P. 1
PenYeLesaian PerSamaan Non linear

PenYeLesaian PerSamaan Non linear

|Views: 12|Likes:
Dipublikasikan oleh kemalazis
matematika non linier ppt
matematika non linier ppt

More info:

Published by: kemalazis on Mar 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2014

pdf

text

original

BAB II

PERSAMAAN PERSAMAAN PERSAMAAN PERSAMAAN
TAK LINIER TAK LINIER

Pada bab ini dipusatkan pada solusi numerik
dari persamaan f(x) = 0, dimana f(x)
merupakan persamaan tak linier dan dapat
didefferensialkan sebanyak mungkin
(derivatif yang dikehendaki). ( y g )
Bagaimana menentukan akar dari persamaan
f(x) 0 ? f(x) = 0 ?
Jika ada r merupakan akar dari f(x), maka p ( )
pasti f (r) = 0.
METODE BISEKSI METODE BISEKSI METODE BISEKSI METODE BISEKSI
Metode biseksi merupakan metode yang digunakan untuk
men cari akar-akar persamaan tak linier f (x) = 0 melalui
it i d proses iterasi dengan persamaan
Nilai tengah dari interval
t t t [ b ]
0 0
b a
x
+
=
tertutup [a
0
, b
0
]
Maka terdapat 3 kemungkinan yang akan terjadi :
2
0
x =
1. f (a
0
) . f (x
0
) < 0, maka akar terletak antara a
0
dan x
0
2. f (a
0
) . f (x
0
) > 0, maka akar terletak antara x
0
dan b
0
(
0
) (
0
)
0 0
3. Jika f (x
0
) = 0 maka x
0
adalah akar dari f (x)
D jik j di (1) k Dan jika yang terjadi (1), maka :
misal a
1
= a
0
dan b
1
= x
0
dan didapat
2
1 1
1
b a
x
+
=
yang merupakan nilai tengah [a
1
, b
1
]. Dan begitu seterusnya
2
sampai didapatkan f (x
i
) yang terkecil ( akurasi yang
Diinginkan ).
CONTOH CONTOH ::
Tentukan akar dari persamaan Tentukan akar dari persamaan
0 cos 2 = − x e
x
dalam interval tertutup [0, 2]
JAWAB JAWAB :: JAWAB JAWAB ::
Misalkan a
0
= 0 dan b
0
= 2 dan didapatkan f(0) = -1
dan f(2) = 8.22135. Terlihat bahwa ternyata terdapat
akar pada interval [0, 2].
b
Maka dan f(1) = 1.63767.
Karena f(0) dan f(1) berlawanan tanda maka akar ada
1
2
0 0
0
=
+
=
b a
x
Karena f(0) dan f(1) berlawanan tanda, maka akar ada
diantara [0,1].
Misalkan a
1
= 0 dan b
1
= r
0
= 1, didapatkan
5 . 0
2
1 1
1
=
+
=
b a
x
dan f(0.5) = -0.10644. Karena f(0.5).f(1) < 0, maka
k d di t i t l [0 5 1]
2
akar ada diantara interval [0.5, 1].
Dimisalkan lagi a
2
=0.5 dan b
2
= 1 jadi g
2 2
j
75 . 0
2
2 2
2
=
+
=
b a
x
Lihat tabel berikut :
2
nn aa
nn
bb
nn
xx
nn
f(x f(x
nn
))
0
1
0.00000
0.00000
2.00000
1.00000
1.00000
0.50000
1.63767
-0.10644
2
3
4
0.50000
0.50000
0.50000
1.00000
0.75000
0.62500
0.75000
0.52600
0.56250
0.65362
0.24632
0.06321 4
9
12
0.50000
0.53906
0.53955
0.62500
0.54297
0.54004
0.56250
0.54102
0.53979
0.06321
0.00338
0.00003
13
14
15
0.53955
0.53967
0 53973
0.53979
0.53979
0 53979
0.53967
0.53973
0 53976
-0.00031
-0.00014
-0 00006 15
16
17
0.53973
0.53976
0.53978
0.53979
0.53979
0.53979
0.53976
0.53978
0.53979
-0.00006
-0.00002
0.00001
Algoritma Algoritma Metode Metode Biseksi Biseksi
1) 1) Definisikan Definisikan fungsi fungsi f(x) f(x) yg yg akan akan dicari dicari akarnya akarnya 1) 1) Definisikan Definisikan fungsi fungsi f(x) f(x) yg yg akan akan dicari dicari akarnya akarnya
2) 2) Tentukan Tentukan nilai nilai a a dan dan bb
3) 3) Tentukan Tentukan toleransi toleransi ee dan dan iterasi iterasi maksimum maksimum NN 3) 3) Tentukan Tentukan toleransi toleransi e e dan dan iterasi iterasi maksimum maksimum NN
4) 4) Hitung Hitung f(a) f(a) dan dan f(b) f(b)
5) 5) Jika Jika f(a) . f(b) > 0 f(a) . f(b) > 0 maka maka proses proses dihentikan dihentikan karena karena tdk tdk
ada ada akar akar, , bila bila tidak tidak dilanjutkan dilanjutkan..
6) 6) Hitung Hitung
2
b a
x
+
=
7) 7) Hitung Hitung f(x) f(x)
8) 8) Bila Bila f(x) f(a) < 0 f(x) f(a) < 0 maka maka b = x b = x dan dan f(b) = f(x) f(b) = f(x) bila bila tidak tidak a = a =
2
8) 8) Bila Bila f(x) . f(a) < 0 f(x) . f(a) < 0 maka maka b = x b = x dan dan f(b) = f(x), f(b) = f(x), bila bila tidak tidak a = a =
x x dan dan f(a) = f(x) f(a) = f(x)
9) 9) Jika Jika atau atau iterasi iterasi > > iterasi iterasi maksimum maksimum maka maka
e a b < −
proses proses dihentikan dihentikan dan dan didaptkan didaptkan akar akar = x, = x, dan dan bila bila tidak tidak
ulang ulang langkah langkah ke ke --66
88
METODE REGULA FALSI METODE REGULA FALSI METODE REGULA FALSI METODE REGULA FALSI
Met ode Regul a Fal si m er upak an m et ode
al t er nat i f y ang cuk up ef ek t i f di bandi ngk an
m et ode bi sek si . Pada m et ode bi sek si ,
m enent uk an ni l ai x
t
hany a dengan m el i hat
t anda dar i f ( a
n
) dan f ( b
n
) dan buk an dar i
hubungan k edek at an.
Mi sal j i k a f ( a
n
) = - 0.5 dan f ( b
n
) = 50, m ak a x
t
j (
n
) (
n
) ,
t
di dapat dar i ni l ai t engah dar i i nt er val t er t ut up
[ a
n
, b
n
] . Kem udi an di pi l i h x
t
y ang l ebi h dek at [
n
,
n
] p
t
y g
k e a
n
dar i pada k e b
n
.
Da n r egu la fa ls i p u n ya ca r a t er s en d ir i u n t u k m em ilih
l bih d k k d i d b i d x
t
lebih d eka t ke a
n
d a r i p a d a b
n
, ya it u d en ga n
p er s a m a a n :
( )
0 0 0
) ( a b b f
b x

