Anda di halaman 1dari 13

SOAL UTULNAS 24 SEPTEMBER 2012

1.

Seorang anak berusia 10 tahun datang dengan keluhan tidak dapat melihat tulisan papan tulis. Pada pemeriksaan didapatkan VOD 6/60 pH 6/12 dan VOS 6/6. Hasil Pemeriksaan refraktometer dengan sikloplegik didapatkan OD-2,00 C-2,50 X 180 = 6/9 dan OS S-0,50 C-0,50 X 180= 6/6. Hasil pemeriksaan segmen anterior dan posterior dalam batas normal. Tindakan yang paling tepat untuk kondisi diatas adalah : a. Berikan kacamata sesuai dengan hasil sikloplegik pada kedua mata b. Berikan kacamata sesuai dengan hasil sikloplegik untuk OD dan OS plano c. Berikan kacamata sesuai dengan hasil pemeriksaan subjektif tanpa sikloplegik d. Tunda pemberian kacamata e. Segera lakukan oklusi untuk mata kanan An elederly patient with age-related macular degeneration, parkinsonism, and 20/200 visual acuity in her better eye wishes to keep and wear her current +3,00 D add bifocals and resists holding material closer than 25 cm. The low vision aid most likely to be accepted for near work (such as reading bills or writing) is a. +4.00 D prismatic half- eye spectacles b. 4x open stand magnifier c. 6xhand-held aspheric magnifier d. 2.8x loupe hung on the current spectacles over the better eye e. 10x open stand magnifier Seorang anak laki-laki berusia7 bulan dibawa oleh kedua orang tuanya ke poliklinik mata dengan keluhan bintik putih pada mata kanan sejak lahir. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan diameter horizontal kornea 9 mm, kekeruhan total pada lensa. Pemeriksaan USG B-scan didapatkan gambaran membran yang melekat dari permukaan posterior lensa ke nervus optikus mata kanan dan A-scan diperoleh panjang bola mata 15,11 mm. Segmen anterior dan posterior mata kiri dalam batas normal. Pernyataan yang sesuai untuk kondisi pada mata kanan adalah : a. Kelainan bersifat progresif b. Disebabkan karena trauma c. Kondisi ini biasanya diturunkan d. Bila dioperasi memberikan prognosis visual yang baik e. Dapat menimbulkan glaukoma sekunder akibat lensa yang terdorong ke depan Seorang anak usia 2 tahun dibawa orang tuanya ke poliklinik mata dengan keluhan melihat selalu dalam jarak dekat. Dari pemeriksaan didapatkan fiksasi cahaya dan fiksasi objek pada kedua mata. Pemeriksaan refraksi subyektif belum dapat dilakukan. Selanjutnya dilakukan streak retinoskopi dengan pupil lebar, hasil transposisi OD: S2.50=C-4.50x 900 dan OS: S-1.75= C-4.00x900. Posisi bola mata ortotropia dan gerak ke semua arah baik. Pemeriksaan dengan lampu celah menunjukkan segmen anterior baik, korpus vitreus jernih. Tindakan yang akan dilakukan adalah: a. Melakukan pemeriksaan ulang 6 bulan lagi b. Memberikan kacamata sesuai dengan hasil streak retinoskopi c. Menunda pemberian kacamata sampai anak memasuki usia sekolah d. Melakukan terapi oklusi pada mata kiri selama 2 jam per hari di rumah e. Menunda pemberian kacamata sampai dapat dilakukan pemeriksaan refraksi subyektif Seorang anak laki-laki umur 6 tahun, diantar ibunya dengan keluhan kadang-kadang juling keluar sejak usia 2 tahun. Pada pemeriksaan didapatkan VODS 6/6. Segmen anterior dan posterior baik, pergerakan bola mata baik, kedudukan bola mata pada fiksasi dekat 15 PD X(T), fiksasi jauh 40 PD X(T), baik sebelum maupun sesudah oklusi mata kanan selama 1 jam. Diagnosis yang paling sesuai untuk kasus ini adalah : a. Eksotropia intermittent b. Eksotropia intermittent tipe convergence excess c. Eksotropia intermittent tipe true divergence excess d. Eksotropia intermittent tipe simulated divergence excess

2.

3.

4.

