PEMANFAATAN MIKROBA DALAM BIOREMEDIASI: SUATU TEKNOLOGI ALTERNATIF UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN
Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Mikrobiologi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Diucapkan di Hadapan Rapat Terbuka Universitas Sumatera Utara Gelanggang Mahasiswa, Kampus USU, 1 Mei 2006

Oleh: ERMAN MUNIR

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

Serta selawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya yang kita harapkan syafaatnya di kemudian hari. mahasiswa. Atas izin dan rida-Nya perkenankanlah saya menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara ini dengan judul: PEMANFAATAN MIKROBA DALAM BIOREMEDIASI: SUATU TEKNOLOGI ALTERNATIF UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN PENDAHULUAN Dapatkah kita hidup tanpa mikroba? Banyak orang tidak suka dengan mikroba. pencemaran. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pada hari yang berbahagia ini. dan juga kerusakan makanan. Bahkan udara yang kita hirup sehari-hari dihuni oleh mikroba. yang kehadirannya memberikan kecemasan kepada manusia. para Dosen dan Karyawan di lingkungan Universitas Sumatera Utara. dan hadirin yang saya muliakan. Ketua Lembaga dan Unit Kerja. dalam saluran pencernaan. Mendengar kata mikroba. dan lain-lain. Mungkin sedikit orang yang memahami manfaatnya. dalam mulut. Mikroba ada di mana-mana: di air. yang terbayang bagi kita adalah kerugian yang ditimbulkannya seperti penyakit.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan Yang terhormat. para Dekan. di kulit. keluarga. pertama kali saya memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah dan senantiasa memberikan karunia dan nikmat-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat hadir pada kesempatan ini. Bapak Rektor Universitas Sumatera Utara. Bapak Ketua dan Anggota Senat Akademik Universitas Sumatera Utara. Bapak/Ibu para Pembantu Rektor Universitas Sumatera Utara. Bapak Ketua dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara. Apakah memang begitu mengerikannya? 1 . Bapak dan Ibu para undangan. di pakaian. Bapak Ketua dan Anggota Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara. Bapak Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. di lantai rumah. teman sejawat. dalam tanah.

minuman beralkohol. mikroba memiliki fungsi atau peranan yang cukup beragam. membantu tanaman dalam penyerapan unsur hara. Polusi dapat didefinisikan sebagai kontaminasi lingkungan oleh bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. petrokimia (polycyclic aromatic hydrocarbon [PAH].4-D). dapat menimbulkan masalah lingkungan yang cukup serius. lindane). Di lingkungan. polutan 1. Contoh sederhana. sebagai pengurai. 2. tanpa mikroba maka antibiotika dan vaksin tidak akan pernah ada. Polutan yang mudah terdegradasi (biodegradable pollutant). Walaupun pencemaran lingkungan dapat disebabkan oleh proses alami. Buku ini membahas peranan mikroba dalam degradasi beberapa polutan. fungisida (pentaklorofenol). aktivitas manusia yang notabenenya sebagai pengguna lingkungan adalah sangat dominan sebagai penyebabnya. pestisida (DDT. terasi. antrazin. baik yang dilakukan secara sengaja ataupun tidak. Pencemaran atau polusi bukanlah merupakan hal baru. berperan dalam siklus biogeokimia. Bahan polutan yang banyak dibuang ke lingkungan terdiri dari bahan pelarut (kloroform. dan juga fungsi alami dari ekosistem. Polutan yang sukar terdegradasi atau lambat sekali terdegradasi (nondegradable pollutant). herbisida (aroklor. Dari penghasil oksigen di ekosistem perairan. yaitu bahan seperti sampah yang mudah terdegradasi di lingkungan. bahkan tidak sedikit dari kita yang sudah memahami pengaruh yang ditimbulkan oleh pencemaran atau polusi lingkungan terhadap kelangsungan dan keseimbangan ekosistem. kecap. yoghurt. kualitas kehidupan. tumbuhan. Berdasarkan kemampuan terdegradasinya digolongkan atas dua golongan: di lingkungan.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Walaupun banyak mikroba yang menyebabkan kerugian kepada makhluk hidup seperti hewan. dan masih banyak lagi yang mungkin tidak akan pernah kita konsumsi tanpa adanya mikroba. 2. karbontetraklorida). insektisida (organofosfat). 2 . dan manusia. kita tidak akan pernah makan daging sapi dan beberapa jenis makanan hasil fermentasi mikroba seperti tempe. benzena. Tanpa peran mikroba yang ada dalam lambung hewan memamah biak. kontribusi mikroba terhadap kelangsungan kehidupan di permukaan bumi ini tidak ternilai besarnya. sampai pada degradasi atau remediasi polutan. Jenis polutan ini akan menimbulkan masalah lingkungan bila kecepatan produksinya lebih cepat dari kecepatan degradasinya.

yang berlangsung melalui suatu seri reaksi kimia yang cukup kompleks. dan hemiselulosa. dan tumbuhan yang mati akan menutupi permukaan bumi. Sebagai akibatnya. sampah. selulosa. Kotoran. APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN BIOREMEDIASI? Bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran. karena mikroba telah banyak digunakan selama bertahun-tahun dalam mengurangi senyawa organik dan bahan beracun baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun dari industri. kimia organik. DAPATKAH DIBAYANGKAN BILA TIDAK ADA MIKROBA PENGURAI DI MUKA BUMI INI? Tanpa adanya mikroba. dan juga teknik. proses penguraian di lingkungan tidak akan berlangsung. suatu kondisi yang tidak akan pernah kita harapkan. dan alga. Hal yang baru adalah bahwa teknik bioremediasi terbukti sangat efektif dan murah dari sisi ekonomi untuk membersihkan tanah dan air yang terkontaminasi oleh senyawa-senyawa kimia toksik atau beracun. Sebagian 3 . hewan.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan toluena. logam berat. genetika molekuler. Keberhasilan proses bioremediasi harus didukung oleh disiplin ilmu lain seperti fisiologi mikroba. yis. Bioremediasi bukanlah konsep baru dalam mikrobiologi terapan. Lintasan biodegradasi berbagai senyawa kimia yang berbahaya dapat dimengerti berdasarkan lintasan mekanisme dari beberapa senyawa kimia alami seperti hidrokarbon. kimia air. mikroba menggunakan senyawa kimia tersebut untuk pertumbuhan dan reproduksinya melalui berbagai proses oksidasi. Degradasi senyawa kimia oleh mikroba di lingkungan merupakan proses yang sangat penting untuk mengurangi kadar bahan-bahan berbahaya di lingkungan. lignin. biokimia. dan masih banyak lagi bahan berbahaya yang dibuang ke lingkungan. jamur. polychlorinated biphenyls (PCBs). ekologi. Dalam proses degradasinya. bahanbahan radioaktif. siklus nutrisi atau rantai makanan akan terputus. seperti yang tertera dalam lampiran Peraturan Pemerintah RI Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. xilena). kimia tanah. Mikroba yang sering digunakan dalam proses bioremediasi adalah bakteri.

Lignin tersusun dari 3 jenis senyawa fenilpropanoid. Skema Struktur Lignin Tanaman Spruce 4 . DEGRADASI MATERIAL LIGNIN Lignin adalah polimer alami dan tergolong ke dalam senyawa rekalsitran karena tahan terhadap degradasi. Gambar 1. seperti terlihat pada Gambar 1 (Higuchi. umumnya berlangsung melalui proses yang sama. Polimer alami yang mendapat perhatian karena sukar terdegradasi di lingkungan adalah lignoselulosa (kayu) terutama bagian ligninnya. Ketiganya tersusun secara random membentuk polimer lignin yang amorfus (tidak beraturan).Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara besar dari prosesnya. yaitu: alkohol kumaril. dan alkohol sinapil. 1980). terutama tahap akhir metabolisme. atau tidak terdegradasi dengan cepat di lingkungan. Molekul lignin adalah senyawa polimer organik kompleks yang terdapat pada dinding sel tumbuhan dan berfungsi memberikan kekuatan pada tanaman. alkohol koniferil.

