Anda di halaman 1dari 29

BAB I.

PROPOSAL USAHA CATERING


A. Latar Belakang Pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi. Pada kondisi masyarakat saat ini sungguh sebuah dilema kehidupan yang tetap dijalani oleh setiap lapisan masyarakat. Lapangan pekerjaan yang sulit menjadi harapan bagi sebagian orang untuk mendapatkannya dan terkadang harus bersaing untuk mendapatkannya. Disini perlu sebuah kreatifitas atau ide untuk mencari peluang bahkan menciptakan lapangan pekerjaan (JobCreator). Sebuah kemestian bagi setiap individu maupun instansi untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang seimbang. Untuk itulah kami disini sebagai bagian dari pelaku masyarakat merupakan generasi muda yang mencoba untuk berbuat dan berfikir kreatif dalam meciptakan peluang usaha untuk mencari sumber-sumber penghasilan yang sedikit banyak dapat membantu kehidupan kami maupun orang lain. Disisi lain saat ini setiap orang disibukkan oleh aktifitas yang menyita waktu, terkadang kesibukan tersebut menyebabkan orang lupa dengan kebutuhan pokok. Aktifitas yang dilakukan juga bermacam-macam ada yang bekerja rutin sebagai pegawai swasta atau negeri, kuliah, sekolah, bahkan aktifitas yang melibatkan beberapa orang seperti seminar, syukuran, pesta dan lain-lain. Melihat kondisi saat ini maka kami memilki ide untuk menciptakan peluang usaha dibidang kuliner yang menjadi kebutuhan pokok setiap orang. Maka dengan landasan diatas kami bentuk usahan yang bernama SITTI CHOIRUL Catering. B. Nama Usaha Usaha ini kami beri nama SITTI CHOIRUL Catering C. Visi Usaha Menciptakan Usaha Kuliner terbaik diSumatera Barat dan membentuk kemandirian D. Misi Adapun misi tujuan dari SITTI CHOIRUL Catering ini adalah : 1. Menberikan kemudahan dalam melayani kebutuhan pokok. 2. Menciptakan lapangan pekerjaan. 3. Membangun semangat enterprenuer / berwirausaha. 4. Menbangun kemandirian mahasiswa dalam menghadapi tantangan global. 5. Terciptanya ekononi bersama yang mandiri. 6. Terbentuknya usaha kuliner terbaik yang mengedepankan Pelayanan. Kenikmatan dan Keberkahan E. Sasaran Sasaran dari usaha ini sebagai berikut : 1. Mahasiswa. 2. Eksekutif. 3. Instansi Pemerintah.

4. Organisasi/LSM. 5. Toko-toko Kue dan Swalayan 6. Masyarakat. F. Bentuk Usaha. Bentuk usaha SITTI CHOIRUL Catering ini adalah usaha kuliner, Usaha mandiri bergerak sebagai usaha pelayanan konsumsi bagi setiap orang baik individu maupun kelompok atau instansi yang membutuhkan pelayanan jasa konsumen. Diantara pelayanan yang kami berikan diantaranya adalah : 1. Penyediaan Sarapan. 2. Penyediaan Nasi Bungkus. 3. Penyediaan Nasi Kotak. 4. Penyediaan Snack. 5. Pembuatan Kue Basah dan Kering. 6. Pelatihan/ Kursus Memasak

G. Pendirian dan Pendapatan Usaha Usaha ini telah didirikan sejak September 2007 dan diberi nama SITTI CHOIRUL Catering tanggal 6 Desember 2012. Pendapatan bersih usaha ini sebesar Rp. 3.000.000,-/ bulan dengan jenis usaha sarapan sebanyak 100-200 porsi/ hati. H. Tempat dan Waktu Operasional Pelaknanaan Produksi dan Pemasaran usaha ini ditempatkan Jl. Sawah Besar Kec. Kabila Kab Bone Bolango telp (0435) 8222221 Hp. 0813 7470 5462, 0813 6364 8886, 0813 7080 6902. Sedangkan Waktu operasional 18 jam dengan membagi menjadi 3 sift waktu kerja. Waktu dapat berubah-ubah dan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan. I. Team Leader SITTI CHOIRUL Catering memiliki team atau kelompok yang memiliki tugas untuk memanagemen sekaligus membuka jaringan keluar (marketing) guna pengembangan usaha. Team leader yang kami bentuk terdiri dari 3 (tiga) orang dan 3 orang manager yang memiliki tugas masing-masing diantaranya adalah sebagai manager keuangan, marketing dan produksi. Diluar Team leader ini kami juga membuka lapangan pekerjaan tidak tetap bagi setiap orang yang mau bekerja dalam usaha ini, (saat ini telah ada 7 orang pekerja). 1. Team Leader/ Dewan Direksi: 1. Raden Ruchban S.Pd. Hp. 0813 7470 5462 2. Reni Husain. Hp. 0813 6364 8886 3. Hanum Hulukatie Hp. 0813 7080 6902 Team Leader bertanggung jawab atas kelancaran seluruh proses usaha dan pemasaran, menciptakan sistem dan pemasaran, melakukan negosiasi bisnis, mencari investor, dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan perusahaan dengan dibantu oleh para staffnya. Team Leader akan mendapat gaji tetap sebesar 1.500.000,- perbulan.

2. Manager : Manager Marketing Pangi Syarwi Reinaldo Hayaranunyai, SH. Manager Keuangan Elfianti Manager Produksi Miftah Meilisa Fitri Harahap Manager bertanggung jawab atas masing-masing kerja yang disesuaikan dengan tugas yang diberikan team leader. Manager mendapat gaji tetap sebesar Rp. 1.000.000,3. Koky Terdiri dari 6 orang dan akan dibagi menjadi 3 kelompok yang memiliki tugas masingmasing. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan produksi dan bekerja selama 26 hari. Mendapatkan bayaran sebesar Rp. 1.000.000,- per bulan dan mendapatkan bonus tambahan diluar jam kerja. 4. Pekerja Terdiri dari 8 orang dan akan dibagi menjadi 3 kelompok yang bertugas membantu koky dalam meningkatkan produksi, bekerja selama 26 hari. Mendapatkan gaji sebesar Rp. 700.000,- per bulan dan menandapatkan bonus tambahan diluar jam kerja. J. Biaya Pembiayaan usaha ini berasal dari Investor ( rincian biaya terlampir) K. Produk SITTI CHOIRUL Caterig merupakan usaha pelayanan jasa catering antar jemput menyediakan menu yang dapat dipesan dengan harga terjangkau seperti: No. Jenis Harga Target Produksi 1. Sarapan Rp. 3.500,- 500 Bungkus 2. Sambal Rp. 3.500,- 500 Bungkus 3. Nasi Bungkus Rp. 6.500,- 100 Bungkus 4. Nasi Kotak 1 Protein Rp. 8.500,- 100 Bungkus 5. Nasi Kotak 2 Protein Rp. 10.000,- 100 Bungkus 6. Snack Biasa Rp. 2.000,- 100 Bungkus 7. Snack Special Rp. 3.500,- 100 Bungkus 8. Kue Kering/ Basah Rp. 600,- 500 buah Pemesanan dari produk SITTI CHOIRUL Catering paling lambat 3 hari sebelum acara, pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau bayar dimuka sebesar 60% dari total biaya. L. Kompetitor 1. Secara umum adanya catering-catering besar yang mengelola pesanan untuk acara pesta, seminar, pelatihan. (AA catering, Fina Catering dll). 2. Secara khusus tidak ada kompetitor yang secara spesifik sama dengan metode usaha ini diwilayah pemasaran ini, yang ada hanya restoran atau warung nasi yang tidak

