JARINGAN OTOT

Dr.Niniek Hardini
FAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN JAKARTA

Disampaikan Oleh:

• Jaringan otot dikhususkan untuk melakukan pergerakan. • Sel-sel otot berkembang dalam fungsi kontraktil dan tidak berkembang dalam hal konduktivitas

• Kerja mekanis perlu banyak kapiler darah yang mengangkut makanan dan oksigen serta mengangkut keluar produk sisa yang toksik • Pembuluh darah terdapat dalam jar ikat fibrosa, yang berfungsi mengikat serat otot jadi satu dan sebagai pembungkus pelindung

Otot rangka 2. Otot polos 3.• Ada 3 macam otot berdasarkan struktur dan fungsinya : 1. Otot jantung • Secara fungsional ada otot volunter dan otot involunter .

• Otot rangkahampir seluruh tubuh volunter • Otot jantungpada jantung involunter • Otot polos pada dinding p darah. viscera involunter .

rangka .• Embriologi : -Mesoderm splanchnopleurik o.polos -Mesederm somatiko. jantung -Mesoderm splanchnik & somatik o.

RE halus = retikulum sarkoplasma .Mitokondria = sarkosom .Sitoplasma = sarkoplasma .• Istilah pada otot : .Membran sel = sarkolema .

. dinding tubuh • Tiap sel otot berbentuk silindris panjang dan berinti banyak. fasia dan membentuk daging.OTOT RANGKA • Otot rangka merup otot lurik. ujung2nya meruncing pada perbatasan otot dan tendo. terikat pada tulang. volunter.

• Kekuatan otot tidak bergantung panjangnya serat otot tetapi tergantung jumlah total serat yang ada dalam otot • Otot bertambah besar akibat latihan krn hipertrofi otot bukan hiperplasi otot .

perimisium (kolagen) membungkus fasikulus • .epimisium (kolagen) membungkus seluruh otot . retikular ) membungkus masing2 sel otot .• Pembungkus otot : .endomisium ( s.

• Warna merah pd otot : . di bagian tepi dekat sarkolema. berbentuk lonjong. 10-100 um.vaskular .pigmen mioglobin: prot transport O2 = hemoglobin .• Serat otot rangka mempunyai gurat melintang / memanjang • Pj serat 1-40 mm. Dalam 1 serat ada banyak inti.

konsentrasi enzim & tk kontraksi.Otot putih . terdiri dr : .Otot merah .• Berdasarkan jumlah mioglobin. jumlah mitokondria.Otot intermediate .

pita H. anisotrop) ditengah pita A .Mikroskopik Serat Otot Rangka • Serat otot multinuklei. inti perifer • Susunan paralel miofibril membentuk (pada pot memanjang) : -pita A (gelap. isotrop) ditengah pita I. ditengah H. garis Z . garis M -pita I (terang.

pj 2-3 um. jarak antara garis Z memendek dengan jelas . miofibril lebih tebal dan sarkomer lebih pendek.• Satu sarkomer yaitu segmen yang terdapat diantara 2 garis Z . merupakan unit kontraktil serat otot rangka • Dalam keadaan kontraksi.

Kontraksi      Pita I menyempit Pita H hilang Pita A tetap Ujung2 pita A mendekati garis Z Akhirnya pada kontraksi penuh pita A dan I tidak dapat dibedakan tetapi lebar pita A tetap sama selama kontraksi .

ditengah2 pita H filamen tebal saling terikat oleh filamen halus . • Pada garis M.Organisasi Struktural Miofibril • Miofibril terlihat sebagai benang paralel panjang terdiri atas satuan yang lebih kecil disebut miofilamen • Filamen tebal mengandung miosin dan membentuk pita A. Pita H adalah daerah pita A tanpa filamen tipis.

Ujung bebasnya masuk ke dalam pita A diantara filamen tebal sehingga pada pot melintang melalui pita A. pita H hanya mengandung filamen tebal .• Filamen tipis mengandung aktin dan membentuk pita I. tiap filamen tebal dikelilingi 6 filamen tipis dalam bentuk heksagonal • Pada pot melintang. pita I hanya mengandung filamen tipis.