jamur pembusuk kayu digolongkan ke dalam jamur pembusuk putih dan jamur pembusuk cokelat. dan enzim-enzim yang berperan dalam degradasi lignin bekerja secara nonspesifik. 5 . Ketidakteraturan struktur lignin ini menyebabkan proses degradasi menjadi sangat kompleks.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan Jamur basidiomisetes merupakan kelompok utama pendegradasi lignoselulosa. Jamur pembusuk kayu menghasilkan enzimenzim pendegradasi lignoselulosa seperti golongan selulase. jamur basidiomisetes dan askomisetes memiliki peran yang utama dalam degradasi lignoselulosa yang setiap tahunnya diperkirakan terbentuk sebanyak 100 gigaton. Suatu pendapat menyatakan bahwa jamur busuk putih mendegradasi lignin adalah untuk mendapatkan selulosa dari material lignoselulosa. tetapi bakteri yang mampu mendegradasi lignin secara kompleks belum pernah dilaporkan. Cooke and Rayner (1984). yang masingmasing memiliki metabolisme degradatif yang berbeda. dan hemiselulase. sedang jamur busuk cokelat lebih cenderung mendegradasi bagian selulosa dan hemiselulosa tetapi tidak lignin (Green and Highley. Walaupun beberapa bakteri diketahui dapat mendegradasi lignin. BAGAIMANA MIKROBA DAPAT MENDEGRADASI LIGNIN YANG BEGITU KOMPLEKS? Pada Gambar 1 terlihat monomer-monomer pembentuk lignin tersusun secara tidak beraturan sehingga sukar untuk didegradasi oleh mikroba. ligninase. Penggunaan kultur campuran antara jamur pembusuk putih dan jamur pembusuk cokelat memiliki prospek yang cukup tinggi untuk mendapatkan glukosa alternatif dari material lignoselulosa (Munir dan Goenadi. 1997). Berdasarkan mekanisme degradasi. Proses ini berlangsung melalui pembentukan radikal-radikal bebas yang dapat menyerang sejumlah besar molekul organik. di mana 20 gigatonnya adalah lignin. Jamur busuk putih mampu mendegradasi seluruh komponen material lignoselulosa termasuk lignin. Hal ini menyebabkan jamur pendegradasi lignin mendapat perhatian yang sangat besar dalam biodegradasi berbagai jenis polutan organik. 1999). seperti halnya pada degradasi molekul selulosa dan kitin.

Lignin/PAH H 2O LiP ox VA Ligninox/PAHox Gambar 2. 6 . Proses ini sangat penting karena aktivitas enzim selulase belum dapat berlangsung sempurna karena enzim ini tidak dapat menembus pori-pori dinding sel yang ukurannya lebih kecil dari ukuran enzim. yang selanjutnya menyebabkan hidrolisis selulosa secara nonenzimatik (Shimada et al. Gambar 2 berikut menunjukkan seri oksidasi lignin atau hidrokarbon poliaromatik (PAH). Substrat primer Substrat sekunder H 2O 2 LiP VA +.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Filed et al. Hal ini menyebabkan turunnya pH lingkungan yang cukup drastis. 1992) BAGAIMANA JAMUR PEMBUSUK COKELAT MENDAPATKAN GLUKOSA DARI LIGNOSELULOSA? Dalam proses degradasi lignoselulosa. Radikal alkohol veratril (VA+. Evans et al. jamur busuk cokelat menghasilkan sejumlah besar asam oksalat (COOH)2. Oksidasi Lignin atau PAH yang Diperantarai oleh Alkohol Veratril (VA) (Harvey et al. 1991). (1993).) yang dihasilkan adalah sebagai produk utama oksidasi H2O2 yang dikatalisis oleh LiP. Peranan jamur penghasil asam oksalat dalam bioremediasi lingkungan dibicarakan pada bagian lain dalam buku ini. (1994) menyatakan bahwa kelompok peroksidase (lignin peroksidase [LiP] dan manganese peroksidase [MnP]) yang menggunakan H2O2 dan lakase (polifenol oksidase) yang menggunakan molekul oksigen berperan dalam degradasi lignin.

Metabolisme Asetil-KoA pada Siklus Krebs dan Analognya: A. Gambar 3 berikut menunjukkan perbandingan lintasan metabolisme asam oksalat pada jamur dengan siklus Krebs dan siklus Glioksilat (Kornberg). KoA Erman Oksalat A’ 2KoA B Oksalat Oksalat Gambar 3. Munir et al. KoA B 2 KoA Suksinat Glukoneogenesis Asetil-KoA Asetil-KoA 2As. penghambatan sintesis asam oksalat dengan menggunakan inhibitor spesifik menyebabkan terhambatnya pertumbuhan jamur. Biosintesis asam oksalat merupakan proses fisiologis yang sangat penting bagi jamur. asetil-KoA yang diperoleh dari oksidasi glukosa dikonversi menjadi asam oksalat yang selanjutnya disekresikan ke lingkungan. Lintasan metabolisme ini mendapat perhatian yang cukup besar bagi kalangan biokemis. (2001b). A’. seperti yang terlihat dalam persamaan reaksi berikut: C6H12O6 + 5O2 2(COOH)2 + 2CO2 + 4H2O Dalam tulisan tersebut juga dikemukakan tentang lintasan metabolisme asam oksalat pada jamur pembusuk kayu.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan BAGAIMANA ASAM OKSALAT DISINTESIS OLEH JAMUR? Baru-baru ini telah ditemukan proses biosintesis asam oksalat oleh jamur pembusuk cokelat. Modifikasi Siklus Krebs. di mana jamur memperoleh energi dengan mengoksidasi karbohidrat menjadi asam oksalat (Munir et al. Siklus Krebs. Asetil-KoA Krebs A Asetil-KoA CO2 CO2 Asetil-KoA KoA As. B. Siklus Glioksilat 7 . 2001a). KoA 2CO2 Kornberg A CO2 CO2 2As. Dalam metabolisme biosintesis asam oksalat pada jamur basidiomisetes.

Di samping itu. 1998).Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara MENGAPA JAMUR BUSUK PUTIH SANGAT BERPOTENSI DALAM DEGRADASI POLUTAN? Karena kemampuannya dalam mendegradasi berbagai senyawa aromatik. induksi sintesis enzim-enzim pendegradasi polutan biasanya tidak terpengaruh oleh banyak sedikitnya polutan (Barr and Aust. Di samping itu. dan manusia telah banyak dipelajari. 8 . BIOREMEDIASI POLUTAN YANG SUKAR TERDEGRADASI Toksisitas senyawa hidrokarbon seperti hidrokarbon minyak (bensin) terhadap mikroba. hewan. 1998). Senyawa hidrokarbon aromatis polisiklis (PAH) dalam minyak memiliki toksisitas yang cukup tinggi. Ketahanan PAH di lingkungan dan toksisitasnya meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah cincin benzenanya (Mueller et al. Selanjutnya. Keunggulan lain dari jamur pembusuk putih dalam degradasi polutan adalah mereka tidak memerlukan pengkondisian untuk polutan tertentu. tumbuhan. Efek toksik dari hidrokarbon yang terdapat dalam minyak berlangsung melalui larutnya lapisan lemak yang menyusun membran sel. 1994). Hal ini menyebabkan ketersediaannya untuk degradasi oleh mikroba menjadi terbatas. karena kekurangan nutrien dapat menginduksi proses degradasi. PAH terikat kuat pada material organik tanah dan kelarutannya juga rendah. Sistem degradasi enzimatis ekstraseluler menyebabkan jamur busuk putih lebih toleran terhadap konsentrasi polutan toksik yang lebih tinggi. jamur pendegradasi lignin telah mendapat perhatian besar dalam bidang bioremediasi. sehingga menyebabkan hilangnya cairan sel atau kematian terhadap sel (Rosenberg and Ron. Gambar ini selanjutnya menujukkan bahwa benzopirena dengan lima cincin benzena lebih sukar terdegradasi bila dibandingkan dengan naftalena yang memiliki dua cincin benzena. seperti terlihat pada Gambar 4. mekanisme degradasi nonspesifik yang dimiliki oleh jamur pembusuk putih menyebabkan mereka mampu mendegradasi sejumlah besar polutan.

9 . 2001). Pada jamur busuk putih.700 Toksisitas Toksik Daya tahan di lingkungan Asenaftena Antrasena 3.003 + Mutagen dan + Karsinogen Gambar 4. Kelarutan. Bakteri dan beberapa alga menggunakan dua molekul oksigen untuk memulai pemecahan cincin benzena PAH. Daya Tahan.300 Toksik Fluorantena 0.140 + Mutagen Benzoantrasena 0.070 + Mutagen Toksik Fenantrena 1. Struktur.260 Karsinogen lemah Pirena 0. bila terdapat H2O2. Gambar 5 berikut menunjukkan lintasan metabolisme PAH oleh mikroorganisme.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan PAH Naftalena Kelarutan mg/l 31. enzim lignin peroksidase yang dihasilkan akan menarik satu elektron dari PAH yang selanjutnya membentuk senyawa kuinon (Cerniglia and Sutherland.900 0. Cincin benzena yang sudah terlepas dari PAH selanjutnya dioksidasi menjadi molekul-molekul lain dan digunakan oleh sel mikroba sebagai sumber energi. dan Sifat Toksik PAH BAGAIMANA MIKROBA MENDEGRADASI SENYAWA HIDROKARBON? Beberapa golongan mikroorganisme telah diketahui memiliki kemampuan dalam memetabolisme PAH.002 + Mutagen dan + Karsinogen Benzopirena 0. yang dikatalis oleh enzim dioksigenase untuk membentuk molekul cis-dihidrodiol. Kebanyakan jamur mengoksidasi PAH melalui pemberian satu molekul oksigen untuk membentuk senyawa oksida aren yang dikatalisis oleh sitokrom P-450 monooksigenase.

