Anda di halaman 1dari 3

Penyakit Immunodefisiensi adalah sekumpulan keadaan yang berlainan, dimana sistem kekebalan tidak berfungsi secara adekuat, sehingga

infeksi lebih sering terjadi, lebih sering berulang dan berlangsung lebih lama dari biasanya. Dari sudut etiologi imunodefesiensi dibagi menjadi dua yaitu defesiensi primer dan sekunder. Defesiensi primer atau kongenital Akibat paling sering oleh karena abnormalitas yang ditentukan secara genetik yang merusak respon imun humoral dan seluler.Terdapat lebih dari 70 macam penyakit immunodefisiensi yang sifatnya diturunkan (herediter). Defesiensi imun primer dapat dibedakan menjadi defesiensi non spesifik dan spesifik. Defesiensi non spesifik dapat mengenai defesiensi sel-sel fagositik dan sistem komplemen, sedangkan defesiensi spesifik dapat mengenai defesiensi limfosit T dan B.

Defesiensi sekunder Kondisi yang terjadi sebagai akibat dari keadaan penyakit ( keganasan,malnutrisi,dan infeksi virus) dan juga tindakan medis.Immunodefisiensi sekunder lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan immunodefisiensi kongenital.1

Penatalaksanaan pasien TBC dengan HIV2 Untuk penatalaksanaan TB pada pasien ini, kita memberikan pengobatan AntiTuberculosis kategori 3 (2HRZ/4 H3R3) serta juga ditambahkan Vitamin B6 50mg selama kurang lebih satu tahun. Kategori 3 diberikan pada pasien ini mengingat pada gejala klinis dan foto rontgen posirif mengarah ke Tubercolosis. Untuk penatalaksanaan HIV/AIDS meliputi penatalaksanaan fisik,psikologis,dan sosial. Penatalaksanaan medis terdiriatas: 1. Pengobatan Suporatif Nutrisi danvitamin yang cukup

Dukungan psikologis Dukungan sosial Pandangan hidup yang positif

2. Pencegahan serta pengobatan infeksi oportunistik dan kanker 3. Pengobatan Anti-retroviral Pengobatan di kombinasi dengan 3 obat yang terdiri dari dua inhibitor reverse transcriptase dan satu inhibitor enzim protase. Didanosin diberikan 2 x 125 mg (dengan dimonitoring amylase 1-2 bulan sekali dan pemeriksaan neurologic per-bulan) Zidovudin(AZT) diberikan 50 mg/hari (5x100) dengan dimonitoring darah lengkap per-tiga bulan Indinavir 3x800 mg

Pencegahan terhadap infeksi HIV3 Ada beberapa jenis program yang terbukti sukses diterapkan di beberapa negara dan amat dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia,WHO,untuk dilaksanankan yakni a. Program pendidikan keeshatan reproduksi untuk remaja dan dewasa muda b. Program penyuluhan sebaya (peer group education) dengan topik HIV c. Program layanan pengobatan infeksi menular seksual d. Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak dengan pemberian obat ARV e. Integrasi program pencagahan dengan program pengobatan,perawatandan dukungan untuk ODHA f. Program pendidikan agama g. Pelatihan keterampilan h. Pemakain alat kontarsepsi

i. Pencegahan komprehensif untuk penggunaan narkotika,termasuk program penggandaan jarum suntik steril.

1.B.G Karnen, Rengganis I. Imunologi Dasar. Jakarta: Balai Penerbit, FKUI:2009.p.479-97. 2. WHO.Guidelines for intesified tuberculosis case-finding and isoniazid preventif therapy for people
living with HIV in resource-constrained setting. Available at : hhtp://www.who.int/hiv/pub/tb/9789241500708/en/index.html. [update : Jan 22nd 2012].Accesed on March 15th 2012. 3.Perkumpulan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Ilmu Penyakit Dalam.Jilid III.3 rd ed. Jakarta: interna Publishing.p. 2867-8.2010.