J. Biol. Indon. Vol 7, No.

1 (2011) ISSN 0854-4425 ISSN 0854-4425

JURNAL JURNAL BIOLOGI BIOLOGI INDONESIA INDONESIA
Akreditasi: No 816/D/08/2009 Vol. 7, No. 1 Juni 2011
Phylogenetic relationships within Cockatoos (Aves: Psittaciformes) Based on DNA Sequences of The Seventh intron of Nuclear β-fibrinogen gene Dwi Astuti Forest Condition Analysis Based on Forest Canopy ClosureWith Remote Sensing Approach Mahendra Primajati, Agung Budi Harto & Endah Sulistyawati Genetic Variation of Agathis loranthifolia Salisb. in West Jawa Assessed by RAPD Tedi Yunanto, Edje Djamhuri, Iskandar Z. Siregar, & Mariyana Ulfah Bird Community Structure in Karimunjawa Islands, Central Jawa Niarsi Merry Hemelda, Ummi Syifa Khusnuzon, & Putri Sandy Pangestu Morfologi Larva dan Pola Infeksi Falcaustra kutcheri Bursey et.al., 2000 (Nematoda : Cosmocercoidea: Kathalaniidae) Pada Leucocephalon yuwonoi (McCord et.al., 1995) Di Sulawesi Tengah, Indonesia Endang Purwaningsih & Awal Riyanto Tingkat Eksploitasi Ikan Endemik Bonti-bonti (Paratherina striata) di Danau Towuti Syahroma Husni Nasution Bentuk Sel Epidermis, Tipe dan Indeks Stomata 5 Genotipe Kedelai pada Tingkat Naungan Berbeda Titik Sundari & Rahmat Priya Atmaja Sintesis Alkil N-asetilglukosamina (Alkil-GlcNAc) dengan Enzim N-asetilheksosaminidase yang diisolasi dari Aspergillus sp. 501 Iwan Saskiawan & Rini Handayani 1

13

25

35

45

53

67

81

BOGOR, INDONESIA

J. Biol. Indon. Vol 7, No. 1 (2011)
Jurnal Biologi Indonesia diterbitkan oleh Perhimpunan Biologi Indonesia. Jurnal ini memuat hasil penelitian ataupun kajian yang berkaitan dengan masalah biologi yang diterbitkan secara berkala dua kali setahun (Juni dan Desember). Editor Pengelola Dr. Ibnu Maryanto Dr. I Made Sudiana Deby Arifiani, S.P., M.Sc

Dr. Izu Andry Fijridiyanto
Dewan Editor Ilmiah Dr. Abinawanto, F MIPA UI Dr. Achmad Farajalah, FMIPA IPB Dr. Ambariyanto, F. Perikanan dan Kelautan UNDIP Dr. Aswin Usup F. Pertanian Universitas Palangkaraya Dr. Didik Widiyatmoko, PK Tumbuhan, Kebun Raya Cibodas-LIPI Dr. Dwi Nugroho Wibowo, F. Biologi UNSOED Dr. Parikesit, F. MIPA UNPAD Prof. Dr. Mohd.Tajuddin Abdullah, Universiti Malaysia Sarawak Malaysia Assoc. Prof. Monica Suleiman, Universiti Malaysia Sabah, Malaysia Dr. Srihadi Agungpriyono, PAVet(K), F. Kedokteran Hewan IPB Y. Surjadi MSc, Pusat Penelitian ICABIOGRAD Drs. Suharjono, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Dr. Tri Widianto, Pusat Penelitian Limnologi-LIPI Dr. Witjaksono Pusat Penelitian Biologi-LIPI Alamat Redaksi

Sekretariat
d/a Pusat Penelitian Biologi - LIPI Jl. Ir. H. Juanda No. 18, Bogor 16002 , Telp. (021) 8765056 Fax. (021) 8765068 Email : jbi@bogor.net; ibnu_mar@yahoo.com Website : http://biologi.or.id Jurnal ini telah diakreditasi ulang dengan nilai A berdasarkan SK Kepala LIPI 816/ D/2009 tanggal 28 Agustus 2009.

Indon. remote sensing. Universitas Cenderawasih Jayapura. Puslit Biologi LIPI. Jurusan Konservasi Fakultas Kehutanan IPB. Editor .J.1 (2011) KATA PENGANTAR Jurnal Biologi Indonesia yang diterbitkan oleh PERHIMPUNAN BIOLOGI INDONESIA edisi volume 7 nomer 1 tahun 2011 memuat 15 artikel lengkap dan 1artikel tulisan pendek. Vol 7. Puslit BiologiLIPI dan UPT Loka Konservasi Biota Laut Biak-LIPI. Universitas Islam Negeri Hidayatulah Jakarta. Penulis pada edisi ini sangat beragam yaitu dari Departemen Kementerian Pertanian Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbiumbian. zoologi. MIPA-Biologi Universitas Negeri Malang. University Indonesia. mikrobiologi. Program Studi Sarjana Biologi. empat artikeldiantaranya telah dipresentasi pada seminar ATCBC di bali 2010. Biol. Puslit Limnologi LIPI-LIPI. ITB. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH). Departmen Biologi FMIPA. No. Fak. Topik yang dibahas pada edisi ini meliputi bidang Botani. Jurusan Biologi FMIPA IPB.

Roemantyo. No. Puslit Biologi-LIPI Sebagian dari edisi ini dibiayai oleh DIPA Puslit Biologi-LIPI 2011 . Taufik Purna Nugraha MSi. Puslit Biologi-LIPI Ir. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Dr. Departemen Pertanian. No 1.J. Andria Agusta. Nuril Hidayati. Puslit Biologi-LIPI Dr. MSc. Puslit Biologi-LIPI Dr. Puslit Biologi-LIPI Drs. Vol 7. Titi Juhaeti MSi. M. Indon. 1 (2011) UCAPAN TERIMA KASIH Jurnal Biologi Indonesia mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para pakar yang telah turut sebagai penelaah dalam Volume 7. Heryanto MSc. Puslit Biologi LIPI Ir. Ciawi Sigit Wiantoro SSi. Puslit Biologi-LIPI Drs. Niken T. Pratiwi. Awal Riyanto. Juni 2011: Dr. Balitnak. Tike Sartika. Puslit Biologi-LIPI Drh. Biol.

