Anda di halaman 1dari 14

A. Judul : Mengembangkan Potensi Kewirausahan Mahasiswa Melalui Program Penyajian Tempe Crispy dalam Variasi Rasa yang Berbeda.

B. Latar Belakang

Pergerakan globalisasi membawa beraneka dampak. Termasuk di dalamnya makanan dari belahan dunia lain, masuk ke negara kita. Namun kandungan gizi dan manfaat dari makanan tersebut kurang diperhatikan (data tentang gizi dari fast food). Sebenarnya di Indonesia ragam makanan sudah sangat banyak , karena penyajiannya masih agak lama, sehingga masyarakat yang terpengaruh globalisasi sudah beralih makanan yang penyajiannya cepat dan praktis. Contohnya fast food seperti burger, pizza, fried chicken, fried fries, dll

Hal tersebut di atas sudah seharusnya dicegah dengan melestarikan makanan lokal. Salah satu makanan yang harus dipertahankan adalah tempe. Tempe merupakan makanan yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Hal tersebut dapat diketahui dari bahan bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe. Seperti kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji, kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut. Kacangkacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 - 43 %. dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering. Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai.

Manfaat tempe diantaranya adalah:


a. Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.

b. Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.

c. Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.

d.

Penanggulangan anemia. Anemi ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe. Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi. Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol. Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker. Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif. Mencegah timbulnya hipertensi.

e.

f. g. h. i.

j.

kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.

Banyak hasil olahan pangan yang dihasilkan dari tempe. Tempe diolah menjadi lauk untuk makanan sehari hari selain itu juga sudah menjadi makanan khas di suatu daerah seperti kripik tempe dari daerah sanan Malang. Untuk memberikan pilihan fastfood yang bergizi dan tanpa mengurangi manfaat tempe kami ingin menawarkan olahan tempe yang berbeda dari olahan tempe yang sebelumnya. Tempe crispy ini disajikan dengan cepat dan dapat dijadikan camilan alternatif. Tempe crispy ini memiliki variasi rasa yang disukai oleh semua kalangan khususnya remaja. Sehingga tempe crispy ini dapat bersaing dengan fastfood lainnya. Berdasarkan uraian di atas, melalui Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan ini tim penulis bermaksud untuk menawarkan alternatif camilan yang bergizi. Usaha ini dilatarbelakangi oleh menjamurnya makanan fastfood yang digemari masyarakat tanpa memperhatikan kandungan gizi makanan tersebut. Tempe crispy yang kami tawarkan ini memiliki variasi rasa dan penyajiaan yang ak hanya berbeda tanpa mengurangi manfaat tempe. Tempe crispy ini merupakan perpaduan antara fastfood yang bergizi dengan makan asli Indonesia yang disukai masyarakat. Selain latar belakang di atas, melalui program ini kami berharap kreasi yang kami ciptakan dapat memotivasi teman teman untuk berimajinasi dan berinovasi

dengan menciptakan men men makanan yang tidak hanya cepat saji atau menarik tampilannya namun juga memperhatikan unsur kandungan gizi dalam makanan tersebut. Dengan perwujudan imajinasi dan inovasi tersebut, kita dapat beralih ke bidang wirausaha dan dapat menjadi wirausahawan muda dalam bidang kuliner. Rumusan Permasalahan Dari latar belakang yang dipaparkan sebelumnya, maka rumusan permasalahan yang diangkat dalam penulisan proposal ini yaitu Bagaimana cara penyajian tempe crispy dalam variasi rasa yang berbeda-beda? Tujuan permasalahan Sesuai dengan latar belakang diatas tujuan dari program ini adalah 1. Mengembangkan jiwa kewirausahaan. 2. Mendapatkan keuntungan dari usaha tempe crispy. 3. Untuk mengetahui cara penyajian tempe crispy dalam variasi rasa yang berbeda-beda.

LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari program produktivitas ini adalah membuka usaha pemasaran tempe crispy yang tidak hanya profitable, namun juga higienis dan menyehatkan. Selain itu produk tempe crispy ini diharapkan dapat dijadiikan camilan alternatif yang digemari masyarakat, karena memiliki variasi rasa yang berbeda beda. Usaha ini juga diharapkan dapat mengurangi pengangguran yang melonjak khususnya di Kota Palangkaraya karena produk ini tidak membutuhkan modal yang besar per hari, sehingga dimungkinkan banyak wirausahawan muda yang dapat menerjuni usaha ini, mengingat beberapa daerah di Kota Palangkaraya merupakan penghasil tempe dan juga dikembangkan kreasi olahan tempe yang diminati masyarakat.
KEGUNAAN PROGRAM Adapun manfaat yang diharapkan dari program kreatifitas berupa tempe crispy ini yaitu : 1. Segi Ekonomi: a. Bagi Masyarakat.

