Anda di halaman 1dari 20

Hand out Kewirausahaan Gregorius Sandy Dharma Kuncara 1 BAB IX ETIKA BISNIS & KEWIRAUSAHAAN Pengertian Etika: Menurut

pengertiannya, etika dapat dibedakan menjadi 2:

Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.

Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang) Etika Bisnis: Pengertiannya dapat dibedakan menjadi:

Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan.

Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi

Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis. Sehingga etika bisnis adalah studi tentang aspek-aspek moral dari kegiatan ekonomi d an bisnis. (etika dalam berbisnis). Menurut Zimmerer, etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan me mecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Pentingnya Etika Bisnis Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membua t

keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Hal ini disebabkan semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stak eholder. Stakeholder adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh pada keputusan-keputusan perusahaan. Siapa saja stakeholder perusahaan: 1. Para pengusaha dan mitra usaha Para pengusaha, selain berfungsi sebagai pesaing, mereka juga berperan sebagai mitra. Dalam hal ini para pengusaha merupakan relasi usaha yang dapat bekerja sama dalam menyediakan informasi atau sumber peluang. Loyalitas mitra usaha akan sangat tergantung pada kepuasan yang diterima dari perusahaan

Hand out Kewirausahaan Gregorius Sandy Dharma Kuncara 2 2. Petani dan perusahaan pemasok bahan baku Petani dan perusahaan berperan sebagai penyedia bahan baku. Pasokan bahan baku yang kurang bermutu dan pasokan yang lambat dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Oleh sebab itu, keputusan untuk menentukan kualitas barang dan jasa sangat tergantung pada pemasok bahan baku. Loyalitas petani penghasil bahan baku sangat tergantung pada tingkat kepuasan yang diterima dari perusahaan dalam menentukan keputusan harga jual bahan baku maupun dalam bentuk insentif. 3. Organisasi pekerja yang mewakili pekerja Organisasi pekerja dapat mempengaruhi keputusan melalui proses tawar-menawar secara kolektif. Perusahaan yang tidak melibatkan karyawan/organisasi pekerja dalam mengambil keputusan sering menimbulkan protes-protes yang menggangu jalannya perusahaan. 4. Pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha Pemerintah dapat mengatur kelancaran aktivitas usaha melalui serangkaian kebijakaan yang dibuatnya, karena kebijakan yang dibuat pemerintah akan sangat berpengaruh terhadap iklim usaha. 5. Bank penyandang dana perusahaan Bank selain sebagai jantungnya perekonomian dalam skala makro, juga sebagai lembaga yang dapat menyediakan dana perusahaan. 6. Investor penanam modal Investor penyandang dana dapat mempengaruhi perusahaan melalui serangkaian persyaratan yang diajukannya. Persyaratan tersebut akan mengikat dan sangat besar pengaruhnya dalam mengambilan keputusan. Loyalitas investor sangat tergantung pada tingkat kepuasan investor atas hasil penanaman modalnya. 7. Masyarakat umum yang dilayani Masyarakat akan selalu menanggapi dan memberikan informasi tentang bisnis yang kita

jalankan. Dalam hal ini masyarakat juga merupakan konsumen yang akan menentukan keputusan-keputusan perusahaan dalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan dan juga teknik yang digunakan. 8. Pelanggan yang membeli produk Barang dan jasa yang akan dihasilkan, teknologi yang digunakan akan sangat dipengaruhi oleh pelanggan dan mempengaruhi keputusan-keputusan bisnis. Dengan demikian etika bisnis merupakan landasan penting dan harus diperhatikan, teru tama dalam menciptakan dan melindungi reputasi perusahaan. Oleh sebab itu, etika bisnis merupakan masalah yang sangat sensitif dan kompleks, karena membangun etika untuk mempertahankan reputasi lebih sukar daripada menghancurkannya. http://dc220.4shared.com/doc/hgWCM2YG/preview.html

Hand out Kewirausahaan Gregorius Sandy Dharma Kuncara 3 Prisnisp-prinsip etika dan perilaku bisnis 1. Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong 2. Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan dengan hormat, tulus hati, berani dan penug pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat dan saling percaya. 3. Memelihara janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, jangan mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistik dengan dalih ketidakrelaan. 4. Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan dan Negara, jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan, behitu juga dalam konteks professional, jaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan professional yang bebas dan teliti, hndari hal yang tidak pantas dan konflik kepentingan 5. Kewajaran/keadilan, yaituberlaku adil dan berbudi luhur, bersedia untuk mengakui kesalahan, dan perlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaan, jangan bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain. 6. Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolongmenolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain. 7. Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, jangan merendahkan orang lain, jangan mempermalukan orang lain.

