Anda di halaman 1dari 12

Naskah Drama Because of Him

February 18, 2011 by tegoehtr Naskah ini saya tulis untuk pementasan Easter Musical Concert tahun 2006 yang diadakan di Balai Sarbini, Jakarta. Sungguh merupakan pengalaman berharga dipercaya untuk menulis naskah drama musikal buat acara sebesar itu, yang menampilkan beberapa artis Rohani sekaliber Mawar Simorangkir, Nikita, Franky Sihombing, dan Joy Tobing. Saat pementasan, naskah ini dimainkan oleh para mahasiswa teater dari IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dan disutradarai seorang sutradara muda dari ANTeve. DRAMA MUSIKAL PASKAH , because of HIM BABAK I PENGADILAN YESUS FRAGMEN 1. Di hadapan imam besar Kayafas Pemain: Yesus Imam besar Kayafas Tua-tua Yahudi Ahli-ahli Taurat Pengawal Bait Suci Narrator (Setting: Suasana pengadilan Agama Yahudi. Imam Besar Kayafas dan para imam kepala duduk di meja, menghadap Yesus yang kedua tanganNya terbelenggu. Di belakang Yesus, berkerumun tua-tua dan para ahli taurat. Agak jauh di luar ruang sidang, tampak seorang ahli taurat terlibat pembicaraan dengan pengawal.) Ahli Taurat: Bagaimana pengawal, sudah dapat belum orangnya. Kita masih perlu banyak saksi-saksi untuk memberatkan Orang Nazareth itu Pengawal: Waduhh saya belum dapat lagi nih Rabbisaya sudah keliling seluruh pelosok kampung sekitar sini untuk mencari tapi belum dapat juga orang yang mau bersaksi melawan Yesus. Tapi Rabbi, ngomong-omong nih, bukankah saksi-saksi palsu yang kita ajukan sudah sangat banyak? Masih belum cukup ya? Ahli Taurat: Ya begitu deh! Banyak sih banyak, tapi kesaksian mereka pada ngaco semua, bertentangan satu sama lain dan nggak jelas. Kamu dapat di mana sih saksi-saksi kaya begitu hah?! (Berpikir

sebentar) Kalau nggak ada lagi ya sudah(melongok ke dalam) aku mau masuk dulu, sepertinya Imam Besar Kayafas sudah memulai sidang tuh! Pengawal: Baik, silakan rabbi. Saya akan berjaga di sini. (Di ruang sidang, Kayafas sedang berdiri dekat Yesus untuk menginterogasi dan mendapat pengakuanNya.) Kayafas: Yesus, aku sudah hampir hilang kesabaran. Kamu sering tidak mau menjawab pertanyaanku, kalaupun menjawab, jawabanMu tidak jelas maksudnya. Nah sekarang aku akan mengajukan satu pertanyaan dan kali ini Kamu harus menjawabnya dengan jelas. Yesus, apakah Engkau ini Mesias, Anak dari Yang Terpuji? (Suasana hening. Semua pandangan tertuju pada Yesus. Menunggu jawaban keluar dari mulutNya). Yesus: Ya, Akulah Dia. Dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Maha Kuasa, di tengah-tengah awan di langit. (Mendengar jawaban ini, para imam besar, tua-tua Yahudi dan ahli Taurat seakan menemukan apa yang mereka cari selama ini: alasan untuk melenyapkan Yesus. Bahkan Kayafas sampai mengoyak pakaiannya sendiri saking girangnya.) Kayafas: ( Ekspresi girang ) Kalian dengar sendiri bukan, bagaimana Dia menghujat Allah. Jadi, kita tidak perlu saksi lagi, semua sudah jelas. Nah, bagaimana pendapat kalian semua? Apa yang harus kita lakukan atas diri orang ini? Hadirin : (Semua yang hadir serentak berteriak lantang) Dia harus dihukum mati! Kayafas: Baiklah, kita sudah mencapai kesepakatan dengan bulat. Sekarang mari kita bawa Dia ke hadapan Pilatus. Kita akan paksa beliau untuk memberikan legitimasi atas apa yang sudah kita putuskan bersama ini. Pengawal, bawa Dia! (Yesus pun digelandang untuk dibawa ke hadapan Pilatus. Setelah orang banyak pergi, Kayafas menari-nari girang karena yakin Yesus akan mati.) Fragmen 2. Di hadapan Pilatus Pemain; Yesus Pilatus

Tua-tua Yahudi Ahli-ahli Taurat Prajurit Roma (Setting : ruangan sidang, dimana terdapat Yesus dan Pilatus di dalamnya. Semantara itu para Imam Besar, Tua-tua Yahudi dan ahli Taurat berada di luar karena mereka tidak mau menajiskan diri mereka menjelang perayaan Paskah.) Pilatus: (Berjalan mengitari Yesus dengan pandangan penuh selidik seolah hendak mencari sesuatu yg salah dalam diri Yesus, yang masih dalam keadaan terbelenggu.) Engkau inikah raja orang Yahudi? (Yesus diam). Jika Engkau benar-benar seorang raja, mengapa justru kaum dan bangsaMu sendiri yang menyerahkan Engkau kepadaku? Sebenarnya apa yang telah Engkau perbuat? Yesus: KerajaanKu bukan dari dunia ini. Sebab jika demikian, maka pasti hamba-hambaKu telah melawan supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi. Pilatus: Jadi benar rupanya, Engkau seorang Raja? Yesus: Engkaulah yang mengatakan demikian. Untuk itulah Aku lahir dan datang ke dunia, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran. Mereka yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu. Pilatus: (Dengan nada sinis dan meremehkan). Kebenaran. Apa itu kebenaran? (Yesus tidak memberikan jawab atas pertanyaan itu. Lalu Pilatus berpaling kepada orang banyak di luar, yang menanti keputusannya) Pilatus: Aku tidak mendapatkan satupun kesalahan dalam diri orang itu. Sebenarnya kejahatan apa yang telah Dia lakukan? Imam Kepala: Dia telah menyebarkan ajaran yang menyesatkan dan merugikan pemerintah. Dari Galilea ajaranNya telah menyebar sampai ke tempat ini. (Pilatus terhenyak mendengar jawaban ini dan langsung kembali mendekati Yesus. Kemudian dia berbicara pada dirinya sendiri): Jadi Yesus yang mengaku diriNya raja Yahudi ini berasal dari Galilea. Kalau begitu aku akan mengirim Dia kepada Herodes, penguasa Galilea. Biarlah nasib orang ini diputuskan oleh

Herodes saja. Buat apa aku repot-repot mengurusi urusan tetek-bengek kaum Yahudi semacam ini. Menyusahkan saja! (Pilatus kembali ke orang banyak) Pilatus : Dia ini orang Galilea, jadi bawalah Dia kepada Herodes penguasa daerah itu. Biarlah Herodes yang akan memutuskan nasib Orang itu. (Kemudian orang banyak membawa Yesus pergi ke hadapan Herodes.) Fragmen 3. Monolog Herodes. Pemain: Herodes (Panggung gelap. Lampu sorot mengarah ke satu sisi panggung di mana Herodes tampil membawakan monolog pendek). Herodes: Aaghhhh.. setelah aku bertemu dengan Yesus, Orang Nazareth itu sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaanku, apalagi untuk menunjukkan kuasaNya yang hebat. Padahal aku sangat ingin melihat mujizat-mujizatNya. Aku sangat kecewa. Akhirnya aku dan pasukanku hanya mengolok-olokan Dia.Tetapi aku juga senang karena dengan peristiwa itu, hubunganku dengan Pilatus yang selama ini kurang harmonis menjadi pulih kembali. Tentang nasib Yesus, apa peduliku? Biarlah orang Yahudi yang menentukannya. Sekarang sebaiknya aku kirim Dia kembali kepada Pilatus. Fragmen 4. Kembali ke hadapan Pilatus Pemain: Yesus Pilatus Imam Kepala Orang banyak Prajurit Romawi (Herodes menghilang dari panggung. Lampu panggung menyala. Suasana pengadilan Pilatus kembali dimunculkan. Pilatus nampak gusar dan bingung, saat orang banyak membawa Yesus kembali ke hadapannya) Pilatus: (Dengan nada gusar) Aduuuhhh,urusan ini benar-benar membuat kepalaku sakit. Seperti mau pecah rasanya.Aku tidak menemukan kesalahan pada diriNya. Demikian juga Herodes, sehingga dia mengirimkanNya kembali kepadaku. Jadi sebaiknya aku melepaskan Yesus, setelah kusiksa Dia.

(Orang banyak yang mendengar itu menjadi ribut, tidak puas). Salah seorang ahli taurat tampil menyampaikan pendapatnya: Ahli Taurat: Jika engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Karena setiap orang yang menganggap dirinya raja, adalah musuh Kaisar! (Pilatus nampak semakin gusar mendengar pernyataan bernada politis tersebut. Dia kembali mendapatkan Yesus, menatap Dia lekat-lekat seolah hendak mengatakan bahwa dia ingin melepaskan Yesus). Pilatus: Yesus, tahukah kamu bahwa aku memiliki kuasa untuk melepaskan kamu dan aku juga berkuasa untuk menyalibkan kamu. Hidup dan matiMu ada di dalam tanganku! Yesus: (Menjawab dengan berwibawa) Engkau tidak memiliki kuasa apapun atas diriKu, jika kuasa itu tidak diberikan dari atas. Pilatus: (Dengan rasa kesal bercampur gusar, Pilatus kembali menemui orang banyak) Bukankah menurut kebiasaan yang berlaku pada kaum kalian, menjelang perayaan Paskah aku melepaskan seorang hukuman. Jadi biarlah kulepaskan Dia, bagaimana? Imam Kepala: Tidak. Jangan Yesus. Lebih baik engkau melepaskan Barabbas untuk kami. Orang banyak: (Lantang berteriak) Benar! Lepaskan saja Barabbas, bebaskan Barabbas! Pilatus: (Semakin gusar). Lalu apa yang harus aku lakukan terhadap orang yang tidak bersalah itu? Orang banyak: (Serempak berteriak) Salibkan Dia! Salibkan Dia! Ia pantas dihukum mati karena Ia telah menganggap diriNya Anak Allah! (Karena orang banyak semakin keras berteriak agar Yesus disalibkan, akhirnya Pilatus menuruti kemauan mereka karena ketakutannya.) Pilatus: Baiklah kalau itu kemauan kalian. Tetapi aku tidak mau mencampuri urusan ini. Nasib orang yang tak bersalah itu kuserahkan pada kalian, semua akibatnya kalianlah yang menanggungnya. Bukan aku. (Pilatus mencuci tangannya sebagai tanda bahwa dia tidak mau dikotori oleh darah Orang Nazareth yang tak berdosa itu).Nah, sekarang kalian boleh membawaNya pergi.

Imam Kepala: Baik. Biarlah darahNya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami. (Yesuspun lalu dibawa keluar untuk disiksa, dihina, dilecehkan sebelum akhirnya disalibkan. Pilatus melepaskan Yesus dengan berat hati, tetapi ketakutan akan kehilangan kekuasaan lebih menguasai dirinya.) BABAK II PENYIKSAAN DAN PENYALIBAN Fragmen 1: Yesus Disiksa Alternatif : - Adegan penyiksaan dan penyaliban Yesus dicuplik dari film tentang Yesus. - Di awal penayangan, seorang narator membacakan narasi dari Yesaya 53. Narator: Ia dihina dan dihindari orang. Seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan. Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya. Kesengsaraan kitalah yang dipikulnya. Fragmen 2: Via Dolorosa - AdeganVia Dolorosa ditampilkan dalam siluet - Selanjutnya, di sepanjang sisa penayangan adegan tersebut, Mawar Simorangkir membawakan lagu Via Dolorosa dengan iringan orkestra. - Potongan klip dan lagu berakhir pada adegan yang menunjukkan saat-saat terakhir sebelum Yesus menghembuskan nafas terakhir. - Barabbas tampil membawakan monolog pendek. Monolog Barabbas Barabbas: (Masuk panggung dengan pandangan mata tertuju ke layar yang menampilkan sosok Yesus yang mendekati ajalNya. Sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda heran): Benar-benar sulit dimengerti. Rupanya ada juga orang yang mau dan rela mati untuk seorang pendosa seperti aku. Ya, orang itu, Yesus dari Nazareth, telah menggantikan tempatku. Padahal aku sama sekali tidak punya harapan untuk menghirup udara bebas setelah apa yang kuperbuat terhadap pemerintah pendudukan Romawi. Ternyata, orang banyak lebih memilih aku bebas dan Yesus yang disalibkan, menggantikan aku. Entah kesalahan apa yang telah dilakukanNya, padahal ketika kutatap mataNya aku tahu bahwa sepanjang hidupNya, Orang itu tidak pernah berbuat dosa. Aku tak mengerti. Dia rela menggantikan posisiku. Paku yang seharusnya dipakukan ke tanganku, kini melukai tanganNya. Tulisan di atas kepalaNya berbunyi Inilah Raja Orang Yahudi, padahal seharusnya bertuliskan Inilah Barabbas, Raja Para Pendosa..

(Babak ini ditutup dengan penayangan adegan saat Yesus, dari puncak salib di Golgota, mengucapkan kalimat terakhirNya: Sudah selesai kemudian menyerahkan nyawaNya.) BABAK III KEBANGKITAN PENAMPAKAN YESUS Fragmen 1: Kembali menjadi penjala ikan Pemain: Petrus Thomas Andreas Malaikat (Setting: Di sudut kiri panggung, nampak tiga orang murid Yesus yaitu Petrus, Thomas dan Andreas sedang duduk termenung-menung. Mereka nampak putus harapan karena kematian Guru Agung mereka beberapa hari sebelumnya. Beberapa kali nampak mereka menarik nafas panjang seolah ingin melepaskan beban berat yang menyesakkan dada mereka.) Thomas: (Berdiri dengan lesu, melepaskan pandangan pada dua orang murid yang lain. Kemudian menatap kosong jauh ke depan) sekarang, apa yang akan kita lakukan untuk hari-hari ke depan? Kita tidak bisa terus-terusan meratapi kematian Guru kita seperti ini.. Andreas: (Menarik nafas panjang). Aku sendiri juga bingung.aku tidak tahu bagaimana menghadapi situasi seperti iniaku merasa seperti ditinggalkan oleh orang yang begitu dekat, yang begitu kuhormati dan kukagumi. Tidak kusangka, hanya seperti ini akhirnya..hmmmmhh (kembali menarik nafas panjang). Petrus: (Sambil memeriksa jala ikan) Yang sudah terjadi biar terjadi. Yang sudah mati tidak akan kembali lagi. (mengemasi jala lalu bangkit berdiri). Aku tidak mau seperti ini terusnggak produktif! Aku mau pergi menjala ikan, terserah kalianmau ikut boleh, tidak ya terserah! (Lalu pergi meninggalkan dua murid lain yang saling berpandangan) Thomas: Petrus, tunggu, aku ikut denganmu mencari ikan! Andreas: Aku idem! Daripada di sini sendirian, ntar malah kesambet lagi. (Sementara mereka bertiga terlibat pembicaraan itu, tanpa mereka ketahui seorang Malaikat mengamati dan menyimak pembicaraan tersebut dari sudut panggung yang lain.) Malaikat: Benar-benar memprihatinkan. Tiga tahun lebih mereka bersama dengan Yesus, tetapi tetap saja

tidak bisa mempercayai sepenuhnya ucapan Yesus. Berkali-kali Yesus berkata bahwa Ia akan bangkit kembali setelah tiga hari kematianNya, mengapa mereka masih saja tidak percaya? Sekarang mereka malah kembali ke profesi lama mereka, menjala ikan.padahal Yesus telah menetapkan mereka menjadi penjala manusia. Hmm, dasar manusia! Kalau saja mereka tahu, bahwa aku baru saja mendapat instruksi khusus dari bosku, untuk menggulingkan batu penutup kubur Yesus yang telah kosong, agar semua orang tahu bahwa Yesus telah benar-benar bangkit..tapi ya sudahlah! Aku harus pergi melaksanakan perintah Bos-ku!! Fragmen 2: Berita Kebangkitan Kepada Tiga Perempuan Yang Berziarah Pemain: Perempuan 1 Perempuan 2 Perempuan 3 Malaikat (Setting: Gua tempat kubur Yesus. Terjadi gempa dahsyat di kubur itu ketika Malaikat Tuhan turun dan menggulingkan batu penutup kubur itu. Prajurit Romawi yang menjaga kubur itu lari ketakutan). (Kemudian muncul tiga orang perempuan menuju kubur itu untuk merempah-rempahi jasad Yesus. Mereka terlibat obrolan.) Perempuan 1: Eh, ngomong-ngomong nih, kan kubur Yesus ditutup batu besar, nanti bagaimana kita masuk. Sepertinya kekuatan kita bertiga tidak cukup untuk menggulingkan batu itu. Perempuan 2: Iya juga ya.bagaimana dong? Atau kita kembali saja ke kota dan meminta bantuan beberapa orang murid Yesus untuk menemani sekaligus menolong menggeser batu itu? Perempuan 3: Ahhh, nggak usah, percumamereka terlalu sedih untuk mau diajak ziarah ke kubur Guru mereka. Sudahlah, kita lihat saja nanti apa yang bisa kita lakukan (Sesampai di mulut kubur itu, mereka terkejut karena batu penutup kubur Yesus telah terguling. Seorang Malaikat duduk di dekat mulut gua dengan pakaian bersinar-sinar. Malaikat itu tersenyum kepada ketiga perempuan yang masih kaget bercampur takut itu) Malaikat: Jangan takut. Kamu mencari Yesus orang Nazaret yang disalibkan itu, tetapi Ia tidak ada di sini. Ia telah bangkit. Lihatlah sendiri tempat di mana Ia dibaringkan, Ia tidak ada lagi di sana. (Ketiga perempuan itu masuk ke dalam dan mendapati keadaan kubur seperti yang diberitakan Malaikat tadi)

Malaikat: Sekarang, pergilah dan sampaikan pesan ini kepada murid-murid Yesus bahwa Guru mereka telah menanti kedatangan mereka di Galilea. Di sanalah kamu semua akan melihat Dia yang telah bangkit. (Ketiga perempuan itu segera meninggalkan tempat itu sambil berlari-lari dengan perasaan gentar dan takut berbaur menjadi satu). Fragmen 3: Yesus Hadir di tengah Para Murid Thomas Percaya Pemain: Yesus 11 orang murid (Setting: Di suatu ruangan, para murid duduk. Mereka terlibat pembicaraan seru seputar Yesus yang menampakkan diri kepada mereka. Thomas, nampak tidak begitu antusias mengikuti pembicaraan tersebut) Thomas: Begini ya saudara-saudara, apapun yang kalian katakan bahwa Yesus telah bangkit dan menampakkan diri kepada kalian, aku tidak akan percaya. Tidak, sebelum aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dan mencucukkan jariku ke bekas lubang paku dan luka tikaman di lambung Yesus. Jadi, berhentilah membual (Tiba-tiba Yesus telah berada di antara mereka dan mengucapkan salam) Yesus: Damai sejahtera bagimu. (Semua murid langsung menyembah, kecuali Thomas yang masih diam terpaku sambil ternganga. Yesus mendekati Thomas) Yesus: Thomas, mari mendekatlah. Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam luka di lambungKu. (Dengan gemetar Thomas meraba dan mencucukkan tangannya. Semua murid memperhatikan penuh seksama. Setelah itu, Thomas bersujud di kaki Yesus, menangis). Yesus: (Sambil membantu Thomas untuk berdiri dan memegang kedua pundaknya) Sekarang percayakah engkau bahwa Aku telah benar-benar bangkit? Thomas: (Mengangguk pasti) Ya Tuhanku, sekarang aku percaya.

Yesus: Karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, tapi percaya. (Lampu meredup. Semua aktor dalam keadaan freeze). BABAK IV AMANAT AGUNG & KENAIKAN KE SURGA Narator: Kebangkitan Yesus dirasakan secara nyata oleh murid-muridNya, termasuk Thomas yang sempat tidak percaya. Kebangkitan Yesus membuat mereka percaya dan termotivasi untuk pergi melanjutkan karya terbesar yang telah Yesus kerjakan. Tetapi Ia tidak dapat berlama-lama bersama mereka, karena dunia bukanlah tempatNya. Anak Manusia harus kembali ke rumah BapaNya, menyediakan tempat bagi semua orang yang percaya kepadaNya. Pemain: Yesus 11 murid (tanpa Yudas Iskariot) (Setting: Di bukit Zaitun, Yesus sedang duduk sendirian menantikan kedatangan para muridNya sesuai pesan yang Ia sampaikan kepada Maria Magdalena. Tak lama kemudian kesebelas orang muridNya datang. Begitu melihat Yesus, beberapa orang murid langsung menyembahNya, sementara yang lain nampak ragu-ragu. Yesus bangkit mendekati mereka.) Yesus: (Sambil memegang pundak beberapa dari mereka) KepadaKu telah diberikan segala kuasa, baik di sorga maupun di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, bahwa Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman. Petrus: (Dengan nada penuh harap) Jikalau demikian Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel? Yesus: Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu semua harus menunggu di Yerusalem sampai kalian menerima kuasa, ketika Roh Kudus turun ke atas kamu. Selanjutnya, kamu semua akan menjadi saksi-saksiKu, di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan bahkan sampai ke ujung bumi.

(Sesudah berkata demikian, Yesus terangkat ke sorga dengan disaksikan oleh para murid. Sambil terangkat ke sorga, Yesus mengulurkan tangan memberkati mereka. Semua murid menyaksikan Yesus yang terus terangkat ke sorga sampai menghilang di balik awan-awan). (Setelah Yesus benar-benar lenyap dari pandangan mereka, para murid terlibat dalam pembicaraan tentang apa yang baru saja mereka alami bersama-sama). Matius: Saudaraku, kita telah mendengar sendiri bahwa Guru Agung kita telah memberikan kepada kita amanat untuk menjadikan segala bangsa muridNya. Ini adalah tugas yang sangat mulia bukan!? Yohanes: Benar sekali, Matius. Dan tidak itu saja, Yesus bahkan memberikan otoritas kepada kita untuk membaptiskan mereka dalam nama Bapa Anak dan Roh Kudus. Nampak jelas betapa kita sangat dipercaya oleh Tuhan kita. Andreas: Aku bangga bahwa Tuhan kita amat peduli akan keterbatasan kita, yang membuat kita tak akan mampu melakukan itu semua, kecuali jika kita beroleh kuasa. Dan Yesus telah menjanjikan Roh Kudus untuk mencurahkan kuasa bagi kita. Bartolomeus: Yang tidak kalah pentingnya, saudaraku, Yesus naik ke sorga sambil terus mencurahkan berkatNya atas kita, berkat yang mengalir dari tanganNya yang berlobang paku. Oh, betapa Dia adalah Tuhan sumber segala berkat. Yakobus: Baiklah, saudara-saudaraku, mari kita pergi dari sini. Kita harus ke Yerusalem seperti perintah Guru kita, untuk berdoa dan bersehati dengan tekun, sambil menunggu datangnya Roh Kudus yang dijanjikan. Ayo, kita berangkat. BABAK V ANUGERAH DI BALIK KEBANGKITAN Part 1 (Pdt. Andreas Soestono masuk didampingi anak-anak dari kedua yayasan kemudian membacakan narasi dalam bentuk point-point penting (yg akan dikembangkan sendiri oleh Pdt. Andreas Soestono) sebagai pengantar fund-raising. Layar multimedia menampilkan animasi. Musik memainkan intro lagu Mereka Perlukan.) Part 2 Selama pengisian formulir, akan diiringi lagu Mereka Perlukan. Klip menayangkan potonganpotongan gambar orang-orang yang mewakili kaum yang terhilang, yang belum mengenal dan menerima Yesus Kristus Mesias sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamatnya.

Part 3 Pengumpulan janji iman (fund raising) dipimpin Pdt. Andreas Soestono dan diiringi dengan lagu I will Follow Him/O Happy Day. (Artis: Joy Tobing Franky Sihombing) Multimedia menampilkan teks lagu. Part 4 Closing dari Pdt.Andreas utk mendoakan persembahan. -TAMATJakarta, 20 Maret 2006