Anda di halaman 1dari 25

ISI: I.

SKENARIO

Seorang gadis sangat bersemangat berlatih lari sampai berkeringat . tiba tiba dia tersandung batu lalu jatuh tengkurap , ternyata kulit lutunya mengelupas keluar darah dan terasa perih , dua minggu kemudian luka itu sembuh . tapi bekasnya berwarna lebih hitam disbanding daerah sekitarnya .

II.

IDENTIFIKASI MASALAH :

Merumuskan Daftar Pertanyaan

1. Mengapa bekas lukanya lebih hitam dari warna daerah kulit sekitarnya? 2. Bagian dari kulit apakah yang mengelupas? 3. Mengapa sewaktu berlari mengeluarkan keringat? 4. Bagaimana proses berkeringat? 5. Mengapa kulit yang mengelupas terasa perih? 6. Bagaimana proses penyembuhan bekas luka? 7. Apakah ada hubungan antara penyebab dan tingkat keparahan luka dengan waktu yang dibutuhkan dalam penyembuhan luka? 8. Mengapa kulit yang mengelupas mengeluarkan darah? 9. Apakah ada hubungan antara kulit lutut yang mengelupas dengan bekasnya? 10. Apakah ada factor eksternal dengan kesembuhan luka? 11. Sel darah apa yang berperan dalam proses penyembuhan luka ? 12. Komponen darah apa yang keluar saat terjadi luka?

Menjawab Pertanyaan : 1. Karena terdapat sel sel kulit yang mati setelah terluka. -Karena termasuk bagian dari penyembuhan luka untuk membentuk kulit yang baru. 2. Epidermis. 3. Karena ketika tubuh beraktifitas, suhu dalam tubuh akan meningkat sehingga dikeluarkan keringat untuk menyeimbangkan suhu tubuh kembali. Pengeluaran keringat bersama dengan sisa-sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh lagi dan dieksresikan lewat pori-pori tubuh. 4. Saat suhu tubuh tinggi, pembuluh darah akan menjadi hangat dan merangsang hipotalamus dalam otak untuk mengaktifkan pusat pendingin sehingga terjadi vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan evaporasi dengan mengaktifkan kelenjar keringat. Kelenjar keringat yang bermuara pada epidermis memiliki segmen sekresi, segmen transisional, saluran berkelok, dan saluran lurus yang semuanya bermuara pada lubang kulit yaitu pori-pori. Pada segmen sekresi yaitu saraf kolergenik mengaktifkan asetyl colin yang membuat keringat dikeluarkan dari permukaan tubuh melalui pori-pori 5. Karena terdapat banyak syaraf sensorik di dalam kulit. Salah satunya adalah pain reseptor untuk perasa perih 6. Luka pembuluh darah pecah dilatasi pembuluh darah trombosit mengeluarkan granula serotonin kontraksi pembuluh darah aliran darah terhambat trombsit melekat pada kolagen tromblastin protrombin dg bantuan vit.K dan ion Ca 2+ thrombin fibrinogen benang-benang fibrin darah membeku 7. Ada 8. Karena luka mengenai pembuluh darah pada lapisan dermis kulit 9. Ada 10. Ada misal bakteri dalam udara 11. Trombosit 12. plasma, eritrosit, leukosit, trombosit

III.

HIPOTESIS

Proses berkeringat

Lari

Berkeringat

Sisa metabolisme ekskresi

Lapisan kulit Fungsi kulit Jatuh dan kulit mengelupas Kelenjar kulit Sel-sel kulit

plasma Keluar darah eritrosit Leukosit trombosit Pembekuan darah

perih

Reseptor kulit

Warna bekas luka lebih hitam

IV.

LEARNING ISSUES

1.Macam-macam kelenjar dalam system integumen 2.macam-macam lapisan kulit 3.anatomi dan histology komponen darah 4.reseptor pada system integumen 5.macam-macam sel integumen

V.

LEARNING OUTCOMES

Integumen membentuk lapisan terluar tubuh yang terdiri dari : 1. Kulit 2. Rambut 3. Kuku 4. Kelenjar 5. Syaraf Rambut, kuku, dan kelenjar disebut pelengkap kulit. Kulit menutupi seluruh permukaan tubuh. 1. Lapisan pada Kulit

Kulit adalah organ tunggal terberat di tubuh dengan berat sekitar 15% dari berat badan total dengan luas permukaan sekitar 1,2 - 2,3 m2 pada orang dewasa. Kulit terdiri atas lapisan epidermis yang berasal dari ektoderm permukaan lapisan dermis atau korium yang berasal dari mesoderm, dan Hipodermis atau sub kutan.

