P. 1
AGROKLIMATOLOGI

AGROKLIMATOLOGI

|Views: 494|Likes:
Dipublikasikan oleh Angga Fernando

More info:

Published by: Angga Fernando on Mar 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2015

pdf

text

original

BAHAN AJAR

MATA KULIAH
TINJAUAN MATA KULIAH
Deskripsi singkat matakuliah
Matakuliah Klimatologi mengajarkan tentang pengertian dan ruang lingkup
klimatologi secara umum dan khususnya tentang kaitan iklim mikro dengan
aspek teknik pertanian.
Tujuan Pembelajaran
Seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan kegiatan pembelajaran
minimal 75 % (kuliah, latihan, mengerjakan tugas individu, dan tugas
kelompok) diharapkan akan :
Mampu menjelaskan pengertian tentang iklim dan cuaca, mampu
mendisain tata letak peralatan dalam stasiun agroklimat.
Mampu menganalisis interpretasi data iklim
Mampu memahami aspek radiasi surya terhadap kehidupan di bumi
Mampu memahami hubungan antara anasir-anasir ikllim dengan teknik
pertanian.
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN
Minggu ke : 1 dan 2
Topik : Pendahuluan
Diuraikan peranan ilim dan atmosfir bagi kehidupan di bumi, Uraian ini
dimaksud untuk memberikan rangsangan kepada mahasiswa agar timbul
motivasi secara aktif mengikuti kuliah ini.
Minggu ke : 3 dan 4
Topik : Kebutuhan pokok stasiun agro klimat
Unsur yang dikupas adalah pemilihan tempat stasiun agroklimat, tata
letak stasiun, dan syarat-syarat pendirian stasiun
Minggu ke : ke 5 dan 6
Topik : Klasifikasi iklim
Unsur yang dikupas adalah penentuan klasifikasi iklim metode Koppen,
Mohr, Shmidt-Ferguson dan Oldeman.
Minggu ke : 7
Topik : Ujian sisipan
Minggu ke : 8 dan 9
Topik : Energi surya
Unsur yang dikupas adalah konsep dasar keseimbangan panas di bumi,
pengaruh radiasi surya pada berbagai panjang gelombang terhadap teknik
pertanian, perhitungan radiasi bumi efektif dan radiasi neto.
Minggu ke : 10 dan 11
Topik : Fotosintesis dan agihan radiasi dalam kanopi
Unsur yang dikupas adalah peranan energi dalam proses fotosintesis, efisiensi
pemanfaatan sinar matahari dalam proses fotosintesis, hubungan fotosintesis
dengan temperatur, distribusi radiasi dalam kanopi tanman, penggunaan
radiasi oleh tanaman.
Minggu ke : 12 dan 13
Topik : Hubungan temperatur dan angin terhadap tanaman
Unsur yang dikupas adalah peranan temperatur dalam pertumbuhan tanaman,
pengaruh angin terhadap transpirasi, pematah angin, persamaan logaritmis
kecepatan angin.
Minggu ke : 14 dan 15
Topik : Hubungan iklim dan teknik pertanian
Unsur yang dikupas adalah peranan iklim dengan faktor-faktor yang berkaitan
dengan teknik pertanian.
PENDAHULUAN
Definisi iklim
• Cuaca atau meteorologi adalah ilmu yang mempelajari semua kejadian
alam yang ada di atmosfir, yang dinamis, berubah-ubah dalam waktu yang
singkat (dalam jam, hari).

• Iklim adalah keseluruhan dari fenomena-fenomena meteorologi yang
mencirikan keadaan umum atmosfir pada sebuah daerah (titik) tertentu
pada suatu periode atau jangka waktu yang lama, atau bisa dikatakan
bahwa kumpulan statistik cuaca (data yang terkumpul) selama kurun waktu
tertentu disebut sebagai Iklim

• Berdasarkan skala waktu dan ruang maka proses dari fenomena cuaca
atau iklim dapat digolongkan dalam : (i) iklim mikro, (ii) iklim lokal, (iii) iklim
meso, (iv) iklim makro.
Tabel Penggolongan fenomena cuaca berdasarkan
skala ruang dan waktu prosesnya
No. Proses (fenomena) Skala ruang
(horisontal)
Skala Waktu
1 Skala mikro Skala mikro 10
-
2
-10
3
m
Detik – menit
2 Awan kumulus, kabut setempat,
angin laut, dsbnya
Skala lokal 10
2

