Anda di halaman 1dari 32

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG MASALAH Stroke merupakan salah satu kegawatan neurologik, dari tahun ketahun morbiditasnya semakin meningkat seiring meningkatnya status ekonomi masyarakat dan adanya transisi epidemologik maupu transisi demografik(ismail, 2004). Penyakit jantung dan stroke merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan. Bahkan sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian. Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang di akibatkan oleh berhentinya suplay darah kebagian otak ( Baughman, C Diane.dkk, 2000). Otak merupakan organ yang membutuhkan banyak oksigen dan glukosa. Zat ini diperolehnya dari darah.apabila di otak hampir tidak ada cadangan oksigen, sehingga dapat merusak daerah-daerah yang ada di otak yang dapat menyebabkan fungsi otak terganggu. Jadi jaringan otak sangat bergantung kepada keadaan aliran darah setiap saat. Beberapa detik saja aliran darah terhenti maka fungsi otak akan bisa berakibat fatal,dan apabila aliran darah kesuatu daerah otak terhenti selama kira-kira 3 menit maka jaringan otak akan mati (infark). Menurut europen stroke initiative (2003), Stroke atau serangan otak(brain attack) adalah defisit neurologis mendadak susunan saraf pusat yang di sebabkan oleh peristiwa iskhemik atau hemorargik. Stroke juga sebagai penyebab utama kecacatan fisik atau mental pada usia lanjut maupun usia produktif, dan dengan sifat-sifatnya tersebut, menempatkan stroke sebagai masalah serius di dunia. Penyakit jantung dan stroke merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan. Bahkan sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian. Penyakit jantung dan stroke sering dianggap sebagai penyakit monopoli orang tua. Dulu memang penyakit-penyakit tersebut di derita oleh orang tua terutama yang berusia 60 tahun ke atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita

oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern. (Roy.2008.http://911medical.blogspot.com/2007/09/penyakit-jantung-danstrokeserta.html) Ketika era globalisasi menyebabkan informasi semakin mudah diperoleh, negara berkembang dapat segera meniru kebiasaan negara barat yang dianggap cermin pola hidup modern. Sejumlah perilaku seperti mengkonsumsi makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress, telah menjadi gaya hidup manusia terutama di perkotaan. Padahal kesemua perilaku tersebut dapat merupakan faktor-faktor penyebab penyakit jantung dan stroke. B. IDENTIFIKASI MASALAH Dari latar belakang masalah tersebut diatas penulis mengambil inisiatif untuk menyusun makalah ini dengan mengambil judul ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSYARAFAN : STROKE NON HEMORARGI. C. TUJUAN 1. Tujuan Umum Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok Keperawatan Keluarga. 2. Tujuan Khusus Laporan ini dilaksanakan untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah utama gangguan system persyarafan : stroke non hemorargi. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi peneliti Meningkatkan wawasan, pengetahuan serta sikap didalam memberikan perawatan klien stroke untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. 2. Bagi Institusi Pendidikan Sebagai informasi lebih lanjut dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga pada klien mengenai stroke.
2

BAB II KONSEP DASAR

A. Definisi Stroke 1. Pengertian Stroke adalah syndrom klinis awal timbulnya mendadak, progresi berupa defisit neurologi, fokal dan global, yang berlangsung 24 jam atau langsung menimbulkan kematian dan semata-mata di sebabkan oleh gangguan perdaran darah otak non traumatik (Mansjoer, 2000). Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang di akibatkan oleh berhentinya suplai darah kebagian otak (Baughman, C Diane.dkk , 2000). Stroke adalah gangguan neurologi yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologi dan pembuluh darah( Price, 2000). Stroke adalah Infark dari sebagian otak karena kekurangan aliran darah ke otak.( Junaidi, 2004). Stroke adalah serangkaian kejadian neurologist yang terjadi bila aliran darah arteri terganggu ke otak atau di otak terganggu.(Engram. 1998). Cedera cerebrovaskuler atau stroke adalah awitan deficit neurologis yang berhubungan dengan penurunan aliran darah cerebral yang di sebabkan oleh oklusi atau stenosis pembuluh darah embolisme atau hemorargik, yang menyebabkan iskhemik otak (Tucker, 1998). Dari pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa stroke/cerebrovaskuler adalah defisit neurologis yang berakibat pada hilangnya fungsi otak yang timbul secara mendadak karena adanya gangguan suplai darah ke bagian otak. 2. Etiologi Menurut Baughman, C Diane.dkk (2000) stroke biasanya di akibatkan dari salah satu tempat kejadian, yaitu: 1. Trombosis ( Bekuan darah di dalam pembuluh darah otak atau leher). 2. Embolisme serebral (Bekuan darah atau material lain yang di bawa ke otak dari bagian otak atau dari bagian tubuh lain). 3. Isiansia (Penurunan aliran darh ke arah otak). 4. Hemorargik cerebral (Pecahnya pembuluh darah serebral dengan perlahan ke dalam jaringan otak atau ruang sekitar otak). Akibatnya adalah gangguan suplai
4