Masyarakat akan dapat memperoleh camilan yang dikemas secara higienis, sehat dan tentu saja dengan harga yang terjangkau. Masyarakat dapat memperoleh produk tempe crispy, serta masyarakat memperoleh manfaat dari mengkonsumi tempe crispy yang kaya akan protein dan banyak kegunaan manfaatnya.

b. Bagi Pemerintah. Menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat sehingga dapat membantu mengurangi pengangguran. Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat membantu mengurangi pengangguran yang ada sekarang ini. 1. Segi Sosial: a. Bagi Masyarakat Dapat memberikan alternatif camilan yang tidak hanya praktis namun juga member manfaat bagi tubuh karena produk ini higienis dan tanpa pengawet. Dapat menambah variasi dalam penyajian tempe untuk camilan sehari-hari. b. Bagi Pemerintah Dapat memberikan khasanah kuliner, khususnya camilan ringan dan dapat dikembangkan menjadi makanan khas bagi suatu daerah. Menambah jenis tempe yang beredar dikalangan masyarakat dengan inovasi baru.

GAMBARAN UMUM

Dalam usaha pemasaran Tempe Krispi Rasa ini terdapat 4 aspek yang menjadi landasan bahwa usaha tempe krispi layak untuk dijadikan sebagai bisnis awal bagi calon-calon wirausaha yang baru, yakni:
1. Aspek pasar a. Market potensi : Masyarakat Palangkaraya

b. Market share : Mahasiswa UNPAR serta para penggemar cemilan krispi yang murah
c. Strategi

Target pertama yang akan diproyeksikan sebagai konsumen adalah kalangan mahasiswa serta seluruh masyarakat kampus Brawijaya. Selain masyarakat kampus pemasaran produk tempe krispi ini juga mencakup seluruh kalangan masyarakat, namun sebagai pengembangan awal pemasaran dilakukan di lingkungan kampus. Promosi dilakukan dengan penjualan langsung di sekitar kampus. Pengenalan produk sebagai bentuk promosi ditujukan kepada calon konsumen menyebarkan pamflet dan leaflet di sekitar kampus UNPAR. Untuk masa promosi, dilakukan dengan cara yang berbeda. Pertama dilakukan potongan harga selama masa promosi. Launcing akan dilakukan dengan mengundang berbagai kalangan terutama dengan cara menyebar pamflet dan leaflet.
2. Aspek teknik

Secara teknis lokasi usaha terbagi menjadi dua yaitu lokasi produksi dan pemasaran. Produksi dilakukan di rumah produksi milik sendiri. Lokasi produksi dekat dengan sumberdaya produksi terutama bahan baku yang diperlukan. Selain dekat dengan sumberdaya produksi lokasi tersebut juga dekat dengan pasar sehingga dapat memperkecil biaya produksi. Produksi dilakukan sendiri oleh pengelola PKM dengan peralatan yang memadai. Teknis produksi sudah diuji dalam penelitian sehingga tidak ada hambatan berarti dalam pembuatan produk tersebut. 3. Aspek manajemen

a. Pengelola 1) Memproduksi tempe krispi 2) Melakukan suplai dan distribusi produk 3) Melakukan Promosi

b. Rumah produksi 1) Sebagai penyedia lokasi produksi c.Tempat Pemasaran 1) Mendistribusikan produk kepada konsumen 2) Memasarkan produk ke masyarakat luas. 1. Aspek keuangan a) Proyeksi Penerimaan 1 hari menghasilkan 30 porsi tempe krispi 1 porsi tempe krispi dijual Rp 5.000,00 1 bulan = 16 hari kerja Penerimaan per bulan = 16 hari x 30 porsi tempe krispi x Rp. 5000,00 = Rp. 2.400.000,00 Penerimaan per tahun = Rp 2.400.000,00 x 12 bulan

