Anda di halaman 1dari 7

Nama NIM Kelas

: MILA ROZI : 2011051315 : 541

PASAR MONOPOLISTIK
Pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang extreme atau dapat didefinisikan : Persaingan monopolistis terdapat bila dalam suatu pasar ada banyak produsen, tetapi ada unsur-unsur deferensiasi produk (perbedaan merek, bungkus, dsb) diantara produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen. Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk

memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.

Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya. CIRI-CIRI PASAR MONOPOLISTIS a. Terdapat banyak perusahaan di dalam pasar maka pasar persaingan monopolistis mempunyai ukuran yang relatif sama, keadaan ini menyebabkan produksi sesuatu perusahaan adalah sedikit kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksi perusahaan-perusahaan dalam pasar tersebut. b. Barang produksinya bersifat berbeda corak Produksi perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolis berbeda coraknya, sehingga secara fisik mudah dibedakan di antara produksi sesuatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Perbedaan di sini antara lain bentuk fisik barang, pembungkusannya, bentuk jasa perusahaan setelah penjualan dan perbedaan dalam cara membayar barang yang dibeli. c. Perusahaan mempunyai sedikit kekuatan dalam menentukan dan

mempengaruhi harga. Perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis dapat mempengaruhi harga, dan ini bersumber dari sifat produksi yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, yaitu lebih menyukai produksi sesuatu perusahaan menaikkan harga barangnya, ia masih dapat menarik pembeli walaupun jumlah pembelinya tidak sebanyak seperti sebelum kenaikan harga. d. Pemasukan kedalam industri relatif mudah. Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistis tidak akan banyak mengalami kesukaran, hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti di dalam oligopoli dan monopoli.

Keseimbangan Monopolistis a. Kurve permintaan menurun b. Posisi keseimbangan bila MR = MC c. Karena bebas memperoleh keuntungan, maka dalam jangka panjang kurve permintaaqn D bersinggung dengan kurve Average Cost (AC). Equilibrium perusahaan dalam jangka pendek dengan keuntungan lebih (excess profit) Equilibrium dalam jangka panjang. Karena masuknya perusahaanperusahaan baru : (a) Kurve permintaan perusahaan menurun dari D ke D' dan (b) Kurve AC dan MC menaik ke AC' dan MC'

Monopolisitis dan Kesejahteraan Masyarakat 1. Ketidak efisienan produksi karena produsen tidak beroperasi pada AC minimum. Yang berarti pemborosan sumber ekonomi masyarakat. 2. Konsumen membayar harga produk > MC untuk menghasilkan produk tersebut; sebaliknya input dibayar MC Cara mengatasi efek negatif tersebut al: 1) Mengurangi jumlah produsen sehingga kurve permintaan bergeser ke atas dari D ke D', yaitu pada posisi kurve permintaan tersebut memotong AC pada titik minimumnya. 2) Memerintahkan produsen berproduksi Q* pada saat MC = AC = D' = P Alternatif pemecahan : 1) Melalui peraturan pemerintah 2) Memberi subsidi. Dalam pasar ini akan banyak sekali perusahaan yang akan mengalokasikan dananya untuk kegiatan promosi, terutama dalam periklanan. Namun, sayang terkadang perusahaan hanya menghamburkan dananya dalam membombardir kegiatan promosinya melalui berbagai macam media yang digunakan dalam periklanan tanpa mengukur efektifitas iklan.

PASAR TRADISIONAL

Pasar tradisional adalah pasar yang dalam pelaksanaannya bersifat tradisional dan ditandai dengan pembeli serta penjual yang bertemu secara langsung. Proses jual-beli biasanya melalui proses tawar menawar harga, dan harga yang diberikan untuk suatu barang bukan merupakan harga tetap, dalam arti lain masih dapat ditawar, hal ini sangat berbeda dengan pasar modern. Umumnya, pasar tradisional menyediakan bahan-bahan pokok serta keeprluan rumah tangga. Lokasi pasar tradisional dapat berada ditempat yang terbuka atau bahkan dipingir jalan. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar,Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Pasar tradisional akhir akhir ini sudah mulai terpinggirkan dan tergerus dengan adanya pasar pasar yang menyajikan barang dagangan yang sama dengan pasar tradisional tetapi dikemas lebih menrik dan modern,inilah nantinya memunculkan cikal bakan pasar tradisional modern. Beberapa keuntungan belanja dan bertransaksi di pasar tradisional adalah sbb :

Harga lebih murah dan tentunya fleksibel alias bisa nego. Barang dagangan semisal sayur,buah dan ikan lebih fresh dan alami karena didapatkan langsung dari alam.