- 5.10
4
m
Menit – Jam
3 Hujan, badai, angin lokal
(bohorok, gending, dll)
Skala meso,
10
4
- 2.10
5
m
Jam – Hari
4 Topan, jetstream, muson dll Skala makro
10
5
- 10
8
m
Hari - Minggu -
Bulan
Manfaat ilmu iklim
Iklim dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi bahan pertimbangan
dalam rancang bangun bangunan, bahan dan pakaian, penerbangan,
pelayaran, jenis pangan yang dikomsumsi dan aktifitas sosial budaya,
serta untuk bidang pertanian antara lain : iklim akan mempengaruhi
jenis tanaman, jadwal tanam dan teknik budidaya.
Atmosfir

Peran penting lapisan atmosfir antara lain :
1. Mengurangi radiasi matahari yang sampai pada permukaan bumi dan
mencegah pendinginan bumi berlebih
2. Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi
3. Menyediakan oksigen dan karbon dioksida

Dalam skala waktu harian, permukaan bumi akan berpengaruh terhadap
bagian troposfir di bagian bawah yang dikenal sebagai : Planetary Boundary
Layer – PBL (lapisan keplanitan) atau Atmospheries boundary layer (lapisan
keliling atmosferik) atau Boundary layer ( Lapisan keliling).

Tabel Susunan udara kering bersih di atmosfir
No. Penyusun % total molekul
(volume)
Berat Molekul
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Nitrogen (N
2
)
Oksigen (O
2
)
Argon (Ar)
Carbondioksida (CO
2
)
Neon (Ne)
Helium (He)
Krypton (KR)
Hidrogen (H)
Ozone (O
3
)
78.08
20.94
0.93
0.03
0.0018
0.0005
0.0001
0.00005
0.00006
28.02
32.00
39.88
44.0
20.18
4.00
-
2.02
48.00
Proses pembentukan O3 yang terjadi di atmosfir
O
2
+ h
v
O + O

(1)
Dimana : Panjang gelombang hv ì < 0.240 µ
hv adalah energi suatu foton cahaya
O
2
+ O + M
O
3
+ M
(2)
Dimana : M adalah molekul ke tiga, yang keberadaannya diperlukan
untuk menstabilkan peoses, sebab molekul O dan M akan membentuk
O3 dengan tumbukan.
Tetapi O3 di dalam cahaya tidak stabil sehingga apabila mengabsorbsi
energi yang mempunyai panjang gelombang < 1,100 µ akan mengalami
perubahan kembali ke dalam bentuk Oksigen Diatonik dan Monotomik.
O
3
+ h
v

O
2
+ 0
(3)
Dimana : panjang gelombang ì< 1,100 µ
O
3
+ O
2O
2

(4)
KEBUTUHAN POKOK STASIUN AGROKLIMAT
Kebutuhan pokok stasiun agroklimat
1. Letak stasiun harus mewakili hubungan tanaman –
tanah/air – iklim didaerah dimana data tersebut
diperoleh.
2. Masing-masing instrumen harus menghasilkan
data-data meteorologi yang benar dan alat-alat
tersebut tidak mudah rusak dan mudah
pemeliharaannya.
3. Pembacaan alat mudah dilaksanakan dan mudah
dicatat
4. Pengamat cukup tersedia dan terlatih dengan baik
serta bertempat tinggal tidak jauh dari stasiun
tersebut demi kelancaran pengamatan.
Tata Letak Stasiun Agroklimat
Sebuah stasiun agroklimat membutuhkan letak yang cukup
luas, terbuka dengan taman alat di tengahnya. Ukuran
luas yang diperlukan tergantung pada banyaknya alat
serta persyaratan karakteristik masing-masing alat-alat
tersebut
50 m
50 m
10 m
10 m
Stasiun Agroklimat
TA : Taman Alat
Gambar Tata letak stasiun
agroklimat
Keterangan :
1. Anemometer
2. Evaporimeter
3. Solarimeter
4. Ombrometer otomatis
5. Termometer shelter
6. Termometer tanah
7. Termometer Min rumput
8. Ombrometer observation
9. Persediaan Air
10. Pagar
4
3
2
1
10
8
7
6
5
9
Gambar 4. Tata Letak Taman Alat