darah ke otak , menyebabkan kehilangan gerak, pikir, memori, bicara, atau sensasi baik sementara atau permanen. Sedangkan faktor resiko pada stroke menurut Baughman, C Diane.dkk (2000): 1. Hipertensi merupakan faktor resiko utama. 2. Penyakit kardiovaskuler(Embolisme serebral mungkin berasal dari jantung). 3. Kadar hematokrit normal tinggi(yang berhubungan dengan infark cerebral). 4. Kontrasepsi oral, peningkatan oleh hipertensi yang menyertai usia di atas 35 tahun dan kadar esterogen yang tinggi. 5. Penurunan tekanan darah yang berlebihan atau dalam jangka panjang dapat menyebabkan iskhemia serebral umum. 6. Penyalahgunaan obat tertentu. pada remaja dan dewasa muda. 7. Konsultan individu yang muda untuk mengontrol lemak darah, tekanan darah, merokok kretek dan obesitas. 8. Mungkin terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan stroke. 3. Tanda dan gejala Menurut Baughman, C Diane.dkk (2000) tanda dan gejala dari stoke adalah: 1. Kehilangan motorik. Disfungsi motorik paling umum adalah hemiplegia(paralisis pada salah satu sisi) dan hemiparesis(kelemahan salah satu sisi) dan disfagia. 2. Kehilangan komunikasi Disfungsi bahasa dan komunikasi adalah disatria (kesulitan berbicara) atau afasia (kehilangan berbicara). 3. Gangguan persepsi Meliputi disfungsi persepsi visual humanus, heminapsia atau kehilangan penglihatan perifer dan diplopia, gangguan hubungan visual, spesial dan kehilangan sensori. 4. Kerusakan fungsi kognitif, perestesia(terjadi pada sisi yang berlawanan). 5. Disfungsi kandung kemih Meliputi inkontinensiaurinarius transier, inkontinensia urinarius peristen atau retensi urin(mungkin simtomatik dari kerusakan otak bilateral), Inkontinensia
5

urinarius dan defekasi yang berlanjut. (dapat mencerminkan kerusakan neurologi ekstensif). 4. Gambaran Klinis Secara umum gangguan pembuluh darah otak atau sroke merupakan sirkulasi serebral yang dapat disebabkan karena trombus, embolus dan perdarahan serebral. Embolus dapat merupakan akibat bekuan darah plek aorta matosa fragmen, lemak dan udara. embolus pada otak kebanyakan berasal dari jantung, sekunder terhadapinfark miokard atau fibrilasi atrium, Jika etiologi stroke adalah hemorargi maka faktor pencetusnya biasanya adalah hipertensi. Abnormalitas vaskuler seperti Malformasi Arteri Venera (MAV) dan aneurisma serbral lebih rentan terhadap ruptur dan menyebabkan hemorargia pada hipertensi. Pada stroke trombosis atau embolik bagian otak yang mengalami iskhemik atau infark sulit ditentukan. Ada peluang dimana stroke akan meluas setelah serangan pertama dapat terjadi edema serebral dan peningkatan intra kranial (PTIK) herniasai dan kematian setelah trombolitik terjadi pada area yang luasnya saat serangan, karena stroke trombolitik banyak terjadi karena arterosklerosis, maka ada resiko terjadi stroke untuk masa mendatang. Pada pasien yang sudah pernah mengalami stroke embolitik pasien juga mengalami atau mempunyai kasus untuk mengalami stroke jika penyebabnya tidak ditangani. Jika luas jaringan otak yang rusak akibat stroke hemorargik tidak besar dan bukan pada tempat yang vital, maka pasien dapat pulih dengan defisit minimal. Jika hemorargik luas terjadi pada daerah yang vital, pasien mungkin tidak dapat pulih (price, 2000) 5. Pemeriksaan penunjang Menurut Doenges (1999) pemeriksaan laboratorium meliputi: a. CT.scan, memperlihatkan adanya cidera, hematoma, iskhemia infark. b. Angiografi cerebral, membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti: perdarahan, obstruksi, arteri adanya ruptur. c. Fungsi lumbal, menunjukan adanya tekanan normal dan biasanya ada trombosis embolis serebral dan tekanan intrakranial(TIK). Tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukkan adanya haemoragik subarachnoid, perdarahan intra kranial.
6

