Anda di halaman 1dari 8

1

KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL

Pada prinsipnya, dikenal dua bentuk umum komunikasi yang digunakan dalam kehidupan manusia, juga dalam kehidupan organisasi perusahaan, yakni komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. A. Komunikasi Verbal Apa yang dimaksud dengan komunikasi verbal? Komunikasi verbal adalah komunikasi yang pesannya berbentuk pesan verbal yakni pesan yang berbentuk kata. Pesan verbal ini dapat dikomunikasikan secara tertulis (verbal/nonvokal) dan dapat juga secara lisan (verbal/vokal). Menelepon orangtua yang sudah tua, mengobrol dengan kawan akrab, ngerumpi dengan tetangga sebelah, mempresentasikan makalah dalam seminar Bahaya Narkoba, membaca koran Republika, mencatat bahan kuliah Komunikasi Bisnis di perpustakaan, mendengarkan radio Delta FM, menonton novaleta Carita de Angel di televisi, merupakan contoh-contoh bentuk komunikasi verbal. Proses komunikasi mencakup pengiriman pesan dari sistem saraf seseorang kepada sistem saraf orang lain, dengan maksud untuk menghasilkan sebuah makna yang serupa dengan yang ada dalam pikiran si pengirim. Pesan verbal melakukan hal tersebut melalui kata-kata, yang merupakan unsur dasar bahasa, dan tentu saja kata adalah simbol verbal. Idealnya, bahasa merupakan instrumen pikiran yang berharga; kini diketahui bahwa kadang-kadang bahasa mengganggu kemampuan berpikir kritis. Misalnya, orang akan sangat berhati-hati di sekitar tangki yang berlabel bensin, tapi akan merokok dengan tenang di sekitar tangki bensin berlabel tangki bensin habis, padahal uap bensin di dalam tangki kosong tersebut, jauh lebih mudah menyala daripada bensinnya. 1. Berbicara dan Menulis Pada umumnya, sebagian orang lebih senang berbicara (komunikasi verbal/lisan atau verbal/vokal) daripada menulis (komunikasi verbal tertulis atau verbal/nonvokal). Alasannya, karena lebih praktis. Namun perlu disadari,

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Daru Asih SE. M.Si KOMUNIKASI BISNIS

2
tidak semua hal bisa disampaikan secara lisan. Rapat bisnis, presentasi dan demo penggunaan produk baru, adalah dua contoh komunikasi verbal lisan dalam organisasi perusahaan. Pesan yang sangat penting dan rumit, lebih tepat disampaikan dengan menggunakan verbal/nonvokal tulisan. dalam Contoh untuk komunikasi verbal/ adalah tertulis atau organisasi perusahaan surat-menyurat

(korespondensi) bisnis. 2. Mendengarkan dan Membaca Perlu disimak bahwa komunikasi yang efektif merupakan komunikasi dua arah. Orang-orang yang terlibat dalam dunia bisnis cenderung lebih suka memperoleh informasi daripada menyampaikannya. Di sini dibutuhkan keterampilan mendengarkan dan membaca. Harus dibedakan antara mendengar dan mendengarkan. Mendengar berarti semata-mata memungut getaran bunyi. Sementara, mendengarkan adalah mengambil ada makna empat dari apa yang didengar. Artinya, dalam mendengarkan unsur yang dilibatkan yakni, mendengar,

memperhatikan, memahami, dan mengingat. Dalam kaitannya dengan keterampilan membaca, seseorang sering mengalami kesulitan memahami pesan-pesan penting dari suatu bacaan. Sebuah riset yang dilakukan oleh Irwin Ross pada tahun 1986 menemukan bahwa di Amerika Serikat sekitar 38 persen dari orang dewasa mengalami kesulitan untuk memahami iklan di koran-koran. Meskipun mendengarkan dan membaca adalah hal yang berbeda, keduanya memerlukan pendekatan yang serupa. Langkah pertama adalah mencatat informasi (pesan), yang berarti seseorang harus memusatkan perhatian pada pembicaraan yang tengah berlangsung atau bahan yang sedang dibacanya. Setelah dapat menangkap inti pembicaraan atau bacaan, langkah selanjutnya adalah menafsirkan dan menilai informasi. Langkah ini merupakan bagian terpenting dari proses mendengarkan. Sambil melakukan penyaringan suatu informasi, seseorang harus dapat memutuskan mana informasi yang penting dan mana yang tidak penting. Suatu pendekatan yang dapat dilakukan adalah mencari ide pokok dan ide-ide

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Daru Asih SE. M.Si KOMUNIKASI BISNIS

3
pendukung secara rinci. Jadi, untuk dapat menyerap informasi dengan baik seseorang harus dapat berkonsentrasi kepada apa yang sedang dibaca atau didengar. B. Komunikasi Non-Verbal Untuk maksud agar dapat dipelajari, maka dibedakan komunikasi verbal dari komunikasi nonverbal, meskipun dalam kehidupan sehari-hari sulit bagi seseorang untuk memisahkan keduanya. Misalnya, apa yang diucapkan akan dikualifikasi dan dimodifikasi oleh bagaimana cara mengucapkan hal itu yang meliputi nada suara, ekspresi wajah, tatapan mata, dan lain-lain, juga oleh respons verbal dan nonverbal yang diterima dari orang lain pada saat itu juga. Interaksi ini berlangsung secara berkesinambungan. Apa pengertian komunikasi nonverbal itu ? Definisi harfiah komunikasi nonverbal yaitu komunikasi tanpa kata. Sebenarnya dari sisi disuarakan (vokal), komunikasi nonverbal masih dapat dibedakan dengan komunikasi nonverbal/vokal, misalnya menggumam atau menggerutu, dan komunikasi nonverbal/nonvokal yang juga dikenal sebagai bahasa tubuh (body language), misalnya, ekspresi wajah atau gerakan tangan. Dari penelitian yang pernah dilakukan oleh pakar di bidang komunikasi ternyata bahwa semua gerakan tubuh manusia mempunyai suatu makna dan tidak ada gerakan yang bersifat kebetulan (Birdwhistell, 1952 yang dikutip Robbins, 1996). Mengangkat alis diartikan tidak percaya, menggosok hidung karena menghadapi teka-teki, melipat lengan untuk memencilkan diri atau melindungi diri, mengangkat bahu diartikan sebagai tak acuh (cuek), mengetuk-ngetukkan jari tanda tak sabar, memukul dahi karena lupa sesuatu. Mengacungkan tangan untuk memilih ya pada suatu rapat, menghentikan taksi, saling memberi isyarat dengan mitra main bridge. Duduk di tepi kursi dalam suatu seminar yang membosankan dan terus memilin-milin rambut. Menyentuh dengan lembut tangan seorang kawan untuk menghiburnya, dan seterusnya. Komunikasi nonverbal adalah bidang riset yang relatif baru diantara ilmuwan perilaku. Para ilmuwan itu memusatkan perhatian pada isyarat fisik yang mencirikan penyampaian fisik komunikator, seperti gerakan tangan, ekspresi wajah dan gerakan mata. Semua isyarat ini dipandang sebagai pengaruh yang penting ats interpretasi penerima pesan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Daru Asih SE. M.Si KOMUNIKASI BISNIS

