Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bila dua zat cair dicampur dengan komposisi yang berbeda-beda maka akan terdapat tiga kemungkinan yang dapat terjadi, yaitu kedua zat cair dapat bercampur dalam tiap komposisi, kedua zat cair tidak dapat bercampur sama sekali atau kedua zat cair dapat bercampur hanya pada komposisi tertentu. Kemudian bila suatu sistem terdiri dari dua lapisan cairan yang tidak tercampur atau tercampur sebagian, jika ditambahkan zat ketiga yang larut dalam kedua lapisan tersebut, maka zat terlarut tersebut akan terdistribusi di antara kedua lapisan dengan perbandingan tertentu. Dalam larutan terdapat dua macam kemungkinan terjadinya

kesetimbangan. Kesetimbangan yang terbentuk dapat berupa kesetimbangan heterogen ataupun kesetimbangan homogen, di mana kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan yang terjadi pada campuran larutan dalam fase yang sama. Sedangkan kesetimbangan heterogen merupakan kesetimbangan yang terjadi antara dua fase yang berbeda. Salah satu cara untuk memperlihatkan variasi kesetimbangan fase dengan sistem komposisi digunakan diagram fase segitiga. Diagram ini berupa suatu segitiga sama sisi yang disebut diagram terner dengan tiap sudut segitiga tersebut menggambarkan suatu komponen murni. Jika dalam sistem hanya terdapat satu fase maka V = 2 berarti untuk menyatakan suatu sistem dengan tepat perlu ditentukan konsentrasi dari dua komponennya. Sedangkan bila dalam sistem terdapat dua fasa dalam kesetimbangan, V = 1; berarti hanya satu komponen yang harus ditentukan konsentrasinya dan konsentrasi komponen yang lain sudah tertentu berdasarkan diagram fasa untuk diagram fasa untuk sistem tersebut. Oleh karena itu sistem tiga komponen pada suhu dan tekanan tetap punya derajat kebebasan maksimum = 2 (jumlah fasa minimum = 1), maka diagram fasa sistem ini dapat digambarkan

dalam satu bidang datar berupa suatu segitiga tersebut menggambarkan suatu komponen murni. Oleh karena tu, makalah ini disusun untuk mencoba menjelaskan diagram terner mengenai perbandingan fraksi mol antara air, asam asetat dan kloroform dalam campuran dan pembuatan kurva kelarutan suatu cairan yang terdapat dalam campuran dua cairan tertentu.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan

sebagai berikut: 1. Bagaimana perbandingan fraksi mol antara air, asam asetat dan kloroform dalam campuran ? 2. Bagaimana membuat kurva kelarutan suatu cairan yang terdapat dalam campuran dua cairan tertentu ?

1.3

Tujuan Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, adapun tujuan dari

penulisan makalah ini adalah untuk : 1. Menjelaskan perbandingan fraksi mol antara air, asam asetat dan kloroform dalam campuran. 2 Membuat kurva kelarutan suatu cairan yang terdapat dalam campuran dua cairan tertentu.

1.4

Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah : 1. Memberikan kontribusi pengetahuan dalam memahami sistem tiga komponen dan kesetimbangan fase dengan sistem komposisi. 2. Menerapkan pemahaman diagram terner dalam ruang lingkup yang lebih luas untuk kegiatan laboratorium lain maupun dalam bidang industri.

Makalah Diagram Terner Praktikum Kimia Fisika - Kel III 2013

1.5

Pembatasan Masalah Pada penulisan makalah ini, penulis hanya membahas mengenai

perbandingan fraksi mol antara air, asam asetat dan kloroform dalam campuran sekaligus pembuatan kurva kelarutan suatu cairan yang terdapat dalam campuran dua cairan tertentu .

Makalah Diagram Terner Praktikum Kimia Fisika - Kel III 2013

Anda mungkin juga menyukai