Anda di halaman 1dari 118

Penulis

Syaikh Abu Muhammad Ashim Al Maqdisiy


Alih Bahasa

Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

Demokrat Adalah Musyrik

DAFTAR ISI

1. Pengantar Penerjemah. 2. Muqoddimah Penulis. 3. Pasal: Penjelasan Tentang Inti Pokok Dan Tujuan
Utama Penciptaan, Penurunan Kitab-Kitab, Dakwah Para Rasul, Millah Ibrahim, Dan Al 'Urwatil Wutsqa Yang Merupakan Jalan Selamat. 4. Pasal : Demokrasi adalah agama kafir buatan, dan pemeluknya ada yang berstatus sebagai tuhan yang membuat hukum serta ada yang berstatus sebagai pengikut yang menyembah tuhan-tuhannya itu.

5. A. B.

Pasal: Bantahan terhadap syubhat dan SYUBHAT PERTAMA

kebatilan yang membolehkan agama demokrasi.

Jabatan Nabi Yusuf di sisi raja Mesir. SYUBHAT KE DUA

Sesungguhnya Najasyi tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, namun walaupun demikian dia tetap muslim.60

C.SYUBHAT KE TIGA
Labelisasi demokrasi dengan nama syuraa demi melegalkannya.

D.

SYUBHAT KE EMPAT

Keikutsertaan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dalam hilful fudluul.

E. SYUBHAT KE LIMA
Mashlahat dakwah. 6. KISAH NYATA DI PARLEMEN Ambillah pelajaran wahai orang-orang yang berakal.
Demokrat Adalah Musyrik

PENGANTAR PENERJEMAH
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Taala, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul-Nya yang mulia, para keluarganya dan sahabatnya serta orangorang yang berada di atas jalannya hingga hari kiamat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab An Nubuwwat, hal 127: "Islam adalah berserah diri kepada Allah saja, tidak kepada yang lainnya, beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, tawakkal hanya kepada-Nya saja, hanya takut dan mengharap kepada-Nya, dan mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna, tidak mencintai makhluk seperti kecintaan kepada Allah. Siapa yang enggan beribadah kepada-Nya maka dia bukan muslim dan siapa yang di samping beribadah kepada Allah dia beribadah kepada yang lain maka dia bukan orang muslim". Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Thariqul Hijratain, hal 542 dalam Thabaqah yang ke tujuh belas: Islam adalah mentauhidkan Allah, beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-Nya, iman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, serta mengikuti apa yang dibawanya, maka bila seorang hamba tidak membawa ini berarti dia bukan orang muslim, bila dia bukan orang kafir mu'aanid maka dia adalah orang kafir yang jahil, dan status orang-orang ini adalah sebagai orang-orang kafir yang jahil tidak mu'aanid (membangkang), dan ketidakmembangkangan mereka itu tidak mengeluarkan mereka dari status sebagai orang-orang kafir." Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar As Saniyyah, 1/113: Bila amalan kamu seluruhnya adalah bagi Allah maka

Demokrat Adalah Musyrik

kamu muwahhid, dan bila ada sebagian yang dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik". Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar, 1/323 dan Minhaj At Ta'siis, hal 61: Sekedar mengucapkan kalimat syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu tidak membuat mukallaf tersebut menjadi muslim, dan justeru itu menjadi hujjah atas dia. Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan dia itu beribadah kepada yang selain Allah (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun dia itu shalat, zakat, shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam." Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata dalam Al Qaul Al Fashl An Nafiis, hal 31: Sesungguhnya syirik itu menafikan Islam, menghancurkannya, dan mengurai tali-talinya satu demi satu, ini berdasarkan apa yang telah dijelaskan bahwa Islam itu adalah penyerahan wajah, hati, lisan dan seluruh anggota badan hanya kepada Allah tidak kepada yang lainnya, orang muslim itu bukanlah orang yang taqlid kepada nenek moyangnya, guru-gurunya yang bodoh dan berjalan di belakang mereka tanpa petunjuk dan tanpa bashirah". Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Taisiir Al 'Aziz Al Hamid, hal 58: Siapa yang mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallaah) dengan mengetahui maknanya, mengamalkan tuntutannya berupa menafikan syirik dan menetapkan wahdaniyyah hanya bagi Allah dengan disertai keyakinan yang pasti akan kandungan maknanya dan mengamalkannya, maka dia itu adalah orang muslim yang sebenarnya. Bila dia mengamalkannya secara dhahir tanpa meyakininya maka dia munafiq, dan bila dia mengamalkan apa yang menyalahinya berupa syirik, maka dia itu kafir meskipun mengucapkannya (Laa ilaaha illallaah)".
Demokrat Adalah Musyrik

Beliau mengatakan juga dalam kitab yang sama: Sesungguhnya mengucapkan Laa ilaaha illallaah tanpa disertai pengetahuan akan maknanya dan tidak mengamalkan tuntutannya berupa iltizaam dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta kufur kepada thaghut maka sesungguhnya pengucapan itu tidak bermanfaat dengan ijma para ulama." Syaikh Hamd Ibnu 'Atieq rahimahullah berkata dalam kitab Ibthalit Tandiid, hal 76: Para ulama telah ijma bahwa sesungguhnya memalingkan satu dari dua macam doa kepada selain Allah, maka dia itu adalah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha Illallaah Muhammadun Rasulullah, dia shalat, shaum dan dia mengaku muslim. Syaikh Abdullathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Mishbahudh Dhalaam, hal 37: Siapa yang beribadah kepada selain Allah, dan menjadikan tandingan bagi Tuhan-nya, serta menyamakan antara Dia dengan yang lainnya, maka dia itu adalah musyrik yang sesat bukan muslim meskipun dia memakmurkan lembaga-lembaga pendidikan, mengangkat para qadli, membangun mesjid, dan adzan, karena dia tidak berkomitmen dengan (tauhid)nya, sedangkan mengeluarkan harta yang banyak serta berlomba-lomba dalam menampakkan syi'ar-syi'ar amalan, maka itu tidak menyebabkan dia memiliki predikat sebagai muslim, bila dia meninggalkan hakikat Islam itu (tauhid)". Dan beliau berkata lagi hal 328: Islam adalah berkomitmen dengan tauhid berlepas diri dari syirik, bersaksi terhadap kerasulan Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam dan mendatangkan empat rukun Islam yang lainnya. Inilah sebagian perkataan ulama tentang Islam dan syirik. Sebelumnya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mengisyaratkan dua macam syirik yang akan
Demokrat Adalah Musyrik

melanda umat ini secara besar-besaran yaitu syirik ibadatil autsaan (syirkul qubuur/syirik kuburan) dan syirkulluhuuq bil musyrikiin (syirkul qushuur wad dustuur/syirik aturan). Kedua macam syirik ini telah merambah di tengah-tengah umat. Syirik yang pertama adalah syirik mutadayyiniin (syirik orang-orang yang masih rajin beribadah), ini bisa dilihat saat berjubelnya mereka di tempat-tempat dan kuburan-kuburan keramat. Sedangkan syirik yang ke dua adalah syirik 'ilmaaniyyiin (orang-orang sekuler) dan Islamiyyin (orang-orang yang mengaku dari jama'ah-jama'ah dakwah Islamiyyah yang dengan dalih mashlahat dakwah, mereka masuk atau menggunakan sistem syirik yang ada). Di antara kemusyrikan yang nyata lagi terang, yang sudah merambah dan mengakar adalah demokrasi, di mana intinya adalah yang berhak menentukan hukum dan perundang-undangan itu adalah rakyat atau mayoritas mereka yang menjadi wakilnya, sedangkan di dalam Islam di antara hak khusus Allah adalah hukum dan tasyri' yang bila dipalingkan kepada selain-Nya maka itu adalah syirik. Silahkan telaahlah buku ini mudah-mudahan syubhat yang masih ada di benak anda bisa hilang dengan adanya penjelasan dan bayaan, akan tetapi bila ini tidak bisa memuaskan dan anda malah terus mempertahankannya, maka yang bisa memuaskan anda adalah 'adzaabunniiraan... Wallaahul musta'aan.

Abu Sulaiman

Demokrat Adalah Musyrik

.. .... :...
Ini adalah lembaran-lembaran yang telah saya tulis dengan singkat sebelum menjelang tibanya masa pemilihan para anggota parlemen (majlis/dewan perwakilan rakyat) yang syirik itu. Parlemen (dewan/majlis) itu ada setelah manusia terfitnah (terpedaya) dengan fitnah demokrasi dan adanya pembelaan secara mati-matian yang dilakukan oleh para pengusungnya dari kalangan thaghutthaghut -yang mana mereka itu sudah lepas dari ikatan Islam-, atau bahkan dibela oleh sebagian kalangan yang katanya ahli agama dan sebagai juru dakwah1. Mereka kaburkan kebatilan dengan kebenaran, terkadang mereka menamakan demokrasi ini sebagai kebebasan, terkadang juga mereka menamakannya sebagai syuraa (musyawarah),2 terkadang mereka berdalih dengan jabatan Nabi Yusuf 'alaihissalam di sisi rajanya, terkadang mereka berdalih juga dengan kekuasaan Najasyi. dan terkadang berdalih dengan dalih mashlahat3 dan istihsan (anggapan baik). Dengan dalih-dalih itu mereka mengaburkan kebenaran dengan kebatilan di hadapan orang-orang bodoh

Seperti yang dilakukan oleh sebagian tokoh Ikhwanul Muslimin pada masa sekarang dan partai-partai yang

menisbatkan diri kepada Islam, sedangkan Islam itu sendiri berlepas diri dari mereka dan perbuatannya.pent
2

Sebagian ulama kaum musyrikin itu sengaja mendalili majlis syirik demokrasi itu dengan ayat-ayat dan

atsar-atsar yang menganjurkan syuraa, layaknya Dawud Ibnu Jirjis yang mendalili perbuatan syirik kubur dengan ayat-ayat tentang perintah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Taala dengan perantaraan amal shalih, tak jauh berbeda antara ulama kaum musyrikin itu dengan Dawud Ibnu Jirjis yang sudah divonis kafir mulhid murtad oleh Aimmatuddakwah Tauhid, hanya saja yang menjadi perbedaannya adalah bahwa Dawud Ibnu Jirjis mendalili syirkul qubur (syirik kuburan) sedangkan mereka mendalili syirkul qushur wad dustuur (syirik dewan dan aturan).pent
3

Mashlahat pada masa kini telah menjadi thaghut yang disembah oleh sebagian kelompok yang katanya

ingin memperjuangkan penegakan hukum Islam dengan dalih mashlahat, maka mereka ikut berkecimpung secara aktif dan melebur dalam dunia syirik demokrasi dan parlemen, qaatalahumullah illaa an yahtaduu.Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

(awam), dan mencampuradukkan cahaya dengan kegelapan, syirik dengan tauhid dan Islam.4 Syubhat-syubhat itu dengan taufiq Allah telah kami bantah, dan kami juga telah menjelaskan bahwa demokrasi itu adalah agama baru di luar agama Allah dan ajaran yang berseberangan dengan tauhid, dan kami juga telah menegaskan bahwa majlis-majlis perwakilannya itu tidak lain kecuali adalah lembaga kemusyrikan dan sarang paganisme yang wajib dijauhi demi merealisasikan tauhid yang merupakan kewajiban hamba terhadap Allah, bahkan wajib berusaha untuk menghancurkan (sarang dan lembaga kemusyrikan) itu, memusuhi orang-orangnya, membenci, dan memeranginya. Semua bukanlah masalah
4

Shalat, shaum, zakat, haji, qiyamullail, tilawatul qur'an dan amalan ibadah lainnya bila dilakukan oleh

orang yang jatuh kedalam satu macam syirik akbar, maka itu semua tidak ada artinya.

Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar As Saniyyah, 1/113: Bila amalan kamu seluruhnya hanya bagi Allah maka kamu adalah muwahhid, dan bila ada sesuatu dari amalan itu dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah orang musyrik". Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Syarah Ashli Dinil Islam (lihat dalam Majmu'atut Tauhid, atau Aqidatul Muwahhidin , atau Al Jami'ul Fariid, atau dalam Ad Durar, 2/131): Sesungguhnya orang yang melakukan syirik itu, maka berarti dia telah meninggalkan tauhid, karena keduanya adalah dua hal yang saling bertentangan yang tidak bisa bersatu".

Syaikh

Abdullathif

Ibnu

Abdurrahman

Ibnu

Hasan

rahimahullah

berkata

dalam

Mishbahudhdhallam, 37: Siapa orangnya menyembah selain Allah, menjadikan tandingan Tuhan-nya, dan menyamakan Allah dengan yang lainnya dalam hak khusus Allah, maka dia itu layak dinamakan orang musyrik yang sesat bukan orang muslim, meskipun dia itu banyak mengelola madrasah (lembaga pendidikan agama), mengangkat para qadli, banyak membangun mesjid, dan mengumandangkan seruan (adzan atau dakwah), karena dia tidak konsisten dengan Islam itu, sedangkan banyaknya berderma harta dan berlomba dalam menampakkan amalan kalau dia itu meninggalkan hakikat Islam itu (tauhid), maka hal itu tidak menjadikan dia berstatus sebagai orang Islam. Sedangkan rela, atau ikut bergabung dalam majelis syirik, atau mendukung demokrasi yang intinya penyandaran hukum kepada selain Allah (padahal hukum/tasyri' itu adalah hak khusus Rububiyyah atau Uluuhiyyah Allah), atau memperindahnya di hadapan manusia, atau menegakkan syubhat untuk membolehkannya, atau bahkan melindunginya, maka itu adalah kekufuran dan kemusyrikan. Pent.

Syaikh Muhammad rahimahullah berkata dalam suratnya kepada Hamd At Tuwaijiriy (Mishbahudhdhalam, 104): Dan kami hanya mengkafirkan orang yang menyekutukan Allah dalam uluuhiyyah-Nya setelah jelas bagi dia hujjah akan batilnya syirik, dan begitu juga kami mengkafirkan orang yang memperindah syirik itu di hadapan manusia, atau menegakkan syubhat-syubhat yang batil untuk memperbolehkannya, dan begitu juga (kami mengkafirkan) orang yang menggunakan pedangnya (senjata dan atau kekuatannya) untuk melindungi tempat-tempat kemusyrikan yang di sana Allah disekutukan dan dia memerangi orang yang mengingkarinya dan berusaha untuk menghancurkannya". Lihat empat macam orang dalam hal itu: Para pelaku (pemainnya), juru dakwah, tokoh intelektual dan para pelindungnya dari kalangan aparat keamanan (tentara/polisi), barisan, dan laskar yang merupakan tameng para thaghut.Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

ijtihadiyyah sebagaimana yang sering didengungkan oleh sebagian orang yang suka mengaburkan kebenaran.5 akan tetapi ini adalah kemusyrikan yang jelas lagi terang dan kekafiran yang nampak lagi tidak diragukan yang telah Allah Subhanahu Wa Taala hati-hatikan darinya di dalam Al Qur'an, dan telah diperangi oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam selama hidupnya. Wahai muwahhid, berusahalah engkau untuk menjadi bagian dari para pengikut Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para penolong (agama)nya yang selalu memerangi kemusyrikan dan para pemeluknya. Bersegeralah engkau pada saat keterasingan ini untuk bergabung dengan rombongan kelompok yang selalu menegakkan dienullah Subhanahu Wa Taala yang telah bersabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam tentang kelompok itu:

) (
Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku ini yang menegakkan perintah Allah, orang-orang yang mengucilkan dan menyelisihi mereka tidak membuat mereka gentar hingga datang ketentuan Allah". Semoga Allah menjadikan saya dan engkau termasuk kolompok itu. Segala puji di awal dan di akhir adalah hanya milik Allah.

Dari kalangan ulama suu' yang mengobok-obok masalah tauhid. Di antara contoh ulama suu' ini adalah

Doktor Yusuf Al Qardlawiy - semoga Allah memberikan hidayah kepadanya - dia telah memfatwakan saat terjadi gempuran pasukan salib dan kaum murtaddin yang bersekongkol dengan mereka terhadap kaum muslimin di Afghanistan dan pemerintahan Islam Thaliban, dia memfatwakan bahwa tentara muslim Amerika !!! boleh bergabung dengan pasukan salib Amerika untuk memerangi kaum muslimin di Afghanistan dengan dalih bahwa loyalitas nasionalisme dan kebangsaan harus didahulukan atas loyalitas agama dan aqidah. Al Qardlawi dengan fatwa ini telah terjatuh dalam dua pembatal keislaman: Pertama dia membolehkan dan menghalalkan sesuatu yang sudah jelas lagi pasti keharamannya (bahkan kekufurannya), yaitu mendukung orang-orang musyrik untuk menindas kaum muslimin. Ke dua dia telah mendahulukan loyalitas nasionalisme dan kebangsaan atas agama dan aqidah Islamiyyah. Di samping itu diapun bersama-sama dengan pasukan salib memikul setiap tetes darah kaum muslimin yang tertumpah di Afghanistan. Inikah aqidah orang yang menjadi rujukan segala hukum di kalangan Islamiyyin yang mengusung parlemen ? Lihat Al Hijrah Masaail wa Ahkam 50-51. pent.

Demokrat Adalah Musyrik

10

Ditulis oleh: Abu Muhammad 'Ashim Al Maqdisiy

Demokrat Adalah Musyrik

11

PASAL PENJELASAN TENTANG INTI POKOK DAN TUJUAN UTAMA PENCIPTAAN, PENURUNAN KITAB-KITAB, DAKWAH PARA RASUL, MILLAH IBRAHIM, DAN AL 'URWATIL WUTSQA YANG MERUPAKAN JALAN SELAMAT

Ketahuilah wahai saudaraku, -semoga Allah ta'ala merahmatimu- sesungguhnya kepala segala urusan, inti dan tiangnya, serta sesuatu yang paling pertama kali Allah fardlukan atas anak Adam untuk mempelajarinya dan mengamalkannya sebelum shalat, zakat, serta ibadahibadah lainnya adalah kafir kepada thaghut dan menjauhinya, serta memurnikan tauhid hanya kepada Allah Subhanahu Wa Taala saja. Maka untuk tujuan itu Allah menciptakan makhluk-Nya, mengutus rasulrasul-Nya, menurunkan kitab-kitab-Nya, serta Allah mensyari'atkan jihad dan mati syahid (istisyhad)... dan karenanya terjadilah pertikaian antara auliyaaurrahman dengan auliyaausysyaithan, serta untuk mencapai hal itu berdirilah Daulah Islamiyyah dan Khilafah Rasyidah. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku. (QS. Adz-Dzariyaat: 56) Yaitu: supaya kalian beribadah kepada-Ku saja. Dan firman-Nya Subhanahu Wa Taala: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiaptiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu. (QS. An Nahl: 36)
Demokrat Adalah Musyrik

12

Hal ini adalah ikatan paling agung dari ikatan-ikatan Islam. Dakwah, jihad, shalat, shaum, zakat, dan haji tidak mungkin diterima tanpa hal di atas itu. Orang tidak mungkin selamat dari api neraka tanpa berpegang erat terhadapnya, karena hal itu (kufur kepada thaghut dan iman kepada Allah) adalah satu-satunya ikatan yang telah dijamin oleh Allah bahwa itu tidak mungkin lepas. Adapun selain itu, berupa ikatan-ikatan agama dan syari'atsyari'atnya, maka itu tidak cukup dengan sendirinya untuk bisa menyelamatkan tanpa adanya al 'urwatul wutsqa. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Telah jelas ar-rusydu dari al-ghayy, karena itu barangsiapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus (QS. Al Baqarah : 256) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Taala: Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira, sebab itu sampaikan berita itu kepada hamba-hamba-Ku. (QS. Az Zumar: 17) Perhatikanlah, bagaimana dalam ayat-ayat itu Allah mendahulukan penyebutan kufur kepada thaghut dan
Demokrat Adalah Musyrik

13

menjauhinya atas iman kepada Allah dan inabah kepadaNya Subhanahu Wa Taala. Ini sama persis dengan pengedepanan nafyu atas itsbat dalam kalimat tauhid Laa ilaaha Illallaah. ini dilakukan tidak lain untuk mengingatkan terhadap rukun yang sangat agung dari al 'urwatul wutsqa, sehingga tidak sah keimanan kepada Allah dan tidak bermanfaat kecuali bila didahului dengan kufur kepada thaghut. Thaghut yang engkau wajib kafir kepadanya dan menjauhi dari mengibadatinya supaya engkau bisa berpegang kepada tali penyelamat yang sangat kokoh bukanlah hanya terbatas kepada batu, patung, pohon, kuburan yang disembah dengan sujud, rukuk, permohonan, nadzar, atau thawaf saja. akan tetapi lebih luas cakupannya dari itu semua. sehingga mencakup: Segala sesuatu yang disembah selain Allah Subhanahu Wa Taala dengan bentuk ibadah apa saja sedang dia tidak mengingkarinya.6 Thaghut diambil dari kosa kata thughyaan yang maknanya adalah melampaui batas makhluk yang telah Allah batasi tujuan penciptaannya. Sedangkan ibadah itu adalah bermacam-macam, sebagaimana sujud, rukuk, doa, nadzar, dan penyembelihan adalah ibadah, maka begitu juga taat dalam tasyri' (pembuatan hukum/aturan/undangundang) adalah ibadah juga. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman tentang orang-orang Nashrani:

Dengan taqyid ini keluar dari status thaghut para malaikat, para nabi (seperti Isa ibnu Maryam

alaihisallam) dan orang-orang shalih yang disembah sedangkan mereka itu tidak ridla, mereka itu tidak dinamakan thaghut dan tidak boleh berlepas diri dari mereka, namun harus berlepas diri dari peribadatan kepadanya dan dari orang-orang yang menyembahnya..

Demokrat Adalah Musyrik

14

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.7 Sedangkan orang-orang Nashrani tersebut tidak pernah sujud atau rukuk terhadap para ulama mereka. Akan tetapi mereka mentaati para ulama itu dalam penghalalan yang haram dan dalam pengharaman yang halal, serta sepakat dengan mereka atas hal itu, maka Allah menjadikan perlakuan mereka itu sebagai bentuk menjadikan para ulama dan pendeta sebagai arbaab (tuhan), karena taat dalam tasyri' itu adalah ibadah yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah. Sehingga bila seseorang memalingkannya kepada selain Allah Subhanahu Wa Taala meskipun dalam satu hukum saja, maka dia itu menjadi orang musyrik. Hal ini dibuktikan secara gamblang dengan munaadharah (perdebatan) yang pernah terjadi pada zaman Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam antara auliyaaurrahman dengan auliyaausysyaithan tentang masalah bangkai dan pengharamannya, dimana orangorang musyrik berusaha meyakinkan kaum muslimin bahwa tidak ada perbedaan antara kambing yang disembelih oleh kaum muslimin dengan kambing yang mati sendiri dengan dalih dan syubhat bahwa bangkai itu tidak lain adalah sembelihan Allah Subhanahu Wa Taala, maka Allah menurunkan keputusan-Nya tentang kejadian ini dari atas langit yang ke tujuh, Dia berfirman: Dan bila kalian mentaati mereka, maka sungguh kalian adalah orang-orang musyrik.8 (Al-Anam: 121)

7 8

Surat At -Taubah: 31. Surat Al-An'am: 121, dan lihat sebab turun ayat ini, ini telah diriwayatkan oleh Al Hakim dalam

Mustadrak-nya dari Ibnu Abbas dengan sanad yang shahih.

