Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH OSEANOGRAFI PERISTIWA METEOR JATUH KE BUMI

Disusun oleh :

Friska Wilfianda Putri 0910443070

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN FISIKA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2013

PERISTIWA METEOR

Meteor adalah bongkahan batuan kecil dan debu yang berterbangan di angkasa yang terpisah dari asteroid. Benda ini banyak terdapat disekitar tatasurya, karena bergerak terus dalam antariksa, diperkirakan setiap tahunnya lebih dari 2.00.000 ton batuan menghujani atmosfer. Ketika berada diangkasa benda-benda meteor disebut meteorid yang terdiri dari bebatuan dan bongkahan logam seperti besi dan nikel., tetapi ketika masuk dan bergesekan dengan atmosfer hingga menimbulkan api, disebut meteor. Yang sering kita lihat pada malam hari berupa lintasan cahaya, itulah meteor yang terdekat. Terlihat dengan mata kita sedikit tetapi ketika kita melihat dengan menggunakan teropong jumlahnya cukup banyak, bahkan milyaran meteor jatuh ke Bumi setiap harinya. Meteor disebut juga bintang beralih adalah benda kosmis yang ukuranya amat kecil yang bias disebut debu, pasir, atau kersik langit yang mengelilingi Matahari, dan benda ini bila tertarik ke Bumi akan menekan udara sehingga udara menjadi panas dan meteor pun terbakar. Pembakaran meteor umumnya tidak lama karena materi kosmis tersebut tidak besar, oleh sebab itu cahaya meteor cepat padam. Meteorid adalah merupakan meteor yang ukuranya sangat besar sehingga tidak terbakar habis ketika memasuki atmosfer Bumi.

1. Komposisi Meteor Berdasarkan kandungannya, ada yang mengandung logam, berupa batuan saja, dan campuran keduanya. Logam dalam meteor sama seperti besi dan nikel. Adapun batuan terdiri dari jenis karbon dan silikat.
Pada dasarnya, ada dua jenis meteorit :

Besi (sekitar 4,8% dari meteorit yang ditemukan) Stony (sekitar 94%). Ada tiga sub-klasifikasi stonys: chondrites, chondrules
mengandung, chondrites karbonan, mengandung chondrules bersama dengan mineral volatile dan Achondrites yang tidak mengandung chondroles. Lalu, ada jenis yang sangat langka akhir dari meteorit dicampur, disebut sebagai Stony-Besi (sekitar 1,2%).

2. Bentuk Bentuk Meteor

Gambar 1. Gambaran gerombolan Meteorid yang keluar

Gambar 2. Hujan meteor di langit malam

Gambar 3. Contoh batuan meteorit yang pernah ditemukan.

3. Jenis - Jenis Meteor (Meterorid) a. Meteorid Asteroidal / keplanetan:

Berasal dari pecahan asteroida, orbit elips dengan periode pendek, terjadinya sewaktu-waktu atau sporadis (tidak memiliki pola periode tertentu). Asteroida adalah planet kecil/minor dengan ukuran hanya beberapa km, paling banyak dijumpai antara orbit mars dan jupiter. Jika benda-benda kecil ini terjebak masuk dalam atmosfer bumi, maka benda tersebut akan terbakar (karena bergesekan dengan atmosfir) dan memunculkan fenomena meteor. b. Meteorid Kekometan Berasal dari hancuran komet dengan orbit elips yang sangat pipih dan sering berimpit dengan orbit bekas komet tertentu. Bila bumi memotong orbit kelompok meteorid ini akan terjadi hujan meteor. Hal ini karena jumlah meteorida yang begitu banyak. Meteor jenis ini dapat diprediksi kemunculanya. c. Meteorid Parabolis Benda kecil yang asal mulanya belum diketahui, tetapi masuk anggota tata surya. Orbitnya mungkin terganggu oleh planet lain, sehingga masuk dalam atmosfir bumi, terbakar dan jadilah fenomena meteor. 4. Macam Macam Batu Meteor dan Komposisinya a. Meteorid batu, yaitu batu meteor yang banyak mengandung kalsium dan magnesium. b. Meteor besi-nikel, yaitu batu meteor yang mengandung besi 90 %, dan nikel 80% c. Toktit, yaitu batu meteor yang mengandung asam kiesel 80 %.

5. Hujan Meteor Meteor yang jatuh ke Bumi dalam jumlah yang banyak, itu terlihat di malam-malam tertentu ketika langit dalam keadaan cerah, peristiwa semacam ini disebut dengan hujan meteor, ketika kita lihat seolah-olah meteor itu berasal dari satu titik, yang dinamakan radian, sebenarnya meteor itu bukan berasal dari sebuah titik.

