Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Forum ilmiah merupakan suatu kegiatan yang lazim dilakukan oleh mahasiswa dalam dunia ilmiahnya. Kegiatan ini dilakukan untuk membicarakan mengenai informasi ilmiah. Biasanya dilakukan dengan presentasi dan diskusi ilmiah. Presentasi ilmiah ini berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Karena mahasiswa merupakan intelektual yang berkewajiban mengumpulkan ilmu yang dimilikinya, kemahiran untuk melakukan forum ilmiah ini merupakan suatu kebutuhan. Agar forum ilmiah dapat berjalan dengan efektif, maka diperlukan suatu pengetahuan mengenai etika dan estetika berforum ilmiah, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang merupakan suatu media komunikasi utama. Etika merupakan suatu aturan, yaitu aturan penggunaan bahasa Indonesia dalam forum ilmiah ini. Seperti halnya sebuah kehidupan, aturan ini diperlukan untuk membatasi kesalahan khusunya dalam pemilihan kata dan kalimat yang digunakan dalam berforum ilmiah. Mengetahui estetika berbahasa Indonesia dalam forum Ilmiah ini juga sangat diperlukan, guna menyempurnakan diskusi dalam suatu forum ilmiah. Oleh karena itu, makalah ini disusun dengan harapan dapat digunakan sebagai pedoman mahasiswa dalam melakukan forum ilmiah. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah forum ilmiah? 2. Apa saja jenis forum ilmiah? 3. Bagaimana etika dalam berforum ilmiah? 4. Bagaimana estetika dalam berforum ilmiah?
10

ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012

BAB II FORUM ILMIAH

2.1 Pengertian Forum Ilmiah Forum ilmiah merupakan suatu pertemuan yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa ataupun pelaku pelaku-pelaku ilmiah lainnya, yang berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi ilmiah, baik secara konseptual maupun prosedural. Dalam forum ilmiah, presentasi ilmiah merupakan suatu kegiatan yang pasti dilakukan. Kegiatan itu berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Karena mahasiswa merupakan intelektual yang berkewajiban menyebarkan ilmu yang dimilikinya, kemahiran untuk melakukan presentasi ilmiah merupakan suatu kebutuhan. Agar presentasi ilmiah dapat berjalan dengan efektif, ada kiat-kiat yang perlu diterapkan, yaitu : 1.Menarik perhatian dan minat pelaku ilmiah, 2.Menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas, 3.Menjaga etika ketika tampil di depan forum ilmiah. 2.2 Jenis-jenis Forum Ilmiah Sebelum membahas lebih jauh mengenai forum ilmiah, berikut akan ditunjukkan beberapa jenis dari forum ilmiah. a. Diskusi Panel Diskusi Panel merupakan suatu diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar. Dalam jenis diskusi ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan seksama. Setelah berlangsung tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil tanya-jawab b. Seminar Pertemuan berkala yang biasanya diselenggarakan oleh
10

atau

pembicaraan,

kemudian

mengajak

pendengar

ikut

mendiskusikan masalah tersebut sekitar separuh dari waktu yang tersedia.

sekelompok mahasiswa dalam rangka melaporkan hasil penelitiannya, dan umumnya di bawah bimbingan seorang dosen atau ahli. Tujuan diskusi jenis
ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012

ini tidak untuk memutuskan sesuatu. Seminar dapat bersifat tertutup atau terbuka. Yang terakhir dapat dihadiri oleh umum, tetapi mereka tidak ikut berdiskusi, melainkan hanya bertindak sebagai peninjau. Untuk menyelenggarakan seminar harus dibentuk sebuah panitia. Pembicara yang ditentukan sebelumnya, umumnya menguraikan gagasan atau topiknya dalam bentuk kertas kerja. c. Simposium Pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapatatau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh sebuah panitia. Uraian pendapat dalam simposium ini diajukan lewat kertas kerja yang dinamakan prasaran. Dan beberapa prasaran yang disampaikan dalam simposioum harus berhubungan. d. Konferensi Pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau badan resmi sehubungan dengan masalah tertentu. Jika konferensi hanya bertujuan menyampaikan hasil keputusan suatu organisasi atau badan pemerintah mengenai suatu masalah maka hal tersebut dinamakan dengar pendapat atau jumpa pers. e . Lokakarya (Academic Workshop) Suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil. f. Whole Group Bentuk sebagainya). g . Buz Group Diskusi kelompok kecil yang terdiri dari (4-5) orang. h. Syndicate Group Bentuk diskusi dengan cara membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil yangterdiri dari (3-6) orang yang masing-masing melakukan tugastugas yang berbeda.
10