8. Warga Negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu menaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan. 9. Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan personal maupun pertanggungjawaban professional, tekun, dapat dipercaya/ diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, mengembangkan dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi. 10. Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki tanggung jawab, menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensinya, dan selalu memberi contoh. Cara mempertahankan standar etika 1. Menciptakan kepercayaan perusahaan Hal ini akan menetapkan nilai-nilai perusahaan yang mendasari tanggung jawab etika bagi stakeholder

Hand out Kewirausahaan Gregorius Sandy Dharma Kuncara 4 2. Mengembangkan kode etik Kode etik merupakan suatu catatan tentang standar tingkah laku dan prinsip-prinsip etika yang diharapkan perusahaan dari karyawan 3. Menjalankan kode etik secara adil dan konsisten 4. Melindungi hak perorangan 5. Mengadakan pelatihan etika 6. Melakukan audit etika secara periodic 7. Mempertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya aturan 8. Menghindari contoh etika yang tercela setiap saat dan diawali dari atasan 9. Menciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah Komunikasi dua arah sangat penting untuk menginformasikan barang dan jasa yang dihasilkan dan untuk menerima aspirasi untuk perbaikan perusahaan 10. Melibatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika Para karyawan diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik tentang bagaimana standar etika yang harus dipertahankan Tanggung jawab perusahaan Etika akan sangat berpengaruh pada tingkah laku individual, dalam hal ini tanggung jawab sosial mencoba untuk menjembatani komitmen individu dan kelompok dalam suatu lin g-

kungan sosial. Tanggung jawab perusahaan, meliputi: 1. Tanggung jawab terhadap lingkungan Perusahaan harus ramah lingkungan, artinya perusahaan harus memperhatikan, melestarikan dan menjaga lingkungan. 2. Tanggung jawab terhadap karyawan Semua aktivitas sumber daya manusia diarahkan pada tanggung jawab kepada karyawan, dengan cara:

Mendengarkan dan menghormati pendapat karyawan

Memberikan umpan balik, baik yang positif maupun negatif

Menceritakan kepada karyawan tentang kepercayaan

Membiarkan karyawan mengetahui keadaan perusahaan yang sebenarnya

Memberikan imbalan kepada karyawan dengan baik

Memberikan kepercayaan kepada karyawan 3. Tanggung jawab terhadap pelanggan Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan, meliputi dua kategori, yaitu:

Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas

Hand out Kewirausahaan Gregorius Sandy Dharma Kuncara 5

Memberikan harga produk yang wajar dan adil Selain itu, perusahaan juga harus melindungi hak-hak pelanggan, yaitu:

Hak untuk mendapatkan produk yang aman

Hak untuk mendapatkan informasi tentang segala aspek

Hak untuk didengar

Hak untuk memilih apa yang akan dibeli 4. Tanggung jawab terhadap investor Tanggung jawab berupa menyediakan pengembalian investasi yang menarik dengan memaksimumkan laba dan melaporkan kinerja keuangan seakurat dan setepat mungkin. 5. Tanggung jawab terhadap masyarakat Tanggung jawab berupa menyediakan dan menciptakan kesehatan dan menyediakan berbagai kontribusi terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan.

http://dc220.4shared.com/doc/hgWCM2YG/preview.html

3.2 Pengertian Etika Bisnis Etika bisnis adalah keseluruhan dari aturan-aturan etika, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang mengatur hak-hak dan kewajiban produsen dan konsumen serta etika yang harus dipraktekkan dalam bisnis. Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur dan pesaing.

Orang yang menanam uang atau investor menginginkan

manajemen dapat mengelola perusahaan secara berhasil, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi mereka.

Konsumen menginginkan agar perusahaan menghasilkan produk Para karyawan menginginkan agar perusahaan mampu membayar

bermutu yang dapat dipercaya dan dengan harga yang layak.

balas jasa yang layak bagi kehidupan mereka, memberi kesempatan naik pangkat atau promosi jabatan.

Pihak kreditur mengharapkan agar semua hutang perusahaan

dapat dibayar tepat pada waktunya dan membuat laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dibuat secara teratur.

Pihak pesaing mengharapkan agar dalam persaingan dilakukan

secara baik, tidak merugikan dan menghancurkan pihak lain. Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya di masyarakat. Harus ada etik dalam menggunakan sumber daya yang terbatas di masyarakat, apa akibat dari pemakaian sumber daya tersebut dan apa akibat dari proses produksi yang dilakukan.