Iskandar Z. Indonesia Endang Purwaningsih & Awal Riyanto Tingkat Eksploitasi Ikan Endemik Bonti-bonti (Paratherina striata) di Danau Towuti Syahroma Husni Nasution Bentuk Sel Epidermis.. Tipe dan Indeks Stomata 5 Genotipe Kedelai pada Tingkat Naungan Berbeda Titik Sundari & Rahmat Priya Atmaja Sintesis Alkil N-asetilglukosamina (Alkil-GlcNAc) dengan Enzim N-asetilheksosaminidase yang diisolasi dari Aspergillus sp.J. 2000 (Nematoda : Cosmocercoidea: Kathalaniidae) Pada Leucocephalon yuwonoi (McCord et. Kaitannya dengan Potensi Mitigasi Gas Rumah Kaca N. Hadi Sukadi Alikodra.al. Dedy Duryadi Solihin. 501 Iwan Saskiawan & Rini Handayani Eritrosit dan Hemoglobin pada Kelelawar Gua di Kawasan Karst Gombong. Biol. & Ibnu Maryanto Kajian Hubungan Antara Fitoplankton dengan Kecepatan Arus Air Akibat Operasi Waduk Jatiluhur Eko Harsono Dimorfisme Seksual. & Mariyana Ulfah Bird Community Structure in Karimunjawa Islands. No. M. 1802 (Lacertilia :Lacertidae) Mumpuni Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon di Taman Buah "Mekar Sari" Bogor. in West Jawa Assessed by RAPD Tedi Yunanto. Siregar. Central Jawa Niarsi Merry Hemelda. 1995) Di Sulawesi Tengah. Vol 7.1 (2011) DAFTAR ISI Phylogenetic relationships within Cockatoos (Aves: Psittaciformes) Based on DNA Sequences of The Seventh intron of Nuclear β-fibrinogen gene Dwi Astuti Forest Condition Analysis Based on Forest Canopy ClosureWith Remote Sensing Approach Mahendra Primajati. Reproduksi dan Mangsa Kadal Ekor Panjang Takydromus sexlineatus Daudin.al. Indon. Juhaeti & M.Jawa Tengah Fahma Wijayanti. T.. Ummi Syifa Khusnuzon. Hidayati. Reza. Kebumen. & Putri Sandy Pangestu Morfologi Larva dan Pola Infeksi Falcaustra kutcheri Bursey et. Edje Djamhuri. Agung Budi Harto & Endah Sulistyawati Genetic Variation of Agathis loranthifolia Salisb. Mansur 1 13 25 35 45 53 67 81 89 99 121 133 .

and Digestibility in Pre-Domestication Condition Wartika Rosa Farida & Roni Ridwan Profil Mamalia Kecil Gunung Slamet Jawa Tengah Maharadatunkamsi TULISAN PENDEK Kondisi Parameter Biologi Plankton dan Ikan di Perairan Danau Sentani Auldry F. 1 (2011) Analisis Fekunditas dan Diameter Telur Kerang Darah (Anadara antiquata) di Perairan Pulau Auki. Biak. Biol. No. Indon. 1823): Effects on Feed Intake. Walukow 147 157 171 187 . Vol 7. Feed Conversion.J. Cuvier. Papua Andriani Widyastuti Giving Formulated Pellet on Javan Porcupine (Hystrix javanica F. Kepulauan Padaido.

The results showed that there was a wide range of variation of CO2 assimilation rate between tree species. M. Hutan tropis dengan keanekaragaman tumbuhannya dapat menyimpan hingga 50 kali karbon 133 .co. Bogor. Key words: Photosynthesis. transpiration. E-mail : criancht@yahoo. The rate of CO2 assimilation was affected by incident radiation and thus the quantum leaf (Q leaf) as well as leaf chlorophyll content.50 μmolm-2s-1). in Relation to Green house Gases Mitigation. Variance in stomatal conductance and transpiration rate varied among tree species and were related to light intensity. Raya Jakarta-Bogor Km 46. Thus. Biological diversity can make a significant contribution to reducing the build-up of greenhouse gases in the atmosphere. Bogor.13. Reza2). the trees in forests have an essential role in the functioning of the terrestrial biosphere. followed by Kacapi (12. Variance in CO2 assimilation rate is large among trees species.00 μmolm-2s-1). Mansur1) 1) Pusat Penelitian Biologi LIPI.00 μmolm-2s-1) and Nangka (11. trees PENDAHULUAN Biodiversitas tumbuhan terbukti dapat memberikan sumbangan yang signifikan terhadap penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer.29 . This research aims to assess the contribution of biological diversity in CO2 absorption by analyzing the physiological characteristics (photosynthesis. Transpiration rate was recorded between 4.33 . A biological diverse tropical forest with a diverse plant species typically stores 50 times more carbon per unit area compared to monoculture plantation replacing it. Cileungsi. Bogor ABSTRACT Carbondioxide (CO2) Absorption by Trees in "Mekar Sari" Fruit Garden. The highest was Matoa (13.9. Hidayati1).42 molm-2s-1 ) . The results will provide information on carbon sequestration of some tree species suitable for revegetation.Jurnal Biologi Indonesia 7 (1): 133-145 (2011) Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon di Taman Buah "Mekar Sari" Bogor. Durian (11. Kompleks Cibinong Science Center. Setiap tahunnya sekitar 60 gigaton (GT) karbon (C) diserap oleh ekosistem daratan dan sekitar 90 GT diserap oleh ekosistem laut (CBD 2008). especially in the carbon cycle. CO2 absorption.42 μmolm-2s-1. Cibinong 16911. T. difficulty in measuring photosynthesis of entire trees or of forest stands. Correlation between CO2 assimilation and Q leaf under certain environmental condition was considerably high. stomatal conductance.id 2) Taman Buah Mekarsari. leaf chlorophyll content) of tree species in "Mekar Sari" fruit garden. Jl.50 molm-2s-1. Kaitannya dengan Potensi Mitigasi Gas Rumah Kaca N. The overall CO2 assimilation rate ranged 2. Juhaeti1) & M. Yet wild tree photosyntheses are poorly studied than crop photosynthesis for several reasons: the large number of species.