Demokrat Adalah Musyrik

15

Termasuk kategori thaghut adalah setiap orang yang memposisikan dirinya sebagai musyarri' (pembuat hukum dan perundang-undangan) bersama Allah, baik dia itu sebagai pemimpin atau rakyat, baik dia itu sebagai wakil rakyat dalam lembaga legislatif atau orang yang diwakilinya dari kalangan orang-orang yang memilihnya (ikut pemilu), karena dengan perbuatan itu dia telah melampaui batas yang telah Allah ciptakan baginya, sebab dia diciptakan sebagai hamba Allah, dan Tuhannya memerintahkan dia untuk tunduk berserah diri kepada syari'at-Nya, namun dia enggan, menyombongkan diri, dan melampaui batas-batas Allah Subhanahu Wa Taala, dia justru ingin menjadikan dirinya sebagai tandingan bagi Allah dan menyekutui-Nya dalam wewenang tasyri' (penetapan hukum dan perundang-undangan) yang padahal itu tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Subhanahu Wa Taala. Barangsiapa melakukan hal itu, maka dia telah menjadikan dirinya sebagai ilaah musyarri' (tuhan yang membuat hukum), sedangkan orang seperti itu tidak diragukan lagi merupakan bagian dari ru'uusuththawaghiit (pentolan-pentolan thaghut) yang di mana tauhid dan Islam seseorang tidak sah sehingga dia kafir kepada thaghut itu, menjauhinya, serta bara'ah (berlepas diri) dari para penyembahnya dan dari para bala tentaranya.. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu." (QS. An-Nisaa': 60) Mujahid berkata: Thaghut adalah setan berbentuk manusia yang mana manusia merujuk hukum kepadanya, sedangkan dia adalah yang memegang kendali mereka.
Demokrat Adalah Musyrik

16

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: Oleh sebab itu orang yang memutuskan hukum dengan selain Kitabullah yang mana dia itu menjadi rujukan hukum, (maka) dia itu dinamakan thaghut.9 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Thaghut adalah segala sesuatu yang dilampaui batasnya oleh si hamba, baik dia itu yang disembah, atau yang diikuti, atau yang ditaati, sehingga thaghut setiap kaum adalah orang yang mereka jadikan sebagai rujukan hukum selain Allah dan Rasul-Nya, atau yang mereka sembah selain Allah, atau yang mereka ikuti tanpa ada landasan dalil dari Allah, atau orang yang mereka taati dalam hal yang tidak mereka ketahui bahwa itu adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Beliau berkata lagi: Siapa yang merujuk hukum atau mengadukan perkara hukum kepada selain apa yang telah dibawa oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam maka berarti dia itu telah merujuk hukum dan mengadukan perkara hukum kepada thaghut.10 Di antara macam thaghut yang disembah selain Allah Subhanahu Wa Taala pada zaman sekarang dan yang menjadi kewajiban atas setiap muwahhid untuk kafir kepadanya dan berlepas diri darinya serta dari para pengikutnya supaya dia bisa berpegang kepada al 'urwatul wutsqa dan selamat dari api neraka adalah tuhan-tuhan palsu dan arbaab yang dipertuhankan yang telah dijadikan oleh banyak manusia sebagai syurakaa musyarri'iin (sekutu-sekutu yang membuat hukum dan perundangundangan) selain Allah Subhanahu Wa Taala.
9

Majmu Al Fatawaa 28/201. I'laamul Muwaqqi'iin 'An Rabbil'aalamiin 1/50.

10

Demokrat Adalah Musyrik

17

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tidak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan." (QS. Asy-Syuura: 21) Ini terjadi karena mereka mengikuti mereka dalam rangka menjadikan tasyri' (membuat hukum dan undangundang) sebagai wewenang dan hak/tugas mereka dan parlemen mereka, dan lembaga-lembaga hukum mereka, baik yang bersifat internasional, regional, ataupun yang nasional (lokal).Mereka dengan tegas menuangkan hak wewenang itu dalam undang-undang dan peraturan mereka, dan hal itu adalah sesuatu yang sudah dikenal lagi masyhur di kalangan mereka11 sehingga dengan sebab itu mereka menjadi arbaab (tuhan) bagi orang-orang yang mentaatinya, mengikutinya, dan yang sepakat bersama mereka atas kekafiran dan kemusyrikan yang terang ini, sebagaimana yang telah Allah voniskan terhadap orangorang Nashrani tatkala mereka mengikuti para ulama dan para pendeta mereka dalam hal seperti itu. Bahkan keadaan mereka (para anggota parlemen dan yang sejalan dengannya) lebih jahat dan lebih busuk, karena sesungguhnya para ulama Nashrani melakukannya dan bersekongkol di atas hal itu tanpa menjadikannya sebagai qanuun (undang-undang dasar), tanpa
11

Dalam:

Undang-undang Kuwait pasal 51 dikatakan: Wewenang/kekuasaan legislatif (tasyrii') berada di tangan


emir dan majlis rakyat sesuai dengan patokan undang-undang". Undang-undang Yordania no: 25: Wewenang/kekuasaan legislatif dikembalikan kepada raja dan majlis rakyat". Undang-undang Mesir pasal: 86: Majlis rakyat memegang kendali tasyri'". (Dan begitu juga dalam UUD 45 di Indonesia bab I pasal I ayat 2 amandemen ke tiga UUD 1945 (10-102001): Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undag Dasar." bab II pasal 3 ayat 1: Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.)Pent

Demokrat Adalah Musyrik

18

menyusunnya sedemikian rupa, dan tanpa membukukannya menjadi kitab undang-undang hukum yang bila ada yang menyalahinya atau mencelanya dikenakan hukuman, serta menjadikannya sebagai tandingan Kitab Allah, bahkan menjadikannya lebih tinggi dari Kitabullah, sebagaimana halnya keadaan mereka (para anggota parlemen/majelis/dewan perwakilan rakyat dan para pengusungnya). Bila engkau telah memahami hal ini, maka ketahuilah sesungguhnya derajat teragung dalam berpegang teguh terhadap al 'urwatul wutsqa serta tingkatan tertinggi dalam kafir terhadap thaghut adalah jihad (yang merupakan puncak Islam) memerangi sistem ini dan memerangi para pengusungnya dan para pengikutnya, berupaya untuk menghancurkannya, serta berusaha mengeluarkan manusia dari penghambaan terhadapnya kepada penghambaan terhadap Allah Subhanahu Wa Taala saja. Di antara bentuk jihad ini adalah menyebarkan dengan gencar kebenaran ini secara terang-terangan dan meneriakkannya sebagaimana yang telah dilakoni dan dijalani oleh para nabi, jalan yang telah Allah Subhanahu Wa Taala jelaskan kepada kita dengan penjelasan yang sangat gamblang tatkala Allah memerintahkan kita untuk mengikuti Millah Ibrahim dan dakwahnya, Dia berfirman:
Demokrat Adalah Musyrik

19

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia12; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. (Al Mumtahanah: 4) Firman-Nya: Badaa artinya adalah nampak dan jelas. Perhatikanlah ungkapan permusuhan yang didahulukan daripada kebencian, karena sesungguhnya permusuhan adalah yang paling penting, sebab terkadang ada orang yang membenci para auliyaa (penolong,kroni) thaghut, namun dia tidak memusuhi mereka, maka dengan demikian orang itu tidak merealisasikan kewajiban dia sehingga dia melakukan permusuhan dan kebencian terhadap mereka. Coba perhatikan, bagaimana Allah menyebutkan terlebih dahulu bara'ah (berlepas diri) mereka dari kaum musyrikin sebelum penyebutan bara'ah mereka dari apa yang kaum musyrikin sembah, ini dikarenakan yang pertama lebih utama daripada yang ke dua, disebabkan karena sesungguhnya banyak sekali manusia yang bara'ah (berlepas diri) dari berhala, thaghut-thaghut, dasaatiir (peraturan-peraturan), qawaaniin (undang-undang), dan agama-agama yang batil, namun mereka tidak berlepas diri dari para penyembahnya, para pengusungnya, serta bala tentaranya, maka berarti dia itu tidak merealisasikan kewajiban13. Akan tetapi bila dia berlepas diri dari para
12

Sebagian ahli tafsir berkata (Orang-orang yang bersama dia): adalah para pengikutnya atau para nabi

yang berada di atas jalannya.


13

Sehingga jelaslah batilnya pernyataan yang mengatakan bahwa kita hanya mengkafirkan perbuatannya,

namun tidak mengkafirkan pelakunya, atau pernyataan sesat bahwa kita hanya mengkafirkan nau' tidak mu'ayyan nya, atau pernyataan bahwa takfir mu'ayyan itu secara muthlaq adalah hak para ulama saja termasuk dalam masalah yang dhahirah ini, atau pernyataan bahwa takfir thaghut-thaghut itu tidak ada faidahnya, atau ungkapan lain yang disadari atau tidak oleh orang yang mengatakannya bahwa ungkapanungkapan itu telah menguntungkan para thaghut dan barisannya. Subhaanallah! bagaimana mereka itu bisa

Demokrat Adalah Musyrik

20

penyembahnya yang musyrik itu, maka secara otomatis mengharuskan dia untuk bara'ah dari hal-hal yang disembahnya dan dari ajarannya yang batil.14 Adapun tingkatan kewajiban paling rendah yang harus direalisasikan oleh setiap mukallaf dan dia tidak mungkin selamat (dari siksa kekal api neraka) kecuali dengannya adalah menjauhi thaghut dan tidak menyembahnya, atau
merealisasikan kufur kepada thaghut secara sempurna bila thaghut-thaghut itu masih dia anggap sebagai muslim. Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Risalah Fi Makna Thaghut silahkan lihat dalam Majmu'atuttauhid dan dalam Ad Durar jilid ke dua serta dalam Al Jami'ul Fariid: Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah engkau meyakini batilnya ibadah kepada selain Allah, engkau meninggalkannya, engkau membencinya, engkau mengkafirkan para pelakunya dan memusuhi mereka". Siapa yang akan engkau musuhi bila orang mu'ayyannya tidak ada yang dikafirkan...? Beliau juga mengatakan dalam Ad Durar, 2/78: Takutlah engkau kepada Allah, takutlah engkau kepada Allah wahai saudaraku, pegang teguhlah ashlu dien kalian, yang paliang awal dan paling akhir darinya, induknya dan kepalanya, yaitu syahadat Laa ilaaha illallaah, ketahuilah maknanya, cintailah orang-orangnya, dan jadikanlah mereka sebagai saudara-saudara kalian meskipun mereka itu jauh. Dan kafirlah kalian terhadap thaghut-thaghut, musuhilah mereka, bencilah orang yang mencintai mereka atau membela mereka atau orang yang tidak mengkafirkan mereka atau orang yang mengatakan: Saya tidak ada urusan dengan mereka, atau orang yang mengatakan: Allah tidak mewajibkan saya untuk mengomentari mereka , sungguh dia (orang yang mengatakan itu) telah dusta terhadap Allah dan mengada-ada, justeru Allah telah mewajibkan dia untuk mengomentari mereka, Dia telah memfardlukan dia untuk kafir terhadap mereka dan berlepas diri darinya meskipun mereka itu adalah saudara-saudaranya dan anak-anaknya." Beliau juga berkata dalam kitab itu, 2/79: Dan makna kafir terhadap thaghut adalah engkau berlepas diri dari segala sesuatu yang dipertuhankan selain Allah, baik itu jin, manusia, batu, pohon atau yang lainnya, memvonisnya dengan vonis kafir dan sesat, serta membencinya meskipun dia itu adalah ayahmu atau saudaramu. Adapun orang yang mengatakan: Saya tidak beribadah kecuali kepada Allah, akan tetapi saya tidak akan mengomentari para saadah (syaikh-syaikh yang dipertuhankan), kubah-kubah yang ada di atas kuburan, serta yang lainnya, maka dia itu adalah dusta dalam ucapan Laa ilaaha illallaah, dia tidak iman kepada Allah dan tidak kafir terhadap thaghut." Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad mengatakan dalam Syarah Ashli Dienil Islam: Maka orang itu tidak dikatakan muwahhid, kecuali dengan menafikan syirik, berlepas diri darinya serta mengkafirkan pelakunya." Syaikh Abdillathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Mishbahudhdhalaam, hal: 28: Dan sebagian ulama memandang bahwa hal ini (takfir) serta jihad di atasnya merupakan satu dari rukun-rukun Islam yang di mana keislaman seseorang tidak sah tanpanya". Dan pada halaman berikutnya 29 beliau mengatakan: Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang murtad, orang yang menjadikan tandingan bagi Allah serta orang yang mengangkat andaad dan aalihah (tuhan) bersama Allah, ini (tindakan) hanyalah dilalui oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dia tidak mengagungkan perintah-Nya, tidak mengikuti jalan-Nya, dan tidak mengagungkan Allah dan Rasul-nya dengan pengagungan yang seharusnya, bahkan dia itu tidak mengagungkan para imam dan ulama umat ini dengan pengagungan yang seharusnya". Al Imam Al Barbahari rahimahullah berkata dalam Syarhussunnah no. 49: Seorangpun dari ahli kiblat tidak boleh dikeluarkan dari Islam sehingga dia menolak satu ayat dari Kitabullah, atau menolak sesuatu dari atsar-atsar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam atau shalat terhadap selain Allah, atau menyembelih untuk selain Allah (tumbal/sesajen), dan bila dia melakukan satu dari hal-hal itu maka wajib atasmu untuk mengeluarkan dia dari Islam." Syaikh Muhammad Ibnu Ibrahim Ibnu Abdillathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalam Majmu' Al Fatawaa, 1/84 dinukil dalam Aqidatul Muwahhidiin beliau berkata saat mengingkari orang yang tidak setuju takfir mu'ayyan: Sesungguhnya nash-nash itu

Demokrat Adalah Musyrik

21

(tidak) mengikutinya di atas kemusyrikan dan kebatilannya. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiaptiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu. (QS. An Nahl: 36) Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu". (QS. Al Hajj: 30)
tidak datang dengan menta'yin setiap orang, dia itu (orang yang tidak mau takfir mu'ayyan) belajar bab hukum orang murtad, akan tetapi dia tidak mempraktekannya kepada seorangpun, maka ini adalah kesesatan yang buta dan kejahilan yang maha besar." Takfir orang yang melakukan syirik akbar adalah suatu keharusan bukan fitnah sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian juhhaal yang intisab kepada salaf, dan seandainya mereka berdalih bahwa mereka itu mengucapkan syahadat, mengamalkan rukun Islam dan yang lainnya sehingga saya tidak bisa mengkafirkannya meskipun mereka itu melakukan kekafiran yang nyata atau syirik akbar, ketahuilah sesungguhnya orang-orang yang berkeyakinan seperti ini adalah Al Malaa'iin Almulhidiin Al Jahiliin Adh Dhaalimiin sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah dalam Mufidul Mustafid Fi Kufri Tarikit Tauhid (lihat Aqidatul Muwahhidiin 70, juga Tarikh Najd, 381) setelah beliau menjelaskan bukti ijma-ijma salaf dan pengikut akan takfir mu'ayyan orang yang mengucapkan Laa ilaaha Illallaah dan melaksanakan amalan-amalan Islam saat menampakkan kekafiran yang nyata dan syirik akbar, beliau berkata: Tidak seorangpun dari kalangan orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian pernah mendengar bahwa ada seorang (ulama) yang mengingkari sedikitpun dari hal itu, atau mempertanyakannya karena alasan mereka (yang dikafirkan) itu mengaku Islam atau karena alasan mereka mengucapkan Laa ilaaha illallaah atau karena mereka menampakkan hal-hal dari rukun-rukun Islam, kecuali apa yang kami dengar dari orang-orang terlaknat itu ( al malaa'iin ) pada masa-masa sekarang, padahal mereka mengakui bahwa itu adalah syirik, akan tetapi orang yang melakukannya atau memperindahnya atau dia telah bergabung dengan para pelakunya atau dia mencela tauhid atau memerangi muwahhidin karena tauhidnya atau membenci mereka karenanya, bahwa orang seperti ini tidak bisa dikafirkan karena dia mengucapkan Laa ilaaha illallaah atau karena dia itu selalu menunaikan rukun Islam yang lima. Mereka berdalih bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam telah menamakan rukun-rukun itu sebagai Islam. Sungguh pernyataan ini (tidak bolehnya mengkafirkan orang-orang seperti tadi karena alasan tersebut) tidak pernah didengar sama sekali kecuali dari mereka orang-orang al mulhidiin al jahiliin adh dhalimiin itu. Bila mereka mendapatkan sepatah kata dari kalangan ulama atau salah seorang dari mereka untuk dijadikan dalil atas pendapat mereka yang busuk lagi dungu itu silahkan sebutkan." (pent).
14

Diambil dari Sabilun Najah wal Fikaak min Muwaalatil Murtaddin wa Ahlil Isyraak karya Syaikh Hamd wa

Ibnu 'Atiq, dan lihatlah risalah kami Millah Ibrahim wa Dakwatul Anbiyaa wal Mursaliin Asaalibuththughaah fi Tamyii'ihaa wa Sharfiddu'aah 'anhaa cetakan An Nur lil I'lam Al Islamiy.

Demokrat Adalah Musyrik

22

Dan jauhkanlah aku berserta anak-cucuku menyembah berhala-berhala". (QS. Ibrahim: 35).

dari

Bila hal ini tidak direalisasikan oleh seseorang di dunia ini -yaitu dia menjauhi thaghut, dan menjauhi ibadah kepadanya atau mengikutinya sekarang di dunia-, maka di akhirat dia pasti berada dalam jajaran golongan yang merugi. Saat itu amalan-amalan agama yang dia amalkan tidak bermanfaat dan tidak berguna sedikitpun bila dia di dunia menyepelekan pokok yang paling mendasar tersebut. Dia akan menyesal saat penyesalan sudah tidak berguna lagi, dia akan berangan-angan untuk bisa dikembalikan ke dunia ini supaya bisa merealisasikan rukun yang maha agung ini dan agar bisa memegang teguh al 'urwatul wutsqa, serta mengikuti millah yang maha agung ini. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya dan mereka melihat siksa dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami". Demikian Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi

Demokrat Adalah Musyrik

23

mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. (Al Baqarah: 166-167) Akan tetapi mana mungkin itu bisa terjadi, (karena) kesempatan telah tiada, dan tidak mungkin bisa kembali ke dunia. Bila engkau -wahai hamba Allah-, ingin selamat dan mengharap rahmat Tuhan-mu yang telah Dia tetapkan bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, maka jauhilah semua thaghut-thaghut itu dan hindari kemusyrikan mereka sekarang juga, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa menjauhi mereka di hari kiamat dan tidak bisa selamat dari tempat kembali mereka di akhirat, kecuali orang yang meninggalkan dan menjauhi mereka di dunia ini. Adapun orang yang ridla dengan dien mereka yang bathil dan mengikutinya di atas kebatilannya, maka sesungguhnya di hari kiamat ada penyeru yang menyerukan:

) ( .. : ) : (
Siapa yang menyembah sesuatu maka hendaklah dia mengikutinya, maka yang dahulunya menyembah matahari diapun mengikuti matahari, orang yang dahulunya menyembah bulan diapun mengikuti bulan, dan orang yang dahulunya menyembah thaghut maka diapun mengikuti thaghut... hingga perkataannya dalam hadits tentang orang-orang mukmin saat dikatakan kepada mereka: Apa yang membuat kalian tertahan sedangkan orang-orang sudah pergi? Maka mereka mengatakan: Faaraqnaahum wa nahnu ahwaju minnaa ilaihi al yaum, dan sesungguhnya kami mendengar penyeru yang menyerukan: Hendaklah setiap kaum bergabung dengan apa yang pernah mereka sembah, sedangkan kami hanyalah menunggu Rabb kami".15
15

Muttafaq 'Alaih, potongan dari hadits ru'yatul mukminin lirabbihim yaumal qiyamah.

Demokrat Adalah Musyrik

24

Perhatikan ungkapan kaum mukminin: (Faraqnaahum wa nahnu ahwaju minnaa ilaihi) yaitu kami telah meninggalkan mereka di dunia. sedangkan kami sangat membutuhkan kepada dirham dan dinar serta kedudukan mereka di dunia, maka bagaimana kami tidak meninggalkan mereka itu di hari yang sangat agung ini. Di dalam hadits ini ada penjelasan sebagian rambu-rambu perjalanan... Begitu pula dalam firman Allah Subhanahu Wa Taala: (Kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orangorang yang dhalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah. (QS. Ash- Shaaffaat: 22) Ajwaajahum adalah sejawat mereka, teman-teman mereka, kelompok mereka, dan para pendukung mereka di atas kebatilannya, kemudian Allah Subhanahu Wa Taala mengatakan: Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam adzab. Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka" Laa ilaaha Illallaah" mereka menyombongkan diri." (QS. AshShaaffaat: 33-35). Wahai hamba Allah, janganlah engkau sekali-kali berpaling dari kalimat tauhid dan menyepelekan dalam
Demokrat Adalah Musyrik

25

menetapkan apa yang ditetapkan oleh kalimat itu serta (menyepelekan) dalam menafikan apa yang dinafikan oleh kalimat itu. Janganlah engkau sekali-kali menyombongkan diri dari mengikuti kebenaran serta janganlah bersikeras untuk tetap membela thaghut, maka engkau pasti akan binasa bersama orang-orang yang binasa dan menyertai mereka ke dalam tempat kembalinya. Kemudian ketahuilah, sesungguhnya Allah telah menjamin tauhid yang murni ini serta pokok yang paling inti ini, yaitu dienul Islam. Allah telah memilihkannya bagi hamba-hamba-Nya yang bertauhid, siapa orang yang datang membawa tauhid maka diterimalah semua amalannya, dan barangsiapa membawa ajaran selainnya, maka Allah menolaknya dan dia tergolong orang yang rugi.Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anakanaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati, kecuali dalam memeluk agama Islam. (QS. Al Baqarah: 132) Sesungguhnya agama (yang diridlai) di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. Ali Imran: 19) Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya dan
Demokrat Adalah Musyrik

26

di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 85) Janganlah membatasi kata agama itu hanya pada Kristen, Yahudi dan yang lainnya. Sehingga kamu justeru mengikuti agama-agama lain yang sesat, maka kamupun tersesat. (Ketahuilah) sesungguhnya kata agama (dien) itu mencakup segala paham (millah), jalan hidup (manhaj), atau aturan hukum, atau undang-undang yang dijadikan rujukan oleh umat manusia dan mereka merujuk kepadanya. Sesungguhnya semua itu adalah agama-agama yang kamu wajib bara'ah darinya, menjauhinya, serta kafir terhadapnya, dan menjauhi orangorangnya... kecuali millah tauhid dan dienul Islam. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman seraya memerintahkan kita untuk mengatakan kepada seluruh orang-orang kafir dengan berbagai macam ajaran dan agamanya: Katakan: "Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. (QS. Al-Kaafiruun) Setiap agama/ajaran dari agama-agama kekufuran telah menghimpun aturan dan jalan hidup yang berseberangan lagi bertentangan dengan dienul Islam. Aturan itu adalah agama yang mereka ridlai, sehingga mencakup di dalamnya: Komunis, Sosialis, Sekuler, Bath dan aliran serta
Demokrat Adalah Musyrik

27

paham baru lainnya yang diada-adakan oleh manusia dengan pemikirannya yang rendah serta mereka rela untuk menjadikannya sebagai jalan hidup mereka. Di antara paham itu adalah apa yang dinamakan Demokrasi. Sesungguhnya demokrasi adalah satu agama di luar agama Allah Subhanahu Wa Taala. Berikutnya silahkan engkau baca penjelasan singkat tentang kesesatan agama baru ini yang telah membuat banyak manusia tertipu dengannya, -bahkan banyak dari kalangan yang mengaku Islam-, supaya engkau mengetahui bahwa agama baru ini adalah bukan millah tauhid dan justru merupakan salah satu jalan dari jalanjalan yang menyimpang yang di mana di setiap persimpangan jalan itu ada setan yang mengajak untuk masuk ke neraka, maka seharusnya engkau menjauhinya dan mengajak orang lain untuk menjauhinya. Hal itu merupakan: Peringatan bagi kaum mukminin Pengingat bagi orang-orang yang lalai Sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang mu'aanid (membangkang). Serta sebagai alasanmu di hadapan Rabbul 'Alamiin.

Demokrat Adalah Musyrik

28

PASAL Demokrasi adalah agama kafir buatan dan pemeluknya ada yang berstatus sebagai tuhan yang membuat hukum serta ada yang berstatus sebagai pengikut yang menyembah tuhan-tuhannya itu.

