P. 1
Teori Komputasi

Teori Komputasi

|Views: 81|Likes:
Dipublikasikan oleh Sidiq Dwi Laksana
Teori Komputasi
Teori Komputasi

More info:

Published by: Sidiq Dwi Laksana on Mar 23, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2013

pdf

text

original

Dokumen ini merupakan bagian pertama Kuliah Teori Komputasi (MAT40414 – 3).

Dokumen ini hanya sebagai penunjang pelaksanaan perkuliahan. Untuk memahami materi kuliah, Anda wajib membaca : 1.Diktat Kuliah 2.Hand-out (berisi materi yang tidak ada dalam diktat) 3.Buku Acuan yang digunakan

Bagian pertama
1. 2. 3. 4. Pendahuluan Mesin Keadaan Hingga Pengantar Bahasa Alami dan Bahasa Formal Automata Hingga

b.d. c a = 2. c yg lain? a+b=? a x (b + c) = ? Dapatkah digunakan kalkulator ? . Pendahuluan 2 x (3 + 4) = 14 à dengan bantuan kalkulator Mudah ! Bagaimana dgn : Tergantung nilai a. b = 2. b. hasil s.a Bagaimana untuk nilai a.1. c = 4.

Urutan langkah 1. Jika tidak. 3. C yg lain. B. 5. Masukan nilai A. selesai Oh. …… Itu kan algoritma ya ?? . kembali ke 1. 2. 4. B. oh. C Hitung (kalkulasi) X = B+C Hitung Y = A x X Tulis (keluarkan isi) Y Jika masih diperlukan nilai A.

… itu kan KOMPUTER Oh. siapa yg menjalankan algoritma ? Kalau mudah.Tapi kalo rumit dan panjang bagaimana ? Yaa. mesin fisik juga tapi yg mempunyai kemampuan untuk mengerti urutan perintah dalam algoritma Ah. ya manusia.e yg melakukan komputasi) . jadi dlm KOMPUTER ada mesin abstrak juga agar mampu mengerti urutan perintah Oh ……makanya namanya KOMPUTER (i.Kalkulator (mekanik) : Mesin Fisik (nyata) Urutan langkah (algoritma) dpt dianggap sebagai MESIN ABSTRAK Lantas. ah.

maka dengan uang Rp.5000. kemudian hitung 5000 . penjual mengembalikan : à 5000 – 3(1000) = 2000 (rupiah) Komputasi ? Bedanya ? A : banyaknya barang yg dibeli B : Banyaknya pembelian = 1000 x A U : uang kembalian = 5000 – B àHitung dulu B.Kalkulasi .B .Komputasi Kalkulasi ? Harga satuan suatu barang : Rp1000 Jika pembeli beli 3 buah.

Oh. oh. aku sudah tahu beda makna kalkulasi dan komputasi . oh. …kalo gitu sekarang.

Kalkulasi : proses melakukan perhitungan dlm penyelesaian masalah Komputasi: proses menjalankan urutan langkah-langkah dlm penyelesaian masalah Urutan langkah-langkah (?) ß ALGORITMA .

Pada contoh : yang menyuruh menjalankan urutan langkah-langkah adalah kita sendiri.Urutan perintah salah.Kita harus memberikan urutan perintah yg dpt dipahami . Bagaimana kalau yg menjalankan orang lain ? . hasilnya salah (latihan algoritma sederhana) Bagaimana kalau yg menjalankan perintah adalah MESIN ? .

Siapa yg melakukan perintah ? Siapa yg diperintah ? ← kita (manusia) ← mesin Mesin harus dapat berkomunikasi dgn kita : • mengerti bahasa kita • memberitahukan siap menerima perintah • menerima dan mengerti perintah • dapat mengerjakan perintah • memberikan hasil yg dikerjakan kepada kita dgn menggunakan bahasa kita • memberitahukan bhw sudah selesai melaksanakan perintah Bagaimana prinsip mesin tsb ? .

mesin MESIN MANUSIA perintah MANUSIA hasil pelaksanaan ? bahasa manusia bahasa mesin antar muka : translator antar muka bahasa manusia .Interaksi manusia .

