Anda di halaman 1dari 19

INISIATIF, GAGASAN, INOVASI, KARYA DAN KREATIVITAS SERTA KEPEMMPINAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI SUATU KARAKTERISTIK

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pada setiap organissasi, apakah itu pada tingkatan lembaga pendidikan, perusahaan, birokrasi, atau negara yang memiliki ciri-ciri inovatif, selalu ada seorang tokoh pimpinan yang membuat organisasi tersebut menghasilkan karya inovatif. Peranan seorang pemimpin sebagai penggerak sekumpulan orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama sangatlah penting. Pemimpin adalah orang yang menjadi penggerak sekumpulan orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Keteladanan, dedikasi, dan motivasi yang diberikannya kepada para pengikutnya menjadi penggerak bagi tercapainya tujuan organisasi. Ada beberapa hal yang biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin yang inovatif. Mereka memiliki visi yang jelas kemana organisasi harus dibawa, dan mereka mampu menginspirasi para pengikutnya untuk ikut memiliki visi tersebut dan mewujudkannya menjadi kenyataan. Mereka adalah orang yang berani mengambil resiko. Mereka adalah orang yang berpikiran positif terhadap para pengikutnya dan memperlakukan para pengikut dengan penuh kepercayaan agar mereka dapat mewujudkan potensi kreatif yang dimilikinya semaksimal mungkin. Pemimpin inovatif adalah pemimpin yang tidak menghukum para pengikutnya yang berbuat kesalahan, selama kesalahan tersebut dilakukan bukan dengan niat buruk. Pemimpin memberikan peluang kepada para pengikutnya untuk belajar dari kesalahan. Mereka adalah pemimpin yang menghargai pendapat para karyawannya dan memberi apresiasi pada hasil karya pengikutnya. Di sisi lain, pemimpin inovatif berani mengubah cara berorganisasi yang membuat proses inovasi mandeg. Sebagai pemimpin dia membuat suasana organisasi jadi sangat menyenangkan. Organisasi yang sangat

birokratis dan kaku, serba diatur dari atas, dan karyawan yang menunggu perintah adalah organisasi yang akan membunuh gagasan inovatif karyawan. Pemimpin inovatif adalah pemimpin yang mengubah organisasi yang sangat birokratis menjadi organisasi yang memberikan keleluasaan pada karyawan untuk berbuat sesuai dengan keinginan mereka selama hal yang dilakukan sesuai dengan visi, misi, dan tat nilai perusahaan. Sebagai pemimpin dia berani memangkas proses bisnis dan rantai birokrasi yang panjang menjadi sederhana dan memudahkan pelaksanaan tugas. Pemimpin telah menjadi faktor penting dalam menumbuhkan budaya organisasi yang kondusif bagi munculnya inovasi.

B. RUMUSAN MASALAH Atas dasar latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan persoalanpersoalan yaitu; 1. Apa definisi dari inisiatif, gagasan, inovasi, karya dan kreativitas serta kepemimpinan sebagai suatu karakteristik kewirausahaan. 2. Apakah karakteristik atau sifat orang yang inisiatif, memiliki gagasan, inovatif, dapat berkarya dan kreatifserta pintar dalam kepemimpinan. 3. Apakah penghambat dan solusi dari inisiasi, gagasan, inovasi, karya dan kreativitas serta kepemimpinan dalam berwirausaha. 4. Bagaimana perilaku individu atau perusahaan dalam mengembangkan inisiasi, gagasan, inovasi, karya dan kreativitas serta kepemimpinan untuk berwirausaha.

BAB II PEMBAHASAN Dalam kehidupan berwirausaha inisiatif, gagasan, inovasi, karya dan kreativitas serta kepemimpinan memiliki peran masing-masing untuk menunjan kesuksesan dan tujuan berwirausaha. Seorang eirausaha harus berusaha dan mampu mengembngkan masing-masing aspek tersebut. Sebagai karakteristik kewirausahaan inisiatif, gagasan, inovasi, karya dan kreativitas serta kepemimpinan memiliki definisi dan kualifikasi masingmasing.

I.

