Anda di halaman 1dari 6

STRATEGI PELAKSANAAN KLIEN DENGAN BERDUKA DAN KEHILANGAN Oleh : Eva Prasetya Maulina (1106003604) Fatimah Al Awfa (1106053243)

Juwita Mannawi ( 1106053445) Nurullah Agustya (1106089174) Septiani Anwar ( 1106008681) Wulan Nurhidayah (1106018726)

Kasus : Ibu M, usia 50 tahun mempunyai seorang suami yang sudah meninggal 1 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama 2 orang anaknya. Anaknya yang pertama sudah bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga sedangkan anaknya yang kedua masih berusia 15 tahun. 1 bulan yang lalu anak sulungnya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian. Saat bertemu perawat ibu M mengatakan bahwa anaknya tersebut masih hidup, klien sering diam dan melamun dan mengatakan anaknya belum meninggal dan juga klien enggan untuk berbicara dengan orang lain dan terkesan menarik diri dari lingkungannya. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukan tekanan darah klien 150/100 mm Hg, nadi 110 x/menit, pernapasan 25 x/menit

Pertemuan ke-1 A. Proses Keperawatan 1. Kondisi klien Klien tampak sering diam dan melamun dan mengatakan bahwa anaknya belum meninggal. Klien enggan untuk berbicara dengan orang lain dan tampak menarik diri dari lingkungannya. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukan tekanan darah klien 150/100 mmHg, nadi 110 x/menit, pernapasan 25 x/menit.

2. Diagnosa Keperawatan Ansietas berhubungan denga ketidakefektifan koping individu terhadap respon kehilangan anggota keluarga yang berulang. 3. Tujuan khusus Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat dan klien dapat merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan perawat Klien mampu mengungkapkan pikiran dan perasaannya Klien merasa lebih tenang

4. Tindakan keperawatan Bina hubungan saling percaya dengan klien dengan cara mengucapkan salam terapeutik, memperkenalkan diri perawat sambil berjabat tangan dengan klien Dorong klien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Dengarkan setiap perkataan klien. Beri respon, tetapi tidak bersifat menghakimi Ajarkan klien teknik relaksasi

b. Strategi Pelaksanaan 1. Fase orientasi Salam terapeutik Assalamualaikum, selamat pagi bu, perkenalkan saya Pipit Mentari, ibu bisa panggil saya suster Pipit. Nama Ibu siapa? Ibu senangnya dipanggil apa? Kalau begitu Ibu saya panggil Ibu M ya? Baiklah Ibu M, saya perawat hari ini yang bertugas merawat Ibu dari pukul 08.00 sampai 14.00 Evaluasi validasi Bagaimana keadaan ibu M hari ini? Apa yang ibu rasakan? Kontrak kerja Baikalah bu, bagaimana kalau kita berbincang-bincang sebentar? Kita berbincang-bincang untuk mendiskusikan masalah yang ibu alami. Kira-kira 15 menit saja Bu, bagaimana? Dimana sebaiknya kita berbincang-bincang, Bu? Bagaimana kalau di taman? Baiklah kita akan berbincang-bincang selama 15 menit ke depan di taman saja ya bu

2. Fase Kerja Ibu, coba ibu ceritakan kepada saya apa yang ibu rasakan saat ini iya bu, saya mengerti apa yang ibu rasakan, sabar ya bu coba sekarang ibu berpikir kembali jika ibu pulang ke rumah ibu tidak akan bertemu dengan anak ibu karena ia memang sudah meninggal dan itu sudah menjadi kehendak Tuhan ibu, hidup dan matinya seseorang itu sudah diatur oleh yang maha kuasa tidak ada satupun yang mau orang yangdisayanginya dipanggil yang Maha Kuasa dan tidak ada yang bisa mngetehauinya kapan hal tersebut terjadi Ibu tidak perlu cemas, ibu masih punya keluarga yang bersedia mendukung dan membantu ibu dan saya juga yakin ibu pasti memiliki keahlian yang bisa ibu manfaatkan untuk menunjang kehidupan ibu apakah ibu bisa memahaminya? Bagaimana kalo sekarang saya mencoba membantu ibu untuk mengatasi rasa cemas yang ibu alami? Caranya dengan melakukan teknik relaksasi, ibu bisa melakukan tarik napas dalam, tahan sebentar, dan hembuskan perlahan-lahan melalui mulut Coba ibu sekarang lakukan sendiri iya bu, bagus sekali, benar seperti itu