1. Epidermis Epidermis berasal dari ektoderm yang terdiri atas epitel pipih berlapis yang mengalami keratinisasi. Ketebalan epidermis berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1 milimeter misalnya pada telapak tangan dan telapak kaki, dan yang paling tipis berukuran 0,1 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi dan perut. Ketebalan epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruh ketebalan kulit. Di lapisan epidermis tidak mempunyai pemubuluh darah maupun limpa sehingga semua nutrisi dan oksigen di dapat dari pembuluh kapiler pada lapisan dermis yang berdifusi melalui cairan jaringan serta membran basal untuk mencapai epidermis. Juga tidak terdapat serabutserabut saraf, namun banyak terdapat sel-sel langerhans yang berfungsi sebagai perlawanan kulit terhadap berbagai mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi. Epidermis terdiri dari 5 lapisan: a. Stratum Corneum (Lapisan Tanduk)

Merupakan lapisan epidermis yang paling atas, dan menutupi semua lapisan epiderma lebih ke dalam. Lapisan tanduk terdiri atas beberapa lapis sel pipih, tidak memiliki inti, tidak mengalami proses metabolisme, tidak berwarna dan sangat sedikit mengandung air. Diantara sel-selnya terdapat lemak yang berfungsi sebagai perekat antara sel-sel. Selain itu lemak antar sel juga untuk menstabilkan lapisan tanduk, menjaga kesediaan air untuk kelembaban dengan kemampuan tinggi menyerap air , mencegah kulit dari kekeringan dan dehidrasi saat penguapan akibat panasnya matahari, menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit, dan sebagai lapisan yang menyaring serta mencegah sel-sel kontak dengan mikroorganisme, toksin, bahan-bahan kimia atau zat alergen yang dapat

merusak. Lemak yang ada di lapisan ini di buat oleh sel keratinocyt di lapisan stratum granulosum. Lapisan tanduk ini sebagian besar terdiri atas keratin, yaitu sejenis protein yang tidak larut dalam air. Pada telapak tangan dan telapak kaki jumlah keratinosit jauh lebih tebal. Lapisan ini dikenal dengan lapisan horny, terdiri dari milyaran sel pipih yang mudah terlepas dan tergantikan oleh sel yang baru setiap 4 minggu karena usia setiap sel biasanya hanya 28 hari. b. Stratum Lucidium (Lapisan Bening)

Lapisan bening (stratum lucidum) disebut juga lapisan barrier, terletak tepat di bawah lapisan tanduk, dan dianggap sebagai penyambung lapisan tanduk dengan lapisan berbutir. Lapisan bening terdiri dari protoplasma sel-sel jernih yang kecil-kecil, tipis dan bersifat translusen sehingga dapat dilewati sinar (tembus cahaya). Lapisan ini sangat tampak jelas pada telapak tangan dan telapak kaki. c. Stratum Granulosum (Lapisan Berbutir)

Sel dilapisan ini sudah merupakan sel mati dan tidak dapat membelah diri tersusun dari sel-sel keratin atau sel yang sudah berisi bahan protein dan

mengeras, dan banyak terdapat filaggrin merupakan bahan penghubung sel keratin dengan bagian luar sel untuk tetap memberikan nutrisi bagi sel keratin melalui cairan antar sel karena bagian sel ini semakin jauh dari aliran darah. Pada orang kekurangan filaggrin dapat menyebabkan kulit kering bersisik dan mengelupas secara terus menerus. . Bentuk sel seperti belah ketupat yang memanjang sejajar permukaan. Sel yang terdalam berbentuk seperti sel pada strarum spinosum hanya didalamnya mengandung butir butir. Butir butir yang terdapat sitoplasma lebih terwarna dengan hematoxylin (butir butir keratohialin) yang dapat dikelirukan dengan pigmen. Stratum Granulosum berbeda dengan epitel lain dalam sususan selnya. Mereka tidak terletak menempel satu dengan yang lain, tetapi terpisah oleh ruang-ruang sempit sedemikian rupa dan dilintasi oleh jembatan sitoplasma halus. d. Stratum Spinosum

Lapisan ini bersama stratum basale disebut juga stratum Malpighi atau stratum germativum karena sel-selnya menunjukan adanya mitosis sel. Sel selnya disebut spinosum karena jika dilihat di bawah mikroskop sel selnya terdiri dari sel yang bentuknya poligonal (banyak sudut) dan mempunyai tanduk (spina). Tanduk itu merupakan hubungan antar sel atau jembatan interseluler. lapisan di atas sel basal ini tersusun dari sel keratinocyt bertugas mengisi sel-sel dengan protein keratin yang bersifat bahan keras sehingga dapat melindungi lapisan sel basal yang aktif membelah agar terhindar dari subtansi yang dapat merusak dan dari infeksi mikroorganisme serta mengurangi kehilangan kelembaban sel kulit. Keratinocyt yang ada dilapisan ini juga memproduksi lemak

perekat dilapisan tanduk. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Terdapat sel Langerhans. e. Stratum Basale