memberikan pelayanan jasa antar dan pemberian diskon atau voucer. M. Resiko Usaha 1. Munculnya usaha yang sama pasca usaha ini. 2. Modal yang selalu berubah pada waktu-waktu tertentu akibat kebijakan ekonomi pemerintah, menyebabkan harga berubah. 3. Perubahan selera konsumen. 4. Pelanggan yang tidak tetap (khusus mahasiswa) yang setiap tahunnya selalu berganti. 5. Keadaan alam yang tidak dapat diperkirakan.

N. Faktor Penunjang Usaha 1. Memiliki koky berpengalaman baik seperti tamatan tataboga SMK dan Perguruan tinggi, serta mendapat sertifikat kursus memasak disebuah lembaga kursus. 2. Memiliki variasi menu kuliner yang memanjakan pelanggan. 3. Terletak dikawasan elite mahasiswa. 4. Terdapat perbedaan dengan usaha lain dalam satu wilayah, sehingga memudahkan pendapatan dan meminimalisir persaingan. 5. Memiliki tempat produksi yang memadai sehingga memudahkan untuk penyediaan dan penyimpanan barang produksi. 6. Belum ada usaha sejenis yang memiliki ruang lingkup dan dengan skala yang besar. 7. Dilalui jalur umum kendaraan bermotor. 8. dan faktor pendukung lainnya. O. Investasi Dalam investasi ini, kami membagi fungsi investor kedalam 2 : 1. Investor kapital Pihak pemodal yang menanamkan dananya pada usaha ini. Investor kapitas akan bertindak sebagai komisaris besifat pasif.

2. Investor Skill Adalah pihak pelaksana yang berinvestasi dalam bentuk waktu dan tenaga demi kemajuan usaha. Mulai dari penyusunan usaha, konsep, promo, kerjasama dan lain-lain. P. Sistem Bagi Hasil 1. Modal Pokok SITTI CHOIRUL Catering berasal dari investasi dari beberapa orang investor. Setiap investasi menggunakan sistem bagi hasil setelah dikurangi biaya operasional, dan sebagainya (akan dibahas secara kekeluargaan). pembagian keuntungan dan laporanan usaha akan dilakukan setiap 4 bulan. Perjanjian kerjasama ini bersifat mengikat dan dapat berubah melalui pembicaraan secara kekeluargaan.

Q. Penutup Usaha SITTI CHOIRUL Catering tidak mungkin terlaksana tanpa izin Allah SWT dan

kerjasama Investor, Pengelola, dan konsumen untuk memajukan usaha. Demikianlah profil usaha ini kami buat sebenar-benarnya dan penuh tanggung jawab. Besar harapan kami pada Bapak/ ibu agar bersedia bekerja sama. Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan jalan kita untuk menyukseskan usaha ini. Atas perhatian dan kerjasama dari Bapak/ibu kami ucapkan terima kasih. Lampiran I KELAYAKAN USAHA Nilai Plus 1. Lokasi Strategis (terletak 100 meter dari simpang 4 simpang malintang). Tempat nyaman dan asri memiliki pekarangan yang memadai untuk membuat palanta/ ruang santai bagi pengunjung. Penduduk tetap (dalam radius 5km) = 30 ribu jiwa, Domisili (Kost-kostan 10.300 orang). Terdapat minimal 50 wisma, Asrama mahasiswa, 300 Rumah Indekost dalam radius 5 km. Terdapat usaha-usaha pendukung dalam mendistribusikan usaha ini. 2. Produk Sarapan Sambal Nasi Bungkus Nasi Kotak Snack Aneka masakan dan minuman Kue Kering/ Basah

3. Strategi pemasaran MemberCard. DiscountCard. Door Prize. Even Organizer. Dan lain-lain. 4. Potensi Pasar Mahasiswa. Eksekutif. Instansi Pemerintah. Organisasi/LSM. Toko-toko Kue dan Swalayan Masyarakat. 5. Promosi

Penyebaran Pamflet di sekitar lokasi usaha, kampus. Penyebaran Leaflet di sekitar lokasi, kampus, halte, acara2 seminar, dsb. Pemasangan spanduk pada beberapa posisi strategis. SMS berantai. Dan sebagainya. 6. Aspek SDM Mewajibkan seluruh karyawan untuk menggunakan jilbab (perempuan) dan celana panjang (Laki-laki), Perekrutan dan pelatihan singkat, Pembinaan mingguan, (wajib bagi seluruh SDM terkait), Penggunaan reward and punishment bagi karyawan.

Lampiran II Sampel Menu

Lampiran III Anggaran Pembiayaan Aktiva Tetap SITTI CHOIRUL Catering No. Nama Harga Satuan Biaya 1. Motor 2 @ Rp. 1.500.000,- Rp. 3.000.000,2. Gas 3 @ Rp. 700.000,- Rp. 2.100.000,3 Kompor Gas 3 @ Rp. 400.000,- Rp. 1.200.000,4 Magic com 1 @ Rp. 2.500.000,- Rp. 2.500.000,5 Kompor minyak 4 @ Rp. 200.000,- Rp. 800.000,6 Dandang 4 @ Rp. 200.000,- Rp. 800.000,7 Kuali 3 @ Rp. 100.000,- Rp. 300.000,8 Oven 2 @ Rp. 500.000,- Rp. 1.000.000,9 Blender 2 @ Rp. 250.000,- Rp. 500.000,10 Baskom/ ember 6 @ Rp. 20.000,- Rp. 120.000,11 Box Plastik 4 @ Rp. 50.000,- Rp. 200.000,12 Topwer 1 set (6 buah) 2 @ Rp. 25.000,- Rp. 50.000,-