Ketahuilah, sesungguhnya kata demokrasi yang busuk ini diambil dari bahasa Yunani bukan dari bahasa Arab. Kata ini merupakan ringkasan dari gabungan dua kata: (demos) yang berarti rakyat dan (kratos) yang berarti hukum atau kekuasaan atau wewenang membuat aturan (tasyrii'). Jadi terjemahan harfiyyah dari kata demokrasi adalah: Hukum rakyat, atau kekuasaan rakyat atau tasyri' rakyat. Makna tersebut merupakan makna demokrasi yang paling penting (essential) menurut para pengusungnya. Karena makna inilah mereka selalu bangga dengan memujinya, padahal makna ini (hukum, tasyri' dan kekuasaan rakyat) -wahai saudaraku muwahhid- pada waktu yang bersamaan merupakan salah satu dari sekian ciri khusus kekafiran, kemusyrikan serta kebatilan yang sangat bertentangan dan berseberangan dengan dienul Islam dan millatuttauhid, karena engkau telah mengetahui dari uraian sebelumnya bahwa inti dari segala inti yang karenanya Allah menciptakan makhluk-Nya, dan menurunkan Kitab-Kitab-Nya serta mengutus Rasul-RasulNya, dan yang merupakan ikatan yang paling agung di dalam Islam ini, yaitu adalah tauhidul ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Taala saja dan menjauhi ibadah kepada selain-Nya. Karena sesungguhnya taat dalam tasyri' merupakan bagian dari ibadah yang wajib hanya ditujukan kepada Allah semata, dan kalau seandainya orang tidak merealisasikannya, maka dia itu menjadi orang musyrik yang digiring bersama orang-orang yang binasa.
Demokrat Adalah Musyrik

29

Ciri khusus ini sama saja baik diterapkan sesuai dengan ajaran demokrasi yang sebenarnya, sehingga keputusan (hukum) yang dirujuk itu adalah diserahkan kepada seluruh rakyat atau mayoritas mereka,16 sebagaimana yang menjadi impian tertinggi para demokrat dari kalangan orang-orang sekuler atau orang-orang yang mengaku Islam (Islamiyyin)... Atau hal itu (ciri khusus demokrasi) diterapkan seperti yang ada pada kenyataannya sekarang, di mana demokrasi itu (pada prakteknya) adalah keputusan (hukum) segolongan para penguasa dan kroni-kroninya dari kalangan keluarga dekatnya, atau para pengusaha besar dan konglomerat yang di mana mereka menguasai modal-modal usaha dan sarana-sarana informasi yang dengan perantaraannya mereka bisa mendapatkan kursi atau memberikan kursi parlemen (yang merupakan sarang kemusyrikan) kepada orang-orang yang mereka sukai, sebagaimana tuhan mereka (sang raja atau amir <presiden>) bisa kapan saja dan bagaimana saja alasannya membubarkan dan memberlangsungkan majelis (syirik) itu. Jadi demokrasi dengan sisi mana saja dari kedua sisi (praktek) itu merupakan kekafiran terhadap Allah Yang Maha Agung, dan syirik terhadap Rabb langit dan bumi, serta bertentangan dengan millatuttauhid dan dien para Rasul, berdasarkan alasan-alasan yang banyak, di antaranya:

1.

Sesungguhnya demokrasi adalah tasyrii'ul jamaahiir (penyandaran wewenang hukum kepada rakyat/atau mayoritasnya) atau hukum thaghut, dan bukan hukum Allah Subhanahu Wa Taala, sedangkan Allah Subhanahu Wa Taala memerintahkan Nabi-Nya untuk menghukumi sesuai dengan apa yang telah Dia turunkan kepadanya,

16

Di dalam UUD 45 Bab II pasal 3 ayat 3: Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan

dengan suara terbanyak."pent.

Demokrat Adalah Musyrik

30

serta Dia melarangnya dari mengikuti keinginan umat, atau mayoritas orang atau rakyat, Dia menghati-hatikan Nabi-Nya agar jangan sampai mereka memalingkan dia dari apa yang telah Allah turunkan kepadanya, Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. (QS. Al-Maaidah: 49) Ini dalam ajaran tauhid dan dienul Islam... Adapun dalam agama demokrasi ada ajaran syirik, maka para penyembahnya berkata: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan rakyat, dan ikutilah keinginan mereka. Dan berhati-hatilah kamu jangan sampai kamu dipalingkan dari apa yang mereka inginkan dan mereka tetapkan hukumnya. Begitulah yang mereka katakan dan inilah yang diajarkan dan ditetapkan oleh agama demokrasi. Ini merupakan kekafiran yang jelas dan kemusyrikan yang terang bila mereka menerapkannya,17 namun demikian sesungguhnya kenyataan mereka lebih busuk dari itu,
17

Namun demikian para ulama kaum musyrikin tetap mengatakan demokrasi adalah syuraa dan kita harus

ikut andil di dalamnya serta merealisasikannya, mereka mengutip ayat-ayat dan hadits untuk mengelabui masyarakat dan para pemuda yang memiliki semangat namun tak memiliki tauhid, thaghut-thaghut pun rela, ridla, menghargai mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Islam yang demokrat. Sesungguhnya mereka Demi Allah adalah ulama kaum musyrikin, mereka ulama karena tahu banyak tentang fiqh, hadits dan tafsir, serta aliran-aliran sesat, namun mereka tak memiliki tauhid. Namun ketahuilah sesungguhnya satu orang awam dari kalangan muwahhidin yang memiliki silaah (senjata) mampu menaklukan seribu dari kalangan ulama kaum musyrikin, begitulah Al Imam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab mengatakan dalam Kasyfusysyubuhat-nya. Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

31

sebab bila seseorang mau mengatakan tentang keadaan praktek mereka tentu dia pasti mengatakan: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diinginkan oleh para thaghut dan kronikroninya, dan janganlah satu hukum dan satu undangundang dibuat kecuali setelah ada pengesahan dan persetujuannya...!!! Sungguh ini adalah kesesatan yang terang lagi nyata, bahkan penyekutuan (Khaliq) dengan hamba secara aniaya. Karena sesungguhnya itu adalah hukum rakyat atau thaghut yang sesuai dengan undang-undang dasar, bukan yang sesuai dengan syari'at Allah Subhanahu Wa Taala. Begitulah yang ditegaskan oleh undang-undang dasar dan buku-buku panduan18 mereka yang mereka sakralkan dan mereka sucikan lebih dari pensucian mereka terhadap Al Qur'an dengan bukti bahwa hukum undang-undang itu lebih didahulukan terhadap hukum dan syari'at Al Qur'an lagi mendiktenya. Dalam agama demokrasi, hukum dan perundang-undangan yang rakyat buat tidak bisa diterima bila memang mereka (rakyat) memutuskan kecuali bila keputusan itu berdasarkan nash-nash undang-undang dasar dan sesuai dengan materi-materinya, karena undang-undang itu adalah induk segala peraturan dan perundang-undangan serta kitab hukumnya yang mereka junjung tinggi.19 Dalam agama demokrasi ini ayat-ayat Al Qur'an atau hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak begitu dianggap, dan tidak mungkin suatu hukum atau undang-undang
18

2.

Dalam undang-undang dasar Kuwait pasal VI ditegaskan: Rakyat adalah sumber kekuasaan seluruhnya".

Dan dalam pasal 51: Kekuasaan legislatif berada di tangan amir dan majlis rakyat sesuai dengan undangundang dasar". Dan di dalam undang-undang dasar Yordania pasal ke 24: Rakyat adalah sumber segala kekuasaan (hukum)". Dan: Rakyat menjalankan kekuasaan legislatifnya sesuai dengan cara yang telah tertera undangundang dasar".
19

Seperti Pancasila dan UUD 45pent.

Demokrat Adalah Musyrik

32

ditetapkan sesuai dengan ayat atau hadits kecuali bila hal itu sejalan dengan nash-nash undang-undang dasar yang mereka junjung tinggi. Silahkan engkau tanyakan hal itu kepada para pakar hukum dan perundang-undangan bila engkau masih ragu tentangnya!! Sedangkan Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisaa': 59) Padahal agama demokrasi mengatakan: Bila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan kepada rakyat, majlis perwakilannya, dan rajanya sesuai dengan undang-undang dasar dan aturan yang berlaku di bumi ini." Enyahlah kalian dan enyah pula apa yang kalian sembah selain Allah, kenapa kalian tidak berpikir...20 Oleh sebab itu bila mayoritas rakyat menghendaki penerapan hukum syari'at lewat jalur agama demokrasi ini dan lewat lembaga legislatif yang syirik ini, maka itu tidak bisa terealisasi ini bila thaghut mempersilahkannya kecuali lewat jalur undang-undang serta dari arah pasalpasal dan penegasan undang-undang tersebut, karena itu adalah kitab suci agama demokrasi,21 atau silahkan katakan itu adalah Tauratnya dan Injilnya yang sudah
20

Allah Subhanahu Wa Taala telah mengabarkan kepada kita bahwa perkataan ini adalah yang dilontarkan

oleh Ibrahim kepada kaumnya setelah dia menjelaskan kepada mereka keburukan tuhan-tuhan mereka dan para thaghutnya.

Demokrat Adalah Musyrik

33

dirubah sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan selera mereka. 3. Sesungguhnya demokrasi adalah buah dari agama sekuler yang sangat busuk, dan anaknya yang tidak sah, karena sekulerisme adalah paham kafir yang intinya memisahkan agama dari tatanan kehidupan, atau memisahkan agama dari Negara dan hukum. Sedangkan demokrasi adalah hukum rakyat22 atau hukum thaghut... Namun bagaimanapun keadaannya sesungguhnya demokrasi bukanlah hukum Allah Yang Maha Besar lagi Maha Perkasa. Demokrasi sama sekali tidak mempertimbangkan hukum Allah yang muhkam, kecuali (pertama) bila sesuai dan sejalan sebelumnya dengan undang-undang yang berlaku, dan ke dua sesuai dengan keinginan rakyat, serta sebelum itu semua harus sesuai dengan selera para thaghut dan kroni-kroninya. Oleh sebab itu bila rakyat seluruhnya mengatakan kepada thaghut atau kepada arbaab (tuhan-tuhan) dalam demokrasi: Kami ingin penerapan hukum Allah, dan tidak seorangpun memiliki hak tasyrii' selama-lamanya baik itu rakyat atau para wakilnya atau penguasa... kami ingin menerapkan hukum Allah terhadap orang-orang murtad, pezina, pencuri, peminum khamr, dan kami juga ingin para wanita diwajibkan berhijab dan 'afaaf, kami melarang tabarruj, buka-bukaan, porno, cabul, zina, liwath
21

Di kala hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi, maka hukum

Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi yang empuk itu, bila mayoritas mereka menyetujuinya, baru bisa diterapkan, namun bila tidak, maka tidak bisa diberlakukan. Subhaanallaah, siapa yang lebih tinggi, Allah atau mereka, sehingga hukum Allah memerlukan persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu . Orang-orang yang -katanya- ingin memperjuangkan Islam lewat parlemen, mereka adalah arbaab juga, apakah Islam bisa tegak lewat jalur syirik...?, ingatlah ketika hukum-hukum Islam digolkan lewat lembaga syirik itu, maka yang disahkan itu bukanlah hukum Allah tapi itu adalah hukum parlemen. Kita bertanya kepada orang-orang yang sesat lagi menyesatkan itu, bagaimana bila para thaghut itu menawarkan kepada kalian hukum Islam namun dengan syarat kalian harus berzina terlebih dahulu, apakah kalian mau menerimanya? Kalau kalian jawab tidak, maka kenapa kalian menerima bergabung dengan kemusyrikan mereka, padahal zina itu lebih ringan dari syirik? Binasalah kalian... kecuali bila Allah memberi hidayah kepada kalian sehingga kalian masuk Islam kembali.Pent.
22

Atau dalam istilah di negeri ini Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

34

(homosexual), dan perbuatn keji lainnya" maka dengan spontan para thaghut dan para pengusung demokrasi itu akan mengatakan kepada mereka: Ini bertentangan dengan paham demokrasi dan kebebasannya!!! Inilah kebebasan agama demokrasi: Melepaskan diri dari agama Allah, syari'at-Nya, dan melanggar batasanbatasannya. Adapun hukum undang-undang bumi dan aturannya maka itu selalu dijaga, dijunjung tinggi dan disucikan (disakralkan) serta dilindungi dalam agama demokrasi mereka yang busuk, bahkan orang yang berusaha melanggarnya, menentangnya, atau menggugurkannya dia akan merasakan sanksinya. Enyahlah kalian, enyahlah kalian, enyahlah kalian... Enyahlah kalian, hingga lisan ini merasa kelelahan... Jadi demokrasi wahai saudara setauhid adalah agama baru di luar agama Allah Subhanahu Wa Taala. Sesungguhnya ia adalah hukum thaghut dan bukan hukum Allah Subhanahu Wa Taala. Sesungguhnya ia adalah syari'at para tuhan yang banyak lagi bertolak belakang, bukan syari'at Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Siapa saja orangnya yang menerima (demokrasi ini), serta bersekongkol di atasnya, maka dia itu pada hakikatnya telah menerima bahwa dia itu memiliki hak tasyri' (wewenang membuat hukum) sesuai dengan materi-materi undang-undang yang berlaku, dan berarti dia telah menerima (kesepakatan) bahwa hukum yang dia buat itu lebih didahulukan atas syari'at Allah Yang Maha Esa lagi Maha perkasa. Sama saja setelah itu apakah dia membuat hukum atau tidak, sama saja apakah dia (partainya) menang dalam pemilu (pesta syirik) atau tidak, karena kesepakatan dia bersama kaum musyrikin terhadap paham demokrasi, dan penerimaannya terhadap paham ini agar menjadi putusan dan hukum yang dirujuk serta kekuasaannya di atas kekuasaan Allah, Kitab-Nya dan Syari'at-Nya
Demokrat Adalah Musyrik

35

merupakan al kufru bi 'ainihi (kekafiran dengan sendirinya), ini adalah kesesatan yang nyata lagi terang, bahkan itu adalah kemusyrikan (penyekutuan) terhadap Allah secara membabi buta. Rakyat dalam agama demokrasi diwakili oleh para wakilnya (para anggota Dewan). Setiap kelompok (organisasi), atau partai, atau suku memilih rabb (tuhan buatan) dari arbaab yang beragam asal usulnya untuk menetapkan hukum dan perundang-undangan sesuai dengan selera dan keinginan mereka, namun ini sebagaimana yang sudah diketahui (harus) sesuai dengan rambu-rambu dan batasan undang-undang yang berlaku. Di antara mereka ada yang mengangkat (memilih) sembahan dan pembuat hukumnya sesuai dengan asas dan ideologi, baik itu rabb (tuhan) dari partai fulan, atau tuhan dari partai itu. Dan di antara mereka ada yang memilih tuhannya sesuai dengan ras dan kesukuan, sehingga ada tuhan dari kabilah ini dan ada tuhan berhala dari kabilah itu. Di antara mereka ada yang memilih tuhannya yang salafiy menurut klaim mereka, pihak yang lain ada yang memilih tuhannya yang ikhwaniy.23 Ada sembahan yang berjenggot, ada tuhan yang jenggotnya dicukur habis, dan seterusnya. Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tidak ada ketetapan yang
23

Semua ini sangat disayangkan sekali terjadi dan ada di Kuwait... dan di banyak Negara..

Demokrat Adalah Musyrik

36

menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu bagi mereka adzab yang sangat pedih ". (QS. AsySyuura: 21) Para wakil rakyat itu pada hakikatnya mereka adalah autsaan (berhala-berhala) yang dipajang dan patungpatung yang disembah, serta tuhan-tuhan jadi-jadian yang diangkat di tempat-tempat ibadah mereka dan sarangsarang paganisme mereka (parlemen), mereka dan para pengikutnya beragama demokrasi dan patuh kepada hukum undang-undang. Kepada undang-undang itulah mereka merujuk hukum serta sesuai dengan materi dan point-point undang-undang itulah mereka membuat hukum dan perundang-undangan, dan sebelum itu semua, mereka dikendalikan oleh tuhan mereka, sembahan mereka atau berhala agung mereka yang merestui dan menyetujui undang-undang mereka atau menolaknya. Itu tidak lain dan tidak bukan adalah emir, raja atau presiden. Inilah wahai saudara setauhid- hakikat demokrasi dan ajarannya... agama thaghut bukan agama Allah... millatulmusyrikin bukan millatunnabiyyiin... syari'at banyak tuhan yang selalu saling berseberangan dan berbantahbantahan... bukan syari'at Allah yang Esa lagi Maha Perkasa... Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah, kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu
Demokrat Adalah Musyrik

37

membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. (QS. Yusuf: 3940) Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). (QS. An-Naml: 63) Hendaklah engkau memilih wahai hamba Allah, agama Allah, syari'at-Nya yang suci, dan cahaya-Nya yang menerangi, serta jalan-Nya yang lurus... ATAU paham/agama demokrasi, kemusyrikannya, kekufurannya dan jalannya yang bengkok lagi tertutup? Pilihlah!! hukum Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa atau hukum thaghut ?!! Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka ia sesungguhnya telah berpegang pada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan terputus. (QS. Al-Baqarah: 256) Dan katakanlah "Kebenaran itu datang dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. Sesungguhnya telah Kami sediakan bagi orang-orang dhalim itu neraka. (QS. Al-Kahfi: 29)
Demokrat Adalah Musyrik

38

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nyalah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anakanaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan para nabi dari Tuhan mereka, kami tidak membedabedakan seseorangpun di antara mereka, dan hanya kepada-Nya lah kami menyerahkan diri. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 8385)

Demokrat Adalah Musyrik

39

PASAL Bantahan terhadap syubhat dan kebatilan yang membolehkan agama demokrasi

Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Dia-lah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami. Dan tidak dapat mengambil
Demokrat Adalah Musyrik

40

pelajaran (darinya) melainkan orang-orang yang berakal. (Mereka berdoa): Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi karunia. (QS. Ali Imran: 7-8) Allah Subhanahu Wa Taala menjelaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa manusia dalam mensikapi syari'atNya ada dua kelompok:

1.

Ahli ilmu dan yang mendalam ilmunya: Mereka

mengambil dan beriman kepadanya secara menyeluruh, mereka menghubungkan dalil yang umum dengan dalil yang mengkhususkannya, yang muthlaq dengan yang membatasinya (muqayyad), yang masih global dengan yang terperinci, dan setiap yang mereka anggap sukar memahaminya mereka kembalikan kepada landasan pokoknya berupa ushul-ushul yang muhkam lagi terang dan kaidah-kaidah yang baku lagi pasti yang ditunjukan oleh dalil-dalil syari'at yang sangat banyak.

2.

Orang-orang yang sesat dan di dalam hatinya ada

kecenderungan kepada kesesatan: Mereka mengikuti hal-hal yang samar, mereka mengambilnya dan girang (sangat gembira) dengannya saja dalam rangka mencari fitnah seraya berpaling dari yang muhkam, mubayyan, serta yang mufassar. Bergitu juga dalam masalah demokrasi dan majelis perwakilannya yang syirik serta majelis-majelis lainnya, ada orang-orang yang menempuh jalan orang-orang sesat lagi cenderung kepada kesesatan, mereka sengaja mencari-cari kejadian-kejadian tertentu serta syubuhat- syubuhat dan mengambil itu saja tanpa menghubungkannya dengan pokok-pokok yang menjelaskannya atau memberikan
Demokrat Adalah Musyrik

41

batasannya atau menafsirkannya berupa kaidah-kaidah agama ini dan landasan-landasannya yang sangat kokoh. Mereka lakukan itu dalam rangka mengkaburkan yang haq dengan kebatilan dan cahaya dengan kegelapan. Oleh sebab itu di sini kami akan mengetengahkan syubuhat-syubuhat mereka kemudian kami bantah dan mematahkannya dengan pertolongan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa Yang Menjalankan awan dan Yang Menghancurkan musuh.

Demokrat Adalah Musyrik

42

Syubhat Pertama Jabatan Yusuf di Sisi Raja Mesir

Ketahuilah, sesungguhnya syubhat ini dilontarkan oleh sebagian orang yang sudah kehabisan dalil. Mereka mengatakan: Bukankah Yusuf pernah menjabat sebagai menteri di sisi raja kafir yang tidak berhukum dengan apa yang Allah Subhanahu Wa Taala turunkan? Dengan demikian, maka boleh ikut serta dalam pemerintahan kafir, bahkan boleh masuk menjadi anggota dalam parlemen dan majelis permusyawaratan/ perwakilan rakyat dan yang sejenisnya. Kita jawab dengan taufiq Allah Subhanahu Wa Taala: Pertama: Sesungguhnya berhujjah dengan syubhat ini untuk bisa masuk dalam perlemen-parlemen pembuat hukum dan kebolehannya adalah batil dan rusak, karena parlemen-parlemen syirik ini berdiri di atas dasar agama/paham yang bukan agama Allah Subhanahu Wa Taala, yaitu agama demokrasi yang mana wewenang (uluuhiyyah) tasyrii' (pembuatan perundang-undangan) dan wewenang tahlil (pembolehan) serta tahrim (pelarangan) di dalam agama (demokrasi) ini adalah milik rakyat bukan hanya milik Allah semata. Sedangkan Allah Subhanahu Wa Taala mengatakan: Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan

Demokrat Adalah Musyrik

43

di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 85) Apakah ada orang yang berani mengatakan bahwa Yusuf 'alaihissalam telah mengikuti agama selain agama Islam, atau mengikuti millah selain millah bapak-bapaknya al muwahhidun... Atau -apakah ada yang berani mengatakan bahwa- Yusuf bersumpah untuk menghormati undang-undang kafir? Atau dia membuat hukum sesuai dengan undang-undang itu... sebagaimana keadaan orangorang yang terpedaya dengan parlemen-parlemen itu??? 24 Bagaimana hal itu boleh dikatakan sedangkan Yusuf dalam keadaan tertindas dengan terang-terangan mengumumkan: Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orangorang yang tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub. Tidaklah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. (QS. Yusuf: 37-38) Dan dia juga berkata:
24

Dalam nash-nash undang-undangnya mereka menegaskan bahwa umat atau rakyat adalah sumber segala

hukum (kekuasaan), lihat pasal nomor ke enam dari undang-undang Kuwait, dan pasal ke 24 dari undangundang (dustuur) Yordania. Dan undang-undang mereka juga menegaskan bahwa kekuasaan legislatif berada di tangan raja, amir, dan majlis rakyat, lihat undang-undang Kuwait nomor 51 dan undang-undang Yordania pasal 25.

Demokrat Adalah Musyrik

44

Hai kedua penghuni penjara manakah yang baik, tuhantuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah sesuatu selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. (QS. Yusuf: 39-40). Apakah Yusuf mengumumkan itu dan terang-terangan menyatakannya sedangkan dia dalam masa ketertindasan... kemudian dia justru menyembunyikannya atau melanggarnya setelah Allah memberikan kepadanya kekuasaan??!! Jawablah wahai para penyeru mashlahat...!!25 Kemudian apakah kalian tidak mengetahui wahai para pakar politik bahwa wizaarah (kementerian) ini adalah kekuasaan tanfidziyyah (eksekutif) sedangkan parlemen adalah sulthah tasyrii'iyyah (kekuasaan legislatif). Dan di antara kedua hal ini terdapat perbedaan yang sangat jauh, sehingga tidak sah melakukan qiyas di sini, -menurut
25

Yang sedikit-sedikit mengatakan ini untuk mashlahat... Contohnya di masa sekarang yaitu orang-orang

yang partainya intimaa kepada ikhwanul muslimin , yang sedikit-sedikit mengatakan Ini untuk merekrut massa, Ini demi maslahat dakwah. Enyahlah mereka bila mereka tidak taubat, tuhan atau thaghut yang mereka sembah adalah mashlahat dakwah. Sungguh kita menyaksikan, demi maslahat dan kepentingan, mereka juga berkoalisi dengan partai sekuler di majelis syirik parlemen. pent.