Lapisan basal atau germinativum, disebut stratum basal karena selselnya terletak di bagian basal. Stratum basale disusun oleh sel basal aktif yang terus menerus membelah diri menggantikan sel-sel yang di atasnya atau membuat sel-sel kulit baru untuk mengantikan bagian sel-sel yang tua dan rusak, oleh karena itu disebut juga sel induk. Bentuknya silindris (tabung) dengan inti yang lonjong. Di dalamnya terdapat butir-butir yang halus disebut butir melanin warna. Sel tersebut disusun seperti pagar (palisade) di bagian bawah sel tersebut terdapat suatu membran yang disebut membran basalis. Sel-sel basalis dengan membran basalis merupakan batas terbawah dari epidermis dengan dermis. Ternyata batas ini tidak datar tetapi bergelombang. Pada waktu kerium menonjol pada epidermis tonjolan ini disebut papila kori (papila kulit), dan epidermis menonjol ke arah korium, tonjolan ini disebut Rete Ridges atau Rete Peg. 2. Dermis (Kulit Jangat)/ Korium atau Kutis Vera Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai True Skin. Kulit jangat sering disebut kulit sebenarnya dan 95 % kulit jangat

10

membentuk ketebalan kulit. Ketebalan rata-rata kulit jangat diperkirakan antara 1 - 2 mm, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm, dan yang paling tipis terdapat di kelopak mata serta yang paling tebal terdapat di telapak tangan dan telapak kaki. Lapisan di bawah epidermis yang jauh lebih tebal dari pada epidermis. Lapisan Dermis terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis.

Lapisan dermis/ korium, kutis vera, true skin terdiri dari: 1. Beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar keringat. Kelenjar minyak (sebasea): menghasilkan minyak (sebum) yang berfungsi menjaga agar rambut dan kulit tidak kering. Kelenjar keringat (sudofira) yang menghasilkan keringat dan merupakan kumpulan air, garam dan urea. 2. Pembuluh-pembuluh darah, getah bening, otot penegak rambut (muskulus arektor pili). 3. Berisi 3 jenis jaringan : Kolagen dan serat elastis, Otot, Saraf 4. Sensori aparatus: nyeri, Pacini / tekanan, Ruffini / panas, Krause / dingin, Meissner / sentuhan 5. Terdiri dari 2 lapisan Pars Papilare : tipis mengandung jaringan ikat jarang.bagian yang menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah Pars Retikulare : tebal terdiri dari jaringan ikat padat.banyak mengandung jaringan ikat, folikel rambut, pembuluh darah, saraf, kolagen.

Serabut-serabut kolagen menebal dan sintesa kolagen berkurang dengan bertambahnya usia. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa. Pada

11

usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan mempunyai banyak keriput. Di permukaan kulit, minyak dan keringat membentuk lapisan pelindung yang disebut acid mantel atau sawar asam dengan nilai pH sekitar 5,5. sawar asam merupakan penghalang alami yang efektif dalam menangkal berkembang biaknya jamur, bakteri dan berbagai jasad renik lainnya di permukaan kulit. Keberadaan dan keseimbangan nilai pH, perlu terus-menerus dipertahankan dan dijaga agar jangan sampai menghilang oleh pemakaian kosmetika. Pada dasarnya dermis terdiri atas sekumpulan serat-serat elastis yang dapat membuat kulit berkerut akan kembali ke bentuk semula dan serat protein ini yang disebut kolagen. Serat-serat kolagen kelenturan kulit. Berkurangnya protein akan menyebabkan kulit menjadi kurang elastis dan mudah mengendur hingga timbul kerutan. Faktor lain yang menyebabkan kulit berkerut yaitu faktor usia atau kekurangan gizi. Dari fungsi ini tampak bahwa kolagen mempunyai peran penting bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Perlu diperhatikan bahwa luka yang terjadi di kulit jangat dapat menimbulkan cacat permanen, hal ini disebabkan kulit jangat tidak memiliki kemampuan memperbaiki diri sendiri seperti yang dimiliki kulit ari. Fungsi Dermis : struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi 3. Subkutis, Jaringan penyambung (jaringan ikat) bawah kulit, (hipodermis) ini disebut juga jaringan penunjang, karena fungsinya dalam membentuk jaringan-jaringan kulit yang menjaga kekeringan dan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak

12

Merupakan kelanjutan dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. Lapisan sel-sel lemak disebut panikulus adiposa yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Dalam lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah dan getah bening Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi. adalah jaringan ikat di bawah kulit yang mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan limfia, serta saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit. Lapisan ini terdiri atas jaringan penyambung yang menghubungkan kulit secara longgar dengan organ-organ yang berdekatan, memungkinkan kulit bergeser terhadap organ-organ tersebut. Lapisan ini terutama mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan limfe, saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit. Cabangcabang dari pembuluh-pembuluh dan saraf-saraf menuju lapisan kulit jangat. Jaringan ikat bawah kulit berfungsi sebagai bantalan atau penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh dan sebagai cadangan makanan. Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi sepanjang kontur tubuh, paling tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak mata. Jika usia menjadi tua, kinerja liposit dalam jaringan ikat bawah kulit juga menurun. Bagian tubuh yang sebelumnya berisi banyak lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit akan mengendur serta makin kehilangan kontur. Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber. Lapisan yang merupakan bantalan untuk kulit, penahan terhadap benturan ke organ tubuh bagian dalam, memberi bentuk pada tubuh, mempertahankan suhu tubuh dan sebagai tempat penyimpan cadangan makanan. Jaringan lemak di seluruh tubuh tebal dan tipisnya tidak sama bergantung lokasinya. 2. Kelenjar pada kulit

