Anda di halaman 1dari 4

Anatomi Sinus Maxillaris

Sinus Maxillaris berbentuk seperti piramid, dengan bagian : Basis : dinding lateral cavum nasi Apex : mengarah ke processus zygomaticus Atap : cavum orbita dengan ductus nasolacrimalis yang melewati sinus maxillaris Dasar : processus alveolaris, terutama Molar 1 dan Molar 2 rahang atas

Saluran keluar sinus maxilaris adalah pada hiatus semilunaris pada meatus nasi media Sinus Maxillaris merupakan sinus yang terbesar dengan ukuran : panjang 3,75 cm, lebar 2,5 cm, tebal 3 cm, sehingga sinus ini bisa menampung sampai 15 ml cairan. Perkembangan Sinus Maxillaris Sinus ini sudah ada sejak janin usia 4 bulan, waktu dilahirkan bay sudah memiliki sinus maxillaris yang masih berupa saluran dangkal. Sinus ini terus berkembang, pada usia 9 tahun sinus ini sudah berada di bawah cavum nasi. Sinus ini berhenti berkembang saat usia 11 12 tahun, ketika erupsi gigi sudah lengkap.

Perdarahan : Supply darah oleh Arteri Maxillaris interna, darinase oleh vena fasialis, maxillaris, jugularis. Persarafan : Nervus Maxillaris FISIOLOGI Fungsi sinus paranasalis adalah: Mengatur tekanan intranasal yang tiba tiba meningkat Resonansi suara Melembabkan udara respirasi Meringankan struktur tulang tengkorak

HISTOPATOLOGIS Rongga sinus dilapisi epitel respirasi (epitel silindris bertingkat bersilia dengan sedikit sel goblet) Mayoritas terbesar dari Ca sinus maxillaris adalah squamous cell Ca yang biasanya dengan defferensiasi sedang / sedikit. Sinonasal Ca yang undefferentiated merupakan bentuk karakteristik dari trabecula dan pada lesi terlihat sarang-sarang berupa sel poligonal dengan cytoplasma sedikit dan pleomorphic, inti hyperchromatis Terlihat banyak gambaran mitosis dan tumor yang dalam mungkin berhubungan dengan carcinoma insitu yang melapisi permukaan epitelium Invasi ke pembuluh darah dan jaringan necrosis sering kali sangat luas Bercak imunohistochemical pada cytokeratin atau epitel membrane antigen khas positif

Stadium klinis Penentuan stadium tumor ganas sinus maxillaris berdasarkan kesepakatan AJCC (American Commitee on Cancer) pada tahun 2002 : T : tumor, menggambarkan keadaan tumor primer, besar dan perluasannya Tx T0 : tumor primer tidak dapat dinilai : tumor primer tidak diketemukan

Tis T1

: karsinoma in situ : tumor terbatas di antrum sinus maxilla tanpa erosi atau destruksi tulang

T2 : tumor mengerosi dan destruksi tulang sinus maxilla termasuk merusak palatum durum dan / meatus nasi media tidak merusak dinding posterior dan pterygoid plates T3 : tumor menginvasi salah satu organ dibawah ini yaitu : kulit pipi, dinding posterior sinus maxilla, lantai dan dinding medial orbita, sinus ethmoid anterior T4a : tumor meluas rongga orbita anterior, menginvasi kulit pipi, pterygoid plates, fossa infratemporal, cribiform plate, sinus sphenoid atau frontalis T4b : tumor menginvasi struktur apex orbita, duramater, otak, fossa kranii media, nervus trigeminus dan nasofaring

N Nx N0

: nodul, menggambarkan keadaan kelenjar limfe leher regional : kelenjar limfe tidak teraba : tidak terjadi metastase regional

N1 : metastase ke kelenjar limfe regional single ipsilateral, teraba dengan ukuran diameter kurang dari 3 cm N2 : metastasi kelenjar limfe regional single ipsilateral > 3 cm dan < 6 cm atau multiple ipsilateral < 6 cm, atau bilateral/kontralateral < 6 cm N2A : metastase ke kelenjar limfe servikal single ipsilateral, teraba dengan ukuran diameter > 3 cm tapi < 6 cm N2B : metastase ke kelenjar limfe servikal multiple ipsilateral, teraba dengan ukuran diameter < 6 cm

N2C : metastase ke kelenjar limfe servikal bilateral atau kontralateral, teraba dengan diameter < 6 cm N3 : metastase ke kelenjar limfe, diameter > 6 cm

M M0 M1

: metastasis, menggambarkan metastasis jauh : tidak ada metastasis jauh : terdapat metastasis jauh

Berdasarkan TNM tersebut di atas, stadium penyakit dapat ditentukan Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium III : Tis N0 : T1 : T2 : T3 N0 N0 N0 M0 M0 M0 M0 M0

T1-3 N1

Stadium IVa : T4a N0-1 M0 T1-4a N2 M0

Stadium IVb : T4b any N M0 Any T Stadium IVc : any T N3 M0

any N M1