Anda di halaman 1dari 7

Data Statistik Indonesia

Fertilitas

Fertilitas atau
kelahiran merupakan salah satu faktor penambah jumlah penduduk disamping
migrasi masuk. Kelahiran bayi membawa
konsekuensi pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang bayi tersebut, termasuk
pemenuhan gisi dan kecukupan kalori, perawatan kesehatan. Pada gilirannya, bayi
ini akan tumbuh menjadi anak usia sekolah yang menuntut pendidikan, lalu masuk
angkatan kerja dan menuntut pekerjaan. Bayi perempuan akan tumbuh menjadi
remaja perempuan dan perempuan usia subur yang akan menikah dan melahirkan
bayi.

Tingkat
kelahiran di masa lalu mempengaruhi tingginya tingkat fertilitas masa kini.
Jumlah kelahiran yang besar di masa lalu disertai dengan penurunan kematian
bayi akan menyebabkan bayi-bayi tersebut tetap hidup dalam jumlah yang lebih
banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya disaat kematian bayi masih
tinggi. Lima belas tahun kemudian
bayi-bayi ini akan membentuk kelompok perempuan usia subur. {mospagebreak title=Pengaruh Program KB}

Pengaruh Program KB pada Penurunan Rasio Ketergantungan

Pemerintah Indonesia telah berhasil melaksanakan program


keluarga berencana sejak tahun 1971, yang ditandai dengan penurunan tingkat
fertilitas dari 5,6 anak pada tahun-tahun 1970-an menjadi 2,4 anak per wanita
menjelang tahun 2000. Sementara itu program kesehatan juga telah mampu
meningkatkan derajat kesehatan penduduk Indonesia
yang ditandai dengan penurunan tingkat kematian bayi dan peningkatan harapan
hidup penduduk Indonesia.
Kejadian ini menyebabkan terjadinya transisi demografi dalam jangka waktu lama
yang berdampak pada perubahan struktur umur penduduk dan berkurangnya proporsi
anak-anak dibawah usia 15 tahun.

Sebelum program KB dilaksanakan, angka


ketergantungan penduduk Indonesia
adalah 86 anak per 100 penduduk usia kerja. Artinya, pada tahun 1970-an setiap
100 pekerja mempunyai 86 anak yang menjadi tanggungannya. Pada tahun 2000 angka
ketergantungan menurun menjadi 55 per 100 penduduk usia kerja. Jadi program KB
selama ini telah mampu mengurangi beban penduduk usia kerja untuk menanggung
anak-anak.
http://demografi.bps.go.id/versi1 _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 2 January, 2009, 02:47
Data Statistik Indonesia

{mospagebreak title=Kelahiran Masih Banyak}

Jumlah Kelahiran Setiap Tahun Masih Besar

Meskipun tingkat
fertilitas sudah menurun, kalau jumlah ibunya besar, sebagai akibat tingkat
kelahiran yang tinggi dimasa lalu serta perbaikan kesehatan, maka jumlah bayi
yang lahir setelah tahun 2000 masih tetap banyak jumlahnya. Tiap tiap tahun
jumlah kelahiran bayi di Indonesia
mencapai sekitar 4,5 juta bayi. Di kabupaten atau kota yang masih
mempunyai tingkat fertilitas tinggi atau yang KB-nya kurang berhasil, jumlah
bayi yang lahir tiap tahunnya akan lebih banyak dibandingkan dengan kabupaten
atau kota yang program KB-nya berhasil menurunkan tingkat fertilitas.
Kabupaten atau kota yang masih mempunyai jumlah kelahiran yang besar akan
menghadapi konsekuensi pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar atas kelahiran
bayi-bayi ini, saat ini dan seterusnya sampai bayi-bayi ini mendapatkan
perkejaan dan menjadi Ibu yang melahirkan generasi penerus.

Pengetahuan
tentang fertilitas atau kelahiran dan KB serta indikator-indikatornya sangat
berguna bagi para penentu kebijakan dan perencana program untuk merencanakan
pembangunan sosial terutama kesejahteraan Ibu dan anak.