-meromiosin ringan membentuk sebagian besar gagang -meromiosin berat membentuk sisa gagang dan kepalanya .• Pada daerah yang saling selisip (kedua ujung pita A). yang mempunyai 2 subunit . tiap filamen miosin tebal dikelilingi oleh 6 filamen aktin tipis • Filamen tebal terdiri atas 200-300 molekul miosin.

tropomiosin dan troponin .• Kepala miosin memiliki aktivitas adenosin trifosfat (ATPase) yang diperlukan untuk terjadinya interaksi aktin miosin selama kontraksi • Filamen tipis terdiri atas aktin F (2 rantai subunit aktin G yang globular).

lebar pita I dan H berkurang .Sliding Filamen Theory • Kontraksi • Filamen tebal dan tipis memendek Diskus Z saling mendekat. filamen tipis bergeser ke arah sarkomer shg kedua filamen overlap.

merupakan suatu sistem tubuli • Sisterna bermembran membentuk selubung di tiap miofibril pada batas A-I disebut sisterna terminal • Menyimpan kalsium intraselular .Sistem Membran • Retikulum sarkoplasma banyak ditemukan.

• Tubulus Transversal (Tubul T) -invaginasi tubular sarkolema yang berjalan diantara miofibril -terdapat pada batas A-I • 2 sisterna terminal + 1 tubul T = triad • Fungsi triad : penyebaran gelombang depolarisasi dari permukaan sarkolema ke sisterna terminal dengan cepat .

Kontraksi Otot •  serat otot menjadi lebih pendek dan tebal • Pita A tetap panjangnya. pita I dan H menyempit • All or none law : satu serat otot akan berkontraksi / tidak berkontraksi sebagai akibat dari stimulasi .

Mekanisme kontraksi otot rangka : • Kontraksi dimulai pada batas A-I (daerah triad) • Impuls sarkolema tubulus T sisterna terminal .

terlepas dan terikat lagi menghasilkan tenaga kontraksi.• Meliputi bergeraknya kepala miosin menuju subunit aktin yang globuler pd filamen tipis dan mengikatnya. Kepala miosin berganti2 terikat. Filamen bergeser saling selisip dan menarik filamen tipis ke arah dalam .

• Ion kalsium keluar dari sisterna terminal mengikat troponin tropomiosin masuk ke dalam alur pilinan ganda aktin F filamen aktin terbuka-> kontak dengan kapala miosin kontraksi • Ion kalsium membuka tempat ikatan aktif miosin pd filamen tipis. kepala miosin terayun dan melekat kontraksi .

• Konsentrasi Ca sitosol . siklus kontraksi terus berlangsung • Siklus ikat lepas terjadi berulang2 & setiap siklus memerlukan ATP yang akan dikonversi menjadi energi untuk gerak .

Sumber Energi Kontraksi Otot • ATP : diproduksi mitokondria • Lemak dan glikogen : terikat pada sarkoplasma • Kreatin fosfat : hasil refosforilase ADP .

Relaksasi Otot Rangka • Kalsium kembali ke dalam retikulum endoplasma ikatan troponin.kalsium terlepas dan molekul2 tropomiosin kembali pada filamen tipis menutupi tempat aktif pada aktin • Troponin dan tropomiosin membentuk mekanisme pengunci yang mencegah terjadinya interaksi miosin-aktin .

Persyarafan Otot Rangka • Terdapat 2 jenis persyarafan pada otot : -Syaraf motorik  memicu kontraksi -Syaraf sensorik muscle spindle (gelendong otot). darah . ujung2 sensorik neurotendinea untuk fasia • Syaraf autonom  pada p.

yaitu tempat berakhirnya suatu syaraf (axonal ending) dan berhubungan erat dengan serat otot .Motor End Plate • Tiap serat otot punya 1 “motor end plate” atau taut otot syaraf (myoneural junction).