Inisiasi Reaksi Degradasi PAH oleh Jamur dan Bakteri Hasil penelitian mengenai kemampuan degradasi PAH termasuk senyawa aromatik klor. dan protozoa merupakan komponen yang sangat penting dalam ekosistem tanah karena mereka memiliki peranan utama dalam siklus nutrisi. menyatakan bahwa bioremediasi senyawa PAH dapat ditempuh melalui tiga metode berikut. (1998). pestisida. aktinomisetes. Mueller et al. bakteri. dan pencemar lingkungan lainnya oleh jamur dan bakteri cukup banyak dilaporkan. yaitu: fase padat (solid-phase).Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Gambar 5. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan batasan. dengan menggunakan bioreaktor. dan proses in situ. nitroaromatik. Selanjutnya. APAKAH MIKROBA RIZOSFER JUGA BERPERAN DALAM DEGRADASI POLUTAN? Mikroorganisme tanah seperti jamur. mempertahankan 10 . Untuk keperluan lebih lanjut dapat dirujuk tulisan Cerniglia and Sutherland (2001) dan Mueller et al. zat warna.

Tanpa adanya sekresi dari akar. Mycobaterium. 11 . Nitosomonas. mikroba di sekitar rizosfer akan sukar bertahan dalam ekosistem tanah. halogen. di samping telah dikenal luas sebagai bakteri penambat nitrogen bebas. Bacillus. Alcaligenes. dan Erwinia dalam mengurangi serangan patogen telah banyak dilaporkan. Mikoriza dapat mengurangi toksisitas logam berat terhadap tanaman pada tanah-tanah tercemar. Agrobacterium. bakteri. Beberapa bakteri lain yang terdapat pada rizosfer. dan protozoa yang membantu pertumbuhan tanaman melalui berbagai mekanisme seperti peningkatan penyerapan nutrisi. 1997). sebagai kontrol biologi terhadap serangan patogen. Pseudomonas. hidrokarbon. dan juga mengatur pertumbuhan tanaman melalui berbagai mekanisme. Agrobacterium. Bakteri simbiotik dari genus Rhizobium dan Barahyrhizobium. Sehingga bakteri ini telah banyak digunakan secara komersial dalam bioremediasi tanah yang tercemar. dan Xanthobacter juga memiliki kemampuan dalam metabolisme senyawa fenol. Flavobacterium. Azotobacter. Reddy et al. (1994) melaporkan bahwa serangan jamur Fusarium oxysporum terhadap pertumbuhan bibit Douglas-fir menurun tajam setelah diinokulasi beberapa strain Pseudomonas. Mikoriza sebagai suatu bentuk simbiosis mutualisme antara jamur dengan akar tanaman berperan dalam peningkatan ketersediaan nutrisi (terutama fosfat) bagi tanaman. juga memiliki kemampuan dalam mendegradasi senyawa-senyawa toksik di sekitar perakaran. Hal ini disebabkan oleh adanya molekul organik seperti gula dan asam organik yang dikeluarkan oleh akar atau produk regenerasi dari akar yang dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme tanah. Barkovskii et al. Acinetobacter. Nocardia. seperti: Achromobacter. dan juga berbagai jenis pestisida. Kelompok mikroba yang memiliki fungsi penting di daerah rizosfer adalah jamur. Mikoriza juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan patogen tanah.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan struktur tanah. (1994) melaporkan bahwa Azospirillum yang juga memiliki kemampuan menambat nitrogen banyak mengkolonisasi berbagai jenis tanaman dapat mendegradasi senyawa-senyawa fenol dan benzoat. Kajian mengenai peranan bakteri tanah yang hidup bebas seperti Pesudomonas. Aktivitas dan populasi mikroorganisme sekitar perakaran tanaman (rizosfer) biasanya lebih dinamis dari daerah nonrizosfer. dan juga menghasilkan hormon pertumbuhan bagi tanaman (Chanway.

tembaga. Akan tetapi. (1998) menyatakan bahwa di antara logam-logam yang toksik tersebut terdiri dari kation-kation seperti merkuri. logam bukan merupakan pembangun bagi komponen-komponen sel. atrazin. proses bioremediasi senyawa organik sering kali menjadi terhambat. 1994). seperti dalam metabolisme berbagai senyawa aromatik: 2. (2000) melaporkan bahwa jamur pada daerah tambang berfungsi sebagai filter untuk menjaga agar konsentrasi As tetap rendah pada jaringan tanaman dan meningkatkan serapan P tanaman. boron. ia melaporkan bahwa beberapa jamur mikoriza seperti Rhizopogon vinicolor. Roane et al. Bagi mikroba 12 . arsenat. kromium. kelainan dan kerusakan sistem syaraf. perak. nikel. baik logam berat dan logam nonesensil akan bersifat toksik bila terdapat dalam jumlah yang sangat berlebihan. selenium. mangan. menimbulkan efek yang cukup serius terhadap seluruh bentuk kehidupan. sehingga tanaman terhindar dari keracunan. dan lain-lain. gugurnya daun.2-diklorofenol sebesar 80% (Donelly and Fetcher. kekurangan nutrisi. Bagi manusia gejala toksisitas logam berat dapat berupa kerusakan jantung. Rhizopogon vulgaris. Oidiodendron griseum.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Sehingga mikoriza juga memiliki peranan yang penting sebagai agen bioremediasi atau reklamasi bagi tanah-tanah yang tercemar oleh logam berat (Leyval et al. Selanjutnya dinyatakan bahwa Radiigera atrogleba dan Hysterangium gardneri mampu mendegradasi 2. Pada tumbuhan keracunan logam dapat menyebabkan memendeknya akar. kadmium. Karena sifat toksik logam. APAKAH MIKROBA DAPAT MENURUNKAN CEMARAN LOGAM DI LINGKUNGAN? Beberapa logam tertentu memiliki peran penting dalam metabolisme mikroba. hati. dan lain-lain. 1997). timbal. Sharples et al. Donelly and Fetcher (1994) melaporkan bahwa logam berat berikatan dengan gugus karboksil hemiselulosa pada matriks di antara sel tanaman dan jamur. seperti pada lahan-lahan bekas tambang. sedangkan yang lain tidak diketahui fungsinya. dan Gautieria crispa memiliki kemampuan remediasi senyawa-senyawa toksik di tanah. Peningkatan konsentrasi logam di lingkungan. kanker. Hymenoscyphus ericae. terutama logam berat.4-D.. Proses bioremediasi logam di lingkungan berbeda dengan proses degradasi molekul-molekul hidrokarbon. dan PCBs. dan seng. Selanjutnya. klorosis.

(2005) melaporkan bahwa biosintesis asam oksalat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan jamur di bawah kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. seperti terlihat pada Gambar 6. Cd. dan Coniphora puteana mampu menyerap Cu. Mekanisme toksisitas di antaranya terjadi melalui pengikatan logam pada ligan-ligan sulfidril. Beberapa waktu yang lalu juga telah dilaporkan bahwa kultur pertumbuhan jamur busuk cokelat Tyromyces palustris. dan Zn (Sayer and Gadd. Mn. Salah satu kelator yang dihasilkan oleh jamur dan sudah dikenal kemampuannya dalam mengikat logam adalah asam oksalat. Asam oksalat yang dihasilkan oleh mikroba dapat meningkatkan resistensi mikroba tersebut terhadap logam melalui pembentukan kompleks metal-oksalat yang bersifat tidak larut. 2003). Dapatkah jamur digunakan sebagai alat untuk memonitor pencemaran logam di lingkungan? Karena potensinya dalam mengakumulasikan logam cukup besar. Co. dan fosfat seperti protein dan asam nukleat. Selanjutnya juga telah banyak dilaporkan bahwa terdapat hubungan antara resistensi jamur terhadap logam dengan kemampuannya dalam menghasilkan asam oksalat. Sr. 2003). seperti imobilisasi logam berat oleh molekul intrasel (fitokelatin dan metalotionin) dan imobilisasi oleh molekul ekstraseluler (asam-asam organik) yang dihasilkan oleh jamur (Baldrian. dan menurunkan kadar CCA dari kayu sampai di atas 75% (Kartal et al. Untuk meminimalisasi toksisitas logam berat. karboksil. Munir et al. (1995) melaporkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara polusi udara dengan kandungan logam dalam tubuh buah jamur (fruit body). Metal oksalat dapat terbentuk dengan Ca. 13 . 1997).. Gabriel et al. Cu.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan kadar logam yang terlalu tinggi di lingkungan dapat menurunkan atau menghambat pertumbuhan mikroba. Laetiporus suphureus. Interaksi mikroba dengan logam berat menyebabkan perubahan-perubahan proses fisiologis yang sangat drastis dan dalam beberapa hal dapat membunuh mikroba. jamur pembusuk kayu dapat digunakan sebagai agen untuk monitor polusi logam di tanah atau di atmosfer atau sebagai alat analisis lingkungan yang cukup potensial. jamur mengembangkan berbagai mekanisme pertahanan. Cr dan As (CCA) dari kayu yang diawetkan.