Proses pemikiran atau abstraksi bagaimana prinsip mesin tsb ? ← Mesin abstrak sbg model komputasi .

mesin abstrak >< mesin nyata apa hubungannya ? Unsur utama Teori Komputasi : • Teori mesin abstrak • Teori bahasa Studi lain (tidak dipelajari dalam kuliah ini): 1.Translasi perintah dalam mesin dan interpretasinya à coding & decoding ← dasar: struktur aljabar 2.Realisasi perintah dan pengaruh akibatnya à error correcting code .

dikerjakan di luar kelas. dikerjakan dalam kelas (ii) Tugas rumah.dikerjakan di luar kelas (iii) Tugas pemrograman. dan selanjutnya dipresentasikan dalam kelas. .Tugas dalam kuliah (i) Tugas kelas. Tugas ini menggunakan bahasa C++.

Zohar Manna. McGraw-Hill 3.Buku Acuan 1.Papadimitrou.Lewis. 2. Prentice-Hall Inc. Elements of Theory of Computation. Mathematical Theory of Computation. Buku-buku matematika diskret yg relevan . Harry R. Cristos H.

Mesin Keadaan Hingga Finite State Machine mesin seperti apa itu? .2.

Mesin Keadaan Hingga input MKH -himp.hingga keadaan -transisi keadaan output uang logam teks: 1 0 segelas minuman 0 1 .

Cara menyajikan mesin ? menggunakan graf berarah menggunakan algoritma .

mesin pembuka – penutup pintu Mana keadaan ? Mana input ? Output ? .

Tabel transisi ? .

.

Mesin Keadaan Hingga (finite state machine)

1 0 0 1 Input : 1001 à transisi keadaan : s0 s0 s1 s3 s1 ouput : 0 1 1 0

Struktur Matematis
MKH merupakan sistem berupa 6-tupel :

M = (S, I, O, f, g, s0)
dengan

S : himpunan hingga keadaan (state) I : himpunan hingga simbol input O : himpunan hingga simbol output f : fungsi transisi, f : S x I → S, fungsi keadaan berikut g : fungsi output, g : S x I → O. f dan g disajikan dalam 2 cara : 1. tabel transisi 2. diagram transisi
Coba periksa MKH contoh sebelumnya!

Struktur fisis
← arah gerak

ap f(si,ap) = sj . g(si,ap ) = ok . si MKH

pita input ← kepala (head) baca

← kepala (head) tulis

ok
← arah gerak

pita output

x1) = f(f1(s0.1) . x0x1x2) f3: S x I3 →S ……. xn-1) .x2) = f 2 (s0.x1)= f2 (s0. x0x1) f2: S x I2 → S s3 = f(s 1. s0 = f(s0. 1 = g(s0.MKH pembaca untai Pd diagram sebelumnya. untai input 1001→ output 0110 1.1) 4. f = f 1: S x I → S s1 = f(s 0. 1 = g(s1. x0x1).1) input : x = x0x1x2x3…… . x0x1x2 …. s1 = f(s0.. x0) .1) 3. s 1 = f(s3. s 3 = f(s1. xn-1) = f(fn-1(s0.0) 2. 0 = g(s3. x0). fungsi input f ? s0 = f(s 0. x0x1x2 ….1) .0) .0) . x2) = f(f2(s0. x0) = f1(s0. 0 = g(s0. xn-2). → fn: S x In →S s0 = fn(s0.