Meteor yang jatuh jika kita lihat mempunyai cahaya yang melewati langit seperti bola api. Bumi dijatuhi meteor disebut sebagai hujan meteor. Karena bumi dihujani meteor sebanyak 25.000 ton dengan berbagai macam ukuran mulai dari yang sangat halus hingga ukuran besar. Karena itulah banyaknya meteor masuk ke bumi tergantung dari intensitas dan besar kecilnya meteor. Hujan meteor atau pancaran meteor terlihat di langit hampir pada tanggal yang sama dalam setiap tahun. Kejadian yang paling indah terjadi sekitar tanggal 3 januari, 12 agustus dan 14 desember. Jutaan meteor masuk kedalam atmosfir bumi, tetapi sebagian besar terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi. Kadang-kadang meteor yang besar tidak

terbakar habis dan jatuh ke bumi. Sebuah meteor yang jatuh kebumi disebut dengan batu bintang.

6. Proses Meteor Jatuh Ke Bumi Meteorid bergerak cepat sekali karena adanya gaya grafitasi matahari. Matahari menarik meteorid dari jauh, makin lama makin cepat. Ketika sudah dekat matahari, meteorid segera di belokkan dan bergerak menjauhi matahari. Ketika Meteorid ini bergerak melewati Bumi , gaya grafitasi Bumi menarik meteorid dan masuk ke atmosfir bumi. Meteorid bertumbukan dengan partikel udara di atmosfir menyebabkan meteorid ini berpijar menjadi meteor. Meteor yang jatuh ke Bumi bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan rata-ratanya sekitar 10 70 kilometer per detik. Jika diBandingkan dengan kecepatan kereta api super cepat Shinkansen yang hanya 83,3 meter per detik atau 300 kilometer per jam. Meteor paling lama berpijar di langit sekitar 3 detik. Planet-planet terlalu jauh letaknya dari Bumi jadi tidak jatuh ke Bumi. Begitu Juga dengan asteroid, meski sangat kecil tetapi misebagian besar letaknya lebih jauh dari planet Mars. Itulah mengapa asteroid dan planet tidak jatuh ke Bumi. Tumbukan benda luar angkasa (meteor, asteroid, komet) ke Bumi jelas di awali dengan masuknya benda tersebut ke atmosfer atas. Saat

masuk, kecepatannya berada antara 11 hingga 72 kilometer per detik. Sudut masuknya juga beragam. Mulai dari samping (menyenggol) atau tegak lurus (menusuk) Bumi. Yang paling mungkin adalah sudut tumbuk 45 derajat. Tercelupnya meteor ke dalam atmosfer akan memperlambat gerakannya. Benda yang kecil akan sepenuhnya hancur karena gesekan dengan atmosfer sehingga tidak dapat menginjak tanah. Benda yang cukup besar akan mampu menerobos hingga menghantam permukaan Bumi dan menghasilkan kawah besar disertai beberapa proses yang mempengaruhi lingkungan lokal, regional bahkan global. Pengaruh lingkungan yang dihasilkan tumbukan terkait erat dengan Energi dari meteor tersebut. Energi ini tentulah energi kinetik dan karenanya tergantung pada kecepatan dan massa dari meteor tersebut. Bila meteor tersebut bulat, maka massa tergantung pada kepadatannya dan ukuran diameternya. Semakin cepat dan semakin besar meteor tersebut akibatnya energinya semakin tinggi dan dampaknya semakin parah. Untungnya semakin besar energi yang dimiliki meteor, semakin langka ia menabrak Bumi. Dalam separuh perjalanannya dalam atmosfer, meteor mendapatkan geseran (drag) atmosfer yang bisa menghabisi seluruh meteor bila ukurannya kecil. Kecepatannya melambat seiring bertambah padatnya atmosfer. Tekanan stagnasi di ujung depan (wajah) meteor akan meningkat dan berusaha mengkompres meteor dari depan. Sementara itu tekanan di bagian ekor justru tidak ada sama sekali. Pada gilirannya, tekanan ini melebihi kekuatan dari meteor dan meteor mulai pecah. Bila diperhatikan baik-baik, kita mungkin melihat meteor waktu malam meletup beberapa kali dalam trayeknya. Letupan ini merupakan tahapan pelepasan satu demi satu tubuh meteor mulai dari yang paling lemah. Bagian meteor yang paling kuat dan berhasil jatuh ke tanah (meteorit) terlihat 10 kali lebih lemah daripada saat ia pecah. Saat ini masih misteri mengapa kekuatan ini tidak sama. Jadi, pada awalnya hanya ada satu meteor besar di luar atmosfer Bumi. Begitu masuk ke Atmosfer, ia berubah menjadi rombongan jemaah