. Kontrol. dan Zn dari dalam air. Desulfovibrio desulfuricans dapat mengendapkan uranium melalui proses reduksi. suphureus Kemampuan bakteri dalam menyerap atau menurunkan kandungan logam berat dari lingkungan. Arthrobacter sp. Ni. palustris. Pb. Acinetobacter calcoaceticus. Beberapa bakteri seperti Pseudomonas aeruginosa. Streptomyces viridans. Mikroba yang membentuk film dalam ekosistem perairan juga memiliki peranan yang penting dalam bioremediasi logam. baik dari tanah maupun dari perairan juga telah banyak dipelajari. Penurunan Kadar CCA Kayu yang Diawetkan Setelah Inkubasi dengan Kultur Pertumbuhan Jamur: A. Cr. C. dan lain-lain menghasilkan senyawa biosurfaktan/bioemulsi yang dapat menyerap berbagai jenis logam berat seperti Cd. Cu. L. Hg. B.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara A B C D Gambar 6. dan Zn dari tanah yang terkontaminasi. Berbagai jenis Bacillus yang membentuk biofilm pada permukaan perairan dapat menyerap Cd. C. dan D. Cr. Saccharomyces cerevisiae dan Candida 14 . puteana. Cu. T.

komposisi mikroba. Citrobacter dan Rhizopus arrhizus memiliki kemampuan menyerap uranium (Roane et al. ternyata tidak menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam percobaan di lapangan (in situ). Bioremediasi dapat diaplikasikan pada lingkungan-lingkungan yang terpolusi melalui berbagai mekanisme. Berbagai proses teknologi telah berkembang di masingmasing bidang. Walaupun dalam percobaan laboratorium mikroba menunjukkan aktivitas degradasi yang tinggi. informasi tentang keadaan lokasi dan potensi mikroorganisme harus sudah diketahui. 1998). seperti pembakaran (insinerasi) atau perlakuan kimia. seperti dengan insinerasi. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES DEGRADASI POLUTAN Masalah utama yang sering dijumpai dalam aplikasi mikroorganisme untuk bioremediasi adalah menurun atau hilangnya potensi mikroba. dan perlakuan in situ. Dibanding teknik remediasi lain. aplikasi bioremediasi jauh lebih murah. ukuran partikel tanah. dan juga suhu. Levine and Gealt (1993) menyatakan bahwa bioremediasi untuk satu yard tanah yang terkontaminasi diperlukan dana sekitar 40 sampai 100 dolar. Sebelum suatu teknik bioremediasi diaplikasikan. memerlukan biaya 250 sampai 800 dolar dan landfilling sekitar 150 sampai 250 dolar untuk kapasitas tanah yang sama. konsentrasi oksigen. BIOREMEDIASI LINGKUNGAN SEBAGAI METODE ALTERNATIF PELESTARIAN Secara ekonomi dan fungsi. penggunaan teknik bioremediasi harus dapat berkompetisi dengan teknologi remediasi lainnya. nutrien. landfarming. yang disebut sebagai biostimulation yaitu suatu teknik menambahkan nutrien tertentu dengan tujuan merangsang aktivitas 15 . pengomposan. bioremediasi dilakukan melalui lima pendekatan berikut: bioreaktor. perlakuan fase padat. dapat mengakumulasikan Pb dari dalam perairan. Untuk itu perlu dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui kecepatan degradasi pada suatu fungsi lingkungan tertentu seperti pH. Untuk meningkatkan keefektifan penggunaan mikroorganisme dalam bioremediasi dapat dilakukan dengan melakukan dua strategi berikut.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan sp. Pertama. Sedangkan melalui proses lainnya. Litchfield (1991).

Bapak-bapak dan hadirin yang terhormat. Strategi kedua. PENUTUP Indonesia yang beriklim tropis memiliki bioma hutan yang lebih padat dari bioma daerah subtropis. demikianlah yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini. teknik bioaugmentasi juga diikuti dengan penambahan nutrien tertentu. nutrien yang sering ditambahkan adalah fosfor dan nitrogen.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara mikroba-mikroba tempatan (indigenous). seleksi. Lieberg and Cutright (1999). baik yang dilakukan secara konvensional maupun melalui manipulasi genetika untuk mendapatkan mikroba-mikroba yang potensial. 16 . Ini merupakan suatu anugerah bagi kita. Di samping masalah di atas. yang disebut sebagai bioaugmentasi. Atlas and Berta (1992). dan kelembapan tanah juga sangat berperan dalam menentukan kesuksesan proses bioremediasi. Selain itu. lambatnya kecepatan degradasi polutan di lingkungan disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut: enzim-enzim degradatif yang dihasilkan oleh mikroba tidak mampu mengkatalis reaksi degradasi polutan yang tidak alami. karena kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mempelajari dan menelitinya untuk mendapatkan mikrobamikroba yang potensial. merupakan agenda yang cukup penting dalam mikrobiologi lingkungan. Diperkirakan terdapat tiga kali lebih banyak mikroba pada ekosistem tropis daripada di ekosistem lainnya. yaitu dengan mengintroduksi mikroba tertentu pada daerah yang akan diremediasi. Di samping itu. dan polutan terikat kuat dengan partikel-partikel organik atau partikel tanah. kelarutan polutan dalam air sangat rendah. pengaruh lingkungan seperti pH. Dalam beberapa hal. temperatur. teknik biostimulasi ini telah sukses dalam mengendalikan tumpahan minyak di perairan dan kontaminasi senyawa hidrokarbon (PAH) di tanah. karena luasnya kajian bioremediasi di lingkungan dan terbatasnya waktu. Oleh karena itu. di mana sebagian besarnya adalah sebagai pengurai (dekomposer). proses degradasi komplit di lingkungan umumnya dilakukan oleh konsorsium mikroorganisme bukan oleh mikroorganisme sejenis. yang selanjutnya dapat dikembangkan baik untuk tujuan pelestarian lingkungan maupun untuk kesejahteraan manusia.

Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pembantu Rektor dan mantan Pembantu Rektor. Sebelum saya mengakhiri pidato pengukuhan ini. sehingga pada hari ini saya dapat dikukuhkan sebagai guru besar. Herman Mawengkang yang telah banyak memberikan 17 . Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan Nasional atas kepercayaannya kepada saya untuk memangku jabatan Guru Besar Tetap dalam bidang Mikrobiologi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. dan para Pembantu Dekan.Sc. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada saya untuk mengemban dan melaksanakan tugas guru besar dengan sebaik-baiknya. Kepada Bapak Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Bapak Dekan. dan seluruh Dosen Departemen Biologi dan para Dosen departemen lainnya. Bapak Prof. Universitas Sumatera Utara. saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bapak Prof. Chairuddin P. dan Dewan Guru Besar yang telah memberikan dukungan dan persetujuan pengusulan saya sebagai guru besar. para Ketua dan Sekretaris Departemen di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USU. DTM&H. Dr. SpA(K) yang telah memberikan semangat dan dorongan kepada saya untuk menjadi guru besar. serta seluruh tenaga administrasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Tim Penilai Kenaikan Pangkat Universitas Sumatera Utara. Ketua dan Sekretaris Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan UCAPAN TERIMA KASIH Bapak Rektor. Dwi Suryanto. Anggota Senat Akademik. Anggota Dewan Guru Besar.Sc. dan hadirin yang saya hormati. Selanjutnya. M. Dr. Eddi Marlianto. izinkanlah saya mengucapkan syukur dan puji ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah yang telah diberikan-Nya. Lubis. saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan selama ini. M. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Direktur dan para Asisten Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Ketua Departemen Biologi Bapak Dr. Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada Rektor Universitas Sumatera Utara.

Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada guru-guru yang telah mengajar saya dari guru mengaji. Davidson dan Prof. di Laboratorium Mikrobiologi. M. Department of Applied Life Science. Prof. Demikian pula kepada kakanda Bapak dr. Walau Ayah dan Ibu tidak dapat bersama kami pada kesempatan ini. Terutama sekali kepada pembimbing-pembimbing penelitian saya.. Tidak lupa kepada Yayasan Supersemar RI yang telah memberikan bantuan pendidikan dari sekolah menengah pertama sampai ke perguruan tinggi. Kemudian kepada Bapak Dr. John P. saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan dan semangat yang telah diberikan. yang banyak memberikan dorongan dan semangat kepada saya. Jiliang Chiu di Laboratory of Microbiology. A. Universiti Sains Malaysia. almarhum ayahanda Munir dan almarhumah ibunda Elma. dan Prof. M. ananda mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.(K) dan kakanda Bapak Prof. Tuskegee University. Jasmi Jusfah. Prof. semangat Ayah dan Ibu tetap bersama kami. Sp. Department of Biology.S. Sp.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara dorongan dan pelajaran kepada saya. Juga kepada JSPS (Japan Society for the Promotion of Science) yang memberikan bantuan-bantuan penelitian kepada saya.D. Jurusan Biologi Universitas Andalas Padang. Kepada rekan-rekan dan kolega yang satu per satu tidak mungkin disebutkan di sini. Pengorbanan yang Ayah dan Ibu berikan kepada kami tidak ternilai harganya. yang banyak dan selalu memberikan nasihat-nasihat. Kepada kedua orang tua. Takefumi Hattori di Laboratory of Biochemical Control. Faiz Albar. Mikio Shimada dan Dr. amin ya Rabbal ’Alamin. Ibrahim bin Chee Omar dan Prof. Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada USAID (USA) dan MONBUSHO (Japan) yang telah memberikan beasiswa kepada saya selama belajar di Amerika Serikat dan di Jepang. Kyoto. Sp. 18 . Pros. atas bantuannya dalam pengusulan guru besar saya. saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas bantuan dan bimbingan yang telah diberikan kepada saya. Prof. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang sebaik-baiknya di sisi-Nya. Darah Ibrahim di Laboratory of Enzyme and Fermentation Technology. Ph. Alabama.Prio. Japan. Ismet Danial Nasution. Kyoto University. saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. USA. Tidak lupa kepada Bapak drg. guru sekolah dasar sampai dosendosen tingkat doktoral. saya mengucapkan terima kasih yang tulus dan sedalam-dalamnya. Chairul Yoel.Sc. drg. Ir. Sains Kaji Hayat. saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saidina Hamzah Dalimunthe.A.

Kepada seluruh hadirin yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti rangkaian acara ini. 19 . Akhirnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.C. Wabillahi taufik wal hidayah. Hj. dan doamu yang tulus ikhlas. dan saleh. Kepada ananda tersayang Mutia Chairani dan Muhammad Fadli. Rossie Yusran yang selama ini telah siap sedia mendampingi. Murni Abdullah yang selalu memberikan pelajaran. Mudah-mudahan kesempatan ini akan memberikan semangat bagi kalian untuk mencapai cita-cita. sulit rasanya menemukan kata-kata untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas pengorbanan. Begitu juga kepada kakak-kakak dan adik yang selalu mendorong dan memberikan doa. saya mohon maaf atas segala kekurangan. Ayah sadar. Jusran R. Kepada istri tercinta Dra. kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. ayah menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan perhatian yang kalian berikan. Bapak Drs. dorongan. serta kakak-kakak ipar yang selalu membantu kami sekeluarga. dan Ibu Dra. kepada seluruh sivitas akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara dan kepada panitia pengukuhan ini saya mengucapkan terima kasih. perhatian. kesetiaan. H. bertakwa. semoga kalian menjadi anak-anak yang beriman. dan nasihat kepada kami sekeluarga. saya menyampaikan terima kasih yang dalam kepada kedua mertua. amin ya Rabbal ’Alamin. selama ini waktu kalian untuk bermain dengan ayah di rumah tidak begitu banyak. namun ini semua adalah untuk kalian. dukungan.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan Pada kesempatan ini.

R. American Chemical Society. P..A.A.S. ed.A. Field. Polyphenolic compounds respired by bacteria. Houghton.K. Adv. and Balandreau.A.G. Longman. and Otjen. Mertz. M. Bioremediation of polycyclic aromatic hydrocarbons by ligninolytic and non-ligninolytic fungi. F. A. eds.A.I. Hydrocarbon biodegradation and oil spill bioremediation.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Atlas. T. and Wisniewshki. pp. 12: 287-338. de Jong. Coats.M. (2001).. Interaction of heavy metals with white-rot fungi. Environ. L. and Rayner. E. J.P. J. Mechanisms of white rot fungi use to degrade pollutants. Carbon pool and flux of forest ecosystem. 20 .R. (1994). and Fetcher. M.L. J. A. Ecology of Saprophytic Fungi. R. J. Sci. A. pp. 96: 1098-1104.. D. Washington DC. (1992). Microbial Ecol. pp.. Mycological Research. 23: 79-91... C. and Sutherland. Chanway. American Chemical Society. R. New York. and Bont.D.C. In: In: Bioremediation through rhizosphere technology. Potential use of mycorrhizal fungi as bioremediation agents. P.L.A. Coats. Enzyme and Microbial. In: Bioremediation through rhizosphere technology. Solomoan. Trexler.L. Inoculation of tree roots with plant growth promoting bacteria: An Emerging technology for reforestation. (1994). (1984). T. T. 4-10. Anderson & J. 29-42. (1992). 28: 78-87.E.. 93-99. 136-187. T. (1997). (1994). Cerniglia. Isolation of basidiomycetes with high peroxides activity. (1994). Cambridge University Press. J.A.B.M.K.. ed. Dixon. Barkovskii. Baldrian. J. Cambridge. Role of microorganism in soil bioremediation.P. D.M. Washington. S. Anderson & J. Coats. Technol. R.P. pp. P. G. Washington DC. R. Barr. Boullant. (1994). van de Zwan. In: Fungi in Bioremediation. Brown.P.M. Donelly. and Aust. de Vries.M.. Gadd. (2003). American Chemical Society. and Berta.M. C. Technol. ed. Anderson & J. Science 26: 185-190. Forest Science 43: 96-112. Cooke. In: Bioremediation through rhizosphere technology. Bollag. J.

Biodegrad.E. Lundell. and Cutright. Inter. Trens in Biotechnol. (1993). Vol. T. Effect of heavy metal pollution on mycorrhizal colonization and function: physiolgical. de Jong. Harvey.. F. Arsenic transformations in the soilrhizosphere-plant system: fundamentals and potential application to phytoremediation. and Haselwandter (1997). Society Transact.J. Guillen. Turnau. Chem. M. Biodet. M. Screening for ligninolytic fungi applicable to the biodegradation of xenobiotics.N..4.G. H.V. Int. 41-86. R. R.A. The investigation of enhanced biormediation through the addition of macro and micro nutrients in PAHs contaminated soil. Kirk. T.. Chemistry. Filed. 50: 182188. Lieberg. 44: 55-64. Catalytic mechanisms and regulation of lignin peroksidase. Rychlovsky. J. and de Bont. (1985). Journal of Biotechnology 99: 259-278. 50: 233-236. C. Boca Raton. (1997). (1994).. Beyllium content in some wood-rotting fungi in Czech Republic.C. (2002). and Potentian Application. 1-19. Kakitani. Palmer. Toxicol.. and Imamura. Rev. K. F. 20: 345-349. pp. Wood and J.N. Tropical agarics: resource relations and fruiting periodicity. Mycorrhiza 7: 139-153. Florida. Higuchi. K. E. Leyval. Feijoo-Costa. E. 39: 113-124. In: Lignin Biodegradation. Coniophora puteana.A.J. M. G. M. eds.. Hedger. Munir.A. In: Development Biology of Higher Fungi. Y. L. (1980).L. Biotreatment of Industrial and Hazardous Easte.. E. (1999). Gabriel J. p. pp. Microbiology. (1995).W. J. T. Biodet. 13: 325-240. ed. Fitz. Cambridge University Press. J. Kartal S. Floris. Biochem. Envinron. Higuchi & H. Mechanism of brown-rot decay: Paradigm or paradox. T. Wood Sci. (1993).A..A. Lignin structre and morphological distribution in plant cell wall. Green. Frankland. P. McGraw Hill.. D.A. D. W. I. 11: 44-49. Levine. and Veness. Casselton. FEMS Mircobiol. J. and Highley. New York.J. Bioremediation of CCA-treated wood by brown-rot fungi Fomitpsis palustris. and Wenzel. (2004). CRC Press. P. T. Dutton. Biodegrad. ecological and applied aspects. (1992). and Gealt.. W.. and Wever.S. J. R..W. Chang. C. Enzymes and small molecular mass agents involved with lignocelluloses degradation. and Laetiporus sulfurous.M. T. and Krenzelok. 21 .Moore.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan Evans. Schoemarker.

P. 106: 653-661. Sayer.S. 75-76.. Crawford. pp.M. Role of oxalate biosynthesis for the growth of the copper tolerant wood-rotting fungi under environmental stress. Acad.E. and Shimada. al. R. P. E. (1994). Munir. pp. Yoon. and Shimada. C. Crawford.L. Evaluation of bacterial strains for pathogen suppression and enhancement of survival and growth of conifer seedlings. Proc. Munir. M. ed. pp. and Miller. In: Bioremediation: Principles and Application. D. Radley. R. (1998). Reddy. M. J.M. Saylor et. and Rennie. 125-194. Crawford & D.L. Plenum Press. Microbial remediation of metals.M. Munir.. Roane. T. Wood Sci. Menara Perkebunan 67: 37-44. E.D. R.. and Ron. R. Crawford & D.. PGPR. (1991) Practices. and Gadd.H..H. Cambridge University Press. potential and pitfall in the application of biotechnology to environmental problem. Cambridge. (1999). J. ed. Res. Crawford. Axelrood. (2001b). Cambridge. C. Tokimatsu. In: Bioremediation: Principles and Application. 47: 368-373. E. ed. Pepper. Solubilization and transformation of insoluble inorganic metal compounds to insoluble metal oxalates by Aspergillus niger. G. I. 22 . 147-157... T. Tokimatsu. J.L. New York. 100-124. Bioconversion of oil palm trunk derived lignocellulose to sugars. Yoon. E.J. E. (1998).. Crawford & D. (1997).L. Mycol. New role for glyoxylate cycle enzymes in wood-rotting basidiomycetes in relation to biosynthesis of oxalic acid. Hattori.Z..J. In: Bioremediation: Principles and Application.J. J. In: Improving plant productivity with rhizosphere bacteria. A physiological role of oxalic acid biosynthesis in the wood-rotting basidiomycete Fomitopsis palustris. T. G. E. The 55th Annual Meeting of the Japan Wood Research Society. and Shimada. USA. Bioremediation of petrolium contamination. Proc.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Litchfield. 98: 11126–11130. R. Hattori. T.E. Cambridge University Press.L.. Rosenberg. pp. Munir. T. (1998). J. (2001a).L.. Natl. 312-340. and Goenadi. Mueller. Hattori. M. T. ed. Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.. of 3rd Internat. R.G. Adelide. Sci. Bioremediation of environments contaminated with polycyclic aromatic hydrocarbon. Cerniglia.. (2005). M. pp.L. Peraturan Pemerintah RI Nomor 18 Tahun 1999. Pritchard. In: Environmental Biotechnology for Waste Treatment. Australia.

M. 1-12. Intern. H. Symbiotic solution to arsenic contamination. (1990). J. Shimada. Sieghardt. No. and Cairney. Meharg. Akamatsu. Heavy metal uptake and distribution in Silene vulgaris and Minuartia verna growing on mining-dump material containing lead and zinc... Ohta. Chambers. M. (1991).Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan Sharples. and Takahashi.G. Nature 404: 951-952. 23 .A. Biochemical relationship between biodegradation of cellulose and formation of oxalic acid in brown-rot wood decay. S. (2000).. Doc. Res.M.M. Group. Plant and Soil 123: 107-111. IRG/WP 1427. pp. Y.. A.W. On Wood Preserv. J. A.

Kyoto University. Muhammad Fadli (6 tahun) B. Padang Lulus S2. M. USA 2002 : Lulus S3. Dr. Padang Panjang Lulus SMAN. Kyoto. Biologi. Palembang (7 bulan) Kursus Bahasa Inggris di The British Institute. Erman Munir. Department of Applied Life Sciences. Gunung.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. Sei Petani. Agriculture. Alabama. Japan (4 bulan) : : : : : 24 . Gunung. Japan C. USA (4 bulan) Kursus Bahasa Jepang di Kyoto University. Colorado University. Tuskegee University. : 131945354 : Guru Besar Fakultas MIPA : Pembina/IV/a : Komplek Villa Malina Indah. DATA PRIBADI Nama Lengkap NIP Jabatan Pangkat/Golongan Alamat : Prof. Medan) 2. Faculty of Science.Sc. Kyoto. Universitas Andalas. 34 Tanjung Sari. Bandung (4 bulan) Kursus di Economics Institute. Boulder. Medan Tempat/Tanggal Lahir : Padang Panjang/1 November 1965 Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Islam Nama Orang Tua : Munir (Ayah) Elma (Ibu) Nama Istri : Dra. Rossie Yusran Nama anak : 1. Department of Biology. FMIPA. RIWAYAT PENDIDIKAN 1979 1982 1985 1989 1995 Lulus SDN 1. Jl. Permata Raya No. Jl. Padang Panjang Lulus SMPN. Mutia Chairani (siswi kelas 5 SDN Percobaan. PENDIDIKAN TAMBAHAN 1991 1992 1992 1998 : : : : Kursus Bahasa Inggris di Universitas Sriwijaya. Padang Panjang Lulus S1.

Journal of Sains Kimia 6 (2): 37-44.. IRG/WP 01-10394 (Stockholm). Group on Wood Preserv. E.H. of isocitrate lyase from grown the on wood-destroying glucose. (2001). No. Munir. Intern. sekarang 1991 s. (2003). 1-7. T. Bioconversion of oil palm trunk derived lignocellulose to sugars. Hattori.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan D. 2. 98 (20): 11126–11130. J. FMIPA USU Sekretaris Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.. (2002). T..J. 6. and Shimada. M. Tokimatsu. Doc. and Shimada. Menara Perkebunan 67 (2): 37-44. and Shimada. T. D. (2002).J. 25 .. The importance of sulfhydryl compounds for the stability of isocitrate lyase. Munir. E. Munir. 3. M. 8. E. PUBLIKASI ILMIAH DAN PROSIDING 1. 1–8. Intern. Munir. RIWAYAT PEKERJAAN 1991 s. Sekolah Pascasarjana USU E.. (1999). Munir. (2001). J. 399 (2): 225-231. pp. Acad. T. Res. Biosci.. 5. Munir. and Goenadi. M.. Tokimatsu. Arch. 47(5): 368-373. E. (2001). and Shimada. Yoon. T. Biophys. Purification and characterization of malate synthase from the glucose-grown woodrotting basidiomycete Fomitopsis palustris. Biotech. and Shimada. 66 (3): 576-581.. Munir. M. Wood Sci. Biochem. E. Hattori. New role for glyoxylate cycle enzymes in wood-rotting basidiomycetes in relation to biosynthesis of oxalic acid. A physiological role of oxalic acid biosynthesis in the woodrotting basidiomycete Fomitopsis palustris. IRG/WP 01-10394 (Stockholm). E. Proc. Group on Wood Preserv. A possible role of unique TCA cycle in wood-rotting basidiomycetes. M.. T. Doc. E. sekarang 1995-1997 1996-1997 2006 s. M. pp. 7. A new concept of oxalic acid biosynthesis in physiology of copper-tolerant fungi. Hattori. No. (2002). USA.. Fomitopsis palustris Biochem. Hattori. Res.d. Purification and characterization basidiomycete 4. sekarang : : : : : Dosen Fakultas MIPA USU Staf Ahli Laboratorium Mikrobiolgi FMIPA USU Kepala Laboratorium Biologi Dasar LIDA USU Sekretaris Program Studi Biologi. Hattori. Yoon. T. E.d. J.d. Sci. T. and Shimada. Hattori. Munir. Natl.

T. E. Hattori. Munir E. Terashita. pp. 405-410. Munir. pp. T. (2005). T. E. The Third International Wood Science Symposium. A possible role of the key enzymes of the glyoxylate and gluconeogenesis pathways for fruit body formation of the wood-rotting basidiomycete Flammulina velutipes. Kyoto. M. 81 – 87. I. Kyoto Japan. E. (2005). The role of agitation on the production of lignin peroxidase and manganese peroxidase by Phanerochaete chrysosporium. E. Kyoto University. Wood Research Institute. 43 (4): 327-332. Munir. (2002). 11. E. Munir. (1997). Mycoscience. Hattori. 14. M. and Shimada. (2002). (2004).. 281-286. E. 10.. Hattori. The sixth International Wood Science Symposium. T. 16. pp... An Inhibitory effect of acetate added to the culture on growth of wood rotting basidiomycetes. Journal Impact Factor sebagai standar mutu jurnal ilmiah. Munir. Munir. E.. and Shimada. Prosiding Seminar Ilmiah LUSTRUM VI FMIPA USU. 19. Hattori. Darah.. and Omar. Workshop and Expose of Fundamental Research Scientific Results of LIPI-JSPS Cooperation Program. 15. Profile of enzyme activity and growth of wood rotting fungi in metal ion containing media. E. Omar. E. LIPI Jakarta. Munir. Yoon. 12 (1): 13-21.. The Fourth International Wood Science Symposium. and Shimada. Proceedings of the First Colloquium 26 . Medan. Munir. Jurnal Media Farmasi. Perkasa: Periodikal Pascasarjana USU 9 (1): 35-37. 17. A new glucose metabolism in wood-rotting fungi. J. (2001). Superkoiling DNA pada Salmonella thypimurium gyrB mutant. M. (2002). Isositrat liase sebagai enzim target perancangan obat. A new aspect of oxalic acid biosynthesis in biochemistry of basidiomycetes. pp. Distribution of isocitrate lyase and malate synthase among wood-rotting fungi. (2003). 12. 13. I. (1997). I. 380–385. M. Munir. and Shimada.. Proceedings of the First Colloquium on Lignocellulose at University Sains Malaysia. 20. Darah. The Fifth International Wood Science Symposium. I. Solid-state fermentation processes for lignin degrading enzyme production by Phanerochate chrysosporium on rice husks as substrates. M. Miyasou H. Chromatographic profile of isocitrate lyase during purification. pp. 83-97. 336-340. Munir. pp. 18. Bali Indonesia. Munir. Jurnal Media Farmasi 10 (2): 162-173. E. E.. and Munir. J. (2004). and Shimada.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara 9. T. (1995).

. pp. Shimada. T. 23. 26. J. Kuroda. F.. Agustien. Taniwiriyon. D. H. Session. M. Hattori.. (2002).S.J. J. Sakai.. Yoon. S. M. Kakitani.. E..J. A.. Munir.. Kyoto.. J... Coniophora puteana. (1996). Pasaribu. J. 270-277. Bioremediation of CCA-treated wood by brown-rot fungi Fomitpsis palustris.J.. 21. Hattori. E. pp. R. Munir. Shimada. E. (2000). Setiadi. Y. Idiyanti. Metabolic physiology of wood decay fungi: Copper tolerance.H. pp. Tokimatsu. T. Wood Research Institute Kyoto University. Wood Sci. In: Science for Sustainable Utilization of Forest Resources in the Tropics. I. Tokimatsu. T. (1997). T. Y. (2004). E. V.. Honda. and Imamura. and Widiastuti.. and Laetiporus sulfurous.. D. (1995). dan Munir. R. and Munir. Y. Munir. Journal of Cellular Biochemistry 19A. E. Yoon.. Purifikasi penisilinasilase dari Bacillus. dan Penelitian USU 8 (4): 330-336. Primaturi. E. 50th Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at Kyoto University. Wood Research Institute Kyoto University. J. T. Penang. The effect of temperature on DNA super coiling in a gyrB mutant in Salmonella tyhphimurium. Perbanyakan anggrek Dendrobium sp.P. 103. E. Published by the International Committee of Academic Exchange. Kondo. 29... Prosiding seminar PPI Malaysia. 24. (2001). IGKT.... Chiu.. M. R. Goenadi. Published by the International Committee of Academic Exchange.N. M.. Wood Preservation 28 (3): 86-97. Nurwahyuni. T.. Basuki. J. M. Hattori. Y. Davidson. 29-33.. Watanabe. In: Science for Sustainable Utilization of Forest Resources in the Tropics. Shimada. Yoon. B. T.. Kuwahara. 22.. T. Suppiramaniam. A new role of glyoxylate cycle in wood-rotting Riyani. Hattori. Prasetya.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan on Lignocellulose at University Sains Malaysia. Biochemical analysis of organic acid metabolism of symbiotic and saprophytic basidiomycetes occurring in forest ecosystems. (2002).. Tengku. T. M. and Shimada. Production of pulp and paper by using biological methods from tropical wood resources. and Darma. Away. Novel occurrence of the glyoxylate cycle enzymes in woodrotting basidiomycetes growing in glucose rich-media. D. Secara kultur jaringan. Japan.A. Kartal S. Munir. Munir.H. E. Munir. 50 (1): 182-188. and Shimada.. 28. 62-65. E... Jurnal Komunikasi 27 . Hanafiah.. oxalic acid and biochemistry of wood decay. Munir. (2001)..... Goenadi. 27. 25. A. W. T. Y. Penang.

Munir.. Yoon. Munir. Munir. Tokimatsu. E. 51st Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at the University of Tokyo.. M. (2002). T.. and Shimada.J. Peranan Asam Oksalat dalam Sitem Biologi dan Lingkungan. Oxalate fermentation by wood-rotting fungi vs. Munir. E. Chromatographic profile of isocitrate lyase during purification. basidiomycete medium. Hattori. 37. Japan. Kyoto. E.. Japan. Japan. T. Munir. E. T. and Shimada.. T. Role of oxalate biosynthesis for the growth of the copper tolerant wood-rotting fungi under environmental stress. E. Purification and characterization of isocitrate lyase from a wood-rotting fungus Fomitopsis palustris. Dibacakan pada DIES Natalis USU ke-51. The 55th Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at Kyoto University. Munir. 35. Hattori. T. Munir. Tokyo. (2002). E. normal respiration. 52nd Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at Gifu University.. J. Biotechnology Fomitopsis Meeting and palustris of Japan grown in a for Annual Society Agrochemistry. and Shimada. (2003). M. Medan. Medan. and Shimada.. E. Tokimatsu. (2005). 30. Gifu. and Shimada. (2002). Semirata bidang MIPA BKS-PTN Wilayah Barat Indonesia XV. (2003). 28 . Hattori. Medan. E. Hattori. 31. 32. Japan. 36. Kyoto. Kyoto. Yoon. Hattori. Japan. Orasi Ilmiah. (2002). Munir. M. Seminar Nasional Kimia. Japan. The 423rd Kansai Regional Meeting of the Japan Society for Bioscience. M. A possible role of glyoxysomal enzymes for the growth of wood-rotting basidiomycetes metal ion containing media. M. 50th Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at Kyoto University. 38. 34. Kyoto. T. J. T.. Padang. E. Ritsumeikan University. 33.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara basidiomycetes in relation to the biosynthesis of oxalic acid. Purification and characterization of malate synthase from the brown-rot fungus Fomitopsis palustris. (2003). Biotechnology. Munir. (2001). and Agrochemistry. Seminar Nasional Biologi XVII Perhimpunan Biologi Indonesia.J. Purification and characterization of isocitrate lyase from a wood-rotting glucose-rich Bioscience. Purification and characterization of malate synthase from the oxalic acid-producing basidiomycete Fomitopsis palustris..

. N. Munir. and. Japan. Nishide. Sizuoka. Nishide. Tokimatsu. 45. Hattori. 42.. K. T. Carbon metabolism during growth and development of mycelium and fruit body in the white-rot fungus Flamulina velutipes. Japan. Sakai. and T. T. Nagai.. (2000). North Sumatra.J. T. and Shimada. Munir. T. T. Hattori.. and Shimada. Munir. 46. Shinsu. (2001). (2001). A physiological role of glyoxylate and TCA cycles in fruit body formation of the wood-rotting fungus Fomitopsis palustris.. T. T.. 46th Annual Meeting of the Mycological Society of Japan at Shinsu University. and Shimada. M. Munir. (2003). 40. J. (2004). The Fifth International Wood Science Symposium.. H. Kartal. T. Tokyo University.. Hattori. E. (2005). Munir.P. E. Tokimatsu. (2004). 47.. Yoon. 41.. Subcellular localization of isocitrate lyase in the wood rotting destroying basidiomycetes Fomitopsis palustris.. Yoon. Baba. Kyoto.. E. E.. R. The 53rd Annual Meeting of the Japan Wood Research Society. Shimada. H. E. A new mechanism for carbon metabolism coupling with oxalate biosynthesis in wood-rotting fungi. Japan. Japan.J... Tokyo. Tokyo.. 43. Nurtjahja.J. Japan. J. T. Yoon.. E. Nakano. Tokimatsu.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan 39. E. Kyoto. Terashita. (2002). and Shimada. Peranan asam oksalat dalam degradasi lignoselulosa. Munir. Hattori. (1999). Y. 45th Annual Meeting of the Mycological Society of Japan. M. The Fifth International Wood Science Symposium. E. M. The 1st Conference on Fungal Genetics and Molecular Biology. M. A possible role of glyoxylate th cycle in fruit body morphogenesis of edible mushrooms. Munir. M.J.. chromium.. The distribution of tropical mushrooms in Sibolangit conservation forest. Indonesia. Hattori. 44 Annual Meeting of the Mycological Society of Japan at Kinki University. 44. and Imamura.. J. T. Nara. and arsenic from CCA-tretaed wood by bioremediation with brown-rot fungi. Intramolecular electron transfer in glyoxylate dehydrogenase from brown-rot fungus Tyromyces palustris. Removal of copper.S.. K. Miyaso. Munir. E. Munir.. M.. J. Hattori. Japan. Tokyo.. 49th Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at Tokyo University of Agriculture. Japan. T. Y. Inui. Seminar Nasional Kimia II. Yoon. S. Medan. and Nugroho. Shimada. Y. Japan. 29 .