• Serat motorik : akson bermielin dari neuron a motorik  berakhir pada • Mendekati otot. akson tidak berselubung mielin tetapi ditutupi selubung schwan • Motor end plate mengatur kontraksi otot tapi koordinasi aktivitas otot melibatkan ujung2 sensoris motor end plate .

Transmisi impuls pada myoneural junction • Fs myoneural junction : menyampaikan stimulus dari serat syaraf ke sel otot • Myoneural junction tersusun atas : -terminal akson -celah sinaps -membran sel otot .

• Membran sel otot polos post sinaps bermodifikasi membentuk celah sinaps primer  celah sinaps sekunder (junctional folds) • Terminal akson mengandung vesikel sinaptik yang berisi neurotransmitter asetilkolin .

Transmisi Stimulus pd Celah Sinaps : 1) Stimulus depolarisasi membran terminal akson pintu kalsium (Ca) terbuka 2) Masuknya Ca fusi vesikel sinaptik dgn membran presinaps asetilkolin dikeluarkan ke celah sinaps primer 3) Asetilkolin dilepaskan dari saraf terminal dlm jumlah besar (quanta= 10-20rb molekul) .

4) Asetilkolin berikatan dgn reseptor asetilkolin pd membran sel otot influks ion depolarisasi sarkolema  potensial aksi 5) Impuls menyebar dgn cepat melalui tubulus T memicu kontraksi otot .

tdr dr: a. ruang periaksial berisi cairan . dgn adanya stretch reflex • Merup reseptor sensorik berkapsul.Gelendong Otot (Muscle Spindle) • Fungsi: mencegah robeknya serat otot. serat otot intrafusal -nuclear bag fiber -nuclear chain fiber b.

• Serat otot rangka yg mengelilingi muscle spindle disebut serat otot ekstrafusal • Serat syaraf sensorik : -Mengelilingi serat intrafusal *Anulospiral (primary nerve ending/Ia)  respon tingkat peregangan .

pd serat ekstrafusal: efferent • Korelasi klinis : simple reflex arc (refleks patella). contoh dr fungsi muscle spindle ending/ IIa) *Flower Spray (secondary nerve (motor) neuron .respon durasi • Pd serat intrafusal: efferent(motor) neuron.

Organ Golgi Tendon (Neurotendinous Spindles) • Fungsi: melindungi tendon relaksasi tendon • Kerjanya berlawanan dgn muscle spindle • Berkapsul. kolagen intrafusal. persarafan dari neuron sensoris tipe Ib .

• Korelasi klinis:  dapat menyentuh hidung dlm keadaan gelap peran dr muscle spindle & organ golgi tendon? feedback jumlah tegangan otot & posisi 3 dimensi .

pj 80um.OTOT JANTUNG • Terdapat pada: jantung dan vena pulmonalis • Bersifat lurik dan involunter. tengah . nukleus : 1-2 oval. berkontraksi scr ritmis & automatis (spontan) • Sel otot jantung: 50um.

gap juntion .fascia adherens .Diskus Interkalaris • Junction “end to end” dari serat otot jantung.desmosom • Bagian lateral : . pada garis Z • Bagian transverse : .

hanya terminal kecil ~ tubulus T • Diad pd garis Z . perbedaan dgn otot rangka pd sistem membran dan suplay Ca otot jantung • Tanpa sisterna terminal.Organel (Struktur) • ~ otot rangka.

• Ion Ca ditranport aktif dr cairan ekstraseluler • Kebutuhan energi  mitokondria kebutuhan O2 mioglobin .

fungsinya mengatur denyut jantung.Kontraksi Otot Jantung • Embrional= kontraksi miogenik spontan • Mekanisme kontraksi= filamen yg bergeser • “Sistem hantar rangsang” merup modifikasi dr otot jantung. rambatan rangsang melalui neksus .

letak dibawah endokard. bagian dari sistem hantar ransang.• Serat Purkinje=sel otot jantung khusus. berhubungan dengan septum interventrikularis • Serat purkinje  50 um mengandung glikogen lebih pucat .