meteor kecil. Yang paling lemah di belakang, yang paling kuat di depan. Semakin dekat ke permukaan mereka semakin ramai. Walau begitu ukuran mereka secara total masih kurang dari ukuran awalnya, karena sebagian materi habis dan energinya juga terlepas di udara. Ada dua jenis gerombolan meteor ini, satu yang anggotanya terpencar seperti terompet bunga kembang sepatu. Tipe kedua adalah gerombolan yang terfokus ke satu titik seperti alas kerucut. Mendekati bumi, meteor terbesar dalam rombongan ini akan mengirimkan gelombang kejutnya ke permukaan tanah. Gelombang ini adalah daerah di depan meteor dimana terjadi dekompresi antara meteor dan atmosfer. Gelombang kejut ini berlapis. Bagian terdepannya akan menghantam permukaan bumi dan dipantulkan kembali. Akibatnya, gelombang pantul ini bertemu dengan gelombang lapis kedua yang menyongsongnya. Terjadilah suara letupan yang sangat nyaring.

7. Meteor Yang Menyentuh Permukaan Akan Menyebabkan Beberapa Hal a. Kawah Bila meteor berhasil tiba di permukaan Bumi, maka meteor tersebut akan membentuk kawah. Besarnya (diameter dan kedalaman) kawah tergantung pada kepadatan permukaan yang dihantamnya. Kawah yang dibentuk oleh meteor di batuan lebih kecil dari kawah yang dibentuk meteor yang sama jika ia jatuh di air. Tentu saja kawah yang terbentuk di air akan segera lenyap sambil mengirimkan energinya dalam bentuk gelombang air ke segala arah. Kawah meteor dengan kawah gunung berapi beda. Kawah meteor memiliki tanda-tanda bekas mengalami tekanan sangat tinggi. Batuan di cekungan kawah yang besar akan membentuk lapisan lelehan (yang terjadi karena batuan digencet dengan sangat cepat dan kuat). Pada kawah yang lebih kecil, lelehan yang terbentuk bercampur dengan bresia. b. Bola Api Kompresi kuat di permukaan bumi yang ditimpa pada saat tumbukan meningkatkan suhu dan tekanan secara drastis di sekitar lokasi jatuhnya

meteor. Bila meteor jatuh dengan kecepatan lebih dari 12 km per detik, tekanan kejut cukup besar untuk mencairkan seluruh meteor dan permukaan yang ditimpa. Bila kecepatan lebih dari 15 km per detik, sebagian bahkan menguap. Uap yang terjadi pada tekanan dan suhu sangat tinggi akan mengembang dengan cepat dan inilah bola api yang muncul saat terjadi tumbukan meteor dengan tanah. Ukuran bola api ini tergantung energi tumbukan tersebut. Semakin besar energi tumbukan, semakin besar bola apinya. c. Gempa Selain di udara, dampak tumbukan terjadi juga di tanah. Gelombang kejut yang dihasilkan oleh tumbukan menjalar dalam bentuk gelombang ke segara arah dari lokasi tumbukan. Tentunya semakin jauh energinya semakin kecil. d. Lontaran Saat penggalian kawah, material yang pada awalnya berada di dekat lokasi tumbukan akan terlontar secara parabolik menjauhi lokasi tumbukan, atau semata terseret saat terbentuknya kawah dan menjadi bagian bibir kawah. e. Letupan Bila gelombang kejut di tanah menghasilkan gempa, di laut menghasilkan tsunami, maka di udara menghasilkan letupan. Letupan suara dari tumbukan 1 kiloton mampu meruntuhkan jembatan layang bila jaraknya 133 meter dari lokasi kejadian. Gedung bertingkat dalam radius 400 meter akan rubuh sementara bagi mereka yang berada pada radius 1.1 km, dampaknya adalah pecahnya kaca jendela. f. Jatuh di Air Tumbukan meteor justru dua kali lebih sering terjadi di air daripada di darat. Hal ini terutama karena planet bumi sendiri 2/3 nya adalah lautan. Kawah juga dapat terbentuk di dasar lautan tepat dilokasi tumbukan. Kawah ini tentunya lebih kecil daripada kawah yang mungkin terbentuk oleh meteor yang sama di darat. Hal ini karena sebelum mencapai dasar laut, meteor akan

diperlambat sekali lagi oleh lapisan air dan perlambatan ini tergantung pada seberapa dalam air tersebut.

