Anda di halaman 1dari 9

Kasus Seorang laki-laki bernama pak Hendra, dating dengan keluhan yaitu : Dada kiri sakit, tidak nafsu

makan, konstipasi, anxiety, ketegangan, mudah marah dan mudah tersinggung. Dari keluhan yang diberikan oleh pak hendra, dokter mendiagnosa bahwa masalah yang dihadapi oleh pak hendra ialah stress.

1. Stres adalah tuntutan-tuntutan eksternal yang mengenai seseorang, misalnya obyek-obyek dalam lingkungan atau suatu stimulus yang secara obyektif adalah berbahaya. Stres juga biasa diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Stress kerja (work place stressor) yaitu : Eustress adalah Individu merasa tertantang sehingga motivasi meningkat sedamgkan Distress yaitu individu mengalami ketidakberdayaan menghadapi ancaman yang akan datang. Gejala stress dapat berupa tanda-tanda berikut ini: 2. Fisik, yaitu mulut dan kerongkongan kering, tangan lembab, merasa panas, otot-otot tegang, pencemaan terganggu, sembelit, letih yang tidak beralasan, sakit kepala, salah urat dan gelisah, sulit tidur atau tidur tidak teratur ,adanya gangguan pencemaan, radang usus, kulit gatal-gatal, punggung terasa sakit, urat-urat pada bahu dan !eher terasa tegang, keringat berlebihan, berubah selera makan, tekanan darah tinggi atau serangan jantung,dan kehilangan energi.

3. Perilaku, yaitu perasaan bingung, cemas dan sedih, jengkel, salah paham, tidak berdaya, tidak mampu berbuat apa-apa, gelisah, gagal, tidak menarik, kehilangan semangat, sulit konsentrasi, sulit berfikir jemih, sulit membuat keputusan, hilangnya kreatifitas, hilangnya gairah dalam penampilan dan hilangnya minat terhadap orang lain. acuh dan mendiamkan orang lain,

kepercayaan pada orang lain menurun, mudah mengingkari janji pada orang lain, senang mencari kesalahan orang lain atau menyerang dengan kata-kata, menutup diri secara berlebihan, dan mudah menyalahkan orang lain 4. Watak dan kepribadian, yaitu sikap hati-hati menjadi cermat yang berlebihan, cemas menjadi lekas panik, kurang percaya diri menjadi rawan, penjengkel menjadi meledak-ledak. marah-marah, mudah tersinggung dan terlalu sensitif, gelisah dan cemas, suasana hati mudah berubah-ubah, sedih, mudah menangis dan depresi, gugup, agresif terhadap orang lain dan mudah bermusuhan serta mudah menyerang, dan kelesuan mental. yaitu mudah lupa, kacau pikirannya, daya ingat menurun, sulit untuk berkonsentrasi, suka melamun berlebihan, pikiran hanya dipenuhi satu pikiran saja. 5. Lingkungan kerja : Kepuasan kerja rendah, Kinerja yang menurun, Semangat dan energi menjadi hilang, Komunikasi tidak lancer, Pengambilan keputusan jelek, Kreatifitas dan inovasi kurang, Bergulat pada tugas-tugas yang tidak produktif. Akan tetapi semua yang disebutkan tadi perlu dilihat dalam hubungannya dengan kualitas kerja dan interaksi normal individu sebelumnya. Stressor adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan stres baik secara personal , psikososial bioekologi maupun pekerjaan. Stres Kepribadian (Personality Stress) adalah stress yang dipicu oleh masalah dari dalam diri seseorang. Berhubungan dengan cara pandang pada masalah dan kepercayaan atas dirinya. Orang yang selalu menyikapi positif segala tekanan hidup akan kecil resiko terkenal stress jenis yang satu ini. Stres Psikososial (Psychosocial Stress) adalah stress yang dipicu oleh hubungan relasi dengan orang lain di sekitarnya atau akibat situasi sosial lainnya. Contohnya seperti stres adaptasi lingkungan baru, masalah cinta, masalah keluarga, stres macet di jalan raya, diolok-olok, dan lain-lain. Stres Bioekologi (Bio-Ecological Stress) adalah stress yang dipicu oleh dua hal. Yang pertama yaitu ekologi / lingkungan seperti polusi serta cuaca dan yang kedua akibat kondisi biologis seperti akibat datang bulan, demam, asma, jerawatan, tambah tua, dan banyak lagi akibat penyakit dan kondisi tubuh lainnya. Sedangkan stres Pekerjaan (Job Stress) adalah stress yang dipicu oleh pekerjaan seseorang. Persaingan jabatan, tekanan pekerjaan, deadline, terlalu banyak kerjaan, ancaman PHK, target tinggi, usaha