Saat ini telah mulai diteliti jenis-jenis tanaman penyerap CO2 tinggi. Berbeda dengan jati yang masa .Tanaman dipilih dari jenis penyerap CO2 tinggi (rakus CO2). jika semua wilayahnya ditanami dan menghasilkan 25 ton C/ha/th dan harga setiap ton C sebesar US $10.Luas penanaman harus signifikan agar tanaman dapat lebih besar fungsinya dalam menyerap CO2. Walaupun nilai ini tidak semuanya dapat dijual dalam program CDM. Jika nilai US $1 setara Rp 10. seperti sengon yang berumur kurang dari 30 tahun. Walaupun demikian fotosintesis tumbuhan di hutan masih sangat sedikit dipelajari dibandingkan fotosintesis tanaman pertanian karena beberapa kendala : ukuran dari pohon dewasa yang terlalu besar. Hutan kota contohnya. maka pendapatan daerah dari hasil penjualan reduksi emisi bersertifikat sebesar 500 x 100 x 25 x US $10 = US $12. terutama dalam siklus karbon. maka pendapatan daerah dalam setahun sebesar Rp 125 milyar. Jenis tumbuhan pohon yang sesuai untuk tujuan mitigasi karbon adalah jenisjenis yang memiliki kriteria-kriteria tumbuh cepat sehingga dapat berkompetisi dengan tumbuhan pengganggu di lapangan.Penanaman dengan jenis-jenis tumbuh cepat berpotensi menyerap CO2 lebih tinggi dan lebih cepat dibandingkan jenis-jenis tanaman tumbuh lambat. memiliki sifat-sifat pionir sehingga memberikan peluang keberhasilan yang tinggi dan memiliki kapasitas fiksasi karbon yang tinggi (Adjers & Otsamo 1996). Akan tetapi jenis-jenis tumbuh cepat biasanya lebih cepat dipanen/ditebang.50. misalnya sekitar 10 .40% saja. memiliki daya adaptasi tinggi. maka pendapatan jasa hutan kota melalui program CDM sebesar Rp 12. 76% dari total biomasa terestrial. dan tidak tersedianya model pertumbuhan tumbuhan hutan yang berbasis fotosintesis dan prosesproses fisiologis (Raghavendra 1991). 3. Jadi vegetasi dalam hutan memiliki bagian yang esensial dari fungsi biosfer terestrial. jika dihubungkan dengan penjualan jasa rosot karbon merupakan harapan dengan potensi yang tinggi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).5 . menyebabkan pengukuran sulit dilakukan. Akan tetapi karakter-karakter ekologis dan fisiologis ini sangat bervariasi diantara species.Hidayati dkk dibandingkan hutan produksi dan perkebunan monokultur.000. Andaikata suatu kabupaten yang luasnya 500 km2. Untuk mencapai keberhasilan reforestrasi dan aforestrasi maka sangat diperlukan pemahaman mengenai sifatsifat ekologis dan fisiologis dari jenis-jenis tumbuhan dan ketelitian dalam pemilihan jenis tumbuhan berdasarkan karakteristik yang diharapkan. diantaranya adalah: 1.0 milyar per tahun (Dahlan 2004). Untuk itu evaluasi karakter ekologi dan fisiologi merupakan 134 salah satu indikator yang tepat (Ashton 1998). Hutan menduduki 21% dari daratan. sulitnya mengukur fotosintesis dari keseluruhan pohon pada seluruh wilayah hutan. jumlah species yang terlampau banyak. 2. Banyak faktor yang mempengaruhi agar tanaman dapat maksimal mengurangi efek rumah kaca melalui rosot (sink) gas CO2.5 juta.

Faktor eksternal yang mempengaruhi fotosintesis termasuk cahaya. Dalam persamaan kimia. Karenanya model revegetasi yang ideal untuk sekuestrasi karbon tampaknya adalah kombinasi dari keduanya (jenis tumbuh cepat dan tumbuh lambat). Kekurangan fosfor (P) dan nitrogen (N) berpengaruh terhadap fotosintesis. ketersediaan air dan hara. stomatal conductance. Selanjutnya hasil fotosintesis tersebut diakumulasikan dalam bentuk bahan kering tumbuhan seperti kayu. transpirasi. Cileungsi. hara. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis pohon berpotensi menyerap CO2 dan sekuestrasi karbon tinggi dalam kaitannya untuk mitigasi gas rumah kaca.Kebutuhan agronomis (kecukupan cahaya. pada daun tersebut karbondioksida dan air dengan bantuan cahaya matahari melalui berbagai proses metabolisme diubah menjadi gula. Dalam penelitian ini dilakukan analisis dan evaluasi terhadap parameterparameter ekologis (luas bidang dasar.>25 μmol m-2 s-1 (jenis-jenis pohon di negara empat musim). BAHAN DAN CARA KERJA Penelitian absorpsi CO2 ini dilakukan di kebun buah "Mekar Sari". ketersediaan air dan hara rendah. Proses fotosintesis terjadi di daun yang berklorofil. transpirasi. biomasa dan total karbon) dan parameter fisiologi (fotosintesis. Bogor. oksigen dan air. air dan kerapatan) juga merupakan faktor penting dalam mengoptimalkan penyerapan CO2. suhu. tetapi tidak berarti bahwa tumbuhan dengan laju fotosintesis tinggi selalu tumbuh cepat. Laju fotosintesis menurun apabila intensitas cahaya matahari berkurang. Tumbuhan dengan laju fotosintesis tinggi mampu menyerap CO2 dalam jumlah lebih banyak dibanding tumbuhan dengan laju fotosintesis rendah. konsentrasi CO2 di udara. Variasi dari kapasitas fotosintesis ini selain dipengaruhi oleh faktor internal juga eksternal. stomatal conductance dll. kandungan klorofil daun) dari jenis-jenis pohon baik buah-buahan maupun non buah-buahan di Taman Buah "Mekar Sari" sesuai fungsinya sebagai paru-paru dari Kawasan Industri. Pengukuran parameter fisiologis (fotosintesis. Tanaman yang tumbuh cepat memiliki laju fotosintesis yang tinggi. reaksi fotosintesis digambarkan sbb: 6CO2+12H2O--->C6H12O6 + 6O2 + 6H2O Laju fotosintesis antar jenis tumbuhan dan antar habitat berbeda. Pemilihan jenis tanaman diutamakan yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat 5. 4. buah. umbi dll. Pengurangan CO 2 dari atmosfer pada hakekatnya adalah penyerapan CO2 oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis.Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon panennya lebih panjang hingga 40 . Bogor. suhu menurun. Cileungsi. Faktor eksternal pengaruhnya lebih besar pada fotosintesis dibandingkan faktor internal tanaman (Ceulmens & Sauger 1991).60 tahun.) dilakukan pada Bulan April 135 . Tumbuhan pohon memiliki kapasitas fotosintesis yang tergolong rendah yakni sekitar <2 μmol m-2 s-1 .