diskusi

kelompok

besar

(pleno, klasikal,

paripurna

dan

ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012

i. Brain Storming Diskusi iuran pendapat, yakni kelompok menyumbangkan ide baru tanpa dinilai, dikritik, dianalisis yang dilaksanakan dengan cepat (waktu pendek). j. Informal Debate Diskusi dengan cara membagi kelas menjadi 2 kelompok yang pro dan kontra yangdalam diskusi ini diikuti dengan tangkisan dengan tata tertib yang longgar agar diperoleh kajian yang dimensi dan kedalamannya tinggi. Selanjutnya bila penyelesaian masalah tersebut dilakukan secara sistematis disebut diskusi informal.Adapun langkah dalam diskusi informal adalah : (1) Menyampaikan problema; (2) Pengumpulan data; (3) Alternatif penyelesaian; (4) Memlilih cara penyelesaian yang terbaik. k. Fish Bowl Diskuasi dengan beberapa orang peserta dipimpin oleh seorang ketua mengadakan diskusi untuk mengambil keputusan. Diskusi model ini biasanya diatur dengan tempat duduk melingkar dengan 2 atau 3 kursi kosong menghadap peserta diskusi. Kelompok pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi sehingga seolah-olah peserta melihat ikan dalam mangkok. l. Santiaji Pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat menjelang pelaksanaan suatu kegiatan. m . Muktamar Pertemuan para wakil organisasi mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama. n. Diskusi Kelompok Diskusi dengan anggota kelompok dalam suatu organisasi. o. Bedah Buku Kumpulan pakar-pakar ilmuwan untuk membicarakan hal-hal yg menyangkut ilmu pengetahuan tertentu yg ada pada sebuah buku yg dianggap sumber.
10

ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012

BAB III ETIKA DAN ESTETIKA DALAM FORUM ILMIAH

3.1 Pengertian Etika Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatuyang telah dilakukan. Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat- pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakansebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia. 3.2 Etika Dalam Berforum Ilmiah Etika dalam Forum Ilmiah dalam konteks ini ditujukan pada segi-segi moral dari segala sesuatu yang terjadi dan terdapat di dalam teks dan dampak yang mungkin timbul dari teks itu. Dalam hal ini, penulis telah terjadi perdebatan seru tentang bagaimana etika memproduksi teks dan peranan yang hendaknya dimainkan oleh etika di dalam kehidupan dunia seni dan media. Dalam suatu forum Ilmiah, sangat dibutuhkan sebuah komunikasi untuk menunjang kelangsungan di dalam forum ilmiah tersebut. Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya, yang juga dapat diterapkan dalam forum ilmiah: 1. Jujur tidak berbohong
ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012 10

2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan 3. Lapang dada dalam berkomunikasi


4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik

5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien 6. Tidak mudah emosi / emosional 7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog 8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan 9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan 10. Bertingkah laku yang baik. Etika berkaitan dengan keyakinan dan prinsip mengenai mana yang benar dan mana yang salah, serta mana yang patut dan mana yang tidak patut. Satu nilai yang harus dipegang dalam menjaga etika ketika berforum ilmiah adalah menjaga sikap agar tidak merugikan orang lain. Kerugian mencakup hak atau kesempatan, kehilangan muka, dan tersinggung perasaannya. Hak dalam forum ilmiah meliputihak bicara, hak membela dan mempertahankan pendapatnya, serta hak untuk mendapatkan pengakuan. Kehilangan muka dapat terjadi apabila aib atau kekurangan diungkapkan secara vulgar. Sementara itu, apabila seseorang telah melakukan sesuatu yang sangat berharga, ia mempunyai hak untuk mendapatkan pengakuan. Etika dalam forum ilmiah harus dijaga agar tujuan forum tercapai dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan oleh penyaji dalam etika adalah kejujuran. Dalam dunia ilmiah, kejujuran merupakan butir etis terpenting. Setiap orang wajib bersikap sangat terbuka dalam segala hal menyangkut informasi yang disajikan. Jika menyajikan data, penyaji harus secara jujur menyebutkan apakah data itu hasil penelitiannya ataukah diambil dari sumber lain. Jika diambil dari sumber lain, harus disebutkan secara lengkap sesuai dengan kelaziman dunia ilmiah. Adapun etika yang harus dijaga oleh peserta antara lain adalah sebagai berikut. Pertama, setiap peserta harus jujur pada diri sendiri. Artinya,dia akan bertanya jika memang tidak tahu, akan mencari klasifikasi apabila masih bingung atau belum yakin, akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar ataukah belum, dan sebagainya. Selain itu, setiap peserta wajib menghargai
ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012 10

