Anda di halaman 1dari 6

2.

2 Sumur Potensial Tak Berhingga


Misalkan terdapat potensial dengan fungsi: (2.1)

(gambar 2.1) Partikel yang berada dalam potensial ini pasti merupakan partikel bebas, kecuali apabila berada di luar dinding potensial ( dan ) di mana terdapat gaya yang tak terhingga yang menghalangi partikel tersebut untuk lolos dari dinding potensial. Dalam model klasik, hal ini seperti kereta mainan yang berada di atas trek udara (biasanya ada di praktikum fisika dasar universitas) dengan tumbukan elastik sempurna, sehingga akan memantul secara terus menerus (potensial ini sebenarnya sangat dibuat-buat, tetapi saya berharap kita dapat membayangkannya. Meskipun potensial ini sangat sederhana, tetapi akan mmenjadi sangat berarti karena kesederhanannya, di mana hasilnya akan sangat dibutuhkan untuk memahami bentukbentuk potensial lain yang lebih rumit).

Gambar 2.1: Sumur potensial tak berhingga (Persamaan 2.15). Di luar dinding potensial, (Probabilitas menemukan partikel adalah nol). Di dalam dinding, dimana , persamaan Schroedinger tidak-bergantung waktu (Persamaan 2.4) menjadi: (2.16)

atau (2.17)

, di mana (dengan menuliskan demikian, kita semua tahu bahwa E harus lebih dari nol, , karena kita tahu bahwa E tidak mungkin bernilai negatif) Persamaan 2.17 adalah persamaan osilator harminik sederhana (klasik) yang memiliki solusi umum: (2.18)

Di mana A dan B adalah konstanta sembarang. Biasanya, konstanta tersebut ditentukan dari syarat batas dari permasalahan yang ada. Apakah syarat batas yang tepat untuk ? Biasanya dan bersifat kontinu, tetapi ketika potensial menjadi tak terhingga maka yang dapat diaplikasikan hanyalah (kita akan membuktikan hal ini, dan menghitung untuk pengecualian ketika untuk sekarang cukuplah kita percaya kalau hal ini adalah benar.) Kontinuitas membutuhkan syarat-syarat: (2.19)

Dengan begitu untuk yang berada di luar dinding potensial, nilainya pasti nol, apabila syaratsyarat tersebut dimasukkan ke dalam persamaan 2.18, maka

maka

karenanya (2.20)

Kemudian , jika (hal ini akan mendapatkan solusi yang tidak ternormalisasi di mana , yang berarti partikel tidak berada di mana-mana, juga tidak ada artinya apa-apa), atau hasil yang lain , yang berarti (2.21)

Tetapi jika (ini akan kembali menghasilkan ) dan karena fungsi sinus merupakan fungsi ganjil, maka tanda minus dalam sinus dapat dihilangkan, dan solusi yang tepat adalah: (2.22)

, dengan Sekarang coba kita perhatikan, syarat batas pada tidak menghasilkan nilai konstanta A, tapi jangan dulu khawatirkan hal itu, coba kita hitung nilai E dengan menggunakan konstanta k yang telah kita dapatkan (2.23)

Perhatikan! Terdapat perbedaan yang mencolok dengan mekanika klasik, partikel kuantum pada sumur potensial tak berhingga tidak dapat mengijinkan semua energi, tetapi hanya keadaan energienergi tertentu saja yang dapat diijinkan yang sesuai dengan persamaan 2.23. Nah, sekarang bagaimana caranya agar kita mendapatkan nilai A? Jawabannya adalah dengan menormalisikan maka Tetapi positif, ini hanya menghasilkan nilai magnitude A, untuk menghasilkan nilai akar

, maka di dalam dinding potensial, solusi persamaannya adalah (2.24)

Gambar 2.2: Visualisasi fungsi gelombang tiga keadaan yang pertama pada sumur potensial tak hingga (persamaan 2.24) Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, persamaan Schroedinger-tak bergantung waktu memiliki satu set solusi tak hingga untuk setiap nikai integer n. Grafik solusi persamaan Shroedinger-tak bergantung waktu untuk beberapa nilai n pertama ditampilkan dalam gambar 2.2, yang kelihatan seperti gelombang berdiri pada seutas tali yang terbentang dengan panjang a. yang memiliki tingkat energi yang paling rendah dinamakan dengan ground state (keadaan dasar), sedangkan yang lainnya dengan tingkat energi yang lebih tinggi, yang meningkat sebanding dengan nilai , dinamakan dengan keadaan tereksitasi. Sebagai sebuah kumpulan fungsi gelombang, fungsi memiliki beberapa sifat-sifat khusus dan menarik: 1. Fungsi adalah fungsi genap dan ganjil terhadap dinding potensial ( genap, adalah fungsi ganjil, adalah fungsi genap, dan begitu seterusnya[6]) adalah fungsi