Kulit mengandun 2 tipe kelenjar eksokrin : 1. Kelenjar Sebasea (Kelenjar Minyak) Kelenjar ini ditemukan tertanam pada dermis pada hampir semua bagian tubuh kecuali pada daerah-daerah yang tidak memiliki rambut. Mereka merupakan kelenjar asiner yang biasanya mempunyai banyak muara asinus dalam duktus

13

pendek. Duktus ini biasanya berakhir pada bagian atas folikel rambut, tetapi pada daerah-daerah tertentu, seperti kelenjar penis, kelenjar klitoris, dan bibir, ia bermuara langsung pada permukaan epidermis. Asini terdiri dari lapisan basal dari lapisan epitel gepeng undifferentiated yang terletak paa membrana basalis. Sel-sel ini berproliferasi dan berdifensiasi, mengisi asini dengan sel-sel bulat yang mengandung banyak tetesan lemak dalam sitoplasmanya. Intinya lambat laun menyusut dan sel-sel secara serentak terisi oleh tetsan lemak dan pecah. Hasil dari proses ini adalah sekresi kelenjar sebasea, yang lambat laun bergerak ke permukaan kulit. Ini adalah contoh khas kelenjar holokrin, karenahasil sekresinya, sebum, dikeluarkan bersama sisa-sisa sel yang mati. Hasil in terdiri atas campura kompleks lipid yang mengandung trigliserida, asam lemak bebas, dan kolesterol beserta ester-esternya. Faktor utama yang mengatur kelenjar sebasea pada laki-laki adalah testosteron testis; pada wanita merupakan gabungan androgen ovarium dan adrenal. Aliran kelenjar sebasea adalah kontinyu dan gangguan pada sekresi dan aliran normal sebum merupakan salah satu alasan timbulnya jerawat. Sebum adalah campuran lemak, zat lilin, minyak, dan pecahan-pecahan sel. Zat ini berfungsi sebagai emoliens/pelembut kulit dan merupakan suatu barier terhadap evaporasi. Juga memiliki aktivitas bakterisida. 2. Kelenjar Sweat Sudoriferus (Kelenjar Keringat) Kelenjar keringat terbgi menjadi 2 jenis berdasarkan struktur dan lokasinya. a. Kelenjar keringat erokrin Kelenjar tubular simple dan berpilin serta tidak berhubungan dengan folikel rambut. Kelenjar ini penyebarannya meluas ke seluruh tubuh, terutama pada telapak tangan, telapak kaki, dan dahi. Sekeresi dari kelenjar keringat ini adalah kandungan air dan membantu pendinginan atau evaporatif tubuh. b. Kelenjar keringat apokrin Kelenjar keringat ini adalah kelenjar keringat yang terspesialisasi yang besar dan bercabang dengan penyebaran yang terbatas. Kelenjar ini ditemukan pada aksila, areola payudara, dan regia anogenital. 1. Kelenjar apokrin yang ditemukan di lipatan ketiak dan area anogenital memiliki duktus yang membuka kebagian atas folikel rambut. Kelenjar ini mulai berfungsi pada masa pubertas untuk merespon stres/kegembiraan dan menngeluarkan semacam sekresi yang tidak berbau tetapi akan berbau jika sekeresi ini bereaksi dengan bakteri.

14

2. Kelenjar seruminosa pada saluran telinga akan menghasilakn seruamh atau getah telinga ddan kelenjar siliaris moil pada kelopak mata yang juga termasuk kelenjar apokrin. 3. Kelenjar mamae merupakan kelenjar apokrin yang termodifikasi yang mengalami spesialisasi untuk memproduksi susu. 3. Sel-sel pada kulit sel sel pada epidermis: 1. Keratinosit 2. Melanosit 3. Sel langer hans 4. Sel merkel Keratinosit :

Tidak mudah dilihat

mempunyai

sel

epitel

terbanyak,

membelah,

tumbuh,

keratinisasi, bergerak ke atas, membentuk lapisan pelindung tubuh. Melanosit : di stratum basale, dibentuk di melanosom, berisi pigmen melaninyang member warna kulit, bulat(inti), tonjolan sitoplasma panjang. Sel langer hans : respon imun, pengenalan antigen asing, inti gelap, sitoplasma pusat Sel merkel : akson tanpa myelin, mekano reseptor(touch), kulit tebal, banyak terdapat di telapak tangan dan kaki. Sel-sel pada dermis: Fibroblast