d. Magnetik Resonance imaging (MRI), Menunjukan ada yang mengalami infark. e. Ultrasonografi dopler, mengidentifikasi penyakit artemovena. f. Elektroencefalogram(EEG), Mengidentifikasi masalah didasarkan pada gelombang otak dan mungkin memperlihatkan daerah lesi yang spesifik. g. Sinar X tengkorak:menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal daerah yang berlawanan dari masa yang meluas klasifikasi karotis interna terdapat pada trombosis cerebral, klasifikasi parsial dinding aneurisma pada perdarahan subarachnoid. 6. Penatalaksanaan Medis dan keperawatan Menurut Engram (1998) penetalaksanaan medis umum dari cidera cerebrovaskuler atau stroke adalah: a. Farmakoterapi : Agen antihipertensi, antikoagulan (untuk stroke yang disebabkan thrombus), kortikosteroid untuk mengurangi edema cerebral, asma aminokaproik (Amicar) untuk perdarahan subarachnoid. b. Pembedahan endarterektomi : eksisi tunika intima arteri yang menebal dan atero matosa ( untuk sumbatan karotis yang di sebabkan oleh arterosklerosis).

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN STROKE NON HEMORARGI A. GAMBARAN KASUS Tn. R. Usia 25 tahun, pendidikan terakhir tamat SMP. Pekerjaan buruh, alamat mendungan RT 01/ RW 04. Ny. O. Umur 23 tahun, pendidikan terakhir SD, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Tipe keluarga Tn. R adalah keluarga inti karena dalam satu rumah ada suami, istri dan anak. Pada keluarga Tn. R yang sedang sakit
7

adalah Ny. S yaitu sakit stroke non hemorargi. Ny. S mengetahui bahwa dia sakit stroke sudah 2 tahun yang lalu, hal ini diketetahui saat Ny. S sakit oleh keluarga di bawa ke klinik Abu salman, dan Ny. S menderita stroke. Ny. S dan keluarga mengatakan Ny. S sudah pernah di opname di rumah sakit dan itu sudah satu tahun yang lalu. Saat ini pasien mengatakan merasakan pusing, sulit tidur, dan ini sering kambuh apabila pasien banyak pikiran. Keluarga juga mengatakan hanya mengetahui kalau Ny . S hanya sakit stroke saja, tetapi keluarga pasien tidak mengetahui pengertian, penyebab, tanda dan gejala,pencegahan dan komplikasi dari stroke jika segera tidak di tangani. B. PENGKAJIAN
1. 2. 3.

Nama KK Umur Alamat

: Tn. R : 25 tahun : Ds. Astana Blok pekauman RT 01/RW 01 kecamatan Gn. Jati Kabupaten Cirebon

4. 5. 6. 7. 8. No 1 2 3

Pekerjaan KK : Buruh Pendidikan Agama : SMP : Islam

Suku bangsa : Jawa Komposisi Keluarga : Nama Umur JK L P P Hub.Dgn KK Suami Istri Anak 1 Pendidikan SMP SD Imunisasi lengkap Ket.

Tn. R 25 thn Ny. O 23 bln An. A 4 thn

Genogram :

Ibu K (th)
8

Bpk. Y (..th)

Bpk... (..th)

Ibu S (63th)

Bpk. T (22 th)

Ny. O (29 th)

Bpk T (25th)

An.A ( 4 th)

Keterangan : : laki-laki : laki-laki meninggal

: perempuan sakit

: perempuan meninggal

: perempuan
9

: cerai

9.