gagal, persaingan bisnis, adalah beberapa hal umum yang dapat memicu munculnya stress akibat karir pekerjaan. Stres sebaiknya segera ditindaklanjuti agar tidak berujung pada yang lebih parah seperti depresi. Bimbingan konseling, psikolog, dokter, teman dekat, keluarga, pasangan istri/suami, anak, dan sebagainya Terdapat dua faktor penyebab atau sumber munculnya stres atau stres kerja, yaitu faktor lingkungan kerja dan faktor personal Faktor lingkungan kerja dapat berupa kondisi fisik, manajemen kantor maupun hubungan sosial di lingkungan pekerjaan. Sedang faktor personal bisa berupa tipe kepribadian, perisliwa/pengalaman pribadi maupun kondisi sosial-ekonomi keluarga di mana pribadi berada dan mengembangkan diri. Betapapun faktor kedua tidak secara langsung berhubungan dengan kondisi pekerjaan, namun karena dampak yang ditimbulkan pekerjaan cukup besar, maka faktor pribadi ditcmpatkan sebagai sumber atau penyebab munculnya stress. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi stress yaitu : Faktor-faktor Intrinsik dalam Pekerjaan, Peran Individu dalam Organisasi, Pengembangan Karir, Hubungan dalam Pekerjaan, Struktur dan iklim Organisasi, Tuntutan dari Luar Organisasi/Pekerjaan, Ciri-ciri Individu. Akibat dari stress dapat menyebabkan gangguan,antara lain gangguan fisik, mental dan emosional. Gangguan tersebut bisa dalam periode jangka panjang maupun jangka pendek. Berikut adalah gangguan-gangguan akibat dari stress yaitu : efek fisik : Jangka Pendek yaitu meningakatnya tekanan darah, kortisol dan katekolamin sedangkan jangka Panjang berupa Hipertensi, penyakit jantung koroner,ulkus dan asma. Efek mental : Jangka Pendek yaitu Anxietas,tidak pernah puas dan Jangka Panjang berupa Depresi, gangguan mental dan Burn out dan yang terakhir yaitu Efek emosional berupa Suasana hati , anxietas, ketidakpuasaan , putus asa dan hilang kontrol diri. Untuk mengurangi atau menghilangkan stress maka individu harus melakukan sebuah perubahan dimana individu tersebut bereaksi atau menyesuaikan diri dengan stress tersebut yaitu dengan cara : Stabilitas emosi (emotional stability), penyesuaian diri (conformity), kekakuan pikiran (rigidity of thought), pencapaian orientasi (achievement orientation), gaya perilaku (behavioural style)

Menurut Ledo proses terjadinya stress dapat meliputi berbagai komponen diantaranya : Person and Environment misalnya Pribadi yang kurang baik dikarenakan sibuk atau menganggur, Job Decision Control Model Contoh : Tidak seimbangnya keinginan pekerjaan dan kemampuan kerja dan Efford and Reward Imbalance ModelContoh : Usaha besar tetapi pekerjaan tidak sebanding. Ketiga proses diatas merupakan suatu proses yang memungkinkan seseorang menjadi stress. Adapun komponen Proses Stress itu sendiri meliputi stressor , outcome dan modifier. Semua respon individual terhadap stres di pengaruhi, secara langsung dan tidak langsung, oleh hipotalamus. Hipotalamus menerima masukan mengenai stresor fisik dan emosi dari hampir semua daerah di otak dan dari banyak reseptor di seluruh tubuh. Sebagai respon, hipotalamus secara langsung mengaktifkan sistem saraf simpatis,mengeluarkan CRH untuk merangsang sekresi ACTH dan kortisol,dan memicu pengeluaran vasopresin. Stimulasi simpatis pada gilirannya menyebabkan sekresi epinefrin,yang dengannya sistem tersebut memiliki efek bersama pada sekresi insulin dan glukagon oleh pankreas. Selain itu, vasokonstriksi arteriol aferen ginjal oleh katekolamin secara tidak langsung memicu sekresi renin dengan menurunkan aliran darah beroksigen ke ginjal. Renin kemudian mengaktifkan mekanisme renin-angiotensin-aldosteron. Dengan cara ini,selama stres hipotalamus mengintegrasikan berbagai respon baik dari sistem saraf simpatis maupun sistem endokrin. Untuk lebih jelasnya dapat respon stres secara sistemik di jelaskan pada gambar berikut :

Untuk dapat menatalaksanakan pasien pada kasus ini maka kita harus membagikan kategori stress berdasarkan 3 kategori yaitu dalam masalah fisik ,jiwa dan kecelakaan maka dengan demikian kita dapat menangani pasien tersebut tergantung dari apa yang terjadi pada pasien ini . dalam masalah jiwa terdapat 3 kategori, yaitu: Mild subjective contohnya berupa : anxiety, tension, anger, depresi, turunnya konsentrasi, irritability. Mild behavior: turunnya partisipasi, mengambil risiko, mengurangi kegiatan di masyarakat. Dan yang terakhir yaitu Clinical psychiatric: adjustment, afektif untuk Penatalaksanaan pasien ini dapat berupa : Yoga, meditasi, refreshing, relaksasi, dan latihan nafas, melakukan konseling, Olahraga, Anger management yaitu dengan Mengakui diri marah, meluangkan waktu untuk marah kemudian mendinginkannya. Dan

mengurangi stress dalam hidup dapat pula diberikan obat Anti depresan atau suplemen herbal. Akibat Lain dari stress adalah kecelakaan. Penatalaksanaannya dapat berupa : Perbaiki organisasinya yaitu dengan membuat diagnosis adanya stressor di tempat kerja dan stressor bukan dari tempat kerja, bentuk manajemen yang fleksibel dan bertanggung jawab, tingkatkan komunikasi internal
Yang kedua yaitu dengan mengurangi stress organisasi yaitu dengan Jadwal kerja yang bervariasi, penataan kembali pekerjaan , perluasan tempat kerja, peralatan ditambah, peningkatan kontrol, pembentukan latihan dan perbaikan manajemen.