4
Pada dasarnya, komunikasi nonverbal memiliki beberapa fungsi yakni,

menggantikan komunikasi verbal, menguatkan komunikasi verbal, atau menentang komunikasi verbal. Sebuah komunikasi nonverbal yang menggantikan komunikasi verbal sering lebih mudah ditafsirkan. Beberapa ekspresi (komunikasi nonverbal) yang setara dengan komunikasi verbal yang singkat seperti ya, tidak, halo, selamat tinggal, saya tidak tahu, dan sebagainya. Jika sebuah komunikasi nonverbal menguatkan komunikasi verbal, maka makna yang dihasilkannya cepat dan mudah dimengerti, dan juga meningkatkan pemahaman. Kadang-kadang suatu isyarat tunggal seperti gerakan tangan atau tertegun beberapa saat, memberi penekanan khusus kepada satu bagian pesan sehingga pendengar mampu untuk melihat apa yang paling dipentingkan oleh sang pembicara. Kesulitan lalu timbul dalam menafsirkan makna yang dimaksud jika komunikasi nonverbal yang diterima berlawanan dengan komunikasi verbal yang juga diterima. Bayangkan percakapan antara sepasang suami-istri yang baru saja bertengkar hebat. Sang istri bertanya kepada suaminya,Sayang, apakah kau masih marah?. Tidak, jawab sang suami, tidak apa-apa.Tetapi suaramu mengesankan kau masih marah!, ujar sang istri. Perkataan si suami mengandung suatu pesan (sebagai pesan pertama), dan suaranya mengandung pesan (sebagai pesan kedua) yang lain yang maknanya saling bertentangan. Boleh jadi sang suami tidak menyadari pesan yang kedua. Pesan mana yang mungkin dipercayai oleh sang istri? Isyarat (pesan) nonverbal biasanya lebih berpengaruh daripada pesan verbal. Umumnya, jika seseorang menerima dua pesan yang tidak sesuai satu sama lain, maka ia lebih cenderung mempercayai pesan nonverbal. Penelitian menunjukkan bahwa ekspresi wajah dan tatapan mata biasanya memberikan informasi tentang jenis emosi, sedangkan tanda fisik seperti jarak, sosok tubuh, dan gerakan tangan dan mata menunjukkan intensitas emosi tadi. Kesimpulan ini penting bagi para manajer. Kesimpulan itu menunjukkan bahwa komunikator sering mengirim lebih banyak informasi daripada yang diperoleh dalam pesan verbal. Untuk meningkatkan keefektifan komunikasi, maka kita harus waspada terhadap isi pesan kita, baik yang bersifat nonverbal maupun yang bersifat verbal.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Daru Asih SE. M.Si KOMUNIKASI BISNIS

C. CARA MENYAMPAIKAN PESAN NONVERBAL 1. Perilaku kepala, wajah, dan mata Jika dikombinasikan, kepala, wajah dan mata memberikan petunjuk paling jelas tentang sikap terhadap orang lain. Mempertahankan kontak mata dengan orang lain memperbaiki komunikasi dengan orang tersebut. Untuk mempertahankan kontak mata, biasanya Anda perlu menggerakkan kepala dan mata. Apabila Anda memalingkan kapala, wajah dan mata dari orang lain, maka hal itu sering ditafsirkan sebagai sikap defensif atau kurangnya kepercayaan terhadapdiri sendiri. 2. Sosok tubuh Condong ke arah orang lain menunjukkan bahwa Anda sangat terbuka menerima pesannya; condong ke belakang menunjukkan sikap sebaliknya. Membuka kaki dan tangan merupakan petunjuk adanya perasaan menyukai atau memperhatikan. Umumnnya, orang memperlihatkan sisik tubuh tertutup (lengan bersilang dan kaki bersilang) jika berbicara dengan orang yang tidak disukainya. Berdiri tegak umumnya mencerminkan rasa percaya diri sendiri yang besar. Membungkuk atau berdiri malasmalasan bisa berarti citra diri yang buruk. 3. Jarak Bila Anda ingin menyampaikan sikap positif kepada orang lain, berdekatanlah secara fisik dengan orang itu. Orang yang berada relatif dekat dianggap lebih hangat, bersahabat, dan lebih penuh pengertian daripada orang yang tidak berdekatan. 4. Gerakan tangan Sikap positif sering kali diperlihatkan dengan gerakan tangan. Pada sisi ekstrim lainnya, rasa tidak senang atau kurang perhatian biasanya terlihat melalui sedikitnya gerakan tangan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Daru Asih SE. M.Si KOMUNIKASI BISNIS

5. Nada suara Kemarahan sering dapat diketahui bila sumbernya berbicara keras, cepat dan dengan nada suara yang tidak tetap dan lafal yang rata. Rasa jenuh sering dikatahui melalui volume suara yang sedang, kaku dan mencela. Rasa gembira sering ditunjukkan dengan suara yang keras, bernada tinggi, cepat dan nada suara meninggi. 6. Isyarat lingkungan Lokasi (misalnya kantor atau ruang besar), cat ruangan, suhu udara, penerangan, dan susunan perabotan dapat mempengaruhi penermaan pesan. Sebagai contoh, seseorang yang duduk di belakang sebuah meja besar yang rapi kelihatan lebih berwibawa daripada orang yang didik di belakang sebuah meja kecil yang berantakan. 7. Busana dan penampilan Busana sering dinyatakan mempengaruhi penampilan kuasa terhadap orang lain. Contohnya, seorang wanita yang mengenakan gaun berpotongan indah dan memakai jas kelihatan lebih berpengaruh daripada wanita yang mengenakan sebuah gaun berenda. Seorang pria yang mengenakan setelan lengkap abu-abu bergaris, kelihatan lebih berwibawa daripada seseorang yang mengenakan celana sport dan jaket. 8. Penggunaan waktu Cara halus komunikasi nonverbal dalam organisasi adalah penggunaan waktu. Jika kita terlambat menghadiri pertemuan, kita mungkin akan dianggap acuh tak acuh, tidak mau terlibat atau tidak berambisi. Walaupun demikian, jika seorang pejabat tinggi datang terlambat, hal itu bisa dianggap sebagai bukti bahwa dirinya adalah orang penting. Jika Anda melihat jam, hal itu biasanya diartikan bahwa Anda merasa jemu atau resah.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Daru Asih SE. M.Si KOMUNIKASI BISNIS

7
D. PENTINGNYA KOMUNIKASI NONVERBAL - Isyarat-isyarat komunikasi nonverbal sangat penting terutama untuk menyampaikan perasaan dan emosi - Dengan memperhatikan isyarat nonverbal, seseorang dapat mendeteksi kecurangan atau menegaskan kejujuran pembicara - Komunikasi nonverbal juga penting artinya bagi pengirim dan penerima pesan, karena sifatnya yang efisien E. TUJUAN KOMUNIKASI NONVERBAL 1. Memberikan/menyediakan informasi 2. Mengatur alur percakapan 3. Mengekspresikan emosi 4. Memberi sifat, melengkapi, menentang, atau mengembangkan pesan-pesan verbal 5. Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain 6. Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam mengajar seseorang main golf F. RELEVANSI KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM DUNIA BISNIS Dalam dunia bisnis, komunikasi nonverbal dapat membantu menentukan kredibilitas dan potensi kepemimpinan seseorang. Jika seseorang dapat mengelola pesan yang dibuat dengan bahasa isyarat, karakteristik atau ekspresi wajah, suara dan penampilan, ia dapat melakukan komunikasi dengan baik. Seorang manajer/pemimpin harus dapat menjadi komunikator yang baik. Ia harus tahu bagaimana menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada para bawahannya, kapan suatu pesan bisnis itu harus dsampaikan, dan kepada siapa pesan-pesan bisnis itu harus disampaikan. Jika seseoarang dapat membaca pesan nonverbal yang disampaikan orang lain, ia akan dapat menafsirkan maksud dan sikap mereka secara lebih akurat dan tepat.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Daru Asih SE. M.Si KOMUNIKASI BISNIS

G. KASUS 1. Andaikan di dalam kehidupan Anda sendiri, Anda mengalami komunikasi Anda dengan orang lain atau kelompok tidak dapat dilakukan (mengalami hambatan). Identifikasi hambatannya. Apa yang akan Anda kerjakan untuk mengatasi hambatan tersebut. 2. Jelaskan apa artu pernyataan berikut ini bagi Anda Untuk berkomunikasi secara efektif, kita harus dipahami dan juga memahami.

H. DAFTAR KEPUSTAKAAN
Adler, Ronald B. and Jeanne M. Elmhorst. 1996. Communicating at Work: Principles and Practices for Business and Professions. Fifth Edition. New York: McGrawH-Hill. Curtis, Dan B., James J. Floyd and Jerry L. Winsor. 1996. Business and Professional Communication. (Terjemahan). Jakarta: PT. Rosda Jayaputra Katz, Bernard. 1994. Turning Practical Communication into Business Power. (Terjemahan). Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo. Luthans, Fred. 1973. Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill. Pace, R. Wayne and Don F. Faules. 1998. Komunikasi Organisasi: Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. (Terjemahan). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Purwanto, Djoko. 2002. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Penerbit Erlangga. Rakhmat, Jalaluddin. 1993. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Robbins, Stephen P. 1996. Organizational Behavior: Concepts, Controversies, Applications. (Terjemahan). Seventh edition. Jakarta: PT. Prenhallindo. Tubbs, Stewart L. and Sylvia Moss. Human Communication. (Terjemahan). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Daru Asih SE. M.Si KOMUNIKASI BISNIS