3. Fase terminasi Evaluasi ( subjektif) Bagaimana perasaan ibu sekarang? Apakah ibu sudah menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada ibu ? Evaluasi (objektif) Coba ibu sebutkan kembali, apa yang harus ibu lakukan jika ibu sedang dalam perasaan cemas Rencana tindak lanjut Iya bu betul sekali, ibu melakukan teknik relaksasi menarik napas dalam jika ibu sedang dalam kondisi cemas Kontrak yang akan datang Ya bu karena sudah 15 menit kita berdiskusi, saya akhiri diskusi kali ini ya bu, besok pagi setelah makan pagi jam 9, saya akan kembali ke ruangan ibu untuk

mendiskusikan tentang hobi ibu dimana ibu bisa melakukan diskusi dengan saya, bu? baiklah kita akan berdiskusi di taman saja ya? apakah 20 menit cukup bu? baiklah kalau begitu, besok kita akan berdiskusi selama 20 menit di taman ya bu sekarang saya pamit dulu ya bu, selamat pagi

Pertemuan ke-2 A. Proses Keperawatan 1. Kondisi klien Klien sudah tampak lebih bersemangat dari sebelumnya, klien sudah tidak terlihat diam dan melamun tetapi klien masih terlihat enggan untuk berbicara dengan orang lain dan tampak menarik diri 2. Diagnosa keperawatan: Isolasi sosial berhubungan dengan koping individu tidak efektif terhadap respon kehilangan pasangan 3. Tujuan khusus Klien tidak lagi menarik diri dan bisa berinteraksi dengan orang disekitar 4. Tindakan keperawatan Libatkan klien dalam setiap aktivitas kelompok, terutama aktivitas yang ia sukai Berikan klien pujian setiap kali klien melakukan kegiatan dengan benar

B. Strategi pelaksanaan 1. Fase orientasi Salam terapeutik: Selamat pagi bu M. masih kenal dengan saya bu ? iya saya perawat pipt Evaluasi validasi: Bagaimana perasaan Ibu pagi ini? Apakah sudah lebih baik dari kemarin? Kontrak: Baiklah bu, sesuai janji kita kemarin, hari ini kita akan berbincang sebentar sambil berjalan-jalan di sekitar taman rumah sakit, apakah ibu siap?. Seperti janji kita kemarin,kita akan melakukannya selama 20 menit ya , bu.

2. Fase kerja Baik bu M, saya senang sekali melihat ibu hari ini sudah mulai semangat, b egitupun yang saya liat pada anak ibu, anak ibu sangat bahagia melihat ibu mulai semangat. Hari ini kita akan berbincang tentang hal yang ibu sukai, oh iya bu kalau boleh saya tahu hobi ibu apa saja ? Boleh tahu tidak bu kapan saja ibu meluangkan waktu untuk menjahit?.Cukup sering ya bu bolehkah saya melihat hasil jahitan ibu ?. Wah

kerudung hasil jahitan ibu bagus sekali mungkin ibu bisa memulai usaha menjahit, contohnya ibu bisa buat kerudung seperti ini kemudian dijual kepada orang sekitar sehingga bisa menghasilkan uang, jadi ibu tidak perlu cemas untuk membiayai uang sekolah anak ibu dan kehidupan ibu juga. dirumah sakit ini juga ada pasien yang suka menjahit bu. Bagaimana kalau sekarang saya ajak ibu untuk bertemu dengan beliau , agar ibu bisa bertukar pikiran seputar hobi itu ibu S, perkenalkan ini ibu M beliau mahir sekali menjahit , bu dan hasil jahitannya pun bagus coba ibu M tunjukan hasil jahitan ibu kepada ibu S coba bu M

tunjukan kepada kami cara menjahit kerudung yang baik dan menghasilnya kerudung yang cantik seperti yang ibu punya wah ibu hebat sekali ya , ibu sangat mahir dan rapi sekali dalam menjahit nah, sekarang silahkan ibu-ibu saling berbagi dan berdiskusi seputar cara-cara dan teknik menjahit yang baik dan benar wah ibu sudah mulai tampak akrab ya dengan ibu S nah , bu disaat ibu sedang merasakan kesepian ibu bisa berdiskusi atau melakukan kegiatan bersama dengan ibu S agar ibu tidak bersedih jika mengingat akan anak ibu

3. Fase terminasi Evaluasi (subjektif) : Bagaimana perasaan ibu sekarang , apakah jauh lebih baik dari kemarin? (objektif): Kalau begitu, coba ibu sebutkan manfaat apa saja yang ibu dapatkan jika ibu melakukan hobi ibu iya bu betul, Bagus sekali, sepertinya Ibu sudah paham.

Tindak lanjut: Baiklah Bu M, jika ibu merasakan kesepian ibu bisa melakukan hobi ibu yaitu menjahit atau ibu bisa berkumpul dengan ibu-ibu lain yang memiliki hobi sama dengan ibu

Kontrak: Saya rasa pembicaraan kita sudah cukup. Seperti hari ini, besok jam 9 pagi saya akan datang kembali ke ruangan ibu untuk mengajak ibu menjual hasil jahitan ibu ke perawat dirumah sakit ini saya pamit dulu ya bu, selamat pagi

Anda mungkin juga menyukai