Anda di halaman 1dari 9

MOTIF & MOTIVASI

OLEH: KELOMPOK 6 HERU S. ASWIDY WIJAYA CIPTA

PRAPASCASARJANA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA 2013

MOTIF DAN MOTIVASI


PENGERTIAN MOTIF Motif adalah dorongan yang menggerakan seseorang bertingkah laku dikarenakan adanya kebutuhan kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh manusia. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan (Sardiman, 2007:73). 1. Menurut Sartain, mengartikan motif sebagai suatu keadaan yang komplek dalam organisme yang mengarahkan perilakunya kepada suatu tujuan atau insentif. 2. Menurut J.P.Chaplin, motif adalah satu kesatuan dalam diri individu yang melahirkan, memelihara, dan mengarahkan perilaku kepada suatu tujuan. 3. Menurut Sigmund Freud, motif merupakan energi dasar (instink) yang mendorong tingkah laku individu. 4. Menurut Abin Syamsudin Makmun, motif ialah suatu keadaan yang kompleks (a complex state) dalam diri individu untuk bergerak (to move, motion, motive) ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari. Pengelompokkan motif Motif ketika berkomunikasi :

Motif informatif, untuk memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan. Motif hiburan, untuk mendapatkan rasa senang. Motif integrasi personal, untuk memperteguh status, kredibilitas, rasa percaya diri, dll. Motif integratif sosial, untuk memperteguh kontak sosial dengan cara berinteraksi dengan keluarga, teman, orang lain.

Motif pelarian, merupakan motif pelepasan diri dari rutinitas, rasa bosan, atau ketika sedang sendiri.

1. Motif Primer Dan Sekunder 1. Motif primer : motif dasar . Bersifat naluriah. Meliputi, dorongan fisiologis dan dorongan umum, serta motif darurat. 2. Motif sekunder : motif yang disyaratkan secara sosial. Dipengaruhi oleh tingkat peradaban, adat istiadat, dan nilai nilai yang berlaku di masyarakat. 2. Motif menurut Woodwort dan Marquis 1. Motif atau kebutuhan organis 2. Motif darurat 3. Motif objektif 3. Motif Berdasarkan Jalarannya 1. Motif Intrinsik : tidak perlu dirangsang dari luar 2. Motif Ekstrinsik : disebabkan pengaruh rangsangan dari luar. 4. Motif Berdasarkan Isi Atau Persangkut-Pautannya 1. Motif Jasmaniah ; refleks, instink. 2. Motif Rohaniah ; kemauan. 5. Pengelompokkan motif dari jenjang yang paling rendah ke jenjang yang Paling tinggi (Abraham H. Maslow) 1) 2) 3) 4) 5) Kebutuhan biologis(physiological needs) Kebutuhan rasa aman(safety/ security needs) Kebutuhan sosial (social/affilation needs) Kebutuhan akan pemuasan harga diri (self esteem) Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization)

Pengukuran motif 1) Durasi kegiatannya

2) 3) 4) 5) 6) 7) 8)

Frekuensi kegiatannya Persistensinya(ketetapan atau kelekatannya) Devosi (pengabdian) dan pengorbanan untuk mencapai tujuan Ketabahan, keuletan, dan kemauannya Tingkatan aspirasinya Tingkatan kualifikasi dari prestasi yang dicapai dari kegiatannya Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatannya

PENGERTIAN MOTIVASI Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi ialah suatu proses untuk menggalakkan sesuatu tingkah laku supaya dapat mencapai matlumat-matlumat tertentu. Motivasi adalah pendorongan suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. (Purwanto, 2002: 71). Atkinson mengartikan motivasi sebagai perwujudan motif yang berbentuk tingkah laku yang nyata. Ciri Motivasi 1. Tekun menghadapi tugas 2. Ulet menghadapi kesulitan 3. Menunjukkan minat terhadap berbagai macam masalah 4. Lebih senang bekerja sendiri 5. Cepat bosan pada tugas-tugas rutin 6. Dapat mempertahankan pendapatnya kalau sudah yakin akan sesuatu 7. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya itu 8. Senang mencari dan memecahkan masalah.

