Anda di halaman 1dari 3

Aliran Balik (Back Water) Aliran balik terjadi apabila aliran menagalami hambatan akibat adanya bangunan atau

rintangan pada saluran tersebut, misal : bendung, bendungan, jembatan, dll.

Pada pertemuan saluran, baik saluran kecil dengan saluran yang lebih besar, saluran pembuang primer dengan badan air penerima seperti sungai, laut, danau, dsb bilamana terjadi pasang air laut, selalu terjadi aliran balik / back water, karena elevasi muka air tertinggi pintu air lebih tinggi dari elevasi muka air di saluan / sungai yang bermuara dipintu air tersebut. Agar saluran tetap berfungsi dan dapat mengalirkan air dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, maka pengaruh adanya back water tersebut harus diperhitungkan dan dipakai sebagai dasar penentuan bangunan bangunan pelengkap (bangunan pertolongan) yakni tanggul.

ANALISA BACK WATER AKIBAT PASANG SURUT Back Water yang terjadi akibat pengaruh pasang surut di muara sungai yaitu pada saat permukaan air laut melebihi permukaan air sungai, sehingga alirannya berbalik dari laut masuk menuju sungai. Tentunya hal ini dapat berpengaruh terhadap sungai itu sendiri diantaranya adalah banjir karena meluapnya air yang seharusnya dibuang ke laut.

Gambar .Kondisi Aliran jika terjadi back water

Efek Back water Efek back water adalah suatu perubahan keadaan sungai dihulu bendung akibat adanya pembendungan air dengan bangunan pelimpah, yaitu berupa terjadinya kenaikan muka air hulu bendung yang merambat ke udik atau hulu sungai. Kemudian panjang efek back water ini merupakan panjang tanggul banjir yang harus diperhitungkan. Pada perancangan efek back water terdapat 2 cara yang digunakan, yaitu : 1. Cara Pendekatan Untuk menentukan panjangnya penggenangan akibat air banjir dengan cara pendekatan adalah sebagai berikut : Untuk , maka digunakan rumus

Untuk

, maka digunakan rumus

( Dengan, L = panjang pengaruh pembendungan (m)

h = tinggi muka air banjir berhubung ada bendung di hulu bendung I = kemiringan dasar sungai a = tinggi air banjir sebelum ada bendung z = kedalaman air pada jarak X meter dari bendung (m)

Gambar. Pengaruh Backwater metode pendekatan

2. Cara Grafis Untuk menentukan panjangnya penggenangan akibat air banjir dengan cara grafis adalah sebagai berikut :

Dimana : S = jarak antara dua tampang yang ditinjau (m) h = selisih dalam air antara dua tampang yang ditinjau (m) = koefisien coraolis = 1 Q = Debit rencana (m3/dt) A = luas tampang basah alira (m2) n = koefisien Manning p = keliling basah Sf = kemiringan garis energi I = kemiringan dasar sungai/saluran B = lebar permukaan air (m) Kemudian dibuat tabel dari hasil hitungan, dengan cara dihitung menggunakan harga berbagai tinggi muka air akibat adanya bending, mulai dari harga kedalaman air tepat diatas bending sampai harga kedalaman air banjir pada titik dimulai adanya perubahan tinggi air akibat adanya pembendungan. Dengan didapatnya harga L = panjang aliran sungai yang dipengaruhi back water direncanakan sebagai panjang tanggul banjir di hulu bending, atau sampai pada kontur yang mempunyai elevasi yang lebih besar dari elevasi air yang dipengaruhi oleh back water.