{mospagebreak title=Konsep Dasar}

Konsep Dasar

Definisi
"Lahir Hidup"

Konsep
fertilitas hanya menghitung jumlah bayi yang lahir hidup. Organisasi Kesehatan
Dunia (World Health Organization/WHO) mendefinisikan kelahiran hidup
sebagai peristiwa kelahiran bayi, tanpa memperhitungkan lamanya berada
http://demografi.bps.go.id/versi1 _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 2 January, 2009, 02:47
Data Statistik Indonesia

dalam kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat


dilahirkan; misalnya bernafas, ada denyut jantung, atau denyut tali pusat, atau
gerakan-gerakan otot. Dengan demikian,
peristiwa bayi yang lahir dalam keadaan tidak hidup/meninggal (still birth)
tidak dimasukkan dalam perhitungan jumlah kelahiran. Untuk bayi yang lahir
hidup tetapi kemudian meninggal, beberapa saat setelah lahir atau dikemudian
hari, kelahiran hidup ini tetap
dimasukkan dalam perhitungan jumlah kelahiran. Tidak termasuk sebagai kelahiran hidup adalah peristiwa keguguran
atau bayi yang lahir dalam keadaan meninggal (lahir mati).

{mospagebreak title=Fertilitas vs Fekunditas}

Fertilitas vs Fekunditas

Istilah
fertilitas juga dapat diartikan sebagai kemampuan seorang wanita untuk
menghasilkan kelahiran hidup. Sementara itu, fekunditas berarti potensi seorang
wanita untuk menjadi hamil. Berbeda dengan fertilitas, fekunditas berkaitan
dengan potensi untuk melahirkan, tanpa memperhatikan apakah seorang wanita
benar-benar melahirkan seorang anak atau tidak.

{mospagebreak title=Ilustrasi}

Ilustrasi

Saya dan teman


saya Eri dan Nani kebetulan hamil pada saat yang
bersamaan. Eri tidak memiliki biaya untuk memeriksakan kandungannya,
sedangkan Nani lebih suka memeriksakan kandungannya ke dukun. Saya melahirkan
bayi dengan selamat, bayinya sehat dan lucu. Eri kemudian melahirkan bayi dalam
keadaan hidup tetapi satu jam setelah lahir, bayinya meninggal karena lahir
dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Nani juga kurang beruntung karena
bayinya tidak bernyawa pada saat dilahirkan. Dalam proses melahirkan Nani
mengalami komplikasi dan akibatnya ia mengalami perdarahan hebat. Ia terlambat
dirujuk ke rumah sakit karena keluarganya menunggu ijin dari suaminya. Akhirnya
http://demografi.bps.go.id/versi1 _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 2 January, 2009, 02:47
Data Statistik Indonesia

Nani meninggal dunia.

Karena dalam perhitungan tingkat fertilitas yang


dihitung adalah jumlah bayi yang lahir hidup, maka dalam kasus di atas yang
harus dihitung dan dicatat serta dilaporkan sebagai kelahiran adalah bayi saya dan
bayinya Eri. Dalam demografi, bayi Eri harus dihitung sebagai kelahiran karena lahir dalam keadaan
hidup meskipun beberapa saat kemudian meninggal. Bayi Nani tidak termasuk
sebagai kelahiran hidup dan tidak diperhitungkan dalam perhitungan tingkat kelahiran.

{mospagebreak title=Definisi}

Definisi

Jumlah kelahiran adalah


banyaknya kelahiran hidup yang terjadi pada waktu tertentu di wilayah
tertentu.

Kegunaan

Informasi tentang jumlah


kelahiran bermanfaat untuk perencanaan pembangunan berbagai fasilitas yang
dibutuhkan khususnya fasilitas kesehatan ibu dan anak, baik untuk masa kini
maupun untuk masa yang akan datang. Selain itu, data tentang jumlah kelahiran
merupakan dasar untuk perhitungan berbagai indikator fertilitas seperti
Angka Kelahiran Kasar, Angka Kelahiran Menurut Umur, Angka Fertilitas Total,
Angka Reproduksi Bersih, dan Rasio Anak Wanita.