x1) = g2(s0.a) (iii) g(si.x0 x1……xn-1) gn : S x In → O Definisi: jika x = x0x1x2x3…… input yg t. x0 x1x2 ….x0) = g1(s0. xn-1) .x0 x1…xn-2) = gn(s0. maka pemetaan f dan g dpt diperluas secara rekursif sbb: (i) f(si. g(si.Bagaimana dgn fungsi output g? O0 = g(s0. xa) = f(f(si.x0 x1) …… On-1 = g(sn-1.x1) = g(f1(s0.d n simbol a : sembarang simbol input. x0 x1)….x0) O1 = g(s1.g(si. x). xa) = g(f(si. x).x0 x1…. xn-1) = g(si. x0)..x0).a) (ii) g(si.xn-1) = g(fn-1(s0.

Mesin penambah 2 bil integer biner : * ← carry (bawaan) xn xn-1 …… x1 x0 ↓ yn yn-1 ……y1 y0 ↓+ Diagram keadaan: s0 : bawaan 0 s1 : bawaan 1 Input: 00 01 10 11 Periksa diagram tsb! .

sj ∈ S. g.x) = g(sj.x) ∀ x ∈I* Beri contoh ! Teorema 1: Jika s : suatu keadaan dlm MKH. M1 dan M2 menghasilkan output yang sama Tujuan : * ekivalensi mesin * mesin minimal Keadaan Ekivalen. f.Mesin Ekivalen : M1 ≡ M2 jik –ka unt sembarang input yg sama. y : untai. O. maka f(s. I. x.x).xy) = f(f(s.y) Berikan contoh ! .xy) = g(f(s. si ≡ sj jik-ka g(si.x). s0) Unt si.y) dan g(s. pd mesin M = (S.

x).ya) à(sesuai (i)) = f(f(s. sesuai dgn panjangnya y ambil y=a (|y|=1).s unt g(s.y) .x).x).a) = f(f(f(s.ya) D.x) = f(f(.x).y) Tunjukkan benar unt |y|=n+1! Dari (i).c.y).x).s’. f(s.y).xya) = f(f(xy).a) ß Anggap s’ = f(s.Bukti : Gunakan induksi.a) (sesuai (i)) Misal benar unt |y| = n.xa) = f(f(s.a) = f(s’. maka f(s. hipotesa induksi: f(s.xy) = f(f(s.xy) = g(f(s.

jika si ≡ sj .f.y).ekivalen thd sj ditulis si ≡k sj jika si ≡k sj g((si.O. seblmnya.xy) = g(sj. si disebut k. Teorema 1: g(f(si.g. unt suatu y ∈ I*.y) = g(f(sj.x) ≡ f(sj . dgn |x| ≤ k apa artinya ? .x). unt semua x.x) Bukti : Def. maka unt semb barisan input x . berlaku f(si .x) = g(sj.x) Definisi (k-ekivalen): Pada MKH M = (S.xy).s0) Unt integer pos k. maka g(si.Teorema 2: Jika si ≡ sj .ekivalensi : f(si .x).I. àdari def.x) ≡ f(sj .x).

ekivalennya didefinisikan sbb: [s] k = [sj |si ≡ k sj] dan Pk = ∪ [s] k s ∈S [s0]1 ={ s0. Apa yg terlihat? . s5} [s1]1 ={ s1. s3} dan P1={{s0. s2.s4. s2. s4.Relasi k-ekivalen merupakan juga relasi ekivalensi. s3}} periksa melalui tabel trans.{s1. sehingga akan membuat k-partisi P k pd himpunan keadaan S yg k.s5}.

si ≡ sj .Teorema 3: Jika untuk integer k. Pk+1 = P k. si ≡k+1 sj jik-ka si ≡ksj dan ∀a∈I.a).I.s0} disebut tereduksi jik-ka si ≡ sjà si = sj unt semua keadaan si.a).s’0} M ≡ M’. sj ∈S .f’.g. serta g(si. jik-ka untuk semua si∈S akan terdpt si’∈S’ sedmkian sehingga si ≡ sj .a ) ≡k f(sj.g.f.I.I.s0} dan M’={S’. maka P k = P dan sebaliknya Teorema 4: Mis.a ) ≡k g(sj.f. f(si. Definisi (tereduksi): MKH M = {S. Definisi (keekivalenan 2 mesin): Diberikan M={S.g’.

