangkut perkembangan berbagai aspek, yang akan ditunjukan dalam perilaku. factor utama yang mempengaruhi perkembangan pribadi anak adalah kehidupan keluarga beserta berbagai aspeknya. 3. Perbedaan Individu dan Perkembangan Pribadi Lingkungan social budaya yang mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang amatlah kompleks dan heterogen. Baik lingkungan alami maupun lingkungan yang diciptakan untuk maksud pembentukan pribadi anak-anak dan remaja, masing memiliki cirri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, secara singkat dapat dikatakan bahwa perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda pula sesuai dengan lingkungan di mana mereka dibesarkan. 4. Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku Kehidupan merupakan rangkaian yang berkesinambungan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Keadaan kehidupan sekarang dipengaruhi oleh keadaan sebelumnya, dan keadaan yang akan datang banyak ditentukan oleh kehidupan saat ini. Dengan demikian, tingkah laku seseorang dapat dipengaruhi oleh hasil proses perkembangan kehidupan

sebelumnya dan dalam perjalanannya berintegrasi dengan kejadiankejadian saat sekarang. 5. Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi Kehidupan pribadi yang merupakan rangkaian proses pertumbuhan dan perkembangan, perlu dipersiapkan dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan pembiasaan dalam hal : Hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik. Mengerjakan tugas dan pekerjaan praktis sehari-hari secara mandiri dengan penuh tanggung jawab. Hidup bermasyarkat dengan melakukan pergaulan dengan sesama terutama dengan teman sebaya. Cara-cara pemecahan masalah yang dihadapi. Mengikuti aturan kehidupan keluarga dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Melakukan peran dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.

B. Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier 1. Pengertian Kehidupan Pendidikan dan Karier Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang hidupnya, baik di dalam jalur pendidikan sekolah maupun di luar sekolah. Sedangkan kehidupan karier merupakan pengalaman seseorang di dalam dunia kerja seperti yang dikatakan oleh Garrison (1956) bahwa setiap tahun di dunia ini terdapat jutaan pemuda dan pemudi memasuki dunia kerja. 2. Karakteristik Kehidupan Pendidikan dan Karier Remaja memiliki Tiga lingkup kehidupan, yang ketiga-tiganya mempunyai corak yag berbeda-beda. Ketiga lingkup pendidikan itu ialah keluarga, sekolah, dan masyarakat.

3. Factor-Faktor

yang

Mempengaruhi

Perkembangan

Kehidupan

Pendidikan dan Karier a. Factor Sosial Ekonomi b. Factor Lingkungan c. Factor Pandangan Hidup

4. Pengaruh

Perkembangan

Kehidupan

Pendidikan

dan

Karier

terhadap Tingkah Laku dan Sikap Banyak pandangan yang menyatakan bahwa sekolah itu kurang manfaat bagi hidupnya, mereka (golongan yang sosial ekonominya lemah) memandang bahwa sekolah tidak dapat memberikan pekerjaan baginya.k factor. 5. Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pendidikan dan Karier Sebagai mana yang telah diuraikan di bagian lain, tentang perkembangan intelek, bahwa pencapaian tingkat pendidikan dipengaruhi oleh kecerdasan atau IQ. Dalam kenyataannya IQ setiap individu berbeda-beda, maka hal itu akan berpengaruh terhadap pola kehidupannya didalam bidang pendidikan. Dengan demikian, kehidupan pendidikan akan sangat bervariasi atau berbeda-beda seiring dengan perbedaan kemampuan berpikir atau IQ. 6. Upaya Pengembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier Menghadapi tiga lingkungan pendidikan yang berbeda-beda, dapat menyebabkan peserta didik mengalami kebingungan untuk mengikutinya. Orang tua perlu memahami kemajuan pendidikan baik disekolah maupun diluar sekolah dan diluar keluarga. Hal ini amat tinggi nilainya, karena dengan norma dan ketentuan yang tidak terlalu jauh berbeda antara rumah, sekolah, dan masyarkat keharmonisan hidup dapat dicapai.