kondisi keasaman dan kelembaban tanah serta mikroklimatnya.4 μmolm-2s-1). Photosynthesis System. Minolta Co. Durian (11.0 μ molm -2s-1 ) dan . Laju asimilasi CO2 dari daun yang terjepit pada chamber ditentukan oleh hasil pengukuran dari perubahan konsentrasi CO2 dari udara yang dialirkan ke chamber. Pengukuran parameter fisiologi dilakukan pada jenis-jenis pohon buahbuahan dan non buah-buahan yang ada di dalam Taman Buah "Mekar Sari" (Tabel 2). Apabila daun dalam chamber berfotosintesis maka konsentrasi CO2 dalam system akan berkurang karena terserap oleh daun. Pengukuran pH dan kelembaban tanah dilakukan dengan menggunakan Soil Tester dan pengukuran intensitas cahaya dilakukan dengan menggunakan Lux meter LUXOR. Osaka.. Pada system ini udara dipompakan dari chamber yang berisi daun ke dalam IRGA (Infra Red Gas Analyzer) yang secara terus menerus terekam nilai konsentrasi CO2 di dalam sistem. Pengukuran serapan CO2 ini merupakan system yang tertutup (enclosure) dari daun dalam chamber yang transparan. Pengukuran asimilasi CO2 dilakukan pada kondisi tertentu dengan selang nilai-nilai parameter penentu seperti yang tertera pada Table 1. Laju asimilasi CO 2 merupakan pengurangan dari CO2 di dalam sistem per satuan waktu (Long & Hallgren 1993). Pada setiap individu diukur tinggi dan diameter.13.5 μmolm2s-1 ).Ltd. stomatal conductance dan kandungan klorofil daun) dan diusahakan pada kondisi yang tidak jauh berbeda yakni pada selang waktu pukul 09. Kacapi (12. dengan beberapa kelebihan diantaranya adalah bersifat instantaneous dan non destructive. HASIL Variasi fotosintesis seperti ditunjukkan pada Tabel 3 teridikasi bahwa jenis pohon dengan laju serapan CO2 tergolong tinggi diantaranya Matoa (13. Pengukuran suhu dan kelembaban udara dilakukan dengan Digital Thermohygrometer AS ONE TH-321. Japan.Hidayati dkk dan Juli 2010 dengan menggunakan alat LCi ADC Bioscientific Ltd. Pengukuran serapan karbondioksida (CO2) di penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat langsung dan komplementer terhadap cara yang konvensional. Kandungan klorofil daun selain dilakukan dengan spektrofotometer juga dengan cara pengukuran instan di lapangan menggunakan alat chlorophyll meter SPAD-502. Udara kemudian dialirkan kembali ke chamber. transpirasi. Pengukuran dilakukan secara simultan untuk semua parameter fisiologis (fotosintesis.00 . Pengukuran dilakukan pada tiga individu pohon yang berbeda pada daun muda dan tua yang sudah berkembang maksimum untuk setiap jenis pohon. Tidak ada udara yang mengalir masuk ataupun keluar 136 sistem. Cara ini memungkinkan untuk mengukur karbon total yang diserap tanaman secara terpisah antara hasil fotosintesis saja tidak termasuk kehilangan karbon dari respirasi.00 saat langit cerah ( completely clear sky ). dan akan terus menurun hingga mencapai titik kompensasi.

15) (8. 12) (62.7 – 1119.2 244. Durian Matahari (no. Jenis Pohon yang Diteliti di Taman Buah Mekar Sari No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Nama Lokal Nangka Dulang Cempedak Maray*) Sukun Rambutan Brahrang Sawo Duren / Kenitu Alkesah/Sawo Londo Sawo Manila Kelengkeng Diamond Langsat Mangga Apel Manggis Mundar Jambu Bol Jambu Citra Durian Matahari Species Artocarpus heterophyllus Artocarpus integer Artocarpus altilis Nephelium lappaceum Crysophyllum cainito Manilkara zapota Manilkara zapota Euphoria longan Lansium domesticum Mangifera indica Garcinia mangostana Garcinia dulcis Syzygium malaccence Syzygium aqueum Durio zibethinus Famili Moraceae Moraceae Moraceae Sapindaceae Sapotaceae Sapotaceae Sapotaceae Sapindaceae Meliaceae Anacardiaceae Cluciaceae Cluciaceae Myrtaceae Myrtaceae Bombacaceae 137 . Sedangkan jenis tanaman dengan fotosintesis rendah diantaranya adalah Gowok/Kupa (2. Selang Nilai Parameter Penentu Asimilasi CO2 pada Saat Pengukuran Parameter CO2 referensi (cref: vpm) CO2 analitik (can: vpm) CO2 dalam stomata (ci: vpm) Foton flux density (Qleaf: µmolm-2s-) Suhu chamber (Tch: oC) Suhu daun (Tie: oC) Tekanan udara (P: mbar) Mekar Sari April 2010 (I) Juli 2010 (II) 364. 14) (55.5 – 411. Pohon dengan Gs tinggi adalah Kesemek (no.50 molm2s-1 ). Mangga Apel (no.0 354. Pohon dengan kandungan klorofil tinggi adalah Manggis (no.7 33.5 – 409.2 623.8 – 39. 11) (0. Nangka Dulang (no.92 SPAD).7 – 397.1001 998 – 1000   Tabel 2.Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon Nangka (11.0 32. Sirsak Irian (no.5 31.0 30.7μmolm2s-1 ).85 molm2s-1 ).2 – 1396. Laju transpirasi berhubungan dengan pembukaan stomata (stomatal conductance : Gs). Jambu Bol (no. 49) (9. Nangka Dulang (no. Jambu Citra (no.87 molm-2s-1). 26) (8.0 343. Melinjo (no. Srikaya Kalimantan (no.57 molm-2s-1).2 – 368. Melinjo (no.87 SPAD).05 SPAD).7 – 40. Jambu Biji Merah (no. 37) (0. 25) (8.1 – 39. 1) (0. Pohon dengan laju transpirasi tinggi adalah Mengkudu (no 45) (9.8 297. 36) (56.8 549.54 molm-2s1 ).35 molm-2s-1).3μmolm-2s-1) dan Langsat (2.05 SPAD).0 – 367.5 347.99 molm-2s-1).5 – 410. 16) (57.0 997 . 36) (0.63 SPAD).80 molm- Tabel 1.91 molm-2s-1). 1) (52.0 μmolm-2s-1).6 – 39.