Sel utama
Makrofak sel lemak kromatofor melanosit dermis sejati Warna Kulit pada scenario lebih hitam dari sekitarnya Karena darah sampai keluar, maka kesimpulannya luka sudah mengenai lapisan dermis yang terdapat banyak pembuluh darah. Cacat pada lapisan ini bersifat permanen, sehingga akan mengaggu pembentukan dan penyebaran melanin yang ada di lapisan

15

tepat di atasnya yaitu stratum basale pada epidermis. Akibatnya bekas luka tersebut akan tampak lebih hitam dari daerah sekitarnya. 4. Reseptor pada kulit Berdasarkan tipe energy khusus atau kepekaan terhadap modalitas tertentu 1.Termoreseptor 2.Mekanoreseptor 3.Kemoreseptor 4.Osmoreseptor Berdasarkan eksternaatauluar 2.Proprioreseptor, merespons terhadap perubahan posisi dan pergerakan terutama berhubungan 3.Interoresptor, dengan terletakpadavisera/alat system dalam dan muskuloskeletal pembuluh darah. (peka (peka (peka (peka terhadap terhadap terhadap terhadap perubahan perubahan sentuhan dan tekanan perubahan suhu) tekanan) kimiawi) osmotik). rangsangan

sumber

1.Ekteroreseptor, terletak pada permukaan tubuh dan berespons terhadap rangsangan

Reseptor-reseptor Ujung

yang

terletak

di

alat

indera

peraba

antara

lain

Syaraf

Bebas

Serat syaraf sensori kaferen berakhir sebagai ujung akhir syaraf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor sensorik utama dalam kulit. Serat akhir syaraf bebas ini merupakan serat syaraf yang tak bermielin, atau serat syaraf bermielin berdiameter kecil, yang semua telah kehilangan pembungkusnya sebelum berakhir, dilanjutkan serat syaraf terbuka yang berjalan di antarasel epidermis.Sebuah serat syaraf sering kali bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan kepermukaan, sehingga hamper mencapai stratum korneum.Serat yang berbeda mungkin menerima perasaan raba, nyeri,dan suhu. Sehubungan dengan folikel rambut, banyak cabang serat syaraf yang berjalan syaraf longitudinal dan melingkari folikel epitel rambut dalam dermis. epidermis Beberapa berhubungan dengan jaringan khusus.Pada

berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa oral, akhir syara membentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau korpus kel merkel).Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak juluran sitoplasma.Seperti mekano reseptor badan ini mendeteksi pergerakan antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan jaringan ikat di bawahnya.Telah dibuktikan bahwa beberapa diskus

16

merkel

merespons

rangsangan

getaran

dan

juga

resepor

terhadap

dingin.

Korpuskulus

Peraba

(Meissner)

Korpus kulus peraba (Meissner) terletak pada papila dermis, khususnya pada ujung jari, bibir, putting dan genetalia. Bentuknya silindris, sumbu panjangnya tagak lurus permukaan kulit dan berukuran sekitar 80 mikron dan lebarnya sekitar 40 mikron.Sebuah kapsul jaringan ikat tipis menyatu dengan perinerium syaraf yang menyuplai setiap korpus kel.Pada bagian tengah korpuskel terdapat setumpuk sel gepeng yang tersusun transversal.Beberapa sel syaraf menyuplai setiap korpus kel dan serat syaraf ini mempunyai banyak cabang mulai dari yang mengandung myelin maupun yang tak mangadung myelin .Korpuskulus ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan diskriminasi/pembedaan dua titik (mampu membedakan rangsang dua titik yang letaknya berdekatan). Korpuskulus Berlamel (VaterPacini)

korpuskulus berlamel (vaterpacini) ditemukan di jaringan subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, jari, putting, periosteum, mesenterium, tendo, ligament dan genetalia eksterna. Bentuknya bundar atau lonjong, dan besar (panjang 2 mm, dan diameter 0,5 1 mm). Bentuk yang paling besar dapat dilihat dengan mata telanjang, karena bentuknya mirip Setiap korpuskulus disuplaioehsebuahseratbermielin bawang. yang

besardanjugatelahkehilangansarungselschwann-nya pada tepi korpuskulus.Akson syaraf banyak mengandung mitokondria.Akson inidikelilingi oleh 60 lamela yang tersusun rapat (terdiri dari sel gepeng).Sel gepeng ini tersusun bilateral dengan dua alur longitudinal pada Korpuskulus Korpuskulus ini berfungsi untuk menerima rangsangan tekanan yang sisinya. dalam.

