Anda di halaman 1dari 8

WAKTU DAN TEMPAT BERDO'A Ibnu 'Atha' menjelaskan doa itu mempunyai beberapa rukun (sendi) yang menyebabkan

teguh dan kuat berdirinya, mempunyai beberapa sayap yang menyebabkan ia naik ke langit tinggi, mempunyai beberapa sebab yang menyebabkan diterimanya. Maka apabila doa itu dilekatkan di atas rukun-rukun (sendi-sendinya), maka kokoh dan tegaklah berdirinya doa itu. Jika ia mempunyai sayap, maka terbanglah ia ke langit menuju tujuannya dan jika ada sebabnya, maka diterimalah doa itu...!!!" Menurut Ibnu 'Atha', rukun-rukun doa itu, ialah: kehadiran hati bila berdoa, serta tunduk menghinakan diri kepada Allah. Sayap-sayapnya, ialah: berdoa dengan sepenuh kemauan dan keikhlasan yang timbul dan lubuk jiwa dan bertepatan dengan waktunya. Sebab utama doa diterima ialah bershalawat kepada Nabi sebelum berdoa. WAKTU UNTUK BERDO'A Pada bulan Ramadhan, terutama pada malam Lailatul Qadar. Pada waktu wukuf di 'Arafah, ketika menunaikan ibadah haji. Ketika turun hujan. Ketika akan memulai shalat dan sesudahnya. Ketika menghadapi barisan musuh dalam medan peperangan. Di tengah malam. Di antara adzan dan iqamat. Ketika I'tidal yang akhir dalam shalat. Ketika sujud dalam shalat. Ketika khatam (tamat) membaca Al-Qur'an 30 Juz. Sepanjang malam, utama sekali sepertiga yang akhir dan waktu sahur. Sepanjang hari Jum'at, karena mengharap berjumpa dengan saat ijabah (saat diperkenankan doa) yang terletak antara terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari Jum'at itu. Antafa Zhuhur dengan 'Ashar dan antara 'Ashar dengan Maghrib. Pada waktu pengajian (belajar) di suatu majelis. Pada waktu minum air zam-zam. Nabi Saw. bersabda: Artinya: "Tuhan turun ke langit dunia, ketika malam telah tinggal sepertiga yang akhir. Maka berkatalah Tuhan: Siapa-siapa yang mendoa kepada-Ku, maka Aku perkenankan doanya. Siapa yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni dia." (HR. Bukhr dan Muslim). Artinya: "Pada waktu malam, sesungguhnya ada suatu saat, dimana jika seseorang Muslim memohon kepada Allah suatu kebajikan dunia dan akhirat ketika itu, niscaya Allah mengabulkannya." (HR. Muslim).

Artinya: "Mendoalah di saat doa itu diperkenankan Tuhan; yatu: di saat berjumpa pasukan-pasukan tentara (bertempur), ketika hendak mendirikan salat dan ketika turun hujan." (HR. Al-Syfi'i). Artinya: "Tidak ditolak suatu doa yang dimohonkan antara adzan dan iqamat. (HR. Al-Turmudz). Artinya: "Inginkah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menyelamatkan kalian dari musuh-musuh dan memudahkan tezeki bagi kalian? Maka berdoalah kalian kepada Allah di waktu malam dan diwaktu siang. Karena sesunggunya doa itu adalah senjata orang mukmin." (HR. Ab Ya'l). Artinya: "Ditanyakan orang kepada Rasulullah Saw. Wahai Rasulullah, manakah doa yang paling didengar Allah?" Rasulullah menjawab: "Doa di tengah malam dan doa setelah shalat wajib." (HR. AlTirmidz) Artinya: "Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa (ketika itu)." (HR. Muslim) Artinya: "Allah mempunyai nama-nama yang baik, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut. Dan tinggalkanlah (cara-cara) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-A'rf: 180) TEMPAT YANG BAIK UNTUK BERDO'A Di kala melihat Ka'bah. Di kala melihat mesjid Rasulullah Saw. Di tempat dan di kala melakukan thawaf. Di sisi Multazam. Di dalam Ka'bah. Di sisi sumur Zamzam. Di belakang makam Ibrahim. Di atas bukit Shafa dan Marwah. Di 'Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di sisi Jamarat yang tiga. Di tempat-tampat yang mulia lainnya, seperti di Mesjid dan tempat-tempat peribadatan lainnya. (sen)