Seminar Hasil Penelitian Program PPD HEDS. Semirata bidang MIPA BKS-PTN Wilayah Barat Indonesia XV. Biotechnology. The Fifth International Wood Science Symposium. PEMAKALAH PADA BEBERAPA SEMINAR 1. The 32nd Annual Conference of IRG (Intern. 2003. D. N. E. pp 467-468. Nara. 11.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara 48. 2004. Kelana. Japan. Bogor. 6. 2002. and Sakai. Biotechnology and Agrochemistry. 2.. 44th Annual Meeting of the Mycological Society of Japan at Kinki University.. 10. 4. D. Pekan Baru. 2001. 12. The fourth International Wood Science Symposium. 2003.. Seminar Nasional ke XVII dan Kongres X Perhimpunan Biokimia & Biologi Molekuler Indonesia.B. Medan. S. Medan. Petersburg. Munir.. Suryanto. LIPI Jakarta. 2005. Orasi Ilmiah dibacakan dalam DIES Natalis USU ke-51. Shimada M. dan Yurnaliza (2005). Watanabe T.J. A novel physiological aspect of wooddestroying Basidiomycetes. 3. 9. (2004). Rusia. 2000. 2002. Seminar Nasional Biologi XVII Perhimpunan Biologi Indonesia. T. Munir. St. The 423rd Kansai Regional Meeting of the Japan Society for Bioscience. dan Nani. Kyoto. E. 7. Munir. 2005. 2003. Yoon J. Japan. (2005). 2002. Padang. Ginting.. 13. 14. 2002. Medan. Medan. Ritsumeikan University. LIPI Jakarata. 49. 5. Res. F. E. and Agrochemistry. Group on Wood 30 . Simposium Nasional Bahan Alam. Workshop and Expose on Fundamental Research Scientific Results of Indonesia – Japan Cooperation Program. Suryanto. Kyoto Japan. Seminar Nasional Kimia II.. Seminar Nasional Kimia. Proceedings of the 4th Regional coordination of wood science international symposium. Isolasi bakteri kitinolitik dan uji aktivitas kitinolitik kasar beberapa bakteri tanah. The 55th Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at Kyoto University. 2003. Kyoto. Hattori T. Uji brineshrimp dan pengaruh ekstrak metanol daun tumbuhan pradep Psychothria stipulacea Wall (Familia: Rubiaceae) terhadap mikroba. D. 50. Annual Meeting of Japan Society for Bioscience. Kyoto. 8. Nishide T.

17. Japan. BPPT Jakarta. 1998. Penang. 9. 16. Medan. Jepang. 2000. Japan. Kyoto. Kyoto University. USA. G. Puslit SDALUSU. 2. Medan. Seminar Peran Biokimia Asam Oksalat Hasil Simbiosis Cendawan Basidiomycetes dalam Ekologi dan Konservasi Hutan. First Colloquium on Lignocellulose at University Sains Malaysia. The 17th symposia on the Life Science. Penang. Universitas Palangkaraya. Seminar Evaluasi HEDS Project. 18. 17. Tokyo. Medan. 2001. 6. 8. Puslit SDAL-USU. 1995. Keystone Symposia on Bacterial chromosome. 2000. The third International Wood Science Symposium. Malaysia. Hamamatsu. 1992. 13. 2004. Medan. Japan. USU. Seminar PPI Jepang. 1996. 16. 7. Seminar Manajemen Sumber Daya Air. 10. Malaysia. Kyoto. 5. 15. Kyoto. Perkembangan Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan. 15. 1997. 1996. 31 . Medan. The 49th Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at Tokyo University of Agriculture. 12. Kyoto. Santa Fe. 2005. Mid-winter community seminar. 1995. New Mexico. 1995. Lokakarya BKS FMIPA Wilayah Barat. 2000. 4. Batam. Japan. Japan. 14. Kyoto. Seminar Kerjasama Kemitraan Riset Pemerintah dengan Swasta. 2004.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan Preserv). 1999. 1996. The 50th Annual Meeting of the Japan Wood Research Society at Kyoto University. 1999. Nara Jepang. SEBAGAI PESERTA BEBERAPA SEMINAR/WORKSHOP 1. California. Japan. Palangkaraya. Seminar PPI Jepang. USA. 3. The second symposium on Chemical Biology of Metal Sensors with Switching Functions. Perkembangan Terkini Ilmu Kimia dan Pembelajarannya. Wood Research Institute. Seminar IMT-GT. San Francisco. Seminar Citizens Working to Protect Our Environment. Seminar Microbial Ecology and Biotechnology and Course Development. 1995. 2000. 2003. International Seminar on Sustainable Utilization of Acacia Mangium. 11. 2002. Microsoft Indonesia. Medan. Kyoto.

2002 2003 s. (Penelitian OPF USU) Isolasi enzim pendegradasi lignin dari Phanerochaete Chrysosporium.d.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara H. (JSPS-Japan) Sustainable production and utilization of tropical forest resources for establishment of a recycling based-society.d. (Penelitian BBI DIKTI) Biokonversi lignoselulosa batang kelapa sawit untuk menghasilkan gula. 1999 2000 s.d.d. KEGIATAN PENELITIAN Ketua 1997 1997 1998 1997 s. (Proyek SP4) Eksplorasi bakteri kitinolitik: Keragaman genetik gen penyandi kitinase pada berbagai jenis bakteri dan kemungkinan pemanfaatannya.d. 1998 1997 s. (Dana JSPS. 2006 Pembuatan poliblem mampu terdegradasi menggunakan teknik reaktif polyolefin dengan serat limbah kelapa sawit. 2004 2003 s. (Dana Penelitian USM Malaysia) Metabolisme asam oksalat pada jamur-jamur pembusuk kayu. 1998 1999 s. (Penelitian PPD DIKTI) Optimasi produksi enzim ligninolitik oleh Phanerochaete chrysosporium dan aktivitasnya dalam Mendegradasi limbah lignoselulosa. (Penelitian kerja sama LIPI Indonesia dengan JSPS Jepang) Localization of oxalate synthesizing enzymes and cDNA cloning of the key enzyme for oxalate biosynthesis. (Penelitian kerja sama LIPI Indonesia dengan JSPS Jepang) Biochemical analysis of organic acid metabolism of symbiotic and saprophytic basidiomycetes occurring in forest ecosystem. Kyoto University) Kemampuan jamur kayu dalam detoksifikasi ion-ion logam (JSPS-Japan) Anggota 1997 s.d. (Hibah Bersaing DIKTI) Production of pulp and paper by using biological methods from tropical wood resources. (Penelitian kerja sama LIPI Indonesia dengan JSPS Jepang) Isolasi dan uji aktivitas antimikroba beberapa tumbuhan asal Cagar Alam Tangkahan Sumatera Utara yang berpotensi sebagai obat. (Hibah Bersaing DIKTI) 32 . 2004 2005 2005 s.d.d. 2002 2002 Isolasi kristal protein Bacillus thuringensis untuk kajian bioinsektisida.

PENGHARGAAN 1996 2003 1. (Penelitian kerja sama dengan Kyoto University) I.d. 1995 1995 1996 sekarang sekarang American Society for Microbiology National Geographic of the USA American Phytopathological Society Japan Mycological Society Core University Program antara LIPI (Indonesia) – JSPS (Japan) Japan Wood Research Society Japan Society for Bioscience. Dosen Teladan I FMIPA USU 2.d. s.d. ANGGOTA ORGANISASI PROFESI 1994 1994 1995 1998 1998 s. sekarang 2004 s.d. 2006 Screening of phosphate solubilizing basidiomycetes from tropical forest.d. Biotechnology.d. sekarang 2000-2004 2002 s.Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan 2005 s. s.d. and Agrochemistry Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia 1999 s. s. sekarang J.d.d. Dosen Teladan III USU Peneliti terbaik kerjasama LIPI dengan JSPS Jepang di bidang Wood Sciences 33 . s.

Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara 34 .