8. Dampak Terbesar Meteorit & Asteroid Yang Jatuh Di Bumi 1) Kawah Barringer, Arizona, Amerika Serikat

49.000 tahun lalu batu bintang ukurannya hanya 150 ft dan berat +/300.000 ton mengandung nikel dan besi dengan kecepatan 40.000 mil/jam menabrak bumi, hasil dari tabrakan meteor ini dapat dilihat 55 km sebelah timur Flasgaff, Arizona USA dinamakan kawah Barringer. Kawah ini adalah kawah terbaik yang terawetkan hingga sekarang, kekuatan yang dihasilkannya sama dengan letupan TNT 20 juta ton. Hasilnya diameter 148 ft ( 45 m ) dengan kedalaman 175 m, diketemukan oleh Daniel Barringer pada tahun 1902 untuk pertambangan, sampai dengan hari ini kawah tersebut masih milik keluarga Barringer. Disebut juga Meteor Crater, Coon Butte, dan Canyon Diablo.

2) Bosumtwi, Ghana

Berada di 30 km sebelah tenggara kota Kumasi, Ghana. Terkenal dengan Danau alam Bosumtwi padahal danau tersebut adalah dampak dari tabrakan meteor 1,3 juta tahun yang lalu. Diameternya 10,6 km kedalaman 45 m. Hujan yang terus menerus menggenangi bekas tabrakan tersebut membuatnya terbentuk menjadi danau. Kepercayaan penduduk setempat

danau tersebut adalah tempat dimana jiwa yang mati untuk menghadapkan kepada tuhannya Twi.

3) Deep Bay, Canada

Berada di Barat daya Danau di Saskatchewan, Kanada dengan lebar 13 km dan kedalaman 220 m terjadi sekitar 100 juta tahun yang lalu. Dilihat dari strukturnya, memang tabrakan yang maha dahsyat.

4) Aorounga impact crater, Chad

Aorunga adalah kawasan ketika sebuah meteorit sebesar 1 mil ( 1,6 km ) yang menabrak bumi sekitar 2 - 300 juta tahun yang lalu, di sebuah daerah di gurun Sahara sebelah utara Chad, Afrika, tabrakan tersebut dapat terjadi kira-kira 1 juta tahun sekali.

5) Gosses Bluff, Australia

Sekitar 142 juta tahun lalu sebuah komet dengan lebar 22 km menghantam daratan Autralia, dengan kecepatan 40 km/detik, dapat

disamakan dengan ledakan 22.000 megaton TNT. Hasil yang ditinggalkan cukup mengesankan yakni memiliki diameter 24 km dengan kedalaman 5000 m. 6) Meteor Peekskill Jatuh ke Mobil di AS Meteor Peekskill jatuh ke Bumi pada 9 Oktober 1992 di Pantai Timur Amerika Serikat (AS). Meteor itu pertama terlihat di West Virginia, dan kemudian jatuh ke Peekskill, New York, nama yang akhirnya disematkan pada meteor ini. Pecahan meteor ini mengenai bagian belakang mobil, yang membuat kap bagasi penyok. Karena jarak yang cukup dekat dengan Bumi, meteor ini sebagian besar terbakar di atmosfer Bumi selama 40 detik. Terbakarnya meteor ini sempat diabadikan oleh warga dari 16 sudut yang berbeda. Rekaman ini kemudian diteliti untuk mempelajari lintasan meteor di atmosfer.

7) Meteor Berarsenik Bentuk Kawah di Peru Satu meteor jatuh ke Bumi di dekat Desa Carancas, Peru, dan membentuk kawah berdiameter 15,24 meter pada 15 September 2007. Saat pejabat berwenang menginvestigasi, mereka melihat air di dalam kawah itu mendidih. Para peneliti mencium bau busuk dan mendadak sakit. Beberapa hari setelah meteor jatuh, sekitar 200 warga Desa Carancas sakit bersamaan secara misterius. Mereka menderita mual-mual, sakit kepala, dan muntah-muntah. Kemudian penelitian di lokasi kawah tempat meteor itu jatuh dilakukan oleh Dinas Pertambangan, Metalurgi dan Geologi Peru. Hasilnya, warga desa itu keracunan arsenik. Meteorit itu

mengeluarkan gas arsenik saat permukaannya panas karena bergesekan

dengan atmosfer, kemudian tercampur air tanah yang terkontaminasi elemen beracun.