Beberapa pengaruh lokal yang sering terjadi
1. Turbulensi lokal
2. Efek Oase
3. Naungan
Termometer shelter (sangkar termometer)
Syarat penempatan termometer shelter adalah sebagai berikut :
1. Diletakkan pada tempat yang kering di atas tanah yang ditanami
rumput dan jauh dari ombrometer dan evaporimeter.
2. Mempunyai ventilasi yang baik sehingga angin dapat lewat secara
bebas baik dari samping maupun dari atas.
3. Dibuat dari kayu yang dicat putih mengkilap baik dalam maupun
luarnya
4. Pintu diatur sedemikian rupa sehingga kalau dibuka sinar matahari
tidak langsung mengenai instrumen
5. Di daerah tropis disarankan dua pintu atau satu pintu yang dapat
berputar 180
o
, sehingga pada bulan Maret dan September matahari
tidak langsung mengenai instrumen ketika pembacaan sedang
dilakukan
6. Tinggi pemasangan 1,5 – 2,0 meter di atas permukaan tanah tetapi
untuk kepentingan pertanian dapat disesuaikian dengan
keperluan.
Jenis Termometer :
1. Termometer maximum
2. Termometer mimimum
3. Thermograf
4. Termometer tanah
Interpretasi data :
1. Temperatur rata-rata harian (cara aljabar)
2. Homogenitas data temperatur udara
Kelembaban Udara :
• Kerapatan uap air: massa uap air persatuan vulume udara
• Lengas nisbi: nisbah uap air dalam udara dengan uap air jenuh
Peralatan pengukur kelembaban udara.
1. Psychrometer :
a.Aspirated psychrometer tipe Asmann
b. Natural ventilated psychrometer
c. Psychrometer ayunan/ sling psychrometer

2. Perekam kelembaban udara otomatis (recording air
humidity)
a. Recording psychrometer
b. Hair Higrograph
c. Hygrothermometer
Angin :
Peralatan pengukur angin :
a. Anemometer
b. Arah Angin
c. Recording anemometer
d. Hand anemometer
Tinggi
pengukuran (m)
0.5 1.0 1.5 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 10.0
Faktor koreksi 1.35 1.15 1.06 1.00 0.93 0.88 0.85 0.83 0.77
Perkiraan nilai penurunan kecepan angin pada ketinggian yang berbeda
dengan kecepatan angin dngan ketinggian 2 m adalah :
Tabel Kecepatan angin perkiraan
Kecepatan (m/det) Keterangan
0.0 – 0.2
0.3 – 1.5

1.6 – 3.3

3.4 – 5.4

5.5 – 7.9
8.0 – 10.7
10.8 – 13.8
13.9 – 17.1
17.2 – 20.7
20.8 – 24.4
24.5 – 28.4
> 28.5
Asap membubung secara vertikal
Beberapa asap mengapung tdk ada gerakan pada baling-
baling
Angin terasa di wajah, daun-daun menggerisik, angin
menggerakan bendera dengan ringan
Pasir naik, cabang-cabang kecil bergerak, kertas tertiup
pergi
Pohon-pohon kecil bergoyang, terjadi gelombang pada
tanah-tanah yang berair
Cabang besar bergerak, kawat-kawat telpon berbunyi,
payung sukar digunakan
Seluruh pohon bergerak, sangat sukar untuk berjalan
Ranting-ranting patah
Cerobong dan atap jatuh
Pohon-pohon tercabut dan rusak
Timbul kerusakan yang luas atau besar
Radiasi Matahari
Alat pengukur lamanya penyinaran matahari (sunshine
duration) : Solarimeter
a. Tipe Campbell Stokes
b. Tipe Jordan
c. Thermo – electric Solarimeter

Alat pengukur intensitas penyinaran matahari (solar intensity
radiation)
a. Bimetallic Actinograph
b. Bellani Pyranometer
Observasi Awan
Tabel Penutupan Awan
Penutupan Awan Oktas Persepuluh
Tidak ada penutupan awan, cahaya
berkabut, tetapi matahari tampak
Jejak sampai 1/8 dari total penutupan
langit
2/8 dari total penutupan langit
3/8 dari total penutupan langit
4/8 dari total penutupan langit
5/8 dari total penutupan langit
6/8 dari total penutupanlangit
7/8 dari total penutupan langit