5.

e. Eksotropia intermittent tipe simulated convergence excess 6. Seorang laki-laki dengan unilateral afakia, meminta implantasi IOL. Pemeriksaan slitlamp menunjukkan cornea sentral yang jernih, tampak arkus senilis yang cukup tebal, gambaran iris cukup baik dan diameter pupil 3 mm dengan bentuk relative bulat. Setelah dilakukan dilatasi pupil tampak sisa kapsul anterior sepanjang 180 derajat busur. Parameter A scan biometri menunjukkan axial length 22.15 mm, ACD 2.2 mm, pada target refraksi emetropia didapat IOL 24.50 Dioptri, dengan A constant 118.40, IOL 21.00 D dengan A.konstant 115.00 Tindakan implantasi terbaik untuk pasien trsebut adalah a. AC IOL model b. PC IOL di sulkus c. PC IOL di atas iris d. AC IOL jenis iris claw e. PC IOL dengan teknik fiksasi sclera A child aged 1 year-old came with dense bilateral cataract. On examination, it was shown that there was nystagmus. The most appropriate statement for this case is : a. Cataract extraction will likely reduce the nystagmus afterwards b. Cataract extraction between both eyes should have an interval of 1 month c. The condition of having dense bilateral cataract could cause amblyopia of the ammetropic type d. The patient should be provided appropriate aphakic correction after cataract extraction e. Cataract extraction should be delayed until at least 3 years old in order to make intraocular lens implanation available Pada pemeriksaan refraksi seorang anak berusia 4 tahun di bawah sikloplegia, didapatkan koreksi refraksi mata kanan sebesar S+0.75=C-0.75x1800 dan mata kiri S+1.75=C0.75x1800. Tajam penglihatan dengan koreksi terbaik pada mata kanan adalah 6/6, dan mata kiri 6/40. Pemeriksaan krimsky menunjukkan dudukan mata 45 PD ET. Pemeriksaan segmen anterior dan posterior tidak menunjukkan kelainan. Pernyataan yang benar berkaitan dengan kasus ini adalah : a. Pasien akan memiliki kecenderungan cross-fixation b. Ambliopia dapat diterapi dengan penalisasi mata kiri c. Tatalaksana terbaik adalah melakukan operasi strabismus segera d. Klasifikasi ambliopia pada kasus ini adalah ambliopia anisometropik e. Operasi strabismus sebaiknya ditunda untuk memperbaiki ambliopia terlebih dahulu Seorang laki-laki datang diantar kakaknya setelah kecelakaan motor 2 jam SMRS. Penderita tidak menggunakan helm saat terjadinya kecelakaan. Pada pemeriksaan didapatkan GCS pasien 15, tanda vital dbn. Pada pemeriksaan ophthalmologis didapatkan palpebra superior dan inferior od edema, visus 1/300, reflex cahaya menurun. RAPD (+) pada mata kanan kelopak mata sulit dibuka. Gerak bola mata terhambat kesegala arah. Mata kiri dalam batas normal. Tindakan apa yang perlu segera saudara lakukan ? a. Explore luka b. Pemberian NSAID c. Kanthotomi kantholisis d. Pemberian steroid 250 mg iv e. Pemberian steroid oral 1 mg/kgbb

7.

8.

9.

10. Prevalensi adalah: a. Jumlah kasus baru pada periode tertentu, dibagi dengan person time at risk selama periode tersebut b. Jumlah kasus baru pada periode tertentu, dibagi dengan jumlah orang yang bebas penyakit pada awal periode c. Jumlah kasus baru pada periode tertentu, dibagi dengan jumlah orang yang tidak mendapatkan penyakit pada periode tersebut d. Jumlah seluruh kasus penyakit pada periode waktu tertentu, dibagi dengan jumlah keseluruhan orang pada populasi pada periode waktu tersebut

e. Jumlah seluruh kasus penyakit pada periode tertentu, dibagi dengan jumlah penderita ditambah orang yang potensial menderita penyakit tersebut