INISIATIF A. Definisi Inisiatif Inisiatif adalah Kemampuan Berpikir atau Mengembangkan Pikiran tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam pengembangan pribadi maupun kelompok yang dibuat dalam Suatu Perencanaan. Inisiatif sering ditemui dalam Pekerjaan, Kegiatan Sosial dan Dunia Ekonomi dan Bisnis. Inisiatif adalah Langkah Awal atau Permulaan dalam Pemecahaan Masalah. Proaktif merupakan kelanjutan dari Inisiatif yang diwujudkan dalam Tindakan Aktual. Tindakan yang bersifat menghindari kejadian yang tidak diharapkan, sehingga rencana awal Inisiatif mudah terkontrol dan dalam jangkauan. Definisi Inisiatif yng lain ialah dari kata inisiatif, menurut kamus inisiatif berarti usaha sendiri, langkah awal, ide baru. Berinisiatif berarti mengembangkan dan memberdayakan sector kreatifitas daya pikir manusia, untuk merencanakan idea tau buah pikiran menjadi konsep yang baru yang pada gilirannya diharapkan dapat berdaya guna dan bermanfaat. Manusia yang berinisiatif adalah manusia yang tanggap terhadap segala perkembangan yakni manusia yang pandai membaca, menghimpun dan meneliti (iqra), manusia yang inisiatif juga dapat memanfaatkan setiap peluang di setiap pergantian waktu, dan menjadikannya sebagai kreasi yang berarti.

Kemampuan Anda beradaptasi dalam lingkungan kerja baru diantaranya dilihat dari cara memulai pekerjaan baru tanpa banyak bimbingan dari rekan atau atasan. Kemampuan Self Starting ini

merupakan kemampuan ber-Inisiatif dan ber-Proaktif. Dapat dipastikan bahwa orang baru selalu menjadi sorotan dalam lingkungannya, dan inilah yang perlu Anda bangun agar menjadi Perhatian Positif. Keistimewaan dari inisiatif ini sendiri yaitu mampu mencermagti kreasi Tuhan, selanjutnya menjadikan bahan renungan atau kreatifitas berpikir dalam semua waktu dan tempat, kemudian membuat kreasi baru (karya baru) atau berinisiatif memproduksi semua potensi menjadi berdaya guna.

B. Pengembangan inisiatif dalam perusahaaan Inisiatif membutuhkan kemampuan-kemampuan lain untuk bisa mengembangkannya, antara lain: a. Motivasi diri atau dorongan diri untuk mau lebih maju. Faktor ini merupakan faktor utama yang mendukung kemampuan insiatif. Orang yang memiliki motivasi tinggi cenderung tidak puas dengan apa yang dikerjakan dan itu akan memungkinkan seseorang yang memiliki motivasi tinggi tersebut untuk mencari dan mengkesplorasi yang lebih banyak. b. Kepekaan atau perhatian terhadap lingkungan sekitar termasuk tugas. Orang yang memiliki kepekaan tinggi terhadap lingkungan sekitar akan memiliki kemungkinan untuk memunculkan kemampuan inisiatifnya. c. Dukungan dari manajemen. Manajemen yang sangat menjaga wibawa biasanya sulit diharapkan dapat menggali inisiatif-inisiatif cemerlang dari orang-orang dalam yang sudah ada. Begitu juga manajemen yang memberikan kebebasan tanpa dasar yang jelas. Misalnya saja tidak jelas peranan masing-masing orang. Inisiatif yang muncul biasanya inisiatif untuk kepentingan pribadi.

II.

GAGASAN

A. Definisi Gagasan Gagasan atau ide adalah istilah yang dipakai baik secara populer maupun dalam bidang filsafat dengan pengertian umum "citra mental" atau "pengertian". Terutama Plato adalah eksponen pemikiran seperti ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide/gagasan adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan cita-cita. Gagasan dalam kajian Filsafat Yunani maupun Filsafat Islam menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat. Misalnya: gagasan tentang sendok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh di pikiran. Selama gagasan belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka gagasan masih berada di dalam pikiran. Gagasan menyebabkan timbulnya konsep, yang merupakan dasar bagi segala macam pengetahuan, baik sains maupun filsafat. Sekarang banyak orang percaya bahwa gagasan adalah suatu kekayaan intelektual seperti hak cipta atau paten.