Demokrat Adalah Musyrik

45

orang-orang yang mengatakan ada qiyas-.26 Dari sini diketahuilah bahwa berdalih dengan kisah Yusuf 'alaihissalam atas bolehnya (masuk) parlemen adalah tidak benar sama sekali. Tidak ada salahnya pula bila kita lanjutkan bantahan untuk menggugurkan dalih mereka dengan kisah Yusuf atas bolehnya menjabat sebagai menteri karena samanya dua jabatan pada zaman kita ini dengan kekafiran. Kedua: Sesungguhnya banyak orang-orang yang tergiur dan terpedaya dengan jabatan menteri di payung negara-negara thaghut, di mana negara-negara itu membuat hukum bersama Allah, memerangi para auliyaaullaah serta memberikan loyalitas kepada musuhmusuh-Nya, mereka (orang-orang yang menjabat menteri itu) mengqiyaskan perbuatan mereka kepada perbuatan Yusuf 'alaihissalam (yang menjabat sebagai menteri bagi raja yang kafir), dan qiyas mereka itu adalah batil lagi rusak ditinjau dari beberapa sisi:

1.

Sesungguhnya orang yang menjabat jabatan

menteri pada pemerintahan-pemerintahan yang berhukum dengan selain apa yang Allah Subhanahu Wa Taala turunkan ini wajib atas dia untuk menghormati undang-undang mereka, dia harus loyal (tunduk setia) dan ikhlash bekerja untuk thaghut, padahal itu adalah sesuatu yang paling
26

Sebagian orang-orang yang merasa pintar memandang bahwa kementerian itu lebih berbahaya daripada

parlemen, mereka mengatakan dengan klaimnya- bahwa parlemen itu adalah barisan oposisi terhadap pemerintah, di mana mereka (yang masuk perlemen) itu melawan (berjihad) lewat barisan ini dengan jihad yang bersifat undang-undang, mereka melawan pemerintah dengan perlawanan hukum perundangundangan di dalamnya, dan melakukan jihad diplomasi lewatnya. Mereka pura-pura buta bahwa tasyrii' (membuat hukum) itu lebih berbahaya daripada melaksanakannya, apalagi tasyrii' yang mereka namakan sebagai jihad dan perlawanan itu tidak bisa dilaksanakan di parlemen, kecuali sesuai dengan undangundang dasar dan sejalan dengan paham demokrasi. Silahkan lihat dalam pasal ke 24 ayat 2 dari undangundang Yordania di mana sesungguhnya kekuasaan legislatif rakyat atau yang lainnya tidak dilaksanakan kecuali sesuai dengan garis-garis pedoman undang-undang yang ada. Sedangkan para anggota parlemen itu tidak lain adalah para wakil rakyat pemilik kekuasaan undang-undang sesuai klaim mereka. Dan lihat sejawatnya dalam undang-undang dasar Kuwait pasal ke 51: Kekuasaan legislatif adalah ditangani oleh amir dan majlis rakyat sesuai dengan undang-undang.

Demokrat Adalah Musyrik

46

pertama Allah perintahkan untuk kufur kepadanya, Dia Subhanahu Wa Taala berfirman: Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. (QS. An-Nisaa': 60). Bahkan sebelum menduduki jabatan ini mereka diharuskan untuk bersumpah untuk menghormati kekufuran ini, sebagaimana halnya yang dilakukan oleh para anggota parlemen.27 Dan siapa orangnya yang mengklaim bahwa Yusuf Ibnu Ya'qub Ibnu Ishaq Ibnu Ibrahim 'alaihissalam memang melakukan hal itu padahal Allah telah mensucikannya dan mengatakan tentangnya:
27

Teks undang-undang Yordania point ke 43: Wajib atas perdana menteri dan para menteri kabinetnya

sebelum mereka memulai tugasnya untuk bersumpah di hadapan raja dengan sumpah berikut ini: Saya bersumpah dengan Nama Allah Yang Maha Agung untuk selalu setia kepada raja dan selalu menepati undang-undang dasar." Dan hal serupa dalam pasal ke 79: Wajib atas setiap anggota majelis permusyawaratan dan majlis perwakilan sebelum memulai menjalankan tugasnya untuk bersumpah di hadapan majelis dengan sumpah yang berbunyi: Saya bersumpah dengan Nama Allah Yang Maha Agung untuk selalu setia kepada raja dan tanah air serta selalu menepati undang-undang dasar. dan hal serupa dalam undang-undang Kuwait pasal 91 dan 126. Maka apakah Yusuf 'alaihissalam melakukan hal seperti itu...??? Dan janganlah engkau terkecoh dengan talbis yang dilakukan oleh orang-orang yang terpedaya yang mengatakan: Kami bersumpah, namun kami melakukan pengecualian dalam diri kami sendiri: (Selama dalam batasan-batasan syari'at). Dan katakanlah kepada mereka: Sumpah itu bukanlah atas dasar niat orang yang bersumpah, karena kalau demikian tentu rusaklah akad-akad dan syarat-syarat yang dilakukan oleh manusia, serta terbukalah pintu bagi setiap orang yang mempermainkan (agama), akan tetapi masalahnya adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: "Sumpah itu atas dasar niat orang yang meminta sumpah", jadi sumpah kalian ini tidaklah mengikuti niat-niat kalian namun mengikuti niat thaghut yang meminta sumpah kalian.

Demokrat Adalah Musyrik

47

Demikianlah agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih," (QS. Yusuf:24). Maka orang yang mengatakan hal itu adalah termasuk makhluk yang paling kafir dan paling busuk, dia telah berlepas diri dari millah ini dan keluar dari dien Islam, bahkan dia itu lebih busuk dari Iblis terlaknat yang telah mengecualikan saat bersumpah: Demi Kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka" (QS. Shaad: 82-83) Sedangkan Yusuf 'alaihissalam secara pasti dan sesuai nash firman Allah adalah termasuk hamba-hamba Allah yang terpilih, bahkan tergolong penghulunya.

2.

Sesungguhnya orang yang menjabat jabatan

menteri pada payung pemerintahan ini baik dia bersumpah dengan sumpah dustuur itu atau tidak dia wajib tunduk patuh kepada undang-undang kafir dan tidak boleh keluar dari relnya atau menyalahinya. Dia itu tidak lain adalah hamba yang mukhlish (patuh/setia) kepadanya, pelayan yang taat kepada yang mengangkatnya baik dalam yang hak atau yang batil, kefasikan, kedhaliman, dan kekafiran. Maka apakah Yusuf Ash Shiddiiq 'alaihissalam seperti itu sehingga perbuatannya bisa dijadikan hujjah untuk membolehkan jabatan-jabatan kafir mereka itu..?? Sesungguhnya orang yang mengatakan/menuduh bahwa Nabiyyullah Ibnu Nabiyyillah Ibnu Nabiyyillah Ibnu Khalilillah dengan sebagian tuduhan itu, maka kami tidak
Demokrat Adalah Musyrik

48

meragukan kekafiran orang itu, kezindiqannya, dan keluarnya dia dari Islam, karena Allah Subhanahu Wa Taala mengatakan: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiaptiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu (QS. An Nahl: 36) Ini adalah pokok segala pokok dan maslahat yang paling agung dalam kehidupan ini bagi Yusuf 'alaihissalam dan para Rasul lainnya. Apakah masuk akal bila Yusuf mengajak orang-orang kepada tauhid di saat situasi lapang dan sempit, di saat bahaya dan saat berkuasa, kemudian dia melanggarnya sehingga menjadi golongan orang-orang musyrik? Bagaimana itu bisa terjadi Demi Allah sedangkan Allah telah menggolongkannya dalam jajaran hamba-hamba-Nya yang terpilih?? Sebagian ahli tafsir telah menyebutkan bahwa firman Allah Subhanahu Wa Taala:


Tidaklah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja. (QS. Yusuf 76.) Para ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat ini merupakan dalil bahwa Yusuf 'alaihissalam tidak pernah menerapkan undang-undang raja, tidak pernah tunduk kepadanya, dan tidak diharuskan untuk menerapkannya. Apakah ada dalam kementerian-kementerian para thaghut itu atau parlemen-parlemen mereka hal seperti ini?? Yaitu keadaan sang menteri di dalamnya seperti pernyataan Negara dalam Negara ??? Kalau tidak ada, maka janganlah melakukan qiyas di sini.

Demokrat Adalah Musyrik

49

3.

Sesungguhnya Yusuf 'alaihissalam telah

menjabat sebagai menteri dengan tamkiin dari Allah Subhanahu Wa Taala, Dia berfirman: Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir." (QS. Yusuf: 56) Jadi kedudukan itu adalah tamkiin (anugrah) dari Allah Subhanahu Wa Taala, sehingga si raja atau yang lainnya tidak kuasa untuk mengganggunya atau mencopotnya dari kedudukan itu, meskipun menyalahi perintah raja atau undang-undang dan keputusannya. Apakah orang-orang hina yang memiliki jabatan di sisi thaghut-thaghut pada masa sekarang memiliki sedikit bagian dari itu (kebebasan seperti Yusuf dan tamkiin dari Allah) dalam jabatan-jabatan mereka yang kotor yang pada hakikatnya itu adalah bola mainan di tangan thaghut itu, sehingga bisa pantas diqiyaskan kepada jabatan Yusuf 'alaihissalam dan kedudukannya yang Allah berikan kepadanya?.

4.

Sesungguhnya Yusuf 'alaihissalam menjabat

jabatan menteri itu dengan perlindungan penuh lagi sempurna dari sang raja, Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada kami. (QS. Yusuf: 54)

Demokrat Adalah Musyrik

50

Si raja memberikan kebebasan penuh tanpa dikurangi kepada Yusuf dalam jabatannya: Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di bumi Mesir ini." (QS. Yusuf: 56) Sehingga tidak ada orang yang protes kepadanya, tidak ada orang yang meminta pertanggungjawabannya dan tidak ada orang yang mengawasi segala bentuk kebijaksanaan dan perbuatannya, apapun hasil dan bentuknya. Maka apakah kebebasan seperti ini ada di kementerian thaghut-thaghut pada masa sekarang atau yang ada justeru perlindungan yang dusta lagi palsu. Jabatan itu dicabut dan dicopot dengan cepat bila si menteri berani bermain-main dengan ekornya atau nampak dari dia sedikit penyimpangan atau keluar dari garis amir (presiden) atau undang-undang raja?? Si menteri di sisi thaghut-thaghut itu tak ubahnya seorang pelayan bagi (karir) politik amir (presiden) atau raja, dia hanya melaksanakan perintah tuannya itu dan hanya mau berhenti bila tuannya melarang dan dia sama sekali tidak memiliki hak untuk menyalahi sedikitpun dari perintahperintah raja atau undang-undang buatan meskipun itu bertentangan dengan perintah Allah dan hukum-Nya. Barangsiapa mengklaim bahwa sesuatu dari hal ini menyerupai keadaan Yusuf 'alaihissalam dalam jabatannya, maka sungguh dia telah melakukan kedustaan yang maha besar, kafir kepada Allah, dan telah mendustakan tazkiyah (rekomendasi/penilaian suci) Allah Subhanahu Wa Taala terhadap Yusuf 'alaihissalam.

Demokrat Adalah Musyrik

51

Bila telah diketahui bahwa keadaan Yusuf 'alaihissalam dan kedudukannya itu tidak ada pada masa sekarang di kementerian thaghut-thaghut, maka tidak ada tempat untuk melakukan qiyas di sini. Dan kalau masih tetap ngotot biarkanlah orang-orang keblinger itu terus berbicara ngawur dalam masalah ini. Ke tiga: Di antara bantahan yang mematikan akan syubhat ini adalah apa yang disebutkan oleh sebagian mufassiriin bahwa si raja itu telah masuk Islam, dan ini diriwayatkan dari Mujahid murid Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma. Pendapat ini menghancurkan syubhat tersebut dari pangkalnya. Kami tunduk kepada Allah dan meyakini bahwa mengikuti keumuman atau dhahir ayat dalam Kitabullah Subhanahu Wa Taala adalah lebih utama daripada perkataan, penafsiran, lontaran, dan istinbath-istinbath makhluk seluruhnya yang kosong dari dalil-dalil dan bukti. Dan di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah firman Allah Subhanahu Wa Taala tentang Yusuf 'alaihissalam: Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di bumi Mesir ini." (QS. Yusuf: 56) Ini adalah mujmal (global) yang telah Allah Subhanahu Wa Taala jelaskan di tempat lain dalam Kitab-Nya, di mana Dia menjelaskan ciri-ciri orang-orang yang Dia beri kedudukan di bumi ini dari kalangan kaum mukminin:
Demokrat Adalah Musyrik

52

(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allahlah kembali segala urusan. (QS. Al Hajj:41) Tidak diragukan lagi bahwa Yusuf 'alaihissalam adalah termasuk mereka yang disebutkan dalam ayat tersebut, bahkan beliau termasuk para penghulunya, yaitu orangorang yang jika Allah teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka menyuruh berbuat yang maruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar. Tidak diragukan lagi oleh orang yang mengetahui ashlu dinil Islam (pokok ajaran Islam) bahwa sesungguhnya hal ma'ruf yang paling agung di dalamnya adalah tauhid yang merupakan inti ajaran dalam dakwah Yusuf 'alaihissalam, sedangkan kemungkaran yang paling besar adalah syirik yang telah dihati-hatikan oleh Yusuf, dia mengutuk, membenci dan memusuhi para pelakunya. Dan ini merupakan dalil yang paling jelas lagi pasti bahwa Yusuf setelah Allah meneguhkan kedudukannya dia langsung terang-terangan mendakwahkan millah bapak-bapaknya yaitu Ya'qub, Ishaq dan Ibrahim seraya dia memerintahkan untuk bertauhid serta melarang lagi memerangi segala sesuatu yang menyalahi dan membatalkannya. Dia tidak menghukumi dengan selain apa yang Allah turunkan, dia tidak ikut membantu untuk menghukumi dengan selain apa yang Allah turunkan, dia juga tidak membantu para arbaab yang membuat hukum dan perundang-undangan dan thaghutthaghut yang disembah selain Allah, serta dia tidak menyokong mereka atau berloyalitas kepada mereka sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang-orang yang terpedaya dalam jabatan-jabatan mereka saat ini.

Demokrat Adalah Musyrik

53

Apalagi kalau beliau (Yusuf) ikut serta dengan mereka dalam membuat hukum dan perundang-undangannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang terpedaya itu di parlemen-parlemennya, bahkan dikatakan dengan pasti bahwa sesungguhnya Yusuf telah mengingkari keadaan mereka, merubah kemungkarannya, menghukumi dengan tauhid, mengajak (orang) kepadanya, meninggalkan dan menjauhkan orang yang menyalahi dan melanggarnya, siapapun orangnya, ini dengan penegasan firman Allah Subhanahu Wa Taala. Tidak ada yang mensifati Yusuf yang jujur, putra dari orang-orang yang jujur dengan selain ini, kecuali orang kafir yang busuk yang telah lepas dari ajarannya yang suci lagi bersih. Di antara dalil yang menyatakan hal ini dan sekaligus menguatkannya adalah penjelasan dan penafsiran firman Allah Subhanahu Wa Taala: Dan raja berkata:" Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat (dekat) kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata:"Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada kami. (QS. Yusuf: 54) Apa kiranya perkataan yang diucapkan oleh Yusuf kepada sang raja di sini, sehingga membuatnya terkagumkagum, memberinya kedudukan dan mempercayainya?? Apakah engkau kira Yusuf sibuk menyebutkan kisah isteri Al Aziz, padahal itu sudah selesai dan jelas siapa yang benar, atau apakah engkau mengira Yusuf berbicara kepada sang raja tentang persatuan atas dasar

Demokrat Adalah Musyrik

54

nasionalisme !! krisis ekonomi !! ini... itu... atau apa yang dikatakannya??? Tidak seorangpun boleh menduga-duga dalam hal ini tanpa ada dalil, dan jika ada yang melakukannya maka dia adalah termasuk para pendusta, akan tetapi yang menjelaskan lagi menafsirkan firman Allah Subhanahu Wa Taala: Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia adalah jelas lagi terang dalam firman-Nya Subhanahu Wa Taala: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiaptiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu, (QS. An Nahl: 36) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Taala: Dan sungguh telah diwahyukan kepada engkau dan kepada orang-orang sebelum engkau: "Sungguh bila kamu berbuat syirik maka hapuslah amalanmu dan sungguh kamu pasti tergolong orang-orang yang rugi. (QS. Az Zumar: 65) Juga firman Allah Subhanahu Wa Taala tentang sifat inti dakwah Yusuf 'alaihissalam:
Demokrat Adalah Musyrik

55

Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orangorang yang tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub. Tidaklah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. (QS. Yusuf: 37-38) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Taala tentangnya: Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. (QS. Yusuf: 39-40) Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah perkataan yang paling agung bagi Yusuf 'alaihissalam, ini adalah agama yang lurus baginya, pokok segala pokok dakwahnya, millahnya, dan millah bapak-bapaknya. Bila dia
Demokrat Adalah Musyrik

56

memerintahkan yang ma'ruf maka tauhid adalah hal ma'ruf yang paling agung yang dia ketahui. Bila dia melarang dari yang mungkar, maka tidak ada yang lebih besar kemungkaran baginya selain apa yang membatalkan dan bertentangan dengan pokok segala pokok ini (tauhid). Bila ini sudah jelas dan ternyata jawaban sang raja terhadapnya, Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada kami, maka ini merupakan dalil yang sangat jelas yang menunjukan bahwa si raja itu telah mengikutinya dan merestuinya, serta sesungguhnya dia telah meninggalkan ajaran kekafiran dan mengikuti millah Ibrahim, Ishaq, Ya'qub dan Yusuf 'alaihimussalam. Atau katakanlah bila engkau mau mengatakannya: Minimal keadaan sang raja itu telah mengakui Yusuf atas tauhidnya dan millah bapak-bapaknya, dan dia memberikan kebebasan penuh tanpa batas untuk berbicara dan mendakwahkannya, menjelek-jelekan orang yang menyalahinya, si raja tidak sedikitpun merintanginya atas hal itu, tidak memerintahkan dia untuk melakukan hal yang membatalkannya atau menyalahinya. Cukuplah ini sebagai perbedaan yang sangat besar antara keadaan Yusuf 'alaihissalam dengan orang-orang yang tertipu dari kalangan pembantu thaghut-thaghut dan kaki tangannya dalam kementerian-kementerian masa sekarang, atau orang-orang yang ikut serta bersama thaghut dalam pembuatan hukum dan perundang-undangan di parlemenparlemen tersebut.28

28

Perkataan yang tadi itu tidak dikeruhkan oleh ihtijaaj orang yang berhujjah dengan firman Allah

Subhanahu Wa Taala dalam surat Ghafir lewat lisan orang mukmin keluarga Fir'aun:


Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata:"Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) (QS. Ghafir: 34), ihtijaj dengan ayat ini tidak memperkeruh pernyataan tadi karena beberapa alasan:

Demokrat Adalah Musyrik

57

Ke empat: Bila engkau telah mengetahui semua hal yang telah dibahas tadi dan engkau merasa yakin bahwa jabatan kementrian Yusuf 'alaihissalam itu sama sekali tidak menentang tauhid dan tidak menohok millah Ibrahim, sebagaimana penohokan dan penentangan itu terjadi pada jabatan-jabatan itu sekarang, maka seandainya si raja itu tetap di atas kekafirannya, maka jadilah masalah penjabatan Yusuf akan posisi ini sebagai satu masalah dari masalah-masalah furuu' yang tidak ada isykaal di dalamnya dalam ashluddien berdasarkan apa yang telah pasti sebelumnya bahwa tidak pernah muncul kekafiran atau kemusyrikan, atau tawalliy (berloyalitas penuh) terhadap orang-orang kafir, atau tasyrii' bersama Allah dari diri Yusuf, akan tetapi dia selalu memerintahkan akan tauhid lagi melarang akan hal itu semua. Allah Subhanahu Wa
1.
Sesungguhnya ayat ini tidak jelas (shariih) penunjukannya bahwa Yusuf yang dimaksud adalah Yusuf Ibnu Ya'qub, ada kemungkinan ini adalah Yusuf lain, sebagian ahli tafsir mengatakan hal ini mereka mengatakan: Ia adalah Yusuf Ibnu Afraaniim Ibnu Yusuf Ibnu Ya'qub yang berstatus sebagai nabi di antara mereka selama 20 tahun, ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma, dan lihat tafsir Al Qurthubiy. Sedangkan dalil bila mengandung banyak kemungkinan maka batallah berdalil dengannya.

2. 3.

Seandainya yang dimaksud adalah Yusuf Ibnu Ya'qub dalam ayat ini, namun ayat itu tidak shariih

penunjukannya bahwa sang raja tetap di atas kekafirannya, akan tetapi pembicaraan (dalam ayat itu) adalah tentang status keumuman Bani Israil. Sesungguhnya ayat tersebut tidak menyebutkan kekafiran yang terang-terangan (jelas), namun

ayat itu hanya menyebutkan keragu-raguan, sedangkan keragu-raguan itu adalah di dalam hati yang terkadang disembunyikan di suatu waktu dan terkadang ditampakkan di waktu lain. Bila telah jelas bahwa Yusuf telah ditetapkan kedudukannya di bumi ini, dia memerintahkan yang ma'ruf dan melarang dari yang mungkar sebagaimana yang lalu, maka beliau 'alaihissalam tidak akan rela bila ada seseorang menampakkan kemusyrikan di depannya, bahkan tidak akan ada seorangpun berani melakukannya karena beliau adalah penguasa lagi rasul dalam satu waktu, sedangkan kemungkaran terbesar baginya adalah syirik. Mungkin saja si raja menyembunyikan hal itu di dalam hatinya, sedangkan keluarganya menampakkan keimanannya yang dhahir karena takut kekuasaan al haq, ini adalah kemunafikkan yang pelakunya diperlakukan di dunia sesuai dengan apa yang mereka tampakkan. Bahkan dalam firman-Nya: hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: "Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun)" ada dalil yang menunjukan keimanan mereka secara dhahir akan risalahnya. Perlu diperhatikan juga, sesungguhnya sebagian orang-orang yang terpedaya telah pula menyebutkan kisah orang mukmin keluarga Fir'aun dalam syubhat-syubhat mereka dalam masalah ini dengan dalih bahwa dia menyembunyikan keimanannya. Maka kami katakan: Bagaimana cara kalian mengambil dalil dari kisah orang mukmin keluarga Fir'aun dalam masalah kita ini? Sesungguhnya terdapat perbedaan yang sangat jauh antara menyembunyikan dan merahasiakan keimanan bagi orang-orang yang tertindas dengan ikut serta dalam kekafiran, kemusyrikan dan pembuatan hukum (tasyrii'), serta bersekongkol di atas paham selain dienullah Subhanahu Wa Taala. Apakah kalian bisa memastikan bagi kami bahwa mukmin keluarga Fir'aun itu telah membuat undang-undang sebagaimana kalian membuat undang-undang, atau dia itu telah ikut serta dalam memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan sebagaimana keikutsertaan kalian, atau dia itu bersepakat di atas demokrasi atau paham lainnya sebagaimana yang kalian lakukan??? Tetapkan ini terlebih dahulu dan mana mungkin bisa melakukannya kemudian setelah itu silahkan kalian berdalil dengannya, dan kalau tidak bisa maka tinggalkan igauan dan ucapan yang tidak karuan itu.