=
An d a ika n f( a
0
) d a n f( b
0
) ber la in a n t a n d a , m a ka a d a 3
( ) ( )
0 0
0 0
a f b f
b x

− =
(
0
) (
0
) , 3
kem u n gkin a n :
1 J ik f( ) ≠ 0 d f( ) f( ) < 0 k k 1. J ika f( x
0
) ≠ 0 d a n f( a
0
) . f( x
0
) < 0 m a ka a ka r x
t er let a k a n t a r a [ a
0
, x
0
] . Da n d iber ika n a
1
=a
0
, b
1
=x
1
d a n d a n
( )
( ) ( )
1 1
1 1 1
1 1
) (
a f b f
a b b f
b x


− =
2. J ika f( x
1
) =0 m a ka x
1
a d a la h a ka r .
3. J ika f( x
1
) ≠ 0 d a n f( a
1
) . f( x
1
) > 0 m a ka a ka r x
t er let a k a n t a r a [ x
1
, b
1
] .
Pr os es in i ber la n ju t s a m p a i d ip er oleh f( x
t
) ya n g j p p (
t
) y g
Ter kecil.
CONTOH CONTOH :
Tentukan akar dari persamaan Tentukan akar dari persamaan
0 cos 2 = − x e
x
dalam interval tertutup [0, 2]
JAWAB JAWAB ::
Misalkan a0 = 0 dan b0 = 2 dan didapatkan f(0) = -1
dan f(2) = 8.22135. Kemudian kita tentukan nilai x
0
. ( )
0
Maka
( )
( ) ( )
( )
21689 . 0
1 22135 8
0 2 22135 . 8
2
) (
0 0 0
0 0
=
+