B. Menumbuhkan gagasan dalam berwirausaha Terdapat beberapa pokok pikiran yang dapat diterapkan dalam mencari ide atau gagasan bisnis, diataranya adalah: 1. Pahami Persoalan Untuk memenuhi kebutuhan kita dalam memecahkan persoalan harus adanya gagasan. Dalam hal ini diharapkan untuk membuat suatu rumusan tentang situasi dan apa yang ingin anda capai, bila kita telah merumuskan apa yang menjadi persoalan dan tujuan yang diharapkan dan membuat suatu garis besar dari permasalahan yang ada maka anda akan dapat menyelesaikan persoalan yang anda hadapi. Dari hal ini kembangkan cara penyelesaian dan kembangkan sebagai suatu permulaan dalam melakukan suatu bisnis 2. Kenali celah-celah dan inti masalahnya Setelah melakukan perumusan masalah yang tengah dihadapi langkah selanjutnya adalah mencari celah dalam menyelesaikan

permasalahan. Intinya adalah bagaimana anda memahami permasalahan anda dan mencari celah dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. 3. Jangan menunda pekerjaan Salah satu hal yang mengherankan tentang ide-ide adalah bahwa kita dapat memerintahkan otak untuk bekerja dengan autopilot. Apabila kita memberinya gagasan-gagasan dasar dan sejumlah rangsangan yang cocok, akhirnya otak akan memunculkan gagasan-gagasan yang dapat diteruskan. Jika kita mengerjakan jauh hari sebelum batas waktu tidak berarti kita harus segera merampungkan, tetapi sekedar memberi masukan yang lebih baik kepada diri sendiri untuk menyadari dimensi-dimensi lain dari keadaan yang kita hadapi 4. Ambillah sudut pandang orang lain Artinya kita mencoba untuk menempatkan diri kita pada posisi orang lain, dengan tujuan untuk mengetahui reaksi seseorang atas tindakan yang kita ambil. 5.Tinggalkan tanggapan negative Menghilangkan pikiran-pikiran negatif muncul dipermukaan

karena akan menjadi penghalang. 6. Belajarlah untuk mendengarkan Mendengarkan adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan secara aktif. Keuntungan dari mendengar ialah perhatian kita akan lebih terarah ke masalah yang sedang dihadapi dan kita akan mendapatkan lebih banyak informasi.

III.

INOVASI a. Definisi dan ciri-ciri inovasi Menurut Rosabeth Moss Kanter (1986), inovasi adalah sebuah hasil karya pemikiran baru yang diterapkan dalam kehidupan manusia.1 Sedangkan menurut Amabile & Conti (1999), inovasi adalah implementasi dan adopsi pemikiran baru oleh individu dalam perusahaan.2

1 2

Ancok, Djamaludin. Psikologi kepemimpinan dan inovasi. 2012. Jakarta: Erlangga.hlm 34. Ancok, Djamaludin. Psikologi kepemimpinan dan inovasi. 2012. Jakarta: Erlangga.hlm 34.

West & Farr (1990) mendefinisikan inovasi sebagai berikut:3 Pengenalan dan penerapan dengan sengaja gagasan, proses, produk, dan prosedur yang baru pada unit yang menerapkannya, yang dirancang untuk memberikan keuntungan bagi individu, kelompok, organisasi dan masyarakat luas. Hamel (2000) mengemukakan pandangannya seperti di bawah ini:
4

Peralihan dari prinsip-prinsip , proses, dan praktik-praktik

manajemen tradisional atau pergeseran dari bentuk organisasi yang lama yang memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap cara sebuah manajemen dijalankan. Menurut ensiklopedia bisnis5, yang dimaksud inovasi adalah proses penerjemahan ide kedalam bentuk sebuah produk atau layanan yang akan dibeli orang, atau sesuatu yang dihasilkan dari proses tersebut.