2. Masing-masing keadaan secara berturut-turut memiliki node (titik potong dengan sumbu x) yang jumlahnya bertambah satu berkaitan dengan bertambahnya nilai n. tidak ada, ada satu, ada tiga dan seterusnya. 3. bersifat ortonormal satu sama lain. sesuai dengan pernyataan tersebut maka: (2.25)

apabila

. Bukti:

Ingat bahwa argumen ini tidak akan bekerja jika , pada kasus normalisasi yang memberitahukan kita bahwa nilainya adalah 1. Oleh karena itu, kita bisa mengkombinasikan ortogonalitas dengan normalitas ke dalam satu statemen[7] (2.26)

di mana

(dinamakan dengan delta kroneker) didefinisikan oleh: (2.27)

4. adalah fungsi komplit. Dalam pengertian bahwa setiap fungsi lain, diekspresikan sebagai kombinasi linier dari (2.28)

, dapat

Di sini kita tidak berbicara mengenai kekomplitan fungsi , tetapi jika kita telah mempelajari kalkulus lanjut, kita akan tahu bahwa persamaan 2.28 bukanlah suatu persamaan yang penting, tetapi hanyalah merupakan deret Fourier dari , dan fakta bahwa setiap fungsi dapat diekspansi dengan cara seperti ini yang kadang kala disebut dengan teorema Dirichlet[8]. Koefisien ekspansi ( ) dapat ditaksir dengan metode yang dinamakan dengan Trik Fourier, yang menggunakan sifat ortonormalitas : Kalikan kedua sisi pada persamaan 2.28 dengan dan kemudian integralkan (2.29)

(Ingat, bagaimana delta kronecker menghilangkan setiap bentuk rumusan di dalam tanda sum kecuali pada saat ) Di mana koefisien ekspansi ke-m untuk diberikan oleh (2.30)

Ke empat sifat tersebut sangat melekat pada kasus sumur potensial tak berhingga. Sifat pertama benar karena memang potensial adalah fungsi genap, sifat yang kedua adalah sifat yang universal walaupun dengan mengabaikan bentuk potensial[9], Ortogonalitas adalah sifat yang umum, kita akan membuktikannya nanati pada BAB 3, kekomplitan memegang semua potensial yang kita hadapi dalam permasalahan mekanika kuantum, tetapi pembuktiannya cenderung sulit dan buruk, kebanyakan fisikawan membuktikannya dengan mudah mengasumsikan kekomplitan dan berharap yang terbaik. Keadaan stasioner (persamaan 2.6) untuk sumur potensial tak berhingga dengan jelas menjadi (2.31)

Dan, biasanya, kebanyakan solusi umum dari persamaan Shroedinger (Tak bergantung waktu) adalah kombinasi liner dari keadaan stasioner (berdasarkan persamaan 2.14) (2.32)

Jika kamu meragukan pernyataan di atas, mari kita buktikan bersama. Coba kita hitung persamaan Shroedinger mula-mula ( ) dengan pendekatan koefisien berdasarkan persamaan 2.32, kita dapatkan:

Kekomplitan dari (dikonfirmasikan dengan teorema Dirichlet) menjamin bahwa kita dapat selalu mengekspresikan dengan cara seperti ini, dan sifat ortonormalitasnya mengijinkan kita untuk menggunakan trik Fourier untuk menghitung nilai koefisien yang sebenarnya (2.33)

Ini berarti: setelah diberikan fungsi gelombang mula-mula, , langkah pertama yang kita lakukan adalah menghitung koefisien ekspansi menggunakan persamaan 2.33 dan kemudian

memasukkan hasilnya ke dalam persamaan 2.32 untuk mendapatkan fungsi gelombang . Dengan bersenjatakan fungsi gelombang, kita bisa menghitung semua variabel dinamik lain dengan menggunakan prosedur yang telah dijelaskan dalam BAB 1. Metode ini dapat diaplikasikan ke dalam semua model potensial, yang berbeda hanyalah fungsi $letex \psi $ dan persamaan energi yang diijinkan.

[6]Untuk membuat simetri ini lebih kelihatan, beberapa penulis memusatkan sumur potensial pada pusat koordinat (maka batasnya menjadi hingga ). Fungsi genap adalah fungsi cos sedangkan fungsi ganjil adalah fungsi sin [7]Pada kasus ini adalah real, maka tanda * pada tidak menjadi penting, tetapi karena untuk tujuan ke depan, maka tanda tersebut masih digunakan [8]Untuk lebih jelasnya lihatlah contoh soal Mary L. Boas, Mathematical Methods in The Physical Science, 2nd ed, New York: John Wiley and Sons, 1983, halaman: 313. [9]Untuk lebih jelasnya lihatlah contoh soal John Powell dan Bern Crasemann, Quantum Mechanics, Reading MA: Addison-Wesley, 1961, halaman 126