Tipe Keluarga: keluarga inti yaitu keluarga yang terddiri dari ayah,ibu,dan

anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi. 10. Suku Bangsa: Ny. O mengatakan: Ny. O berasal dari suku jawa, setelah menikah Ny. O menetap di Astana dan bahasa yang digunakan bahasa jawa dengan campuran bahasa indonesia. Keyakinan yang berhubungan dengan kesehatan keluarga Ibu S adalah membiarkan dahulu dan mengobati semampunya dengan bantuan obat-obat yang dapat dibeli di warung, jika tidak sembuh dapat pergi ke rumah sakit terdekat. 11. Agama: Ny. O mengatakan: kepercayaan yang dianut keluarga Ny. O adalah Islam. Menurut ibu S, ibu S biasanya melaksanakan ibadah di rumah dan kadangkadang melakukanya di masjid didekat rumahnya. 12. Status Sosial Ekonomi Keluarga: Ny. O mengatakan ia bekerja sebagai pedagang keliling kampung, penghasilan yang diperoleh per bulan Rp.300.000,-. Penghasilan tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya sehingga Ibu S mencari tambahan dengan menerima jahitan dirumahnya, menurut Ny. O. 13. Aktivitas Rekreasi Keluarga: Ny. O mengatakan: biasanya Ny. O mengajak An.A jalan-jalan ke alun-alun tetapi hal ini jarang dilakukan hanya ketika Ny. A mempunyai uang.

C. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 14. Tahap perkembangan keluarga saat ini: keluarga berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak meninggalkan keluarga. Tugas perkembangan yang ditempuh keluarga adalah:

10

a.

Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam maupun

di luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar) Ny. O mengatakan: orang tua Ny. O sudah meninggal tetapi Ny. O masih menjalin hubungan yang baik dengan bibinya yang tinggal di depan rumahnya. Ny. O setiap hari bermain dan menonton tv dirumah bibinya. Dilingkungan sekitarnya ada tetangga yang baik ada juga tetangga yang kurang baik. Ny. O menyikapinya dengan sabar. Kadang ketika Ny. O mempunyai makanan Ny. O juga sering membagikan ke tetangganya begitu juga sebaliknya, menurut Ny. O. b. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak

Ny. O mengatakan: setiap pagi sebelum dia berangkat kerja dia menyempatkan untuk memasak makanan buat anaknya setelah itu dia memandikan An. A sebelum Ny. O berangkat kerja. Ketika ibu S terlambat pulang kerumah biasanya Ibu S menitipkan anaknya ke bibinya yang tinggal didepan rumahnya atau brgantian dengan Tn. R untuk menjaga An. A. c. Pembagian tanggung jawab anggota keluarga

Anak Ny. O masih berusia 4 tahun sehingga dalam anggota keluarga ibu S tidak ada pembagian tanggung jawab. Setiap pagi ibu S memandikan anak E kemudian Ny. O menyuapi anak A. Dan terkadang setiap sore Tn. R mengajak An. A pegi jalan-jalan ke alun-alun. d. Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh dan kembang anak

Ny. O mengatakan: setiap hari An. A pergi bermain ditaman kanakkanak yang letaknya dekat dengan rumahnya.

11

15. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi: Dari pengkajian yang didapatkan ada tugas perkembangan yang belum terpenuhi, adanya masalah yang kompleks pada keluarga Tn. R. Ny. O mangatakan: Ny. O masih tidur dengan An. A sehingga belum ada privasi bagi Ny. O karena Ny. O mengungkapkan bahwa An. A belum berani tidur sendiri. Ny. A belum mampu memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti kebutuhan tempat tinggal privasi dan rasa aman. 16. Riwayat keluarga inti: Ny. O mengatakan: Ny. O sudah lama menetap di Astana sejak menikah. Ny. O sekarang tinggal di Astana dengan An. A. 17. Riwayat keluarga sebelumnya: Ny. O mengatakan: kedua orang tua Bp.T tinggal di Kediri dan sebagian keluarga besarnya tinggal disana sedangkan kedua orang tua Ny. O berada dijember dan sudah meninggal, ada satu orang adik yang tinggal bersama Tn. R, ketika Ny. O melahirkan, adik dari Ny. O yang membantu merawat Ny. O. D. LINGKUNGAN 18. Karekteristik Lingkungan Rumah : rumah yang ditempati adalah rumah pribadi berukuran 8m x 12m yang ditempati oleh Tn. R, Ny. O dan An. A. Rumah terdiri dari 4 ruangan yaitu ruang tamu, dua kamar tidur dan dapur. Terdapat dua jendela di ruang tamu, satu jendela di kamar tidur depan yang ditempati oleh anak dan kamar tidur kedua ditempati ibu S tanpa jendela. Tembok rumah hanya berupa anyaman bambu, ruangan depan yang dibangun dari batu bata. Karakteristik Tetangga dan Komunitas : Ny. O bertempat tinggal di perkampungan dengan jarak rumah antar tetangga yang cukup dekat. 19. Mobilitas Geografis Keluarga: Ny. O dan anaknya setiap hari berjalan kaki untuk bekerja. Tidak ada kendaraan lain yang dimiliki keluarga ibu S. Setiap hari Ny. O menuju tempat bekerjanya hingga pukul 10 siang.

12

20. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat: Ny. O mengatakan bahwa setiap hari berkumpul dengan An. A setelah pulang kerja. Dan Ny. O memiliki perkumpulan pengajian yang diikuti secara rutin. Ny. O mengungkapkan bahwa tetangganya ada yang menyukai dan tidak menyukai Ny. O. 21. Sistem Pendukung Keluarga: keluarga Ibu S. mendapatkan dukungan dari suaminya, pamannya dan bibinya yang tempat tinggalnya berdekatan dengan ibu S. ibu S juga mengatakan bahwa jarang memiliki permasalahan serius sehingga harus melibatkan keluarga. Denah rumah:

8 6

pintu 2

jendela

pint 13 u

Keterangan:
1. Ruang Tamu

: meja dan kursi : mesin jahit : perabotan dapur

2. Ruang dapur 3. Tempat tidur anak


4. Tempat tidur Ortu

5. Pintu 6. Kamar mandi 7. Ladang 8. Sumur Keadaan lingkungan dalam rumah : Luas rumah Tipe rumah Jumlah ruangan Jumlah jendela Pemanfaatan ruangan : 8m x 12 m : Status kepemilikan milik sendiri : 4 ruangan : 3 buah : Terdiri dari 2 kamar dengan 1 kamar untuk anak, 1 kamar untuk Ortu, 1 kamar mandi di luar, 1 dapur. Peletakan perabotan : 5 kursi diletakkan di ruang tamu, di pojok sebelah pintu diletakkan mesin jahit Ny. S. Tempat tidur An. A terletak bersebelahan dengan almari di kamar An . A.
14

Jenis septic tank

: tidak memiliki, karena BAB keluarga di sungai.

Sumber air minum E. STRUKTUR KELUARGA

: Air sumur

22. Pola Komunikasi Keluarga : Ny. O menyampaikan bahwa anak E senang bercerita tentang teman sebayanya dan Ny. O menanggapinya dengan senang. Namun kadang kala Ny. O pernah marah mana kala anaknya nakal, rewel, atau minta sesuatu yang menurut Ny. O tidak bisa memenuhinya. Dan Tn. R sering bercerita tentang pekerjaanya selama menjadi buruh. 23. Struktur Kekuasaan Keluarga: Tn. R pemegang keputusan terakhir dalam keluarga. 24. Struktur Peran : a. Tn. R berperan sebagai ayah sekaligus kepala rumah tangga dan pencari nafkah.
b. Ny. O berperan sebagai ibu sebagai, ibu rumah tangga, pembimbing

anak-anak, dan pengatur rumah tangga.


c. Anak A berperan sebagai anak tunggal dalam keluarga, penghibur

keluarga dengan gerak-geriknya serta ucapannya yang lucu. 25. Nilai dan Norma Budaya: Norma yang dianut yaitu : sopan santun, menghargai orang lain, menghormati orang yang lebih tua, dan lainnya. An. A kadang kala mendapat cubitan dan jeweran bila tidak mau segera pulang saat bermain dengan teman-temannya. F. FUNGSI KELUARGA 26. Fungsi Afeksi : Tn R mengatakan bahwa An. A pernah mengungkapkan perasaannya pada saat meminta sesuatu padanya misalnya dengan merengek-rengek saat minta dibelikan susu, minta jalan-jalan ke alun-alun (dari penuturan Ny. O).