• Otot atrium (terutama atium kanan)< otot ventrikelmengandung granula berisi”atrial natriuretic peptide” • Fs granula: kemampuan tubulus renalis dalam meresorbsi garam dan air menurunkan tekanan darah • Otot jantung yang rusak  jaringan parut

OTOT POLOS
• Merupakan otot tidak lurik dan involunter • Terutama pada organ visceral al gastrointestinal, pernapasan, saluran reproduksi dan urinary, dd vascular, pada iris dan korpus siliaris mata • Berfungsi mengatur dan mempertahankan garis tengah lumen pada organ visera

• Otot polos diatur oleh: saraf autonom, hormon (bradikinin), kondisi psikologis • Mampu mensintesis protein eksogen kolagen, elastin, glikoaminoglikan, proteoglikan, growth factors

 5-6 um Nukleus: 2 atau lebih Lamina eksternal.2 mm. p: 0. serat retikular Sarkoplasma asidofil dan homogen .Serat Otot Polos • • • • Fusiformis.

Serat O Polos (Mikroskop Elektron) • Terdapat filamen tipis (aktin tanpa troponin) dan filamen tebal (miosin) • Bagian tengah filamen tebal mengandung meromiosin berat memperluas area interaksi aktinmiosin memungkinkan kontraksi lebih lama .

• All or none tidak berlaku • Kontraksi “sliding filamen theory” • Filamen intermediate tambahan dalam dense body terdapat : .desmin pd o polos non vaskular .vimentin & desmin pd o polos vaskular .

• Fungsi dense body ~ diskus Z • Kontraksi  bergabungnya miofilamen dgn dense body ke filamen intermediate sel otot memendek • Kaveola (vesikel sarkolema) berfungsi menahan dan menyimpan ion Ca .

Kontrol Kontraksi O Polos 1) Ion Ca dari kaveola berikatan dgn calmodulin (prot regulator organisme hidup) aktivasi myosin lightchain kinase 2) Myosin light chain kinase memfosforilase satu rantai ringan miosin membentuk tongkat golf .

3) Sisi perlekatan aktin-miosin terbuka interaksi aktin dan fragmen S1 miosin kontraksi • Fosforilasi berjalan pelan kontraksi lambat • Hidrolisis ATP lambat energi yg diperlukan < .

• Ca disosiasi kompleks CalmodulinCa inaktivasi myosin light chain kinase difosforilasi rantai ringan miosin  sisi perlekatan miosin tertutup relaksasi otot .

Persyarafan Otot Polos • Neuromuskular junction tidak terorganisasi spesifik • Vesikel sinaptik akson mengandung : -norephinephrin  saraf simpatik -asetilkolin  saraf parasimpatik .

uterus) • Intermediate= 30-60% menerima persarafan mandiri . vas deferens) • Via nexus (gap junction)= tidak persarafan individual. hanya beberapa sel yg mempunyai neuromuskular junction (traktus gastrointestinal.Tipe persarafan o polos • Multiunit= setiap sel menerima persarafan mandiri (iris.

regenerasi dilakukan oleh sel satelit dgn bermitosis hiperplasia pd luka & hipertrofi pd muscle building • O jantung tdk mampu regenerasi fibroblas membentuk jar ikat fibrosa (scar) .Regenerasi Otot Polos • O rangka tidak mampu mitosis.

• O polos mampu bermitosis. mis uterus hamil terjadi hipertrofi & hiperplasia • Bila terjadi luka terbentuk sel otot polos baru dgn mitosis (GI & Urinary tract) atau dari diferensiasi perisit pd pembuluh darah .

mengandung aktin & miosin . mis pengiriman sekret kelenjar ke duktus • Pipih. prosesus panjang.Sel Mioepitel & Miofibroblas Mioepitel • Kemampuan kontraktil.

Miofibroblas • ~fibroblas. namun aktin & miosin >> • Pada kontraksi luka & erupsi gigi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful