Anda di halaman 1dari 4

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak

alo.. mixing mencakup banyak hal.. tp paling gak kira2 ini yg umum.. Balance.. Staging (mana yg kiri, kanan, depan, belakang, mencakup Panning jg..) Reverb EQ Compressor

use ur ears.. pk soundforge y? ak sendiri lum pernah pake, tp saranku, coba ganti software buat mixingnya dgn Nuendo/Cubase, atau lebih baik lg kl dapet Protools, krn itu yg biasanya dipake oleh Sound Engineer2 sekarang.. coba juga kunjungi www.musiktek.com banyak tips mixing disitu dari yg sudah kampiun dibidangnya.. bisa tanya2 juga.. ini salah satu artikel di musiktek.com ttg step by step mixing (artikel dr mas Rudi Dolphin) Mixing Step by Step Pertama kali, bukalah semua track anda. Dimulai dari drum, bass, dan lalu instrument lain nya. Apabila master fader / stereo out anda clipping, maka turunkan semua fader nya hingga master fader tidak clipping. Setelah itu mulai lah membalance berbagai instrument tersebut. Tidak usah terlalu detail, tetapi apabila sudah terdengar enak di kuping maka sudah cukup baik. Pada tahap awal ini yang anda lakukan adalah mencoba familiar dengan material yang sedang anda mixing dan berbagai instrument yang ada di dalam nya. Belum perlu memasang berbagai macam efek pada tahap ini.

Setelah anda mulai familiar dengan materi lagu tersebut, maka anda dapat mulai meng kelompokkan berbagai instrument tersebut menjadi beberapa bagian seperti Drum / Perkusi Piano, organ, string section, pad, cello, violin, dsb Guitar distorsi, arpeggio, wah, strumming guitar, dsb Backing Vocal Pengelompokan disini berfungsi agar anda dapat mengenali gambaran besar dari materi yang sedang anda kerjakan. Setelah mendapatkan gambaran nya, maka anda dapat mulai melakukan panning ke kiri dan kanan. Mulai lah menggeser panning beberapa instrument sehingga menciptakan stereo image yang anda inginkan. Yang harus diingat adalah saat panning anda harus tetap menjaga supaya pembagian instrument nya tetap balance atau tidak timpang sebelah. Jangan sampai terlalu banyak instrument yang berada di kanan atau di kiri. Apabila sudah sampai tahap ini, maka anda dapat mulai mempersiapkan Reverb. Buatlah 2 buah efek channel ( aux channel ). Lalu pada efek channel pertama, pasangkan sebuah reverb dengan reverb time yang anda inginkan. Mungkin sekitar 2 seconds sudah cukup baik. Pada efek channel kedua, pasangkan sebuah reverb dengan reverb time lebih pendek dari yang pertama. Apabila reverb nya sudah siap, maka mute lah seluruh track kecuali drum, bass dan vocal. Ini adalah kerangka dari mixing anda. Setelah itu mulailah pasang compressor pada instrument yang membutuhkan nya. Bisa mulai dari bass dahulu, kemudian vocal, dst nya. Saat memasang compressor, kita juga dapat melihat bentuk graphic nya di layar computer untuk membantu menentukan instrument mana yang akan kita compress. Setelah compressor sudah dipasang, maka anda bisa mulai memasang efek reverb. Bukalah send dari instrument yang akan diberi reverb, anda bisa mulai dari vocal dahulu. Apabila merasa karakteristik reverb kurang cocok, maka anda dapat merubah parameter nya sesuai dengan selera. Mungkin dengan mengatur reverb time nya, hi cut, low cut, pre delay, dan sebagai nya. Kini anda telah memiliki sebuah kerangka mixing yang terdiri dari drum, vocal, dan bass yang telah diberi efek dan sudah terdengar matang. Dengarkanlah

dengan baik, setelah itu anda dapat mulai menambahkan berbagai instrument pada kerangka yang telah anda buat tersebut. Kini anda dapat membuka mute dari instrument lain nya, tapi lakukan satu demi satu. Sambil membuka mute dari instrument lain nya satu per satu, cek lah sound nya dengan teliti. Mungkin ada instrument yang low nya menggulung, atau high nya sakit di kuping. Bisa juga dinamika nya terlalu lebar sehingga perlu di compress. Perbaikilah berbagai masalah tersebut, setelah itu apabila diperlukan tambahkan reverb. Lalu aturlah volume / gain dari tiap instrument yang baru anda buka mute nya itu supaya dapat menempel dengan baik pada kerangka utama. Jaga lead vocal nya supaya jangan sampai tenggelam oleh berbagai macam instrument yang ditambahkan. Monitoring Mixing Sewaktu anda mixing, jangan mixing hanya dengan satu volume saja. Sesekali naikkan volume anda untuk mengecek apakah low end nya terlalu besar, dan sesekali kecilkan volume nya utk mengecek apakah vocal nya sudah pas. Jangan mixing terlalu lama tanpa istirahat. Ambil istirahat sekitar 10 menit setiap 1 atau 2 jam mixing. Apabila anda mixing dalam waktu lama dengan volume yang kencang, maka telinga anda akan cepat lelah. Ketika telinga anda lelah, frequency response telinga akan berubah. Saat itu anda tak akan dapat mixing dengan baik. Selain itu juga memiliki resiko hearing damage. Waktu terbaik untuk mixing adalah pada pagi hari atau saat anda baru bangun tidur. Saat itu telinga anda fresh, dan tiga tulang anvil, hammer, dan Stirrup belum bekerja menahan suara yang masuk. Ratusan ribu rambut halus di dalam cochlea memiliki ukuran yang berbeda. Rambut yang halus untuk menangkap high frequency, dan rambut yang lebih besar untuk menangkap low frequency. Rambut yang mudah rusak adalah rambut yang halus. Maka dari itu kehilangan pendengaran ( tuli ) biasanya dimulai dari frequency atas. Jangan terlalu banyak menambahkan high frequency yang berbahaya dan menyakitkan telinga pada saat mixing. Saat mixing, jangan terpaku pada satu tempat. Tiap spot pada ruangan memiliki frequency response yang berbeda. Mungkin di pojok ruangan anda akan

merasakan bass yang lebih, atau bisa juga di ruangan sebelah melalui pintu. Saat merasa hasil mixing sudah cukup baik, berjalan-jalan lah di sekitar ruangan untuk mengecek hasil mixing anda. Mengecek Hasil Mixing Hasil mixing dapat terdengar berbeda pada sistem yang berbeda. Pendengar hasil mixing anda nanti nya akan mendengarkan pada berbagai macam sistem. Jadi ada baik nya kita mengantisipasi dengan mengecek bagaimana hasil mixing kita terdengar pada: Speaker Computer Mini Compo Headphone Sound System mobil dll ok.. sukses y mixingnya.. Salam.. materi referensi: www.musiktek.com