Anda di halaman 1dari 34

PPh Orang Pribadi

PENGHASILAN TERTENTU
Pasal 4 ayat (2)

- Bunga deposito dan tabungan - Transaksi saham dan sekuritas di bursa efek - Pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan - Penghasilan tertentu lainnya

PENGENAAN PAJAKNYA DIATUR DENGAN PERATURAN PEMERINTAH (PP)

PENGHASILAN TERTENTU YANG PENGENAAN PAJAKNYA TELAH DIATUR DGN PERATURAN PEMERINTAH (PP)
1. PENGHASILAN DARI TRANSAKSI PENJUALAN SAHAM DI BURSA EFEK ( PP No. 41 TAHUN 1994 jo PP No. 14 TAHUN 1997) 2. PENGHASILAN DARI HADIAH UNDIAN ( PP No. 132 TAHUN 2000) 3. PENGHASILAN DARI PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN (PP No. 48 TAHUN 1994 jo PP No.79 TAHUN 1999) 4. PENGHASILAN DARI BUNGA DEPOSITO DAN TABUNGAN SERTA DISKONTO SBI ( PP No. 131 TAHUN 2000 jo KMK No.51/KMK.04/2001) 5. PENGHASILAN DARI PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN ( PP No. 29 TAHUN 1996 ) 6. PENGHASILAN BERUPA OBLIGASI YG DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK ( PP No. 139 TAHUN 2000 jo KMK No.558/KMK.04/2000) 7. PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTAN ( PP No. 140 TAHUN 2000 jo KMK No. 559/KMK.04/2000)

BIAYA YANG BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BUT Pasal 5 Ayat (2)

BIAYA YANG BERKENAAN DENGAN PENGHASILAN KANTOR PUSAT

SEHUBUNGAN DENGAN : - Usaha atau kegiatan, - Penjualan barang, -Pemberian jasa, -YG SEJENIS DGN YANG DIJALANKAN BUT DI INDONESIA

PENGHASILAN SEBAGAIMANA TSB DALAM PASAL 26 JIKA TERDAPAT HUBUNGAN EFEKTIF ANTARA BUT DENGAN HARTA/KEGIATAN YG MEMBERIKAN PENGHASILAN

PENGELUARAN YANG TIDAK BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO


Pasal 9 ayat (1) huruf f

PEMBAYARAN YANG JUMLAHNYA MELEBIHI KEWAJARAN KPD PEMEGANG SAHAM ATAU PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA SEBAGAI IMBALAN SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN
CONTOH : WP. A TENAGA AHLI DAN PEMEGANG SAHAM DARI PT. B. IMBALAN DARI PT. B YG DITERIMA A SEBESAR Rp 5.000.000,00. APABILA UNTUK JASA YG SAMA YG DIBERIKAN OLEH TENAGA AHLI LAIN YG SETARA HANYA DIBAYAR SEBESAR Rp 2.000.000,00, MAKA :

- JUMLAH Rp 3.000.000,00 TIDAK BOLEH DIBEBANKAN SBG BIAYA OLEH PT. B - BAGI TENAGA AHLI YG JUGA SEBAGAI PEMEGANG SAHAM, JUMLAH Rp 3.000.000,00, DIANGGAP SBG PEMBERIAN DIVIDEN DARI PT.B

skema

TOTAL SELURUH PENGHASILAN . dikurangi Penghasilan yang merupakan Objek Pajak yang dipotong PPh Final (Pasal 4 ayat (2)) dikurangi Penghasilan yang bukan merupakan Objek Pajak (Pasal 4 ayat (3)).

(B)
(C) A-B-C

Penghasilan yang merupakan Objek Pajak PPh tidak bersifat Final (Pasal 4 ayat (1))..

PPh Final
Dalam rangka penghitungan SPT Tahunan, penghasilan yg dikenakan PPh Final tdk digabung dengan penghasilan lain (non final) PPh final yang dibayar/dipotong tdk dapat dikreditkan Biaya utk menghasilkan, menagih dan memelihara penghasilan yang PPh-nya final tdk dapat dikurangkan

Skema Pemajakan WP OP (Usaha/Pek. Bebas)


WP Orang Pribadi
Omset 1 th < 4,8 Milyar
Boleh melakukan pencatatan

Omset 1 th 4,8 Milyar

Wajib melakukan pembukuan

Pengh netto =
Pengh brutto x Norma pengh netto %

Pengh netto =
Pengh brutto pengurang pengh brutto`

Pengh Kena Pajak =


(Pengh brutto x Norma pengh netto %) - PTKP

Pengh Kena Pajak =


(Pengh brutto Biaya deductible Kompensasi Kerugian PTKP)

PPh terutang = Tarif psl 17 x Pengh Kena Pajak

Pencatatan

Pencatatan harus dapat menggambarkan jumlah peredaran atau penerimaan bruto dan atau jumlah penghasilan bruto, serta penghasilan yang bukan obyek pajak atau penghasilan yang dikenakan PPh Final, sehingga dapat dihitung besarnya pajak yang terutang

Bentuk Pencatatan
Melakukan Usaha / Pekerjaan Bebas KEP-520/PJ/2000

Bentuk Pencatatan
Tidak Melakukan Usaha / Pekerjaan Bebas KEP-520/PJ/2000

Pembukuan
Suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur Untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, Yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada setiap tahun pajak berakhir.

Pembukuan
Pembukuan atau pencatatan harus diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing dan mata uang asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan. Pembukuan diselenggarakan dengan prinsip taat asas dan dengan stelsel akrual atau stelsel kas.

Pembukuan

Pembukuan kurangnya terdiri dari catatan mengenai harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta penjualan dan pembelian, sehingga dapat dihitung besarnya pajak yg terutang. Catatan tersebut di atas terdiri data yang dikumpulkan secara teratur tentang ; peredaran atau penerimaan bruto, dan/atau penghasilan bruto sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang, termasuk penghasilan yang bukan obyek pajak dan penghasilan yang dikenakan pajak yang bersifat final. Buku, catatan, dokumen lain wajib disimpan selama 10 tahun di Indonesia, yaitu di tempat kegiatan atau di tempat tinggal bagi Wajib Pajak Orang Pribadi

Norma Penghitungan Penghasilan Netto


Pedoman untuk menentukan penghasilan netto WP, karena wajib pajak tersebut tidak wajib melakukan pembukuan. Wajib Pajak yang boleh menggunakan norma penghitungan adalah wajib pajak orang pribadi yang memenuhi syarat-syarat berikut : Peredaran bruto dalam 1 tahun tidak mencapai Rp 4.800.000.000. (mulai berlaku 2009 - UU 36/2008) Memberitahukan kepada Dirjen Pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari tahun buku. Menyelenggarakan Pencatatan . Dalam hal wajib pajak tersebut tidak menyampaikan pemberitahuan kepada Dirjen Pajak seperti tersebut di atas, dianggap memilih menyelenggarakan pembukuan.

Norma Penghasilan Netto Kep 536/PJ./2000

Pengelompokan menurut jenis usaha & wilayah


10 ibu kota propinsi
Medan Palembang Jakarta Bandung Semarang - Surabaya - Denpasar - Manado - Makasar - Pontianak

Ibu kota propinsi lainnya Daerah lainnya

Ex. Lampiran Kep 536/PJ./2000


Kode

Jenis Usaha

10 ibu kota kota propinsi propinsi lainnya 13,5 17,5 17 30 30 13 16,5 16 25 25

Daerah lainnya 12,5 16 15 20 20

32200 Industri pakaian jadi kecuali untuk kaki 32300 Industri kulit & barang dari kulit kecuali utk kaki 32400 Industri barang keperluan kaki 62200 Perdagangan eceran brg kelontong, supermarket 62420 Perdagangan eceran tekstil, pakaian jadi, hasil pengolahan kulit termasuk brg keperluan kaki 62422 Perdagangan eceran brg elektronik 62100 Rumah makan dan minum 62920 Jasa akuntansi dan pembukuan 93213 Dokter 97110 Reparasi kendaraan bermotor 97400 Pangkas rambut dan salon kecantikan

30 25 36 45 20 30

25 20 35 42,5 18,5 28

20 20 35 40 17,5 27

Contoh
Tn Razi, status menikah mempunyai 2 orang anak, mempunyai usaha perdagangan eceran sepatu berlokasi di Pasar Slipi Dari pencatatan diketahui jumlah peredaran usaha selama tahun 2009 Rp 150.000.000

30% x 150jt = 45 jt Ph Kena Pajak = 45jt 19.800.000 = 25.200.000 PPh Terutang = 5% x 25.200.000 =

contoh

Tn Amir status menikah mempunyai 4 orang anak. Ia seorang dokter bertempat tinggal di Bekasi. Selain itu ia juga memiliki Rumah Makan yang berlokasi di Jatinegara
Penerimaan bruto dari praktek dokter 90.000.000 Peredaran usaha Rumah Makan 30.000.000 Rp Rp

Pengh. Netto = Dokter = 45% x 90 jt = 40.500.000 Pengh. Netto rumah makan = 25% x 30 jt = 7.500.000

contoh
Tn Badru, status menikah belum mempunyai anak, berdomisili di Menteng Jakarta Pusat mempunyai usaha bengkel sepeda motor dengan peredaran usaha setahun Rp 200.000.000 Untuk menambah penghasilan Ny Aminah, istri Tn Badru membuka usaha salon dengan penerimaan bruto setahun Rp 120.000.000

Ph Netto Badru = 20%x200jt = 40jt Ph Netto Aminah = 30%x120jt = 36jt

Penggabungan penghasilan istri psl 8


Seluruh penghasilan / kerugian wanita kawin dianggap penghasilan / kerugian suaminya Kecuali penghasilan tersebut sematamata dari satu pemberi kerja yg telah dipotong PPh 21 dan pekerjaan tsb tdk ada hubungan dg usaha/pek bebas suami/anggota keluarga lainnya

Penghasilan istri
Bekerja pada satu pemberi kerja Bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja Melakukan usaha Melakukan pekerjaan bebas

Penghasilan istri tidak digabung Status K/... PPh 21 atas penghasilan istri bersifat final (tidak dapat dikreditkan)

Penghasilan istri digabung Status K/I/... PPh 21/22/23 atas penghasilan istri dapat dikreditkan

Contoh : Istri bekerja pada satu pemberi kerja

Tn Rudi seorang pengusaha bahan bangunan, mempunyai seorang Istri bernama Ny Mira yang bekerja sebagai Manajer di Swalayan Beta. Mereka telah mempunyai seorang anak. Penghasilan netto dari usaha Tn Rudi Rp 400 Juta Penghasilan Ny Mira selaku karyawan tetap Swalayan Beta Rp 120 juta dan dipotong PPh 21 sebesar Rp 9.724.000 Istri Punya usaha salon penghasilan netto sebesar 100 juta Hitung PPh terutang ?

Contoh : Istri melakukan pekerjaan bebas

Tn Setia seorang pengusaha bahan bangunan, mempunyai seorang Istri bernama Ny Emil yang mempunyai usaha catering. Keluarga ini telah mempunyai seorang anak Penghasilan netto dari usaha Tn Setia Rp 300 Juta Penghasilan netto dari usaha catering Ny Emil Rp 100 juta dan dipotong PPh 23 sebesar Rp 2.000.000 Pertanyaan : Hitung PPh terutang Hitung PPh yang Kurang (lebih) bayar

Contoh : Istri bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja

Tn Sultan seorang pengusaha bahan bangunan, mempunyai seorang Istri bernama Ny Ratna yang bekerja sebagai dosen tetap di Universitas Mpu Gandring dan dosen luar biasa di universitas Mpu Tantular. Keluarga ini telah mempunyai seorang anak. Penghasilan netto dari usaha Tn Sultan Rp 300 Juta Penghasilan Ny Ratna selaku Dosen tetap di Universitas Mpu Gandring Rp 120 juta dan dipotong PPh 21 sebesar Rp 9.724.000 Sedangkan Penghasilan Ny Ratna selaku Dosen luar biasa di Universitas Tantular Rp 90 juta dan dipotong PPh 21 sebesar Rp 2.250.000 Hitung PPh terutang Hitung PPh yang Kurang (lebih) bayar

Penghasilan suami-istri dikenakan pajak secara terpisah


Suami istri hidup bersama tetapi mengadakan perjanjian pisah harta (PH) Suami istri telah hidup berpisah (HB)

Penghasilan suamiistri digabung PPh dikenakan pada masing-masing suamiistri sebesar perbandingan penghasilan neto mereka

Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan pengenaan pajaknya dilakukan sendiri-sendiri

Contoh : perjanjian pisah harta


Pak X mengadakan perjanjian pisah harta dengan istrinya, Ny. Y. Penghasilan netto dari usaha Pak X Rp 30 juta, sedangkan penghasilan netto dari usaha Ny Y Rp 20 juta Pak X & Ny Y memiliki 1 orang anak yang menjadi tanggungan

Contoh : hidup berpisah


Ny Tania telah berpisah hubungan dengan suaminya, Tn Iwan. Penghasilan Neto dari usaha Ny Tania sebesar Rp. 100 juta sedangkan penghasilan neto dari usaha Tn Iwan sebesar Rp 30.000.000. Keluarga ini telah mempunyai seorang anak dan yang menjadi tanggungan Tn Iwan

Tarif PPh Pasal 17 OP 2009


No. Lapisan Penghasilan 1. S.d. Rp 50.000.000,2. Di atas Rp50.000.000,- s.d. Rp 250.000.000 3. Di atas Rp250.000.000,- s.d.Rp 500.000.000,4. Di atas Rp500.000.000,Misal = Ph. KP = 600.000.000 PPh Terutang = 5% x 50.000.000 = 2.500.000 15% x 200.000.000 = 30.000.000 25% x 250.000.000 = 62.500.000 30% x 100.000.000 = 30.000.000 = 125.000.000

Tarif 5% 15% 25% 30%

Kredit Pajak
PPh yg dipotong / dipungut pihak lain di DN, meliputi PPh 21/22/23 PPh dibayar di LN (kredit PPh psl 24)

Pengkreditan PPh yg dibayar di luar negeri


PPh dibayar di LN boleh dikreditkan dg PPh di Indonesia Pengkreditan PPh psl 24 dilakukan di tahun pajak digabungkannya penghasilan tersebut Kerugian di LN tidak boleh digabung

Pengkreditan PPh yg dibayar di luar negeri

PPh psl 24 yg dikreditkan jumlah yg lebih kecil antara :


Pajak yg sebenarnya dibayar di LN Rumus : PPh terutang atas X Penghasilan Netto LN seluruh Penghasilan Penghasilan Kena Pajak (dihitung per-country basis) Jumlah PPh terutang atas seluruh penghasilan

Contoh

Tn Richard (K/1) berkedudukan di Jakarta memperoleh penghasilan neto dalam tahun 2009 adalah sbb :
Penghasilan neto dari dalam negeri sebesar Rp 8.000.000.000. Di Singapura memperoleh penghasilan (laba neto) Rp 2.000.000.000, dimana PPh yang dibayar di Singapura sebesar Rp 800.000.000 Di Vietnam memperoleh penghasilan (laba neto) sebesar Rp 6.000.000.000, dimana PPh yang dibayar sebesar Rp 1.500.000.000 Di Malaysia menderita kerugian (rugi neto) sebesar Rp 5.000.000.000

Hitung kredit pajak PPh pasal 24

Contoh

Tn Rasyid (TK/0) berkedudukan di Semarang memperoleh penghasilan neto dalam tahun 2009 sbb :
Penghasilan neto (rugi) di dalam negeri Rp (600.000.000) Penghasilan neto dari usaha di Philipina Rp 3.000.000.000

PPh yang terutang & dibayar di Philipina sebesar Rp 1.200.000.000 Hitung kredit pajak PPh psl 24