Anda di halaman 1dari 15

PROSEDUR 1. Pengambilan kotak uang Teller dari khasanah utama. 1.1.

Bila disimpan terpisah dari lemari besi Kas Besar. 1.1.1. 1.1.2. Head Teller dan Teller membuka lemari penyimpanan box teller. Teller mengambil kotak uang dan membubuhkan paraf serta jam pengambilan pada buku khasanah utama dengan pengawasan oleh Head Teller / Cash Officer. Head Teller / Cash Officer membubuhkan paraf dan jam pada buku khasanah utama. Head Teller dan Teller mengunci kembali lemari besi penyimpanan kotak uang Teller (termasuk menghapuskan kode kunci kombinasi).

1.1.3.

1.1.4.

1.2.

Bila disimpan bersama dengan Kas Besar. 1.2.1. 1.2.2. Cash Officer dan Head Teller membuka lemari Kas Besar. Teller mengambil kotak uangnya dan membubuhkan paraf serta jam pengambilan pada buku khasanah utama dengan pengawasan Cash Officer atau Head Teller. Head Teller dan Cash Officer menyiapkan uang untuk cadangan uang tunai Head Teller. Cash Officer dan Head Teller membuhkan paraf dan jam pada Buku Kas Besar dan Buku Khasanah Utama. Cash Officer dan Head Teller mengunci kembali lemari Kas Besar dan menghapuskan kode kunci kombinasi.

1.2.3.

1.2.4.

1.2.5.

2. Pembukaan Kas 2.1. Teller menghitung uang tunai pada kotak uangnya, kemudian cocokkan dengan saldo penutupan pada hari kerja sebelumnya. Masukkan cap identifikasi Teller (key slug) pada mesin validasi dan periksa kebenaran tanggalnya.

2.2.

2.3.

Minta tambahan uang tunai dari Head Teller jika perlu untuk mencukupi kegiatan sehari-hari dan catat dalam lembar Teller's Exchange.

3. Penerimaan setoran uang tunai 3.1. Hitung jumlah uang dan bandingkan dengan jumlah angka dan huruf pada manifold slip setoran. Catat perincian uang dibalik lembar bukti Teller (perincian banyaknya lembar atau jumlah) untuk setoran yang melebihi batas jumlah yang ditentukan, mintakan persetujuan Head Teller/ Cash Officer bila melebihi limit penerimaan yang ditentukan . Lingkari jumlah angka pada manifold slip setoran tunai. Yakinkan bahwa nama nasabah, nomor rekening, serta jumlah setoran uang tunai tidak terhapus/jelas terbaca, dan lakukan validasi pada slip setoran tersebut. Bandingkan dan periksa apakah jumlah pada lembar bukti nasabah sesuai dengan jumlah pada lembar lainnya. Periksa tanggal setoran dan tulis jumlah uang tunai yang diterima pada lembar bukti Teller bila kurang jelas terbaca. Lakukan Jurnal sebagai berikut : Debet : Kas Kredit : Rek. Nasabah / RAB.... Distribusikan manifold slip setoran : 3.6.1. Serahkan lembar bukti nasabah pada penyetor. 3.6.2. File lembar bukti Teller terpisah dari lembar bukti Teller setoran house cek (non tunai). 3.6.3. File sementara tiket kredit tunai terpisah dari tiket kredit non tunai. Catat setoran tunai pada mutasi harian teller. Jumlahkan tiket setoran dengan mesin hitung secara periodik, kemudian serahkan tiket kredit setoran tersebut beserta asli tell strook pada Head Teller untuk menyiapkan Jurnal Antar Bagian. Pada akhir hari kerja Head Teller akan mencocokan total penerimaan setoran uang tunai pada Teller Blotter dengan Jurnal Antar Bagian.

3.2. 3.3.

3.4.

3.5.

3.6.

3.7.

3.8.

4. Penerimaan Setoran Cek / Bilyet Giro BMI (House Cheque).

4.1.

Terima slip setoran yang dilampiri cek/bg BMI, kemudian lakukan pemeriksaan : 4.1.1. Periksa kelengkapan pengisian slip setor ( tanggal, nomor rekening dan nama nasabah, jumlah dan indikasi penyetor ) 4.1.2. Periksa kelayakan warkat yang disetorkan ( misal tanggal efektip sudah sampai atau belum, jumlah dalam hurup dan angka, endorsement bila ada, tanggal efektip kadaluwarsa tidak ). Periksa apakah coretan/perubahan yang ada pada slip maupun warkat telah diotentikasikan. Lakukan verifikasi tandatangan dengan cara membandingkan tandatangan pada warkat dengan kartu contoh tandatangan yang sesuai. Periksa apakah jumlah pada slip sesuai dengan jumlah pada warkat dan apakah perincian pada bukti nasabah sesuai dengan perincian pada lembar lainnya, kemudian lakukan pendebetan rekening giro yang sesuai. Bila ditolak ( saldo kurang, dan atau tidak layak ) maka kembalikan lembar-lembar slip setor berikut warkatnya. Lakukan Jurnal sebagai berikut: Debet : Rek. Nasabah Kredit : Rek. Nasabah Bila OK, maka lakukan validasi pada slip setor maupun warkatnya. Distribusikan lembar slip setor 4.1.9.1. 4.1.9.2. 4.1.9.3. Serahkan lembar nasabah kepada penyetor. file lembar bukti teller Serahkan lembar kredit tiket setor dengan warkat untuk difile Data Control.

4.1.3.

4.1.4.

4.1.5.

4.1.6.

4.1.7.

4.1.8.

4.1.9.

5. Penerimaan Setoran Kliring 5.1. Terima slip setor dengan dilampiri warkat bank lain, kemudian lakukan pemeriksaan. 5.1.1. 5.1.2. 5.1.3. 5.1.4. Periksa kelengkapan pengisian slip setor Periksa kelayakan warkat . Periksa apakah perubahan yang ada sudah diotentikasi. Apakah jumlah pada slip setor sesuai dengan jumlah pada warkat dan apakah rincian pada lembar nasabah sesuai dengan perincian pada lembar lainnya. Validasi lembar belakang warkat dan lembar muka slip setor. Tulis nomor rekening nasabah pada lembar belakang warkat.

5.1.5.

5.1.6.

5.2.

Buatkan jurnal sebagai berikut : Debet : BI Tom Kredit : Nasabah Distribusikan 5.3.1. Serahkan lembar bukti nasabah kepada penyetor. 5.3.2. Serahkan warkat dan tiket kredit slip kepada petugas kliring. File bukti teller.

5.3.

5.3.3. 5.4.

Pada akhir jam kliring, jumlahkan semua bukti teller atas setoran kliring dan wajib di cocokan dengan warkat yang diterima oleh petugas kliring dari teller, kemudian bubuhkan paraf pada masingmasing penjumlahan sebagai bukti telah dilakukan pencocokan.

6. Pembayaran cek Bank Muamalat Indonesia (BMI) 6.1. Sama dengan prosedur penerimaan housecek hanya :

6.1.1.

Setiap penguangan cek, nasabah wajib membubuhkan tanda tangannya dilembar belakang cek sebagai bukti penerimaan uang, serta perlu dicatat indentitas lengkap. Apabila jumlah yang harus dibayar melebihi limit teller, maka teller wajib meminta persetujuan kepada pejabat pemegang limit bayar yang memenuhi untuk itu. Buatkan Jurnal sebagai berikut : Debet : Rek. Nasabah Kredit : Kas. Hitung jumlah uang yang akan diberikan dan tuliskan rincian jumlah di lembar belakang cek bila .

6.1.2.

6.1.3.

6.1.4.

7. Penerimaan warkat untuk diinkasokan. 7.1. Terima warkat yang akan diinkasokan beserta surat permintaan inkaso yang telah diisi dan ditandatangni. Periksa kebenaran perincian pada surat permintaan inkaso, bandingkan dengan warkat yang diterima, bila warkat tersebut tertarik pada Bank lain yang tidak dikenal, serahkan kepada Karyawan Pimpinan untuk disetujui dengan jalan membubuhkan parafnya pada lembar surat permintaan inkaso. Validasi surat permintaan inkaso serta lembar belakang warkat. Serahkan lembar nasabah kepada penyetor dan lembar lainnya serta warkat ke bagian inkaso.

7.2.

7.3. 7.4.

8. Penerimaan pembukaan deposito mudharabah 8.1. Terima aplikasi ditandatangani. / kontrak yang telah dilengkapi serta

8.2.

Periksa kelengkapan pengisian aplikasi / kontrak deposito mudharabah tersebut (misal : porsi nisbah, jangka waktu, cara pengambilan bagi hasil maupun pokoknya pada saat jatuh tempo, pilihan dana berasal ). Bila berupa pendebetan rekening, serahkan kepada bagian yang berwenang untuk diproses lebih lanjut.

8.3.

8.4.

Bila setoran Tunai 8.4.1. Periksa apakah jumlah dalam angka dan hurup pada lembar aplikasi / kontrak sesuai jumlah uang yang diterima, buat rincian untuk jumlah melebihi limit dan mintakan persetujuan limit kepala teller / Kuasa Kas. Yakinkan bahwa jumlah pada copy aplikasi / kontrak sama dengan jumlah pada aplikasi / kontrak asli, bubuhkan stamp validasi. Serahkan aplikasi / kontrak deposito kepada penyetor dan asli ke bagian yang sesuai untuk di proses lebih lanjut. Lakukan jurnal pada komputer : Dr. Kas Rupiah / Valas (SSL Teller yang bersangkutan) Cr. RAB Otomatis Pembukaan Deposito Serahkan : copy aplikasi nasabah kepada deposan dan dipersilahkan kembali ke Custumer service untuk menerima lembar Advis Deposito (Bilyet Deposito).

8.4.2.

8.4.3.

8.4.4.

8.4.5.

8.5.

Apabila dananya berasal dari pindah buku. 8.5.1. Periksa apakah jumlah dalam angka dan hurup pada lembar aplikasi / kontrak sesuai jumlah uang yang diterima, buat rincian untuk jumlah melebihi limit dan mintakan persetujuan limit kepala teller / Kuasa Kas. Lakukan verifikasi tandatangannya. Yakinkan bahwa calon deposan tersebut adalah orang yang berhak mendebet rekening yang tertera pada aplikasi pembukaan deposito. Yakinkan bahwa jumlah pada copy aplikasi / kontrak sama dengan jumlah pada aplikasi / kontrak asli, bubuhkan stamp validasi. Lakukan pendebetan rekening sesuai dengan aplikasi deposito yang diterima, yakinkan bahwa nama dan nomor rekening yang tertera dalam aplikasi sesuai dengan yang tampil dalam komputer. Lakukan Jurnal di komputer : Dr. Rekening Giro / Tabungan Cr. RAB Otomatis Pembukaan Deposito

8.5.2.

8.5.3.

8.5.4.

8.5.5.

8.5.6.

Serahkan aplikasi / kontrak deposito kepada penyetor dan asli ke bagian yang sesuai untuk di proses lebih lanjut.

9. Pembayaran Deposito Mudharabah jatuh tempo. 9.1. Terima adpis deposito yang dibubuhi garis menyilang serta tanda tangan customer services dari deposan. Periksa kebenaran dan keabsahan tanda tangan persetujuan Pejabat yang berwenang dan tanda tangan customer services. Mintakan kepada deposan untuk menandatangani di lembar belakang adpis pencairan deposito. Cocokan tanda tangan deposan dengan kartu contoh tanda tangan. Bubuhi stamp teller pada adpis. Buatkan tiket Debet dan Jurnal sebagai berikut : 9.6.1. Jika diambil Tunai : Dr. Titipan Deposito *) Cr. Kas Jika Pindah Buku : Dr. Titipan Deposito *) Cr. Giro/Tabungan Jika di Transfer ke Bank Lain : Dr. Titipan Deposito *) Cr. BI TOM /RAK **)

9.2.

9.3.

9.4. 9.5. 9.6.

9.6.2.

9.6.3.

9.7. 9.8.

Lakukan pembayaran sejumlah yang sesuai pada tiket jika pembayaran tunai. Serahkan tiket ke bagian yang berwenang.

10.Pembayaran Deposito Mudharabah Bagi hasil dan jatuh tempo. 10.1. Terima adpis deposito yang dibubuhi gari menyilang serta tanda tangan customer services dari deposan.

10.2.

Periksa kebenaran dan keabsahan tanda tangan persetujuan Pejabat yang berwenang dan tanda tangan customer services. Mintakan kepada deposan untuk menandatangani di lembar belakang adpis pencairan deposito. Cocokan tanda tangan deposan dengan kartu contoh tanda tangan. Bubuhi stamp teller pada adpis. Buatkan tiket Debet dan Jurnal sebagai berikut : 10.6.1. Jika diambil Tunai : Dr. Titipan Bagi Hasil Deposito *) Cr. Kas Jika Pindah Buku : Dr. Titipan Bagi Hasil Deposito *) Cr. Giro/Tabungan Jika di Transfer ke Bank Lain : Dr. Titipan Bagi Hasil Deposito *) Cr. BI TOM /RAK **) *) Pada saat deposito dibreak / Jatuh tempo tunai , maka komputer akan secara otomatis memasukan kedalam SSL Titipan Deposito. **)Jika transaksi transfer kebank lain terjadi di Cabang Pembantu maka dicatat kedalam Rekening Antar Kantor (Cr : RAK....).

10.3.

10.4. 10.5. 10.6.

10.6.2.

10.6.3.

10.7.

Lakukan pembayaran sejumlah yang sesuai pada tiket jika pembayaran tunai.

11.Pembayaran kiriman uang dari bank. 11.1. Bila lembar pemberitahuan KU dibawa. 11.1.1. Terima pemberitahuan kiriman uang dari penerima dana beserta kartu indentitasnya. Cocokan identitas penerima dengan yang tercantum dalam pemberitahuan kiriman uang, konfirmasikan ke bagian sundries terhadap keberadaan tiket reversingnya.

11.1.2.

11.1.3.

Mintakan tandatangan penerima pada lembar belakang pemberitahuan kiriman uang diatas materai yang cukup lakukan verifikasi. Serahkan kepada kepala teller atau kuasa kas bila melebihi limit, untuk disetujui kemudian bayarkan sesuai jumlah uang yang tertera pada pemberitahuan kiriman uang. Buatkan jurnal sebagai berikut : Debet : Titipan Kas & Teller Kredit : Kas Buat perincian jumlah uang pada lembar pemberitahuan kiriman uang, serahkan lembar tersebut kepada bagian yang berwenang untuk diproses lebih lanjut.

11.1.4.

11.1.5.

11.1.6.

11.2.

Bila Pemberitahuan KU tidak dibawa. 11.2.1. 11.2.2. Mintakan persetujuan karyawan pimpinan Mintakan pernyataan penerima KU yang ditandatangani diatas materai cukup. Terima reversing tiket pemberitahuan kiriman uang (KU) dari bagian yang berwenang sebagai media pembayarannya, bandingkan penerima dengan dengan indentitasnya. Mintakan tandatangan penerima pada lembar belakang tiket reversing diatas materai cukup sebagai bukti penerimaan uang. Serahkan kepada kepala teller atau kuasa kas bila melebihi limit, untuk disetujui kemudian bayarkan sesuai jumlah uang yang tertera pada pemberitahuan kiriman uang. Buatkan jurnal sebagai berikut : Debet : Titipan Kas & Teller Kredit : Kas

11.2.3.

11.2.4.

11.2.5.

11.2.6.

11.2.7.

Buat perincian jumlah uang pada lembar pemberitahuan kiriman uang, serahkan lembar tersebut kepada bagian yang berwenang untuk diproses lebih lanjut.

12.Mutasi uang tunai antar Teller. 12.1. Siapkan "Daftar Permintaan Uang (Tellers Exchange)" untuk setiap permintaan uang tunai antar Teller atau antara Teller dengan Head Teller. Tuliskan jumlah serta rinciannya. Lakukan validasi terhadap daftar permintaan uang tunai tersebut. Serahkan lembar asli daftar permintaan uang tunai kepada Teller/Head Teller yang menyerahkan uang sesuai permintaan. Hitung jumlah uang yang diterima dan bandingkan dengan daftar permintaan uang.. Tahan duplikat untuk dibukukan sebagai berikut : 12.6.1. 12.6.2. 12.7. Teller yang menerima uang mengkredit uang antar teller. Teller yang menyerahkan uang mendeber uang antar teller.

12.2. 12.3. 12.4.

12.5.

12.6.

kedalam mutasi harian teller. Teller yang menerima uang akan mengkredit "Mutasi Uang Antar Teller" dan Teller yang menyerahkan uang akan mendebet pada lembar mutasi harian teller masing-masing. Simpan duplikat permintaan uang.

13.Proses Akhir Hari Kerja. 13.1. Hitung dan catat uang tunai sesuai dengan perinciannya dihalaman belakang dari Mutasi Harian teller. Catat jumlah uang yang ada pada akhir hari kerja didalam Mutasi Harian Teller. Lengkapi dengan mutasi harian teller berdasarkan catatan sementara teller. Jumlahkan kolom debet dan kredit pada mutasi harian teller. Masukan saldo akhir hari itu sebagai saldo awal pada mutasi harian teller hari kerja berikutnya, kemudian validasi lembar tersebut dan simpan didalam kotak uang teller. Serahkan Mutasi Harian teller dan lembar strook penjumlahan kepada Head teller.

13.2.

13.3. 13.4.

13.5.

13.6.

Head Teller akan : 13.6.1. Periksa saldo rekening antar bagian dan yakinkan saldonya nihil , jika saldonya belum nihil lakukan Folow up ke bagian yang bersangkutan. Serahkan semua Mutasi Harian Teller kepada Cash officer untuk dilakukan otorisasi . Serahkan tiket mutasi kas kepada bagian Qualiti Control. Periksa bahwa semua bukti transaksi teller (copy teller slip setor dan lainya) yang perlu telah disimpan dalam amplop. Cara penyimpanan mutasi harian teller harus dilakukan satu teller dengan satu amplop dengan membubuhkan teller stamp, kemudian digabung dalam satu amplop mutasi harian gabungan per tanggal dan dibagian luar amplop wajib di tanda tangani oleh Head Teller. Kumpulan amplop ini wajib disimpan sedikitnya 3 bulan, baru boleh dimusnahkan.

13.6.2.

13.6.3. 13.6.4.

14.Selisih Perhitungan Teller. 14.1. 14.2. 14.3. Teller menyiapkan debet/kredit tiket buku besar rekening selisih. Serahkan Mutasi Harian Teller dan tiket kepada Kepala Teller. Setiap selisih uang tunai yang terjadi karena kesalahan pembayaran/penerimaan, atau perhitungan kurs, diatas limit yang ditentukan oleh Pimpinan Cabang, wajib dilaporkan kepada Pimpinan Cabang dengan tembusan Kepala Bagian Administrasi Operasi dan Audit/Kontrol. Tiket rekening selisih wajib disetujui oleh karyawan pimpinan yang berwenang sesuai dengan penunjukan dalam Instruksi Operasi.

14.4.

15.Penutupan Kas. 15.1. Teller menyimpan semua uang tunai, barang-barang berharga, Mutasi Harian Teller yang baru serta cap mesin validasi ( key slug ) didalam kotak uangnya. Cash Officer menerima Mutasi Harian Teller hari itu dari Head teller. Cash Officer memeriksa kembali setiap kotak uang teller dan menghitung uang yang ada secara bundel per bundel atau secara terperinci, kemudian membandingkan dengan saldo penutupan pada Mutasi Harian Teller dan saldo pembukaan pada Mutasi Harian Teller hari kerja berikutnya. Cash Officer

15.2. 15.3.

membubuhkan parapnya pada kedua lembar mutasi harian teller dan menyimpan kembali Mutasi Harian Teller hari kerja berikutnya didalam kotak uang teller. 15.4. Cash Officer memeriksa apakah pada mutasi harian teller gabungan sudah terdapat parap pencocokan antar bagian. Cash Officer meneliti apakah masih ada barang tertinggal didalam ruang teller.

15.5.

16.Penyimpanan kotak uang teller. 16.1. Bila disimpan terpisah dari lemari Kas Besar. 16.1.1. Head Teller dan Teller yang ditunjuk membuka kunci/kunci kombinasi dari lemari penyimpanan di bawah penjagaan petugas keamanan. Di bawah pengawasan Head Teller, setiap Teller menyimpan kotak uangnya dan membubuhkan paraf pada buku khasanah utama. Teller juga akan mencantumkan jam penyimpanan. Head Teller akan mencantumkan paraf pada buku Khasanah Utama. Bila semua selesai , Head Teller dan Teller yang ditunjuk mengunci kembali kunci/kunci kombinasi dari lemari penyimpan dan menghapuskan kembali kode kunci kombinasi.

16.1.2.

16.1.3. 16.1.4.

16.2.

Bila disimpan bersama dengan Kas Besar. 16.2.1. Cash Officer dan Head Teller membuka kunci/kunci kombinasi dari lemari Kas Besar di bawah penjagaan petugas keamanan. Di bawah pengawasan Cash Officer , setiap Teller menyimpan kotak uangnya dan membubuhkan paraf dan jam penyimpanan pada buku Khasanah Utama. Head Teller & Cash Officer akan menghitung bersama serta menyimpan "Cadangan Uang Tunai" Head Teller di dalam lemari Kas Besar. Head Teller membubuhkan paraf pada buku Kas Besar. Cash Officer akan membubuhkan paraf, baik pada buku Khasanah Utama maupun buku Kas Besar. Cash Officer & Head teller akan mengunci kembali kunci/kunci kombinasi dari lemari Kas Besar dan menghapuskan kode kunci kombinasi kembali.

16.2.2.

16.2.3.

16.2.4.

16.2.5.

17.Setoran cek/bilyet giro terlambat. 17.1. Teller menerima dan memeriksa : 17.1.1. 17.1.2. 17.1.3. Apakah cek/bilyet giro sudah kadaluarsa. Apakah endorsmen pada cek tidak menyalahi ketentuan. Apakah jumlah yang tertera pada lembar manifold slip setoran sesuai dengan jumlah cek/bilyet giro.

17.2.

Beritahukan pada nasabah penyetor bahwa pengkreditan rekeningnya akan dilaksanakan pada hari kerja berikutnya atau sesuai dengan tanggal efektif. Bubuhi manifold slip setoran dengan stempel "DITERIMA UNTUK DIKREDITKAN TANGGAL ....." serta "DIBAYAR JIKA DANA TERTAGIH", kemudian tuliskan tanggal pengkreditannya. Yakinkan kembali bahwa bukti nasabah dari manifold slip setoran sesuai perinciannya dengan lembar-lembar lain, kemudian serahkan kepada penyetor. Buat daftar mutasi harian ( buku harian ) atas penambahan / pengurangan setoran cek/bg terlambat dan mintakan parap Kuasa kas untuk mengetahuinya. Serahkan kepada bagian kliring untuk disimpan di dalam kotak khusus setoran cek/bilyet giro terlambat, kemudian masukkan ke dalam Khasanah Utama dan proses pada hari kerja berikutnya.

17.3.

17.4.

17.5.

17.6.

18.Pengambilan Uang Dari Bank Indonesia 18.1. Head Teller harus mempersiapkan sehari sebelumnya berapa besar kebutuhan penambahan uang kas yang akan diambil di Bank Indonesia. Untuk memudahkan dan mempercepat proses penghitungan uang sebaiknya head Teller memberitahukan jumlah denominasi uang yang akan diambil ke bank Indonesia melalui Faksimail Head Teller membuat Surat Permohonan Permintaan penambahan uang Kas Besar dari Bank Indonesia kepada Kepala KOR dengan memberitahukan terlebih dahulu keUrusan Treasury guna menjaga liquiditas. Mintahkan persetujuan penambahan uang kas besar dari kepala KOR

18.2.

18.3.

18.4.

18.5.

Siapkan Cek Bank Indonesia dan mintakan tanda tangan dari pejabat yang berwenang. Siapkan kendaraan dan bawa kotak uang kosong beserta petugas yang akan berangkat ke bank Indonesia sepertihalnya ditetapkan : 18.6.1. Head Teller/Teller yang ditunjuk 18.6.2. Office Boy 18.6.3. Petugas Satpam 18.6.4. Pengemudi Jumlah / Limit pengambilan uang harus mengikuti ketentuan Assuransi Cash in Transit , apabila ada pengambilan melebihi jumlah / Limit yang ditentukan head Teller wajib memberitahukan kepada pihak Assuransi. Setiap pengambilan uang dari Bank Indonesia tidak diperkenankan untuk melakukan transaksi lain misal : Pick up Service kepada nasabah. Siapkan Slip Cash Exchange penerimaan untuk dicatatkan kedalam mutasi harian Kas Besar.

18.6.

18.7.

18.8.

18.9.

18.10. Uang yang diambil dari Bank Indonesia Tidak diperkenankan dihitung / mampir terlebih dahulu di Cash Counter tetapi harus langsung di Brankas Kas Besar. 19.Setoran Ke Bank Indonesia 19.1. Head Teller terlebih dahulu sehari sebelumnya mempersiapkan besarnya kelebihan uang Kas Besar yang akan disetor kepada Bank Indonesia. Siapkan Slip Exchange Pengeluaran Uang dari mutasi Kas Besar Penghitungan uang harus dilakukan didalam khasanah utama dan tidak diperkenankan untuk dihitung di counter Cash. Uang yang akan disetorkan harus dalam kondisi rapih dan dalam bunder bank Muamalat sesuai dengan ketentuan bank Indonesia. Masukan uang kedalam Box besar kemudia bawa ke Bank Indonesia dengan formasi petugas yang ditetapkan : 19.5.1. Head Teller/Teller yang ditunjuk 19.5.2. Office Boy 19.5.3. petugas Satpam 19.5.4. Pengemudi. Beritahukan jumlah uang yang disetor kepada Urusan Treasury.

19.2. 19.3.

19.4.

19.5.

19.6.

20.Setoran Tunai Terlambat. 20.1. Terima uang berikut slip setor dari nasabah oleh karyawan yang ditunjuk dalam instruksi operasi, hitung secara terperinci. Periksa apakah perincian pada lembar bukti nasabah dari lembar manifold sesuai dengan perincian pada lembar lainnya, periksa jumlah uang yang diterima apakah sesuai dengan yang tertera pada slip setor. Mintakan tandatangan kepada Kuasa Kas pada slip setor untuk diketahui. Serahkan lembar bukti nasabah kepada penyetor. Simpan uang tersebut kedalam kotak yang tersedia (dual control) dalam khasanah utama. Bukukan : Debet : Kas setoran tunai terlambat ( menggunakan reversing ). Kredit : Giro/tabungan Keesokan harinya ambil kotak penyimpanan dan serahkan/setorkan uang tersebut kepada Teller. Bukukan : Debet : Kas Kas besar Kredit : Kas Setoran tunai terlambat

20.2.

20.3. 20.4. 20.5.

20.6.

20.7.

20.8.