ISTERI SOLEHAH Isteri solehah itu tak pernah takut kepada siapapun, Ia juga tidak pernah takut pada apapun, Hanya satu yang ia takuti, Yaitu takut tidak mendapatkan ridha dari suaminya. Ia sadar, Walau setakwa apapun dirinya kepada ALLAH, Sebanyak apapun ia beribadah, Sesering apapun ia berdoa, Akan sia-sia belaka jika ia tidak berbakti kepada suaminya. Ia juga sadar, Bahwa ridha ALLAH tak akan pernah ia dapatkan sebelum mendapat ridha dari suaminya. Isteri solehah itu jarang mengeluh berapapun nafkah yang diberikan suaminya, Ia selalu berusaha merasa cukup atas rezeki yang diberikan oleh ALLAH. Isteri solehah itu lebih mementingkan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya walaupun kadang merasakan keperihan. Ia selalu bisa memaafkan kesalahan suami walaupun ia sendiri kadang merasa tersiksa. Isteri solehah itu selalu menjaga, melindungi dan menutupi aib suaminya meskipun kepada orang tuanya, Ia selalu mengadu kepada Rabbnya dalam setiap do'anya. Isteri solehah itu dapat menahan emosi dikala suami marah, Ia mampu bersabar di kala ujian datang, Ia sanggup bertahan di kala badai menghantam. Ia telah meneguhkan hati, bahwa menjadi isteri solehah itu lebih penting dari segalanya. SubhanAllah... Beruntungnya dirimu wahai wanita solehah. Percayalah, bahwa Jannah-NYA sedang tersenyum menyambut kedatanganmu... Salam santun ya akhina wa ukhtina...

10 PINTU SETAN DALAM MENYESATKAN MANUSIA Saudaraku, ketahuilah bahwa hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga, kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada saat ini kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa memasukinya. Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini. Pintu pertama: Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar. Pintu kedua: Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, :

Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: audzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya. (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih) Pintu ketiga: Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini. Pintu keempat: Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana dalam hadits:

Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari kiamat nanti. (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengataka n bahwa hadits ini shohih) Pintu kelima: Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pinta keenam: Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan. (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Yala dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan) Pintu ketujuh: Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta. Pintu kedelapan: Yaitu mengajak orang awam supaya taashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, t idak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya. Pintu kesembilan: Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah. Pintu kesepuluh: Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersuuzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu m erasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari aib orang lain. Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.

BERDOALAH Ketika dirimu gelisah. Sentuhlah hatimu dengan lantunan ayat-ayat cinta dalam kitab-Nya Ketika kau lemah & tak Berdaya. Rangkum kembali makna-makna kebersamaan, bersama saudarasaudaramu agar saling menguatkan. Ketika kau lelah dan mulai putus asa. Maka Allah swt akan tersenyum padamu yakinlah tiada usaha halal yg sia-sia. Ketika peluh & kerja tak dihargai maka saat itu kita sedang belajar tentang ketulusan. Ketika usaha keras kita dinilai sia-sia oleh orang lain Maka saat itu kita sedang memaknai keikhlasan. Ketika hati terluka dalam karena tuduhan atas hal yang tak pernah kita lakukan maka saat itu kita sedang belajar tentang memaafkan. Ketika lelah mendera & kecewa menerpa maka saat itu kita sedang belajar memaknai tentang arti kesungguhan. Ketika sepi menyergap & sendiri membulat dalam keramaian maka saat itu kita sedang memberi makna tentang ketangguhan. Ketika kita harus membayar biaya yang sebenarnya tak perlu kita tanggung, maka saat itu kita sedang belajar tentang kemurahhatian. Bersama kesulitan ada kemudahan. Jangan pernah merugikan & menyakiti org lain. Allah maha meliihat & mendengar rintihan hatimu: BERDOALAH. Sumber->Dunia Islam. Baca Juga AHLI NEUROLOGY AUSTRIA MEMBEBERKAN FAKTA MENGEJUTKAN TENTANG WUDHU " di Halaman->Dunia Islam.

Syukur Jelang Tidur Dari Ibnu Masud radhiyallahu anhu berkata, Aku menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Saat itu beliau sedang tidur di atas tikar yang membekas pada pinggangnya. Aku pun menangis Beliau berkata, Apa yang menjadikanmu menangis...? Ibnu Mas'ud berkata, Raja Kisra dan Qaisar tidur diatas kain sutra sedangkan engkau tidur diatas tikar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, "

Tiadalah aku dengan dunia melainkan seperti seseorang yang bepergian kemudian berteduh dibawah pohon. Lalu dia pun pergi meninggalkannya... (Shahih, HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah) Demikianlah alas tidur pemimpin ummat... Tiada keluhan, tak pula celaan... Adapun kita... Masihkah mengerutu di atas dipan empuk..? Kerap bersedih di pembaringan nan nyaman...? Menjelang tidur. Matikan dan letakan barang dalam genggaman Anda sekarang ini. Berwudhulah.. Bacalah dzikir-dzikir sebelumnya dan juga ayat al-kursi. Berbaring pada lambung kanan. Semoga Allah senantiasa memberkahi dan menaungi hidup kita.. bahkan di saat tidur... Follow KKH di Twitter : @Kata2Hikmah_OFA