f.a)) .f’.a) φ(g(s.a) = g’(φ(s.a)) = f’(φ(s).s 0}. φ : pemetaan dari S ke S’ Homomorfisma keadaan hingga adalah φ(f(s.I.g.I.Teorema 5: Jika diberikan MKH M={S.s0} dan M’={S’.s’0}.f.I.g. maka akan terdapat mesin ekivalen M’ sedemikian sehingga S’ ⊆ S dan S’ bersifat tereduksi Definisi (homomorfisma): Diberikan M={S.g’.

Bahasa Alami dan Bahasa Formal .3..Pengantar Bahasa Alami : Komunikasi (lisan – tulisan) antar dua orang : …… ……. .

Subyek dibuat dari kt benda. nasi.. ……. Obyek. meja}. kt kerja = {makan. kucing jalan meja.Bahasa Alami dan Bahasa Formal Apa Persamaan dan Perbedaaan ? Kalimat berstruktur frasa: Aturan: ß sintaks Kalimat dibuat dari frasa Subyek. diikuti Predikat. kucing makan meja. ß Periksa semantiknya . jalan} <kalimat> → <subjek> <predikat> <obyek> → <kt benda> <kt kerja> <kt benda> ßproses subst → kucing <kt kerja> <kt benda> (penurunan) → kucing makan <kt benda> → kucing makan nasi Kalimat lain : kucing makan kucing. Predikat dari kt kerja. nasi makan kucing. Obyek dari kt benda. Kt Benda = {kucing.

Proses penurunan total : <kalimat> →* kucing makan nasi penulisan lain : <kalimat> ::= <subyek><pred><obyek> ⇒ atau |Bila Sdr belajar bhs Pohon Penurunan : Indonesia : di bagian mana dipelajari ? <kalimat> <subyek> <kt benda> <predikat> <kt kerja> <obyek> <kt benda> nasi kucing makan Buatlah lebih rinci struktur frasa tsb! .

….himpunan huruf dalam alfabet 2.kata dibentuk oleh rangkaian huruf 3.Pengertian dasar dlm bahasa alami : 1.kalimat dibentuk oleh rangkaian kata (dipisahkan spasi) 4.bahasa dibentuk oleh rangkaian kalimat (dipisahkan spasi) Bahasa alami lebih umum alfabet = {a. z} himp simbol kata = untai yg punyai arti kata = untai rangkaian kata yg punya arti rangkaian untai bahasa alami baku bahasa → Kosakata : himp kata himp kata. himp simbol ? . b.

. untai : ^ 0 1 01 11 00 101 …. himpunan untai • Kosakata : himpunan (tak hampa) hingga untai (i. himp karakter khusus. untai: ^ t i tt ii titiii … panjang untai w = 101. |titi| = 4 . |W| = 3. dsb • Untai : untai hampa ^ atau ε kosakata V = {0.Bahasa (dlm pengertian lebih umum) • Bahasa : himpunan kalimat. maka himp semua untai sepanjang V adalah V* (atau *) • Simbol : himp alfabet. i}.e simbol) bila kosakata adalah himp V (atau ). V= {t.1}.

^w=w^=w asosiatif. w(1)=w(3)=t . w(2) = w(4) = i. posisi {1. w untai sepanjang V. |w| } → V • operasi untai Perangkaian (concatenation) v. perangkaian vw atau wv sifat : vw ≠ wv. ^ : unsur identitas. (uv)w = u(vw) Berikan penjelasan struktur aljabar yg terkait ! .2.Bahasa (umum) Untai: • posisi simbol dlm untai w = titi.….

ab.bb. V* ={a. unsur identitas ? Adakah sifat lain? struktur : grup ? monoid ? . .biner.b...Himpunan untai & struktur aljabar V : himp simbol V = {a.b}. aa.} V*: himp untai sepanjang V Adakah op..