Daun dengan kandungan klorofil tinggi tidak selalu menghasilkan serapan CO2 tinggi karena masih banyak factor lain yang menentukan laju serapan CO 2 (Gambar 3-4). Secara keseluruhan daun muda menunjukkan kandungan klorofil lebih rendah dibandingkan daun tua. Korelasi positif ditunjukkan oleh parameter serapan CO2 dan Q leaf. Kandungan klorofil yang sangat rendah (sekitar 20 SPAD) biasanya juga menghasilhan serapan CO2 yang rendah. Jambu Citra (no.Hidayati dkk Tabel 2: Lanjutan No 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 2s-1 1 Nama Lokal Durian Lai Mas Jambu Monyet Buni Gawok/Kupa Kepel Sawo Kecil Matoa Lobi-lobi Sirsak Irian Srikaya Kalimantan Gayam Rambay Kapulasan Salam Mundu Kacapi Bisbul Rukam Alpukat Fuerte Melinjo Kesemek Coklat Kopi Jengkol Gandaria Pala Cengkeh Kluwek Mengkudu Kenari Kemiri Duwet Jambu Biji Merah Species Durio kutejensis Anacardium occidentale Antidesma bunius Syzygium polycephala Stelechocarpus burahol Manilkara kauki Pometia pinnata Flacourtia inermis Annona muricata Annona squamosa Inocarpus edulis Baccaurea motleyana Nephelium mutabile Syzygium polyanthum Garcinia edulis Sandoricum koetjape Diospyros discolor Flacourtia rukam Persea americana Gnetum Gnemon Diospyros kaki Theobroma cacao Coffea arabica Pithecelobium jiringa Bouea macrophylla Myrystica fragrans Syzigium aromaticum Pangium edule Morinda citrifolia Canarium communis Aleurites moluccana Syzigium cumini Psidium guajava Famili Bombacaceae Anacardiaceae Euphorbiaceae Myrtaceae Annonaceae Sapotaceae Sapindaceae Flacourtiaceae Annonaceae Annonaceae Fabaceae Euphorbiaceae Sapindaceae Myrtaceae Cluciaceae Meliaceae Ebenaceae Flacourtiaceae Lauraceae Gnetaceae Ebenaceae Sterculiaceae Rubiaceae Fabaceae Anacardiaceae Myristicaceae Myrtaceae Flacourtiaceae Rubiaceae Burseraceae Euphorbiaceae Myrtaceae Myrtaceae ).71 molm-2s). 138 . serapan CO 2 dan stomatal resistance serta antara transpirasi dan stomatal resistance baik pada daun muda maupun daun tua (Gambar 5-8). serapan CO2 dan kandungan klorofil. 15) (0. Akan tetapi tidak berlaku sebaliknya.

00 6.00 0.00 0.00 12.00 2.00 10.00 2.00 1200.00 A Muda A Tua Q Muda Q Tua 1600.00 4.00 QLeaf (µmolm-2s-1) 1400.Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon   Serapan CO2 (µmolm -2s-1) 18.00 2.00 30.00 20.00 8.   18.)   18. ( Nomor dan nama species sesuai dengan Tabel 2.48). Serapan CO2 (A) dan Q Leaf (Q) pada Daun Muda dan Daun Tua Species 1 .00 600.00 6.00 200.00 400.) Klorofil (SPAD Valua) 60.25 (R=0.00 Serapan CO2(µmolm -2s-1) 14. Serapan CO2 (A) dan Q Leaf (Q) pada Daun Muda dan Daun Tua Species 26 .00 12. ( Nomor dan nama species sesuai dengan Tabel 2.00 600.00 10.00 10. ( Nomor dan nama species sesuai dengan Tabel 2).00 80.00 800.00 Serapan CO2 (µmolm -2s-1) 14.00 A Muda A Tua Q Muda Q Tua 1800.00 8.00 800.00 0.00 4.00 400.00 0.00 16.00 1000.00 14.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Species Gambar 1. Serapan CO2 (A) dan Klorofil (K) pada Daun Muda dan Daun Tua Species 1 .00 16.00 1400.00 16.00 200.00 8.00 0.25 (R=0.33).00 1600.00 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 Species Gambar 2.00 12.00 70.00 Q Leaf (µmolm -2s-1) 1200.00 4.00 1000.00 6.46).00 Species Gambar 3.00 40.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 A Muda A Tua K Muda K Tua 50.00 139 . .49 (R=0.00 0.00 10.

89 5.63 0.44 0.8 7.35 8.82 4.65 5.07 8.5 0.5 33.65 0.98 34.46 8.22 53.21 0.42 10.78 49.47 0.82 44.98 50.17 44. Fisiologi Jenis-Jenis Pohon di Taman Buah Mekar Sari Terkait dengan Potensi Serapan CO2 No Species Serapan CO2 Q Leaf (µmolm s ) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Nangka Dulang Cempedak Maray*) Sukun Rambutan Brahrang Sawo Duren / Kenitu Alkesah/Sawo Londo Sawo Manila Kelengkeng Diamond Langsat Mangga Apel Manggis Mundar Jambu Bol Jambu Citra Durian Matahari Durian Lai Mas Jambu Monyet Buni Gawok/Kupa Kepel Sawo Kecil Matoa Lobi-lobi Sirsak Irian Srikaya Kalimantan Gayam Rambay Kapulasan Salam Mundu Kacapi Bisbul Rukam Alpukat Fuerte Melinjo Kesemek Coklat 10.5 1012.3 6.33 2.57 4.56 140 .21 7.07 57.24 0.35 7.49 0.73 34.83 946.57 7.87 6.39 0.72 7.49 0.73 5.75 41.17 1200.64 8.83 1025.83 1065.07 6.33 1047.47 47.5 994.3 44.5 (molm s ) -2 -1 (molm-2s-1) (SPAD Value) 0.13 7.83 1236.22 45.83 1027.68 6.7 39.08 6.48 51.95 36.84 8.35 6.17 7.38 5.45 9.72 8.25 0.15 50.49 0.49 5.9 36.83 994 1073.77 50.17 989.25 56.5 338.87 6.24 0.33 1203.33 5.5 1025.6 6.83 158 643.57 13.33 444.56 4.87 34.23 0.91 7.05 39.49 0.28 10.85 0.1 0.54 2.5 51.87 45.87 0.5 767 956 793.26 0.65 5.7 7.07 7.45 0.53 5.6 0.44 5.84 5.33 1396.45 0.8 41.57 6.45 0.33 1184.19 4.97 8.52 50.37 6.17 1206 1522 994 1070 1117.46 0.83 458.27 0.78 7.05 45.9 8.68 10.28 5.67 1371.43 7.38 0.67 993 791.35 0.24 0.67 1066.15 6.92 55.36 7.08 36.85 12.63 0.64 4.42 5.42 6.33 0.27 52.69 -2 -1 Stomatal -2 -1 transpirasi Klorofil (µmolm s ) 1062 1021.9 47.3 37.48 7.45 5.92 46.33 460.16 52.49 0.2 4.07 4.15 51.31 0.9 62.2 6.51 0.29 7.71 4.95 54.71 0.09 7.11 9.02 7.3 8.71 0.22 0.5 953.91 8.95 8.58 4.99 0.17 984.05 46.Hidayati dkk Tabel 3.25 8.87 5.09 7.