13 Cetakan Kue 1 Set @ Rp. 500.000,- Rp. 500.000,14 Teflon 3 @ Rp. 75.000,- Rp. 225.000,15 Mixer 2 @ Rp. 375.000,- Rp. 750.000,16 Besi teflon martabak 2 @ Rp. 100.000,- Rp. 200.000,17 Kulkas 1 @ Rp. 1.450.000,- Rp. 1.450.000,18 Meja 10 @ Rp. 125.000,- Rp. 1.250.000,19 Kursi 10 @ Rp. 50.000,- Rp. 500.000,20 Gerobag/ Etalase 1 @ Rp. 2.000.000,- Rp. 2.000.000,21 Tenda Rp. 4.000.000,- Rp. 4.000.000,22 Perkakas Makan Rp. 23000.000,- Rp. 3.000.000,23 Instalasi Telp. Baru 1. @ Rp. 1.500.000,- Rp. 1.500.000,Total Rp 27.945.000 Anggaran Bahan Baku : Rp. 10.000.000,Anggaran Sewa Tempat : Rp. 8.000.000,Anggaran Promosi Biaya survey : Rp. 500.000,Pembuatan Spanduk : Rp. 500.000,Pembuatan Booklet, Pamflet dll : Rp. 500.000,Komunikasi : Rp. 500.000,Total Rp. 2.000.000,Total Anggaran Rp. 47.945.000,Tabel penyusutan aktiva tetap per tahun. Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus, nilai ekonomis 5 tahun dan diasumsikan tidak ada nilai sisa. No. Nama Nilai aktiva tetap Biaya penyusutan 1. Motor Rp. 1.500.000,- 300.000 2. Gas Rp. 2.100.000,- 420.000 3. Kompor Gas Rp. 1.200.000,- 240.000 4. Magic com Rp. 2.500.000,- 500.000 5. Kompor minyak Rp. 800.000,- 160.000 6. Dandang Rp. 800.000,- 160.000 7. Kuali Rp. 300.000,- 60.000 8. Oven Rp. 1.000.000,- 200.000 9. Blender Rp. 500.000,- 100.000 10. Baskom/ ember Rp. 120.000,- 24.000 11. Box Plastik Rp. 200.000,- 40.000 12. Topwer 1 set (6 buah) Rp. 50.000,- 10.000 13. Cetakan Kue Rp. 500.000,- 100.000 14. Teflon Rp. 225.000,- 45.000 15. Mixer Rp. 750.000,- 150.000 16. Besi teflon martabak Rp. 200.000,- 400.000 17. Kulkas Rp. 1.450.000,- 290.000

18. Meja Rp. 1.250.000,- 250.000 19. Kursi Rp. 500.000,- 100.000 20. Gerobag/ Etalase Rp. 2.000.000,- 400.000 21. Tenda Rp. 4.000.000,- 800.000 22. Perkakas Makan Rp. 2.000.000,- 400.000 Total 5.149.000 BIAYA : Biaya Tetap/ Fixed Cost Sewa tempat 1 tahun Rp. 4.000.000 Gaji pegawai (1.500.000 x 3)+(1.000.000 x 5) Rp. 114.000.000 Penyusutan peralatan Rp. 5.149.000 Biaya asuransi 1 tahun Rp. 5.000.000 Total biaya tetap Rp. 128.149.000 Biaya Berubah/ Variabel Cost Bahan baku 1.223.736.000 Koki (1.000.000 X 6 ) 12 72.000.000 Biaya Kredit Motor (600.000X2) 12 14.400.000 Biaya bahan bakar gas (3 x 80.000) x 312 74.880.000 Biaya bahan bakar minyak tanah (10 liter x 3.500) x 312 13.104.000 Gaji pekerja (8 x 700.000) x 12 67.200.000 Biaya listrik(500.000 x 12 bulan) 6.000.000 Biaya iklan 1.000.000 Biaya telp (500.000 x 15 bulan) 6.000.000 Biaya transportasi (10 liter x 5500) x 312 17.160.000 Biaya perlengkapan 5.000.000 Biaya rupa-rupa penjualan 2.000.000 Biaya sumbangan 1.000.000 Biaya rupa-rupa adm dan umum 1.000.000 Total Variabel Cost Rp. 1.510.480.000 TOTAL BIAYA Rp. 1.638.629.000 Estimasi produksi / hari Jenis produk Jml.produksi (bungkus) Biaya produksi / bungkus Total biaya produksi

1 Sarapan 500 2200 1.100.000 2 Sambal 500 2200 1.100.000 3 Nasi bungkus 100 4300 430.000 4 Nasi kotak 1 protein 100 5300 530.000 5 Nasi kotak 2 protein 100 8100 810.000 6 Snack biasa 100 1200 120.000 7 Snack special 100 1700 170.000 8 Kue kering/basah 500 350 175.000 Jumlah 4.435.000 Jika dihitung dalam 1 tahun, maka total biaya produksi = (12 x 26 hari) x 4.435.000 = 312 x 4.435.000 = 1.383.720.000 Estimasi penjualan / hari No Jenis produk Jml.penjualan (bungkus) Harga / bungkus Total penjualan 1 Sarapan 400 3.500 1.400.000 2 Sambal 400 3.500 1.400.000 3 Nasi bungkus 90 6.500 585.000 4 Nasi kotak 1 protein 90 8.500 765.000 5 Nasi kotak 2 protein 90 10.000 900.000 6 Snack biasa 90 2.000 180.000 7 Snack special 90 3.500 315.000 8 Kue kering/basah 400 600 240.000 Jumlah 5.785.000 jika dihitung dalam 1 tahun, maka total penjualan = 312 hari x 5.785.000 = 1.804.920.000 Estimasi biaya produksi/ hari Biaya bahan baku 3.922.000 Biaya koki 230.000 Biaya bahan bakar gas(3 x 80.000) 240.000 Biaya bahan bakar minyak tanah(12x 3500) 42.000 Total biaya produksi per hari 4.434.000 Total biaya produksi 1 tahun 312 x 4.434.000 = 1.383.720.000

Estimasi Cash Flow

Penjualan 1.804.920.000 Harga pokok produksi (1.383.720.000) Laba kotor 421.200.000 Biaya operasi Biaya penjualan : Sewa tempat 4.000.000 Koki (1.000.000 X 6 ) 12 72.000.000 Gaji pekerja 67.200.000 Biaya Kredit Motor (600.000 X 2) 12 14.400.000 Biaya penyusutan aktiva tetap 5.149.000 Biaya listrik 6.000.000 Biaya iklan 1.000.000 Biaya asuransi 5.000.000 Biaya telepon 6.000.000 Biaya transportasi 17.160.000 Biaya perlengkapan 5.000.000 Biaya rupa-rupa penjualan 2.000.000 + Total biaya penjualan 204.909.000 Biaya adm dan umum : Gaji pegawai 114.000.000 Biaya sumbangan 1.000.000 Biaya rupa-rupa adm dan umum 1.000.000 + Total biaya adm dan umum 116.000.000 Total biaya operasi 320.909.000 Laba operasi 100.291.000 Pajak laba 25 % 25.072.750 Laba bersih setelah pajak 75.218.250 Operational cash flow = 75.218.250 + 5.149.000 = 80.367.250