b. Jenis-jenis inovasi Keunggulan suatu perusahaan atau organisasi ialah kemampuan dalam menghasilkan produk dengan kualitas tinggi namun harga murah, penyampaian produk yang cepat. Ketiga aspek tersebut selanjutnya akan berdampak kesetiaaan pelanggan. Dalam hal ini perusahaan harus menginovasikan produk agar dapat menjaga loyalitas konsumen. Berikut jenis-jenis inovasi: Inovasi Proses; proses disini ialah dalam produksi. Perusahaan berinovasi agar biaya yag digunakan berproduksi ditekan namun kualitas sama dengan yang biasanya. Inovasi Metode; dalam hal ini organisasi atau perusahaan akan menggunakan cara atau metode agar tujuannya tercapai. Inovasi Struktur Organisasi; model organisasi perusahaan sangat banyak, namun dalam organisasi agar nilai perusahaan terus meningkat struktur organisasi perlu diubah sesuai dengan perkembangan jaman.

3 4

Ibid. Ibid. 5 http://www.businessdictionary.com/definition/innovation.html

Inovasi dalam hubungan; biaya yang tinggi di sebabkan oleh kurangnya jaringan bisnis. Suatu perusahaan harus selalu mencari dan berinovasi dalam menjalin hubunngan bisnis, agar biaya bisa ditekan namun eksistensi perusahaan tetap stabil.

Inovasi Strategi; untuk meningkatkan eksistensi perusahaan perlu adanya strategi yang beragam. Dalam inovasi strategi seharusnya suatu perusahaan berorientasi luas tidak hanya ranah lokal, namun internasional.

Inovasi

pola

pikir;

pola

berfikir

dalam

berwirausaha

harus

diperhatikan, karena akan berdampak pada kesuksesan usaha dan pengambilan keputusan. Sehingga inovasi pola pikir ini baik lini atas maupun bawah harus mampu menjadikan masing-masing individu yang visioner dan produktif. Inovasi Produk; konsumen tentu akan memilih produk yang lebih berguna bagi diri konsumen. Meskipun fungsinya sama namun produk yang lebih inovatif akan lebih dipilih oleh konsumen. Inovasi pelayanan; pelayanan termasuk faktor penting dalam pemasaran dn menjaga loyalitas pelanggan. Perusahaan harus bisa menginovasikan pelayanannya, karena konsumen satu dengan yang lain memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

IV.

KREATIVITAS

A. Definisi kreativitas a. Kreatifitas Kreatif bersifat baru, orisinil, unik, eureka, kata seru dari bahasa yunani yang artinya saya telah menemukannya! diluar kebiasaan, berhubungan dengan kecerdikan atau kepandaian.6 Arti kreativitas adalah menciptakan, menemukan,

mengimajinasikan, mengonsepkan, membentuk, mengonstruksikan, memproduksi, menghasilkan, melihat masa depan, atau kemampuan untuk memprediksi tren yang baru, kemampuan menganalisis
6

Chen, Febe. Be Creative menjadi pribadi kreatif.2010. jakarta: gramedia pustaka utama. Hlm 17.

kebutuhan pasar atau masyarakat, kemampuan memelihara alam, dan seterusnya.7 Jadi, kreativitas itu sangatlah kompleks dan memiliki banyak sisi. Kreativitas adalah proses mental yang menghasilkan solusi, ide, konsep, artistik, teori, atau produk yang baru atau unik.8

B. Karakteristik kreatifitas Menurut hasil penelitian yang dimuat di Flow dan The Psychology of Discovery for Invention, orang-orang kreatif memiliki karakter yang kontradiktsi. Demikian juga, mereka bisa menguasai dan menghadapi kontradiksi:9 a. Intelengensia Mereka memiliki intelengensia yang mencukupi, namun mereka juga tak segan untuk bertanya dengan pertanyaan yang kekanak-kanankan. Begitu juga sebaliknya, mereka mampu

menghadapi pertanyaan yang aneh dan kekanak-kanakan tanpa memandang sebelah mata kepada yang bertanya. Orang-orang menganggap mereka bijaksana sekaligus kekanak-kanakan. b. Realitas dan imajinasi Mereka mampu bergerak dengan lancar antara imajinasi dan realita. c. Subjektif dan objektif Pikiran mereka adalah gabungan antara pikiran yang objektif dan subjektif. d. Energi Mereka mengelola kontrol tingkat energi mereka, baik ketika bergerak, istirahat, atau refleksi. e. Disiplin Mereka memiliki disiplin yang terkontrol. Orang-orang kreatif dapat bekerja dengan keras dan tekun.
7 8