Etika bisnis menyangkut usaha membangun kepercayaan antara masyarakat dengan perusahaan, dan ini merupakan elemen sangat penting buat suksesnya suatu bisnis dalam jangka panjang. Jadi prinsipnya seorang wirausaha lebih baik merugi daripada melakukan perbuatan tidak terpuji. Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis, namun harus dijaga terus menerus, sebab reputasi sebuah perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam waktu pendek tapi akan terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakan aset tak ternilai sebagai good will bagi sebuah perusahaan. Suatu trademark istimewa dalam competitive advantage. 3.2.1 Komponen Etika 1. Komponen Sumber - kemauan individu seseorang tidak suka KKN - konsensus sosial ada kesepakatan tidak saling menjatuhkan - nilai pribadi seseorang memiliki pribadi jujur. 1. Komponen mekanik

usaha melalui berbagai metode untuk mencapai konsensus. Misalnya: hasil negosiasi disepakati tidak boleh membanting harga 1. Produk kesepakatan individu dalam masyarakat. misalnya : - barang dibeli dapat garansi selama 6 bulan - kecap yang terbaik itu memiliki syarat-syarat tertentu 1. Aliran Etika - Aliran DEANTOLOGI kewajiban moral dapat diketahui secara intuitif. misalnya: rasanya tak pantas kalau kita turunkan harga - Aliran TEOLOGI Menilai perbuatan orang dari tujuannya. Misalnya: saya turunkan harga untuk jatuhkan lawan. 3.2.2 Konsep Etika Bisnis Konsep etika bisnis tercermin pada corporate culture (budaya perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan

dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor. 3.2.3 Fundamental Etika yang Berlaku Pada Semua Etnis Fundamental etika yang berlaku pada semua etnis menurut Zimmerer (1996) terdiri atas: 1. Sopan santun, yaitu selalu bicara benar, terus terang, tidak menipu dan tidak mencuri. 2. Integritas, yaitu memiliki prinsip, hormat dan tidak bermuka dua. 3. Manjaga janji, yaitu dapat dipercaya bila berjanji, tidak mau menang sendiri 4. Kesetiaan, ketaatan, yaitu benar dan loyal pada keluarga dan teman, tidak menyembunyikan informasi yang tidak perlu dirahasiakan 5. Kejujuran, kewajaran (fairness), yaitu berlaku fair dan terbuka, berkomitmen pada kedamaian, jika bersalah cepat mengakui kesalahan, perlakuan yang sama terhadap setiap orang dan memiliki toleransi yang tinggi 6. Menjaga satu sama lain (caring for others), yaitu penuh perhatian, baik budi, ikut andil, menolong siapa saja yang memerlukan bantuan. 7. Saling menghargai satu sama lain (respect for others), yaitu menghormati hak-hak orang lain, menghormati kebebasan dan rahasia pribadi (privasi), mempertimbangkan orang lain yang dianggap bermanfaat dan tidak berprasangka buruk. 8. Bertanggung jawab (responsible), yaitu patuh terhadap undangundang dan peraturan yang berlaku, jika menjadi seseorang pimpinan maka harus bersikap terbuka dan menolong.

9.

Pengejaran keunggulan (pursuit of excellence), yaitu berbuat yang

terbaik di segala kegiatan, bertanggung jawab, rajin, berkomitmen, bersedia untuk meningkatkan kompetensi dalam segala bidang. 10. Dapat dipertanggungjawabkan (accountability), yaitu bertanggungjawab dalam segala perbuatan terutama dalam mengambil keputusan 3.2.4 Prinsip Etika Prinsip etika adalah sebagai berikut: 1. Usaha membangun kepercayaan antara anggota masyarakat dengan perusahaan atau pengusaha. 2. Hal tersebut merupakan elemen penting buat suksesnya bisnis jangka panjang 3. Menjaga etika adalah hal penting untuk melindungi reputasi perusahaan. 4. Kejujuran merupakan barang langka dan mata uang yang berlaku di mana-mana 5. Etika adalah standar perilaku dan nilai-nilai moral menyangkut tindakan yang benar dan salah yang terjadi di dalam lingkungan kerja 3.2.5 Etika dan Tanggung Jawab Sosial Corporate Social Responsibility (CSR) adalah bentuk tanggung jawab dari setiap perusahaan terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat. Pelanggaran etika akan mengakibatkan: 1. Masalah citra publik 2. Tuntutan hukum yang mahal 3. Tingginya tingkat pencurian oleh karyawan. Pengambilan keputusan etis dapat menumbuhkan kepercayaan bagi hubungan antara para pelanggan, karyawan dan perusahaan lain.

Perilaku etis sangat penting bagi wirausahawan karena dapat memberikan efek positif sebagai berikut : 1. Staf akan meniru perilaku pimpinannya 2. Standar etis akan membentuk kerangka kerja yang positif Perilaku tidak etis dalam berwirausaha akan menimbulkan hal-hal sebagai berikut: 1. Mengganggu pengambilan keputusan usaha 2. Dapat dituntut dengan Undang-undang perlindungan konsumen 3. Bisnis tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang 3.2.6 Keuntungan Menjaga Etika 1. Jika jujur dalam berbisnis, maka bisnisnya akan maju 2. Timbulnya kepercayaan 3. Kemajuan terjaga, jika perilaku etis terjaga 4. Perolehan laba akan meningkat 5. Bisnis akan terjaga eksistensi dan kesinambungannya
http://reedone310.wordpress.com/2012/04/13/kewirausahaan-dan-etikabisnis/