Bagi Hasil (75.218.250) Kerja sama 3 tahun Investor 60 % : Rp. 45.130.950,- X 3 Rp. 135.392.850,Pengelola 40 % : Rp. 30.087.300,Kerja sama 4 tahun Investor 50 % : Rp. 37.609.125,- X 4 Rp. 150.436.500,Pengelola 50 % : Rp. 37.609.125,-

Kerjasama 5 tahun Investor 40 % : Rp. 30.087.300,- X 5 Rp. 150.436.500,Pengelola 60 % : Rp. 45.130.950,-

Lampiran IV Profil Pengelola 1. Nama : Raden Ruchban Ttl : Gorontalo, 21 Juli 1967 Agama : Islam Golongan darah : O Pendidikan Akhir : S1 Fakultas KIP Bahasa Inggris Pengalaman Organisasi : LPI FHUA Ketua Bidang Syiar Islam 2004-2005 KAMMI Ketua Komisariat Sosial 2005-2007 DLM FHUA Wakil Ketua 2006-2007 PAHAM Staf PUSDIKLAT 2006-2009 FOSMI Agam Sekum 2007-2009 Pengalaman Pelatihan : Studita LPI FHUA 2003 Latihan Kepemimpinan I KAMMI Unand 2003 Latihan Mentor 2004 Latihan Kepemimpinan I Unand 2005 Latihan Kepemimpinan II Unand 2006 Tarining Of Trainner Kaboa Bandung 2006 Latihan Kepemimpinan II KAMMI Riau 2008 Pengalaman Kerja : Krew Radio Al Adha 2010 Dewan Direksi SITTI CHOIRUL Catering 2008 2. Nama : Reni Husain Ttl : Isimu, 26 Juli 1986 Agama : Islam Golongan darah : O Pendidikan Akhir : S1 Fakultas Hukum Unand Pengalaman Organisasi : Sekretaris P3M LPI FHUA Koordinator P3M LPI FHUA Staf KESMA BEM KMUA

Pengalaman Pelatihan : Studita LPI FHUA 2004 Latihan Kepemimpinan I KAMMI 2005 Les Computer Bahasa Inggris 3. Nama : Hanum Hulukatie B. Ttl : Gorontalo , 2 November 1951 Alamat : Jln. Binuang Kampung Dalam no.17 Hobbi : baca novel,masak,hiking,traveling,baca puisi,basket Pendidikan : Mahasiswa FHUA Pengalaman Organisasi : Ketua .keputrian LPI FHUA(2007-2008) Koord.litbang PERMAHI(2008) Sie pengajian dan PHBI forum mahasiswa islam sumut(2007-2008) Ketua komisi A DPM KM Unand(2008-2009) MPM KM UNAND(2008-2009) Dewan direksi SITTI CHOIRUL Catering (2008- dst) Manager Marketing produksi SITTI CHOIRUL Catering (2008-dst) Trainer Mizan Training Centre (2008-dst) Marketing Mizan Training Centre(2008-dst) Kepanitiaan lainnya.. SURAT PEJANJIAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Haryani Biga Tempat / Tanggal Lahir : Suwawa/ 21 Juli 1974 Agama : Islam Alamat : Jl Sawah Besar Kompleks Mineral Kecamatan Kabila Kab. Bone Bolango. Dalam hal ini disebut sebagai Pihak Pertama Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Tempat / Tanggal lahir : Agama : Alamat : . Dalam hal ini disebut sebagai Pihak Kedua Pihak Pertama dan Pihak Kedua dengan ini menerangkan bekerjasama dalam Usaha SITTI CHOIRUL Catering (untuk selanjutnya disebut perjanjian) dengan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Ruang Lingkup Perjanjian

Pihak Pertama dalam hal ini bertindak sebagai pengelola saham SITTI CHOIRUL Catering dan Pihak Kedua dalam hal ini bertindak sebagai investor SITTI CHOIRUL Catering. Pasal 2 Hak dan Kewajiban Dalam perjanjian ini Pihak Pertama dan Pihak Kedua memiliki hak dan kewajiban: 1. Hak dan Kewajiban Pihak Pertama: a. Pada saat perjanjian ini ditandatangani, Pihak Pertama berkewajiban bertanggung jawab dan mengelola penuh produksi SITTI CHOIRUL Catering serta memberikan laporan keuangan setiap 4 bulan. b. Kemudian Pihak Pertama berhak menerima gaji dan pembagian hasil dari laba bersih. 2. Hak dan Kewajiban Pihak : a. Pihak Kedua berkewajiban mempercayai secara penuh pengelolaan pada Pihak Pertama dan menyerahkan investasi sesuai kebijakan Pihak Pertama. b. Kemudian Pihak Kedua berhak menerima laporan keuangan setiap 4 bulan dan menerima pembagian dari laba bersih. Pasal 3 Periode Kerjasama Kerjasama dilakukan selama ......................., dimulai dari......................................dan dapat diperbaharui sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Pasal 4 Pemutusan Kerjasama 1. Pemutusan kerjasama sepihak dalam periode kerjasama dari Pihak kedua maka investasi hanya dikembalikan 50% dari total investasi, jika pemutusan kerjasama dari Pihak pertama maka investasi akan diganti 50%. 2. Kerjasama berakhir apabila keadaan Overmakh (bencana alam) Pasal 5 Nilai Investasi 1. Pihak Kedua berinvestasi berupa uang sejumlah Rp. 500.000,- (lima ratus Ribu Rupiah). Nilai tersebut adalah ketentuan yang telah dibuat oleh Pihak Pertama. 2. Kedua sepakat memberikan investasi sebanyak.......... lembar saham kepada Pihak Pertama. Pasal 6 Pembagian Hasil Keuntungan

Pembagian keuntungan antara kedua belah pihak adalah 50% : 50%, pembagian hasil keuntungan disesuaikan dengan nilai investasi dan akan dibagikan setiap emapat bulan dari usaha berjalan. Pasal 7 Perihal Kerugian Pembagian kerugian antara kedua belah pihak adalah 50:50 %, pembagian kerugian disesuaikan dengan nilai investasi. Pasal 8 Ketentuan lain akan diatur kemudian secara bersama dengan catatan: 1. Perubahan maupun penambahan dari perjanjian ini hanya berlaku apabila dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani oleh kedua pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. 2. Surat Asli perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) masing-masing bermateraika cukup dan telah ditandatangani asli oleh kedua pihak sehingga masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama, dengan masing-masing mendapatkan satu eksemplar. Pasal 9 Perselisihan Jika terjadi perselisihan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua mengenai perjanjian dikemudian hari akan diselesaikan secara musyawarah/ kekeluargaan, namun jika musyawarah menemui jalan buntu maka kedua belah pihak sepakat menyelesaikannya lewat jalur hukum dan memilih Pengadilan Negeri Padang sebagai tempat penyelesaiannya. Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani serta tanpa paksaan dari pihak manapun, perjanjian ini disepakati dan ditandatangani