Ibid. Ibid. 9 Ibid. Hlm 29.

f. Rendah hati dan sombong Mereka dengan bebas mengekspresikan diri dan

mengungkapkan pendapatnya tanpa peduli apa kata orang. Di sisi lain, mereka dapat beralih dari sikap arogan menjadi mengkritik diri sendiri. Hal ini berkaitan dengan sikap agresif dan ambisius mereka yang kontradiksi dengan sifat rendah hati, tanpa pamrih, dan mementingkan kepentingan orang lain. g. Terbuka dan sensitif Mereka mampu bersikap terbuka dengan tetap

mempertahankan sisi dalam mereka yang sensitif, sekaligus mampu memaknai level emosi yang tinggi, baik kesenangan maupun kesakitan semuanya dapat mereka atasi. h. Introvert dan ekstrovert Mereka mampu bergerak dari isolasi sosial manjadi pusat perhatian. Mereka cenderung penyendiri karena terbiasa dianggap berbeda oleh masyarakat. Ketika karya mereka diakui, mereka menjadi terkenal, namun mereka tetap dapat mengendalikan diri, tetap produktif dan menghasilkan karya-karya selanjutnya. Pikiran mereka cenderung lancar dan fleksibel. i. Maskulin dan feminim Mereka mampu mengekpresikan kedua aspek tersebut. j. Mandiri atau pemberontak dan konservatif atau tradisional Mereka memiliki kedua karakter tersebut, dan mampu berpindah-pindah karakter sesuai situasi kondisi.

C. Hambatan dan cara mengembangkan krestifitas 1. Hambatan kreativitas10 Sementara organisasi harus menghadapi tantangan dan perubahan zaman, banyak organisasi di dunia justru menghambat pertumbuhan kreativitas dan inovasi karyawan atau masyarakat. Dalam

10

Chen, Febe. Be Creative menjadi pribadi kreatif.2010. jakarta: gramedia pustaka utama. Hlm 13.

Developing a 21st Century Mind, Betty Edward mengungkapkan Faktanya dalam menghadapi perubahan zaman, senjata kita hanya satu : INOVASI atau MATI. a. Para penemu tidak mendapatkan dukungan dan kreatifitas serta inovasinya tak dihargai. b. Inovasi melewati jalan yang sulit dan berliku-liku sebelum diterima dunia. 2. Cara mengembangkan kreativitas dan inovasi.11 a. Pikiran yang inovatif membutuhkan imajinasi Imajinasi, bahkan yang sederhana sekalipun, memunculkan banyak ide. Ide-ide ini membawa kita pada berbagai alternatif pemecahan masalah sehingga akhirnya kita dapat memilih solusi terbaik untuk di pakai sebagai system operational prosedure (SOP). Mereka berpikir think out of the box. Kemampuan untuk

mengembangkan pola pikir imaginatif, seperti: Berpikir diluar kebiasaan Memiliki cara berfikir yang berbeda Mencari solusi yang tidak biasa Berpikir dari sudut pandang orang lain Tidak seperti katak dalam tempurung Tidak membaasi pikirannya great minds discus idea, average minds discuss events, small minds discuss people hayman rickoverc. Jangan tergesa-gesa atau khawatir Berdiam diri Tenangkan diri Lakukanlah kedua hal itu agar anda dapat berpikir dengan kreatif-inovatif-sederhana-afektif. d. Pelajarilah kebiasaan baik dan buruk manusia
11

b. Gunakanlah waktu luang untuk berpikir

Chen, Febe. Be Creative menjadi pribadi kreatif.2010. jakarta: gramedia pustaka utama. Hlm 9.

Hal ini akan membantu kita memahami hubungan antar manusia. Membuka pikiran kita dengan ide atau cara inovatif dalam mengatur sesama dan hubungan kekeluargaan. Belajar dari sekeliling kita: orang tua, orang-orang yang lebih dewasa dan berpengalaman.

e. Jadilah kreatif dan orisinal, pelajarilah strateginya. Dapat menemukan ide sendiri bukan copy paste. Mampu mengembangkan ide yang sudah ada menjadi lebih baik dan kompleks. Mampu mempertanyakan apa yang kita dengar. Mencermati apa yang diajarkan orang-orang kepada kita. Mengambil pelajaran dari diri sendiri dan orang lain.