Faktor Penggerak Motivasi 1. Keinginan untuk hidup 2. Keinginan untuk memiliki sesuatu 3. Keinginan akan kekuasaan 4. Keinginan akan adanya pengakuan Pengelompokkan motivasi Dalam hubungannya dengan motivasi berdasarkan sifat, ada dua bentuk motivasi, yaitu : motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik (Winkel, 1995). Dua bentuk motivasi lain yaitu motivasi terdesak dan motivasi yang berhubungan dengan ideologi, politik, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan. Motivasi Intrinsik Bentuk motivasi ini seperti : cita-cita yang ingin didapat, kesadaran dan pertimbangan pribadi yang matang. Motivasi Ekstrinsik Rangsangan dari luar itu dapat berupa anjuran, paksaan, imbalan, pengaruh lingkungan dan lain sebagainya. Motivasi Terdesak Motivasi terdesak adalah motivasi yang muncul dalam kondisi terjepit dan munculnya serentak serta menghentak, dan cepat sekali munculnya pada perilaku aktivitas seseorang. Motivasi Ipoleksosbud-hankam Motivasi ini berhubungan dengan ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan. Yang sering menonjol adalah motivasi sosial karena individu adalah makhluk sosial

Fungsi Motivasi Menurut Sardiman (2007:85), fungsi motivasi ada tiga, yaitu: 1. Mendorong manusia untuk berbuat. 2. Menentukan arah perbuatan, yaitu ke arah tujuan yang hendak dicapai. 3. Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakanyang serasi guna mencapai tujuan. Menurut Hamalik (2000:175) ada tiga fungsi motivasi, yaitu: 1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan, tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan seperti belajar. 2. Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan. 3. Sebagai penggerak.

Hubungan Antara Motif dan Motivasi


Dalam kehidupannya seseorang pasti mempunyai motif dan motivasi. Motif dan motivasi merupakan sesuatu yang mempunyai hubungan yang sangat erat. Motif ini memberi tujuan dan arah kepada tingkah laku manusia . Dalam kehidupan sehari-hari seseorang sering melakukan motif. Misalnya sebagai siswa maka harus belajar dengan sungguh-sungguh. Sebenarnya kegiatan ini mempunyai motif tersendiri. Dalam motif terdapat dua unsur pokok yaitu dorongan dan tujuan . Sedangkan motivasi itu sendiri yaitu merupakan sesuatu yang membangkitkan motif atau menggerakn seseorang untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai suatu kepuasan atau tujuan. Jadi motivasi ini merupakan tindak lanjut dari sebuah motif. Seperti ysng di contohkan di atas bahwa seorang siswa harus belajar dengan sungguh-sungguh. Ini merupakan motif sedangkan motivasi dari motif ini yaitu mengapa sisiwa harus belajar dengan sungguh-sungguh. Motif dan Motivasi mempunyai hubungan yang timbal balik.

SOAL 1. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di . a. Dalam subjek b. Luar subjek c. Dalam dan luar subjek d. Lingkungan sekitar
Jawaban : A

2. Ada berapakah jumlah motif ketika berkomunikasi . a. 4 b. 5 c. 6 d. 3


Jawaban : B

3. Pernyataan yang BENAR di bawah ini yang termasuk pengelompokkan motif menurut Abraham H. Maslow yaitu . a. Kebutuhan fisik b. Kebutuhan Naluri c. Kebutuhan biologis d. Kebutuhan material
Jawaban : C

4. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di a. Dalam subjek b. Luar subjek c. Dalam dan luar subjek d. Lingkungan sekitar
Jawaban :

5. Sebutkan salah satu motif menurut Woodwort dan Marquis ? a. Motif intrinsik b. Motif ekstrinsik c. Motif jasmaniah d. Motif darurat
Jawaban : D

6. Tekun menghadapi tugas merupakan salah satu ciri dari . a. Motif b. Cara berpikir heuristik c. Faktor penggerak motivasi d. Motivasi
Jawaban : D

7. Sebutkan salah satu faktor dari penggerak motivasi . a. Senang mencari dan memecahkan masalah b. Ulet menghadapi tugas c. Keinginan untuk hidup d. Lebih senang bekerja sendiri
Jawaban : C

8. Motivasi dapat dikelompokkan menjadi berapa bagian ? a. 1 b. 4 c. 5 d. 6


Jawaban : B

9. Sardiman (2007:85) menyebutkan ada tiga fungsi motivasi, sebutkan salah satunya ! a. Mendorong manusia untuk berbuat b. Mendorong timbulnya kelakuan c. Sebagai pengarah d. Mendorong timbulnya perbuatan
Jawaban : A

10. Sebutkan berapa fungsi motivasi menurut Hamalik (2000:175 . a. 3 b. 2 c. 1 d. 4


Jawaban : A

DAFTAR PUSTAKA
http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/07/hubungan-antara-motif-dan-motivasi-323339.html http://google.co.id/motif_dan_motivasi http://id.wikipedia.org/wiki/Motif_(psikologi) Prayitno. 1994. Dasar dasar bimbingan dan konseling. Jakarta : RINEKA CIPTA . Yusuf, Syamsu.2008. ROSDAKARYA. Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung : PT.REMAJA