− =

− =
a f b f
a b b f
b x
dan f(0.21689) = -0.71094.
( ) ( ) 1 22135 . 8
0 0
+ − a f b f
Karena f(b
0
).f(x
0
) = f(2).f(0.21689) < 0, berarti akar
ada diantara [0.21689, 2].
Misalkan a
1
= x
0
= 0.21689 dan b
1
= b
0
= 2, sehingga
( ) 216 9 0 2 2213
didapatkan
( )
35881 . 0
71094 . 0 22135 . 8
21689 . 0 2 22135 . 8
2
1
=
+

− = x
dan f(0.35881) = -0.44101
Karena f(b ) f(r ) < 0 maka akar terletak pada Karena f(b
1
).f(r
1
) < 0, maka akar terletak pada
interval [0.35881, 2]. Lihat tabel berikut :
nn aa
nn
bb
nn
xx
nn
f(x f(x
nn
))
0 0.00000 2.00000 0.21689 -0.71094
1
2
3
0.21689
0.35881
0 44236
2.00000
2.00000
2 00000
0.35881
0.44236
0 48853
-0.44101
-0.25110
0 13613 3
4
5
0.44236
0.48853
0.51315
2.00000
2.00000
2.00000
0.48853
0.51315
0.52603
-0.13613
-0.07186
-0.03741
6
7
8
0.52603
0.53271
0 53615
2.00000
2.00000
2 00000
0.53271
0.53615
0 53792
-0.01933
-0.00995
0 00511 8
9
0.53615
0.53792
2.00000
2.00000
0.53792
0.53883
-0.00511
-0.00262
Algoritma Algoritma Metode Metode Regula Regula Falsi Falsi
1) 1) Definisikan Definisikan fungsi fungsi f(x) f(x)
2) 2) Tentukan Tentukan batas batas bawah bawah (a) (a) dan dan batas batas atas atas (b) (b)
3) 3) T t k T t k t l i t l i dd it i it i k i k i NN 3) 3) Tentukan Tentukan toleransi toleransi e e dan dan iterasi iterasi maksimum maksimum NN
4) 4) Hitung Hitung Fa Fa = f(a) = f(a) dan dan Fb Fb = f(b) = f(b)
5) 5) Untuk Untuk iterasi iterasi I =1 I =1 sampai sampai dgn dgn N N atau atau error > e : error > e : )) pp gg
--
Fa Fb
b . Fa a . Fb
x

+
=
-- Hitung Hitung Fx Fx = f(x) = f(x)
-- Hitung Hitung error = error =
Fx
Hitung Hitung error error
-- Jika Jika Fx.Fa Fx.Fa < 0 < 0 maka maka b = x b = x dan dan Fb Fb = = Fx Fx ,,
jika jika tidak tidak a = x a = x dan dan Fa Fa = = Fx Fx
14
6) 6) Akar Akar persamaan persamaan adalah adalah xx
METODE METODE SECANT SECANT
Metode regula falsi dapat dimodifikasi dalam beberapa Metode regula falsi dapat dimodifikasi dalam beberapa
cara dan yang paling populer adalah metode secant. Dan
persamaan :
( ) ) ( b b f
persamaan :
untuk n = 0, 1, 2…
( )
( ) ( )
0 0
0 0 0
0 0
) (
a f b f
a b b f
b x


− =
Pada metode secant tak perlu dicheck apakah
f(a
0
) . f(x
0
) < 0 atau f(a
0
) . f(x
0
) > 0 seperti metode
biseksi atau regula falsi. Proses ini dilanjutkan sampai
( ) ) ( −x x x f ( )
( ) ( )
1
1
1
) (


+

− =
n n
n n n
n n
x f x f
x x x f
x x
CONTOH CONTOH :
Tentukan akar dari persamaan
0 cos 2 = − x e
x
dalam interval tertutup [0, 2]
JAWAB : JAWAB :
Dari contoh terakhir didapat pada metode regula falsi,
x
0
= 0.21689 dan f(0.21689) = -0.71094. Dan juga
untuk b
0
= 2 dan f(2) = 8.22135. Maka dapat kita
peroleh :
( ) ( )( ) 2 21699 0 71094 0 ) ( − − − b x x f ( )
( ) ( )
( )( )
( )
35881 . 0
22135 . 8 71094 . 0
2 21699 . 0 71094 . 0
21689 . 0
) (
0 0
0 0 0
0 1
=
− −
− =