V.

KEPEMIMPINAN A. Definisi kepemimpinan

Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Banyak muncul definisi mengenai pemimpin dan kepemimpinan, antara lain : 1. Figur sentral yang mempersatukan kelompok 2. Keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial 3. Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.

4. Kepemimpinan sebagai suatu kemampuan menghandel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yang besar, kepemimpinan merupakan kekuatan semangat /moral yang kreatif dan terarah. 5. Individu yang memiliki program/rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti.

B. Kepemimpinan Dalam Perspektif Setiap organisasi baik bersifat profit maupun non profit pasti membutuhkan adanya kepemimpinan dari organisasi tersebut.

Kepemimpinan tidak bisa disamakan dengan manajemen. Tingkat kepemimpinan lebih tinggi dari pada manajemen sehingga membutuhkan suatu kemampuan yang lebih tinggi. Pemimpin yang menentukan kemana arah tujuan organisasi, baik tujuan internal maupun eksternal. Pemimpin juga harus dapat menyelaraskan aset dan keterampilan organisasi dengan kesempatan dan risiko yang dihadapkan oleh lingkungan. Pemimpin yang menjadi pusat strategi dalam kegiatan organisasi. Setiap pemimpin

mempunyai gaya yang berbeda dalam, akan tetapi ada satu aspek yang menonjol, yaitu pancaran jiwa (Timpe, 2002). Para pakar manajemen organisasi melakukan penelitian tentang hakekat kepemimpinan selama lebih dari dua puluh tahun. Dari hasil penelitian, para pakar mengidentifikasikan karakteristik dan keahlian yang mampu membuat sejarah dalam ruang lingkupnya terhadap masyarakat. Pemimpin adalah orang-orang yang dijadikan rujukan oleh orang lain ketika mereka mampu membuat terobosan-terobosan yang baru dan menakjubkan serta mencapai tujuan yang ditulis secara tepat waktu dengan anggaran yang terbatas. Pemimpin merupakan orang-orang yang mampu mengoptimalkan sumber daya manusia yang berpotensi melalui

kecerdasan, ketekunan, rasa tanggung jawab, dan jiwa pengorbanan (Madhi, 2001). Berbeda dalam pandangan Habsari, bahwa karakteristik

kepemimpinan itu adalah seorang pemimpin yang sangat mempengaruhi

dirinya untuk dapat mempengaruhi orang lain. Daya pengaruh untuk mengajak, menggerakan, dan mngerahkan para anggotanya adalah kekuatan bagi seorang pemimpin untuk mengembangkan suatu organisasi dalam mencapai visi dan misi organisasi. Dalam hal ini kepemimpinan merupakan proses menggerakan orang lain ke arah yang sama tanpa ada paksaan, hal ini karena adanya kepercayaan anggota terhadap seorang pemimpin (Habsari, 2008). Prinsip-prinsip umum, teori, dan praktik kepemimpinan memang telah menjadi subjek dalam penelitian pada empat puluh tahun terakhir di negara barat. Pandangan Beekun dari University of Nevada yang meneliti tentang kepemimpinan yang kemudian ia beri judul The Leadership Process in Islam menyatakan bahwa kepemimpinan Islami berdasarkan moral punya harapan untuk dapat mengarahkan seorang pemimpin. Karena itu, Beekun menyatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki karakter yang bermoral melalui peningkatan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang akan melahirkan empat kekuatan spiritual, yaitu iman, islam, taqwa, dan ihsan. Keempat spritual ini dapat diukur dengan lima parameter kunci yang berupa perilaku islami yang menyangkut tentang keadilan, amanah, kebijakan, berusaha meningkatkan kemampuan diri, dan menepati janji.12