Gelembung

(Krause)

korpuskulus gelembung (krause) ditemukan di daerah mukokutis (bibir dan genetalia eksterna), pada dermis dan berhubungan dengan rambut.korpuskel ini berbentuk bundar (sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron. Mempunyai sebuah kapsula tebal yang menyatu dengan endoneurium. Di dalam korpuskulus, serat bermielin kehilangan myelin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi dengan selschwann.seratnya mungkin bercabang atau berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir syaraf yang menggelembung sebagai gada. Korpuskel ini ini jumlahnya sebagai berkurang reseptor dengan yang bertambahnya peka terhadap usia. dingin. Korpuskel berguna mekano

17

Korpuskulus korpuskulus ini ditemukan pada jaringan ikat termasuk dermis dan

Ruffini kapsula

sendi.Mempunyai sebuah kapsula jaringan ikat tipis yang mengandung ujung akhir syaraf yang menggelembung.Korpuskulus ini merupakan mekanoreseptor, karena mirip dengan organ tendogolgi. Korpuskulus ini terdiri dari berkas kecil serat tendo (fasikuliintrafusal) yang terbungkus dalam kapsula berlamela.Akhir syaraf tak bermielin yang bebas, bercabang di sekitar berkas tendonya.Korpuskulus ini terangsang oleh regangan atau kontraksi otot yang bersangkutan juga untuk menerima rangsangan panas. Mekanisme Berkeringat Saat suhu tubuh tinggi, pembuluh darah akan menjadi hangat dan merangsang hipotalamus dalam otak untuk mengaktifkan pusat pendingin sehingga terjadi vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan evaporasi dengan mengaktifkan kelenjar keringat. Kelenjar keringat yang bermuara pada epidermis memiliki segmen sekresi, segmen transisional, saluran berkelok, dan saluran lurus yang semuanya bermuara pada lubang kulit yaitu pori-pori. Pada segmen sekresi yaitu saraf kolergenik mengaktifkan asetyl colin yang membuat keringat dikeluarkan dari permukaan tubuh melalui pori-pori. Fisiologis kulit 1. Fungsi proteksi Kulit melindungi tubuh terhadap gangguan fisik, mekanik dan kimia. Gangguan fisik dan mekanik seperti gesekan, tarikan, tekanan, panas atau dingin ditanggulangi dengan bantalan lemak subkutis, tebal tipisnya lapisan kulit, dan serabut penunjang yang berfungsi pelindung bagian luar tubuh. Gangguan kimia misal zat-zat kimia iritan (lisol, karbon, asam atau basa kuat dll) ditanggulangi dengan adanya lemak permukaan kulit yang berasal dari kelenjar minyak dengan Ph 5,0-6,5 dan mengatasi mikroba yang ingin masuk dalam kulit. Sel melanosit melindungi kulit dari sinar ultra violet matahari sehingga tidak terjadi iritasi pada kulit. 2. Fungsi Persepsi Kulit memiliki banyak serabut syaraf sensorik yang berperan menerima rangsangan dari luar. Syaraf tersebut banyak terdapat pada lapisan dermis seperti Corpuscle Meissner untuk perasa sentuhan. Corpuscle Paccini untuk tekanan, Krause untuk perasa dingin, Ruffini untuk merasakan panas dll.

18

3. Fungsi ekskresi Kelenjar dalam lapisan kulit berperan untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan oleh tubuh seperti urea, ammonia, NaCl dan sedikit lemak. Kelenjar keringat akan mengeluarkan zat-zat tersebut melalui pori-pori kulit 4. Fungsi termoregulasi (Pengaturan suhu) Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh melalui 2 cara : pengeluaran keringat dan penyesuaian pembuluh darah di kapiler. Saat suhu tubuh tinggi, pembuluh darah akan menjadi hangat dan merangsang hipotalamus dalam otak untuk mengaktifkan pusat pendingin sehingga terjadi vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan evaporasi dengan mengaktifkan kelenjar keringat. Saat suhu tubuh rendah, pembuluh darah menjadi dingin dan mengaktifkan hipotalalmus di otak untuk mengaktifkan pusat panas sehingga terjadi vasokonstriksi (penyempitanpembuluh darah) dan oto rangka diaktifkan jika diperlukan. Tubuh terjadi homeostatis kembali 5. Fungsi Absorpsi Kulit dapat menyerap zat-zat tertentu, terutama zatzat yang larut dalam lemak dapat diserap ke dalam kulit. Hormon yang terdapat pada krim muka dapat masuk melalui kulit dan mempengaruhi lapisan kulit pada tingkatan yang sangat tipis. Penyerapan terjadi melalui muara kandung rambut dan masuk ke dalam saluran kelenjar palit, merembes melalui dinding pembuluh darah ke dalam peredaran darah kemudian ke berbagai organ tubuh lainnya. 6. Fungsi sintetis vit. D Kulit juga dapat membuat vitamin D dari bahan baku 7-dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari. Namun produksi ini masih lebih rendah dari kebutuhan tubuh akan vitamin D sehingga diperlukan tambahan vitamin D dari luar melaui makanan. 7. Fungsi keratinisasi Kulit pada lapisan epidermis memiliki sel keratinosit yang mengandung materi keratin, berfungsi untuk memperbaharui epidermis setiap 4 minggu sekali. Pembentukan sel ini dimulai di stratum germinativum kemudian naik ke lapisan

19

atasnya sampai mencapai sel corneum dan berubah menjadi sisik. Hingga akhirnya mati dan lepas dari permukaan tubuh.