Langit tertutup seluruhnya, kabut ynag
tebal
0

1

2
3
4
5
6
7

8
0

1/10 atau kurang
tetapi tidak nol
2/10 – 3/10
4/10
5/10
6/10
7/10 – 8/10
9/10 atau lebih tetapi
tidak nol
10/10
Presipitasi :
Alat pengukur curah hujan
• Penakar hujan manual/ standar/observasi/ biasa/ Raingauges
• Penakar curah hujan otomatis (rainfall recorder)
• Tipe sipon (tipe pelampung, float gauge)
• Tipe pemberat (Weighing type)
• Tipe ember jungkit (Tipping bucket type
Untuk menguji himogenitas datra curah hujan digunakan cara sederhana
sebagai berikut :
a. Plotting data
b. Run test
c. Double massa curve analysis (analisa kurva massa ganda
Interprestasi data hilang (missing data)
a. Melengkapi data yang hilang
- Normal ratio methode
- Inversed square distance
b. Penambahan data
Curah hujan kawasan
1. Cara rerata aljabar (artmatic mean
2. Cara Poligon Thiessen
3. Cara Garis Isohyet
KLASIFIKASI IKLIM

Klasifikasi iklim menurut Koppen
Klasifikasi iklim menurut Mohr
Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Ferguson
Klasifikasi iklim menurut Oldeman

RADIASI SURYA
A. Pengaruh spektrum radiasi surya terhadap tanaman:
1. Band I : radiasi dengan ì > 1,0µ. Tidak diketahui pengaruhnya terhadap
tanaman. Radiasi ini setelah diserap tanaman lalu dirubah menjadi panas tanpa
ada pengaruh biokimia.
2. Band II : radiasi antara 1,0 dan 0,72. Mempunyai pengaruh memeperpanjang
tanaman. Farred (merah rua) penting utnuk fotosintetis, pertumbuhan
bibit, pembungaan dan pembuahan.
3.Band III: radiasi antara 0,72 dan 0,61µ. Spektrum ini diserap oleh kloropil.
Meningkatkan aktivitas fotosintetis tetapi tak begiru besar.
4. Band IV : radiasi antara 0,61 dan 0,51 µ, Daerah ini berpengaruh kecil terhdap
fotosintetis.
5. Band V : radiasi antara 0,51 dan 0,4 µ. Daerah ini penyerapan yang kuat oleh
kloropil dan pigmen kuning, juga terhadap fotosintetis kuat dalam daerah biru-
violet.
6. Band VI : 0,4 –0,315µ. Tanaman menjadi lebih pendek dan daun makin tebal
7. Band VII : 0,15 – 0,28µ. Radiasi ini merusak semua jenis tanaman
8. Band VIII : ì < 0,28µ. Radiasi pembunuh tanaman.

B. Pengurangan radiasi di atmosfer
C. Radiasi Global
D. Hubungan radiasi dan lama sinar
N b a
QA
Q
/ q + =
Q = radiasi yang sesungguhnya diterima
QA = nilai Angot atau jumlaj radiasi teoritis yang mencapai
permukaan bumi jika tidak ada atmosfir.
q = lamanya penyinaran sesungguhnya
N = lamanya penyinaran maksimum yang mungkin terjadi
a dan b konstanta
Intensitas radiasi bumi (terrestirial radiation) dinyatakan dalam
formula :
Qt=c oT4
Qt = radiasi bumi ; c = emisivitas permukaan ; o = tetapan
Stefan-Boltzman : 8,17 x10
-11
langley/T
4
/menit atau5,7 x 10
-5

erg/cm2/T4/detik, T = suhu absolut permukaan
Formuempiris untuk pppmenghitung radiasi dari bumi dikembangkan oleh
Brunt (19kkk34rADIASI DARI BUMI OLEH Brunt (1935)) :
Radiasi bumi oleh Brunt (1934)
Qb = oT4(0,56 – 0,08\e) (1-ac)
Qb = radiasi bumi efektif
o = tetapan Stefan-Baltzman : 8,17 x 10
-11
langley/T
4
/menit atau
5,70 x 10
-5
erg/T4/detik
T = suhu absolut udara di permukaan
e = tekanan uap udara , mb
C = keadaan awan
a = konstanta tergantung awan (0,025 : awan tebal, 0,06 : awan sedang,
0.09 : awan tipis)
F. Radiasi Netto
Qn = (1-r) Q +Qb
Qn = radiasi neto
R = koefisien pantulan (albedo)
Q = radiasi gelombang pendek yang datang
Qb = radiasi gelombang panjang
Radiasi Netto
Panas flux ke dalam tanah
Dipantulkan awan
Radiasi Surya
Dipancarkan
Radiasi gelombang
Evaporasi
Konveksi
Konduksi
FOTOSINTETIS
a. Reaksi Fotosinthesis
Kloropil