Demokrat Adalah Musyrik

58

Taala telah mengatakan dalam masalah furuu'ul ahkaam (hukum-hukum furuu'): Dan bagi tiap-tiap umat dari kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang (QS. Al Maidah: 48) Syari'at-syari'at para nabi itu sangat beragam dalam furuu'ul ahkaam, akan tetapi dalam masalah tauhid hanya satu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

( )
Kami sekalian para nabi adalah saudara sebapak sedangkan agama (tauhid) kami satu," (HR Al Bukhari dari Abu Hurairah) Maksudnya saudara-saudara dari ibu-ibu yang berbeda sedangkan ayahnya satu. Ini merupakan isyarat akan kesatuan dalam pokok tauhid dan beragam dalam furuu' syarii'ah dan hukum-hukumnya. Terkadang sesuatu dalam masalah hukum pada syari'at sebelum kita diharamkan kemudian dihalalkan dalam syari'at kita, dan terkadang sebaliknya. Bisa jadi dalam syari'at terdahulu dipersulit sedangkan dalam syari'at kita dipermudah... dan seterusnya. Oleh sebab itu tidak setiap syari'at yang ada pada syari'at sebelum kita menjadi syari'at bagi kita, apalagi bila bertentangan dengan dalil dalam syari'at kita. Sedangkan telah ada dalil yang shahih dalam syari'at kita yang menyelisihi apa yang disyari'atkan bagi Yusuf 'alaihissalam, dan mengharamkannya atas kita, Ibnu Hibban telah meriwayatkan dalam Shahihnya, juga Abu Ya'Laa dan Ath Thabraniy bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata:

Demokrat Adalah Musyrik

59

Sungguh akan datang kepada kalian para penguasa yang tidak baik, mereka mendekatkan orang-orang yang paling jahat dan mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya, maka siapa saja yang mendapatkan keadaan itu, janganlah dia menjadi pejabat, janganlah menjadi aparat keamanan, janganlah menjadi petugas pengambil harta, dan janganlah menjadi penyimpan perbendarahaan," (Menurut penafsiran) yang raajiih (yang kuat) sesungguhnya penguasa-penguasa dalam hadits itu adalah bukanlah orang-orang kafir, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang durjana lagi bodoh, karena biasanya orang yang menghati-hatikan bila dia menghati-hatikan hanyalah dengan menyebutkan keburukan dan kerusakan yang paling besar, dan seandainya mereka adalah orangorang kafir tentu Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam menjelaskannya. Akan tetapi perbuatan durjana terbesar yang beliau sebutkan di sini adalah mendekatkan orangorang paling jahat dan mengakhirkan shalat dari waktuwaktunya. Namun demikian Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam telah melarang dengan larangan yang sangat dari keberadaan seseorang menjadi khaaziin (petugas logistik) bagi mereka. Bila saja menjabat sebagai khaaziin di samping para penguasa muslim yang dhalim adalah dilarang dengan larangan yang amat keras dalam syari'at kita, maka apa gerangan dengan jabatan kementerian logistik/keuangan di sisi para penguasa yang kafir dan pemerintah yang syirik? Firman Allah Subhanahu Wa Taala: Yusuf berkata: Jadikanlah aku bendaharawan Negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengalaman (QS. Yusuf:55). Ayat ini merupakan dalil yang tegas dan bukti yang terang bahwa
Demokrat Adalah Musyrik

60

hal ini adalah bagian dari syari'at sebelum kita, dan hal itu sudah dimansukh (dihapus) dalam syari'at kita. Wallahu A'lam. Penjelasan ini adalah cukup bagi orang yang menginginkan hidayah, akan tetapi orang yang lebih mendahulukan anggapan baik, kepentingan (yang dia klaim sebagai mashlahat), dan perkataan manusia atas dalil-dalil dan bukti-bukti itu, maka orang seperti ini -meskipun gunung-gunung meletus- di hadapannya dia tidak akan mendapatkan hidayah. Barangsiapa yang Allah kehendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) dari Allah (QS. Al-Maaidah: 41) Pada akhirnya... -dan sebelum saya menutup bantahan terhadap syubhat ini- saya ingin mengingatkan bahwa sebagian orang-orang yang terpedaya, yang membolehkan syirik dan kekafiran dengan anggapan baik mereka, yang beralasan dengan mashlahat dakwah untuk masuk di kabinet-kabinet kekafiran dan parlemen-parlemen syirik, mereka dalam dalih-dalih dan syubhat-syubhatnya mencampurkan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah tentang jabatan menteri yang dipegang Yusuf 'alaihissalam... ini sebenarnya termasuk perbuatan mencampuradukan yang haq dengan yang batil, berdusta atas nama Syaikhul Islam, dan mengada-ada atas nama beliau apa yang tidak pernah beliau katakan, karena beliau tidak berhujjah dengan kisah itu atas bolehnya ikut serta dalam tasyrii', kekafiran, atau dalam memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan. Mustahil beliau melakukan hal itu, bahkan kami mensucikan beliau, agamanya, bahkan kami mensucikan akalnya dari ucapan keji ini, yang mana tidak ada seorangpun berani berkata
Demokrat Adalah Musyrik

61

seperti itu, kecuali mereka orang-orang hina tersebut pada zaman-zaman mutaakhkhir ini. Kami katakan ini... hatta meskipun kami belum membaca ungkapan beliau pada masalah ini, karena ucapan seperti ini tidak mungkin dikatakan oleh orang yang berakal, apalagi sampai bisa bersumber dari 'aalim rabbaniy selevel Syaikhul Islam rahimahullah. Bagaimana itu bisa terjadi sedangkan perkataan beliau dalam masalah ini sangatlah jelas lagi gamblang.di mana perkataan beliau berkisar akan kaidah menolak kerusakan paling besar dari dua kerusakan serta upaya mendapatkan mashlahat paling tinggi dari dua mashlahat saat berseberangan, sedangkan engkau sudah mengetahui bahwa mashlahat paling besar dalam kehidupan ini adalah tauhid, sedangkan kerusakan paling besar adalah kerusakan syirik dan menjadikan tandingan (bagi Allah). Beliau telah menyebutkan bahwa Yusuf telah menegakkan keadilan dan ihsan sesuai dengan kemampuan beliau, sebagaimana dalam Al Hisbah29 di mana beliau berkata saat menyebutkan sifat kekuasaan Nabi Yusuf: Dan beliau melakukan dari keadilan dan ihsan apa yang beliau mampu, serta beliau mengajak mereka kepada keimanan sesuai dengan kesempatan/kemungkinan. Dan beliau mengatakan lagi: Akan tetapi beliau melakukan apa yang mungkin dari keadilan dan ihsan.30 Beliau sama sekali tidak menyebutkan bahwa Yusuf 'alaihissalam membuat undang-undang menandingi Allah Subhanahu Wa Taala atau ikut serta dalam memutuskan dengan selain apa yang Allah turunkan atau mengikuti paham demokrasi atau paham-paham lainnya yang berseberangan dengan dienullah, sebagaimana halnya keadaan mereka orang-orang yang terpedaya yang mencampurkan perkataan beliau rahimahullah dengan
29 30

Majmu Al Fatawaa 28/68. Majmu Al Fatawaa 20/56

Demokrat Adalah Musyrik

62

hujjah-hujjah mereka yang kotor dan syubhat-syubhatnya yang rendah dalam rangka menyesatkan orang-orang bodoh/umum, dan untuk mengaburkan yang haq dengan yang batil serta cahaya dengan kegelapan. Kemudian kita -wahai saudara setauhid-, panutan dan dalil tempat kita merujuk kepadanya saat terjadi perselisihan adalah wahyu yaitu firman Allah dan sabda Rasul-Nya shallallaahu 'alaihi wa sallam, tidak yang lainnya, adapun setiap orang selain Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam maka ucapannya itu bisa diterima dan bisa ditolak. Seandainya seperti apa yang mereka klaim itu bersumber dari Syaikhul Islam dan itu tidak mungkin terjadi tentu kita tidak akan menerimanya darinya dan bahkan dari ulama yang lebih agung darinya, sehingga dia datang kepada kami dengan membawa dalil dari wahyu atas hal itu, Katakanlah (hai Muhammad): "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepadamu sekalian dengan wahyu, (QS. Al-Anbiyaa: 45), Katakanlah: Tunjukilah bukti kebenaran kalian jika kalian adalah orang-orang yang benar, (QS. Al-Baqarah: 111) Perhatikanlah hal itu dan pegang eratlah tauhidmu, janganlah engkau tertipu atau peduli dengan talbiis-talbiis (pengkaburan) dan dalih-dalih murahan para pengusung kemusyrikan dan musuh-musuh tauhid, atau janganlah engkau merasa tidak enak dengan sebab menyalahi mereka, dan jadilah engkau dari golongan yang menegakkan dienullah yang telah disebutkan ciri-cirinya oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam: ( )
Demokrat Adalah Musyrik

63

Orang-orang yang mengucilkan dan menyelisihi mereka tidak membuat mereka gentar hingga datang ketentuan Allah sedang mereka dalam keadaan seperti itu,31

31

Fathul Bari 13/295.

Demokrat Adalah Musyrik

64

Syubhat Ke Dua Sesungguhnya Najasyi tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, namun walau demikian dia tetap muslim

Ahlul ahwaa berhujjah juga dengan kisah Najasyi dalam rangka melegalkan thaghut-thaghut mereka yang membuat hukum dan perundang-undangan, baik mereka itu sebagai penguasa, para wakil rakyat di parlemen atau yang lainnya. Mereka mengatakan: Sesungguhnya Najasyi tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan setelah dia masuk Islam hingga meningal dunia, namun demikian Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam menamakannya sebagai hamba yang shalih, beliau menshalatkan (ghaib) untuknya dan memerintahkan para sahabat untuk menshalatkannya. Kita katakan dengan taufiq Allah Subhanahu Wa Taala: Pertama: Orang yang berdalih dengan syubhat rendahan ini, sebelum apa-apa dia harus menetapkan bagi kami dengan nash yang shahih lagi sharih qath'iyy dilalahnya bahwa Najasyiy itu tidak memutuskan dengan apa yang Allah turunkan setelah keislamannya. Sungguh saya sudah mengamati ucapan mereka (para penebar syubhat) dari awal sampai akhir, ternyata saya tidak mendapatkan di kantong mereka itu kecuali sekedar istinbath dan klaim-klaim yang kosong lagi kering dari bukti yang benar dan dalil shahih yang menguatkannya, sedangkan Allah Subhanahu Wa Taala telah mengatakan:
Demokrat Adalah Musyrik

65

Katakanlah: Tunjukilah bukti kebenaran kalian jika kalian adalah orang-orang yang benar, (QS. Al-Baqarah: 111) Bila ternyata mereka tidak mampu membawa bukti kuat atas klaimnya itu, maka mereka itu bukanlah tergolong orang-orang yang jujur, akan tetapi mereka itu tergolong orang-orang yang dusta. Ke dua: Sesungguhnya termasuk sesuatu yang sudah diterima antara kami dengan musuh-musuh kami adalah bahwa Najasyi itu telah meninggal dunia sebelum sempurnanya tasyrii', jadi beliau secara pasti meninggal sebelum turunnya firman Allah Subhanahu Wa Taala: Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridlai Islam itu sebagai agamamu, (AlMaaidah:3) Sebab ayat ini diturunkan pada hajji wadaa', sedangkan Najasyi meninggal dunia jauh sebelum penaklukan kota Mekkah sebagaimana yang disebutkan oleh Al Hafidh Ibnu Katsir rahimahullah dan yang lainnya.32 Bagi dia berhukum dengan apa yang diturunkan Allah saat itu adalah menghukumi, mengikuti dan mengamalkan ajaran agama yang telah sampai kepadanya, karena nadzarah (peringatan) dalam masalah seperti ini harus berbentuk buluughul Qur'an (sampainya wahyu Al Qur'an kepadanya), Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:

32

Al Bidayah Wan Nihayah 3/277.

Demokrat Adalah Musyrik

66

Dan Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya itu aku memberikan peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang Al Qur'an sampai (kepadanya). (QS. Al-An'am:19) Sarana-sarana perhubungan dan informasi saat itu keadaannya tidak seperti zaman sekarang, di mana saat itu sebagian hukum syari'at tidak bisa sampai kepada seseorang, kecuali setelah bertahun-tahun dan bisa jadi dia tidak mengetahuinya kecuali bila memaksakan diri datang kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Agama ini saat itu masih baru, Al Qur'an masih terus turun, dan tasyrii' masih belum sempurna. Ini dibuktikan dengan kuat oleh apa yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan yang lainnya dari Abdullah Ibnu Mas'ud bahwa beliau berkata:

) ..( :
Kami dahulu mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam di dalam shalat maka beliau terus menjawabnya dan tatkala kami pulang dari negeri Najasyi kami mengucapkan salam kepada beliau, namun ternyata beliau tidak menjawab salam kami, dan justeru setelah itu beliau berkata: Sesungguhnya di dalam shalat itu terdapat kesibukan. Jika (ternyata) para sahabat yang dahulu pernah berada di Ethiopia -negeri Najasyi- sedang mereka itu mengerti bahasa arab dan selalu memantau berita tentang Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, belum sampai kepada mereka berita dinasakhnya berbicara dan salam di dalam shalat padahal shalat itu urusannya adalah nampak, sebab Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat bersama para sahabatnya sebanyak lima kali sehari semalam, maka apa gerangan dengan
Demokrat Adalah Musyrik

67

ibadah-ibadah yang lain, tasyrii'-tasyrii', dan huduud yang tidak berulang-ulang seperti diulang-ulangnya shalat??. Maka apakah ada seorang dari kalangan yang berpaham syirik demokrasi pada masa sekarang dia mampu mengklaim bahwa Al Qur'an, Islam, atau agama ini belum sampai kepada dia sehingga dia bisa mengqiyaskan kebatilannya dengan keadaan Najasyi sebelum sempurnanya tasyrii' ???. Ke tiga: Bila hal ini telah ditetapkan lagi pasti, maka wajib diketahui bahwa sesungguhnya Najasyi telah menghukumi dengan apa yang Allah turunkan (sesuai dengan) apa yang (telah) sampai kepada dia, dan siapa yang mengklaim selain ini, maka tidak boleh dipercayai dan diterima perkataannya, kecuali dengan bukti yang terang, Katakanlah: Tunjukilah bukti kebenaran kalian jika kalian adalah orang-orang yang benar" (QS. Al-Baqarah: 111) Semua yang disebutkan oleh orang-orang yang mengisahkan tentang Najasyi menunjukan bahwa dia menghukumi dengan apa yang sampai kepadanya dari apa yang Allah turunkan saat itu...

1. Di antara yang menjadi kewajiban dia saat itu


berupa mengikuti apa yang diturunkan Allah adalah: (Merealisasikan tauhid, iman kepada kenabian Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam dan iman bahwa Isa adalah hamba dan utusan Allah).dan dia sudah melakukannya. Lihatlah hal itu dalam dalildalil yang digunakan orang-orang (untuk kepentingannya).surat Najasyi yang dikirimkan kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.Surat itu disebutkan oleh Umar Sulaiman Al Asyqar dalam

Demokrat Adalah Musyrik

68

buku kecilnya (kutaib) yang berjudul Hukmul musyarakah fil wizarah wal majaalis anniyabiyyah.33

2. Begitu juga bai'at Najasyi terhadap Nabi


shallallaahu 'alaihi wa sallam dan untuk hijrah, dalam suratnya itu Najasyi menyebutkan: (Sesungguhnya dia telah membai'at Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, dan anaknya yang bernama Ja'far dan teman-temannya telah membai'at pula serta masuk Islam di tangannya lillaahi rabbil'aalamiin, dan di dalam suratnya itu dia menegaskan bahwa ia mengirim anaknya Arihaa Ibnu Ashhum Ibnu Abjur kepada Nabi, dan ucapannya: Bila engkau berkehendak saya datang kepadamu, tentu saya melakukannya wahai Rasulullah, karena sesungguhnya saya bersaksi bahwa apa yang engkau katakan adalah benar). Maka mungkin saja dia meninggal dunia setelah itu langsung, atau mungkin saja Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak menginginkan hal tersebut saat itu... semua ini tidak begitu jelas dan tidak ditegaskan dalam kisah itu, sehingga tidak halal memastikan sesuatupun darinya dan tidak halal berdalil dengannya, apalagi kalau dijadikan senjata untuk melawan tauhid dan ashluddien.

3. Begitu juga pertolongannya terhadap Nabi


shallallaahu 'alaihi wa sallam, agamanya, dan para pengikutnya. Najasyi telah menolong kaum muhajiriin yang datang kepadanya, dia memberi mereka tempat serta memberikan jaminan keamanan dan perlindungan, dia tidak mengecewakan mereka dan tidak menyerahkan mereka kepada orang-orang Quraisy, dia juga tidak
33

Halaman 71 dalam kutaibnya itu, sedang risalah Najasyi ada dalam Zadul Ma'aad 3/60.

Demokrat Adalah Musyrik

69

membiarkan orang-orang Nashrani Habasyah mengganggu mereka, padahal para muhajirin itu telah menampakkan keyakinan mereka yang benar tentang Isa 'alaihissalam. Bahkan terdapat dalam risalah lain yang dia kirimkan kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam (yang dituturkan oleh Umar Al Asyqar dalam kutaibnya itu hal 73) bahwa dia mengirimkan anaknya yang disertai enam puluh laki-laki dari penduduk Habasyah kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Semua ini dilakukan sebagai bentuk dukungan, ittibaa, serta bantuan. Meskipun ini adalah sangat jelas, namun Umar Al Asyqar telah ngawur dalam kutaibnya itu (hal:73) dengan seenaknya dia memastikan bahwa Najasyi tidak berhukum dengan syari'at Allah. Sebagaimana yang engkau ketahui, ini adalah dusta dan mengada-ada atas nama Najasyi yang muwahhid, akan tetapi yang benar adalah bahwa dia menghukumi dengan apa yang Allah turunkan yang telah sampai kepadanya saat itu. Siapa saja yang mengatakan selain ini, maka janganlah dipercayai, kecuali dengan dalil yang shahih lagi qath'ii dilalahnya, dan kalau tidak, maka dia itu adalah tergolong orang-orang yang dusta, "Katakanlah: Tunjukilah bukti kebenaran kalian jika kalian adalah orang-orang yang benar, (QS. Al-Baqarah: 111). Sedangkan Umar Al Asyqar ini tidak mendatangkan dalil yang shahih lagi sharih atas klaimnya itu, akan tetapi dia mengais-ngais dan meraba-raba dari kitab-kitab tarikh (sejarah) hal-hal yang dia duga sebagai dalil (layaknya orang yang mencari kayu bakar di malam hari), sedangkan sejarah itu keadaannya telah diketahui. Al Qahthaniy Al Andalusiy berkata dalam syairnya: Janganlah engkau menerima dari sejarah ini
Demokrat Adalah Musyrik

70

Segala yang dikumpulkan dan ditulis oleh para perawinya Riwayatkanlah hadits yang terpilih dari ahlinya Apalagi orang yang pandai dan berpengalaman Maka dikatakan kepada Umar Al Asyqar dan para pengikutnya: Tetapkan arasy terlebih dahulu baru kemudian diskusikan. Ke empat: Sesungguhnya gambaran dalam kisah Najasyi adalah bagi seorang penguasa yang asalnya kafir dan baru masuk Islam di atas jabatannya, terus dia menampakkan kejujuran Islamnya dengan cara istislaam secara sempurna kepada perintah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan cara mengutus anaknya yang disertai rombongan kaumnya, dia mengutus mereka kepada Nabi untuk meminta izin hijrah kepadanya, dan menampakkan nushrahnya, dan nushrah akan agama dan para pemeluknya, bahkan menampakkan baraa'ah dari segala yang menyalahi agama barunya ini berupa keyakinan dia, keyakinan kaumnya dan nenek moyangnya. Dia berusaha mencari kebenaran dan mempelajari agama ini, serta berusaha semaksimal mungkin untuk bertemu Allah di atas keadaan ini, dan ini terjadi sebelum sempurnanya tasyrii' dan sebelum sampai kepadanya secara sempurna. Ini adalah gambaran sebenarnya yang ada dalam haditshadits, atsar-atsar yang shahih lagi tsabit tentangnya. Kami menantang orang yang berseberangan dengan kami agar mereka menetapkan selain hal ini.akan tetapi dengan dalil yang sharih lagi shahih, dan adapun sejarah-sejarah maka ini tidak bisa memuaskan dan mengenyangkan dari rasa lapar dengan sendirinya tanpa adanya sanad. Adapun gambaran yang hendak didalili dan hendak diqiyaskan, maka ini adalah gambaran yang buruk lagi berbeda jauh sekali, karena ini adalah gambaran sekawanan gerombolan orang-orang yang mengaku beragama Islam tanpa berlepas diri dari hal-hal yang
Demokrat Adalah Musyrik

71

membatalkan keislamannya, dan justeru mereka itu dalam waktu yang bersamaan berintisab kepada Islam dan kepada hal-hal yang membatalkannya, serta mereka merasa bangga dengannya. Mereka tidak berlepas diri dari paham demokrasi seperti halnya Najasyi berlepas diri dari Nashrani, ya mereka tidak berlepas diri darinya, bahkan mereka tidak henti-hentinya memuji demokrasi itu, mengusungnya, membolehkannya bagi orang-orang, mengajak orang-orang untuk ikut bergabung dalam paham demokrasi yang busuk ini, mereka menjadikan dirinya sebagai arbaab dan aalihah (tuhan-tuhan) yang menetapkan hukum dan perundang-undangan bagi manusia berupa ajaran yang tidak Allah izinkan, bahkan mereka mengikutsertakan orang-orang yang sepaham bersama mereka di atas paham kafir itu dari kalangan para wakil rakyat, para menteri dan rakyat lainnya dalam tasyrii' kafir yang terlaksana sesuai dengan materi undang-undang dasar, mereka bersikeras di atas kemusyrikan ini, bergelimang dengannya, bahkan mereka mencela orang yang memeranginya, atau menentangnya, atau mencelanya dan berusaha untuk menghancurkannya. Dan mereka lakukan ini setelah syari'at sempurna dan setelah sampainya Al Qur'an bahkan As-Sunnah dan atsar-atsar kepada mereka. Dengan Nama Allah, wahai orang yang obyektif, siapa saja engkau ini, apakah sah gambaran yang buruk lagi busuk dan gelap ini yang disertai dengan perbedaanperbedaannya yang sangat jauh diqiaskan kepada orang yang baru masuk Islam yang mencari kebenaran dan berusaha membelanya sebelum syari'at ini sempurna dan sebelum sampai kepadanya secara utuh. Sungguh sangat jauh sekali perbedaan antara dua gambaran ini. Demi Allah keduanya tidak bisa kumpul dan tidak akan bersatu Hingga bulu-bulu gagak itu beruban...
Demokrat Adalah Musyrik

72

Ya bisa saja keduanya bersatu dan bersamaan, akan tetapi bukan dalam timbangan al-haq, namun dalam timbangan orang-orang yang curang dari kalangan orang yang telah dibutakan bashirah-nya oleh Allah Subhanahu Wa Taalaa, sehingga mereka berpaham demokrasi yang berseberangan dengan tauhid dan Islam. Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang sangat besar." (QS. Al-Muthaffifin: 1-5)

Demokrat Adalah Musyrik

73

Syubhat Ketiga Labelisasi Demokrasi dengan Nama Syuraa Demi Melegalkannya

Kelelawar malam dan orang-orang yang buta pandangannya telah mendalili paham mereka (demokrasi) yang kafir lagi batil itu dengan firman Allah Subhanahu Wa Taala tentang kaum mukminin muwahhidiin: Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan cara musyawarah antara mereka," (QS. Asy-Syuraa: 38) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Taala kepada Nabi-Nya shallallaahu 'alaihi wa sallam: Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu," (QS. Ali-Imran: 159) Mereka menamakan demokrasi yang busuk itu dengan syuraa (musyawarah) demi memberikan baju agama lagi syar'ii bagi paham kafir ini, dan kemudian setelah itu mereka melegalkan dan membolehkannya. Maka kita katakan dengan taufiq Allah: Pertama: Sesungguhnya perubahan nama itu tidak ada artinya selama isi dan hakikatnya adalah itu-itu juga. Sebagian jama'ah dakwah yang berjalan di atas paham kafir ini dan yang menjadikannya sebagai pegangan34
34

Seperti banyaknya jama'ah-jama'ah yang membentuk partai -yang katanya partai Islam- demi dapat

masuk ke dalam parlemen dan majlis yang syirik. Jama'ah-jama'ah yang seperti itu sudah tidak menjadi musuh Amerika dan sekutunya lagi dan tidak menjadi musuh bagi thaghut-thaghut di negaranya, karena sudah larut dalam sistem thaghut yang diinginkan oleh para thaghut dan Hubal masa sekarang (Amerika).Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

74

mengatakan: (Kami memaksudkan dengan demokrasi itu saat kami menyerukannya, menuntut dengannya, mensponsorinya, dan berusaha untuk mencapai ke arahnya dan dengannya adalah kebebasan berkata dan dakwah),35 dan kicauan-kicauan lainnya. Maka kita katakan kepada mereka: Yang penting itu bukanlah yang kalian maksudkan, dan yang kalian klaim dan kalian duga, akan tetapi yang penting adalah apakah demokrasi yang diterapkan oleh thaghut itu, yang dia serukan kepada kalian untuk masuk ke dalamnya, pemilupemilupun dilangsungkan dalam rangka itu, serta tasyrii' dan hukum yang kalian akan ikut serta di dalamnya sesuai dengan cara demokrasi? Bila kalian menertawakan manusia dan menipu mereka, maka kalian tidak akan mampu melakukannya terhadap Allah: Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka," (QS. An Nisaa: 142).