C. Karakter Pemimpin Ideal Menurut Islam Banyak pandangan tentang kepemimpinan yang merupakan salah satu aspek manajerial dalam kehidupan organisasi yang berada pada posisi kunci dalam menggerakan seluruh potensi yang ada. Hal ini menunjukan bahwa seorang pemimpin harus punya potensi yang tinggi dalam mengelolah organisasi atau lembaga. Dalam pandangan Islam kepemimpinan bukan hanya dilihat dari potensi yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Akan tetapi nilai-nilai Islam harus menjadi karakteristik dalam seorang pemimpin. Djalaluddin (2007) mengungkapkan bahwa ada beberapa karakteristik dasar yang harus

12

Jamal Lulail Yunus (2009), Leadership, Penerbit UIN-Malang Press hal. 5

tumbuh dan berkembang pada diri seorang pemimpin dalam menjalankan amanah kepemimpinannya, yaitu : a. b. c. d. e. f. Alim (orang yang berilmu) Mukhlish (orang yang ikhlas) Amil (orang yang giat bekerja) Mujahid (orang yang selalu berjuang) Muttadhy (orang yang senantiasa berkorban) Mutajarrid (orang yang teguh pendirian) Pemimpin yang dijadikan contoh oleh seluruh masyarakat dunia adalah nabi Muhammad SAW. Beliau adalah pemimpin agama dan juga pemimpin negara. Rasulullah merupakan suri tauladan bagi setiap orang, termasuk para pemimpin karena dalam diri beliau hanya ada kebaikan, kebaikan dan kebaikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam AlQuran: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (QS AlAhzab:21) Sebagai pemimpin teladan yang menjadi model ideal pemimpin, Rasulullah dikaruniai empat sifat utama, yaitu: 1. Sidiq/Jujur Kejujuran merupakan syarat utama bagi seorang pemimpin.

Masyarakat akan menaruh respek kepada pemimpin apabila dia diketahui dan juga terbukti memiliki kwalitas kejujuran yang tinggi. Pemimpin yang memiliki prinsip kejujuran akan menjadi tumpuan harapan para pengikutnya. Mereka sangat sadar bahwa kualitas kepemimpinannya ditentukan seberapa jauh dirinya memperoleh kepercayaan dari

pengikutnya. Seorang pemimpin yang sidiq atau bahasa lainnya honest akan mudah diterima di hati masyarakat, sebaliknya pemimpin yang tidak jujur atau khianat akan dibenci oleh rakyatnya. Kejujuran seorang pemimpin dinilai dari perkaataan dan sikapnya. Sikap pemimpin yang

jujur adalah manifestasi dari perkaatannya, dan perkatannya merupakan cerminan dari hatinya. 2. Amanah/Terpecaya Amanah merupakan kwalitas wajib yang harus dimiliki seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan di atas pundaknya. Kepercayaan maskarakat berupa penyerahan segala macam urusan kepada pemimpin agar dikelola dengan baik dan untuk kemaslahatan bersama. Mengenai nilai amanah, Daniel Goleman mencatat beberapa ciri orang yang memiliki sifat tersebut.
a.Dia bertindak b.

berdasarkan etika dan tidak pernah mempermalukan orang.

Membangun kepercayaan diri lewat keandalan diri dan autentisitas (kemurnia/kejujuran).

c.Berani

mengakui kesalahan sendiri dan berani menegur perbuatan tidka etis

ornag lain.
d.

Berpegang kepada prinsip secara teguh, walaupun resikonya tidak disukai serta memiliki komitmen dan menepati janji.

e.Bertangung

jawab sendiri untuk memperjuangkan tujuan serta terorganisir

dan cermat dalam bekerja. (Goleman, 1998).13 3. Tablig/Komunikatif Kemampuan berkomunikasi merupakan kualitas ketiga yang harus dimiliki oleh pemimpi sejati. Pemimpin bukan berhadapan dengan benda mati yang bisa digerakkan dan dipindah-pindah sesuai dengan

kemauannya sendiri, tetapi pemimpin berhadapan dengan rakyat manusia yang memiliki beragam kecenderungan. Oleh karena itu komunikasi merupakan kunci terjainnya hubungan yang baik antara pemimpin dan rakyat. 4. Fathonah/Cerdas Seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan di atas rata-rata masyarakatnya sehinga memiliki kepercayaan diri. Kecerdasan pemimpin
13