Darah Darah terdiri atas sel-sel dan cairan yang mengisi sirkulasi tertutup yang mengalir dalam gerak teratur tanpa arah, terutama didorong oleh konstraksi ritmis jantung. Darah dibentuk dari 2 bagian: bentuk elemen darah (sel darah) dan plasma darah. Jika darah keluar dari sirkulasi, maka darah akan membeku. Jika ditambah dengan antikoagulen darah tidak membeku dan mengandung sel-sel darah dan serum. Perbedaan serum dan plasma adalah pada serum tidak ada fibrinogen dan kandungan serotini lebih banyak. Jika darah tersebut disentrifuge, akan terlihat heterogenitas komponen darah yaitu : 42-47 % sel darah merah, 1% leukosit dan sisanya adalah serum. Plasma Darah Plasma adalah larutan aqueus yang mengandung 90% air dan 10% lainnya adalah protein, garam anorganik, senyawa organic dll. Dengan ultrasentrifuge atau elektroforesis, plasma dipisahkan menjadi albumin; alfa, beta dan gama globulin; dan fibrinogen. Albumin berperan dalam mempertahankan osmotic dara. Gamaglobulin sebagai antibody yang disebut imunglobulin. Senyawa atau zat yang dapat larut dalam plasma antara lain : sari makanan dan mineral (misal : monosakarida, asam lemak, gliserol, kolesterol, asam amino dll) enzim, hormone dan antibody urea dan asam urat oksigen, karbondioksida, dan nitrogen serta protein-protein yang terlarut dalam tubuh. Plasma mentransport metabolit-metabolit dari tempat absorpsi/sintetisnya,

menyalurkanke berbagai daerah organisme ataupun sisa-sisa metabolism yang dibuang melalui darah oleh organ ekskresi.

Sel Darah Merah (Eritrosit)

20

Berbebtuk cakram bikonkav, tidak memilki inti, garis tengah 7,2 m, berwarna merah. Karena bentuknya sehingga memilki permukaan yang luas dan mudah untuk pertukaran gas. Eritrosit sangat fleksibel memungkinkan untuk beradaptasi terhadap bentuk irregular dan garis tengah kapiler yang kecil. Konsentrasi normal eritrosit dalam darah 4,5 5 juta/ L. Warna merah pada eritrosit karena terdapat hemoglobin. Molekul hemoglobin terdiri dari 4 submit, masing-masing mengandung gugus hem yang dihubungkan dengan suatu polipeptida. Gugus hem adalah suatu derivate porfirin yang mengandung besi. Di samping hemoglobin, ada stroma lipoprotein yang bertanggung jawab memberikan bentuk eritrosit. Eritrosit sendiri dibentuk di getah bening, limfe dan hati. Membran eritrosit terdiri dari 50-60% protein, 35-40% lipid, dan karbohidrat. Membran ini berperan sebagai barier semipermeable, mempertahankan perbedaan konsentrasi natrium dan kalium antara plasmadan bagian dalam sel. Ertrosit dapat hidup dalam sirkulasi sekitar 120 hari. Kemudian eritrosit yang sudah tua atau rusak dirombak di dalam hati menjadi bilirubin dan biliverdin. Bilirubin berubah menjadi urobilin yan member warna pada feses. Sel Darah Putih (Leukosit) -Mengandung sebuah nukleus dan organel-organel sel. -Menunjukkan gerakan amoeboid terbatas -Dibagi dalam 2 kelompok utama, yaitu Granuler dan Non Granuler. Leukosit Bergranuler -Nukleus nya terdiri atas 3 sampai 5 lobus bulat tak teratur yang berhubungan satu sama lain dengan untaian kromatin tipis. -Sitoplasmanya sedikit asidofil dan mengandung sejumlah besar granula halus yang tampak ungu atau ungu pucat (purple of lavender) -Berukuran sekitar 8 m dalam keadaan segar dan mencapai ukuran 12 m dalam sediaan hapus-kering. -Pada tingkat mikroskop elektron,granula granulanya tampak beraneka ragam dalam ukuran dan bentuk. -Granula tersebut dibagi dalam 3 varietas morfologis dan biokimia: Granula azuro fil (granula primer) yang relatif besar, padatelektron, mengandung peroksidase dan hidrolase.