35

Meskipun kebebasan berkata atau dakwah sebagaimana yang diinginkan oleh demokrasi, maka itu adalah

kebebasan yang batil lagi kafir, karena saat para pengusung paham demokrasi menyerukan kebebasan berkata dalam paham mereka ini, mereka tidak memaksudkan kebebasan mendakwahkan agama Allah saja... akan tetapi juga kebebasan para thaghut, orang-orang kafir, orang-orang mulhid, dan orang-orang musyrik untuk menampakkan kekafiran dan kerusakannya, juga kebebasan keyakinan, kebebasan murtad, dan kebebasan mencela segala hal yang disucikan. Dan kekafiram macam ini bisa jadi diterapkan dalam demokrasi barat. Adapun demokrasi Arab (dan Negara-negara berkembang lainnya yang berpenduduk mayoritas muslim, pent) maka di dalamnya adalah kebebasan segala kekufuran, ilhaad, zandaqah, adapun Islam maka di Negara-negara itu adalah dirantai, dipenjara, dan terusir. Harapan tertinggi para penyeru (du'aat) itu adalah merealisasikan dan menyampaikan manusia kepada demokrasi barat yang kafir, sedangkan kekafiran adalah satu agama dan ini bertingkat-tingkat ke bawah. Perhatikanlah...

Demokrat Adalah Musyrik

75

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedang mereka tidak sada." (QS. Al-Baqarah: 9) Jadi merubah nama sesuatu itu tidaklah merubah hukum-hukumnya, tidak menghalalkan yang haram dan tidak bisa mengharamkan yang halal. Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

( )
Akan ada sekelompok dari umatku yang menghalalkan khamr dengan cara nama yang mereka berikan kepadanya,"36 Begitulah para ulama telah mengkafirkan orang yang mencela tauhid, atau memeranginya sedang yang mencela dan memeranginya itu menamakan tauhid itu sebagai paham Khawarij atau Takfiiriy. Para ulama juga mengkafirkan orang yang memperindah syirik dan membolehkannya, atau melakukannya sambil menamakannya dengan selain namanya.37 Sebagaimana yang dilakukan mereka itu, mereka menamakan paham kafir dan syirik (demokrasi) dengan nama syuraa dengan tujuan melegalkannya, memperbolehkannya, serta mengajak manusia untuk masuk ke dalamnya... sungguh binasalah mereka itu.38 Ke dua: Sesungguhnya pengqiyasan demokrasi kaum musyrikin terhadap syuraa kaum muwahhidin, menyamakan (tasybiih) majlis syuraa dengan majlis kekafiran, kefasikan, dan maksiat adalah penyamaan yang gugur dan qiyas yang batil lagi luluh lantak rukunrukunnya, karena engkau telah mengetahui bahwa majlis
36

HR Imam Ahmad dalam Musnadnya dari Ubadah Ibnu Ash Shaamit radliyallahu 'anhu, hadits nomor:

22704.
37 38

Rujuklah Ad-Durar As-Saniyyah fil Ajwibah An Najdiyyah 1/145. Inilah yang dilakukan oleh ulama kaum musyrikin yang banyak di antara mereka itu bergelar Doktor atau

Syaikh, atau Ustadz, atau mereka itu dosen di Universitas-Universitas Islam. Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

76

rakyat, atau dewan perwakilan rakyat, atau parlemen adalah sarang dari sekian sarang paganisme dan bangunan dari bangunan-bangunan syirik, yang di dalamnya dipasang tuhan-tuhan para demokrat, arbaab mereka yang beraneka ragam, serta sekutu-sekutu mereka yang membuatkan bagi mereka undang-undang dari ajaran yang tidak diizinkan Allah Subhanahu Wa Taala sesuai dan selaras dengan undang-undang dasar dan falsafah yang digali dari bumi.39 Allah berfirman: Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. (QS. Yusuf: 39-40). Dan firman-Nya Subhanahu Wa Taala:

39

Dalam undang-undang dasar Yordania pasal ke 25:

Kekuasaan legislatif dipegang oleh raja dan majlis rakyat," dan saudaranya dalam UUD Kuwait no: 51: Kekuasaan legislatif dipegang oleh emir dan majlis umat sesuai dengan undang-undang,"

Demokrat Adalah Musyrik

77

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? " (QS. Asy-Syuura: 21) Qiyas ini tak ubahnya bagaikan mengqiyaskan syirik terhadap tauhid (dan) kekafiran terhadap keimanan, ini tergolong berbicara atas nama Allah tanpa dasar ilmu, mengada-ada atas agama ini, berdusta atas nama Allah, ngawur dan ilhaad dalam ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Taala, serta bentuk pengaburan yang haq dengan yang batil terhadap manusia, dan pengaburan cahaya dengan kegelapan. Bila ini telah jelas, maka orang muslim hendaklah mengetahui bahwa perbedaan yang jelas antara syuraa yang telah syari'atkan Allah bagi hamba-hamba-Nya dengan demokrasi yang busuk adalah seperti perbedaan antara langit dengan bumi, bahkan perbedaan itu dalam statusnya adalah layaknya perbedaan antara Al-Khaliq dengan makhluk.

Syuraa adalah aturan dan manhaj rabbaniy, sedangkan demokrasi adalah hasil karya manusia yang serba kekurangan yang selalu diombangambing oleh hawa nafsu dan emosi. Syuraa adalah bagian dari syari'at Allah Subhanahu Wa Taala, dien-Nya dan hukum-Nya, sedangkan demokrasi adalah kekafiran terhadap syari'at Allah, dan dien-Nya, serta penentangan terhadap hukumNya. Syuraa dilakukan dalam masalah yang tidak ada nash di dalamnya, adapun dalam masalah yang sudah ada nashnya maka tidak ada syuraa di sini, Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:

Demokrat Adalah Musyrik

78

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS. AlAhzab: 36) Adapun demokrasi maka itu adalah peremehan dan permainan dalam setiap masalah. Dalam demokrasi nashnash syari'at dan hukum-hukum Allah tidak dianggap, akan tetapi yang dianggap dan dijadikan acuan satu-satunya di dalam demokrasi ini adalah hukum rakyat dan kedaulatannya dalam setiap permasalahan.40 Oleh sebab itu mereka mendefinisikan demokrasi itu dalam undangundang mereka dengan ungkapan: Rakyat adalah sumber segala kedaulatan".

Demokrasi menganggap bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi, sehingga demokrasi adalah hukum mayoritas rakyat, tasyrii' suara terbanyak, dan paham/agama suara mayoritas. Mayoritas adalah yang membolehkan dan mayoritas pula yang mengharamkan. Mayoritas adalah tuhan dan sembahan dalam ajaran demokrasi. Adapun dalam syuraa, maka keberadaan rakyat atau mayoritas mereka itulah yang diharuskan dan

40

Ini dalam demokrasi barat yang kafir adapun dalam demokrasi arab yang kafir (dan Negara-negara yang

berpenduduk mayoritas muslim, pent) maka yang dijadikan acuan paling pertama dan paling akhir adalah raja, emir, atau presiden, karena tanpa pengesahannya, maka peraturan rakyat atau para wakilnya dan majles perwakilan itu tidak ada nilainya. Semua itu ada di tangan penguasa tertinggi, dia berhak membubarkan, mengesahkan, dan mempermainkannya sesuka hati.

Demokrat Adalah Musyrik

79

diperintahkan untuk selalu taat kepada Allah, kepada Rasul-Nya, kemudian kepada pemimpin kaum muslimin. Pemimpin tidak bisa memaksakan suara dan hukum terbanyak, bahkan justeru mayoritas itulah yang diperintahkan untuk selalu mendengar dan taat kepada para pemimpin (kaum muslimin) meskipun mereka dzalim selama tidak memerintahkan kepada maksiat.41.42

Aturan main dalam demokrasi, dan tuhannya adalah suara mayoritas, dan mayoritas inilah sumber segala kedaulatan. Adapun syuraa maka mayoritas itu tidak ada pengaruhnya sedikitpun dan bukanlah sebagai tolak ukur, dan justeru Allah telah memvonis mayoritas dengan vonis yang jelas dalam KitabNya:

41

Ingatla... Ini bagi para pemimpin muslim yang menetapkan hukum dengan syari'at Allah yang memusuhi

musuh-musuh Allah, bukan bagi makhluk-makhluk terhina dari kalangan penguasa-penguasa yang kafir lagi murtad sahabat karib dan teman Yahudi dan Nashrani.
42

Adapun penguasa yang meninggalkan syari'at Allah dan justeru menjadikan undang-undang buatan

manusia sebagai acuan dan landasan, maka tidak diragukan lagi kekafiran dan kemurtadan mereka, kecuali bagi orang-orang yang bashirahnya sudah tertutup yang tidak bisa melihat, kecuali di tengah gelapnya syubuhat layaknya kelelawar yang hanya bisa melihat di malam hari dan tidak bisa melihat di siang bolong, mereka itulah para pengikut syubhat Irjaa. Syaikh Muhammad Al Amin Asysyinqithiy rahimahullah berkata:


Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti qawaaniin wadliyyah (undang-undang buatan) yang disyariatkan oleh syaitan lewat lisan-lisan wali-walinya yang bertentangan dengan apa yang telah disyariatkan Allah Jallaa wa Aalaa lewat lisan-lisan para Rasul-Nya semoga shalawat dan salam tercurah kepada mereka, sesungguhnya tidak ada yang meragukan akan kekafiran dan kemusyrikan mereka, kecuali orang yang bashirahnya telah dihapus oleh Allah dan dia itu dibutakan dari cahaya wahyuNya seperti mereka. Dan beliau mengatakan juga: Bahwa setiap orang yang mengikuti peraturan, hukum, atau undang-undang yang bertentangan dengan apa yang disyariatkan Allah atas lisan Rasul-Nya shalallahu alaihi wasallam, maka ia musyrik (menyekutukan) Allah, kafir lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai tuhan,"Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

80

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)" (QS. Al-An'am: 116) Dan sebahagian manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya-," (QS. Yusuf: 103) Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhan-nya," (Ar-Ruum: 8) Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan yang lain) (QS. Yusuf: 106)

Akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak bersyukur," (QS. Al-Baqarah: 243) Akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak beriman (QS. Al-Mu'min: 59)

Demokrat Adalah Musyrik

81

Akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak mengetahuinya," (QS. Yusuf: 21) Tetapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (nya)," (QS. Al-Israa: 89) Ini dari firman-firman Allah Subhanahu Wa Taala, adapun dari sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam: Hanyasanya manusia pilihan itu adalah bagaikan unta yang berjumlah seratus, hampir kamu tidak mendapatkan di dalamnya unta yang layak pakai untuk tunggangan, diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari hadits Abdullah Ibnu Umar radliyallahu 'anhuma. Dan di dalam hadits Al Bukhari juga dari Abu Sa'id Al Khudriy dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau berkata:

: . .. :) (
Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Hai Adam, keluarkan utusan neraka! Maka dia berkata: Apa utusan neraka itu? Dia berfirman: Dari setiap seribu ada sembilan ratus sembilan puluh sembilan, maka saat itulah anak kecil beruban, setiap wanita hamil melahirkan anaknya, engkau melihat orang-orang bagaikan yang mabuk, padahal mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah-lah yang sangat dahsyat. Inilah syari'at Allah dan hukum-Nya menjelaskan kesesatan mayoritas dan penyimpangan mereka, oleh sebab itu Allah Subhanahu Wa Taala menetapkan hukumNya, Dia berfirman:


Demokrat Adalah Musyrik

82

Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah (QS. Yusuf: 40) Akan tetapi demokrasi menolak ini, dan para penyerunya juga menolak tunduk kepada hukum Allah dan syari'at-Nya, mereka terus ngotot, serta mengatakan: Keputusan itu tidak lain adalah bagi mayoritas. Maka binasalah dan enyahlah orang yang mengikuti mereka, berjalan di atas rel mereka, dan membisikkan kedemokratan mereka, meskipun jenggot dia panjang, atau kainnya tidak isbal (celananya setengah betis), siapa saja orangnya... Kami katakan ini kepada mereka di dunia, mudah-mudahan mereka itu mau kembali dan sadar. Ini lebih baik bagi mereka daripada mereka nanti mendengarnya di tempat yang sangat agung, saat manusia berdiri menghadap Allah Rabbul 'aaalamiin, di mana mereka menuju telaga Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, akan tetapi mereka dihalangi oleh para Malaikat, dan dikatakan kepada mereka: Sesungguhnya mereka telah mengganti dan merubah," Maka Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: Enyahlah, enyahlah bagi orang yang merubah setelahku, 43 Demikianlah demokrasi! Secara asal-usul dan makna, ia lahir di lahan kekafiran dan ilhaad, tumbuh berkembang di ladang-ladang kemusyrikan dan kerusakan di Eropa, di mana mereka memisahkan agama dari kehidupan, sehingga tumbuhlah lafazh itu dalam suasana-suasana yang membawa setiap racun dan kerusakannya, yang akarakarnya itu (jelas,ed.) tidak ada hubungan sama sekali dengan lahan keimanan atau siraman aqidah dan ihsan. Paham ini tidak bisa menampakkan eksistensinya di dunia barat, kecuali setelah berhasil memisahkan agama dari Negara di sana, paham ini memperbolehkan bagi mereka liwath, zina, khamr, percampuran keturunan dan
43

Enyahlah diulang dua kali untuk menguatkan, ini diriwayatkan oleh Muslim 2291, dan Al Bukhari dengan

lafazh yang hampir sama nomor 6212.

Demokrat Adalah Musyrik

83

perbuatan-perbuatan keji lainnya baik yang nampak atau terselubung... oleh sebab itu tidak ada orang yang membela demokrasi, atau memujinya, dan menyamakannya dengan syuraa, kecuali dua macam orang yang tidak ada ke tiganya, bisa jadi dia itu orang demokrat kafir, atau orang yang dungu lagi jahil terhadap makna dan isi dari demokrasi itu. Demi Allah kamu bukan yang ke tiga dari dua orang Ya, kamu bisa jadi keledai (yang dungu) atau kamu bagian dari bantengnya. Sekarang adalah zaman di mana istilah-istilah telah bercampur aduk (dan) hal-hal yang kontradiktif telah berkumpul. Tidaklah aneh kalau paham-paham kafir ini didengung-dengungkan oleh sekian banyak wali-wali setan, akan tetapi yang paling aneh adalah bila yang mendengungkannya, membolehkannya, dan memberikan baju syar'iinya adalah orang-orang yang mengaku Islam. Dahulu saat orang-orang terpukau dengan paham sosialis muncullah sebagian orang dengan membawa istilah baru, yaitu Sosialisme Islam, dan sebelumnya ada istilah Nasionalisme, 'uruubah (arabisme) dan mereka menggandengnya dengan nama Islam.44 Pada masa sekarang, banyak orang mendengungkan undang-undang buatan manusia dan mereka tidak malu-malunya menamakan para hamba-hamba undang-undang (para pakar hukum dan perundang-undangannya) dengan nama fuqahaa al qaanuun bentuk penyerupaan dengan fuqahaa syari'ah, serta mereka pula menggunakan nama-nama syar'ii yang sama, seperti musyarri', syari'ah, halal, haram, jaaiz, mubaah, mahdhur, terus setelah itu mereka mengira
44

Ini artinya Islam syirik. Muncul penyebutan: muslim demokrat, muslim sosialis, muslim nasionalis, yang

semua itu berarti muslim musyrik dan tentu ini tidak ada, yang ada adalah musyrik, karena tauhid dan syirik tidak bisa bersatu pada diri seseorang pada satu waktu, sehingga bila Islam disertai syirik akbar maka yang muncul adalah musyrik, Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad berkata dalam syarah Ashli dienil Islam: Sesungguhnya orang yang melakukan syirik, maka berarti dia telah meninggalkan tauhid, karena keduanya adalah dua hal yang kontradiktif yang tidak bisa bersatu," Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad-Durar As-Saniyyah 1/113: Bila amalan kamu semuanya karena Allah maka kamu adalah muwahhid, dan bila ada salah satunya dipalingkan kepada makhluk, maka kamu adalah musyrik,".Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

84

bahwa mereka itu masih berada dalam agama Islam, bahkan mengira bahwa mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk, fa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzim. Ini terjadi demi Allah tidak lain karena hilangnya ilmu dan ulama, serta penyandaran urusan bukan kepada ahlinya, juga leluasanya suasana dan zaman bagi orang-orang hina untuk berbuat sesuka hati mereka. Suasana telah lenggang bagimu Silahkan bertelur dan bersiullah sesuka hatimu... Sungguh sangat disayangkan ilmu dan ulama, kasihan sekali agama dan para du'aatnya yang tulus lagi setia. Demi Allah, ini adalah keterasingan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, saya tidak mengatakan (keterasingan itu) di tengah-tengah orang-orang awam, bahkan justeru di antara banyak orang-orang yang mengaku Islam dari kalangan yang tidak memahami makna Laa ilaaha illallaah, mereka tidak memahami lawaazim, konsekuensi, dan syarat-syaratnya, bahkan mayoritas mereka merobeknya siang dan malam, mereka mengotori diri mereka dengan syirik modern dan jalan-jalan penghubungnya, kemudian setelah itu mereka mengira bahwa dirinya itu adalah muwahhiduun bahkan mengira bahwa mereka itu adalah bagian dari para du'aat tauhid. Hendaklah mereka menilai dirinya sendiri, dan duduklah di halaqah-halaqah ilmu untuk belajar hakikat Laa ilaaha Illallaah, karena sesungguhnya Laa ilaaha Illallaah adalah kewajiban pertama yang Allah fardlukan atas anak Adam untuk mempelajarinya, hendaklah mereka mempelajari syaratsyarat dan pembatal-pembatalnya sebelum mereka mempelajari pembatal-pembatal wudlu dan shalat, sebab wudlu dan shalat itu tidak sah bagi orang yang melakukan pembatal Laa ilaaha illallaah. Dan bila mereka ternyata malah berpaling dan merasa bangga diri, maka merekalah sendiri yang akan menanggung kerugiannya.
Demokrat Adalah Musyrik

85

Saya akhiri ucapan saya ini dengan ungkapan yang sangat berharga yang muncul dari Al 'Allamah Ahmad Syakir rahimahullah saat membantah orang-orang yang melontarkan syubhat yang memalingkan firman Allah dan berbicara dusta atas Nama Allah Subhanahu Wa Taala dengan cara menjadikan firman-Nya: "Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan cara musyawarah antara mereka," (Asy-Syuraa:38) sebagai dalil untuk membela dan menerapkan demokrasi yang kafir itu, beliau berkata dalam catatan kaki 'Umdatuttafsiir 3/64-65 saat menjelaskan firman-Nya Subhanahu Wa Taala: Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu (QS. Ali Imran: 159) dan firman-Nya: Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan cara musyawarah antara mereka," (QS. Asy-Syuraa: 38) Beliau berkata: Orang-orang yang mempermainkan agama pada masa sekarang dari kalangan ulama dan yang lainnya telah menjadikan dua ayat ini sebagai senjata mereka dalam penyesatan dengan cara menta'wil untuk menyetujui perbuatan (orang) barat dalam aturan undang-undang mereka, yang mereka namakan aturan demokrasi dalam rangka menipu manusia, kemudian mereka orang-orang yang mempermainkan agama itu menjadikan syi'ar dari dua ayat ini dalam rangka menipu masyarakat Islam atau masyarakat yang mengaku Islam. Mereka mengungkapkan ucapan haq yang mereka maksudkan kebatilan dengannya, di mana mereka mengatakan: Islam itu memerintahkan syuraa" dan katakata seperti itu.

Demokrat Adalah Musyrik

86

Ya benar, sesungguhnya Islam itu memerintahkan syuraa, akan tetapi syuraa macam apa yang diperintahkan Islam itu? Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Taala berfirman kepada Rasul-Nya: Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu dan bila kamu sudah ber'azam maka bertawakkal-lah kepada Allah (QS. Ali Imran: 159) Makna ayat ini sangat jelas lagi terang, tidak membutuhkan tafsir dan tidak mengandung kemungkinan ta'wil. Itu adalah perintah kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam kemudian kepada pemimpin sesudahnya: Untuk meminta pendapat-pendapat para sahabatnya yang beliau anggap layak diambil pendapatnya, yang di mana mereka itu adalah orang yang matang pengetahuan dan pemikirannya, dalam masalah-masalah yang masih menerima pendapat-pendapat dan ijtihad dalam penerapannya, kemudian dia memilih dari pendapatpendapat itu pendapat yang dianggapnya sebagai kebenaran atau mashlahat, terus ber-'azam untuk merealisasikannya tanpa terikat dengan pendapat kelompok tertentu, jumlah tertentu, pendapat mayoritas, atau pendapat minoritas. Bila telah ber'azam maka tawakkallah kepada Allah, dan laksanakan 'azam itu sesuai dengan yang telah dipilih benar. Termasuk hal yang sudah dipahami secara naluri yang tidak membutuhkan dalil: Adalah sesungguhnya orang-orang yang Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam diperintahkan untuk bermusyawarah dengan mereka dan orang sesudah beliau mencontohnya adalah laki-laki yang shalih yang berpegang di atas batasan-batasan Allah, bertaqwa kepada Allah, mendirikan shalat, menunaikan

Demokrat Adalah Musyrik

87

zakat (dan) berjihad di jalan Allah yang disabdakan oleh beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam: ( ) Hendaklah mengiringi saya di antara kalian orang-orang yang matang pemikirannya lagi berpengetahuan, Bukan orang-orang mulhiduun, bukan orang-orang yang memerangi agama Allah, bukan orang-orang ahli maksiat yang tidak malu melakukan yang munkar, bukan orang-orang yang mengklaim bahwa mereka memiliki wewenang membuat hukum-hukum dan perundangundangan yang bertentangan dengan agama Allah dan menghancurkan syari'at Islam. Mereka dan orang-orang itu yaitu orang kafir dan orang fasiq tempat sebenarnya yang layak bagi mereka adalah di bawah tebasan pedang dan cemeti, bukan (menjadi) tempat menyandarkan pandangan dan pendapat. Dan ayat lain --ayat dalam surat Asy-Syuraa-- adalah seperti ayat ini, jelas, terang lagi tegas: Dan orang-orang yang memenuhi panggilan Tuhan mereka, mereka mendirikan shalat sedang urusan mereka (diputuskan) dengan cara musyawarah antara mereka, dan mereka menginfaqkan dari apa yang telah dikaruniakan kepada mereka, (QS. Asy-Syuraa:38)

Demokrat Adalah Musyrik

88

Syubhat Keempat Keikutsertaan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam Hilful Fudluul

Sebagian orang-orang dungu di antara mereka berdalih dengan keikutsertaan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam hilful fudluul sebelum kenabiannya, (mereka berdalih dengan ini) untuk melegalkan keikutsertaan dalam parlemen-parlemen tasyrii'iyyah syirkiyyah itu. Maka kita katakan dengan pertolongan taufiq Allah: Sesungguhnya orang yang berdalih dengan syubhat ini tidak terlepas dari keadaan-keadaan ini: Bisa jadi dia itu tidak mengetahui apakah hilful fudluul tersebut, sehingga dia ngelantur dengan apa yang tidak dia ketahui dan berkata dalam hal yang tidak ada pengetahuan tentangnya, atau bisa jadi orang itu adalah orang yang mengetahui hakikat hilful fudluul tersebut, terus justeru dia membaurkan yang haq dengan yang batil di hadapan manusia untuk mengaburkan cahaya dengan kegelapan, serta syirik dengan Islam. Ini dikarenakan bahwa hilful fudluul itu terjadi sebagaimana apa yang dikatakan oleh Ibnu Ishaq dalam Sirahnya, Ibnu Katsir45 dan Al Qurthubiy46 dalam tafsirnya tatkala kabilah-kabilah Quraisy berkumpul di rumah Abdullah Ibnu Jud'aan karena statusnya sebagai orang yang terhormat terus mereka saling berjanji dan saling bersumpah setia bahwa mereka tidak mendapatkan orang yang dianiaya di kota Mekkah baik dari warganya atau dari warga lain melainkan mereka pasti bangkit membelanya sehingga dia kembali mendapatkan haknya, kemudian pada akhirnya orang-

45 46

Al Bidayah Wan Nihayah: 2/291. Al Jami Li Ahkamil Qur'an 6/33, 1/169.