{mospagebreak title=Cara Perhitungan}

Cara Perhitungan

Menjumlahkan seluruh
kelahiran hidup yang terjadi di suatu wilayah dalam satu tahun tertentu.

Data yang diperlukan

Jumlah kelahiran
hidup dalam suatu wilayah tertentu pada tahun tertentu.

http://demografi.bps.go.id/versi1 _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 2 January, 2009, 02:47


Data Statistik Indonesia

Sumber Data

Data tentang jumlah kelahiran


dapat diperoleh dari hasil sensus penduduk, registrasi vital, atau
survei-survei. Namun, jumlah kelahiran juga dapat diestimasi secara tidak
langsung dengan menggunakan informasi lain seperti jumlah anak lahir hidup (children ever born) dengan menggunakan
piranti lunak (software) demografi
seperti mortpack-lite (Lihat bagian belakang modul ini).
{mospagebreak title=Contoh}

Contoh

Karena dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional


(Susenas) tidak ditanyakan mengenai jumlah kelahiran maka dapat digunakan
metode tidak langsung menggunakan program mortpack-lite untuk mengestimasi
jumlah kelahiran. Dari hasil perhitungan diperkirakan bahwa jumlah kelahiran di
Indonesia adalah
sebanyak 4.415.122. Angka ini antara lain dapat dimanfaatkan untuk
memperkirakan jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan yang akan dibutuhkan oleh
bayi-bayi yang lahir tersebut.

Intepretasi

Bagi Indonesia kelahiran sebanyak 4.415.122 bayi


berarti tambahan penduduk sebesar 4,4 juta jiwa. Namun, tidak semua bayi yang
lahir ini akan terus hidup. Dari setiap 1000 bayi, 35 akan meninggal sebelum
berumur satu tahun. Bayi yang tetap hidup sampai usia dewasa akan menuntut
berbagai kebutuhan dasar yang harus disediakan oleh pemerintah.

{mospagebreak title=Keterbatasan}

Keterbatasan

Dalam perhitungan jumlah


kelahiran seharusnya yang dihitung adalah semua kelahiran hidup. Namun,
seringkali terjadi kekurangan pencatatan (under-estimate)
karena penduduk tidak melaporkan kelahiran bayi yang hidup tetapi kemudian
meninggal, termasuk bayi-bayi yang belum diberi nama. Hal ini sering terjadi
akibat ketidaktahuan penduduk dan orang yang membantu proses kelahiran. Dalam
prakteknya tidak semua kelahiran ditangani oleh tenaga medis, yang dapat
mengakibatkan terjadinya salah menafsirkan kelahiran yang sebenarnya hidup
sebagai kelahiran mati. Di sisi lain, salah penafsiran dapat juga terjadi pada
kelahiran mati yang dinyatakan sebagai kelahiran hidup. Hal ini dapat
menimbulkan kelebihan perkiraan (over-estimate)
jumlah kelahiran.

{mospagebreak title=Indikator Fertilitas}

http://demografi.bps.go.id/versi1 _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 2 January, 2009, 02:47


Data Statistik Indonesia

Indikator fertilitas

1. Angka
Kelahiran Tahunan (current fertility).

-
Jumlah Kelahiran

-
Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate – CBR)

-
Angka Kelahiran Menurut Umur

-
Angka fertilitas Total

2. Anak
Lahir Hidup (ALH) dan Anak Masih Hidup (AMH)

-
Anak Lahir Hidup (ALH) atau Children Ever Born(CEB)

-
Anak Masih Hidup (AMH) atau Children Still Living (CSL)

-
Rasio Anak-Wanita atau Child Women Ratio (CWR).

3. Paritas

4. Keluarga
Berencana:

http://demografi.bps.go.id/versi1 _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 2 January, 2009, 02:47


Data Statistik Indonesia

- Angka
Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi (CPR)

- Angka
tidak terpenuhinya kebutuhan KB (Unmet-need).

http://demografi.bps.go.id/versi1 _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 2 January, 2009, 02:47