15

27. Fungsi Sosialisasi : Ny. O memperbolehkan bermain dengan teman sebaya dan An. A juga sering bermain di rumah tetangga, ke sungai kecil bersama temantemannya kecuali pada malam hari hanya bermain ke rumah kakeknya (paman Ny. O) (hasil pengamatan dan penuturan Ny.O). 28. Fungsi perawatan keluarga: keluarga Tn. R mengatakan bahwa keadaan kesehatannya sudah mulai membaik namun masih perlu pengobatan secara rutin. Menu makanan tiap hari berbeda-beda, sayuran diambil dari halaman belakang atau berbelanja, lauk pauknya kadang telur, tahu tempe, atau hanya sambal saja. Ketika terjadi gangguan kesehatan, Ny. O langsung dibawa ke rumah sakit. 29. Fungsi reproduksi : Ny. O mengatakan dari dulu tidak punya kelainan reproduksi. An. A juga dilahirkan secara normal. Ny. O tidak pernah mengalami keguguran. 30. Fungsi Ekonomi : Tn. R mengatakan: gaji yang diperoleh belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,istri dan anaknya. Untuk menambah penghasilannya Ny.O menjual sayuran dan telur hasil ternak, (penuturan Tn. R). G. STRESS DAN KOPING KELUARGA 31. Stressor jangka pendek : Tn. R mengatakan kadang anak A merengek atau bahkan menangis minta dibelikan susu, baju baru, ataupun jalan-jalan ke alun-alun. Namun oleh ibu S dibiarkan saja dengan alasan itu hanya keinginan sesaat anak E dan lebih baik uangnya dipakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. 32. Stressor jangka panjang : keadaan perekonomian yang sulit Tn. R dan Ny. O harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu S mengatakan gaji yang didapat sebagai seorang penjahit hanyalah Rp. 300.000/bulan dan itu sangat kurang. Penyakit Stroke yang sudah lama dideritanya dianggap biasa olehnya sudah jarang kambuh. 33. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor : Tn. R sangat mampu dan sabar dalam menghadapi masalah yang muncul di dalam keluarganya. Tn. R mengatakan bahwa manusia hidup pasti ada masalah. Namun kita harus menghadapi itu dengan penuh kesabaran. Apalagi masalah ekonomi yang sangat minimal sekali.

16

Tn. R jarang mengeluh saat kesulitan keuangan dan tidak pernah bersikap kasar terhadap anak A karena masalah yang dipikirkannya. 34. Strategi koping yang digunakan : menurut Tn. R koping yang digunakan untuk membantu meringankan masalah ekonomi adalah Ny. O menjual sayuran yang ditanam di belakang rumahnya. Selain itu menjual ayam dan telurnya serta menerima jahitan di rumah. 35. Strategi adaptasi disfungsional : Tn R mengatakan tidak ada perilaku yang menyimpang dalam menghadapi masalahnya. Semua masalah yang ada dihadapi dengan sabar. H. HARAPAN KELUARGA TERHADAP PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA
a.

Persepsi terhadap masalah: Tn. R mengatakan bahwa dalam kehidupan pasti

ada masalah dan harus diatasi dengan sabar.


b.

Harapan terhadap masalah: harapan Tn. R kedepannya yaitu membahagiakan

anak.

17

18

J. ANALISIS DATA No 1. Data Ds : Pasien dan keluarga mengatakan tidak mengetahui tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta pencegahan penyakit stroke. Do : Pasien tampak bigung saat ditanya tentang stroke . 2. Ds : Sering kambuh tetapi tidak Ketidakmampuan
19

Etiologi Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan

Problem Gangguan mobilitas fisik

cepat ditangani tenaga kesehatan tenaga kesehatan. 3.

kelarga

mengambil

Do : Ny. O tidak segera ditangani keputusan. Ds : Tn R meengatakan tau bahwa Ketidakmampuan Ny. O menderita penyakit stroke keluarga tetapi Do : 4. Ds : Kedokter biayanya mahal Do :Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan. tidak mengetahui cara anggota yang sakit. merawatnya merawat keluarga

K. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA 1. Gangguan mobilitas fisik pada keluarga Tn. R Khususnya Ny. O berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Skoring diagnosa keperawatan keluarga Kriteria Sifat Masalah Aktual : 3 Bobot 1 Skor 3/3x1=1 Pembenaran Ny. O menyadari keadaan kesehatannya sekarang ini dapat mengakibatkan An. A terlantar sedangkan An. A masih memerlukan kasih sayang Ny. O. Keadaan kesehatan Ny. O yang menderita Stroke nonhemorargi ini dapat diubah dengan cara melakukan pengobatan ke klinik Abu Salman.
20

Kemungkinan Diubah Sebagian = 1

1/2x2=1

Potensial Dicegah Rendah = 1

1/3x1=1/3

Menonjolnya Masalah Masalah ada tapi tidak perlu segera = 1

1/2x1=1/2

Proses pengobatan secara tidak berkala dan teratur serta interaksi yang diperhatikan tidak dapat meminimalkan kekambuhan penyakit. Masalah sangat dirasakan ada tetapi tidak memerlukan penanganan untuk menghindari dampak lainnya.