Demokrat Adalah Musyrik

89

orang Quraisy menamakan hilf tersebut sebagai hilful fudluul atau sumpah keutamaan. Ibnu Katsir berkata: Hilful fudluul adalah hilf yang paling mulia dan paling utama yang pernah didengar di kalangan Arab, sedangkan orang yang pertama kali memiliki ide itu dan mengajak kepadanya adalah AzZubair Ibnu Abdil Muthallib, dan penyebabnya adalah bahwa ada seorang laki-laki dari Zubaid datang ke kota Mekkah dengan membawa barang dagangan, terus dibeli oleh Al 'Aash Ibnu Waa'il namun dia tidak membayarnya, maka laki-laki itu mengadukan masalahnya kepada orangorang terpandang di sana, akan tetapi mereka enggan menolongnya untuk mengambil hak dari Al 'Aash Ibnu Waa'il dan justeru mereka malah menghardiknya. Tatkala laki-laki itu telah melihat keburukan yang makin berlipat, maka dia mendaki ke atas bukit Abu Qubais saat matahari terbit sedang orang-orang Quraisy berada di balai pertemuannya di sekitar Ka'bah, dia menyeru dengan suara yang sangat lantang: Wahai Alu Fihr tolonglah orang yang didhalimi dengan barang dagangannya... Di lembah Mekkah, yang jauh dari negerinya dan para penolongnya Dan bantulah orang yang sedang ihram yang berambut kusut lagi belum menyelesaikan umrahnya... Wahai orang-orang terpandang, dan wahai orangorang yang ada di antara Hijr (Ismail) dan Hajar (aswad) Sesungguhnya haraam itu bagi orang yang kemuliannya sudah mati Dan bukan haraam bagi orang yang aniaya lagi kotor... Maka bangkitlah Az-Zubair Ibnu Abdil Muththallib, seraya berkata: Apakah ini boleh dibiarkan?, Maka
Demokrat Adalah Musyrik

90

berkumpullah Bani Hasyim, Zuhrah dan Taim Ibnu Murrah di rumah Abdullah Ibnu Jud'aan, dia menyediakan makanan bagi mereka dan kemudian saling berjanji pada bulan haram Dzul Qa'dah, mereka berjanji karena Allah bahwa mereka akan satu tangan menolong orang yang didhalimi atas orang yang dhalim hingga menunaikan hak kepada yang dia dhalimi, mereka akan tetap teguh selama laut Shuufah masih basah dan selama gunung Tsabiir dan Haraa masih terpancang. Maka orang-orang Quraisy menamakan hilf ini dengan hilful fudluul, mereka mengatakan: Orang-orang itu telah masuk kedalam hal keutamaan, maka mereka berjalan menuju Al 'Aash Ibnu Waa'il kemudian mengambil paksa harta laki-laki itu dan kemudian menyerahkannya kepada dia. Qasim Ibnu Tsabit menyebutkan dalam Gharibul Hadits: Bahwa seorang laki-laki dari Hats'am datang ke kota Mekkah dengan tujuan haji dan dia disertai oleh puterinya yang dipanggil Al Qatuul yang tergolong wanita tercantik pada masanya, terus wanita itu diculik darinya oleh Nabih Ibnu Al Hajjaj dan terus menyembunyikannya, maka si orang tua itu berkata: Siapa orang yang bisa membantu saya untuk mengadili laki-laki itu?. Maka dikatakan kepadanya: Mintalah kamu bantuan dengan Hilful Fudluul. Maka dia berdiri di samping Ka'bah dan menyeru: Wahai orang-orang hilful fudluul tolonglah!! Maka tiba-tiba mereka berdatangan menghampirinya dari setiap penjuru dengan menghunuskan pedang-pedangnya seraya berkata: Telah datang kepadamu pertolongan, ada apa?47 Maka dia berkata: Sesungguhnya Nabih telah
47

Perhatian: Seandainya kita berdalil dengan hal ini terhadap bolehnya membentuk/mengorganisir jama'ah

atau front bersenjata untuk menolong orang yang didhalimi, dan untuk inkar munkar bila tidak ada Negara Islam dan imam tidak ada, dengan dalil bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam telah memuji hilful fudluul ini, padahal itu terbentuk di zaman negara kafir dan tidak ada imam. saya katakan: Seandainya kita berhujjah dengan dalil mereka ini atas masalah tersebut, tentu mereka membid'ah-bid'ahkan kami dan menyerang kami, serta mengatakan ungkapan keji terhadap kami.,akan tetapi berdalil dengannya atas bolehnya sumpah untuk menghormati kemusyrikan dan untuk ikut serta dalam tasyrii' sesuai dengan undang-undang Iblis dan untuk kemusyrikan, kesesatan, dan penyimpangan mereka lainnya tentu itu adalah hal yang boleh-boleh saja menurut akan-akal mereka yang sudah keropos. Enyahlah dan enyahlah mereka itu.

Demokrat Adalah Musyrik

91

menganiayaku dengan menculik puteri saya, maka mereka berjalan bersamanya hingga sampai di pintu rumahnya, maka dia keluar menemui mereka, mereka berkata kepadanya: Enyahlah, cepat keluarkan wanita itu! Kamu sudah mengetahui perjanjian yang kami pegang, maka dia berkata: Saya akan mengeluarkannya, akan tetapi izinkan saya untuk menikmatinya semalam saja, maka mereka mengatakan: Tidak, meskipun sesaat saja, maka dia menyerahkan wanita itu kepada mereka. Az-Zubair berkata tentang hilful fudluul: Sesungguhnya fudluul telah bersepakat dan berjanji Akan tidak adanya yang dhalim di lembah Mekkah Itu adalah yang mereka sepakati dan mereka janjikan Maka orang yang melindungi dan yang dalam kesusahan adalah selamat di antara mereka.48 Dalam hilf ini dan sekitar tujuan-tujuan itu, orangorang yang berdalih dengannya menggabungkannya dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan AlHumaidiy bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata:

) .(
Saya telah menyaksikan dirumah Abdullah Ibnu Jud'aan suatu hilf yang lebih saya sukai daripada unta merah (harta paling mahal), seandainya saya diajak kepadanya di dalam Islam tentu saya menghadirinya. Oleh sebab itu Al-Humaidiy menambahkan: Mereka bersepakat untuk mengembalikan hak kepada pemiliknya dan untuk tidak ada orang dhalim menganiaya yang didhalimi".

48

Dari Kitab Al Bidayah wan Nihayah karya Al Hafizh Ibnu Katsir.

Demokrat Adalah Musyrik

92

Kami bertanya kepada mereka di sini:

Apa wajhuddilaalah (sisi pengambilan dalil) -wahai ahli fiqh- dan istidlaal dari hilf ini dan keutamaan yang dikandungnya atas bolehnya masuk majelis yang di dalamnya dilakukan tasyrii' (pembuatan hukum dan perundang-undangan yang padahal hak khusus Allah) sesuai dengan undang-undang Iblis, dan para penghuni majelis ini memulai majlis mereka dengan sumpah untuk menghormati hukum kafir dan undang-undangnya, dan untuk loyalitas terhadap para penyembahnya dan thaghut-thaghutnya yang selalu memerangi dienullah dan para auliyaa-Nya yang dimana para thaghut itu ber-walaa' terhadap musuh-musuh Allah dan terhadap kekafirankekafiran mereka.?? Apakah dalam hilful fudluul itu ada kekafiran, kemusyrikan, tasyrii bersama Allah, dan menghormati dien selain dienullah, sehingga kalian bisa berdalil dengannya..??

Bila kalian mengatakan ya ada... berarti kalian mengklaim bahwa Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam telah ikut serta dalam kekafiran, tasyrii' dan telah mengikuti dien selain dienullah, serta bahwa beliau bila diajak di dalam Islam terhadap hal seperti itu tentu beliau akan memenuhinya!!! Siapa yang mengklaim ini maka berarti dia telah menjadikan manusia dan jin sebagai saksi akan kekafiran dirinya, kemurtadannya, dan kezindiqannya.. Bila kalian mengatakan: Tidak ada, di dalamnya tidak ada kekufuran, tasyrii', dan bahkan tidak ada satupun kemunkaran. Semua yang ada di dalamnya adalah menolong orang yang didhalimi, membantu orang yang dalam bencana dan keutamaan-keutamaan lainnya.
Demokrat Adalah Musyrik

93

Maka bagaimana kalian menghalalkan dan membolehkan untuk mengqiyaskannya dengan majlismajlis kekafiran, fasiq, dan maksiat.

Kemudian kami bertanya kepada mereka dengan


pertanyaan yang jelas, dan kami menginginkan dari mereka kesaksian yang terang atas Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam jawaban pertanyaan ini {Kesaksian mereka itu akan dicatat dan mereka akan dimintakan pertanggung jawaban}49 Seandainya yang ikut serta dalam hilful fudluul ini bagaimanapun bentuk hilf itu tidak bisa ikut serta di dalamnya, kecuali bila bersumpah terlebih dahulu sebelum masuk di hilf itu untuk menghormati Latta, 'Uzzaa, dan Manat, serta untuk selalu loyalitas terhadap dien Quraisy yang kafir, terhadap berhala-berhalanya dan kejahiliyyahannya... kemudian untuk menolong orang yang didhalimi, membantu orang yang dalam bencana serta yang lainnya.. Saya berkata: Bila keadaannya seperti itu apakah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam mau ikut serta di dalamnya, atau memenuhi undangannya bila diundang untuk sepertinya di dalam Islam ini???? Jawablah wahai para penyembah mashlahat dan anggapan-anggapan baik...!! Dan (jawablah) wahai orangorang yang sering meramaikan perayaan-perayaan dan pameran...!!! Bila mereka berkata: Ya, Rasulullah akan menghadirinya dan ikut serta di dalamnya... Dan itu memang yang telah terjadi," maka berarti umat telah berlepas diri dari mereka ini, dan mereka telah menjadikan seluruh makhluk sebagai saksi akan kekafiran diri mereka.
49

Az- Zukhruf:19.

Demokrat Adalah Musyrik

94

Bila mereka berkata: Tidak, dan tidak mungkin itu terjadi dari Rasulullah... Maka kami mengatakan: Kalau demikian maka tinggalkanlah igauan dan celotehan-celotehan murah itu dan kalianpun mengetahui bagaimana dan dengan apa kalian berdalil itu.

Demokrat Adalah Musyrik

95

Syubhat Kelima Mashlahat Dakwah

Mereka mengatakan: Sesungguhnya masuk dalam majelis-majelis itu mengandung banyak maslahat. Bahkan sebagaian mereka mengklaim bahwa majelis itu pada dasarnya adalah mashlahat mursalah, dan mereka menyebutkan: Bisa berdakwah kepada agama Allah, bisa menyampaikan yang haq. Mereka juga menyatakan: Merubah sebagian kemungkaran dan meringankan sebagian tekanan terhadap dakwah dan para du'aat. Mereka juga mengatakan: Untuk tidak membiarkan tempat-tempat dan majelis-majelis itu dipenuhi orangorang Nashrani, atau komunis atau yang lainnya... dan sebagian mereka lebih dahsyat lagi dan mengatakan: Ini adalah untuk mashlahat tahkiim syarii'at Allah (pemberlakuan hukum Islam) dan penegakkan dien-Nya (penegakkan ajaran-Nya) lewat MPR/DPR/Parlemen.... dan maslahat-maslahat yang mereka klaim, impiannya dan keinginannya. Semua itu berkisar sekitar mashlahat (dakwah).50 Maka kami katakan dengan taufiq Allah Subhanahu Wa Taala: Siapa yang berhak menentukan mashlahat-mashlahat dien-Nya dan hamba-hamba-Nya, serta mengetahuinya dengan sebenar-benarnya? Allah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui?? Atau kalian dengan anggapananggapan baik (istihsan) kalian dan mashlahat-mashlahat (ishtishlaah) yang kalian klaim??
50

Syaikhul Islam dalam masalah ini memiliki fatwa yang menggugurkan anggapan-anggapan baik, dan

klaim-klaim mashlahat yang rusak seperti ini dengan dalih mashlahat dakwah..Kami telah mentahqiqnya, memberikan ta'liq dan memberikan muqaddimah-muqaddimah penting yang kami beri nama: Al-Qaul AnNafiis Fi Khid'ati Iblis, silahkan rujuk bagi yang mau mencari tambahan dalam masalah ini. Saudara-saudara kami di An Nur Lil I'lam Al Islamiy di Denmark telah mencetaknya dan merekamnya dalam kaset.

Demokrat Adalah Musyrik

96

Bila kalian mengatakan: Kami. Maka kami katakan: Berarti bagi kalianlah agama kalian dan bagi kamilah agama kami, kami tidak akan menyembah apa yang kalian sembah, dan kalian bukan penyembah Tuhan yang kami sembah... sebab Allah Subhanahu Wa Taala mengatakan: Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al-Kitab,51 (QS. Al Anam: 38) Dia berfirman seraya mengingkari terhadap orang-orang demokrat dan yang serupa dengan mereka: Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja,52 (Al Qiyamah: 36) Dan firman-Nya Subhanahu Wa Taala: Apakah kalian mengira bahwa kami menciptakan kalian secara main-main (saja). (QS. Al-Mukminuun: 115) Ini dalam agama dan ajaran kami. Adapun dalam ajaran dan agama demokrasi adalah tidak adanya tempat bagi ayat-ayat yang muhkam ini, karena manusia menurut mereka adalah penentu hukum bagi dirinya, mereka mengatakan: Ya, manusia itu sudah ditinggalkan begitu saja, dia memiliki kebebasan penuh untuk memilih, mengakui, meninggalkan, dan menetapkan tasyrii' dan ajaran yang dia inginkan. Baginya tidak penting apakah aturan yang dia buat-buat itu sesuai dengan apa yang ada
51 52

Al An'aam: 38. Al Qiyamah:36.

Demokrat Adalah Musyrik

97

di dalam Kitabullah atau justeru bertentangan. Yang penting pedomannya adalah jangan sampai bertentangan dengan aturan dan konstitusi yang ada.

Ah (celakalah) kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah. Maka apakah kalian tidak berakal. (QS. AlAnbiyaa: 67) Bila mereka mengatakan: Justeru Allah Subhanahu Wa Taala sajalah Dzat satu-satunya yang berhak menentukan mashlahat-mashlahat itu dengan sebaik-baik penentuan, karena Dia-lah yang telah menciptakan makhluk-Nya sedang Dia lebih mengetahui akan mashlahat-mashlahat mereka. Apakah Allah Yang Menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan apa yang kamu rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (QS. Al Mulk: 14) Kami bertanya kepada mereka: Apakah mashlahat terbesar dalam kehidupan ini yang telah Allah tetapkan, dan karenanya Dia telah mengutus para rasul, Dia menurunkan Kitab-Kitab, Dia mensyari'atkan jihad dan istisyhaad, serta untuk merealisasikannya Daulah Islamiyyah ditegakkan... wahai para para du'aat (yang mengaku ingin mengembalikan) khilafah??????? Bila mereka kesana kemari ngawur, kelabakan dalam mashlahat-mashlahat juz'iyyah (parsial) lagi nomor dua dan berpaling dari pokok segala pokok. Maka kami katakan kepada mereka: Buang dari kalian ucapan ngawur dan igauan itu, dan duduklah untuk belajar pokok dien kalian, pelajarilah makna Laa ilaaha Illallaah yang di mana dakwah, jihad, istisyhad tidak mungkin
Demokrat Adalah Musyrik

98

diterima tanpa merealisasikannya dan tanpa mengetahui maknanya. Bila mereka mengatakan: Mashlahat terbesar dalam kehidupan ini adalah memurnikan tauhid hanya bagi Allah Subhanahu Wa Taala, menjauhi apa yang menyalahinya dan yang membatalkannya berupa syirik dan tandiid (menjadikan tandingan bagi Allah). Maka kita katakan: Apakah masuk akal wahai orangorang yang berakal!!! Kalian menghancurkan mashlahat yang agung lagi menyeluruh dan qath'iy, kemudian kalian bersekongkol dengan thaghut-thaghut itu, di atas ajaran yang bukan ajaran Allah (demokrasi), kalian menerima dan menghormati hukum yang bukan hukum-Nya Subhanahu Wa Taala (yaitu undang-undang dasar), dan kalian mengikuti arbaab musyarri'iin (tuhan-tuhan para pembuat hukum dan perundang-undangan) yang bermacam-macam di samping Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?? Kalian dengan perbuatan ini hancurkan maslahat terbesar dalam kehidupan yaitu tauhid dan kufur terhadap thaghut... demi mencapai mashlahat parsial yang hanya sekedar perkiraan yang tidak jelas??? Timbangan apa, akal siapa, ajaran apa, serta agama apa yang rela akan hal ini. Tidak ada yang rela kecuali agama demokrasi kafir itu?? Bagaimana sebagian di antara kalian berani mengklaim bahwa majelis-majelis syirik ini adalah bagian dari mashalih mursalah. Sesungguhnya maslahat mursalah menurut ulama yang memakainya adalah: (Mashlahat yang tidak diakui dan tidak digugurkan oleh syari'at). Maka apakah kalian mengklaim bahwa syari'at tidak menggugurkan kekafiran dan kemusyrikan, serta tidak membathilkan setiap ajaran yang bertentangan dengan dienul Islam dan setiap millah yang berseberangan dengan millah tauhid??

Demokrat Adalah Musyrik

99

Kemudian dakwah macam apa yang kalian klaim bisa kalian sampaikan, dan kebenaran macam apa yang kalian klaim disuarakan di majelis-majelis syirik ini setelah kalian mengubur pokok dari segala inti dakwah Islamiyyah dan pusat segala roda kebenaran yang jelas?? Apakah pokok dari segala pokok dan mashlahat terbesar itu dikubur dan ditimbun demi untuk menggolkan hal-hal parsial dan cabang-cabang dari agama ini di atas kuburannya..?? Kemudian saat kalian berusaha menggolkan (hal-hal) parsial dan far'iiy-far'iiy itu seperti orang yang berusaha menggolkan undang-undang haramnya khamr kepada apa kalian menyandarkan tuntutan-tuntutan kalian akan haramnya khamr itu, dan dengan apa kalian berdalil dan memberikan alasan hukum?? Apakah kalian mengatakan: Allah Subhanahu Wa Taala berfirman, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda?? Kemudian bila kalian mengklaim ini, maka kalian adalah dusta, karena hal ini tidak dijadikan sandaran (baca: tidak dianggap, ed) dalam agama demokrasi dan dalam syari'at undang-undang, kecuali apa yang didukung oleh undang-undang dan diakuinya serta dikuatkannya, tidak diragukan lagi kalian pasti akan mengatakan: Sesuai dengan pasal dua dan pasal 24... dan pasal 25... dan hal serupa berupa hukum-hukum dan perundang-undangan kafir dan sesat ini. Maka apakah setelah ini ada kekafiran, syirik dan ilhaad?? Apakah masih ada tersisa bagi orang yang meniti jalan ini ashluddien, millah, dan tauhidnya...????
Demokrat Adalah Musyrik

100

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya (QS. An-Nisaa: 60) Berilah kami jawaban... apakah mungkin membuat undang-undang atau hukum di sarang-sarang paganisme ini selain melewati jalan-jalan (jalur-jalur) kemusyrikan dan kekufuran...??? Berilah kami jawaban wahai para pengklaim mashlahat dan orang-orang yang merasa lebih paham...!! Dan termasuk berhukum dengan apa yang Allah turunkan -yang kalian tangisi-, apakah kalian ingin menggolkannya lewat jalan syirik ini..??? Apakah kalian tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran dan sudah dibentengi.karena seandainya itu berhasil ini hanya mengandai-andai maka itu tidak akan menjadi hukum Allah, akan tetapi itu adalah hukum undang-undang, hukum rakyat, dan hukum mayoritas. Tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya firman Allah, lapang dada untuk menerima syari'at-Nya dan untuk menghambakan diri kepada-Nya Subhanahu Wa Taala. Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi, syari'at undang-undang, dan hukum rakyat serta hukum mayoritas, maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya, karena Allah Subhanahu Wa Taala telah berfirman:
Demokrat Adalah Musyrik

101

Keputusan (hukum) itu hanyalah milik Allah, (QS. Yusuf: 40) Allah tidak mengatakan: Keputusan itu hanyalah milik manusia dan Allah Subhanahu Wa Taala juga berfirman: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, (QS. Al-Maaidah: 49) Allah tidak mengatakan: menurut seperti apa yang Allah turunkan," atau, dan hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan undang-undang buatan, justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi. Kemudian mana kalian? Apakah kalian masih tertidur dan (terlena dalam, ed) kesesatan kalian yang lalu? Apakah kalian mengubur kepala kalian dalam pasir... Apakah kalian tidak menyaksikan percobaan-percobaan orang-orang seperti kalian yang ada di sekitar? Lihatlah, ini Al-Jazair, itu Kuwait, di sana ada Mesir, dan banyak lagi yang lainnya. Apakah kalian masih belum yakin bahwa ini adalah permainan kufriyyah, pertunjukan syirkiyyah yang timpang lagi tertutup jalannya?? Apakah kalian masih belum percaya bahwa majelis-majelis ini adalah bola mainan di tangan thaghut, dia bisa membukanya, menutupnya, mengaktifkannya, dan membubarkannya kapan saja dan saat dia suka,53 dan sesungguhnya tidak akan ada undangundang yang dibuat sehingga disahkan dan disetujui oleh thaghut.54 Maka kenapa kalian masih tetap bersikukuh di
53

Pasal 34 dalam undang-undang Yordania ayat 2:

Raja mengajak majelis rakyat untuk berkumpul, membukanya, menangguhkannya, dan membubarkannya sesuai dengan hukum-hukum undang-undang," dan dalam ayat 3: Raja berhak membubarkan majelis perwakilan,"
54

Pasal 79 dalam undang-undang Kuwait:

Demokrat Adalah Musyrik

102

atas kekufuran yang jelas ini.dan ngotot di atas kehinaan yang nampak ini..?? Kemudian setelah semua ini jelas, tetap saja engkau bisa mendapatkan orang-orang itu dengan lugasnya meneriakkan dan mengatakan: Bagaimana majelis-majelis ini kita biarkan bagi orang-orang komunis atau Nashrani... atau orang-orang kafir lainnya...?? Enyahlah, dan enyahlah, binasalah, dan binasalah kalian. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman: Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka adzab yang pedih, (QS. Ali Imran: 176) Bila kalian tergolong orang-orang kafir mulhid, maka senanglah kalian dengan keikutsertaan dan ikut ambil bagian. Silahkan ikut serta bersama mereka dalam kekafiran dan kemusyrikannya bila kalian mau, akan tetapi ketahuilah bahwa kebersamaan kalian bersama mereka dalam keadaan ini tidak hanya terbatas di kehidupan dunia, namun sebagaimana apa yang Allah Subhanahu Wa Taala
Undang-undang tidak sah kecuali bila diakui oleh majelis rakyat dan diakui oleh emir dan dalam pasal 93 ayat 1 dalam undang-undang Yordania: Setiap hukum baru yang diakui oleh majlisul a'yaan dan majelis perwakilan disodorkan ke Raja untuk disahkan, dan dalam ayat 3: Bila raja tidak setuju untuk mengesahkan undang-undang, maka dia selama enam bulan dari tanggal penyerahan kepadanya berhak untuk mengembalikannya ke majelis, Perhatikan, bahwa di Yordania itupun harus melewati pengesahan raja juga dan pengesahan majlisul a'yaan yang para anggotanya ditunjuk oleh raja pula... akan tetapi dengan ini semua orang-orang itu (orang yang mengaku partai Islam) tetap tidur pulas dalam kesesatannya.