Tandatangan

Pihak Pertama Pihak Kedua

Prioritas usaha A. Sarapan 1. Target Produksi min 500 porsi Asumsi

No. Target Produksi Kondisi 1. Asrama 500 porsi B 2. Asrama, Kos & wisma 200, 300 porsi A 3. Kos & wisma 500 porsi B 4. Umum 500 porsi C Wilayah pasar: 1. Asrama 2. Kos-kosan dari gerbang sampai koto tingga 3. Perumahan Palimo dan lain-lain B. Sambal 1. Target Produksi min 500 porsi Asumsi No. Target Produksi Kondisi 1. Asrama 500 porsi B 2. Asrama, Kos & wisma 200, 300 porsi A 3. Kos & wisma 500 porsi B 4. Umum 500 porsi C 2. Wilayah pasar : 1. Asrama 2. Kos-kosan dari gerbang sampai koto tingga 3. Perumahan Palimo dan lain-lain

C. Pondok Baselo 1. Target Produksi min 200 porsi Asumsi No. Target Produksi Kondisi 1. Mahasiswa 200 porsi A 2. Pelajar 200 porsi B 3. Mahasiswa & pelajar 200 porsi B 4. Umum 200 porsi C 2. Wilayah pasar : 1. Asrama 2. Kos-kosan dari gerbang sampai koto tingga 3. Perumahan Palimo dan lain-lain D. Kue Kering/ basah 1. Target Produksi min 1000 potong Asumsi No. Target Produksi Kondisi 1. Toko On 10 kotak + 10 bungkus A 2. Toko Ida Pasar 10 kotak + 10 bungkus A

3. Toko Ayu 10 kotak + 10 bungkus A 4. Toko Ida Thamrin 10 kotak + 10 bungkus A 5. Toko Amanah 10 kotak + 10 bungkus A 6. Toko Nando 10 kotak + 10 bungkus A 7. Singgalang 10 kotak + 10 bungkus A 8. Mitra purus 10 kotak + 10 bungkus B 9. Citra Andalas 10 kotak + 10 bungkus B 10. Yossi AT 10 kotak + 10 bungkus B 11. Yossi tabing 10 kotak + 10 bungkus B 12. Yossi Adinegoro 10 kotak + 10 bungkus B 13. One bay pass 10 kotak + 10 bungkus C 14. Toko Amanah pasbar 10 kotak + 10 bungkus C 15. Toko lain-lain (5 toko) 25 kotak + 50 bungkus C

PROPOSAL USAHA CATERING MAJU JAYA Ringkasan Proyek


A. MANAJEMEN Nama Perusahaan Perusahaan ini akan bernama UD. Catering Maju Jaya Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan Perusahaan ini sendiri akan dipimpin oleh Evi Nurhayati, yang mana penggagas dari berdirinya usaha ini. Bidang Usaha Usaha yang di jalankan disini dalam bidang makanan, yaitu bisnis catering makanan. Jumlah Karyawan/Tenaga Kerja Bisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, untuk saat ini kami hanya 6 orang. 1 orang bertugas sebagai pimpinan. 3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya. 2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan. B. PEMASARAN Sasaran Konsumen/Pembeli

Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha catering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan catering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi. Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga dan yang menjadi pesaing kita dari perusahaan katering lainnya

Wilayah Pemasaran Untuk wilayah pemasaran sendiri terencana hanya wilayah kabupaten Karawang yang mencakup seluruh kabupaten. Konsep Pemasaran Dalam hal ini kami sudah melakukan riset dan perbandingan dengan pesaing pesaing lain dalam usaha yang sama, baik dalam hal harga, penyajian yang menarik dan promosi serta delivery untuk kegiatan produksi nantinya. Penetapan Harga Jual Untuk menetapkan harga kami sudah melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga yang kami miliki. Dalam hal ini kami juga memberikan beberapa menu produk kami beserta harga jualnya.

CONTOH DAFTAR MENU NASI KOTAK 1. NASI KUNING - Nasi kuning - Mie - Kering tempe - Ayam goreng - Perkedel - Krupuk udang Rp. 7.500,2. NASI PUTIH/URAP - Nasi Putih - Urap urap - Trancaman - Ayam bumbu rujak - Rempeyek Rp. 7.500,Dan lain-lain tergantung makanan yang dipesan Berbagai masakan yang disesuaikan dengan pesanan C. PRODUKSI/OPERASI

Kapasitas Produksi Untuk kapasitas sendiri akan berlaku system dalam pemesanan partai besar yakni minimal 200 porsi dan partai kecil mnimal 50 porsi. Ketersediaan Bahan Baku Dalam proses produksi sendiri bahan bahan yang diperoleh di distribusi dari pasar yakni dengan cara berbelanja di pasar secara menyeluruh dan ada supplier sendiri yang telah bekerja sama dengn kami. Dampak Lingkungan Bahan-bahan produksi yang dugunakan tidak mengandug bahan berbahaya ataupun kimia sehingga dalam pengolahan limbah produksi tidak terlalu sulit yang terpenting limbah ramah lingkungan dan mudah untuk di buang, untuk sampah plastik ataupun yang sulit di uraikan oleh tanah nantinya kan dserahkan kepada dinas kebersihan. D. KEUANGAN Total Pembiayaan Proyek Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mengajukan modal usaha kepada bank DKI. Untuk modal awal usaha catering ini memerlukan modal kas sebesar Rp. 10.000.000,00. Berikut ini kita tampilkan proyeksi keuangan kita dalam 1 bulan.

Proyeksi Keuangan 1 bulan : 1. Kas Rp 10.000.000,00 Modal Rp 10.000.000,00 (Pinjaman dari Bank) 2. Perlengkapan Rp 1.000.000,00 Kas Rp 1.000.000,00 (Pembelian Perlengkapan) 3. Peralatan Rp 500.000,00 Kas Rp 500.000,00 (Pembelian Peralatan)

Pinjaman yang Diajukan Pinjaman yang akan kami usulkan kepada bank adalah Rp.10.000.000,00 seperti modal wal yang telah akmi hitung. Jangka Waktu Pengembalian Pinjaman Untuk pengembalian pinjaman kami berharap bisa mengusulkan selama 1 tahun dan akan disetor setiap bulannya.