Bacalah literatur Ttg STRUKTUR ALJABAR ! .

bbb.baa} Sifat rekursifitas: A0 = {^} An+1 = An.aaa. aa}. B ⊆ V. A2 = A1 A= . A1 = A0 A={a.∅ • operasi antar 2 himp untai A.ab.bb}. yg tak mengandung satupun untai V+ = V* . aab. A. B = {b.… A = {a. rangkaian (concatenation) : AB atau BA AB = {xy| x ∈ A.bb}. A0 = {^}.bb}.bab.Bahasa (umum-pengertian dasar) (v)Himpunan untai V : kosakata (mungkin berupa himp alfabet) V*: himp untai sepanjang V (termasuk ^) ∅ Atau {} : himp. AB = {ab. 1. n=0. y∈B} A = {a.

1. …. w2 =(ti)2= titi rekursivitas: w0 = ^. maka v : prefiks dari w jika w = xv ∀ x. A* : penutup Kleene dari A = (vi)subuntai: v subuntai w jik-ka ∃ untai x dan y ∋ w = xvy (vii)prefiks dan sufiks jika w = vx ∀ x. i = 0. . maka v : sufiks dari w (vii) Banyaknya munculnya untai : w = ti.Bahasa (umum) pengertian dasar • penutup Kleene A ⊆ V*. wi+1 = wi w.

pengertian dasar: (ix)balikan w : untai. dg x = ua. untuk w = ua. berlaku (wx)’=x’w’ Contoh : (desasdesus)’ = (desus)’(desas)’=sesudsased • |x| = 0.jika |w|=n+2>0. a ∈V. maka w’=au’ Umum : untuk 2 untai w dan x. |a|=1. maka x=^. w’ = kilab 1.|u|=n.a ∈V* . (wx)’=x’w’ ß hipotesa induksi • Misal |x|=n+1.jika |w|=0. maka w’=w=^ 2. u. Balikan w ditulis w’ merupakan w yg nyatakan dari belakang ke depan w = balik. dan (wx)’=(w^)’=w’=^w’=^’w’=x’w’ • Andaikan unt |x|≤n.

maka V* : himp berhingga terhitung. perangkaian: asosiatif … definisi balikan … hipotesa induksi … definisi balikan … x=ua .. à Terdapat pemetaan bijektif f : N à V* (perhatikan cara penyusunan kamus) … x=ua .pengertian dasar: (ix)balikan maka (wx)’ = (w(ua))’ = ((wu)a)’ =a(wu)’ = au’w’ = (ua)’w’ = x’w’ Teorema : Apabila V : himp berhingga alfabet.

kata. kalimat mencari kata tertentu dan menggantikan dgn kata lain dsb . kata demi kata. kalimat demi kalimat - menghapus huruf. kata.Untai dan Bahasa • Perhatikan cara penyuntingan berbantuan komputer menggunakan perangkat lunak (misal microsoft words) .mengetik huruf demi huruf. kalimat menyalin huruf.

4. Automata Hingga .

Automata Hingga Automata – Automaton ? Automatis ? Apa bedanya dgn mesin keadaan hingga ? .

Automata Hingga diagram transisi tabel transisi mesin dalam keadaan s0 membaca a beralih ke keadaan s0 mesin dalam keadaan s0 membaca b beralih ke keadaan s1 .

