P. 1
2. titrasi pengendapan argentometri

2. titrasi pengendapan argentometri

|Views: 78|Likes:
Dipublikasikan oleh Bagus Hari Sarjana Rahardian
kimia
kimia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Bagus Hari Sarjana Rahardian on Mar 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

ARGENTOMETRI

1

Titrasi Pengendapan
Suatu proses titrasi yg mengakibatkan terjadinya suatu endapan  Titrasi Argentometri

– Titrasi pengendapan yang menggunakan garam argentum nitrat (AgNO3) sebagai larutan standarnya

Indikator dalam titrasi Argentometri 1. Larutan kalium kromat 2. Larutan garam Ferri 3. Larutan fluorescein atau eosin
2

Argentometri dengan indikator kalium kromat
Ditemukan oleh Mohr (1856) shg disebut metode ‘Mohr’  Kalium kromat bereaksi dgn AgNO3 membentuk endapan merah argentum kromat : CrO42- + 2 Ag+  Ag2CrO4 (s) disebut juga ‘metode pembentukan endapan berwarna’

3

Argentometri metode ‘Mohr’
Harus dilakukan pada larutan relatif netral  Bila terlalu asam, kromat akan bereaksi dng proton : 2CrO42- + 2H+ 2HCrO4Cr2O72- + H2O  Bila terlalu alkalis, akan terbentuk endapan AgOH dgn Ksp = 2,4.10-8

4

Argentometri dg indikator

3+ Fe

Ditemukan Volhard (1878) shg dikenal dgn argentometri metode ‘Volhard’ Digunakan utk menentukan ion halogen (mis Cl-)

Larutan standar garam thiosianat

5

Argentometri dg indikator

3+ Fe

indikator larutan garam ferri mis Fe(NO3)3

Titik akhir titrasi ditandai dgn terjadinya seny. kompleks heksathiosianatoferrat(III) yg berwarna merah coklat shg disebut ‘metode pembentukan larutan berwarna’

6

Argentometri dg indikator

3+ Fe

Reaksi-reaksi yang terjadi : Cl- + Ag+  AgCl(s) Ksp = 1,2.10-10 Ag++ CNS -  AgCNS(s) Ksp = 7,1.10-13 Fe3++ 6CNS- ⇌ {Fe(CNS)6} 3-

Argentometri metode ‘Leibig’  Untuk penentuan ion-ion halida dan ion sianida
7

Argentometri metode Leibig
Larutan yg mengandung ion CN- + AgNO3 terbentuk endapan putih AgCN Ag+ + CN-  AgCN (s)  AgCN segera larut krn adanya kelebihan sianida menjadi senyawa kompleks AgCN + CN-  {Ag(CN)2}- ttk ekivalen  apabila ditambahkan sedikit perak nitrat {Ag(CN)2}- + Ag+  Ag{Ag(CN)2}(s)

8

SOAL

Kemurnian garam KI ditentukan dgn metode Volhard. 0,5 g KI dilarutkan dalam akuades hingga 100 mL. 25 mL larutan tsb ditambah 50 mL AgNO3 0,02 M dan kelebihan ion Ag+ dapat dititrasi dgn 2,5 mL larutan KCNS dgn indikator ion ferri. Setiap mL KCNS dapat mengendapkan 17,264 mg ion Ag+ menjadi AgCNS. Berapa % berat kemurnian garam iodida tsb? Massa atom Ag = 108, K=39 dan I = 127

9

JAWABAN
mmol Ag+ = 17,264 / 107,9  KCNS = 0,16 M  50 mL AgNO3 0,02 M = 1,0 mmol  2,5 mL KCNS 0,16 M = 0,4 mmol  AgNO3 yg bereaksi dg KI = (1,0-0,4) mmol  Dalam 100 mL larutan, jumlah KI =  100/25 x 0,6 mmol = 2,4 mmol Kemurnian KI = 100% x (2,4 x 166)/500= 79,68%

10

SOAL
Larutan garam LiCl 0,1M dititrasi dengan larutan standar AgNO3 0,1M dengan metode Mohr. Banyaknya larutan kalium kromat 5% b/v yg digunakan sbg indikator adalah 5 tetes setiap 100 ml larutan, hitunglah berapa molar konsentrasi ion Cldalam larutan pada saat terjadi endapan merah dari garam Ag2CrO4! 1 tetes indikator = 0,01 ml Ksp AgCl = 1,2 x 10-10 Ksp Ag2CrO4= 1,7 x 10-12
11

Larutan yg mengandung campuran garam KCN dan KCl, mula2 ditambahkan 15 ml larutan standar AgNO3 0,1M. Endapan yg terjadi diaduk, dan setelah larut kembali ditambahkan lagi larutan AgNO3 yg sama sebanyak 30 ml. Endapan Ag{Ag(CN)2} dan AgCl yg terbentuk disaring dan dicuci, kemudian filtratnya dititrasi dengan larutan KCNS 0,0833 M dgn indikator ion ferri. Apabila warna merah larutan terjadi pada saat penambahan 7,2 ml larutan penitrasi, berapa gram masing2 garam terdapat dalam campuran? 12

SOAL

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->