http//: www. Karakteristik Kepemimpinan Ideal.com

akan membantu dia dalam memecahkan segala macam persoalan yang terjadi di masyarakat. Pemimpin yang cerdas tidak mudah frustasi menghadapai problema, karena dengan kecerdasannya dia akan mampu mencari solusi. Pemimpin yang cerdas tidak akan membiarkan masalah berlangsung lama, karena dia selalu tertantang untuk menyelesaikan masalah tepat waktu. D. Kepemimpinan Dalam Mengembangkan Organisasi Dalam hidup harus ada perubahan, tiada kehidupan tanpa perubahan. Setiap kehidupan pada masyarakat baik sedikit maupun banyak, besar maupun kecil pasti mengalami perubahan. Begitu pula dengan organisasi pasti akan mengalami perubahan. Perubahan dalam organisasi merupakan tantangan bagi seorang pemimpin. Terjadinya perubahan pada organisasi kondisi dalam organisasi itu sendiri seperti volume kegiatan yang semakin bertambah, adanya perubahan tujuan, pengembangan tujuan, peralatan baru, perluasan wilayah kegiatan, tingkat keterampilan sikap dan lain sebagainya. Kebijakan pemimpinlah yang menjadi solusi terhadap perubahan organisasi pada saat itu. Dalam menghadapi berbagai tantangan penyebab perubahan tersebut organisasi dapat menyesuaikan diri dengan jalan : 1. Merubah struktur yaitu menambah satuan, mengurangi satuan, merubah sistem sentralisasi menjadi desentralisai atau sebaliknya, merinci kembali kegiatan, menambah karyawan, mengurangin karyawan, dan lain sebagainya. 2. Merubah tatakerja yang dapat meliputi tatacara, tata tertib, dan syaratsyarat melakukan pekerjaan. 3. Merubah orang pada sikap, perilaku, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan. 4. Merubah peralatan kerja, hal ini bisa menambah peralatan baru dan atau mengganti peralatan baru. Keempat macam perubahan tersebut saling berkaitan, perubahan yang satu akan mengakibatkan perubahan yang lain.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dari Uraian-uraian mengenai inisiatif, gagasan, inovasi, karya dan kreativitas serta kepemimpinan sebagai suatu karakteristik kewirausahaan dapat disambil kesimpulan bahwa dalam berwirausaha harus memahami masing-masing karakteristik kewirausahaan tersebut. Adapun seseorang harus inisiatif dalam usahanya,yaitu dengan memotivasi diri untuk mau lebih maju, kepekaan atau perhatian terhadap lingkungan, mendapat dukungan dari manajemen. Seorang wirausaha juga harus memiliki gagasan yang luas, artinya mampu mahami persoalan, mengenali celah-celah dan inti masalahan, tidak menunda pekerjaan. Selain itu juga mampu berinovasi yaitu dengan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi namun harga murah, penyampaian produk yang cepat. Ketiga aspek tersebut selanjutnya akan berdampak kesetiaaan pelanggan. Wirausaha jugs harus kreatif dalam menghasilkan solusi, ide, konsep, artistik, teori, atau produk yang baru atau unik. Memilki jiwa kepemimpinan yang bercirikan; figur sentral yang mempersatukan kelompok, keunggulan dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial, memiliki posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dari karakteristik tersebut seorang wirausaha mejadi usahawan yang tangguh yang senantiasa memajukan ushanya.

DAFTAR PUSTAKA Jamal Lulail Yunus. 2009. Leadership, Malang : UIN-Malang Press. Suprayogo, Imam. 2010. Kepemimpinan Pengembangan Organisasi Team Building dan Perilaku Inovatif, Malang : UIN-Malang Press. http//:www. Karakteristik Pemimpin Dalam Prespektif Islam.com

Chen, Febe. Be Creative menjadi pribadi kreatif.2010. jakarta: gramedia pustaka utama. Ancok, Djamaludin. Psikologi kepemimpinan dan inovasi. 2012. Jakarta: Erlangga. http://www.businessdictionary.com/definition/innovation.html diakses 4 maret 2012 pukul 00. 00 wib. http://your-succes.blogspot.com/2009/04/cara-menumbuhkan-gagasan-gagasanbesar.html http://www.jtanzilco.com/main/index.php/component/content/article/1-kapnews/510-inisiatifmemicukesuksesan