21

22

23

M. EVALUASI FORTMATIF
No. 1. Tgl 14-01-11 Dp Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat keluarga yang sakit. Implementasi 1). Setelah dilakukan kunjungan selama 1x45 menit, keluarga dapat mengenal masalah stroke non hemorargi pada Ny. O dengan mampu menyebutkan : 1.1 pengertian stroke non hemorargi Setelah dilakukan diskusi Kel Tn R dan Ny. O mengetahui bahwa pengertian stroke nonhemorargi adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan perdaran darah otak Respon Paraf

24

non traumatik. 1.2 Penyebab Setelah dilakukan diskusi Kel Tn.R dan Ny. O mengetahui bahwa penyebab TBC adalah disebabkan oleh gangguan perdaran darah otak non traumatik. 1.3 Tanda dan gejala Setelah dilakukan diskusi Kel Tn.R dan Ny. O mengetahui bahwa tanda gan gejala dari stroke non hemorargi 1. Kehilangan motorik. 2.Kehilangan komunikasi 3. Gangguan persepsi 2. 14-01-11 2 ). Setelah dilakukan kunjungan selama 1x45 menit, keluarga dapat mengambil keputusan untuk mengatasi masalah stroke non hemorargi pada Ny. O dengan :

2.1 Menyebutkan penatalaksanaan dari stroke non hemorargi

Setelah dilakukan diskusi Kel Tn. R dan Ny. O mengetahui bahwa penatalaksanaan dari stroke non hemorargi : a. Farmakoterapi : Agen antihipertensi, antikoagulan (untuk stroke yang disebabkan thrombus), kortikosteroid untuk mengurangi edema aminokaproik cerebral, (Amicar) asma untuk

25

perdarahan subarachnoid. b. Pembedahan endarterektomi : eksisi tunika intima arteri yang menebal dan atero matosa ( untuk sumbatan karotis yang di sebabkan oleh arterosklerosis).

3.

14-01-11

3). Setelah dilakukan kunjungan selama 1x45 menit kelurga mampu melakukan perwatan untuk mengatasi masalah Ny. O yang mengalami stroke non hemorargi: Setelah dilakukan diskusi Kel Tn. 3.1 menyebutkan cara ROM yang benar R dan Ny. O mengetahui cara ROM yang benar,

4.

14-12-10

4). Setelah dilakukan selama 1x45 menit, keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan pada Ny. O dengan menyebutkan 4.1 fasilitas kesehatan disekitar tempat tinggal 4.2 memanfaatkan fasilitas kesehatan di dekat tempat tinggal Setelah dilakukan diskusi Kel Tn. R dan Ny. O akhirnya mampu memanfaatkan fasilitas yang ada di sekitar tempat tinggal dan mengetahui apa saja nya seperti puskesmas, posyandu, dokter, klinik

26

N. EVALUASI SUMATIF
No. 1. Tgl 14-01-11 Dp Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat keluarga yang sakit. Keluarga dapat menyebutkan pengertian stroke non hemorargi Keluarga dapat menyebutkan penyebab Keluarga dapat menyebutkan Tanda dan Gejala Keluarga mengetahui dan dapat menyebutkan cara perawatan penderita stroke non hemorargi Keluarga dapat mengidentifikasi tanda dan gejala pada Ny. O O: Keluarga tampak antusias dalam berdiskusi Keluarga tersenyum saat diberikan reinforcement positif A: Masalah teratasi. Keluarga dapat mengenal tentang penyakit stroke non hemorargi P: Lanjutkan tujuan khusus selanjutnya 2. S : keluarga dapat menyebutkan penatalaksanaan dari stroke non hemorargi O : Keluarga tampak antusias dalam berdiskusi Keluarga tersenyum saat diberikan reinforcement positif A: Masalah teratasi. Keluarga dapat memutuskan untuk mengatasi masalah pada Ny. O P: S: SOAP