9 35.5 0.49 (R=0.00 20.00 8. Serapan CO2 (A) dan Klorofil (K) pada Daun Muda dan Daun Tua Species 26 .19 1160.00 50.96 601.00 0.33 0.348) 12.00 70.00 6.00 60.49 (R=0.   16. 141 .00 4.00 (µmolm -2s-1) Gambar 5.5 48.0029x + 4.31 43.17 0.84 1098.83 0.348).00 Serapan CO2 (µmolm -2s-1) y = 0.74 35.00 2.00 10.95 6.30) ( Nomor dan nama species sesuai dengan Tabel 2.Lanjutan No Species Serapan CO2 Q Leaf Stomatal transpirasi Klorofil -2 -1 -2 -1 -2 -1 (µmolm s ) (µmolm s ) (molm s ) (molm-2s-1) (SPAD Value) 7.00 6.00 12.00 0.00 10.00 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 Species Klorofil (SPAD Value) 14.00 2000.03 6.05 5.88 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 Kopi Jengkol Gandaria Pala Cengkeh Kluwek Mengkudu Kenari Kemiri Duwet Jambu Biji Merah   Keterangan: Nomor dan nama species sesuai dengan Tabel 2.28 4.42 8 45.00 Q Leaf 1500.77 43.53 5.00 500.33 0.11 735.43 1119.27 11.54 55.00 Gambar 4.38 8.67 0.00 10.27 549. 18.22 5.00 40.00 Serapan CO2(µmolm -2s-1) A Muda A Tua K Muda K Tua 80.5 0.32 5.81 38.5 0.4 6.8205 ( R= 0.47 8. Hubungan Antara Serapan CO2 dan Q Leaf pada Species 1 .34 4.67 0.18 7.00 8.68 905.44 653.56 9.79 952.).00 0.07 8.00 0.00 1000.67 0.22 757.5 40.31 5.77 40.12 6.00 4.Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon Tabel 3: .66 9.00 2.5 0.33 5.00 14.00 16.00 30.7 37.6 6.68 914.

00 70. Hubungan Antara transpirasi dan Stomatal Resistance pada Species 1 .5302 ( R= 0.00 60.00 0.00 0.9805x + 4.277 50.00 12.00 8.00 2. R=0.00 4.176x + 4.00 Transpirasi (molm-2s-1) 8.00 0.40 0.00 10.00 6.80 1.   Serapan CO2 (µmolm-2s-1) 16.574) 10.20 0.00 1.20 Stomatal Resistance (molm-2s-1) Gambar 8.00 0.00 y = 0.00 6.00 14.00 6.49 (R=0.00 40.00 4.7567 (R2 = 0.00 12.00 8.20 y = 5.6159.00 1.   12.00 Klorofil (SPAD Value) Gambar 6.00 y = 4. Hubungan Antara Serapan CO2 dan Stomatal Resistance pada Species 1 .086x + 3.00 20.60 0.00 0.00 0.00 2.00 30.49 (R=0.Hidayati dkk   Serapan CO2 (umolm -2s -1) 16.486) Stomatal Resistance (molm-2s-1) Gambar 7.00 2.486).574). Hubungan Antara Serapan CO2 dan Klorofil pada Species 1 .60 0.277).00 4.49 (R=0.20 0.00 0.80 1. 142 .40 0.00 10.00 14.

seperti jenis-jenis pohon hutan tropis. Hasil penelitian terhadap jenis-jenis pohon di Mekar Sari menunjukkan variasi serapan CO 2 sebesar 2. dan selanjutnya pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Fotosintesis atau serapan CO2 dari tanaman berkayu tropis pada tahap awal suksesi dilaporkan sekitar 10 .6 µmolm-2s-1 untuk beberapa species pohon berdaun lebar tertentu seperti Quersus dan Fagus.21 molm-2s-1 . Namun demikian nilai serapan ini dapat dibandingkan dengan nilai serapan CO 2 dari jenis-jenis pohon lainnya dengan kondisi alam yang sama.223 molm -2s-1 .20 µmolm-2s-1 (Larcher 1995). 1996. oil palm dan eucalypt (Raghavendra 1991). Dilaporkan pula nilai serapan CO2 sekitar 2 .3 molm-2s-1 (Matsumoto et al. sebesar 6 dan Ochroma lagopus sebesar 27. Hopea odorata . Hasil ini sesuai dengan nilainilai serapan CO2 terhadap jenis-jenis pohon dari penelitian lain yang juga bervariasi antara species yang berbeda pada kondisi lingkungan tropis. nilai serapan CO2 lebih dari 25 µmolm-2s-1 untuk poplar. Walaupun nilai serapan CO2 dari jenis-jenis pohon buahbuahan dari hasil penelitian lain masih jarang dijumpai sehingga nilai dari hasil penelitian ini belum dapat dibandingkan dengan nilai serapan CO2 dari jenis-jenis pohon buah-buahan dari hasil penelitian yang lain. 2006) dan 1. Shorea balangeran 21.25 µmolm2s-1 untuk pohon-pohon berdaun lebar. Pembukaan stomata atau stomatal conductance (gs) tanaman pada kondisi di Taman Buah Mekar Sari termasuk tinggi yakni 0.0.0. Kondisi 143 .2 µmolm-2s-1.l. mangium masing-masing sebesar 0. Nilai gs yang tinggi berperan sebagai kapasitas ventilasi yang tinggi pula karena berakibat pada laju transpirasi yang tinggi pada kondisi alam terbuka. Gs pada tanaman di pelabuhan Ratu kemungkinan disebabkan oleh adanya suhu dan intensitas cahaya yang sangat tinggi sehingga tanaman perlu mengurangi penguapan sehingga menutup bukaan stomatanya.043 molm -2s-1 .9 µmolm-2s-1 pada kondisi alam Kalimantan Tengah. Faktor abiotik seperti cahaya matahari. suhu. Dengan demikian kemampuan ventilasi jenis-jenis pohon di Taman Buah Mekar Sari termasuk superior bila dibandingkan dengan pohon-pohon di Pelabuhan Ratu. 3 .99 molm2s-1 .8 µmolm -2s-1 (Chazdon et al. 2003).13. konsentrasi CO2 dan status hara memiliki pengaruh yang besar terhadap fotosintesis atau serapan CO2. Matsumoto et a.1996.Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon PEMBAHASAN Dari hasil pengukuran serapan CO2 pohon di Taman Buah Mekar Sari menunjukkan bahwa terdapat variasi nilai serapan CO 2 yang cukup signifikan antara species yang diteliti. yang dapat menghindari kenaikan suhu daun yang ekstrim. 2005.21 µmolm -2s-1 .33 . Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan nilai gs pohon hutan pada kondisi di Pelabuhan Ratu yang berkisar antara 0. Acacia mangium sebesar 24.. yakni antara 3 .2003).42 µmolm-2s-1.30 µmolm-2s-1.49 molm-2s-1 (Takahashi et al. Press et al. Fotosintesis dari Shorea dilaporkan sebesar 7 . Takashi et al. Beberapa temuan melaporkan nilai gs tanaman tumbuh cepat S. balangeran and A. 2 10 µmolm-2s-1 untuk jenis-jenis pohon conifer.