Neutrofil (heterofil)

21

Granula spesifik yang lebih kecil, tidak begitu padat-elektron, mengandung alkalin fosfatase dan beberapa bahan anti bakterial Suatu kelompok heterogen yang lebih kecil granula primer dipandang sebagai lisosom. daripada granula

spesifik yang mengandung hidrolase asam. Granula ini dan Asidofil (eosinofil) -Hampir berbentuk bola, berukuran 9 m dalam keadaan segar dan dalam keadaan hapusan kering mencapai 12 m. -Merupakan 2%-5% dari seluruh leukosit dalam darah periferi. -Sitoplasmanya mengandung sejumlah besar granula kasar ,yang pada manusia berbentuk bola. -Jumlah meningkat selama keadaan alergi dan infeksi parasit tertentu. -Memakan (fagosit) kompleks antibodi-antigen yang kemudian menerima aksi dari enzim-enzim yang terdapat di granula. Basofil -Paling sedikit jumlahnya diantara leukosit lainnya dan meliputi kurang dari 0.5% dari seluruh jumlah. -Nukleus berbentuk , terbatas pada 2 atau lebih daerah dan kurang menyerap warna daripada lainnya. -Granula sangat kasar. -Metakromatis, dan mengandung histamin, heparin dan serotonin. -Pada pengamatan mikroskop elektron, granula graulanya tampak terikat pada membran. -Terdapat mitokondria yang tersebar dan gelembung-gelembung golgi. Leukosit Non-Granuler

Limfosit

-Pada manusia, limfosit merupakan 20%-25% dari seluruh jumlah sel darah putih. -Berbentuk bola dan berukuran 6-8 m . -Nukleus besar dan padat. -Sitoplasma mengandung beberapa mitokondria granula. -Terdapat 2 jenis limfosit, yaitu: yang terpencar dan

22

Limfosit B (Humoral) : mengenali antigen terlebih dahulu, kemudian baru membunuhnya. Limfosit T (Selular) : Langsung bisa membunuh antigen tanpa mengenalinya terlebih dahulu(fagosit).

Monosit

-Menyerupai limfosit, berukuran 9-12 m -Sitoplasma jauh lebih banyak daripada limfosit. -Terdapat organel mitokondria dan alat golgi. -Jumlah meliputi 3%-8% dari seluruh leukosit yang beredar. -Berpindah dari aliran darah dan menjadi pemakan sel (fagositik).

Kerja Leukosit Leukosit selalu berpindah pindah dari pembuluh ke jaringan.Hal ini terutama terlihat pada tempat terjadinya luka atau infeksi,dimana granulosit berpindah sebagai respons terhadap rangsangan kemotaktis.Monosit juga berakumulasi di daerah-daerah ini. Selanjutnya,neutrofil berperan sebagai fagosit.Banyak jenis bakteri dimakan pada proses ini.Setelah fagositosis,granula spesifik dari sel itu hancur dan menghilang, sementara itu membebaskan enzimenzim hidrolitis yang bertanggung jawab terhadap penumpasan bakteri.

Trombosit (Platelets) -Berusia 8-9 hari. -Tersusun dari sitoplasma yang menyerap warna biru dari pewarna Wright. -Mempunyai pusat yang berglanuler gelap,kromomer dan suatu daerah periferi yang terang,hialomer. -Berperan membebaskan enzim tromboplastin yang berperan dalam pembekuan darah. -Tromboplastin mengubah protrombin menjadi trombin, kemudian fibrinogen menjadi fibrin. -Dibuat melalui pertunasan fragmen-fragmen seluler dari megakaryosit dalam sumsum tulang. -Trombosit telah diidentifikasikan dalam plasma darah.

23

Proses Penyembuhan Luka Luka pembuluh darah pecah dilatasi pembuluh darah trombosit mengeluarkan granula serotonin kontraksi pembuluh darah aliran darah terhambat trombsit melekat pada kolagen tromblastin protrombin dg bantuan vit.K dan ion Ca 2+ thrombin fibrinogen benang-benang fibrin darah membeku

24

VI.

DAFTAR PUSTAKA

Guyton. 1993. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC Ganang, W.F. 1983. Fisiologi Kedokteran Edisi 10. Jakarta: EGC Radiopetro. 1981. Anatomi Klinik. Jakarta: Erlangga Bevelander, Gerrit dkk. 1988. Dasar-Dasar Histologi. Jakarta: Erlangga Anonim. Jam 23.00 Anonim. 2011. 2010.

Anatomi

&

Histologi

Kulit.

http://www.berbagimanfaat.com/2010/01/kulit.html.Diakses tanggal 6 November 2012.

Histologi

Kulit.

http://med.unhas.ac.id/histologi/index.php?option=com_content&task=view&id=15&Ite mid=5.html. Diakses tanggal 6 November 2012. Jam 22.40 Sloane, Ethel.Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula(2004).Jakarta: penerbit Buku Kedokteran EGC Hegree, R Barbara, Caldwell Esther.Asisten Keperawatan.Edisi6.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC W.F Gnong.Fisiologi Kedokteran.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC Kanitakis,J.2002.Anatomy, histology and Immunohistochemistry of normal human skin.EuropeanJournal of Dermatology.vol. 12.number 4,391-401

25