27

Lanjutkan tujuan khusus selanjutnya 3. 14-01-11 S: Keluarga dapat menyebutkan cara ROM yg benar Keluarga mengatakan akan lebih memperhatikan kondisi Ny. O O: A: Tujuan tercapai. Keluarga mengetahui cara ROM yang benar P: Lanjutkan tujuan khusus selanjutya. 4. 14-01-11 S: Keluarga dapat menyebutkan cara menjaga kebersihan Keluarga tampak antusias dalam berdiskusi Keluarga tersenyum saat diberikan reinforcement positif

lingkungan rumah yang baik dan memmanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di sekitar lingkungan rumah O: Keluarga tampak antusias dalam berdiskusi Keluarga tersenyum saat diberikan reinforcement positif A: Masalah teratasi. Keluarga mengetahui cara menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di sekitar tempat tinggal P: Hentikan Intervensi

28

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Masalah kesehatan yang muncul pada keluarga Tn. R akibat ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan penyakit stroke, sehingga menyebabkan keluarga tidak mampu dalm mencapai lima tugas kesehatan keluarga dalam penanganan penyakit stroke. 2. Faktor pendukung keberhasilan tindakan keperawatan yang dilakukan adalah kesungguhan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit stroke dengan memanfaatkan sumber yang ada keluarga untuk mencapai kemandirian keluarga dalam melaksanakan lima tugas keluarga. 3. Untuk mencapai keberhasilan keperawatan maka perlu menjalin kerjasama yang baik dengan keluarga. B. Saran
29

Penulis dalam hal ini memberikan saran untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan terutama pasien stroke dan masyarakat : 1. Dampak stroke yang dialami dapat menimbulkan berbagai masalah fisik, psikis dan sosial bagi pasien dan keluarga. Oleh karena itu perawat sebaiknya meningkatkan pendekatan pendekatan melalui komunikasi terapeutik, sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman dan kerja sam yang baik dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga. 2. Hal yang terpenting pada pasien stroke adalah pencegahan terhadap gangguan mobilitas fisik yang semakin meluas, sehubungan dengan hal tersebut maka sebaiknya perawat lebih meningkatkan upaya dalam menanggulangi gangguan mobilitas fisik yaitu cara mengubah posisi, dan melatih ROM pada semua ekstremitas. 3. Perawat sebagai anggota tim kesehatan yang paling banyak berhubungan dengan pasien dituntut meningkatkan secara terus menerus dalam hal pemberian informasi dan pendiikan kaesehatan sesuai dengan latar belakang pasien dan keluarga.

30

DAFTAR PUSTAKA Baughman, C diane,dkk, 2000. Buku saku medical bedah brunner suddart, Jakarta, EGC. Carpenito L.J,1998. Buku saku diagnosa keperawatan (terjemahan), Jakarta, EGC. Carpenito L.J, 2000. Diagnosa keperawatan; Aplikasi pada perawatan klinis(terjemahan), Edisi 6. Jakarta :EGC. Depkes RI,1998. Asuhan keperawatan pasien dengan gangguan system persyarafan, DEPKES RI. Jakarta. Doenges,Marilyn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien.Jakarta:EGC. Effendy,Nasrul. 1999. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.Jakarta:EGC Engram, Barbara. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Medikel Bedah. Vol.2. Jakarta:EGC. Friedman,Marilyn M. 1998. Family Nursing Theory and Practice. Alih Bahasa Ina Debora, Keperawatan Keluarga:Teori dan Praktek.Jakarta:EGC. Junaidi, iskandar,2004, Panduan praktis pencegahan dan pengobatan stroke, Edisi;2, PT Bhuana ilmu popular, kelompok gramedia, Jakarta.
31

Mansjoer,A, 2000, Kapita selekta kedokteran. Edisi:3, Media Ausculapius, FKUI, Jakarta. Price, S, A, 2000, Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit (terjemahan), Edisi ;4 buku 2, Jakarta, EGC. Tucker, 1998, Standar perawatan pasien ( terjemahan), Edisi 3, Jakarta, EGC. 42 Roy.2008.http://911medical.blogspot.com/2007/09/penyakit-jantung-danstrokeserta.html
http://etd.eprints.ums.ac.id/2907/2/J200050064.pdf diperoleh pada tanggal 14 Januari 2011

32