− =
b f x f
b x x f
x x
Lihat tabel berikut :
nn xx
nn
f(x f(x
nn
))
00
11
22
0.21689 0.21689
0.35881 0.35881
0.59068 0.59068
--0.71094 0.71094
--0.44101 0.44101
0.14408 0.14408 22
33
44
0.59068 0.59068
0.53358 0.53358
0.53959 0.53959
0.14408 0.14408
--0.01696 0.01696
--0.00053 0.00053
55 0.53979 0.53979 0.00001 0.00001
PROSEDUR PROSEDUR M M. . SECANT SECANT : :
1. Pi l i h ni l ai aw al x
a
dan x
b
. I si ε sek eci l m ungk i n.
2. Hi t ung :
( ) x f
3. Cek :
( )
b
x f
( ) ε ≤
b
x f
Ji k a di penuhi m ak a :
Ji k a t ak t er penuhi l ak uk an l angk ah k e 4
b n
x x =
+1
Ji k a t ak t er penuhi , l ak uk an l angk ah k e- 4.
4. Pak ai i nt er pol asi unt uk m enghi t ung x
n+ 1
y ang
m ana r um usny a adal ah m ana r um usny a adal ah
( )
( ) ( )
1
1
) (

+

− =
n n n
n n
x f x f
x x x f
x x
• Reset x
a
= x
b
dan x
b
= x
n+ 1
, ul angi l angk ah 2.
( ) ( )
1 −

n n
x f x f
METODE METODE NEWTON NEWTON--RAPHSON RAPHSON
Met ode New t on-Raphson adal ah suat u pr oses unt uk
mendapat k an ak ar dar i per samaan f (x ) =0, bi l a
di ber i k an t i t i k yang c uk up dek at dengan ak ar yang
di i ngi nk an, dengan menggunak an per samaan :
( )
n
x f
Pr oses i ni di l anj ut k an sampai ni l ai f (x ) mendek at i
( )
( )
n
n
n n
x f
f
x x

− =
+1
Pr oses i ni di l anj ut k an sampai ni l ai f (x
n+1
) mendek at i
ni l ai nol at au mendek at i t ol er ansi yang di i ngi nk an.
CONTOH CONTOH SOAL SOAL : :
Tentukan akar dari persamaan Tentukan akar dari persamaan
d l i t l t t t [0 2]
0 cos 2 = − x e
x
dalam interval tertutup [0, 2]
JAWAB JAWAB ::
Diberikan , maka
D did tk 2
( ) x e x f
x
cos 2 − =
( )
. Dan didapatkan x
0
= 2.
Untuk n = 0, didapat
( ) x e x f
x
sin 2 + =

l h l k d
( )
( )
10712 . 1 89288 . 0 2
2 sin 2
2 cos 2
2
2
2
1
= − =
+

− =
e
e
x
Hasil perhitungan selengkapnya dapat
dilihat pada tabel berikut :
Tabel perhitungan metode secant :
nn xx
nn
f ( x f ( x
nn
))
2 0
0
1
2
2.0
1.10712
0 66000
2.13114
0 36895
2
3
4
0.66000
0.54832
0 53983
0.36895
0.02354
0 00012
4
5
0.53983
0.53979
0.00012
0.00000
PROSEDUR PROSEDUR NEWTON NEWTON--RAPHSON RAPHSON : :
Misalkan df = f ‘ , rn = x
0 ,
, max = banyaknya iterasi yang
Dikehendaki, dan eps = nilai toleransi.
1. Tampilkan nilai rn, max dan eps.
2 n = 0 2. n = 0
3. for n = 0 : max
4. dif = df (rn)
5 if dif = 0 print “algoritma fail dan dif = 0 “ dan exit 5. if dif = 0, print algoritma fail dan dif = 0 dan exit
6.
dif
rn f
rn akar
) (
− =
dif
7.Print akar, f (akar), dan n
8.jika |akar-rn| < eps, print “finished’ dan exit
9 rn = akar 9. rn = akar
10. n = n + 1
11 i t “ l it f il “ d it 11. print “algoritma fails “ dan exit
METODE ITERASI METODE ITERASI METODE ITERASI METODE ITERASI
Metode iterasi (iterasi titik tetap) adalah metode yang
digunakan untuk menyelesaikan persamaan f (x) = 0 dengan
mengubah bentuk persamaan f (x) menjadi x = g(x). mengubah bentuk persamaan f (x) menjadi x g(x).
Persamaan tak linier f(x) dapat diselesaikan dengan metode
iterasi x = g(x) jika dipenuhi syarat
( ) 1
0
<