11. Seorang perempuan usia 54 tahun mengeluh pandangannya semakin buram sejak 3 hari yang lalu. Pasien telah menjalani operasi katarak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan anterior chamber tampak normal. Pada pemeriksaan fundus terluhat macula tampaka edema. Pada FFA didapatkan gambaran petaloid appearance. Dilapisan retina manakah terdapat cairan pada kasus ini? a. Ganglion sel b. Inner plexiform c. Outer plexiform d. Subretina e. RPE (soal True/False) 12. Wanita usia 20 tahun datang ke poliklinik mata dengan keluhan utama penglihatan hilang timbul pada satu atau dua mata terutama pada saat berdiri disertai keluhan penglihatan ganda yang juga terjadi kadang kadang sejak 2 minggu. AVODS 6/6. Segmen anterior baik sedangkan segmen posterior ODS tampak adanya papil yang berbatas tidak tegas, hiperemis dan tampak adanya perdarahan peripapil. Sedangkan pada pemeriksaan lapang pandang tampak adannya pelebaran bintik buta. Rencana pemeriksaan selanjutnya untuk membantu menegakkan diagnosis adalah : a. Pemeriksaan punksi lumbal b. Pemeriksaan eritrosit sedimentation rate c. Pemeriksan CT Scan kepala dengan kontras d. Pemeriksaan laboratorium untuk mencari factor resiko e. Pemeriksaan MRI kepala dan sum-sum tulang untuk mencari tanda multiple sclerosis 13. During routine examination, an alternate cover test reveals outward fixation shift of each eyes as the cover is moved. The cover-uncover test reveals no shift of either eye as the cover is placed over each eye. The correct description of the patients motility status would be: a. Orthophoric, isotropic b. Orthotropic, isoporic c. Orthotropic, exoporic d. Orthotropic, orthophoric e. This set of findings is not possibl (setipe, dan pilihannya diganti) 14. Hal yang benar mengenai faktor perancu dalam suatu penelitian adalah : a. Faktor perancu dapat diminimalkan dengan randomisasi b. Analisis multivariate tidak dapat mengontrol faktor perancu c. Faktor perancu tidak dapat diminimalkan melalui stratifikasi d. Faktor perancu berkorelasi hanya dengan variable dependent e. Faktor perancu dapat diminimalkan dengan membatasi ukuran sample 15. Seorang bayi laki-laki lahir pada usia kehamilan ibu 26 minggu, dan berat lahir 900 gram. Bayi tersebut saat ini masih dirawat dalam incubator dan diberikan oksigen nasal. Bayi ini juga mengalami respiratory distress syndrome ( RDS ). Waktu yang paling tepat untuk memulai screening ROP pada bayi ini adalah : a. Segera setelah lahir b. Bila usia gestasi 32 minggu c. Bila sudah dipulangkan dari MICU d. Dalam 4 minggu pasca kelahiran e. Bila bayi sudah keluar dari incubator

16. An examiner, sits 50cm from a pastient being refracted by retinoscopy. With the streak oriented in the horizontal meridian (sweeping vertically), a +3,00D sphere neutralized the reflex; with the streak oriented in the vertical meridian (sweeping horizontally), a +5,00D sphere neutralized the reflex. What is the patiens final retinoscopy refraction? a. +3.00 +2.00 X 90 b. +3.00 +2.00 X 180 c. +1.00 +2.00 X 90 d. +1.00 +2.00 X180 e. +1.00 -2.00 X180 17. Seorang wanita usia 75 tahun, datang dengan keluhan penglihan kiri buram secara perlahan sejak 3 tahun terakhir seperti melihat embun dan semakin bertambah parah dalam 1 bulan. Tidak ada keluhan mata merah ataupun nyeri sebelumnya. Pemeriksaan penunjang yang penting dilakukan oleh pasien tersebut untuk menentukan diagnosis antara lain : a. USG b. OCT c. Biomertri d. Foto fundus e. Hitung sel endotel 18. A woman 22-years-old is referred by neurologist with anisocoria. The patient have no symptom and report that anisocoria was first noticed by her mother. On examination the visual acuity is 20/20 OU. No limitation on the eye movement of both eyes. Anterior and posterior segments are within normal limit except for the pupil on the right eye that is dilated, poorly reactive and only segmental constricted. This anisocoria looks greater in bright light. However, both pupils constrict to a near stimulus and immediately following relaxation of near stimulus, the left pupil quickly redilates, but the right redilates more slowly. The most common diagnosis for the patient above : a. Adies tonic pupil b. Horner syndrome c. Third nerve Palsy d. Pharmacologic pupil e. Physiologic anisocoria 19. Seorang wanita usia 45 tahun datang dengan keluhan mata merah dan nyeri sejak 2 hari yang lalu. Keluhan ini telah berulang kali terjadi dalam 2 tahun terakhir. Terutama bila berada di ruang gelap, namun seringkali membaik dengan sendirinya bila pasien tidur. Gambaran gonioskopi yang mungkin ditemukan pada pasien ini adalah ; a. Sinekia anterior perifer b. trabekulum terlihat di 4 kuadran c. Sclera spur terlihat di 4 kuadran d. Korpus silier terlihat di 4 kuadran e. Procesus iris terlihat di beberapa tempat

20. Pasien seorang bayi perempuan, usia 2 bulan, dibawa oleh orang tuanya ke poliklinik dengan keluhan adanya bengkak di kelopak atas mata kanan sejak lahir. Bengkak berwarna kebiru-biruan berdiameter 5mm dengan batas tidak tegas bengkak membesar terutama bila menangis dan mengedan. Pada pemeriksaan didapatkan : AV ODS fiksasi cahaya +/+ fiksasi obyek +/+, OD tampak massa kebiru-biruan berukuran diameter 10mm dengan batas tak tegas, permukaan rata, konsistensi lunak, ptosis ringan +, lainlain kesan tenang. OS dalam batas normal. MRD OD +1; MRD OS +2; FPV OD 6mm; FPV OS 8mm. penatalaksanaan yang tepat untuk pasien ini adalah : a. Observasi b. Biopsy insisi c. Steroid oral d. Steroid topical e. Steroid injeksi intra lesi 21. Laki-laki 70 tahun datang dengan keluhan kemeng dan merah pada mata kanan. Dari anamnesis didapatkan riwayat operaso katarak beberapa bulan yang lalu. Dari pemeriksaan didapatkan material korteks lensa di anterior chamber, moderate anterior chamber reaction, microcistic corneal edema dengan peningkatan TIO dan sudut terbuka. Apakah diagnosis yang sesuai untuk kasus di atas? a. Glaucoma fakolitik b. Glaucoma fakomorfik c. Glaucoma lens particle d. Glaucoma fakoantigenik e. Glaucoma ec ectopia lentis 22. Seorang bayi laki-laki lahir pada usia kehamilan ibu 26 minggu, dan berat lahir 900 gram. Bayi tersebut saat ini masih dirawat dalam incubator dan diberikan oksigen nasal. Bayi ini juga mengalami respiratory distress syndrome (RDS). Bila pada pemeriksaan pertama ditemukan area avaskular zone, ridge di sekitar equator, serta ditemukan pembuluh darah yang sangat berkelok-kelok di tiga kuadran zone 1, maka kelainan dikelompokkan ke dalam : a. Stage 1 zone I dengan plus disease b. Stage 1 zone II dengan plus disease c. Stage 2 zone I dengan plus disease d. Stage 2 zone II dengan plus disease e. Stage 3 zone II dengan plus disease 23. Seorang wanita, usia 58 tahun, datang dengan keluhan penglihatan tetap buram disertai silau setelah operasi katarak 3 bulan yang lalu. Operasi berlangsung selama 15 menit. Pada pemeriksaan didapatkan tajam penglihatan 6/30 tak dapat dikoreksi. Pemeriksaan autoref didapatkan hasil C-2.50 x 100.TIO 21mmHg. Kornea tampak edematous, terlihat adanya lipatan membran descemet, dan vesikel di parasentral. Gambaran iris dan seluruh kripti tampak normal, pupil berdiameter 3mm dengan refleks cahaya langsung dan tidak langsung yang normal. Posisi IOL in the bag dengan posisi sentral. Papil tampak bulat batas tegas, detail lain sulit dinilai. Pemeriksaan klinis apa yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien tersebut, jika didapatkan pemeriksaan endothelial cell counts 880cells/mm2, maka arti klinis sehubungan kasus tersebut di atas, adalah: a. Corneal burned b. Corneal collagen melting c. Endothelial polymegathism d. Endothelial decompensation