Penjualan per-Tahun (Rp) Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan : Minimal mendapat 4 kali pesanan 2 x Partai Besar (Minimal 200 Porsi @ Rp 7.500,00) 2 x (200 Porsi x Rp 7.500,00) = Rp 3.000.000,00 2 x Partai Kecil (Minimal 50 Porsi @ Rp 8.000,00) 2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) = Rp 800.000,00 + Perkiraan Pendapatan minimal 1 bulan = Rp 3.800.000,00 Jadi penjualan per tahun = Rp 45.600.000,00 Jurnal Transaksi dalam 1 bulan : 1. Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,00) = Rp 200.000,00 2. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,00 x 4 Pesanan) Biaya Tenaga Kerja = Rp 1.000.000,00 3. Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,00). Rp 4.000,00 x 500 Porsi = Rp 2.000.000,00 + Perkiraan Pengeluaran minimal 1 bulan = Rp 3.200.000,00 Total Rp. 3.200.000,00 x 12 bulan = Rp 38.400.000,00

Keuntungan per-Tahun (Rp) Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan Pendapatan Porsi Besar 2 x(200 Porsi x Rp 7.500,00) = Rp 3.000.000,00 Porsi Kecil 2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) = Rp 800.000,00 + = Rp 3.800.000,00

Biaya-biaya Biaya Angkut = Rp 200.000,00 Biaya Tenaga Kerja = Rp 1.000.000,00 Biaya Bahan Baku = Rp 2.000.000,00 + = Rp 3.200.000,00 +

Laba = Rp 600.000,00

I. Latar Belakang
1.1. Dasar Gagasan Usaha 1.1.1. Prospek Pasar

Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat bisnis catering makanan.

1.1.2. Manfaat Ekonomi Dalam dunia usaha tentunya setiap orang mengingnkan keuntungan dari hasil usahanya. Dari sinilah kami harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kami dan sejauh mana kemampuan kami untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Persiapkan mental dan keberanian memulai. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal daripada gagal mencoba. Dengan demikian kami berharap usaha ini dapat menghasilkan keuntungan. 1.1.3. Manfaat Sosial Dengan adanya usaha ini di harapakan dapat membangun aspek kemanusiaan dalam bidang taraf hidup serta kegiatan di sekitar lingkungan dimana usaha ini berjalan. 1.2. Daftar Riwayat Hidup Pengelola 1. Nama Evi Nurhayati 2. Tempat tgl lahir Karawang , 14 Juni 1988 3. Agama Islam 4. Alamat Rumah Jl. R. Thohir Mangkudidjoyo, Jatirasa Timur Karawang Barat 5. Alamat Tempat Usaha Jl. R. Thohir Mangkudidjoyo, Jatirasa Timur Karawang Barat 6. Pendidikan Terakhir D3 Manajement Informatika

7. Pelatihan yang telah diikuti * Pelathan manajemen keungan * Pelatihan manajemen produksi 8. Keterampilan Dapat memasak berbagi jenis makanan

2. Aspek Pemasaran
2.1. Gambaran Umum Pasar 1. Jenis Usaha yang di pasrkan adalah Jasa catering makanan 2. Wilayah Pemasaran mencakup daerah Karawang dan akan di perluas hingga ke kecamatan dan kelurahan. 2.2. Permintaan 2.2.1. Jumlah Permintaan Terhadap Produk Sasaran Pembeli (konsumen)
Bisnis katering adalah bisnis kepercayaan dan rasa. Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya, acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti.

2.3. Strategi Pemasaran Perusahaan a. Produk Produk yang akan di tawarkan pastinya dengan mutu yang baik dari segi kualitas masakannya serta rasa yang di sajikan, dan di kemas dengan kotak makanan yang terbuat dari sterofaom yang menjadikan kemasan lebih terlihat rapi ,menarik dan efisien dan mudah dalam pemakiannya serta penyajiannya. b. Harga Harga yang di tawarkan untuk satu unitnya tergantung dari banyaknya pesanan, seperti contoh yang di jelaskan di ringkasan proyek di atas, yaitu Rp 7.500,- untuk setiap kotak dan untuk pembelian partai besar mn 200 porsi dan Rp 8.000,- untuk pemesanan partai kecil min 50 porsi. Dan untuk payment sendiri, untuk setiap pemesanan uang muka pembayaran minimal setengah dari pesanan yang di minta.

c. Promosi
Untuk membuka pasar kita bisa memulai dari acara-acara hajatan keluarga sendiri yang kita kelola sendiri kateringnya dan di setiap meja penyajian kita tempelkan nama katering kita sebagai tanda pengenal dan promosi, serta membuatkan brosur dan kartu nama. Promosi ini bias di mulai juga dari mengelola pelayanan katering di hajatan keluarga dengan baik maka semua kenalan dan relasi akan mengetahui kemampuan kita. Untuk mengetahui kualitas dan nikmatnya masakan, bisa memulai dengan memasak dan menyajikan berbagai menu dalam setiap acara arisan keluarga, RT atau perkumpulan yang kita ikuti. Dari sini kepercayaan kepada kami akan muncul dan akan tersebar dari mulut ke mulut. Dalam bisnis yang utama dalah kesinambungan order maka untuk memperoleh order konsep pemasaran yang lebih komprehensif perlu difikirkan. Penawaran door to door di instansi-instansi pemerintah juga bisa dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap pemesanan dan Jangan pelit/segan memberikan sample masakan/mengundang makan orang-orang yang memiliki kuasa untuk mengambil keputusan di sebuah perusahaan/intansi..

3. Aspek Produksi
3.1. Produk Produk ini di bidang makanan, dalam pengolahan produk sendiri untuk kebutuhan bahan harus terlebih dahulu di utamakan, baik dalam persiapan pembelian bahan, pengolahan bahan. dan kemasan. 3.2. Proses Produksi Proses produksi sendiri dapat berjalan apabila adanya pesanan dari konsumen dan payment yang telah di bayar. Kemudian bahan baku dapat di beli sesuai dengan kebutuhan jenis masakan yang akan di pesan. Kemudian bahan bisa di olah menjadi proses makanan yang siap saji, dan kemudian dapat di kemas dan di delivery. 3.3. Bangunan
Produksi ini berjalan di sebuah rumah usaha yang di sewa per bulannya dengan biaya Rp 500.000,-

3.4. Utilitas/Sarana Biaya Utilitas Total Biaya (Rp) 1. Penggunaan Instalasi Listrik untuk kebutuhan biaya produksi hanya dibutuh untuk penerangan setiap harinya dan proses penolahan maknan, untuk membuat 4 kali pesanan biaya listri yang harus di bayar sebesar Rp. 150.000,-

2. Peggunaan Instalasi Air/PAM tiap bulannya yang harus di bayar sebedar Rp 100.000,3. Penggunaan Instalasi telepon berkisar Rp. 100.000,- perbulanya 3.5. Limbah a. Kualitas limbah dan cara pembuangannya Kulitas limbah yang di hasilkan dari setiap sekali produksi hanya berupa limbah cair bekas membersihkan bahan baku dan dapat langsung di buang ke selokan, lain dengan sampah hasil kemasan bahan-bahan produksi baik sampah pelastik ataupun benda-benda lain di buang atau di serahkan kepada dinas kebersihan setempat. b. Biaya pengendalian limbah per-tahun Untuk biaya pengendalian sampah kepada dinas kebersihan di setor Rp. 50.000,- tiap bulannya.