= Rp. 28.800.000,00 b) Proyeksi Pengeluaran Pengeluaran Per hari = a. Minyak Goreng fortune = 3 lt @ Rp. 14.000,b. Tepung terigu =1 kg @ Rp 7.000,c. Tepung maizena = 1 bungkus @ Rp 3.000,d. Tempe = 15 papan @ Rp 2.000,e. Telur = 5 butir @ Rp 1.000,f. Merica bubuk = 1 ons @ Rp 6.000,g. Garam = 1 bungkus @ Rp 1.000,h. Bawang Putih = 1/4 kg @ Rp 6.500,i. Aneka bumbu rasa = 3 ons @ Rp 5000,j. Bungkus Tempe crispy 30 @ Rp 500,k. Gas 3 kg/2 hari @ Rp. 13.500,Total pengeluaran per hari = Rp. 42.000,00 = Rp 7.000,00 = Rp 3.000,00 = Rp 30.000,00 = Rp 5.000,00 = Rp 6.000,00 = Rp 1.000,00 = Rp 6.500,00 = Rp 15.000,00 = Rp 15.000,00 = Rp 13.500,00 = Rp130.000,00

Usulan harga jual per porsi = biaya produksi per hari / 30 porsi = Rp 130.000,00 / 30 porsi = Rp 4.333.33 = RP 4.400,00 Pengeluaran per bulan = Rp 130.000,00 x 16 hari = Rp 2.080.000,00 Pengeluaran per tahun = Rp 2.080.000,00 x 12 bulan = Rp 24.960.000,00 c) Perhitungan depresiasi Pengeluaran non operasional (PNO) : a. Kertas A4 b. Tinta printer isi ulang c. Fotokopi dan Penjilidan d. Transportasi Pembelian alat dan bahan e. Biaya Promosi f. Dokumentasi g. Kompor gas 1 paket Total pengeluaran non operasional Rp 60.000,Rp 70.000,Rp 67.500,Rp 60.000,Rp. 215.000,Rp 77.500,Rp 250.000,Rp 800.000,-

Harga Perolehan = Rp 7.831.000,- (total anggaran) Rp 800.000,- (PNO) = Rp 7.031.000,00 Nilai sisa = Rp. 400.000,00

Umur Ekonomis = 4 tahun Depresiasi Tahun pertama = 4/10 x (7.031.000-400.000) = 2.652.400 Tahun kedua Tahun ketiga Tahun terakhir = 3/10 x (7.031.000) = 2/10 x (7.031.000) = 1/10 x (7.031.000) = 2.109.300 = 1.406.200 = 703.100

Penggunaan metode jumlah Angka Tahun karena lebih sesuai dengan kondisi nyata, pada tahun awal kondisis peralatan pasti masih bagus dan performanya semakin turun pada tahun berikutnya.
d) Estimasi Rugi/Laba Penerimaan per tahun = Rp. 28.800.000,00 Pengeluaran per tahun = Rp 24.960.000,00 EAT Rp 3.840.000,00 Dari perhitungan estimasi tersebut dapat diketahui bahwa usaha ini akan menghasilkan laba Rp 3.840.000,00dalam satu tahun. e) Cash Inflow (CI) CI thn 1 = EAT + Depresiasi thn 1 CI thn 2 = EAT + Depresiasi thn 2 CI thn 3 = EAT + Depresiasi thn 3 CI thn terakhir = EAT + Depresiasi thn 4 + Nilai Sisa

Keterangan: i = 7% Discount Factor = (1 + i)-n PVCI = CI x Discount Factor f) PayBack Period Payback Period = 1 + Int inv CI thn 1 CI thn 2 = 1 + Rp. 7.831.000 - Rp. 6.492.400,00 Rp. 5.949.300 = 1 + 0,2250

= 1,2250 = 1,2250 tahun atau 14 bulan 21 hari Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa modal usaha ini akan kembali dalam waktu 14 bulan 21 hari g) Net Present Value (NPV) Metode ini menilai selisih antara nilai investasi sekarang dengan nilai penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. NPV = PV Cash Inflow PV initial investment = Rp. 19.317.235,73 - Rp. 7.831.000,00 = Rp 11.486.235,53 Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa NPV > 0 Hasil tersebut menunjukkan bahwa proyek ini LAYAK.
METODE PELAKSANAAN 1) Alat dan Bahan a. Alat yang diperlukan sebagai alat produksi a. Kompor gas b. Tabung gas c. Penggorengan d. Sutil e. Talenan f. Pisau g. Toples kecil h. Serok kasar i. Serok halus j. Baskom k. Cobek l. Wajan besar m. Wajan sedang n. Nampan o. Sendok b.Bahan yang diperlukan

