Anda di halaman 1dari 24

Jumlah uang yang beredar

Pengertiannya : nilai keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat

Konsep uang beredar ada 2 bentuk :

Dalam arti sempit


Dalam arti sempit (narrow money) = ( M1) Jumlah uang yang beredar terdiri dari uang kartal dan uang giral sebagai alat tukar

M1 = C + D Dimana : M1 = jumlah uang yang beredar dalam arti sempit C = Uang kartal (=uang kertas+uang logam) D = uang giral atau cek

Dalam arti luas (Broad Money) disebut likuiditas perekoomian

Uang beredar dalam arti luas (M2 ) adalah uang beredar arti sempit ditambah deposito berjangka (time deposit). Terdiri dari uang kartal, giral, kuasi ( aset yang fungsinya mendekati uang tunai)

M2 = M1 + TD Dimana: M2 = jumlah uang beredar dalam arti luas TD = deposito berjangka (time deposit)

Faktor faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar


1. Kebijakan Bank Sentral berupa hak otonom dan kebijakan moneterdalam mencetak

dan mengedarkan uang kartal. 2. Kebijakan pemerintah melalui menteri keuangan 3. Bank umum dapat menciptakan uang giral 4. Tingkat pendapatan masyarakat 5. Tingkat suku bunga bank 6. Selera konsumen terhadap suatu barang 7. Keadaan neraca pembayaran 8. Kebijakan kredit dari pemerintah

Kebijakan pemerintah terhadap jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan cara:
1. pengendalian tingkat bunga melalui politik diskonto
.

2. menarik atau menambah jumlah uang yang beredar melalui politik pasar terbuka - dengan cara membeli atau menjual surat-surat berharga.

3. pemotongan nilai mata uang melalui kebijakan sanering yang dilakukan bank sentral 4. melakukan revaluasi/devaluasi.

SBI = Sertifikat Bank Indonesia

Permintaan dan Penawaran

Permintaan Uang (money supply)


Jumlah uang yang diminta 2. Motif Spekulasi masyarakat suatu -dilakukan karena ramalan perekonomian dalam perubahan nilai harta di masa waktu tertentu depan.
- Tingkat suku bunga menentukan jumlah permintaan uang Menurut teori Keynes , permintaanuang masyarakat - Tujuanya untuk mencari didasari 3 motif : keuntungan dari permintaan uang 3. Motif berjaga berjaga 1. Motif Transaksi - Dipengaruhi oleh biaya membutuhkan uang tunai menyimpan uang ditentukan untuk transaksi oleh tingkat bunga - pendapatan mempengaruhi - fungsi uang sebagai permintaan uang penyimpan nilai kekayaan

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang adalah


1. Besar-kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional. 2. Cepat atau lambatnya laju peredaran uang. 3. Motif-motif masyarakat dalam memiliki uang.

Kecepatan peredaran uang dipengaruhi oleh faktor berikut : a) kebiasaan pembayaran konsumen, apakah tunai atau angsuran, sebab ini akan berpengaruh terhadap jumlah uang yang diminta pada saat ini atausaat mendatang. b) Frekuensi pembayaran pendapatan c) Praktik-praktik bank, hal ini berkaitan dengan keluar masuknya uang melalui bank. d) Keadaan psikologi masyarakat dalam menggunakan uangnya.

Penawaran Uang
Merupakan jumlah semua uang yang beredar dalam perekonomian di wilayah dan waktu tertentu Penawaran uang lebih populer dinyatakan dengan istilah jumlah uang yang beredar

M1 adalah uang kertas dan logam (kartal) ditambah simpanan dalam bentuk rekening koran (uang giral/ demand deposit) M2 adalah M1 + tabungan + deposito berjangka (time deposit) pada bank-bank umum. M3 adalah M2 + tabungan + deposito berjangka pada lembaga-lembaga keuangan bukan bank.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN UANG


Tinggi rendahnya tingkat bunga

Tingkat pendapatan masyarakat Jumlah penduduk Keadaan letak geografis Struktur ekonomi masyarakat Penguasaan IPTEK penduduk Globalisasi ekonomi

Bank

Sejarah Bank

Dari bahasa ITALIA BANCO = meja

Berikut sejarah bank sesuai urutannya : 1. awal mula kegiatan perbankan adalah jasa penukaran uang
Sehingga Dalam sejarah perbankan arti bank yaitu meja penukaran uang

2. Jadi tempat penitipan uang 3. Jadi tempat meminjam uang

Pengertian Bank
adalah sebuah tempat di mana uang disimpan dan dipinjamkan. Menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998
Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidur rakyat banyak.

Bank sentral
lembaga negara yang punya wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran, melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankanserta menjalankan fungsi lender of last resort ( sumber pinjaman terakhir)

Fungsi bank sentral


Penyelesaian utang piutang antar bank Mengedarkan uang kertas Wakil pemerintah dalam menerima pembayaran pajak Sumber dana dalam pinjaman terakhir Memegang cadangan dalam kas sistem Mengontrol volume dan keadaan kredit untuk memprtahankan tingkat kegiatan ekonomi

Bank Umum
adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha bedasarkan prinsip konvensional atau syariah yang kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Fungsi : 1. Penciptaan uang 2. mendukung mekanisme pembayaran 3. Penghimpunan dana simpanan masyarakat 4. mendukung kelancaran transaksi internasional 5. Penyimpanan barang beharga 6. Pemberian jasa-jasa lainnya

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)


adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Fungsi BPR Penghimpun dan penyalur dana masyarakat.

Tujuan BPR Menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, penumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Adapun usaha-usaha BPR adalah :

1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. 2. Memberikan kredit. 3. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah. 4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain. SBI adalah sertifikat yang ditawarkan Bank Indonesia kepada BPR apabila BPR mengalami over likuiditas.

Dilihat dari segi kepemilikan


1. Bank milik negara akta pendiriaanya & modal bank sepenuhnya milik pemerintah,keuntungann ya juga milik pemerintah 2. Bamk milik swata Seluruh sebagian sahmnya milik swata nasional 3. Bank milik koperasi Sahamnya dimiliki oleh perusahaan berbadan koperasi
4. Bank milik asing
Cabang bank yang ada di luar negeri baik milk swasta asing maupun pemerintah asing

5. Bank milik campuran


Shamnya campuran antara milik pihak asing dan pihak swasta nasional

Segi kemampuan melayani masyarakat


Bank devisa Melaksanakan transaksi ke luar negeri atu yang berhubungan dengan mata uang asing secara menyeluruh Bank non devisa Bank yang tidak punya izin untuk melkukan transaksi sbg bank devisa

Dari cara menentukan harga


Bank prinsip konvesional >didirikan untuk mencari keuntungan materil sebesar-besarnya Prinsip: dengan menerapkan metode bunga Tujuan : Profit oriented ( mencari keuntungan) Bank prinsip syariah
> Beroprasi sesuai syariah islam Prinsip: Prinsip syariah ( melarang mengenakan bunga pada nasabah Tujuan: Tidak semata mata mencari profit, tapi juga berusaha mencari kemenagan di dunia ataupun di akhirat