CO2 – H2O + energi (CH2O) + O2 – 112.000 kalori
b. Proses-proses fotosinthesis
c. Efisiensi penggunaan sinar
d. Hubungan fotosintesisi dengan suhu
e. Respirasi dan fotosintesis netto
f. Faktor lain yang mempengaruhi fotosintesis
CH
2
0 + O
2
CO
2
+H
2
O + panas kombusi
GAMBAR Laju fotosintesis pada tanaman gula bit sebagai
fungsi dari radiasi bersama-sama dengan efisiensi
penggunaan radiasi dalam fotosintesis
Gambar Hubungan suhu daun dan fotosintesis
Gambar hubungan suhu dan respirasi
Hasil respirasi
CO
2
per 64
menit/ gram
1,6

1,2


0,8

0,4

10 20
Suhu (
o
C)
Y = 0,5333 + 0,078 x
AGIHAN RADIASI DALAM KOMUNITAS TANAMAN
Transmisitas
(%) log
10





5
2 4 6
Kandungan kloropil (10
-4
mg/cm
2
)
Gambar 11. Hubungan kloropil dan transmisinitas
daun

Distribusi Radiasi dalam Kanopi
Y = 1,09 – 1,22 x
1,0



0,5



0,1
Bagian radiasi di
bawah tanaman


10 20 30 40
Tinggi Tanaman (cm)
Gambar Hubungan antara tinggi tanaman dan bagian radiasi
surya pada permukaan tanah di bawah kanopi (tanaman
jagung)
Distribusi radiasi di dalam kanopi dinyatakan dalam hukum Beer :
I = I
o
e
-KF

Indeks Luas Daun (Leaf Area Index)
(ILD) = LAI
Penggunaan Radiasi oleh Tanaman
Ada 4 alasan ketidak efisienan
penggunaan radiasi oleh daun :
1. Sebagian radiasi dipantulkan
dan hanya sinar yang dapat
dilihat (visible light) yang
efektif untuk fotosintesis.
2. Quantuk energi dibutuhkan
untuk fotosintesis tinggi.
3. Kejenuhan sinar pada daun
dicapai jauh di bawah sinar
penuh.
4. Respirasi mengurangi
fotosintesis.

Fotoperiodisme
Panjang sinar disebut
fotoperiod (panjang sinar)
dan respon tanaman
terhadap panjang sinar
disebut fotoperiodisme.
HUBUNGAN TEMPERATUR UDARA DAN TANAMAN
A.Temperatur Kardinal

B. Hukum Van’t Hoff
HUBUNGAN ANGIN DAN TANAMAN
A. Pengaruh angin terhadap tanaman
B. Pematah angin (Wind Break)
Persamaan Logaritmis Kecepatan Angin
Zo
Z
Ln
k
u
ç
t 1
= ( )
Zo
d Z
Ln
k
u
÷
=
ç
t 1
dimana :
U = kecepatan angin pada
ketinggian Z
K = konstanta Von Karman
yang besarnya 0,4
ç = berat jenis udara
t = gaya gesek
Zo = parameter kekerasan
permukaan
Berdasarkan persamaan ini kecepatan
angin dekat permukaan tanah
meningkat secara eksponensial
terhadap tinggi.
Kendala persamaan ini :
1. Validitasnya tergantung pada
tegangan/ gaya geser sampai
ketinggian mendekati 30 m
diatas permukaan tanah
2. Persamaan ini hanya cocok untuk
kondisi netral

IKLIM DAN TEKNIK PERTANIAN
A. Embun Upas (frost)
B. Jenis embun upas

• Frost Radiasi
• Frost adveksi (umumnya terjadi saat winter)
• Drainasi udara dingin (frost drainasi)

D. Fenologi tanaman
E. Pengaruh mulsa pada iklim mikro
F. Iklim dan binatang
G. Iklim dan Produksi Pertanian
H. Iklim, Pakaian dan Kenyamanan Kehidupan
I. Iklim dan Arsitektur

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->