Biodiversity: A Missing Link for Mitigating Climate . diantaranya adalah metoda yang digunakan. Otsamo. Review of Dipterocarps. Seedling Production Methods of Dipterocarps In: Schulte A & D Schone (Eds). 2008. Photosynthetic responses of tropical forest plants to contransting light environments. DAFTAR PUSTAKA Adjers G & A. 1996. & N Fetcher.Hidayati dkk lingkungan tumbuh yang dapat berakibat pada penurunan fotosintesis atau serapan CO2 termasuk intensitas cahaya yang kurang. Convention of Biological Diversity (CBD). Hal ini mengakibatkan perbedaan pada besarnya laju fotosintesis daun muda dan daun tua. Singapore. Tanaman yang tumbuh atau diukur pada kondisi alam in situ biasanya memiliki laju serapan CO 2 yang lebih tinggi 144 dibandingkan tanaman yang tumbuh pada kondisi lingkungan terkontrol seperti rumah kaca. walaupun nilai korelasinya tidak signifikan. Bogor. Ecology and Silviculture. 391-410. . 5 . DW Lee. Karena itu dalam penelitian harus disertakan spesifikasi pada kondisi pertumbuhan tanaman dan lingkungan pada saat pengukuran serta metoda dan instumen yang digunakan. New York. Fotosintesis tanaman bervariasi tidak hanya karena pengaruh lingkungan tetapi juga karena pengaruh dari umur dan posisi daun pada kanopi. Karenanya banyak faktor yang harus diperhatikan dalam pengukuran laju serapan CO 2 tanaman agar dicapai interpretasi nilai laju fotosintesis yang benar. In: Mulkey SS. ukuran atau umur tanaman yang diukur. World Scientific. In: S Appanah. 1996. Dari hasil penelitian ini dijumpai bahwa kandungan klorofil stomata daun tua rata-rata lebih tinggi dibandingkan kandungan klorofil daun muda.P. Mekar Sari dan Program Kompetitif LIPI. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada Taman Buah Mekar Sari . serta akurasi alat yang digunakan. . Chazdon RL.55. suhu dan ketersediaan hara yang rendah (Ceulmens & Sauger 1991).T. kondisi lingkungan tumbuh dan mikroklimat pada saat pengukuran. CIFOR. Terdapat korelasi positif antara besarnya fotosintesis dan kandungan klorofil dan fotosintesis dengan stomatal conductance. Umur daun berkaitan dengan kandungan klorofil dan plastisitas pembukaan stomata yang mana kedua factor ini turut menentukan besarnya fotosintesis. RW Pearcy. Seedling Ecology of Mixed-Dipterocarp Forest. Taxonomy. Dipterocarp Forest Ecosystem Towards Sustainable Management. RL Chazdon & AP Smith (Eds). Chapman and Hall. & JM Thurnbull (Eds). umur daun (daun muda/daun tua). Ashton MS. Tropical forest plant ecophysiology . 1998. . 89-98. Sesuai dengan hasil temuan bahwa stomatal conductance dan fotosintesis Quercus mencapai maksimum sbeberapa minggu setelah ukuran daun mencapai maksimum (Ceulmens & Sauger 1991).

N Manokaran. IPB Press & Sekolah Pascasarjana IPB. Berlin Long . Dalam: Ecology of Tropical Forest Tree Seedlings. 1991.62-68. Uemura. & JE. & B. Osaki. Annual Report: Environmental Conservation and Land Use Management of Wetland Ecosystem in Southeast Asia. 262p Takahashi.Okuda. 41-58. H. The UNESCO. Wiley & Sons Publ. New York. H Shigenaga. Maruyama. LH. Y Matsumoto. H Saito. 2005. LH. Ceulmens. & SK Yap.. In: T Okuda. Photosynthetic Responses to Light in Tropical Rain Forest Tree Seedlings. M. Photosynthesis. A. Shibuya. PS Ashton (Eds) . Tuah. Tuah. 21 50. Brown. 1993. K. ND. SJ. Pidjath & P Erosa. Photosynthesis and Production in a Changing Environment: A Field and Laboratory Manual. Ecological of Lowland Rain Forest in Southeast Asia. AS. MD Swaine (Ed). RJ. K Niiyama. Physiology of Trees. LH. HR Bolhar-Nordenkampf. RC Leegood and SP Long (Eds). Growth Phenology and Photosinthhetic Traits of tree Species Native to Peat-Swamp Foress. Springer-Verlag. Springer. Baker & SW. Susanto & P Erosa. AR. Kawarasaki. Matsumoto Y. Y. Gas Exchange and Turgon Maintenance of Tropical Tree Species in Pasoh Forest Reserve. 129 . 1996. Saito. S. Morphological and Photosynthetic Characteristics of Shorea selanica and S. Shibuya. Takahashi. Tokyo. 225 hal. Y. Ang. 1991. Swido. Sauger. Chapman & Hall. K. Raghavendra. Physiology of Trees. Memasukkan: Desember 2010 Diterima: Maret 2011 145 .Tamai. Membangun Kota Kebun Bernuansa Hutan Kota. MC. Physiological Plant Ecology (3rd). C. New York 262p. MG. 2003.. SJ. Hallgren. Wiley & Sons Publ. . In: DO Hall. 2006. Dahlan. H.Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon Change. Susanto. Paris. M.165. SC Thomas. In: AS Raghavendra (Ed). H. Zipperlen. 6870. 2004. Lacher W. World Environment Day Celebrated in Montreal (Press Release). SP. M. balangeran Sapling Planted at Open and Understory Conditions on Peat Soil in Central Kalimantan. Y. 1995. JMO Scurlock. Annual Report: Environmental Conservation and Land Use Management of Wetland Ecosystem in Southeast Asia. Tamai.. Swido. 464 p. Press.. 241-250. EN. AR. Harayama. Measurement of CO2 Assimilation by Plants in the Field and the Laboratory.

& MT. Batas dari tepi kiri 3 cm. Suhartono. subtilis. 1983. NAMA PENULIS (yang disertai dengan alamat Lembaga/ Instansi).species.5 cm dengan program pengolah kata Microsoft Word dan tipe huruf Times New Roman berukuran 12 point. & C. dan tabel disertai CD. J. dan lain-lain dimasukkan melalui fasilitas insert. . kanan.J. 1994.. 15-16 Februari 2000.1 (2011) PANDUAN PENULIS Naskah dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.. Murray. Cambridge University Press. 1990. Indon. Identification of plasmids linked with polyglutamate production in B.html. Detection and Identification of Lories and Pottos in The Wild. Naskah dikirimkan ke alamat Redaksi sebanyak 3 eksemplar (2 eksemplar tanpa nama dan lembaga penulis). No. Daftar pustaka ditulis secara abjad menggunakan sistem nama-tahun. Gambar dalam bentuk grafik/diagram harus asli (bukan fotokopi) dan foto (dicetak di kertas licin atau di scan). & SW..R. Industri Perdagangan Kelapa dan Kelapa Sawit di Indonesia. Wood. P. Information for surveys/Estimated of population density. ASM. http//www. Drew. T.G. Contoh penulisan pustaka acuan sebagai berikut : Jurnal : Hara. 42. S. PEMBAHASAN.). dan bawah masingmasing 2. Vol 7. atas.net/primates/loris/ lorCp. Isolasi dan karakterisasi protease ekstrasellular dari bakteri isolat termofilik ekstrim. Ueda. Enzyme Technology. 29: 345-354. Kata dalam bahasa asing dicetak miring. Microbiol. Methods for General and Molecular Bacteriology. Prosiding : Mubarik. Washington. P. Skripsi. 151-158. Penulisan simbol α. Abstrak Pertemuan Ilmiah Mikrobiologi. JR. maksimal 250 kata). KATA KUNCI (maksimal 6 kata). R. Abstrak : Suryajaya. Prosiding Seminar nasional Industri Enzim dan Bioteknologi II. Krieg (eds. ABSTRAK (bahasa Inggris. tanpa mengubah jenis huruf. Gen. Tesis. W. χ. Penggunaan nama suatu tumbuhan atau hewan dalam bahasa Indonesia/Daerah harus diikuti nama ilmiahnya (cetak miring) beserta Authornya pada pengungkapan pertama kali. Jakarta.A. foto. 15 –18 Oktober 1982. Pola Pertanian. Disertasi : Kemala. Bab dalam Buku : Gerhart. NR. Dalam : Gerhart. D.. Setiap halaman diberi nomor halaman secara berurutan. Jakarta . 1982. Informasi dari Internet : Schulze. Cambridge. Apll. Bogor : Institut Pertanian Bogor.[Disertasi]. Naskah disusun dengan urutan: JUDUL (bahasa Indonesia dan Inggris). Gambar dan Tabel di tulis dan ditempatkan di halam terpisah di akhir naskah. 248-277. Bucke. MF. & S.E. Zhang. Naskah diketik dengan spasi ganda pada kertas HVS A4 maksimum 15 halaman termasuk gambar.1. HASIL. 1999. A. β. UCAPAN TERIMA KASIH (jika diperlukan) dan DAFTAR PUSTAKA. Biol. Buku : Chaplin. & N. 1987. BAHAN DAN CARA KERJA. PENDAHULUAN. H. Suwanto. Perkembangan tanaman polong-polongan utama di Indonesia. 2000. Liquid culture.

and Digestibility in Pre-Domestication Condition Wartika Rosa Farida & Roni Ridwan Profil Mamalia Kecil Gunung Slamet Jawa Tengah Maharadatunkamsi TULISAN PENDEK Kondisi Parameter Biologi Plankton dan Ikan di Perairan Danau Sentani Auldry F. Biol. Hadi Sukadi Alikodra. Juhaeti & M. 1802 (Lacertilia :Lacertidae) Mumpuni Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-Jenis Pohon di Taman Buah "Mekar Sari" Bogor. 1 (2011) Eritrosit dan Hemoglobin pada Kelelawar Gua di Kawasan Karst Gombong. Feed Conversion. M. Walukow 89 99 121 133 147 157 171 187 .Jawa Tengah Fahma Wijayanti. T. Reproduksi dan Mangsa Kadal Ekor Panjang Takydromus sexlineatus Daudin. Biak. Kepulauan Padaido.J. Hidayati. 1823): Effects on Feed Intake. Cuvier. Indon. Reza. Mansur Analisis Fekunditas dan Diameter Telur Kerang Darah (Anadara antiquata) di Perairan Pulau Auki. Papua Andriani Widyastuti Giving Formulated Pellet on Javan Porcupine (Hystrix javanica F. Kebumen. No. Kaitannya dengan Potensi Mitigasi Gas Rumah Kaca N. Vol 7. & Ibnu Maryanto Kajian Hubungan Antara Fitoplankton dengan Kecepatan Arus Air Akibat Operasi Waduk Jatiluhur Eko Harsono Dimorfisme Seksual. Dedy Duryadi Solihin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful