Anda di halaman 1dari 2

Faktor yang mempengaruhi proteksi katodik pipeline

Ada 3 faktor utama yang menentukan proteksi katodik untuk fasilitas laut dalam. 3 faktor tersebut antara lain, suhu, hambatan air, dan endapan calcareous. 1. Suhu Air - Saat kedalaman meningkat, suhu air menurun. Penurunan suhu air akan mempengaruhi faktor berikutnya, yaitu hambatan air. Hal ini disebabkan penurunan suhu mengubah komposisi garam yang dikandung air dan endapan calcareous yang terbentuk di katoda. 2. Hambatan Air - Peningkatan hambatan air menyebabkan peningkatan pada anoda. Hal ini akan mengurangi output aliran sehingga apabila tidak diantisipasi, proteksi akan tidak maksimal. 3. Endapan Calcareous - Endapan ini terbentuk di permukaan katoda sebagai hasil dari reaksi-reaksi elektrokimia. Endapan ini akan menghambat proses proteksi karena akan mengurangi densitas aliran yang diperlukan agar proteksi katoda berjalan.

PROTEKSI KATODIK (Cathodic Protection)


Dalam dunia industri perminyakan sering kali dijumpai masalah pada peralatan operasional yang kebanyakan terbuat dari baja dan besi. Salah satu masalah tersebut yaitu korosi. nah disini saya akan mencoba berbagi sedikit tentang apa yang saya ketahui terutama pada bidang penanggulangan masalah korosi ini. Sebenarnya banyak sekali metode yang telah ada untuk menanggulangi masalah korosi ini. salah satunya dengan cara Cathoidic Protection. Cathodic Protection merupakan salah satu metode teknologi pengendalian korosi dengan cara membalikkan arah arus korosi. Membalikkan arah arus korosi, dimaksudkan untuk mengembalikan electron-electron yang mengurai dari logam tertentu, yang bersifat kebal atau imun sehingga proses korosi pada logam dapat dikurangi atau ditiadakan (tidak sampai hilang). Proteksi katodik (Cathodic Protection) adalah teknik yang digunakanuntuk pengendalian korosi pada permukaan logam dengan menjadikan permukaan logam tersebut sebagai katoda dari sel elektrokimia. Proteksi katodik ini merupakan metode yang umum digunakan untuk melindungi struktur logam dari korosi. Sistem proteksi katodik ini biasanya digunakan untuk melindungi baja, jalur pipa, tangki, tiang pancang, kapal, anjungan lepas pantai, dan casing (selubung) sumur minyak di darat. Efek samping dari penggunaan yang tidak tepat adalah timbulnya molekul hidrogen yang dapat terserap ke dalam logam sehingga menyebabkan hydrogen embrittlement (kegetasan hidrogen). Ditinjau dari sumber listriknya, metode proteksi katodik dibagi menjadi dua, yaitu

metode anoda korban (sacrificial anode) dan metode arus tanding (sacrificial anode). 1. Metode anoda korban (sacrificial anode) Prinsip dari metode anoda korban ini adalah melindungi logam dengan cara mengorbankan logam yang lebih reaktif, dimana mekanisme prosesnya adalah sama dengan proses korosi galvanik, yaitu perpindahan elektron dari logam yang lebih reaktif (potensial lebih negatif) ke logam yang dilindungi (potensial lebih positif) melalui elektrolit yang korosif dengan penghubung konduktor. Dimana meterial anoda yang bisa digunakan dalam metode anoda korban adalah logam-logam yang mempunyai potensial lebih negatif atau reaktif terhadap lingkungan dari potensial baja, misalnya paduan aluminium, seng dan magnesium.

2. Metode arus tanding (impressed current) Prinsip dari metode anoda arus tanding ini adalah melindungi logam dengan cara mengalirkan arus lisrtik searah yang diperoleh dari sumber luar, biasanya dari penyearah arus (transformer rectifier), dimana kutub negatif dihubungkan ke logam yang dilindungi dan kutub positif dihubungkn ke anoda. Dimana meterial anoda yang bisa digunakan dalam metode arus tanding adalah logam yang konduktif dan mempunyai sifat inert atau semi consumable, Platina-titanium, Ferro silicon, baja karbon, ferro silicon crhom, PA-Ag, grafit.