P. 1
pkn semester 2

pkn semester 2

|Views: 15|Likes:
Dipublikasikan oleh Alma Samudro
this is pkn
this is pkn

More info:

Published by: Alma Samudro on Mar 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2014

pdf

text

original

MATA KULIAH TUJUAN

: FISIKA DASAR :Mahasiswa memahami konsep ilmu fisika, penerapan besaran dan satuan, pengukuran serta mekanika fisika.

POKOK BAHASAN: • • • • • • • • • Pendahuluan Fisika, Pengukuran Dan Pengenalan Vektor Kinematika Benda : Kecepatan Dan Percepatan Benda Gerak 1 Dimensi, Gerak Linear Dan Gerak Rotasi Gerak 2 Dimensi, Gerak Peluru Dan Gerak Melingkar, Gerak Relatif Dinamika Benda : Hukum Newton Usaha Dan Energi, Kekekalan Energi Momentum Dan Impuls, Kekekalan Momentum Linear Kinematika Dan Dinamika Rotasi Statika Dan Dinamika Fluida

KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI • •

:

Kemampuan menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Kemampuan menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika

‘12

1

Fisika Dasar Selamet Riadi ST

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 10 MEKANIKA BENDA TEGAR Benda tegar adalah sistem benda yang terdiri dari sistem-sistem benda titik yang tak hingga banyaknya dan jika ada benda yang bekerja padanya jarak antara titik anggota sistem selalu tetap. Jadi perbedaan antara benda titik dan benda tegar adalah adanya perubahan jarak pada sistem benda titik yang mengalami gaya. Gerak sistem benda titik terdiri atas dua macam : - Gerak pusat massa - Gerak relatif Gerak relatif yang sederhana adalah memilih pusat massa sebagai pusat sistem koordinat, sedangkan gerak relatif yang mungkin terjadi adalah gerak benda tegar dalam sistem koordinat pusat massa adalah roatsi terhadap pusat massa dalam keadaan diam Gerak benda tegar tirdiri dari : - Gerak pusat massa yaitu bila lintasan semua titik tersebut sejajar disebut translasi - Gerak rotasi terhadap pusat massa yaitu bila lintasan semua titik dari benda tersebut berbentuk lingkaran yang pusatnya pada sumbu putar yang melalui pusat massa. 10.1. Kinematika Rotasi sebuah benda berotasi terhadap sumbu putar berarti setiap titik pada sumbu tersebut akan melakukan gerak melingkar dengan pusat lingkaran berada pada sumbu putar. Disini terdapat analog antara besaran besaran rotasi dengan translasi yaitu : a. besaran sudut putar θ, analog dengan pergeseran x b. kecepatan angular ω, analog dengan kecepatan linier v c. percepatan angular α, analog dengan percepatan a Hubungan antara besaran-besaran translasi dan rotasi adalah : s=θ.r vT = ω . r aT = α . r dimana : r adalah jarak titik kesumbu putar
‘12
Fisika Dasar Selamet Riadi ST

2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

T adalah simbol untuk arah tangensial Besaran-besaran kinematika rotasi θ = ω .t θ = θ0 +ω0.t + ω = ω0 + α.t ω2 = ω02 + 2α.∆t Macam-macam gerak rotasi : - gerak melingkar beraturan : ω konstan atau α = 0 - gerak melingkar berubah beraturan : α ≠ 0, α > 0, dipercepat, kalau : α<0 berati diperlambat Hubungan torsi dan kecepatan sudut
1 2 α.t 2

Perhatikan gambar diatas, sebuah partikel dengan massa m, yang sedang beroatsi dengam jarak r dari poros. Sebuah gaya F yang tegak lurus pada lintasan partikel memberikan percepatan tangen sial aT sesuai persamaan : F = m. aT karena : maka : aT= α . r F = m. α . r rF= m. r2. α dimana : rF adalah torsi gaya τ yang dihasilkan gaya F terhadap poros partikel m. r2 sebagai momen inersia I partikel sehingga :

Dengan mengalikan kedua rua dengan r didapat :

τ = I.α
Contoh : Sebuah batu gerinda 2 kg memiliki jari-jari 10 cm diputar pada 120 rad/s. Motor dipadamkan dan sebuah pahat ditekan ke batu dengan gaya tangen sial 2 N. Berapa lama waktu diperlukan untuk berhenti sejak gaya diberikan : Penyelesaian :
‘12
Fisika Dasar Selamet Riadi ST
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

3

Diketahui : m = 2 kg r = 10 cm = 0,1 m F=2N ω0 = 120 rad/s Ditanya : t ? Jawab :

Pada saat gaya mesin dipadamkan bekerja gaya tangen sial F = 2 N, tang mengasilkan torsi

τ,

yang

memberikan

perlambatan

sudut

α,

sehingga

memberhentikan gerinda Momen inersia silinder karena berbentuk pejal : I= =
1 m.r2 2

1 (2)(0,1)2 2

= 0,01 kg.m2 Torsi yang dihasilkan :

τ = - rF
= -( 0,1)(2) = -0,20 m.N Torsi akan menghasilak percepatan sudut :

τ = I.α
α = τ /I = -02 / 0.01 = -20 rad/s
‘12
Fisika Dasar Selamet Riadi ST

4

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

diperlambat oleh percepatan sudut : -20 rad/s Pergunakan persamaan gerak rotasi : ωt = ω0 + α.t

t=
t=

ωt − ω 0 α
0 − 120 − 20

=6s jadi butuh waktu 6 s sampai bantu berhenti

10.2. Momen Inersia

Perhatikan gambar diatas: Jika batang diputar dan titik O ditetapkan sebagai titik poros, dan ujung lain dihubungkan dengan sebuah partikel dengan massa m, maka partikel m akan berotasi dengan kecepatan linier v . Energi kinetik partikel adalah :

Ek
Maka :

=

1 2

mv

2

Karena : v = r. ω

Ek Ek Ek

=

1 2 1 2 1 2

mv

2

=

m. ( r .ω )

2

=

( )

m. r 2 .ω

2

‘12

5

Fisika Dasar Selamet Riadi ST

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

2 Karena kecepatan linier analog dengan kecepatan sudut, maka formula : m.r , analog dengan m yang dinamankan momen inersia. Jadi momen inersia adalah hasil kali massa partikel dengan kuadrat jarak partikel dari titik poros. I = m.r2 Kareana momen inersia pada gerak rotasi analog dengan massa pada gerak translasi, maka fungsi massa sama dengan fungsi momen inersia. Jika massa pada gerak translasi menyatakan ukuran kemampuan benda untuk mempertahahankan kecepatan liniernya, maka momen inersia benda pada gerak rotasi adalah kemampuan benda untuk mempertahankan kecepatan sudut rotasinya. Sebuah benda tegar disusun oleh banyak partikel terpisah yang massanya masingmasing : m1,m2,m3,….,mn . . Jika porosnya masing-masing adalah :

r12 , r22 , r32 ,....., rn2

Maka momen inersianya adalah :

I = m1 .r12 + m 2 .r22 + m3 .r32 + ....., + m n .rn2

I = ∑ mi .ri 2
Contoh : 1. Seorang mahasiswa teknik mesin mendesaian suatu bagian mesin yang terdiri dari tiga bagian penyambungan yang dihubungkan oleh tiga topangan. Ketiga penyambung dapat dianggap partikel yang dihubngkan oleh batang-batang ringan (lihat gambar). Hitunglah : a. Berapa momen inersia bagian mesin terhadap poros melalui A b. Berapa momen inersia terhadap oros yang bertepatan dengan batang BC?

‘12

6

Fisika Dasar Selamet Riadi ST

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

a. Partikel A terletak pada poros sehingga jarak partikel ini terhadap poros A adalah nol (rA = 0) AC2 = AB2 – BC2 = (0,50)2 – (0,3)2 = 0,4 m jadi didapat : rB = 0,5 m rC = 0,4 m sehingga :

I = ∑ mi .ri 2 I = m A .rA2 + m B .rB2 + mC .rC2
= (0,3)(0)2 + (0,1)(0,5)2 +(0,2)(0,4)2 = 0,057 kg.m2 b. Tehadap poros BC, partikel B dan C terletak pada poros BC sehingga momen inersianya sama dengan nol. Jadi hanya partkel A yang mengasilkan momen dengan rA = AC = 0,4 m

I = ∑ mi .ri 2 I = ∑ m A .rA2
= (0,3)(0,4)2
‘12
Fisika Dasar Selamet Riadi ST
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

7

= 0.048 kg.m2 2. Tentukanlah momen inersia dari dua buah bola pejal identuk masing-masing dengan massa 5 kg, yang dihubungkan dengan tongkat tak bermassa yang panjangnya 1 m Penyelaesaian :

Deketahui : m1 = 5 kg m2 = 5 kg r1 = 0,5 m r2 = 0,5 m Ditanya : I ? Jawab :

I = ∑ mi .ri 2
= m1r12 + m2r22 = (5)(0,5)2 + (5)(0,5)2 = 2,5 kg.m2

10.3. Jari-jari girasi Jari-jari girasi adalah jarak radial dari sumbu putar kesuatu titik tempat massa benda dikonsentrasikan. Jika momen inersianya adalah : I = m.K2 Maka :

K =
Dimana :
‘12

I m
K = jari-jari girasi
Fisika Dasar Selamet Riadi ST
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

8

m = massa benda I = momen Inersia

10.4. Perhitungan momen inersia untuk benda tegar yang kontiniu dan teratur Jika suatu benda tegar tidak dapat ditampilkan dalam kumpulan partikel – partikel, melainkan merupakan ditribusi massa yang kontiniu, maka penjumlah dengan tanda sigma Σ, harus diganti dengan tanda integral ∫. Kita membagi benda dengan elemen massa kecel dm yang berjarak r dari poros rotasi (lihat gambar). Sehingga momen inersia :

I = ∫ r 2 .dm

Untuk menghitung integral ini kita harus menyatakan r dan dm dalam peubah-peubah integral yang sama. Untuk suatu benda yang tidak terdiri dari titik-titik massa tetapi sutu distribusi materi yang kontiniu, penjumlahan dalam definisi momen inersia

I = ∑ mi .ri 2 , biasanya dihitung dengan inegrasi I =
‘12

∫r

2

.dm

9

Fisika Dasar Selamet Riadi ST

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Konsep momen inersia, bersama-sama dengan prinsip kerja energi pada umumnya sangat penting untuk menyelesaikan soal-soal benda tegar. 10.4.1. Batang Sebuah batang dengan panjang l dan massa m, berputar melalui pusat massa. Ambil dm dengan panjang dx yang terletak sejauh x dari sumbu putar. Bila λ adalah rapat massa perstuan panjang maka :

m = λ. l dm = λ. dx

I = ∫ r 2 .dm I = ∫ x 2 .dm I = ∫ λ.x 2 .dx
1 2 1 2 1 2

I = 2 ∫ λ.x 2 .dx
0

1 I = 2 .λ. .x 3 3

1 2 0 3

1 1  I = 2 .λ. . l  3 2 

I=

1 .λ .l 3 12

karena : m = λ. l maka :

I=

1 .m.l 2 12
10
Fisika Dasar Selamet Riadi ST
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

‘12

10.4.2. Silinder berongga

Misal kan R1 jari-jari dalam silinder, R2 jari-jari luar, ρ rapat jenis cicin, jika daerah yang diarsir adalah dm yang berjari-jari r, lebarnya dr dan tebal t maka : dm = ρ. dV = ρ. 2.π r. dr.t = ρ. 2.π t. r dr

m = π .ρ .t.( R 22 − R12 )
maka :

I=

R2

R1

∫r

2

.dm
R2

I = 2π .ρ .t ∫ r 3 .dr
R1

1 I = π .ρ .t.( R 24 − R14 ) 2

1 I = π .ρ .t.( R 22 − R12 ) ( R 22 + R12 ) 2
karena : m = maka :

π .ρ .t.( R 22 − R12 )

1 I = .m .( R 22 + R12 ) 2

10.4.3. Silinder berdinding tebal

‘12

11

Fisika Dasar Selamet Riadi ST

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Silinder berdinding tebal adalah cicin tebal yang ditumpuk-tumpuk dengan jari-jari luar R2 dan jari-jari dalam R1, cara mencarinya sama dengan cincin tebal. Dimana harhga momen inersianya adalah :

1 I = .m .( R 22 + R12 ) 2
10.4.4. Cicin tipis Cicin tipis adalah cicin tebal yang R2 = R1= R, sehingga momen inersianya adalah :

1 I = .m .( R 22 + R12 ) 2 1 I = .m .( 2 R 2 ) 2 I = .m .R 2
dengan cara yang sama dengan diatas maka didapatkan momen inersia untuk beberapa benda tegar kontiniu sebagai berikut :

‘12

12

Fisika Dasar Selamet Riadi ST

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

‘12

13

Fisika Dasar Selamet Riadi ST

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->