Kecelakaan kerja termasuk penyakit akibat kerja merupakan risiko yang harus dihadapi oleh tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya. Untuk menanggulangi hilangnya sebagian atau seluruh penghasilan yang diakibatkan oleh adanya risiko-risiko sosial seperti kematian atau cacat karena kecelakaan kerja baik fisik maupun mental, maka diperlukan adanya jaminan kecelakaan kerja. Kesehatan dan keselamatan tenaga kerja merupakan tanggung jawab pengusaha sehingga pengusaha memiliki kewajiban untuk membayar iuran jaminan kecelakaan kerja yang berkisar antara 0,24% - 1,74% sesuai kelompok jenis usaha. Di Indonesia sendiri, terdapat sebuah lembaga yang memberikan jaminan atau kompensasi kepada pekerja, jika terjadi sebuah kecelakaan dalam pekerjaannya, yaitu bernama JAMSOSTEK(Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Didalam JAMSOSTEK itu sendiri terdapat program bernama JKK (jaminan Kecelakaan Kerja), yaitu sebuah program memberikan yang memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat dimulai berangkat bekerja sampai tiba kembali dirumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja. Sedangkan Iuran untuk program JKK ini sepenuhnya dibayarkan oleh perusahaan. Perincian besarnya iuran berdasarkan kelompok jenis usaha sebagaimana tercantum pada iuran. Berikut merupakan kompensasi yang diberikan jika terjadi kecelakaan dalam bekerja: 1. Biaya Transport (Maksimum) Darat Rp 400.000,Laut Rp 750.000,-

2. 3.

Udara Rp 1.500.000,Sementara tidak mampu bekerja Empat (4) bulan pertama, 100% upah Empat (4) bulan kedua, 75% upah Selanjutnya 50% upah Biaya Pengobatan/Perawatan

Rp 12.000.000,- (maksimum)* 4. 5. 6. 7. Santunan Cacat Sebagian-tetap: % tabel x 80 bulan upah Total-tetap Sekaligus: 70 % x 80 bulan upah Berkala (2 tahun) Rp 200.000,- per bulan* Kurang fungsi: % kurang fungsi x % tabel x 80 bulan upah Santunan Kematian Sekaligus 60 % x 80 bulan upah Berkala (2 tahun) Rp. 200.000,- per bulan* Biaya pemakaman Rp 2.000.000,-* Biaya Rehabilitasi: Patokan harga RS DR. Suharso, Surakarta ,ditambah 40 % Prothese anggota badan Alat bantu (kursi roda) Penyakit akibat kerja, tiga puluh satu jenis penyakit selama hubungan kerja dan 3 tahun setelah putus hubungan kerja.

Dengan mengetahui kategori masalah stress diatas maka kita dapat menentukan penatalaksaan pada pasien tersebut dengan demikian kita kita

dapat melakukan tindakan yang terbaik dan cepat pada pasien ini yaitu sehinggga prognosisnya didapatkan :

III. Kesimpulan

Stress pada umumnya dapat terjadi pada setiap individu atau kelompok yang dapat terjadi akibat adanya suatu perubahan lingkungan ataupun pekerjaan. Untuk itu perlu adanya suatu pengaturan organisasi yang tepat khususnya terhadap pekerja agar dapat menurunnya tingkat stress pada pekerja yaitu dengan dengan membuat diagnosis adanya stressor di tempat kerja dan stressor bukan dari tempat kerja, bentuk manajemen yang fleksibel dan bertanggung jawab, tingkatkan komunikasi internal . dan untuk individunya sendiri dapat melakukan refreshing atau relaksasi sehingga stress dapat dicegah atau dapat dikurangi.

IV. Daftar Pustaka

1. Alpha PN, Szylvres B. Zoonoses and Communicable Diseases Common to Man and Animals. 2nd Ed. Washington : Pan American Health Organization W.H.O. Scientific Publication No.503;1987. 2. Bacter PJ, Adams PH, Ching Aw T, Cockcoft A, Harrington JM, editors. Hunters Diseases of Occupations. 9th Ed. New York: Oxford University Press Inc;2000;345:13-20,45-59,69-78.

3. Caillet R. Low back pain Syndrome.5th ed. Philadelphia: F.A. Davis Company ;1995.p. 50-89. 4. Sisanya jurnal tolong cariin yaaaaa