I. keadaan awal s0. f. b) → s1 . S = {s0. a) → s1 . M = (S. b}. s1}. F = {s1}. I = {a.Automata Hingga 5-tupel. (s1. b) → s0 . S : himp hingga keadaan I : himp hingga simbol input f : pemetaan S x I → S (fungsi transisi keadaan) s0: keadaan awal. F ⊆ S pd contoh. a) → s0 . s0 . f: (s0.F) dengan. (s1. . (s0. s0 ∈S F : himp keadaan akhir (penerima).

ba) → (s1. b).^) → (s1) f(s 0. aba ∈ L(M) . aba ∈ atau ∉ L(M) ? xxxx ∈ atau ∉ L(M) ? (s0. a) = s1 s1 ∈ F. a) → (s1.Automata hingga dan Bahasa * pengenalan untai xxxx → automata → dikenal/tdk M pd contoh.a) = f(f(s0. a). aba) = f(f(f(s0.).b.a) = f(s1. aba) → (s0.

s0 : keadaan penerima .

a) = f(f(s1. maka untai aabba diterima oleh M à aabba ∈ L(M) . F). a) = f(s0. aabba) = f(f(f(f(f(s0. S = {s0. a). a). b). a). I = {a. a) = s0 s0 : keadaan penerima. f. I. b}. b). b). b). s0 . b). b). b).Bahasa dan Automata Hingga Pengenalan Untai x = aabba M = (S. a) = f(f(f(s0. s1}. F = {s0} Proses komputasi pemeriksaan untai : f(s0. a) = f(f(f(f(s0.

aabba) |→ M (s0. ^). ^) . ba) → M(s1. ba) (s0. a) (s0.abba) (s0.Automata hingga & pengenalan untai (s0. abba) |→ M |→ M |→ M |→ M M(s0. (s0. abba) → M(s0. aabba) → M(s0.bba) (s1. aabba) |→M* (s0. untai selalu berakhir dgn ^ … Jadi. a) → M(s0.

ab…. bab. L(M) = ? L(M) = {ambn | m=0... k=1.2. b…b...1.…} ∪…} . …} ∪ {ambn ak bn| m=0. ab.. n=1.. n=1. bab..2.b.1.. .2..Bahasa yg dibangkitkan automata • Perhatikan automata M s1 : penerima (akhir) Untai yg dikenal: b. ab…bab.b. .

Bagaimana dengan M : .

Bandingkan automata hingga deterministik ! .Automata Hingga Deterministik (AHD) Automata Hingga Nondeterministik (AHN) Diagram transisi Tabel transisi Mesin dlm keadaan s1 membaca a. beralih ke keadaan s1 ATAU ke keadaan s2 .

S = . B ⊆ S (fungsi transisi keadaan) s0: keadaan awal. b) → s1 .F) dengan. F ⊆ S pd contoh.. f. s0 ∈S F : himp keadaan akhir (penerima).. s0 = . S : himp hingga keadaan I : himp hingga simbol input f : pemetaan S x I → B. . a) → s0 . a) → s0 . (s1. f : (s0. I.. F = ….AHN M = (S. . (s1. s0 . a) → s1 atau (s0. . I = ..

^) = (s1) ∪ (s0) ↓ ↓ aba ∈ L(M) aba ∉ L(M) apa kesimpulannya ? Periksa : bab ∈ L(M) ? .Pd contoh : aba ∈ L(M) ? f(s0. a).a) = f(f(s0. b).a) = f(s1. ^) ∪ f(s0. aba) = f(f(f(s 0. a) = f(s1.b.).

yaitu M dan M’.Ekivalensi 2 buah AHD Diberikan 2 buah AHD. Untuk memeriksa ekivalensi M dan M’ àAlgoritma More (hand-out) . M ekivalen M’. jik-ka L(M) = L(M’).