Demokrat Adalah Musyrik

103

firmankan dalam surat An-Nisaa setelah menghati-hatikan dari majelis-majelis seperti ini dan Dia memerintahkan untuk menjauhi para pelakunya serta tidak duduk bersama mereka, karena kalau tidak mau menuruti perintah-Nya maka orang yang duduk itu adalah sama seperti mereka, Dia berfirman seraya menghati-hatikan: Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orangorang munafiq dan orang-orang kafir di dalam Jahannam," (QS. An-Nisaa: 140) Apakah setelah semua penjelasan ini kalian masih belum yakin bahwa itu adalah kemusyrikan yang terang dan kekafiran yang jelas.?? Apakah kalian tidak mengetahui bahwa itu adalah dien selain dienullah?? Apakah belum yakin bahwa sesungguhnya itu adalah millah bukan millah tauhid?? Apa alasannya kalian bersemangat di atasnya?? Tinggalkan itu buat mereka, ya tinggalkan itu, jauhilah, dan biarkanlah buat para pemeluk ajarannya,55 ikutilah millah Ibrahim yang murni sedang dia bukan tergolong orangorang musyrik, dan katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh cucunya, yaitu Yusuf 'alaihissalam pada saat dia dalam keadaan lemah tertindas di balik jeruji besi penjara:
55

Dan bila kalian bertanya apa solusinya, maka ketahuilah bahwa Islam telah membawa solusi yang paling

agung dan paling menakjubkan serta paling ditakuti oleh musuh, yaitu Al Jihad. Realisasikan tauhid dengan benar, bersatulah dalam satu panji, kemudian angkatlah pedang jihad untuk menegakkan panji Laa ilaaha Illallaah. Saat hal ini diumumkan maka segalanya akan tampak, ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan mencabut kehinaan yang meliputi umat Islam ini, kecuali bila mereka kembali meneriakkan dan mengangkat pedang jihad melawan thaghut-thaghut yang murtad kemudian melawan orang-orang kafir asli.Pent.

Demokrat Adalah Musyrik

104

Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orangorang yang tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub. Tidaklah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. (QS. Yusuf: 37-38) Wahai manusia...jauhilah thaghut, dan majelismajelisnya, berlepas dirilah darinya dan kafirlah kalian terhadapnya selama keadaan majelis-majelis seperti itu. Ini adalah kebenaran yang nyata, cahaya yang terang benderang, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiaptiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu, maka di antara umat ini ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orangorang yang telah pasti kesesatan baginya, (QS. An-Nahl: 36)
Demokrat Adalah Musyrik

105

Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah, kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. (QS. Yusuf 39-40) Jauhilah hal itu wahai kaum, berlepas dirilah dari orang-orangnya dan dari kemusyrikannya sebelum kesempatan berakhir dan sebelum datang suatu hari di mana hal itu (meninggalkan dan menjauhinya) adalah angan-angan kalian terbesar dan tertinggi, akan tetapi kesempatan sudah tiada, pada hari itu penyesalan tidak berguna lagi bagi kalian, tidak pula mengaduh dan mengeluh, semua tiada manfaatnya. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti, "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. (QS. Al-Baqarah: 167)
Demokrat Adalah Musyrik

106

Jauhilah sekarang juga, katakanlah kepada orangorangnya bila memang kalian di atas millah Ibrahim dan di atas jalan para nabi dan rasul sebagaimana yang kami katakan di penghujung perkataan kami ini: Wahai para penyembah undang-undang buatan.dan hukum-hukum bumi rendahan. Wahai para pengusung agama demokrasi... Wahai anggota-anggota dewan pembuat undangundang... (Ketahuilah) sesungguhnya kami berlepas diri kepada Allah dari kalian dan dari ajaran kalian... Kami kafirkan kalian, dan kami kafir terhadap undang-undang syirik kalian, serta kami kafir pada majelis-majelis kemusyrikan kalian. (Ketahuilah) sesungguhnya telah tampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja...

Demokrat Adalah Musyrik

107

KISAH NYATA DI PARLEMEN Ambillah Pelajaran Wahai Orang-Orang yang Berakal56

Saya tidak pernah menduga bahwa apa yang telah Allah tetapkan di dalam Kitab-Nya dan lewat lisan RasulNya shallallaahu 'alaihi wa sallam membutuhkan persetujuan hamba-hamba Allah, akan tetapi saya dikejutkan bahwa firman Ar Rabb Yang Maha Tinggi itu senantiasa berada di dalam mushhaf tetap memiliki kesucian di hati-hati kami sampai hamba-hamba Allah di parlemen menyetujui untuk menjadikan firman Allah itu sebagai undang-undang. Bila ketetapan hamba-hamba Allah di parlemen itu berselisih tentang hukum Allah di dalam Al-Qur'an, maka sesungguhnya keputusan hambahamba Allah itu akan menjadi undang-undang yang dijadikan acuan dalam lembaga Yudikatif yang penerapannya mendapat jaminan dari lembaga Eksekutif, meskipun itu bertentangan dengan Al- Qur'an dan AsSunnah. Bukti atas hal itu adalah bahwa Allah Subhanahu Wa Taala telah mengharamkan khamr, akan tetapi parlemen mengizinkannya, dan Allah juga telah memerintahkan penegakkan huduud, akan tetapi parlemen menggugurkannya. Hasil yang ada sesuai dengan contohcontoh itu adalah bahwa apa yang ditetapkan oleh parlemen telah menjadi qanuun (undang-undang), meskipun itu berseberangan dengan Islam. Kalimat di atas adalah kesimpulan salah seorang ulama Islam yang pernah duduk di kursi parlemen sebagai wakil rakyat selama delapan tahun. Anggota dewan yang 'alim ini dahulu telah merasakan betapa pentingnya ceramah di atas mimbar-mimbar dan
56

Makalah Doktor Ahmad Ibrahim Khidlr yang disebarkan dalam edisi ke-66 dalam majalah Al Bayan

yang diterbitkan oleh Al Muntadaa Al Islamiy di London.

Demokrat Adalah Musyrik

108

pentingnya menulis di koran-koran. Setelah lama dia hidup menjalani metode-metode itu, dia semakin yakin terhadap pengaruh hasil yang dicapainya, akan tetapi dia merasakan bahwa sekedar (menulis dan ceramah) saja tidak bisa menghasilkan perubahan dalam undang-undang dan pengaruh yang berkesinambungan dalam kekuasaan Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif, maka akhirnya dia mencalonkan dirinya untuk menjadi anggota parlemen dalam rangka mencari metode baru untuk tujuan meninggikan kalimat Allah Subhanahu Wa Taala dengan pemberlakuan/penerapan syari'at Islamiyyah, ini untuk menyelamatkan hamba-hamba Allah dari kesesatan, dan melepaskan mereka dari kebatilan, serta merangkulnya ke dalam haribaan Islam. Akhirnya sang 'alim ini berhasil menjadi anggota parlemen di bawah motto (Berikan suaramu kepadaku, agar kami bisa menata dunia ini dengan agama), dan orang-orangpun memberikan suara mereka kepadanya karena merasa percaya kepadanya, meskipun banyak caracara pemalsuan dan manipulasi dalam pemilu-pemilu itu. Maka keanggotaan sang 'alim ini terus berlangsung berturut-turut selama dua masa jabatan, kemudian setelah masa itu dia berkata: Sesungguhnya suara Islam itu sangatlah sulit mendapatkan gemanya di dua masa/priode ini. Pada suatu hari sang 'alim ini pergi menuju salah satu kantor kamtib untuk menyelesaikan kepentingankepentingan masyarakat, kemudian dia dikagetkan di kantor rehabilitas moral dengan keberadaan tiga puluh wanita yang duduk di atas lantai, maka dia bertanya: Apa kesalahan mereka? Maka seorang petugas menjawab kepadanya: Sesungguhnya mereka itu adalah wanitawanita jalang (WTS/PSK)". Maka si 'alim bertanya: Mana para laki-laki hidung belangnya, karena itu adalah kriminal yang tidak mungkin dilakukan kecuali antara laki-laki
Demokrat Adalah Musyrik

109

pezina dengan wanita pezina". Maka si petugas memberitahukan kepadanya, bahwa si laki-laki pezina bagi mereka adalah hanyalah sekedar saksi bahwa dia telah melakukan zina dengan wanita ini dan dia telah memberinya bayaran atas hal itu, kemudian dia (si wanita) dikenakan hukuman bukan karena dia telah berzina akan tetapi karena dia telah meminta upah. Ternyata orang yang mengaku bahwa dirinya berzina telah berubah menjadi saksi atas si wanita, dan undang-undang tidak menoleh kepada pengakuan zina orang tersebut. Sang wakil yang 'alim ini berang, marah karena Allah, maka si petugas berkata kepadanya dengan santainya: (Kami hanya melaksanakan undang-undang yang kalian tetapkan di parlemen). Akhirnya si wakil yang 'alim ini mengetahui bahwa meskipun banyaknya orang yang menyuarakan penerapan syari'at dan meskipun itu didukung oleh Kitabullah dan Sunnah rasul-Nya, maka sesungguhnya harapan-harapan akan penegakkan syari'at itu tidak mungkin terealisasi kecuali lewat jalur parlemen yang mereka namakan (kekuasaan legislatif). Dan dikarenakan badan yudikatif itu tidak memutuskan kecuali dengan undang-undang yang bersumber dari parlemen, serta karena kekuasaan eksekutif tidak akan bergerak untuk melindungi Al Qur'an dan As-Sunnah serta tidak pula bergerak melindungi AlIslam, kecuali dalam batas kesucian apa yang telah diakui oleh parlemen, maka sang 'alim ini meyakini bahwa mencapai tujuan ini adalah mungkin saja, bila para anggota perlemen mengetahui bahwa ini adalah firman Allah, ini sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan ini hukum Islam, supaya mereka menetapkannya. Berangkatlah sang waki rakyat yang 'alim ini, terus dia mengajukkan program penggodokan undang-undang untuk menegakkan huduud syar'iyyah, program penggodokan undang-undang untuk mengharamkan riba dengan
Demokrat Adalah Musyrik

110

pengajuan solusi pengganti, program penggodokkan undang-undang untuk menertibkan sarana-sarana informasi agar sesuai dengan hukum-hukum Allah, program penggodokkan undang-undang untuk menghormati kesucian bulan Ramadlan dan tidak terang-terangan melakukan pembatal shaum di siangnya, program penggodokkan undang-undang untuk membersihkan pantai-pantai wisata dari hal-hal porno/cabul/keji/dll, serta program-program Islamiyyah lainnya. Program-program ini dia tandatangani dan ikut pula menandatanganinya sekian banyak anggota parlemen. Wakil yang 'alim ini berangkat untuk menunaikan umrah disertai sebagian anggota parlemen itu. Di sisi hajar aswad mereka berjanji kepada Allah untuk selalu memperjuangkan syari'at Allah di parlemen. Kemudian mereka naik pesawat menuju Al-Madinah Al-Munawwarah, dan di sana juga mereka saling berjanji setia untuk menyuarakan suara-suara mereka demi membela syari'at Allah bukan membela partai-partainya. Sang wakil rakyat yang 'alim ini menyalahkan ketiga lembaga itu (Eksekutif, Yudikatif, dan Eksekutif) atas pelegalan hal-hal yang diharamkan dan penyimpangan terhadap syari'at. Dia mengancam menteri keadilan bahwa dia akan menggunakan hak interpelasi terhadapnya setelah beberapa bulan, karena si menteri tidak menyerahkan apa yang telah diselesaikan berupa undang-undang pemberlakuan syari'at Islam. (Ternyata) si menteri itu tidak memenuhi apa yang diminta oleh sang wakil tersebut, maka dia menginterpelasi sang menteri itu --Interpelasi dalam kamus parlemen adalah mengharuskan pejabat yang diinterpelasi untuk menjawab apa yang diajukan oleh anggota parlemen selama keanggotaan si menteri itu belum gugur atau si menteri yang diinterpelasi belum keluar dari jabatan kementerian dan si wakil itu terus saja menginterpelasi si menteri dan pemerintahpun justeru
Demokrat Adalah Musyrik

111

mendukung si menterinya dan bersikeras berusaha untuk menggugurkan interpelasi itu. Pada saat runcingnya hak interpelasi si wakil itu, maka pemerintah merombak kabinetnya dan tidak ada yang diberhentikan dari jabatan menteri, kecuali menteri keadilan itu, jadi dia dicopot dari jabatannya supaya hak interpelasi itu menjadi gugur. Perlakuan ini sering terjadi berulang-ulang sehingga menjadi kaidah yang jitu saat berhadapan dengan parlemen. Si wakil rakyat itu kembali bertanya-tanya kepada para anggota dewan seraya berkata: Sesungguhnya proyek-proyek undang-undang Islamiyyah itu disimpan di laci-laci panitia, sedangkan kalian telah berjanji kepada Allah di Al- Haramain untuk menjadikan suara-suara kalian ini bagi Allah dan Rasul-Nya. Dan si wakil rakyat itu meminta mereka agar menanda tangani untuk menuntut pemberlakuan secepatnya syari'at Islamiyyah, maka merekapun memenuhi permintaannya dan menandatangani apa yang diminta oleh sang wakil, kemudian sang wakil rakyat yang 'alim ini menyimpan berkas ini di sekretariat parlemen. Dia meminta atas nama semua anggota dewan agar memperhatikan undangundang syari'at Allah. Maka ketua parlemenpun bangkit dan menuntut atas nama semua anggota agar kembali memperhatikan undang-undang penerapan syari'at Allah, dan dia berkata: Sesungguhnya pemerintah ini memiliki semangat yang sama dengan kalian untuk membela Islam, akan tetapi kami meminta dari anda-anda kesempatan untuk melakukan lobi-lobi politik, maka semua anggota yang menandatangani dan yang telah berjanji di Al-Haramain untuk memberlakukan syari'at Islam bertepuk tangan dan menyetujui permintaan itu, sehingga lenyaplah sudah tuntutan penerapan secepatnya akan syari'at Islam, dan menanglah pemerintah.

Demokrat Adalah Musyrik

112

Maka keputusasaan telah meliputi diri sang wakil rakyat yang 'alim itu, karena ketidakberhasilan usahausahanya dalam rangka menegakkan syari'at bersamasama dengan para anggota yang telah dia ajak kemudian mereka menyetujuinya, lalu setelah itu mereka justeru berpaling. Akan tetapi dia suatu hari dikejutkan dengan satu usulan dari ketua parlemen untuk menyepakati dibentuknya panitia umum dalam rangka mengundangundangkan syari'at Islamiyyah, maka ternyata jelaslah tujuan sebenarnya, dia mendapatkan bahwa keputusan pemerintah yang tiba-tiba ini tidak lain untuk menutupi kebobrokan maha besar yang telah mencoreng negeri dan pemerintah ini tidak mengambil keputusan untuk kepentingan Islam. Sang wakil rakyat itu tetap menyambut rencana ini meskipun dia mengetahui tujuan sebenarnya. Panitiapun berkumpul, akan tetapi si wakil rakyat merasakan ketidakseriusan pemerintah terhadap penerapan syari'at Allah, karena seandainya pemerintah memang menginginkan ridla Allah, tentu di sana ada halhal yang tidak membutuhkan proses-proses. Penutupan pabrik-pabrik khamr mungkin dilakukan dengan satu goresan pena, dan penutupan diskotik dan bar-bar bisa dengan satu goresan pena pula. Ada fenomena yang menunjukan bahwa di balik itu ada tujuan sebenarnya, yang semuanya memberikan pengaruh dalam jiwa sang wakil yang sebenarnya merupakan salah satu kaidah dalam menghadapi parlemen yang isinya adalah: Bahwa syari'at Allah tidak akan terealisasi selama-lamanya lewat tangantangan anggota parlemen. Masyarakat dan si wakil rakyat ini dikejutkan dengan dibubarkannya parlemen, padahal sebelumnya dia adalah ketua panitia proyek-proyek penerapan syari'at Islamiyyah dan dia terus melakukan pengkajian dan penyusunan

Demokrat Adalah Musyrik

113

undang-undang bersama panitia dalam tiga puluh pertemuan. Pada saat kekosongan (kevakuman) parlemen muncullah keputusan yang sangat berbahaya dalam masalah yang menyentuh langsung kehidupan pribadi masyarakat. Maka sang wakil rakyat yang 'alim ini berdiri menghadang keputusan ini, karena itu bertentangan dengan Islam dan undang-undang dasar, akan tetapi kaidah yang baku mengatakan: Sesungguhnya parlemen itu bisa dibubarkan dengan dekrit bila negara hendak memaksakan sesuatu atas masyarakat, meskipun itu bertentangan dengan Islam. Adapun kaidah terpenting yang dijadikan landasan oleh parlemen adalah apa yang telah disimpulkan oleh sang wakil yang 'alim dengan ucapannya: Sesungguhnya meskipun saya diberi kemampuan menyampaikan hujjah-hujjah dan meskipun sikap saya ini berlandaskan Kitab dan Sunnah, maka sesungguhnya di antara aib parlemen dan tanggung jawabnya yang jelas nista adalah bahwa demokrasi itu menjadikan keputusan itu ada di tangan mayoritas secara mutlak dengan pasti, dan tidak ada batas serta tidak ada syarat meskipun bertentangan dengan Islam. Sang wakil mulai merasakan bahwa ada langkah dan usaha-usaha dari pemerintah, ketua parlemen dan partaipartai mayoritas untuk mempersempit geraknya. Kepemimpinan parlemenpun mulai melawan usahausahanya, dan menuduhnya bahwa dia menghambat pekerjaan-pekerjaan panitia, akan tetapi dia terus mengerahkan usaha dan kemempuannya. Dia mengajukan banyak pertanyaan yang belum dicantumkan dalam jadwaljadwal panitia, dan dia juga bangkit menuntut banyak permintaan untuk merubah jadwal, akan tetapi dia mendapati semua itu sudah dikubur dan tidak ada lagi
Demokrat Adalah Musyrik

114

wujudnya. Kemudian dia kembali menggunakan hak interpelasinya yang tidak bisa ditolak. Dia menginterpelasi menteri-menteri pemerintahan tentang penutupan yang dilakukan negara terhadap lembaga pengadilan syari'y dan wakaf, lembaga-lembaga pendidikan agama, pondokpondok tahfizh Al-Qur'anil Karim, dan tentang tindakannya terhadap kurikulum-kurikulum pendidikan di universitasuniversitas agama dengan dalih pengembangannya, dan tentang tekanannya terhadap mesjid-mesjid dengan cara mengeluarkan keputusan yang tidak membolehkan seorangpun meskipun dia itu adalah syaikh (ulama) untuk masuk tempat ibadah dan mengatakan meskipun dalam rangka nasihat agama ungkapan yang bertentangan dengan aturan kantor/tata tertib atau undangundang yang baku, dan siapa melakukannya maka dia ditahan dan dikenakan denda dan bila dia melawan, maka denda dilipatgandakan dan dipenjara. Sang wakil rakyat yang 'alim ini menginterpelasi menteri pariwisata, karena para siswa sekolah perhotelan dipaksa harus mencicipi khamr, mereka menolak lalu diberhentikan dari sekolah. Dia juga menginterpelasi menteri penerangan menuntut dibersihkannya saranasarana informasi dari hal-hal porno yang menghancurkan tatanan moral dan akhlak serta kesucian negeri. Interpelasi ke tiga kepada menteri perhubungan tentang fenomena buruk dan tindakan tidak maksimal terhadap sarana ini. Sang wakil rakyat yang 'alim ini telah merasa bahwa ia terus mengajukan berbagai macam interpelasi akan tetapi seolah-olah itu ditujukan terhadap drum yang bolong, maka ia berdiri di parlemen seraya meminta pertanggungjawaban ketuanya dan menuduhnya bahwa dia telah keluar dari tata-tertib parlemen. Maka ketua parlemen memerintahkan dalam permainan yang berkesan untuk memasukkan tiga interpelasi itu dalam satu kali pertemuan, padahal setiap interpelasi itu membutuhkan beberapa hari, kemudian dia memanggil salah satu fraksi parlemen dari partai mayoritas
Demokrat Adalah Musyrik

115

untuk menggulirkan interpelasi-interpelasi ini. Menteri pariwisata dipanggil lalu pemerintah yang menentang pencantuman interpelasi ini dalam jadwal kerja ikut campur karena di dalamnya ada kata-kata yang pedas yaitu (tuduhan yang dilontarkan pemilik interpelasi itu terhadap sang menteri, bahwa dia mengingkari hakikat sebenarnya dalam menjawab pertanyaannya) kemudian situasi dilimpahkan kepada para wakil rakyat di parlemen, maka mereka memutuskan untuk menghapuskan interplasi itu dan mereka menggugurkan apa yang dinamakan haq dustuuriy (hak undang-undang) sang wakil rakyat itu dalam meminta pertanggungjawaban pemerintah. Kemudian selanjutnya interpelasi ke dua yang diajukan kepada menteri penerangan, sebagaimana para wakil itu membela khamr, maka mereka juga membela dansa padahal mereka itu sudah berjanji kepada Allah untuk membela syari'at-Nya. Kemudian selanjutnya dibahas interplasi ke tiga, akan tetapi para wakil rakyat ini melihat bahwa permintaan tanggung jawab si menteri perhubungan ini sesuai dengan selera mereka (maka mereka membela interpelasi sang wakil rakyat itu), maka pada akhirnya sang wakil yang 'alim itu berdiri ke podium dan berkata kepada para wakil di parlemen: (Wahai hadirat para wakil yang terhormat, saya bukanlah penyembah jabatan, dan saya juga tidak menginginkan kursi ini karena kedudukannya, sungguh syi'ar saya dahulu adalah (Berikan suaramu kepadaku agar kami benahi dunia ini dengan agama) dan dahulu saya mengira bahwa cukup untuk mencapai tujuan ini dengan mengajukan proyek-proyek undang-undang Islamiyyah, akan tetapi telah nampak jelas bagi saya bahwa majelis kita ini tidak memandang hukum Allah kecuali lewat hawa nafsu kepartaian dan mana mungkin hawa nafsu itu mempersilahkan agar kalimat Allah itu adalah yang paling tinggi.

Demokrat Adalah Musyrik

116

Saya telah mendapatkan bahwa jalan saya untuk menuju tujuan itu telah dan selalu tertutup di antara kalian, oleh sebab itu saya mengumumkan pengunduran diri saya dari parlemen ini tanpa ada penyesalan dan rasa sayang akan hilangnya keanggotan saya ini). Dan pulanglah sang wakil rakyat yang 'alim ini ke rumahnya pada bulan April tahun 1981, dan majelispun ditutup. Sang wakil rakyat yang 'alim ini telah meninggalkan parlemen itu, kemudian beberapa tahun berikutnya dia pergi meninggalkan dunia yang fana ini, dan parlemenpun tetap selalu memutuskan, menetapkan hukum, dan melaksanakan dengan selain apa yang Allah turunkan.

Demokrat Adalah Musyrik

117

Situs kami di internet


www.almaqdese.com www.tawhed.ws www.alsunnah.info Situs bahasa indonesia www.millahibrahim.wordpress.com

Demokrat Adalah Musyrik

118