e. Endothelial cells polymorphism f. US Power too high 24. Seorang laki-laki umur 72 tahun datang di rumah sakit dengan keluhan nyeri pada mata kanan sejak 1minggu yang lalu. Dari rekam medik menunjukan bahwa pasien pernah mengalami dua episode iritis dengan TIO meningi (> 50mmHg) pada mata kiri beberapa tahun sebelumnya. Visus 20/25 OD 20/30 OS. TIO 19 OD dan 13 mmHg OS. Pada pemeriksaan slit-slamp menunjukan 1+ cell dan 2+ flare dalam BMD dan KP mutton-fat multiple pada mata kanan. Terdapat katarak senile stadium 1 pada kedua matanya. pada Diagnosis yang lebih tepat sesuai kasus diatas adalah: a. Behcet Syndrome b. Phacolytic glaucoma c. Lens-Associated Uveitis d. Porner-Schlossman Syndrome e. Acute Anterior Granulomatous Iridocylitis 25. Seorang wanita berusia 58 tahun datang dengan keluhan penglihatan tetap buram disertai silau setelah operasi katarak 3 bulan lau. Operasi berlangsung selama 15 menit. Pada pemeriksaan didapatkan tajam penglihatan 6/30 tak dapat dikoreksi. Pemeriksaan autoref didapatkan hasil C-2.50 x 100. TIO 21mmHg. Kornea tampak edematous, terlihat adanya lipatan membran Descemet, dan vesikel di parasentral. Gambaran iris dan seluruh kripti tampak normal, pupil ber-diameter 3mm dengan reflek cahaya langsung dn tidak langsung yang normal. Posisi IOL in the bag dengan posisi sentral. Papil tampak bulat batas tegas, detail lain sulit dinilai. Pemeriksaan klinis apa yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien tersebut: a. Sel dan frame pada bilik mata depan b. Gonioskopi pada mata yang tidak dioperasi c. Schirmer pada permukaan kornea kedua mata d. Pewarnaan fluoresens pada permukaan kornea kedua mata e. Lampu celah dengan teknik retroluminasi pada endotel kornea kedua mata 26. A woman 28 years-old comes to the polyclinic with a chief complaint of sudden decreased visual acuity on the right eye 3 days. This is accompanied with eye pain particularly on the eye movement. On examination, the visual acuity of 0.3 OD and 1.0 OS. RAPD is found in the right eye and the funduscopy revealed normal optic disc on both eyes. The most common visual field defect that will revealed in her eye is: a. Altitudinal inferior b. Bitemporal hemianipia c. Homonymous heminopia d. Enlargement of blind spot e. Central / cecocentral scotoma 27. A 41 years-old woman was referred from neurologist with a chief complaint of gradually visual loss of both eyes that has been accompanied by severe headache for the last 3 weeks. On examination, visual acuity of both eye are 0.1. There is no limitation on the eye movement examination. Anterior segment is within normal limit. Funduscopy examination reveal optic disc swelling of both eyes. Visual field test is performed and there are enlargement of blind spot of both eyes. The patient is overweight with no history of ischemic systemic disease such as diabetes, however there is an increase opening pressure in lumbar puncture procedure that was performed with no other CSF abnormality. The most common diagnosis in this patient:

a. Papilitis b. Papiledema c. Idiopathic Intracranial Hypertension d. Non- Arteritic Ischemic Optic Neuropathy e. Arteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy 28. After a motor vehicle accident, a 23 years-old man came to emergency department presents with unilateral marked proptosis, diplopia, and prominent episcleral vessels. He complains of a rushing sound in his head. Which of the following is the most likely possibility: a. Orbital floor fracture b. Retri-orbital hemorrhage c. Carotid cavernosus fistula d. Dissection of carotid artery e. Posterior draining dural shunt

29. Seorang laki-laki unur 60 thun dengan riwayat diabeter melitus ( DM) lebih dari 10 tahun, mengeluh mata merah, sakit dan silau pada mata kanan sudah 10 hari. Pada pemeriksaan oftalmologis ditemukan infiltrat dan ulkus di bagisn sentral kornea yang menutupi zona pupilari, tapi ulkus seperti terlipat, VOD = 0 VOS : 20/80, sensibilitas kornea negatif, palpasi tekanan intraokular Tn+2 dan BMD kesan normal> Telah diberikan antibiotik topikal dan oral teryata ulkus makin meluas. Kemudia diberikan antivirus topucal dan oral tidak ada perbaikan. Terapi yang diberikan sesuai kasus1 diatas sebaiknya adalah: a. AT E/D atau E/O + tarsorafi b. Tarsorafi + serum autolog (SA) c. Tarsorafi + Oklusi pungtum lakrimal d. Artificial tear (AT) E/D tanpa pengawet e. Amniotic membrane transplantation + SA 30. A 62 years-old in good health report 2 days history of diplopia, ptosis of the right eye and pain around eye. On examination the left eye normal. In the right eye where were 4 mm ptosis, moderate limitation of elevation, depression and adduction. The right pupil is 1 mm large than the left pupil in darkness and 4 mm larger in bright light. a. Immediate MRI and arteriography b. Glucose tolerance test ;if normal then MRI c. Tensilon test, if normal then MRI and arteriography d. Schedule a return visit in 10 days; if no improment MRI at the time e. MRI scan; if normal, schedule a return visit in 10 days for arteriography if no improvement 31. A 51 years-old man came to policlinic with chief complain sudden blurred vision on the right eye. He is excellent general health with history of smoking. His right fundus showed blurred edge in his optic nerve, hyperemis with peripapillary heamorhage. His visual field was arcuata. The left eye was within normal limit. Which of the following is LEAST likely to be present in this patient: a. Normal visual acuity b. Pain on eye movement c. Elevated blood pressure d. relative afferent pulpillary defect e. Normal erythrocyte sedimentation rate

32. Salah satu subnukleus nerbus okulomotor yang terletak di caudal sentral bertugas menginervasi kedua otot levator palpebral. a. Benar b. Salah

33. Pasien laki-laki, 65 tahun datang ke poliklinik mata dengan keluhan benjolan kehitaman yang tumbuh di bola mata sejak 8 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan oftalmologis tampak massa kehitaman, berbenjol-benjol, menutupi seluruh permukaan kornea, sebagian besar konjungtiva bulbi dan mencapai fornix inferior. Massa rapuh mudah berdarah. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah: a. Melanoma maligna b. Kista dermoid kornea c. Karsinoma sel basal d. Nevus pigmentation konjungtiva e. Karsioma sel basal-skuamosa 34. Seorang anak umur 5 tahun, datang diantar ibunya dengan keluhan juling kedalam sejak usia 2 tahun. Pada pemeriksaan didapatkan segmen anterior dan posterior baik. VOD 6/10 S+5.00 6/6 VOS 6/8.5 S+4.00 6/6. Deviasi jauh dan dekat tanpa koreksi kacamata 40 PD. Deviasi jauh dan dekat dengan koreksi kacamata sesuai hasil refraksi diatas ortoforia jauh dan dekat. Terapi yang paling sesuai untuk kasus ini adalah: a. Kaca mata bifokus b. Kaca mata hipermetropia dengan koreksi penuh c. Kaca mata hipermetropia dengan tambahan prisma d. Kaca mata hipermetropia dengan tambahan reses rektus medial bilateral e. Reses rektus medial bilateral 35.Seorang anak laki-laki umur 6 tahun diantar ibunya dengan keluhan kadang-kadang juling keluar yang muncul sejak usia 2 tahun. Pada pemeriksaan VODS 6/6. Deviasi dekat 15 PD, deviasi jauh 40 PD. Setelah dilakukan oklusi pada mata kanan selama 1 jam, didapatkan deviasi dekat tetap lebih kecil dibandingkan dengan deviasi jauh. Diagnosis yang paling sesuai untuk kasus ini adalah: a. True Divergence Excess X(T) d. Convergence Excess X(T) b. Simulated Divergence Excess e. Convergence Insufficiency X(T) X(T) c. Basic X(T) 36.Seorang anak umur 5 tahun, datang diantar ibunya dengan keluhan juling kedalam sejak usia 2 tahun. Pada pemeriksaan didapatkan segmen anterior dan posterior baik. VOD 6/10 S+4.00 6/6 VOS 6/10 S+4.00 6/6. Deviasi jauh dan dekat tanpa koreksi kaca mata 30 PD. Deviasi jauh dan dekat dengan koreksi kaca mata sesuai hasil refraksi diatas ortoforia jauh dan dekat. Diagnosis yang paling sesuai dengan kasus ini adalah: a. Congenital Esotropia c. Pseudo Esotropia b. Refractive Accomodative d. Cyclic Esotropia Esotropia e. Non Accommodative Esotropia

37.Seorang anak laki-laki usia 6 tahun datang bersama orang tuanya dengan keluhan sejak lahir kelopak mata kanan terlihat menurun. Riwayat trauma disangkal. Pada

pemeriksaan oftalmologis didapatkan mrd 1=0, mrd 2=4, levator fungsi = 3. Bells phenomen baik. Pasien direncanakan untuk reposisi ptosis. Teknik operasi manakah yang paling tepat untuk penderita ini? a. Frontalis sling d. Fasanella Servat b. Aponeurosis advancement e. Mullerrectomi c. Aponeurosis resection

38.A 24 years old woman came to the hospital with chief complaint was right upper eyelid dropped since she was born. From physical examination in right eye were found palpebral fissure height: 8 mm, MRD1: +1 mm, MLD: 1 mm, LA: 6 mm, lid crease was negative, bells phenomenon was positive, brow lift was positive. Eye ball movement was good to all direction. Right eyelid was higher than left eyelid when she looked at downgaze. The most common cause of this type of ptosis is: a. Stretching of levator aponeurotic d. Sharp trauma to the levator b. Poorly developed levator muscle aponeurotic e. Congenital neoplasm c. Cranial nerve III palsy 39.The appropriate treatment for case above is: a. External transcutaneous levator muscle advancement b. Internal levator muscle resection approaches 40.If the a. b. c.

c. Frontalis muscle suspension d. Fasanella servat procedure e. Nonsurgical treatment

orbital septum in this patient had been penetrated, a reliable sign is Entropion d. Ptosis Ektropion e. Lid lag Fat herniation

41.A woman 37 y.o comes to the hospital with a chief complaint of decreased visual acuity on the RE that has occurred gradually for 5 days. This is accompanied with eye pain particularly on the eye movement. On examination, the visual acuity of 0,3 OD and 1,0 OS. RAPD is found in the RE and the funduscopy revealed normal optic disc on both eyes. The most common visual field defect that will be revealed in her RE is : a. Bitemporal hemianopia d. Central/cecocentral scotoma b. Altitudinal inferior e. Enlargement of blind spot c. Homonymous hemianopia 42.A 25 y.o girl was referred from neurologist with a chief complaint of gradually visual loss of both eyes that has been accompanied by severe headache for the last 3 weeks. On examination, visual acuity of both eyes are 0,1. There is no limitation on the eye movement examination. Anterior segment is wiyhin normal limit. Funduscopy examination reveal optic disc swelling of both eyes. Visual field test reveal enlargement of blind spot of both eyes. The patient is overweight with no history of ischemic systemic disease such as DM, HT, dyslipidemia.MRI and MRA is normal, however there is an increase opening pressure in lumbar puncture procedure that was performed with no other CSF abnormality.The most common diagnosis in this patient : a. NAION d. AAION b. Papilitis e. Papilledema c. Idiopathic Intracranial Hypertension

43.Seorang laki2 umur 56 th, penderita DM sejak 15 th yll, mengeluh mata kiri sakit, merah dan kabur sejak 1 minggu yll. Pemeriksaan didapatkan VOD 3/60 ph tetap, segmen anterior tenang, lensa keruh tipis, retina PDR advance, TIOD 20 mmHg. VOS 1/300 ps, konjungtiva hiperemi, kornea udem, KOA dalam, pupil 5 mm rubeosis+, lensa keruh tipis, Fundus tddn, TIOS 60 mmHg. Operasi yang dianjurkan pada kasus di atas adalah: a. Iridotomi laser d. Bedah filtrasi b. Trabekuloplasti e. Siklodestruksi c. Trabekulektomi 44.Male 70 years old, came to the outpatient clinis with intermitten blur vision since 5 days ago. No trauma, but he feels pain in the right eye. Physical examination = IOP : 70 mmHg, microcystic corneal edema, prominent cell and flare reaction without KP, lens : cataract and an open anterior chamber angle. The possible diagnosis of this patient is: a. Phacolytic Glaucoma d. Ectopic lens b. Lens particke Glaucoma e. Phacomorphic Glaucoma c. Phacoantegenic Glaucoma 45.Definitive therapy for this patient is : a. Laser trabeculosplasty b. Laser iridiotomy c. Beta blocker

d. Trabeculectomy e. Cataract extraction

46.A 55 years old men came to policlinic with main complain of monoculardiplopia His visual aquity LRE 6/60 PH(-). On slit lamp examination, he has wedgeopacities and histopathologically characterized by hydropic swelling of the lens fibers. What type cataract this patient? a. Nuclear cataract b. Cortical cataract. c. Posterior subcapsularis cataract d. Anterior subcapsularis cataract e. Lamellar cataract

47.Seorang pasien memiliki refraksi subjektif S-3.00 C-1.00x180 dan dicoba diberikan toric contact lens dengan aksis pada 180. Pemeriksaan slit lamp menunjukkan posisi lensa di tengah tetapi penanda lensa menunjukkan bahwa posisi jam 6 terletak pada jam 7. Berapa aksis yang sebaiknya diberikan untuk pasien ini? a. 0 d. 60 b. 30 e. 90 c. 45 (pilihannya diganti tipenya) 48.Kelemahan penelitian clinical trial 1. Hasil penelitian di monitor 2. Membutuhkan biaya tinggi

3. Tidak memerlukan randomisasi 4. Loss of follow up tinggi

49.Variabel bebas adalah a. Suatu faktor yang memperngaruhi hasil b. Suatu hasil yang inginkita ketahui

c. Adalah variabel hasil d. Adalah variabel tergantung e. Variabel komulatif

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Head turn kiri, no bielschowski OS LR parese Snow ball pars planitis Ascorbat pada humor aquous konsentrasinya lebih tinggi dibanding plasma (T/F) T Intranuklear ophthalmoplegi Obat2an yang menyebabkan ..... phenodiasin Macular hole gr. IB (yellowish ring +pseudocyst) Nenek pikun akan menuntut, siapa yang harusnya menandatangani informed consent? (camat, kades, keluarga dekat yang bertanggung jawab terhadap nenek tersebut 8. Pasien dengan kerontokan rambut, telinga berdenging (sifilis), pasien ini berada pada fase : akut, rekuren, prodromal, laten, early 9. Rhabdomyosarcoma 10.Kaysler-fisher ring, pasien dengan kadar cooper tinggi wilson disease 11.Pleimorphic adenoma 12.Pasien laki-laki dengan keluhan keluar sekret mukoid jika duktus dipencet dacryocystitis 13.Viscoelastis pada.... digunakan yang kohesif, dispersif 14.iOL implantation if escape, happens 15.Benjolan di konjungtiva 16.Benjolan di palpebra inferior berwarna kekuningan xantelasma, sebaceous adeno carcinoma 17.PHPV komplikasi tersering 18.Gambaran USG mushroom shape choroidal melanoma 19.Pasien anak2 dengan V pattern Txnya : RL reses, supraplacement 20.Meridian pada streak 21.Case control 22.Anatomi RPE (T/F) bruchs membrane 23.Fibrovaskular pada ODS :txnya... 24.Glaucoma neovaskular, terapinya shunt/implant 25.Possnan- syndrome 26.Terapi CRAO yang terjadi kurang dari 3 jam O2, massage bola mata 27.Healthy woman, ocular motility, apa yang harus dilakukan cek GDA 28.Pasien wanita, dengan obesitas, CSF normal, funduskopi: ods papil edema, dx: IIH 29.Pasien dengan nyeri pergerakan bola mata, funduskopi ods papil edema, dx: optic neuritis 30.Pasien anak2 eksotropia, deviasi sebelum dan sesudah simulasi tetap, dx : strabismus eksotropia true divergen

31.Pasien dengan strabismus, setelah diberi kacamata sesuai hasil siklo masih ada sisa strabismus, dx: partial akomodatif esotropia 32.Laserasi palpebra inferior >50%, tx: hugh atau mustarde 33.Pasien wanita dengan trauma tumpul pada mata, dari anamnesa anda curiga telah terjadi kekerasan rumah tangga, yang dilakukan : membuat langsung visum et repertum, lapor polisi, lapor divisi kekerasan rumah tangga 34.Pasien dengan benjolan pada palpebra, terdapat ulcer umbilication padabenjolan, dx: moluscum contaginosum 35.Epitheloid cyst 36.Pasien dari pemeriksaan didapatkan oil droplet dari anamnesa pasien mengaku dsedang diet produk dairy, dx ; galaktosemia 37.Pasien dengan target like pattern pada kapsul anterior, dx ; pseudoexfoliation syndrome 38.Pasien dengan keluhan penyakit sendi, pemeriksaan lanjutan : ANA test atau rheumatois fact 39.Pasien diberi obat dari dokter jantung amiodarone, efek samping obat tersebut pada mata :... 40.Pasien dengan visus 3/60, menurut kategori WHO termasuk : blind (klo ICD 9-CM : severe) 41.Lensa kontak dengan base curve ... 42.Dokter SpPD memberi imbalan pada SpM karena sering mengirim pasien untuk pemeriksaan pre op, tindakan tersebut ; dapat dibenarkan karena sejawat harus saling menghormati, dibenarkan karena sejawat harus diperlakukan seperti saudara kandung, tidak dibenarkan karena ..... 43.Ptosis kongenital, tx: frontal sling