Pemeriksaan ekivalensi AHD Teorema Moore : Terdapat suatu algoritma untuk menentukan apakah dua buah automata hingga ekivalen atau tidak sepanjang ∑ .

v’) maka proses dihentikan.. isikan pasangan terurut (A1.Buat tabel (n+1) kolom.S’) pd baris ke-1 kolom (v. M’ : S’. M dan M’ ekuivalen. sbg pasangan terurut (keadaan M.v’). (van.. 4. .. Proses dihentikan 7. S’ : keadaan awal M dan M’. A1. Isikan (S. .v’). maka M dan M’ tersebut tidak ekuivalen.va1’). (va1. Misalkan. yaitu kolom: (v. A1 ’.. A2’. Jika ∃ busur dari S ke A1 dg label a1 dan jika ∃ busur dari S’ ke A1’ juga dg label a1. . Berikan nama berbeda pd semua keadaan M dan M’.v’). 2. Lakukan juga unt kolom-kolom berikutnya. 3.. M : S.v’).. 5. Jika ∃ nilai pasangan terurut pd kolom (v a1. S. atau sebaliknya.van’). tempatkan nilai tsb pd kolom (v.Algoritma Moore 11. Lanjutkan dengan langkah 6 Jika selama proses dihasilkan nilai pd kolom (v.va1’) s/d (van. A2 .v’) baris-baris berikutnya. Jika kondisi (6) tdk dipenuhi dan jika tdk ada lagi pasangan terurut baru yg harus ditempatkan pada kolom (v.van’) yang tidak sama dengan nilai pasangan terurut (v.va1’). Lakukan hal yg sama spt yg dilakukan pd langkah (4).. . dg v : keadaan penerima sedangkan v’ bukan. keadaan M’). A1’ ) pd baris ke-1 kolom (va1.

Apakah M ekivalen M’ .

Apakah M ekivalen M’ .

AHN Teorema : Untuk setiap AHN.AHD . terdapat suatu AHD yang ekivalen Bukti : lht diktat Contoh : Pembangunan AHD dari AHN (hand out) .

Algoritma pembangunan 1. Unsur F’ adalah semua keadaan yg mengandung keadaan dalam F . maka s tsb ditetapkan sbg keadaan baru dari I’ 4. Setiap keadaan s adalah peta dari pemetaan f dan apabila terdapat s ∉ S. dan lakukan pemetaan berdasarkan pemetaan f.Tetapkan s0 = s 0’ dan I=I’ 2. Ulangi langkah 3 sampai tdk diperoleh keadaan baru 6. 5. Tempatkan s tsb pada kolom keadaan f’. Salinlah tabel transisi M ke tabel M’ (awalnya I’=I dan f’=f) 3.

B. F = {C} • Tabel transisi.Diberikan AHN. s0. M = (S. f. C}. I={ a. b}. I. s0= A. f : • Buatlah AHD M’ yg ekivalen ! . F) dgn S={A.

B}. b} 2. dan f({A.b) = C∪B = {B. I’ =I = {a.b) ∪ f(B. shg diperoleh tabel berikut : .B} : f({A.B}.C}.a) = f(A. salinan tabel fs transisi f menghasilkan tabel fs transisi f’ sbb: Pd tabel di atas terdpt keadaan baru yaitu {A.B}.1.a) = {A.a) ∪ f(B.B}∪A = {A.b) = f(A.B}. s0’ = s0 = A. Pemetaan terhadap {A.

Dg melakukan pemetaan thd {B.Tabel baru 4. seperti yg telah dilakukan di atas. Langkah (3) di atas menghasilkan keadaan baru yaitu {B. diperoleh tabel sbb: .C}.C}.

M’ = (S’. S’ ={A.B}. B. s0’. AHD yg dihasilkan. b}. {B. F’={C. I’ ={a. C. I’. f’. {A.C}}.C}}. F’). Sehingga f’ serta graf transisi dari M’ adalah f’ : tabel terakhir file berikut : tekom_3 Graf transisi : Isi : tata bhs formal . {B. Setelah langkah (4) di atas tidak terdapat lagi keadaan baru Jadi. s0’ = A. dgn.5.

Dokumen selanjutnya. Teori Komputasi bagian kedua .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->