a. Minyak Goreng lt b. Tepung Terigu kg c. Tepung Maizena 1 bungkus

d. Tempe 10 papan e. Telur 5 butir f. Merica Bubuk 2 ons g. Garam 1 bungkus h. Bawang Putih kg i. Aneka bumbu rasa 3 ons j. Bungkus Tempe crispy 2) Proses dan Spesifikasi Rencana Usaha a.Penyediaan tempat dan alat-alat produksi. Pekerjaaan yang pertama ini langsung dilakukan oleh tim PKM-K, tempat produksi dilaksanakan disalah satu rumah dari anggota tim, karena lokasi yang digunakan cukup kondusif dan tidak terlalu menyita waktu, disamping itu dekat dengan bahan baku sehingga miminimalisir anggaran. b. Pelaksanaan kegiatan i. Produksi tempe crispy Dalam produksi tempe crispy kami melakukan pembagian kerja kepada setiap personil. Dari kegiatan pengumpulan bahan baku sampai pencetakan produk. Sehingga kegiatan ini dikondisikan tidak menggangu aktifitas akademik. Rencana usaha kami dilaksanakan mulai bulan pertama setelah proposal ini disetejui. ii. Pengenalan produk Pengenalan produk ditujukan kepada calon konsumen dan calon distributor yang akan diajak bekerjasama. Pengenalan produk dengan cara mengikuti pameran-pameran pembagian brosur dan pengenalan di situs kewirausahaan. Kemudian akan diadakan negosiasi dengan distributor yang berminat. Untuk pengenalan produk kepada mahasiswa dilakukan dengan bekerjasama dengan kantin-kantin setiap fakultas untuk mencapai target penjualan. iii. Pemasaran Pemasaran pertama dilakukan dalam bentuk pembukaan stand di lingkungan kampus. Pemasaran juga dilakukan secara langsung (Direct Marketing) melalui ibu-ibu PKK dan Dharmawanita. Pengembangan pemasaran nantinya akan dilakukan dengan membuka cabang produksi baru. Pada mulanya produk tempe crispy akan didistribusikan secara proporsional. iv. Evaluasi pelaksanaan kegiatan

Kesuksesan usaha dapat diketahui dengan menghitung besarnya keuntungan yang dilihat dari selisih biaya dan pendapatan. Selain itu keberhasilan pemasaran produk ini juga didasari dari respon konsumen. Semakin tinggi angka permintaan konsumen maka akan semakin baik pelaksanaannya. v. Penyusunan laporan akhir Tahap penulisan laporan akhir ini akan melaporkan hasil kegiatan dari awal pelaksanaan program sampai evaluasi pelaksanaan program.

3) NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA KELOMPOK Terlampir 4) RENCANA PEMBIAYAAN
No 1 Jenis Kegiatan dan Barang Komponen habis pakai : a. Kertas A4 (80gr) b. Tinta printer isi ulang Alat produksi: a. Kompor gas b.Tabung gas c. Penggorengan d. Sutil e.Talenan f. Pisau g.Toples kecil h.Serok kasar i. Serok halus j. Baskom k.Cobek l.Wajan besar m.Wajan sedang n. Nampan o. Sendok Jumlah Biaya Satuan Biaya Total

a. 2 rim b. 2 buah

a. @ Rp 30.000,b. @ Rp 35.000,-

a. Rp 60.000,b. Rp 70.000,-

a. 2 paket b. 2 unit c. 4 unit d. 2 unit e. 2 unit f. 4 unit g. 3 unit h. 1 unit i. 1 unit j. 4 unit k. 2 unit l. 2 unit m. 2 unit n. 1 unit o. 1 lusin

a. @ Rp 250.000,b. @ Rp 150.000,c. @ Rp 20.000,d. @Rp 3.000,e. @ Rp 5.000,f. @ Rp 5.000,g. @ Rp 7.000,h. @ Rp 4.000,i. @ Rp 4.000,j. @ Rp 15.000,k. @ Rp 20.000,l. @ Rp 45.000,m. @ Rp 25.000,n. @ Rp 10.000,o. @ Rp 14.000,-

a. Rp 500.000,b. Rp 300.000,c. Rp 80.000,d. Rp 6.000,e. Rp 10.000,f. Rp 20.000,g. Rp 21.000,h. Rp 4.000,i. Rp 4.000,j. Rp 60.000,k. Rp 40.000,l. Rp. 90.000,m. Rp 50.000,n. Rp 10.000,o. Rp 14.000,-

Bahan baku produksi: a. Minyak Goreng 3 lt b. Tepung Terigu 1 kg c. Tepung Maizena 1bungkus d. Tempe 15 papan e. Telur 5 butir f. Merica Bubuk 1 ons g. Garam 1 bungkus h. Bawang Putih 1/4 kg i. Aneka bumbu rasa 3 ons j. Bungkus tempe crispy 30 per hari

a. 48 hari b. 48 hari c. 48 hari d. 48 hari e. 48 hari f. 48 hari g. 48 hari h. 48 hari i. 48 hari j. 48 hari

a. Rp 11.000,-/lt b. Rp 7.000,-/kg c. Rp 3.000,-/bks d. Rp 2.000,-/ppn e. Rp 1.000,-/btr f. Rp 6.000,-/ons g. Rp 1.000,-/bks h. Rp 6.500,-/1/4kg i. Rp 5.000,-/ons j. Rp 500,-/ bungkus

a. Rp 1.584.000b. Rp 336.000,c. Rp 144.000,d. Rp 1.440.000,e. Rp 240.000,f. Rp 288.000,g. Rp 48.000,h. Rp 312.000,i. Rp 150.000,j. Rp 720.000,-

Dokumentasi a. Baterai kamera digital a. 4 buah b. Cetak foto b. 25 lembar Foto kopi dan penjilidan a. Foto kopi Proposal b. Foto kopi Laporan Penelitian c. Penjilidan proposal d. Penjilidan Laporan Penelitian Biaya promosi a. X-Banner b. Foto kopi pamflet Biaya tambahan: a. Transportasi pembelian alat dan bahan 1 lt b. Isi ulang tabung gas 2kg/ 2 hari Total Biaya a. 5 exemplar b. 5 exemplar c. 5 exemplar d. 5 exemplar

a. @ Rp 10.000,b.@ Rp 1.500,a. @ Rp 3.000,b. @ Rp 6.000,c. @ Rp 1.500,d. @ Rp 3.000,-

a. Rp 40.000,b. Rp 37.500,a. Rp 15.000,b. Rp 30.000,c. Rp 7.500,d. Rp 15.000,-

a. 1 unit b. 100 lembar a. 10 kali b. 16 hari

a. @ Rp 200.000,b. @ Rp 150,a. @ Rp 6.000,b. @ Rp 13.500,-

a. Rp 200.000,b. Rp 15.000,a. Rp 60.000,b. Rp 810.000,-

Rp 7.831.000,-

HALAMAN PENGESAHAN

1 Judul Kegiatan

: Mengembangkan Potensi Kewirausahan Mahasiswa Melalui Program Penyajian Tempe Crispy dalam Variasi Rasa yang Berbeda. : ( ) PKM-P ( ) PKM-T ( ) PKM-K ( ) PKM-M ( ) Pertanian ( ) MIPA ( Humaniora ) ( ) PKMKC

2 Bidang Kegiatan

3 Bidang Ilmu

: ( ) Kesehatan

( ) Teknologi dan ( ) Sosial Ekonomi Rekayasa ( ) Pendidikan

4. Ketua Pelaksana Kegiatan a.Nama Lengkap b.NIM c.Jurusan d.Universitas e.Alamat Rumah f.Alamat email

: : : : : :

5. Anggota Pelaksana

6.

Dosen Pendamping

a. Nama Lengkap b. Gelar c. NIDN d. Alamat Rumah e. No. HP

: : : : :

7.

Biaya Kegiatan Total a. Dikti b. Sumber Lain : :

8.

Jangka Waktu Pelaksanaan :

Bulan

Menyetujui Wakil/Pembantu Dekan atau Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/ Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa

Ketua Pelaksana Kegiatan

(__________________________) NIP. Pembantu atau Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan/Direktur Politeknik/ Ketua Sekolah Tinggi,

(_________________________) NIM Dosen Pendamping

(__________________________) NIP.

(_________________________) NIP.