8) Meteorit Hodges Jatuhi Rumah di AS Ledakan keras bak bom sonic itu terdengar setelah bola api terlihat turun di langit Alabama, Amerika Serikat (AS) pada 30 November 1954. Meteor itu hampir saja menjatuhi seorang bocak laki-laki yang berada di atas sepedanya di Montgomery. Ann Elizabeth Hodges di rumahnya di kawasan Oak Grove dekat Sylacauga, Alabama, bersin-bersin di ruang tamu rumahnya. Ternyata, salah satu pecahan meteorit itu jatuh menembus atap rumahnya dan menyebabkan plafon jebol dan menimbulkan debu. Meteorit yang jatuh ke rumah Hodges itu ternyata batu sebesar buah sirsak yang besar. Pantulan pecahan meteorit itu mengenai radio dan pinggul Hodges. Hodges memar namun masih bisa berjalan. Dia tercatat menjadi satu-satunya manusia yang terkena benda luar angkasa. Batu meteorit yang jatuh ke rumah Hodges itu adalah salah satu dari 3 pecahan meteorit. Metorit ini sempat mengganggu gelombang sinyal televisi hingga radius 70 mil atau 112 km. AU AS segera mengirimkan helikopter ke Oak Grove untuk mengklaim meteorit itu. Analisa menyatakan, bahwa meteorit itu mengandung mineral besi.

9) Meteor Sikhote-Alin di Siberia Hujan meteor terjadi di langit bagian timur Siberia pada tahun 1947. Meteor itu jatuh ke Bumi dengan kecepatan 14 km per detik atau 31 ribu mil per jam. Saat jatuh ke Bumi, sinarnya lebih terang dari Matahari, dan bisa dilihat hingga jarak 300 km. Setelah berjatuhan, asap sisa meteor itu bisa dilihat beberapa jam setelahnya, dan pecahan meteor itu masih ditemukan di antara pepohonan. Peneliti mengatakan meteor-meteor yang jatuh itu hampir murni mengandung besi dengan berat 90 ribu kg.

10) Meteor Chicora yang Tewaskan Sapi di AS Satu meteorit meledak saat memasuki atmosfer di atas Chicora, Pennsylvania, pada 24 Juni 1938. Berdasarkan besar ledakan, para ilmuwan memperkirakan bahwa meteorit ini sebelum meledak adalah seberat 450 ton. Namun hanya sedikit potongan meteorit pernah ditemukan dari berpuluh kilometer jauhnya dari potongan meteorit utama. Ada laporan sapi warga tertimpa salah satu pecahan meteorit yang jatuh hingga membuat sapi itu tewas.

11) Ledakan Meteor Tunguska di Rusia Efek paling besar dari meteorit yang jatuh ke Bumi yang pernah tercatat di abad 20 adalah di Sungai Podkamennaya Tunguska di Rusia,

pada 30 Juni 1908. Ledakan Tunguska itu 1.000 kali lebih kuat dari ledakan bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima saat Perang Dunia II. Ledakan besar ini dipercaya karena gesekan meteorit besar dengan atmosfer pada jarak 5-10 km dari permukaan Bumi. Dampak ledakan ini diperkirakan 80 juta pohon di lahan seluas 2.150 km persegi tumbang. Selama beberapa bulan setelah peristiwa Tunguska, Observatorium Smithsonian Astrophysical di Amerika Serikat mengamati penurunan transparansi atmosfer karena debu dari ledakan. Skala ledakan Tunguska di luar imajinasi manusia. Beberapa hipotesa yang beredar ada yang memperkirakan pesawat alien, atau black hole alias lubang hitam melewati Bumi hingga bongkahan antimateri yang jatuh dari pesawat luar angkasa. Namun tak ada hipotesa itu yang terbukti berdasarkan pecahan mineral yang terkandung dari bekas ledakan itu.

9. Daerah - Daerah Tempat Jatuh Meteor Meteor besar pernah jatuh di daerah Afrika Selatan, Antartika, Rusia, Kanada dan sejumlah tempat lainnya. Meteor besar yang jatuh ke bumi akan membentuk kawah-kawah seperti kawah Barringer di wilayah Arizona. Kawah ini terbentuk oleh meteor yang jatuh kira-kira 40.000 tahun yang lalu. Setelah bola api besar terlihat oleh sejumlah orang di langit Sri Lanka pada tanggal 29 Desember 2012, sebuah meteorit besar hancur dan jatuh di desa Araganwila, yang terletak beberapa mil jauhnya dari kota kuno bersejarah Polonnaruwa.