x g
g( ) j p y
dimana x adalah titik yang ditentukan pada saat akan dimana x
0
adalah titik yang ditentukan pada saat akan
melakukan iterasi.
Proses iterasi ini dilakukan secara berulang dengan Proses iterasi ini dilakukan secara berulang dengan
( )
n n
x g x =
+1
CONTOH SOAL CONTOH SOAL ::
Tentukan akar persamaan tak linier berikut dengan
menggunakan metode iterasi.
0
4
9
6 4
2 3 4
= − + − x x x
dengan nilai awal x =0.75 dan ε =10
-5
JAWAB JAWAB :: JAWAB JAWAB ::
Mengubah bentuk f(x) (persamaan diatas) menjadi
( ) D did tk x = g(x). Dan didapatkan
( )
x x + + −
4
9
4
3 4
( ) x g x = =
6
4
Tentukan turunan dari g(x), yaitu :
6 ) 3 (
2 3
+ x x
( )
4
9
4 3
6 ) 3 (
3 4
+ + −
+ −
=

x x
x x
x g
Dan menentukan nilai g’(x
0
) = g’(0.75), maka didapatkan
g’(0.75) = 0.301694 < 1, jadi memenuhi syarat.
Sehingga dapat dilakukan proses iterasinya.
x
1
= g(x
0
) = g(0 75) x
1
g(x
0
) g(0.75)
= 0.776863
x
2
= g(x
1
) = g(0.776863)
= 0 791745 = 0.791745
Iterasi terus dilakukan sampai nilai
5
1
10

+
< −
n n
x x
Lihat tabel berikut :
nn xx
nn
XX
n+ 1 n+ 1
f ( x ) f ( x )
00
11
0. 750000 0. 750000
0 776863 0 776863
0. 776863 0. 776863
0 791745 0 791745
-- 0. 140069 0. 140069
0 081139 0 081139 11
22
33
0.776863 0.776863
0. 791745 0. 791745
0. 800240 0. 800240
0.791745 0.791745
0. 800240 0. 800240
0. 805166 0. 805166
-- 0.081139 0.081139
-- 0. 047448 0. 047448
-- 0. 027895 0. 027895
44
55
66
0. 805166 0. 805166
0. 808048 0. 808048
0. 809743 0. 809743
0. 808048 0. 808048
0. 809743 0. 809743
0. 810742 0. 810742
-- 0. 016450 0. 016450
-- 0. 009718 0. 009718
-- 0. 005749 0. 005749 66
88
11 11
12 12
0. 809743 0. 809743
0. 810742 0. 810742
0. 811682 0. 811682
0 812084 0 812084
0. 810742 0. 810742
0. 811682 0. 811682
0. 812084 0. 812084
0 812127 0 812127
0. 005749 0. 005749
-- 0. 002014 0. 002014
-- 0. 000417 0. 000417
0 000246 0 000246 12 12
13 13
14 14
0.812084 0.812084
0. 812127 0. 812127
0. 812152 0. 812152
0.812127 0.812127
0. 812152 0. 812152
0. 812167 0. 812167
-- 0.000246 0.000246
-- 0. 000147 0. 000147
-- 0. 000087 0. 000087
15 15 0. 812167 0. 812167 0. 812176 0. 812176 -- 0. 000051 0. 000051
Dari tabel terlihat bahwa Dari tabel terlihat bahwa
5
1
10 000009 . 0 812167 . 0 812176 . 0

+
< = − = −
n n
x x
Sehingga diperoleh
x = x
n+1
= 0.812176
n 1
PROSEDUR PROSEDUR MM.. I TERASI I TERASI
1. Pilih x
0
( es t im a s i a wa l) d a n ε ( n ila i t oler a n s i) .
2. Hit u n g n ila i x s ela n ju t n ya , d en ga n p er s a m a a n
x
n
= g( x
0
) , u n t u k n =0 , 1, 2, . . .
3. Cek , 3 ,
J ika :
ε > −
0
x x
n
m a ka x
0
= x
n
m a ka u la n gi la n gka h 2.
ε > −
0
x x
n
m a ka u la n gi la n gka h 2.
• J ika :
m a ka x = x d a n exit
ε < −
0
x x
n m a ka x = x
n
d a n exit 0 n

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->