Jarak yang lebih dekat dengan wilayah pemukiman. Demikian pengertian dan ciri ciri pasar tradisional menurut pandangan dan

pengamatan

mbah daur dari

pohon rambutan belakang rumah

mbah

daur,selanjutnya kita akan mengulas tentang pasar modern masih dalam acara dan frekuensi yang sama.

Ciri Ciri Pasar Tradisional


1. Proses jual-beli melalui tawar menawar harga 2. Barang yang disediakan umumnya barang keperluan dapur dan rumah tangga 3. Harga yang relatif lebih murah 4. Area yang terbuka dan tidak ber-AC

Pasar Tradisional dapat diklasifikasikan berdasarkan : a. Jenis Pasar Pembagian jenis pasar adalah berdasarkan jenis barang yang diperjualbelikan sehingga dengan pertimbangan itu ditentukan jenis pasar umum, pasar mambo dan pasar khusus. 1. Pasar umum adalah pasar yang menjual barang-barang kebutuhan penduduk baik primer, sekunder, tersier serta barang-barang khusus, dan jasa-jasa lainnya. Biasanya ruang lingkup pelayanannya selain untuk konsumen kota juga dapat melayani penduduk di sekitar kota bersangkutan (regional). 2. Pasar mambo adalah pasar sore atau pasar malam yang biasanya menjual makanan dan minuman. 3. Pasar khusus ditentukan dari spesialisasi jenis barang yang

diperdagangkan seperti pasar khusus yang menjual bunga, onderdil dan lain-lain. b. Status Pasar Status pasar ini memberikan pengertian adanya pasar resmi dan pasar tidak resmi/liar. Pasar resmi adalah pasar dan tempat berjualan umum yang ditetapkan oleh pemerintah daerah yang terdapat pertemuan antara penjual dan

pembeli untuk mengadakan penawaran dan permintaan terhadap barang dan jasa. Dikarenakan lokasinya ditetapkan oleh pemerintah daerah maka lokasi bangunan pasar telah memenuhi persyaratan perencanaan kota maupun teknis bangunan. Namun untuk pasar tidak resmi/liar adalah yang mempunyai pengertian fungsi yang sama hanya statusnya yang berbeda atau ilegal. c. Tingkatan Pasar Pengertian tingkatan pasar dapat dibedakan atas pasar induk dan pasar bawahan. Pengertian pasar induk adalah suatu tempat sebagai pemusatan pedagang- pedagang besar atau grosir yang mempunyai peranan aktif dalam pemasaran barang- barang yang sesuai dengan jenis komoditi, dengan jalan mengatur suplai, pembentukan harga sesuai dengan permmintaan. Satu pasar induk akan membawahi/terdiri atas beberapa pasar bawahan. d. Kelas Pasar Pasar-pasar tradisional di Kotamadya Bandung melalui Peraturan Daerah Pemerintah Kotamadya Bandung No.18 tahun 1996 Tentang Retribusi Pasar, dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelas pasar, yaitu:

Kelas I adalah pasar-pasar yang berada di jalan protokol, dibangun secara permanen;

Kelas II adalah pasar-pasar yang berada pada lokasi bukan jalan protokol dan dibangun semi permanen;

Kelas III adalah pasar-pasar yang berada pada lokasi di luar yang disebut pada kelas I dan II.

Dalam Perda yang sama, letak ruang dagang pada sebuah pasar juga diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu: a. Paling Baik (PB) adalah toko, kios yang menghadap keluar pasar, pinggir jalan yang dilewati pada jalan utama masuk dan keluar pasar; b. Baik (B) adalah toko, kios antara yang dilewati pada jalan utama masuk dan keluar pasar; c. Cukup (C) adalah toko, kios yang dilewati jalan samping untuk masuk dan keluar pasar; d. Sedang (S) adalah kios, meja dan gelaran yang tidak termasuk pada kategori PB,B, dan C