4. Aspek Organisasi dan SDM


4.1. Umum
1. Nama Perusahaan UD. Catering Maju Jaya 2. Nama Pemilik/Pimpinan Evi Nurhayati 3. Alamat Kantor dan Tempat Usaha Jl. Jati Rasa Timur No 01 Kerawang Jawa Barat Indonesia 4. Tahun Berdiri 2010

4.2 Bagan/Struktur Organisasi


Manajemen
Komponen organisasional yang akan diterapkan adalah : Satu orang Pimpinan/Pemilik, bertanggung jawab atas kelancaran keseluruhan proses.

3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya.

2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan. Jabatan Uraian Tugas Gaji (Rp) 1. Pemilik usaha memegang sepenuhnya keuangan produksi, dan untuk pembayar gajinya dari seluruh keuntungan yang dipotong untuk biaya produksi berikutnya. 2. Tiga orang yang bertugas membuat masakan akan di beri gaji tetap Rp. 50.000,- tiap pesanan. 3. Dua orang yng mencar bahan akan di beri gaji tetap Rp. 50.000,- tiap pesana. 4.3. Perijinan Jenis Perijinan 1. Ijin Prinsip (Dari Instansi Teknis) 2. SITU (Surat Ijin Tempat Usaha) 3. SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) 4. TDP (Tanda Daftar Perusahaan) 5. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) 6. Akte Pendirian

5. Aspek Keuangan
5.1. Pembiayaan Proyek
Proyeksi Pembiayaan proyek 1 bulan : 1. Biaya Angkut (4 @ Rp 50.000,00) Rp 200.000,00 2. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp 50.000,00 x 4 Pesanan/Bulan) Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00 3. Biaya Bahan Baku(@ Rp 4.000,00). Rp 4.000,00 x 500 Porsi Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00 Biaya utility Rp 250.000,00 + Total Rp 3.450.000,00

5.2. Laba Rugi Laporan Laba /Rugi dalam 1 Bulan Pendapatan Porsi Besar 2 x(200 Porsi x Rp 7.500,00) Rp 3.000.000,00 Porsi Kecil 2 x (50 Porsi x Rp 8.000,00) Rp 800.000,00 Rp 3.800.000,00

Biaya-biaya Biaya Angkut Rp 200.000,00 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.000.000,00 Biaya Bahan Baku Rp 2.000.000,00 Rp 3.200.000,00 + Rp 250.000,00 Laba (4 x pesanan) Rp 350.000,00

Penutup
Demikian proposal ini kami susun untuk di gunakan sebagaimana mestinya. Dokumen dalam proposal ini sepenuhnya kami buat berdasarkan apa yag kita telah pahami yang kami maksudkan untuk menerima permohonan proposal ini. Besar harapan kami apa yang tertuliskan dalam proposal ini dapat terwujud dan terrealisasikan dengan harapan kami. Keingin untuk membuka usaha sendiri serta dapat menjadikan usaha yang dapat berguna bagi banyak orang yang membutuhkan suatu proses membuat makanan yang tidak repot dan cepat. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Gorontalo, Desember 2012 Pemohon Haryani Biga

Article I.

Proposal Usaha Rumah Makan Sederhana

Memiliki modal usaha yang minim sering kali membuat sebagian besar orang mengurungkan niatnya untuk memulai usaha. Padahal sebenarnya jika mereka jeli, saat ini sudah banyak peluang usaha yang dapat dijalankan dengan modal kecil. Salah satunya yaitu peluang usaha di bidang makanan. Nah, bagi Anda yang tertarik mencoba peluang usaha makanan dengan modal kecil, pekan ini kami informasikan salah satu ide usaha di bidang makanan yang bisa dijalankan dengan murah dan mudah. Tingginya permintaan pasar akan berbagai jenis produk makanan terutama lauk pauk, membuat berbagai peluang usaha di bidang ini menjanjikan untung besar bagi setiap pelakunya. Kesempatan inilah yang dapat Anda manfaatkan untuk memperoleh omset besar setiap bulannya. Anda dapat membuka bisnis makanan yang menawarkan aneka macam lauk pauk kepada konsumen disekitar rumah Anda. Konsumen Menyajikan berbagai macam aneka lauk sebagai peluang usaha, tentunya memberikan kesempatan bagi Anda untuk membidik target pasar yang cukup luas. Mulai konsumen anak kost yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa maupun karyawan, sampai para ibu rumah tangga dan masyarakat umum lainnya, bisa Anda jadikan sebagai target konsumen yang cukup potensial. Info produk Membuka sebuah bisnis dan mendapatkan untung besar dari usaha tersebut memang menjadi salah satu impian besar bagi banyak orang. Namun untuk mencapainya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha sebelum akhirnya mencapai impian besar yang telah mereka citacitakan. Untuk itu berikut kami informasikan kepada para pembaca, beberapa persiapan yang perlu diperhatikan para pelaku usaha untuk memulai suksesnya di usaha makanan.