pendapat atau gagasan orang lain dalam hal ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila ada orang yang berbicara atau bertanya. Misalnya, ketika orang lain telah mengusulkan gagasan, dia tidak akan berbicara seolaholah dialah pengusul pertama gagasan tersebut. Ketika pertanyaan telah diajukan oleh peserta lain, dia tidak akan mengulangi pertanyaan tersebut. Ketika peserta lain telah menyatakan sesuatu dan dia menyetujuinya, dia dapat mengungkapkan dukungannya. Terkait dengan perilaku bertanya untuk memperoleh klarifikasi atau informasi, satu kewajiban penanya adalah menyimak jawaban dari penyaji. Akan lebih bagus jika penanya menunjukkan apresiasi positif terhadap jawaban yang telah diberikan. Apabila dengan terpaksa penanya meninggalkan ruangan sebelum jawaban diberikan, dia wajib meminta maaf dan meminta izin untuk meninggalkan ruangan. Jalannya forum ilmiah banyak ditentukan oleh moderator sebagai pemandu. Etika yang harus dijaganya adalah bahwa dia harus adil. Artinya, semua peserta sedapat-dapatnya memperoleh kesempatan yang relatif sama dalam berpartisipasi aktif selama forum berlangsung. Keseimbangan tempat duduk peserta dan kesetaraan gender harus benar-benar dijaga. Demikian juga keseimbangan dalam hal waktu atau jumlah pertanyaan yang boleh diajukan oleh peserta. Tidak kalah pentingnya, pemilihan kata dan kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam forum ilmiahini juga perlu dipertimbangan. Karena kata-kata yang kasar dan tidak formal bisa jadi menyinggung perasaan peserta forum. Selain adil, seorang moderator juga harus menaati jadwal atau waktu yang telah ditentukan. Pertama, moderator seyogyanya tidak terlalu banyak mengambil waktu untuk berkomentar yang tidak fungsional. Kedua, moderator harus mengatur waktu yang digunakan oleh semua pihak, baik penyaji maupun peserta. Oleh sebab itu, moderator harus punya keberanian untuk menginterupsi dengan santun pembicaraan seseorang agar tepat waktu. Semua hal yang terungkap selama forum, baik inti uraian penyaji, pertanyaan, maupun jawaban perlu dicatat secara rapi oleh notulis. Hasil catatan yang telah ditata ringkas sebaiknya dicetak dan dibagikan minimal kepada semua orang yang terlibat dalam forum tersebut. Hal ini memberi kesempatan bagi pemilik gagasan/konsep untuk meluruskannya jika ada hal-hal yang kurang tepat. Teknisi wajib memastikan bahwa peralatan teknologi yang digunakan bekerja dengan baik. Dia harus
ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012 10

melakukan cek terakhir sebelum forum dimulai dan secara teratur mengontrol jalannya peralatan teknologi yang digunakan. Apabila terjadi sesuatu pada teknologi, dia harus secara cepat bertindak menyelamatkan jalannya kegiatan. 3.3 Pengertian Estetika Kata estetika berasal dari kata Aesthesis yang artinya perasaan atau sensitifitas, karena memang pada awalnya pengertian itu berhubungan dengan lidah dan perasaan. Dalam pengertian teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari keindahan, kecantikan secara umum. Pengertian ini berdasarkan kepada, bila kita memandang sesuatu secara umum, maka obyek itu dapat memberikan rasa senang, puas dan sebagainya yang sejalur dengan kata tersebut, maka dapat dikatakan obyek yang dipandang itu mengandung keindahan. Estetika secara sederhana adalah ilmu yang membahas keindahan bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni. 3.4 Estetika Berbahasa Indonesia dalam Forum Ilmiah Meskipun awalnya sesuatu yang indah dinilai dari aspek teknis dalam membentuk suatu karya, namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut mempengaruhi penilaian terhadap keindahan. Misalnya pada masa romantisme di Perancis, keindahan berarti kemampuan menyajikan sebuah keagungan. Pada masa realisme, keindahan berarti kemampuan menyajikan sesuatu dalam keadaan apa adanya. Dalam suatu forum ilmiah, kegiatan yang sangat ditonjolkan adalah kemampuan berkomunikasi. Keberhasilan suatu forum ilmiah adalah, jika pelaku ilmiah dapat berkomunikasi secara baik dan benar, sehingga informasi ilmiah juga dapat tersampaikan secara optimal pula. Kemampuan berkomunikasi yang baik bisa menjadi keindahan tersendiri dalam jalannya suatu forum ilmiah. Berikut adalah contoh teknik komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari :
Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012 10

Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara Menatap mata lawan bicara dengan lembut Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum Menggunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai

dengan karakteristik lawan bicara.


Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang

baik.
Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku

seperti berjabat tangan, merunduk, hormat atau semacamnya. Dalam konteks bahasa Indonesia, contoh nilai keindahan dapat dicontohkan dengan karya puisi. Puisi menggunakan kata-kata yang indah, pembawaannya lembut dan berirama. Begitu halnya dalam berforum ilmiah, akan terlihat lebih indah jika pelaku dalam forum tersebut, baik moderator, audience maupun penyaji menyajikan karya ilmiah nya dengan komunikasi yang baik. Diantaranya adalah, pemilihan kata-kata yang formal dan santun, penyusunan kalimat yang baik dan teratur, juga penyajian kata-kata yang lembut namun tetap tegas dan jelas. Penambahan senyuman dalam suatu forum ilmiah seperti halnya suatu aksen yang dapat memperindah jalannya diskusi dalam forum ilmiah tersebut.

10

ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012

BAB III PENUTUP

5.1 Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa suatu forum ilmiah merupakan pertemuan dilakukan oleh mahasiswa ataupun pelaku-pelaku ilmiah lainnya, yang berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi ilmiah. Dalam forum ilmiah, presentasi ilmiah merupakan suatu kegiatan yang pasti dilakukan. Sebab mahasiswa merupakan intelektual yang berkewajiban menyebarkan ilmu yang dimilikinya, kemahiran untuk melakukan presentasi ilmiah merupakan suatu kebutuhan. Oleh karena itu, untuk penyempurnaan kegiatan di forum ilmiah, diperlukan aturan-aturan yang harus dipenuhi. Adapun etika yang harus dijaga oleh peserta antara lain adalah sebagai berikut. Pertama, setiap peserta harus jujur pada diri sendiri. Artinya, dia akan bertanya jika memang tidak tahu, akan mencari klasifikasi apabila masih bingung atau belum yakin, akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar ataukah belum, dan sebagainya. Selain itu, setiap peserta wajib menghargai pendapat atau gagasan orang lain dalam hal ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila ada orang yang berbicara atau bertanya. Misalnya, ketika orang lain telah mengusulkan gagasan, dia tidak akan berbicara seolah-olah dialah pengusul pertama gagasan tersebut. Dalam suatu forum ilmiah, kegiatan yang sangat ditonjolkan adalah kemampuan berkomunikasi. Keberhasilan suatu forum ilmiah adalah, jika pelaku ilmiah dapat berkomunikasi secara baik dan benar, sehingga informasi ilmiah juga dapat tersampaikan secara optimal pula. Kemampuan berkomunikasi yang baik bisa menjadi keindahan tersendiri dalam jalannya suatu forum ilmiah. Dalam konteks bahasa Indonesia, contoh nilai keindahan dapat dicontohkan dengan karya puisi. Puisi menggunakan kata-kata yang indah, pembawaannya lembut dan berirama. Begitu halnya dalam berforum ilmiah, akan terlihat lebih indah jika pelaku dalam forum tersebut, baik moderator, audience maupun penyaji menyajikan karya ilmiahnya dengan komunikasi yang baik.
ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012 10

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2012. http://www.scribd.com/doc/53552426/BAB-I. Diakses pada tanggal 8 Maret 2012. Anonymous, 2012. http://www.scribd.com/edwienk/d/54506807-Forum-Ilmiah Diakses pada tanggal 8 Maret 2012.

10

ETIKA DAN ESTETIKA BERBAHASA INDONESIA DALAM FORUM ILMIAH | 2012