1. Memilih aneka macam lauk pauk serta sayur yang banyak diminati konsumen. Misalnya seperti berbagai macam olahan ayam, ikan, telur, tempe, tahu, gorengan, serta beraneka macam masakan sayur yang banyak dicari masyarakat di sekitar lokasi usaha. 2. Utamakan kualitas produk. Setelah memilih menu yang dipasarkan, langkah berikutnya yaitu memproduksi aneka macam lauk dan sayur yang cita rasanya berkualitas. Baik dari pemilihan bahan baku yang benar-benar berkualitas, proses produksi yang higienis, serta memberikan bumbu yang pas bagi setiap masakan yang ditawarkan. Sehingga cita rasa yang ditawarkan pada para konsumen benarbenar pas dan berkualitas. 3. Cari lokasi usaha yang strategis. Untuk menghemat biaya operasional, Anda bisa memanfaatkan lokasi usaha di depan rumah atau di pinggir jalan yang ramai di lalui kendaraan. Semakin ramai lalu lintas lokasi tersebut, maka semakin besar pula peluang pasar yang Anda ciptakan. 4. Persiapkan peralatan dan perlengkapan usaha. Sebenarnya peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Anda dapat menggunakan meja panjang untuk memasarkan berbagai dagangan Anda. Dan untuk tempat lauk pauk bisa dipisahkan sesuai jenisnya dengan menggunakan wadah baskom atau lengser, sedangkan untuk masakan sayur dapat dibungkus menggunakan plastik, mika, atau kertas bungkus dan diatur rapi seperti penataan pada lauk pauk. 5. Lakukan survey pasar untuk mengetahui patokan harga yang ada di pasaran, besarnya minat pasar, serta mencari tahu para pesaing yang ada di sekitar lokasi Anda. Dengan begitu Anda memiliki sedikit gambaran untuk menentukan rencana usaha yang akan Anda jalankan. 6. Sebagai contoh, berikut kami sertakan salah satu resep masakan lauk yang banyak diminati pasar, yaitu semur ayam. RESEP SEMUR AYAM Asumsi Resep untuk 5-6 orang Bahan: 1 ekor ayam 750 cc air sdt gula merah 5 sdm kecap manis bawang goreng Bumbu yang dihaluskan: 2 butir bawang merah 5 siung bawang putih 1 sdt merica butir pala 1 sdm garam Cara Membuat: - Cuci bersih ayam lalu dipotong-potong menjadi 5-6 bagian - Siapkan air di dalam panci lalu masukkan potongan ayam. Rebus hingga setengah matang dan sisihkan. - Sementara itu tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum, kemudian masukan ayam yang telah direbus. Dan tambahkan kecap manis, gula merah dan air - Masak sambil diaduk pada api sedang hingga kuah mengental - Angkat dan berikan taburan bawang goreng. Menu siiap dihidangkan Kelebihan usaha Hampir semua orang di daerah perkotaan memiliki rutinitas atau aktivitas harian yang cukup tinggi, sehingga banyak yang tidak sempat memasak sayur maupun lauk pauk ditengah kesibukan yang mereka miliki. Kondisi ini tentu sangat menguntungkan para pelaku bisnis makanan serba lauk, karena prospek pasarnya masih sangat bagus. Selain prospek pasarnya bagus, menekuni usaha makanan serba lauk tidak membutuhkan modal besar. Jadi bagi Anda yang tidak memiliki cukup modal, jangan berkecil hati dengan keadaan yang Anda miliki. Karena dalam bisnis ini modal yang terpenting adalah skill atau kemampuan Anda dalam menghasilkan lauk pauk serta masakan sayur dengan cita rasa yang pas di lidah para konsumen.

Kekurangan usaha Resiko usaha yang sering dialami para pelaku usaha di bidang makanan yaitu harga bahan baku yang tidak stabil. Terutama harga ayam, ikan, telur, dan bumbu-bumbu lainnya. Sehingga para pelaku usaha sering kesulitan dalam memberikan harga, karena penawaran harga yang terlalu tinggi juga tidak disenangi para konsumen. Untuk mengatasinya, lakukan survey harga di beberapa supplier atau pasar tradisional yang ada di sekitar lokasi Anda. Agar Anda dapat mengetahui tempat kulakan yang menawarkan harga cukup murah. Resiko lainnya yaitu adanya lauk pauk maupun masakan sayur yang masih tersisa. Untuk menghindari kondisi tersebut, sebaiknya para pelaku usaha memperhitungkan dengan cermat jumlah masakan yang akan diproduksi setiap harinya. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko kerugian yang mungkin diperoleh para pengusaha, ketika masakan mereka tidak habis terjual. Pemasaran Pada dasarnya pemasaran bisnis warung lauk pauk dan sayur terbilang cukup sederhana. Yang terpenting pilih lokasi usaha di tempat yang cukup strategis. Sehingga para konsumen dapat mengetahui keberadaan lokasi usaha Anda dengan mudah. Selanjutnya para pelaku usaha dapat memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut, untuk memasarkan produknya ke masyarakat luas. Semakin banyak konsumen yang menginformasikan usaha Anda, maka semakin lebar pula peluang pasar yang bisa Anda jangkau. Sedangkan untuk menarik minat konsumen, Anda dapat meletakan semua lauk pauk dan masakan sayur yang Anda tawarkan di tempat yang terlihat para konsumen (misal menatanya diatas meja). Meskipun sederhana namun cara ini cukup efektif dan berhasil menarik minat para konsumen yang melewati lokasi usaha Anda, karena tak jarang banyak konsumen yang tertarik mampir dan membeli setelah mereka melihat aneka macam lauk yang ditawarkan di atas meja. Kunci sukses Untuk mencapai kesuksesan di usaha makanan serba lauk, sebaiknya jaga kualitas rasa masakan yang Anda tawarkan ke konsumen. Dan berikan harga jual yang terjangkau oleh semua kalangan. Dengan demikian konsumen tidak segan untuk kembali membeli lauk pauk serta masakan sayur yang Anda tawarkan. Analisa Ekonomi Modal awal Meja panjang Rp 800.000,00 Peralatan masak (kompor, panci, wajan, dll) Rp 700.000,00 Perlengkapan (baskom dan nampan) Rp 300.000,00+ Total Rp 1.800.000,00 Meja, peralatan masak dan perlengkapan mengalami penyusutan setelah digunakan 2 tahun. Dengan rincian : 1/24 bulan x Rp 1.800.000,00 = Rp 75.000,00/bulan Biaya operasional per bulan Belanja bahan baku (@ Rp 200.000,00/hari x 30 hr) Rp 6.000.000,00 Tabung gas 3 kg (@ Rp 16.000,00 x 8 tabung) Rp 128.000,00 Perlengkapan (plastik, kertas bungkus, dan mika) Rp 300.000,00 Biaya penyusutan alat Rp 75.000,00 Biaya transportasi (@ Rp 10.000,00/hr x 30 hari) Rp 300.000,00 Biaya kebersihan dan keamanan Rp 60.000,00+ Total Rp 6.836.000,00 Omset per bulan Penjualan rata-rata per hari : Penjualan lauk ayam : @ Rp 5.000,00 x 15 potong Rp 75.000,00 Penjualan lauk ikan : @ Rp 4.000,00 x 15 potong Rp 60.000,00 Penjualan lauk telur : @ Rp 2.000,00 x 15 telur Rp 30.000,00 Penjualan tahu/tempe : @ Rp 1.000,00 x 30 buah Rp 30.000,00

Penjualan aneka sayur : @ Rp 2.000,00 x 40 bungkus Rp 80.000,00+ Total penjualan per hari Rp 275.000,00 Omset per bulan : Rp 275.000.00 x 30 hari = Rp 8.250.000,00 Laba bersih per bulan Rp 8.250.000,00 - Rp 6.836.000,00 = Rp 1.414.000,00 ROI (Return of Investment) (modal awal : laba bersih per bulan) = 1,3 bulan

Anda mungkin juga menyukai